KASUS
KASUS
Pengkajian
A. Data Subjektif
1) Biodata
3/1
2) Alasan Datang :
3) Keluhan Utama :
punggung.
apapun.
obat-obatan tertentu.
mellitus, asma.
7) Riwayat Pernikahan :
8) Riwayat Obstetri :
a) Riwayat haid
1 Hamil ini
kali (G1P0A0)
bulan
TT1 : CATIN
gerakan janin
dalam 2 – 3 jam
Khusus :
9) Riwayat KB
a) Pola Nutrisi
b) Pola Eliminasi
d) Pola Istirahat
e) Pola Aktivitas
perusahaan.
lagi bekerja.
B. Data Objektif
Kesadaran : Composmentis
Tanda-Tanda Vital
TD : 100/80 mmHg
Nadi : 96x/menit
P : 18x/menit
Suhu : 37,1 0C
LILA : 25 cm
2) Pemeriksaan Fisik
gravidarum.
nyeri tekan.
27 cm.
n) Ekstremitas atas Simetris, tidak ada lesi, tidak ada nyeri tekan/
4) Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan
C. Assesment
1) Diagnosa Kebidanan
masuk panggul
2) Masalah
b. Sering BAB
Tidak ada.
Tidak ada.
D. Planning
1) Beritahu hasil pemeriksaan ibu dan janin dalam kondisi sehat dan
baik.
persalinan
Tempat : PMB
Catatan Implementasi
Pukul Implementasi Pukul Evaluasi
08.30 1. Memberitahu bahwa hasil pemeriksaan ibu dan janin dalam 08.35 1. Ibu sudah mengetahui yang disampaikan bidan tentang
WIB kondisi sehat dan baik namun ukuran Rahim atau TBJ tidak WIB kondisinya dan janinnya.
sesuai dengan usia kehamilan
08.36 2. Memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu tentang 08.36 2. Ibu sudah paham dan mengerti tentang ketidaknyamanan
WIB ketidaknyamanan yang dialami ibu yaitu sakit punggung. Pada WIB sakit punggung yang sudah dijelaskan oleh bidan.
TM III kehamilan, ibu akan mengalami perubahan fisik fisiologis
yang akan membuat ibu lebih mudah merasa sakit bagian
punggung disebabkan semakin membesarnya perut dan aktifitas
yang dilakukan setiap hari. Hal ini merupakan kondisi yang
normal karena janin akan semakin membesar begitu juga perut
ibu, konsekuensinya ibu akan lebih berat untuk menopang berat
janin dan terbatas karena kehamilan yang semakin tua.
mengenakkan akibat membesarnya rahim dan meningkatnya
berat badan menyebabkan otot bekerja lebih berat sehingga
dapat menimbulkan stress pada otot dan sendi. Untuk sakit
punggung bisa diatasi dengan mandi air hangat pada sore atau
malam hari dan bisa dikurangi dengan melakukan senam hamil
salah satunya gerakan sholat.
08.36 3. mengajarkan gerakan sholat untuk kehamilan yang dimulai dari 08.45 3. Ibu sudah mengerti senam gerakan sholat
WIB gerakan rileksasi ambil pernafasan dari hidung diikuti dengan WIB
gerakan takbir sampai dengan gerakan akhir rileksasi tubuh
dengan tidur miring.
08.45 4. Memberikan Pendidikan kesehatan pada ibu tentang tanda-tanda 08.47 4. Ibu sudah paham dan mengerti tanda-tanda persalinan.
WIB persalinan diantaranya mulas yang sering dalam sehari, keluar WIB
lender campur flek dan sudah adanya pembukaan.
08.47 5. Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang pekan depan lagi yaitu 08. WIB 5. Ibu sudah paham waktu yang disampaikan oleh bidan dan
WIB tanggal 11 Oktober 2022 atau jika ada keluhan. ibu bersedia untuk melakukan kunjungan ulang
CATATAN PERKEMBANGAN I
Tanggal : 10 Oktober 2022
Waktu : 17.00 WIB
Tempat : PMB Bd. Hj. Thoiffah
1. Ibu mengatakan hamil 8 bulan KU : Baik Diagnosa Kebidanan : . 1. Beritahu ibu hasil
lebih Kesadaran : composmentis G1P0A0 umur 25 tahun, hamil 38 pemeriksaan ibu dan
2. Ibu mengatakan tidak ada TTV minggu 1 hari janin tunggal, janin
keluhan dan ingin kontrol rutin TD : 100/80 mmHg hidup, intra uterin, letak 2. 2. Berikan KIE tentang
3. Ibu mengatakan perut bagian N : 79x/menit membujur, presentasi kepala, perubahan fisiologis
bawah sudah mulai terasa sakit Rr : 19x/menit punggung kanan, U. pada TM III
. 3. Ajarkan ibu senam
namun tidak menggangu
hamil dengan
aktifitas atau pun tidurnya Pemeriksaan Masalah : menggunakan
4. Ibu mengatakan belum keluar fisik Tidak ada gymball
lender atau pun air-air . 4. Beri vitamin fe 3x1
a. Muka : simetris, tidak pucat, tidak ada
5. Ibu mengatakan masih cloasma gravidarum, tidak ada luka, Diagnosa Potensial dan dan supplement asi
meminum obat dari bidan tidak ada nyeri tekan dan tidak ada antisipasi tindakan segera : 3x1
berupa tablet tambah darah, b. Mata oedema. 5. Anjurkan ibu untuk
Tidak ada melakukan kunjungan
kalk, dan B complex. : simetris, konjungtiva tidak pucat,
6. Ibu mengatakan ingin c. Dada sklera putih, reflek pupil kanan dan ulang 1 minggu lagi
kiri positif. Kebutuhan tindakan segera : atau jika ada keluhan.
