0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan7 halaman

Laporan Kokulikuler Gaya Hidup Berkelanjutan "Inovasi Pengolahan Sampah Di Sekolah"

Laporan ini membahas inovasi pengelolaan sampah di SMP Negeri 4 Kuta Selatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap kebersihan lingkungan melalui pemilahan dan pengolahan sampah. Kegiatan meliputi sosialisasi, praktik pembuatan kompos, dan pembuatan poster yang melatih siswa untuk bekerja sama dan bertanggung jawab. Diharapkan, siswa dapat menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan di sekolah dan lingkungan sekitar.

Diunggah oleh

unanana136
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan7 halaman

Laporan Kokulikuler Gaya Hidup Berkelanjutan "Inovasi Pengolahan Sampah Di Sekolah"

Laporan ini membahas inovasi pengelolaan sampah di SMP Negeri 4 Kuta Selatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap kebersihan lingkungan melalui pemilahan dan pengolahan sampah. Kegiatan meliputi sosialisasi, praktik pembuatan kompos, dan pembuatan poster yang melatih siswa untuk bekerja sama dan bertanggung jawab. Diharapkan, siswa dapat menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan di sekolah dan lingkungan sekitar.

Diunggah oleh

unanana136
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KOKULIKULER

GAYA HIDUP BERKELANJUTAN

“INOVASI PENGOLAHAN
SAMPAH DI SEKOLAH”

SMP NEGERI 4 KUTA SELATAN


Jl Praja Sentral, Benoa, Kec. Kuta Selatan,
Badung-Bali 80361Tahun Pelajaran
2025/2026
JUDUL: ”Inovasi Pengelolaan Sampah Di
Sekolah”
Kelompok 2 (7.8)
[Link] Ayu Rizka Kania A. (01)
2.I Made Adyatmika Jaya P. (11)
3.I Made Rama Mahotama A. (12)
4.I Nyoman Putra Girinatha (13)
[Link] Ayu Sila Wulandari (14)
[Link] Nadia Arishanti Dewi (15)
[Link] Liana Sanistya Putri (32)

BAB I
Pendahuluan
 Latar Belakang
Sampah merupakan masalah yang
sering ditemui di lingkungan sekolah.
Kegiatan sehari-hari seperti berbelanja,
belajar, dan menggunakan kertas
menghasilkan banyak sampah. Jika sampah
tidak dikelola dengan baik, sampah dapat
menumpuk. Hal tersebut membuat
lingkungan sekolah menjadi kotor dan tidak
nyaman.

Pengelolaan sampah di sekolah masih


belum dilakukan dengan maksimal. Banyak
siswa yang membuang sampah tanpa
memilah jenisnya. Sampah organik dan
anorganik sering tercampur dalam satu
tempat sampah. Akibatnya, sampah sulit
untuk diolah kembali.

Oleh karena itu, diperlukan inovasi


dalam pengelolaan sampah di sekolah.
Inovasi tersebut dapat berupa pemilahan
sampah dan pengolahan sampah menjadi
barang yang berguna. Kegiatan ini dapat
melatih siswa untuk lebih peduli terhadap
lingkungan. Dengan begitu, sekolah akan
menjadi lebih bersih dan nyaman.

 Tujuan
Adapun tujuan dari inovasi pengelolaan
sampah di sekolah adalah untuk menjaga
kebersihan dan keindahan lingkungan
sekolah serta mengurangi jumlah sampah
yang menumpuk. Selain itu, kegiatan ini
bertujuan meningkatkan kesadaran siswa
agar membuang dan memilah sampah
dengan benar. Inovasi ini juga melatih siswa
untuk lebih peduli dan bertanggung jawab
terhadap lingkungan. Dengan demikian,
sampah dapat dimanfaatkan menjadi
barang yang berguna dan sekolah menjadi
lebih bersih dan nyaman.

BAB II
ISI
Pada hari pertama, kegiatan diawali
dengan sosialisasi mengenai pengolahan
sampah yang berlangsung di aula wantilan
desa. Dalam sesi ini, para siswa
mendapatkan penjelasan mengenai
berbagai jenis sampah,cara
membedakannya, dan cara memilah
sampah dengan metode 3R
(reduce,reuse,recycle).Serta pada hari ini
narasumber memberi informasi mengenai
cara membuat kompos yang akan
dipraktekkan pada hari [Link]
kegiatan ini, kami menjadi lebih memahami
pentingnya memilah dan mengolah sampah.

Hari kedua diisi dengan kegiatan praktik


membuat kompos yang dilaksanakan per
kelas. Dalam kegiatan ini, setiap kelas
diharuskan mengumpulkan sampah organik
sebanyak 5 kg, 5 kg tanah subur dan 1 buah
ember. setiap kelas diwakilkan oleh 3 orang
saja. siswa yang lainya mengerjakan lkpd
bersama masing” kelompoknya dengan
materi pengolahan sampah dan pembuatan
kompos. Aktivitas ini melatih kami untuk
bekerja sama, lebih peduli pada lingkungan,
dan memahami bahwa sampah organik
dapat diolah menjadi sesuatu yang
bermanfaat.

Pada hari ketiga, kami melanjutkan


pembelajaran dengan mengerjakan Lembar
Kerja Peserta Didik (LKPD) yang materinya
masih berkaitan dengan pengolahan
sampah namun, Untuk mendukung
pemahaman, kami juga menonton beberapa
video edukasi yang menjelaskan proses
pengolahan sampah secara lebih visual.
Melalui LKPD dan tayangan video tersebut,
kami dapat memperdalam pengetahuan
serta mengaitkannya dengan pengalaman
kegiatan sebelumnya.

Kegiatan pada hari keempat ditutup


dengan pembuatan poster bertema
pengolahan sampah,Setiap kelompok
menyusun poster yang menarik, informatif,
dan kreatif. Setelah selesai, kegiatan
dilanjutkan dengan mempresentasikan hasil
lkpd serta poster kami selama kokurikuler
berlangsung, dipresentasikan oleh masing”
kelompok di depan kelas dan diawasi oleh
wali kelas. Kegiatan ini melatih keberanian
kami dalam berbicara, sekaligus menjadi
sarana untuk menyampaikan pesan positif
tentang pentingnya menjaga lingkungan.

BAB III
Penutup

Berdasarkan laporan kegiatan yang


telah dilaksanakan, pengelolaan sampah di
sekolah sangat penting untuk menjaga
kebersihan lingkungan. Melalui kegiatan
sosialisasi dan praktik pengolahan sampah,
siswa menjadi lebih memahami jenis-jenis
sampah serta cara memilah dan
mengolahnya dengan benar. Kegiatan ini
membantu menambah pengetahuan siswa
tentang pentingnya menjaga lingkungan
sekolah.

Selain itu, kegiatan seperti pembuatan


kompos, pengerjaan LKPD, dan pembuatan
poster melatih siswa untuk bekerja sama,
bertanggung jawab, dan berani
menyampaikan pendapat. Inovasi
pengelolaan sampah juga menumbuhkan
sikap peduli lingkungan dalam diri siswa.
Dengan demikian, diharapkan siswa dapat
menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan
dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah
maupun di lingkungan sekitar.

BAB IV

Berikut dokumentasi selama kegiatan


kokurikuler berlangsung:
Kami berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi
para pembaca khususnya kepada siapa saja yang peduli
terhadap
lingkungan.

Sekian terimakasih.

Anda mungkin juga menyukai