0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan22 halaman

Print 7 Rangkap

Dokumen ini merupakan kajian teknis terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk Rumah Sakit Medina, mencakup pemeriksaan administrasi, kesesuaian intensitas bangunan, serta aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa bangunan sudah cukup baik namun masih memerlukan beberapa perbaikan dan pemenuhan saran teknis lingkungan. Rekomendasi termasuk pemeliharaan jalur evakuasi, penambahan ruang terbuka hijau, dan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Diunggah oleh

fikriaulawi77
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan22 halaman

Print 7 Rangkap

Dokumen ini merupakan kajian teknis terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk Rumah Sakit Medina, mencakup pemeriksaan administrasi, kesesuaian intensitas bangunan, serta aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa bangunan sudah cukup baik namun masih memerlukan beberapa perbaikan dan pemenuhan saran teknis lingkungan. Rekomendasi termasuk pemeliharaan jalur evakuasi, penambahan ruang terbuka hijau, dan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Diunggah oleh

fikriaulawi77
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1/29/2026

KAJIAN TEKNIS 2020 2026

IMB SLF
(IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN) (SERTIFIKAT LAIK FUNGSI)
NOMOR : 503/469/[Link]/DPMPT/2020 NOMOR : 320503-10112025-001

SLF
(SERTIFIKAT LAIK FUNGSI)
NOMOR : 764/005/PUPR/VII/2020

BUKTI KEPEMILIKAN TANAH (1) BUKTI KEPEMILIKAN TANAH (2)


SHM : NO. 316/ 01-06-1983 SHGB : NO. 66/HGB/BPN-10.17/VIII/2024

6286 m2

3430 m2
1/29/2026

PEMERIKSAAN ADMINISTRASI RUMAH SAKIT MEDINA


DINAS PUPR
KRK (KETERANGAN RENCANA KOTA)
No. [Link]/3015/PUPR

SERTIFIKAT LAIK
LINGKUP KEGIATAN SLF FUNGSI

PEMERIKSAAN
1 2
ADMINISTRASI

PEMERIKSAAN KESELAMATAN KESEHATAN

KELAIKAN
PEMERIKSAAN
KONDISI BANGUNAN
4 3
PENGUMPULAN BANGUNAN KEMUDAHAN KENYAMANAN
DATA
GEDUNG
ANALISIS DAN EVALUASI

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


1/29/2026

KAJIAN TEKNIS

Kesesuaian Intensitas Bangunan Gedung

ASPEK
ARSITEKTUR

LAHAN
EFEKTIF
PENGESAHAN SITEPLAN
45,93 %
RS. MEDINA (4488,36 m2)
No. [Link]/3724/PUPR
Tanggal : 23 Desember 2025
FASOS
FASUM
54,07 %
(9772 m2)

FASOS FASUM LAHAN EFEKTIF


1/29/2026

BANGUNAN BANGUNAN
49,56 % 49,56 %

SESUAI PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN


REPUBLIK INDONESIA NO. 4 TAHUN 2021 TENTANG DAFTAR USAHA
DAN/ATAU KEGIATAN YANG WAJIB MEMILIKI AMDAL, UKL/UPL, SPPL

BANGUNAN
Note : Rumah Sakit Medina kondisi
49,56 % saat ini sedang tahap pengembangan :
1. IGD (Instalasi Gawat Darurat)
2. Gedung K. Jenazah & Logistik, dsb.
Kedepan kepengurusan AMDAL akan
ditempuh bila Pembangunan telah
selesai 100% melebihi Luasan sebesar
>10.000 m2 sesuai Permen LHK RI No.
4 Tahun 2024 Tentang Wajib AMDAL.
1/29/2026

ZONING AREA BATAS OKUPANSI Faktor Beban Hunian disesuaikan dengan


Permen PUPR No. 26/PRT/M/2008
: bagian area yang digunakan untuk pelayanan fasilitas kesehatan dan umum.
Okupansi berkaitan erat dengan daya tampung atau kapasitas sebuah bangunan. Jika tingkat
: bagian area yang digunakan oleh semua orang dan keluar masuk kendaraan okupansi atau occupancy rate-nya di atas daya tampung, berarti bangunan tersebut
mengalami over occupancy yang akan berdampak buruk bagi penghuninya, baik dari segi
: bagian area yang digunakan secara khusus untuk staff & internal Rumah Sakit
kesehatan, kenyamanan, maupun keselamatan. Tabel : Batas Okupansi Bangunan Gedung :
NO JENIS BANGUNAN LUAS (m2) FAKTOR OKUPANSI
BEBAN MAKSIMAL
HUNIAN

1 Gedung UGD 426

2 Gedung UGD Isolasi 146

3 Gedung UGD / Rawat Inap 566,13

4 Gedung Rawat Inap I 339

5 Ruang Depo Farmasi UGD 59


BANGUNAN 6 R. Promkes 134
49,56 % Permen PUPR
Gedung Rawat Inap II No.
7 (Utama) 1711 26/PRT/M/2008

8 Gedung Manajemen RS 637

9 Gedung Aula RS Medina 235,25

10 Gedung Kamar Jenazah dan


Logistik 234,98

11 IPAL 234,98

12 TPS/B3 30

13 Mesjid/Mushola 17

14 Pos Jaga 133

15 R. Genset + R. Hidrant +
TPS Domestik 24,38

Luas Total 6379,71

750 Orang –
1000 Orang

PENGUJIAN PENCAHAYAAN PENGUJIAN SUHU/KELEMBABAN

Tabel. Nilai Ambang Batas Pencahayaan (Lux)

NON-DESTRUCTIVE TEST
Sumber : Permenkes No. 1204 Tahun 2004
tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
1/29/2026

