0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Untitled Document

Fluida statis adalah fluida yang tidak bergerak atau bergerak dengan kecepatan seragam, dan memiliki berbagai sifat seperti massa jenis, tekanan, viskositas, dan kapilaritas. Hukum-hukum penting dalam fluida statis termasuk hukum hidrostatis, hukum Pascal, dan hukum Archimedes, yang menjelaskan perilaku tekanan dan gaya angkat dalam fluida. Rumus-rumus ini digunakan untuk menganalisis dan memahami sifat-sifat fluida dalam berbagai aplikasi ilmiah dan teknik.

Diunggah oleh

fitriani54
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Untitled Document

Fluida statis adalah fluida yang tidak bergerak atau bergerak dengan kecepatan seragam, dan memiliki berbagai sifat seperti massa jenis, tekanan, viskositas, dan kapilaritas. Hukum-hukum penting dalam fluida statis termasuk hukum hidrostatis, hukum Pascal, dan hukum Archimedes, yang menjelaskan perilaku tekanan dan gaya angkat dalam fluida. Rumus-rumus ini digunakan untuk menganalisis dan memahami sifat-sifat fluida dalam berbagai aplikasi ilmiah dan teknik.

Diunggah oleh

fitriani54
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengertian Fluida Statis

Fluida statis merujuk kepada fluida yang berada dalam keadaan diam atau fase tidak
bergerak, fluida yang dalam kondisi bergerak tetapi dengan tidak ada perbedaan
kecepatan antara partikel-partikelnya. Dengan kata lain, partikel-partikel dalam fluida ini
bergerak dengan kecepatan seragam dan tidak menyebabkan gaya geser.

Rumus Fluida Statis

Berikut ini beberapa kumpulan rumus fluida statis, yaitu :


Massa Jenis

Massa jenis fluida statis adalah ukuran seberapa padat suatu fluida. Ini mengacu pada
seberapa besar massa dari suatu fluida tertentu yang terkandung dalam satu volume
tertentu dari fluida tersebut. Massa jenis biasanya disimbolkan dengan huruf Yunani ρ
(rho) dan diukur dalam satuan kilogram per meter kubik (kg/m3).
Rumusnya massa jenis adalah:
ρ=mv
Keterangan:
ρ = massa jenis (kg/m3)
m = massa (kg atau gram)
v = volume (m3 atau cm3)
Tekanan

Tekanan fluida statis adalah besaran yang mengukur gaya yang diberikan oleh fluida
pada suatu area tertentu. Tekanan dinyatakan dalam satuan pascal (Pa) atau newton
per meter persegi N/m2.
Rumus dasar untuk tekanan adalah:
P=F.A
Keterangan:
P = tekanan (Pa atau Nm2)
F = gaya tekanan (N)
A = luas permukaan tekan (m2)
Tekanan Hidrostatis

Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang diberikan oleh lapisan fluida yang ada di atas
suatu titik dalam fluida. Tekanan hidrostatis bergantung pada kedalaman dalam fluida
dan massa jenis fluida tersebut.
Rumus tekanan hidrostatis adalah:
P=ρ.g.h
Keterangan:
P = tekanan hidrostatik (Pa)
ρ = massa jenis zat cair (kg/m3)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = kedalaman zat cair dari permukaan (m)
Ini berarti semakin dalam suatu titik di dalam fluida, semakin besar tekanan hidrostatis
yang diberikan oleh fluida di atasnya.
Viskositas

Viskositas fluida statis adalah besaran yang mengukur ketahanan suatu fluida terhadap
pergerakan internal atau geseran. Fluida dengan viskositas tinggi akan mengalir lebih
lambat daripada yang memiliki viskositas rendah. Viskositas biasanya diukur dalam
satuan pascal-sekon (Pa·s) atau poise (P).
Viskositas kinematik (ν) adalah perbandingan antara viskositas dinamik (μ) dengan
massa jenis (ρ).
Rumusnya adalah:
v=μρ
Keterangan:
v = Viskositas kinematik
μ = Viskositas Dinamik
ρ = Massa jenis
Kapilaritas

Kapilaritas mengacu pada kemampuan suatu fluida untuk naik atau turun dalam sebuah
tabung kapiler yang sempit, seperti pipet atau tabung berdiameter kecil. Kapilaritas
disebabkan oleh kombinasi antara gaya kohesi dan adhesi antara molekul-molekul
fluida dan dinding kapiler.
Hukum Jurin adalah salah satu rumus yang digunakan untuk menjelaskan kapilaritas.
Rumus ini menyatakan bahwa tinggi air dalam kapiler (h) bergantung pada tegangan
permukaan (γ), sudut kontak (θ), massa jenis fluida (ρ), percepatan gravitasi (g), dan
radius kapiler (r).
Rumus-rumus di atas penting dalam memahami sifat-sifat fluida statis, tekanan dalam
fluida, viskositas, dan fenomena kapilaritas. Mereka membantu ilmuwan dan insinyur
dalam menganalisis perilaku fluida dalam berbagai situasi dan aplikasi.