mengetahui cara supaya jalan
lahirnya lentur : Simetris, payudara membesar, areola Tidak ada
7. Ibu mengatakan punggung menghitam, puting susu menonjol,
sudah tidak sakit lagi. tidak ada luka dan bekas operasi,
d. Perut tidak ada nyeri tekan, tidak ada
1) Inspeksi benjolan, colostrum payudara kanan
dan kiri keluar.
2) Palpasi
: Tidak ada luka bekas operasi, tidak
ada striae gravidarum, terdapat
linea nigra
: Tidak ada nyeri tekan kuadran
Leopold I : Tinggi fundus uteri 2 jari dibawah px (28
cm), teraba satu bagian bulat tidak
melenting
Leopold II : Bagian kanan teraba satu tahanan keras
memanjang seperti papan
Bagian Kiri : Teraba satu bagian kecil-kecil
Leopold III : Teraba satu bagian bulat keras,
melenting dan tidak bisa
digoyangkan sudah masuk
panggul.
Leopold IV : Divergen. Penurunan bagian
terbawah janin adalah 3/5 bagian
Tbj : 2480 gram
3) Auskultasi
Djj : 146x/mnt
e. Ekstremitas atas dan bawah
Simetris, tidak pucat, tidak ada varises, tidak ada
nyeri tekan dan tidak odema. Reflek patella kaki
(+/+)
CATATAN IMPLEMENTASI I
1. Ibu mengatakan sampai saat KU : Baik Diagnosa Kebidanan : . 1. Beritahu ibu hasil
ini belum ada tanda-tanda Kesadaran : composmentis G1P0A0 hamil 39 minggu janin pemeriksaan ibu dan
persalinan TTV tunggal, hidup, intra uterin, letak, janin
2. Ibu mengatakan sedikit cemas TD : 120/70 mmHg membujur, presentasi kepala, 2. Beri dukungan
karena sudah mendekati HPL N : 82x/menit punggung kanan, U. psikologi dan
namun bayinya belum lahir Rr : 19x/menit . semangat dalam
3. Ibu mengatakan masih Masalah : menanti proses
meminum obat dari bidan Pemeriksaan Tidak ada persalinan
berupa tablet tambah darah dan fisik . 3. Ingatkan kembali ibu
pelancar ASI tentang tanda tanda
a. Muka : simetris, tidak pucat, tidak ada Diagnosa Potensial dan persalinan.
cloasma gravidarum, tidak ada luka, antisipasi tindakan segera : 4. Anjurkan ibu untuk
tidak ada nyeri tekan dan tidak ada Tidak ada tetap meminum obat
b. Mata oedema. dari bidan.
: simetris, konjungtiva tidak pucat, Kebutuhan tindakan segera : 5. Anjurkan ibu untuk
c. Dada sklera putih, reflek pupil kanan dan Tidak ada USG
kiri positif. 6. Beritahu ibu jika
: Simetris, payudara membesar, areola sampai tanggal 6
menghitam, puting susu menonjol, November belum ada
tidak ada luka dan bekas operasi, tanda-tanda
d. Perut tidak ada nyeri tekan, tidak ada persalinan maka ibu
1) Inspeksi benjolan, colostrum payudara kanan harus datang ke RS
dan kiri belum keluar.
2) Palpasi
: Tidak ada luka bekas operasi, tidak
ada striae gravidarum, terdapat
linea nigra
: Tidak ada nyeri tekan kuadran
KALA I
Ny. W G1P0A0 usia kehamilan 39 minggu 4 hari mengeluh belum ada tanda-tanda persalinan yang bidan sev c n butkan.
