1.
Mohon perkenalkan penggunaan alat pemadam kebakaran di dermaga tahun
2025 (seperti alat pemadam karbon dioksida, sistem pemadam kebakaran
halon, dll). Apakah bisa dilakukan statistik jumlah pengisian ulang berbagai
jenis bahan pemadam? Apakah ada catatan pembelian atau pengisian ulang
tahunan?
2. Dalam proses operasional dermaga, apakah melibatkan pembuangan air
limbah domestik? Jika ada, mohon perkenalkan metode pengolahan air
limbah domestik perusahaan pada tahun 2025. Apakah melalui stasiun
pengolahan air limbah kemudian masuk ke kolam sedimentasi, dan setelah
pengolahan bertingkat kemudian dibuang sesuai standar?
Jawaban :
1. Fungsi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Jetty
Semua Alat Pemadam Api Ringan (APAR) (CO₂, Dry Chemical Powder
( DCP ), Foam, Halon System, Hyrdant, Sprinkler) dipasang buat
proteksi darurat sesuai risiko :
a) CO₂ : Untuk listrik / panel
b) Foam : Untuk tumpahan minyak / Bahan Bakar Minyak ( BBM )
c) Dry Chemical Powder (DCP) : Fleksibel (Api padat / cair / server )
d) Hydrant & Spinkler : Pemedam berskala besar
e) Halon / Gas suppression system : Area tertutup ( Control room /
server )
Jadwal Pengecekkan & Pengisian
a) Bulanan : Pemeriksaan / Inspeksi kondisi fisik ( jarum indikator
tekanan, segel, pin pengaman, label inspeksi, kondisi selang / nozzle
dan lokasi penempatan )
b) Tahunan : Refill / isi ulang bila tekanan drop (low pressure) atau
masa berlaku kadaluarsa
c) 5 Tahunan : Hydrostatic test ( uji tekanan tabung )
d) Semua ada logbook dan catatan pengadaan & pengisian ulang
2. Operasional Jetty & Pencemaran Lingkungan di Jetty
Secara umum, operasional jetty dipantau agar tidak jerjadi pencemaran
Normalnya tidak ada pembuangan limbah cair langsung ke laut
Kalau ada limbah domestik ( toilet dan lain – lain ), dialirkan ke IPAL
(Instalasi Pengelohan Air Limbah ) – masuk ke sistem sedemintasi &
filtrasi bertingkat – baru dibuang susuai baku mutu ke laut
Pengelolaan limbah B3 dan non-B3
a) Limbah B3 ( misalnya oli bekas, materal terkontaminasi ) ditangani
khusus :
- Disimpan sementara di shelter LB3 jetty dengan kodisi tertutup
- Dilaporkan ke Dept. Enviro untuk kemudian dikirim ke TPST B3
berizin
b) Limbah non-B3 ( yang tidak terkontaminasi ) dikumpulkan terpisah,
dicatat, lalu dibuang melalui jalur resmi (misalnya ke Karo ).
1. Mohon dijelaskan mengenai jenis serta cara penggunaan alat pemadam
kebakaran yang digunakan di area jetty pada tahun ini (misalnya Alat
Pemadam Api Ringan dengan media karbon dioksida, sistem pemadam
kebakaran HFC-227, dan sebagainya). Selain itu, apakah terdapat catatan
terkait pembelian baru maupun pengisian ulang tahunan alat pemadam
kebakaran tersebut?
2. Mohon dijelaskan jalur proses pembuangan limbah toilet, mulai dari tahap
penampungan hingga pengolahan atau pembuangan akhir, sesuai dengan
standar pengelolaan lingkungan yang berlaku.
Jenis dan Cara Penggunaan Alat Pemadam Kebakaran di Jetty
Jenis APAR yang digunakan:
o CO₂ (Karbon Dioksida): untuk kebakaran peralatan
listrik/elektrikal.
o Dry Chemical Powder: untuk kebakaran kelas A, B, dan C (padat
mudah terbakar, cairan mudah terbakar, gas).
o Foam (Busa): untuk cairan mudah terbakar.
o Sistem Pemadam HFC-227 / FM-200: untuk proteksi ruang tertutup
tertentu.
Cara penggunaan APAR: prinsip PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep):
o Tarik pin pengaman (Pull).
o Arahkan nozzle ke sumber api (Aim).
o Tekan tuas untuk mengeluarkan media (Squeeze).
o Gerakkan dari sisi ke sisi secara menyapu (Sweep).
Pencatatan & pengisian ulang:
o Pemeriksaan rutin bulanan: kondisi segel, tekanan, lokasi, dan label
inspeksi.
o Tahunan: pengisian ulang / refill jika tekanan turun atau masa
berlaku habis.
o Catatan pembelian baru: untuk detail pembelian tahunan, informasi
tersebut dikelola oleh bagian Dept. ERT
Jadwal Pengisian & Pengecekan APAR
Bulanan: pengecekan visual & fungsional.
Tahunan: refill & perawatan.
5 tahunan: hydrostatic test tabung.
Semua tercatat dalam log book pemeriksaan APAR Jetty.
Pengelolaan Limbah & Pencemaran Lingkungan di Jetty
Potensi pencemaran: tumpahan minyak/BBM, limbah domestik (air kotor,
sampah), limbah B3 (oli bekas, kemasan kimia).
Penanganan:
o Spill kit, oil boom, sorbent pad untuk tumpahan minyak.
o Pemantauan kualitas air/udara secara berkala.
o Sosialisasi dan pelatihan darurat tumpahan.
Proses Pembuangan Limbah Toilet (Air Limbah Domestik)
Air limbah toilet ditampung di sistem penampungan awal.
Dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Melalui proses penyaringan & kolam sedimentasi.
Setelah melalui proses pengolahan sesuai baku mutu lingkungan, barulah
dibuang ke saluran pembuangan.
Pengelolaan Limbah B3 dan Non-B3
Limbah B3: (oli bekas, filter oli, kemasan kimia) → dikumpulkan di TPS
B3 berizin, lalu diserahkan ke pihak ketiga yang berlisensi untuk
diolah/dimusnahkan.
Non-B3: (sampah domestik, plastik, kayu) → dipilah; sebagian bisa didaur
ulang, sisanya diangkut ke TPA resmi.