PENGUJIAN KEBISINGAN ASPEK ASPEK KESELAMATAN

KESELAMATAN

Akses Mobil Damkar


dapat menjangkau
titik Api di sekeliling
Kawasan

ASPEK ASPEK
KESELAMATAN KEAMANAN

Pemasangan CCTV sangat penting


dalam mendukung aspek keamanan
bangunan karena berfungsi sebagai
sarana pemantauan aktivitas secara real-
time, pencegahan terhadap tindakan
kriminal, serta sebagai alat bukti apabila
terjadi insiden/kecelakaan.
Keberadaan sistem CCTV juga
membantu pengelola bangunan dalam
mengawasi area strategis, meningkatkan
rasa aman bagi pengguna bangunan, dan
mendukung pemenuhan persyaratan
keselamatan serta keamanan dalam
kelaikan fungsi bangunan (SLF).
1/29/2026

ASPEK ASPEK
KENYAMANAN KENYAMANAN
Sistem drainase dan grill yang berfungsi baik mencegah genangan air dan menjaga kebersihan lingkungan, sehingga
meningkatkan kenyamanan serta mendukung pemenuhan persyaratan kenyamanan dalam kelaikan fungsi bangunan
TPS (SLF).
(Tempat Sampah Sementara)

ASPEK ASPEK
KESEHATAN KEMUDAHAN
Sistem Penghawaan • Aspek Kemudahan pada bangunan Selaras
dengan Kelengkapan Prasarana Dan Sarana
Pada Bangunan ini sistem penghawaan dari
Dalam Pemanfaatan Bangunannya.
bukaan jendela dan pendingin ruangan.
• Sarana dan prasarana penunjang kebutuhan
Sistem Pencahayaan
ruang pada bangunan, tempat parkir baik untuk
Pencahayaan bangunan menggunakan
kendaraan roda dua dan roda empat. Baik sarana
cahaya alami dan buatan.
dan prasarana utama juga pendukung.
1/29/2026

ASPEK ASPEK
KEMUDAHAN KEMUDAHAN

• Aspek Kemudahan pada bangunan Selaras


dengan Kelengkapan Prasarana Dan
Sarana Dalam Pemanfaatan Bangunannya.
• Sarana dan prasarana penunjang ENTERANCE AREA PARKIR AKSES TANGGA RAMP
DISABILITAS
kebutuhan ruang pada bangunan, sign
petunjuk arah setiap lantai dan keterangan
yang jelas dapat memudahkan pengunjung
untuk menuju tujuan yang dituju.

SIRKULASI VERTIKAL TOILET RAMAH JALUR EVAKUASI ASSEMBLY POINT


(TANGGA) DISABILITAS

KAJIAN TEKNIS
STANDARD
ACUAN

ASPEK
STRUKTUR
1/29/2026

LINGKUP PEMERIKSAAN

Pemeriksaan Visual kondisi fisik struktur Pengukuran dan pengujian material


Melakukan pengukuran dimensi komponen
01 Melakukan pengamatan pada setiap
elemen struktur secara visual untuk 02 struktur eksisting yang terdiri dari
balok dan kolom, layout struktur. Pengujian
mengetahui keadaan kondisi beton
yang menopang struktur. material dilakukan untuk mengetahui mutu
beton eksisting dengan alat Hammer Test.

Pemodelan dan analisis struktur

03
Membuat model struktur gedung berdasarkan hasil
pengukuran di lapangan dengan menggunakan program Etabs
secara 3 dimensi, dimana data-data
yang digunakan dalam pemodelan diambil berdasarkan data-
data yang didapat di lapangan.
1/29/2026

SKETSA SEBARAN PENGUJIAN HAMMER TEST


1/29/2026
1/29/2026
1/29/2026
1/29/2026
1/29/2026

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI KAJIAN TEKNIS

ASPEK
MECHANICAL
ELECTRICAL
PLUMBING
(MEP)
1/29/2026
1/29/2026
1/29/2026
1/29/2026
1/29/2026
1/29/2026

KESIMPULAN

Berdasarkan paparan pada hasil analisa dan evaluasi, bangunan sudah cukup baik dari segi kelayakan namun ada beberapa poin yang
harus dilaksanakan diantaranya :
1. Bangunan sudah memiliki proteksi kebakaran sudah melaksanakan saran teknis kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran namun tetap
perlu melakukan pemeliharaan dan penyesuaian:
a. Titik Jalur Evakuasi ada yang terkelupas perlu pembaharuan
b. Pemasangan rambu titik kumpul dan jalur evakuasi perlu diperbanyak di titik strategis.
2. Berdasarkan Rekomendasi Saran Lalu Lintas dari Polres Garut :
a. Agar dibuatkan drainase yang cukup dilokasi sekitar bangunan agar tidak ada luapan air hujan menggenangi jalan yang dapat
menghambat arus Lalu Lintas (Sudah dilaksanakan)
3. Berdasarkan saran teknis lingkungan hidup terdapat beberapa yang belum terpenuhi adalah sebagai berikut :
a. Sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pemanfaatan Air Hujan, menyediakan Ruang Terbuka Hijau
(RTH) minimal 10% dari total luas lahan perlu penambahan RTH.
b. Menyediakan tempat sampah terpilah dan melakukan pengelolaan sampah secara 3R (pisah, gunakan kembali dan didaur ulang).
(Sudah Dilaksanakan)
c. Menyediakan tempat sampah terpilah yaitu sampah organik, anorganik, limbah medis dan sampah B3 (Bahan Berbahaya Beracun);
(Sudah Dilaksanakan bekerjasama dengan PT. Jasa Madivest Pengelola Limbah B3)
1/29/2026

DOKUMENTASI
VISITASI
RUMAH SAKIT MEDINA

Anda mungkin juga menyukai