Bidan Thoiffah menjelaskan jika sampai dengan tanggal 6 November tidak ada tanda-tanda persalinan, maka pasien harus segera
ke Rumah Sakit. Tanggal 6 November 2022 pukul 03.00 WIB, pasien mengatakan mengeluarkan air-air cukup banyak seperti bukan
air kencing namun belum merasakan mulas yang cukup kuat. Setelah mengeluarkan air-air yang cukup banyak, pasien diantar oleh
Setelah sampai di Rumah Sakit, pasien diperiksa oleh petugas IGD dengan hasil pemeriksaan menunjukan bahwa air-air yang
keluar adalah ketuban dan pembukaan 1 cm. setelah dilakukan pemeriksaan pasien dipindahkan ke ruang bersalin untuk dilakukan
observasi. Pasien mengatakan tidak dilakukan induksi dan hanya dilakukan observasi biasa saja. Pukul 10.30 WIB pasien
merasakan mulas yang sangat kencang dan seperti ada dorongan ingin mengedan. Bidan ruang bersalin melakukan pemeriksaan
Vaginal Touch dan didapatkan hasil pembukaan sudah lengkap dan boleh dipimpin meneran.
KALA II
Pasien dipimpin persalinannya oleh dokter obgyn yang sedang bertugas dan didampingi oleh bidan. Pada saat kala II pasien
mengalami kesulitan untuk melahirkan bayinya, sehingga jarak antara pembukaan lengkap dengan bayi lahir berkisar 2 jam 17
menit. Bayi lahir pukul 12.47 WIB dengan bantuan tindakan vakum, setelah bayi lahir dilakukan penilaian sepintas dan bayi tidak
menangis. Petugas ruang bersalin yang lain melakukan tindakan pertolongan supaya bayi segera menangis. Dan setelah menangis
bayi segera dipindah ruang ke NICU dan rawat pisah dengan pasien.
KALA III
Setelah bayi lahir, tim penolong persalinan segera melakukan MAK III secara spontan dengan pemberian oksitosin melalui drip
infus. Penolong melakukan peregangan tali pusat dengan tangan kanan dan tangan kiri melakukan dorsol cranial. Setelah 10 menit
dilakukan MAK III, plasenta lahir spontan pada pukul 12.57 WIB.
KALA IV
Pasien mengatakan pada persalinan ini terdapat robekan dan dilakukan penjahitan tanpa obat bius, sehingga pasien merasa
kesakitan saat dilakukan penjahitan. Setelah penjahitan dan pemantauan selesai, pasien dipindah ke ruang observasi nifas sampai
dengan hari senin sore pukul 16.30 WIB. Selama proses perawatan, pasien merasakan kesedihan karena harus berpisah dari
bayinya. Pasien mengatakan bahwa ia pulang hari senin sore, sedangkan bayinya selasa sore.
ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR
PADA BY NY.W DI PMB Bd. Hj. THOIFFAH
KN I
Pasien mengatakan bayinya dilahirkan di RS. Dr. Cipto pada tanggal 06 November 2022 pukul 12.30 WIB secara vakum dengan
indikasi sudah dipimpin meneran 2 jam namun belum juga lahir. Segera setelah lahir bayi dibawa ke ruang NICU karena tangisannya
merintih. By. Ny. W dirawat selama 3 hari secara terpisah dari ibunya. Asuhan dan pemantauan yang diberikan pada Ny. W
dilakukan secara maya menggunakan media WhatsApp yaitu dengan tanya jawab terkait keadaan psikologi dan juga keadaan pasca
melahirkan. Dari keadaan yang sudah dijelaskan oleh pasien, maka penulis memberikan asuhan tentang pola istirahat yang tetap
harus diperhatikan, pola nutrisi yang harus dijaga, supaya tubuh ibu tetap sehat dan emosional tetap stabil. Apabila keadaan fisik
dan psikis ibu sehat, maka ibu bisa memberikan ASI secara esklusif selama bayi di rawat pisah dan hanya memiliki jam tertentu
untuk menjenguk serta hanya dari pihak keluarga saja yang boleh.
Pengkajian
Tanggal : 11 November 2022
Pukul : 08.00 WIB
Tempat : Tlogosari
Cacatan Implementasi
Subjektif Objektif Assesment Planning
Pukul Implementasi Pukul Evaluasi
[Link] 1. Keadaan umum : 1. Diagnosa Beritahu hasil 08.00 Memberitahu hasil 08.02 Ibu memahami yang
mengatakan Baik, menangis Kebidanan pemeriksaan pada WIB pemeriksaan pada ibu WIB disampaikan bidan
bayinya kuat, gerakan aktif, : ibu dan keluarga dan keluarga bahwa tentang kondisi
sudah kulit kemerahan Neonatus bahwa bayi sehat bayi sehat.
bayinya
kencing cukup 2. Kesadaran : cukup
sering ±5x composmentis bulan usia
dalam sehari 3. Tanda – tanda
6 hari
dan sudah Vital :
BAB kuning. a. N : 115x/menit 2. Masalah :
[Link] b. P : 41x/menit tidak ada
mengatakan c. S : 36,6°C 3. Diagnosa
bayi menyusu 4. Pemeriksaan Fisik potensial
dengan kuat, a. Rambut : dan
tidak rewel, rambut hitam, antisipasi
dan on bersih, tipis tindakan
demand dan halus segera :
[Link] b. Kepala : tidak ada
mengatakan simetris, tidak 4. Kebutuhan
bayi sudah ada molase, tindakan
dimandikan. frontanela segera :
[Link] sudah anterior dan tidak ada
dirawat posterior datar
gabung dan lunak, tidak
bersama ibu ada benjolan,
tidak ada
[Link] pembengkakan
mengatakan c. Muka : simetris,
masih takut berwarna
untuk kemerahan,
menggendong tidak ikterik,
bayinya dan halus, tidak ada
masih pembengkakan,
bingung cara tidak ada
menyusui kelainan seperti
bayinya sindrom down
atau bercak
[Link] mongol
mengatakan d. Mata : simetris,
berat badan tidak ada
bayi sebelum strabismus,
pulang adalah sklera tidak
2940 gr dan ikterik dan tidak
PB 50 cm (8- ada perdarahan
11-2022) dan tidak ada
sedangkan secret berlebi
berat badan e. Hidung :
saat lahir simetris,
3030 gr, PB berlubang dua,
50 cm, LK 31 tidak ada nafas
cm cuping hidung,
tidak ada lendir
dan benjolan
f. Mulut : bibir
simetris, tidak
pucat,
kemampuan
reflex
menghisap
baik, mulut
bersih, tidak
ada labioskisis,
tidak ada
pengeluaran
saliva
berlebihan
g. Telinga :
bersih,
simetris, ada
daun
h. Leher : simetris,
leher tidak
pendek, tidak
ada
pembengkakan
kelenjar tyroid
dan vena
jugularis
i. Dada : simetris,
tidak ada
tarikan dinding
dada, tidak ada
fraktur
klavikula, suara
paruparu dan
jantung normal
j. Abdomen :
perut terlihat
lebih besar dari
pada dada,
tidak ada
pembesaran
organ yang
abnormal, tali
pusat belum
puput
k. Punggung :
simetris, tidak
ada spina
bifida, tidak
ada kelainan
tulang
belakang
l. Genitalia : tidak
ada kelainan
seperti fimosis,
tidak ada
tanda-tanda
infeksi, testis
sudah turun ke
skrotum
m. Anus :
berlubang,
tidak ada
kelainan
n. Ekstermitas
Atas dan
bawah :
simetris, tidak
ada sianosis,
jumlah jarijari
normal, tidak
ada kelainan
seperti
polidaktili
maupun
sindaktili, garis
sudah terlihat
Kulit :
kemerahan dan
tidak ikterik.
o. Reflek
1) Reflek
moro : positif
2) Reflek rooting
: positif
3) Reflek
sucking :
positif
4) Reflek
grasping :
positif
5) Reflek
swallowing :
positif
6) Reflek tonik
neck : positif
Beritahu ibu untuk 08.02 Memberitahu ibu 08.05 Bayi sudah di bedong
menjaga WIB untuk menjaga WIB
kehangatan bayi, kehangatan bayi,
dengan dengan membedong
membedong bayi bayi dengan kain
dengan kain bersih dan kering
bersih dan kering,
yang bertujuan
untuk mencegah
hipotermi
(kedinginan) pada
bayi
Lanjutkan rawat 08.05 Melanjutkan rawat 08.07 Bayi sudah di rawat
gabung bayi dan WIB gabung bayi dan ibu WIB gabung dengan ibu,
ibu dalam lingkungan ibu telihat senang
yang bersih, kering,
dan hangat
Pengkajian
Tanggal : 26 November 2022
Pukul : 16.30 WIB
Tempat : Tlogosari
Cacatan Implementasi
Subjektif Objektif Assesment Planning
Pukul Implementasi Pukul Evaluasi
[Link] 1. Keadaan umum : Baik, 1. Diagnosa Beritahu hasil 17.00 Memberitahu hasil 17.02 Ibu memahami yang
mengatakan menangis kuat, Kebidanan pemeriksaan WIB pemeriksaan pada WIB disampaikan
saat ini masih gerakan aktif, kulit : pada ibu dan ibu dan keluarga bidan tentang
takut untuk kemerahan Neonatus keluarga bahwa bahwa bayi sehat.
kondisi bayinya
menggendong 2. Kesadaran : cukup bayi sehat
dan masih composmentis bulan usia
belum mampu 3. Tanda – tanda Vital :
23 hari
menyusui a. N : 123x/menit
secara b. P : 44x/menit 2. Masalah :
langsung c. S : 36,5°C tidak ada
[Link] 4. Pemeriksaan Fisik 3. Diagnosa
mengatakan a. Rambut : rambut potensial
tali pusat hitam, bersih, tipis dan
sudah puput dan halus antisipasi
sejak tanggal b. Kepala : simetris, tindakan
16 November tidak ada molase, segera :
kemarin frontanela anterior tidak ada
[Link] dan posterior datar 4. Kebutuhan
mengatakan dan lunak, tidak tindakan
masih belum ada benjolan, tidak segera :
terlalu mahir ada pembengkakan tidak ada
dalam c. Muka : simetris,
membedong berwarna
bayi karena kemerahan, tidak
lebih sering ikterik, halus, tidak
dibedong oleh ada
mertuanya pembengkakan,
tidak ada kelainan
seperti sindrom
down atau bercak
mongol
d. Mata : simetris,
tidak ada
strabismus, sklera
tidak ikterik dan
tidak ada
perdarahan dan
tidak ada secret
berlebi
e. Hidung : simetris,
berlubang dua,
tidak ada nafas
cuping hidung, tidak
ada lendir dan
benjolan
f. Mulut : bibir
simetris, tidak
pucat, kemampuan
reflex menghisap
baik, mulut bersih,
tidak ada
labioskisis, tidak
ada pengeluaran
saliva berlebihan
g. Telinga : bersih,
simetris, ada daun
h. Leher : simetris,
leher tidak pendek,
tidak ada
pembengkakan
kelenjar tyroid dan
vena jugularis
i. Dada : simetris,
tidak ada tarikan
dinding dada, tidak
ada fraktur
klavikula, suara
paruparu dan
jantung normal
j. Abdomen : perut
terlihat lebih besar
dari pada dada,
tidak ada
pembesaran organ
yang abnormal, tali
pusat sudah puput
k. Punggung :
simetris, tidak ada
spina bifida, tidak
ada kelainan tulang
belakang
l. Genitalia : tidak
ada kelainan
seperti fimosis,
tidak ada tanda-
tanda infeksi, testis
sudah turun ke
skrotum
m. Anus : berlubang,
tidak ada kelainan
n. Ekstermitas Atas
dan bawah :
simetris, tidak ada
sianosis, jumlah
jarijari normal, tidak
ada kelainan
seperti polidaktili
maupun sindaktili,
garis sudah terlihat
Kulit : kemerahan
dan tidak ikterik.
o. Reflek
7) Reflek moro :
positif
8) Reflek rooting :
positif
9) Reflek sucking :
positif
10) Refle
k grasping :
positif
11) Refle
k swallowing :
positif
12) Refle
k tonik neck :
positif
Ajarkan ibu 17.02 Mengajarkan ibu 17.05 Bayi sudah di
kembali untuk WIB kembali untuk WIB bedong oleh ibu
melakukan melakukan
pembedongan pembedongan pada
pada bayi dan bayi dan tetap
tetap memberikan memberikan
motivasi motivasi supaya
tidak tidak
Ajarkan ibu 17.05 Mengajarkan ibu 17.07 Ibu sudah bisa
kembali cara WIB kembali cara WIB mengikuti cara
menyusui dengan menyusui dengan menyusui sesuai
benar dan tetap benar dan tetap
dengan anjuran bidan
memberi motivasi memberi motivasi
ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS
PADA NY.W DI PMB Bd. Hj. THOIFFAH
KF I
Pasien mengatakan datang untuk bersalin di RS. Dr. Cipto pada tanggal 06 November 2022 pukul 03.30 WIB. Bayinya dilahirkan
pukul 12.30 WIB secara vakum dengan indikasi sudah dipimpin meneran 2 jam namun belum juga lahir. Segera setelah lahir bayi
dibawa ke ruang NICU karena tangisannya merintih. By. Ny. W dirawat selama 3 hari secara terpisah dari ibunya. Asuhan dan
pemantauan yang diberikan pada Ny. W dilakukan secara maya menggunakan media WhatsApp yaitu dengan tanya jawab terkait
keadaan psikologi dan juga keadaan pasca melahirkan. Dari keadaan yang sudah dijelaskan oleh pasien, maka penulis memberikan
asuhan tentang pola istirahat yang tetap harus diperhatikan, pola nutrisi yang harus dijaga, supaya tubuh ibu tetap sehat dan
Pengkajian
Tanggal : 11 November 2022
Pukul : 08.20 WIB
Tempat : Tlogosari
Cacatan Implementasi
Subjektif Objektif Assesment Planning
Pukul Implementasi Pukul Evaluasi
1. Ibu 1. KU : baik 1. Diagnosa 1. Beritahu ibu 08.20 Memberitahu hasil 08.20 Ibu memahami yang
mengatakan 2. Kesadaran : CM Kebidanan : bahwa kondisi WIB pemeriksaan pada ibu WIB disampaikan bidan
luka bekas 3. Tanda-tanda vital : P1A0 post ibu baik. sehat. tentang kondisinya
jahitan a. TD : 110/70 partum 6
sudah tidak mmHg hari dengan
terlalu nyeri b. N : 81x/menit nifas normal
dan bagian c. P : 20x/menit
luar belum d. Suhu : 36,3℃ 2. Masalah :
terlalu 4. Pemeriksaan Fisik Tidak ada
mengering a. Muka : simetris,
2. Ibu bersih, tidak, 3. Diagnosa
mengatakan pucat, tidak ada potensial
ada hiperpigmentasi, dan
pantangan tidak ada nyeri antisipasi
makan yaitu tekan dan tidak tindakan
ikan, es, dan dan lunak, tidak segera :
beberapa ada benjolan, Tdak ada
lainnya. tidak ada
3. Ibu pembengkakan 4. Kebutuhan
mengatakan b. Muka : simetris,
bayinya tindakan
ada oedema
sering segera :
c. Mata : simetris, Tidak ada
menyusu tidak ikterik,
4. Ibu conjugtiva tidak
mengatakan anemis
sudah d. Payudara :
meminum simetris,
terapi yang membesar,
diberikan puting
bidan RS menonjol,
5. Ibu areola
mengatakan menghitam dan
istirahatnya keluar ASI
cukup e. Abdomen :
karena perut teraba
bayinya keras TFU
tidak rewel pertengahan
pusat dan
symfisis
kandung kemih
kosong
f. Genitalia: jenis
lokea
sanguinolenta
berwarna
merah
kecoklatan
jumlahnya ±5
cc, tidak ada
tanda-tanda
infeksi, jahitan
luar belum
kering
g. Ekstermitas
atas dan
bawah :
simetris, tidak
pucat, tidak
ada nyeri
tekan, tidak
ada varises,
dan tidak ada
oedema
2. Beritahu ibu 08.20 Memberitahu ibu bahwa 08.23 Ibu memahami yang
bahwa nyeri WIB nyeri yang dirasakan WIB disampaikan bidan
yang ibu adalah hal yang tentang rasa nyeri
dirasakan ibu normal yang masih
adalah hal dirasakannya
yang normal
3. Anjurkan ibu 08.23 Menganjurkan ibu untuk 08.25 Ibu memahami yang
untuk tetap WIB tetap makan bergizi, WIB disampaikan bidan,
makan cukup minum dan tidak ibu mengatakan
bergizi, ada pantangan sudah makan 3x
minum dan makanan. mengganti sehari, ditambah
tidak ada makanana yang dengan konsumsi
pantangan dilarang dengan jenis buah dan minum air
makanan atau makanan lain. Adapun putih ±10 gelas/hari
mengganti gizi yang bias diberikan serta tidak ada
makanana pada ibu nfas sebagai pantangan makan
yang dilarang berikut :
dengan jenis a. Menganjurkan
makanan lain dan
menjelaskan
tentang gizi
seimbang untuk
ibu nifas :
makan
makanan yang
beraneka
ragam yang
mengandung
karbohidrat,
protein hewani,
protein nabati,
sayur dan
buah-buahan,
tidak ada
pantangan
makanan
apapun karena
kemungkinan
makanan-
makanan yang
dipantang justru
mengandungn
zat gizi yang
diperlukan oleh
ibu nifas,
seperti ikan,
telur, dan lain -
lain, Konsumsi
makanan ibu
nifas harus
memenuhi
kebituhan untuk
dirinya dan
untuk
pertumbuhan
serta
perkembangan
bayinya.
b. Menjelaskan
kebutuhan
kalori ibu nifas
dan ibu
menyusui yaitu
memerlukan
tambahan
kalori, fungsi
peningkatan
kalori adalah
untuk proses
kesembuhan
setelah
melahirkan dan
untuk
memproduksi
air susu yang
cukup untuk
menyehatkan
bayi.
c. Menganjurkan
ibu untuk
minum tablet
tambah
darah/suplemen
zat besi 1
kapsul/hari (60
gram) selama
165 6. Beri
pendidikan
kesehatan
tentang
personal
hygiene 07.43
WIB 40 hari
setelah
melahirkan
d. Menganjurkan
ibu
mengkonsumsi
makanan
seperti susu,
keju, ikan teri,
dll. Gunanya
untuk
meningkatkan
produksi ASI
e. Menganjurkan
ibu
mengkonsumsi
suplemen
vitamin A
sebanyak 2
kapsul, yaitu 1
kapsul 200.000
IU diminum
sgera setelah
persalinan dan
1 kapsul
200.000 IU
dimunum 24
jam kemudian f.
Kebutuhan air
minum pada ibu
ibu menyusui 6
bulan pertama
adalah 14 gelas
sehari dan pada
6 bulan kedua
adalah 12 gelas
sehari
4. Anjurkan ibu 08.25 Menganjurkan ibu untuk 08.27 Ibu mengatakan akan
untuk kontrol WIB kontrol di tempat bidan WIB berkunjung ke bidan
ketempat setelah kontrol dari sekaligus imunisasi
bidan rumah sakit untuk bayinya
mengetahui
perkembangan masa
nifasnya
5. Anjurkan ibu 08.28 Menganjurkan ibu untuk 08.30 Ibu mengatakan akan
untuk tetap WIB tetap meminum terapi WIB tetap meminum terapi
meminum yang diberikan bidan yang diberikan bidan
terapi yang sesuai dengan anjuran sesuai dengan
diberikan anjuran
bidan RS
sesuai
dengan
anjuran
ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS
PADA NY.W DI PMB Bd. Hj. THOIFFAH
Pengkajian
Tanggal : 26 November 2022
Pukul : 16.30 WIB
Tempat : Tlogosari
Cacatan Implementasi
Subjektif Objektif Assesment Planning
Pukul Implementasi Pukul Evaluasi
1. Ibu 1. KU : baik 1. Diagnosa 1. Beritahu ibu 16.40 Memberitahu hasil 16.42 Ibu memahami yang
mengatakan 2. Kesadaran : CM Kebidanan : bahwa WIB pemeriksaan pada WIB disampaikan bidan
luka bekas 3. Tanda-tanda vital : P1A0 post kondisi ibu ibu sehat. tentang kondisinya
jahitan tidak a. TD : 120/80 partum 23 baik.
terlalu sakit mmHg hari dengan
dan sudah b. N : 78x/menit nifas
mengering c. P : 21x/menit normal
2. Ibu d. Suhu : 36,5℃
mengatakan 4. Pemeriksaan Fisik 2. Masalah :
bayinya a. Muka : simetris, Tidak ada
sering bersih, tidak,
menyusu pucat, tidak ada 3. Diagnosa
namun masih hiperpigmentasi, potensial
menggunaka tidak ada nyeri dan
n dot dan tekan dan tidak antisipasi
merasa dan lunak, tidak tindakan
bayinya ada benjolan, segera :
bingung tidak ada Tdak ada
putting pembengkakan
3. Ibu b. Muka : simetris, 4. Kebutuhan
mengatakan ada oedema
sudah tindakan
c. Mata : simetris, segera :
meminum tidak ikterik, Tidak ada
terapi yang conjugtiva tidak
diberikan anemis
bidan setelah d. Payudara :
kontrol simetris,
4. Ibu membesar,
mengatakan puting menonjol,
istirahatnya areola
cukup karena menghitam dan
bayinya tidak keluar ASI
rewel e. Abdomen : perut
teraba keras
TFU tidak
teraba. kandung
kemih kosong
f. Genitalia: jenis
lokea
sanguinolenta
berwarna merah
kecoklatan
jumlahnya ±2
cc, tidak ada
tanda-tanda
infeksi, jahitan
luar belum
kering
g. Ekstermitas atas
dan bawah :
simetris, tidak
pucat, tidak ada
nyeri tekan,
tidak ada
varises, dan
tidak ada
oedema
2. Beritahu ibu 16.32 Memberitahu ibu 16.34 Ibu memahami yang
bahwa nyeri WIB bahwa nyeri yang WIB disampaikan bidan
yang dirasakan ibu adalah tentang rasa nyeri
dirasakan ibu hal yang normal yang masih
adalah hal dirasakannya
yang normal
dan akan
segera
membaik
3. Ajarkan ibu 16.34 Mengajarkan ibu 16.49 Ibu memahami yang
cara WIB cara memperbaiki WIB disampaikan bidan
memperbaiki bingung putting, dan mampu
bingung yaitu : memperagakan pada
putting supaya a. susukan bayi bayi
bayi tetap secara langsung
menyusu b. masukan dot
secara atau pipet dot
langsung kosong ke mulut
bayi setelah
putting masuk ke
mulut bayi
c. tunggu bayi
hingga berhasil
menyusu
d. lakukan sesering
mungkin
sehingga bayi
tidak bingung
putting lagi
4. Anjurkan ibu 16.40 Menganjurkan ibu 16.42 Ibu mengatakan akan
untuk kontrol WIB untuk kontrol di WIB berkunjung ke bidan
ketempat tempat bidan setelah sekaligus imunisasi
bidan kontrol dari rumah bayinya
sakit untuk
mengetahui
perkembangan masa
nifasnya
ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS
PADA NY.W DI PMB Bd. Hj. THOIFFAH
Pengkajian
Tanggal : 8 Desember 2022
Pukul : 16.00 WIB
Tempat : Tlogosari
Cacatan Implementasi
Subjektif Objektif Assesment Planning
Pukul Implementasi Pukul Evaluasi
1. Ibu 1. KU : baik 1. Diagnosa 1. Beritahu ibu 16.30 WIB Memberitahu 16.32 Ibu memahami
mengatakan 2. Kesadaran : CM Kebidanan bahwa hasil WIB yang
luka bekas 3. Tanda-tanda vital : : P1A0 kondisi ibu pemeriksaan disampaikan
jahitan sudah a. TD : 100/70 post baik. pada ibu sehat.
bidan tentang
tidak sakit mmHg partum 32
dan sudah b. N : 79x/menit hari kondisinya
kering c. P : 19x/menit dengan
2. Ibu d. Suhu : 36,6℃ nifas
mengatakan 4. Pemeriksaan Fisik normal
bayinya a. Muka : simetris,
masih sering bersih, tidak, 2. Masalah :
diminumkan pucat, tidak ada Tidak ada
menggunaka hiperpigmentasi,
n dot tidak ada nyeri 3. Diagnosa
3. Ibu tekan dan tidak potensial
mengatakan dan lunak, tidak dan
sebelumnya ada benjolan, antisipasi
sakit lambung tidak ada tindakan
karena selalu pembengkakan segera :
minum jamu b. Muka : simetris, Tdak ada
setiap hari ada oedema
yang c. Mata : simetris, 4. Kebutuhan
diberikan oleh tidak ikterik, tindakan
mertua conjugtiva tidak segera :
supaya ASI anemis Tidak ada
lancer d. Payudara :
4. Ibu simetris,
mengatakan membesar,
setelah puting menonjol,
melahirkan areola
lebih sering menghitam dan
mengalami keluar ASI
lapar e. Abdomen : perut
sehingga teraba keras TFU
frekuensi tidak teraba dan
makan symfisis kandung
sebanyak kemih kosong
4x/hr f. Genitalia: jenis
5. Ibu lokea
mengatakan sanguinolenta
dari mertua berwarna merah
mendapat kecoklatan
pantangan jumlahnya ±2 cc,
makanan tidak ada tanda-
seperti ikan, tanda infeksi,
makanan jahitan luar
pedas dan es. belum kering
6. Ibu g. Ekstermitas atas
mengatakan dan bawah :
belum ada simetris, tidak
pilihan KB pucat, tidak ada
yang ingin nyeri tekan, tidak
diambil ada varises, dan
tidak ada
oedema
2. Beri motivasi 16.32 WIB Memberikan 16.37 Ibu memahami
kepada ibu motivasi kepada WIB yang
supaya ibu supaya tetap disampaikan
memberikan memberikan ASI bidan dan akan
ASI secara secara langsung mencoba
langsung agar terjadi kembali Teknik
agar terjadi bounding memperbaiki
bounding attachment bingung putting
attachment antara ibu dan
antara ibu dan bayi, produksi
bayi, produksi ASI semakin
ASI semakin banyak, dll.
banyak, dll.
3. Anjurkan ibu 16.37 WIB Menganjurkan 16.49 Ibu memahami
untuk ibu untuk WIB yang
mengurangi mengurangi disampaikan
atau bila perlu atau bila perlu bidan dan mau
menghentikan menghentikan menghentikan
konsumsi konsumsi jamu konsumsi jamu
jamu karena karena dapat serta mengganti
dapat menimbulkan asupan untuk
menimbulkan rasa tidak menambah
rasa tidak nyaman atau produksi ASI
nyaman atau kesakitan di
kesakitan di bagian lambung.
bagian Sedangkan
lambung untuk produksi
ASI bisa
menggunakan
bahan alami
yaitu daun
katuk, sayur
bayam, dll.
4. Beritahu 16.49 WIB Memberitahu 16.53 Ibu memahami
bahwa ibu bahwa WIB apa yang
frekuensi frekuensi makan dikatakan bidan
makan saat saat nifas
nifas cenderung
cenderung mengalami
mengalami peningkatan
peningkatan karena
karena membutuhkan
membutuhkan tenaga dan
tenaga dan nutrisi yang jauh
nutrisi yang lebih banyak
jauh lebih karena sedang
banyak menyusui,
karena namun tetap
sedang harus
menyusui diperhatikan
untuk jenis
makanannya
supaya ASI
yang diperoleh
maksimal
5. Berikan 16.53 WIB Memberikan 17.00 Ibu mengatakan
konseling pendidikan WIB lebih tertarik
tentang KB kesehatan suntik 3 bulan
suntik 3 bulan tentang namun akan
yang tidak kontrasepsi mendiskusikan
mengganggu suntik 3 bulan. terlebih dahulu
produksi ASI KB suntik 3 dengan suami
sesuai bulan adalah
keinginan ibu suntikan berisi
hormon untuk
menghambat
sperma bertemu
sel telur, KB ini
disuntikan 3
bulan sekali,
dapat digunakan
sebelum enam
minggu pasca
persalinan.
Keuntungan
keuntungan
kontrasepsi
suntik 3 bulan
adalah tidak
mempengaruh
produksi ASI,
tidak
mempengaruhi
hubungan suami
istri, praktis,
efektif dan
aman. Kerugian
Kerugian
kontrasepsi
suntik 3 bulan
adalah berat
badan
bertambah,
tidak mencegah
IMS dan HIV,
kemungkinan
terlambatnya
pemulihan
kesuburan,
dibulan pertama
pemakain terjadi
mual,
perdarahan
berupa bercak,
sakit kepala,
dan nyeri
payudara
6. Anjurkan ibu 17.00 WIB Menganjurkan 17.02 Ibu mau untuk
untuk ibu untuk WIB berkunjung
kunjungan kunjungan kembali
kembali kembali sekaligus untuk
sekaligus sekaligus ber-KB jika
melakukan melakukan KB sudah selesai
KB guna guna masa nifas /
menjarangkan menjarangkan selesai
kehamilan kehamilan mengeluarkan
flek