Hukum Hidrostatis

Hukum utama hidrostatis adalah prinsip yang berhubungan dengan distribusi tekanan
saat suatu fluida ditempatkan dalam bidang datar. Pernyataan prinsip utama hidrostatis
menyatakan bahwa semua titik yang terletak di dalam suatu bidang datar dalam fluida
memiliki tekanan yang sama.
Bunyi hukum hidrostatis :
"Tekanan hidrostatis selalu sama untuk semua titik yang berada pada kedalaman yang
setara."
Oleh karena itu, segala titik yang berada pada bidang datar dalam satu jenis zat cair
memiliki tekanan yang seragam. Prinsip ini dikenal sebagai hukum dasar hidrostatika,
dan tekanan ini disebut sebagai tekanan hidrostatis.
P hidrostatik di titik A = P hidrostatik di titik B
Hukum Pascal

Hukum pascal berbunyi :


“Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup disebarkan dengan
besaran yang sama ke segala arah.”
Perhatikan ilustrasi mekanisme hidrolik di atas. Karena cairan tidak dapat ditambahkan
atau dikeluarkan dari sistem yang tertutup, dorongan volume cairan di sebelah kiri akan
menggerakkan piston (silinder padat) di sebelah kanan ke arah atas.
Hukum pascal rumus yaitu :
P1=P2
F1.A1=F2.A2
Keterangan:
P1 = Tekanan pada penampang 1 (Pa)
P2 = Tekanan pada penampang 2 (Pa)
F1 = Gaya pada penampang 1 (N)
F2 = Gaya pada penampang 2 (N)
A1 = Luas penampang 1 (m2)
A2 = Luas penampang 2 (m2)
Hukum Archimedes

Hukum Archimedes fluida statis menyatakan, "Benda yang tenggelam sebagian atau
sepenuhnya dalam fluida akan mengalami gaya angkat yang besarnya sama dengan
berat fluida yang telah dipindahkan oleh benda tersebut."
Gaya angkat ini merujuk pada perbedaan antara berat benda saat berada di udara dan
berat benda saat berada dalam fluida.
FA=Wu−Wf
Keterangan:
FA = gaya ke atas = gaya apung (N)
Wu = gaya berat benda di udara (N)
Wf = gaya berat benda di fluida (N)
Mengapung

Apabila sebuah benda tenggelam dalam fluida, benda tersebut akan muncul sebagian
ke permukaan air, hal ini disebabkan berat benda lebih kecil daripada gaya apung yang
diberikan oleh fluida (Fa < W). Inilah prinsip dasar mengapung. Dari prinsip ini, kita
dapat menyusun hubungan antara massa jenis benda dan massa jenis fluida.
ρb=VbfVbρf
Keterangan:
ρb = massa jenis benda (kg.m3)
Vbf = volume benda yang tercelup (m3)
Vb = volume benda (m3)
ρf = massa jenis fluida (kg.m3)
Melayang

Sumber: Repositori Kemdikbud


Apabila suatu benda tenggelam sepenuhnya dalam fluida, seperti air, maka gaya apung
(Fa) akan setara dengan berat benda (W), artinya Fa=W.
Tenggelam

Sumber: Repositori Kemdikbud


Jika suatu benda tenggelam sepenuhnya dalam fluida, seperti air, maka gaya apung
(Fa) akan lebih kecil daripada berat benda (W), sehingga benda akan mengalami
gerakan ke bawah menuju dasar wadah air. Konsep ini dikenal sebagai tenggelam.

Contoh Soal Hidrostatis

Sebuah benda berbobot 200N ketika berada di udara. Saat benda tersebut sepenuhnya
tenggelam di dalam minyak, beratnya berkurang menjadi 160N. Jika massa jenis
minyak adalah 800kg/m3, hitunglah massa jenis benda tersebut!
Diketahui :
Berat di udara (Wu) = 200N
Berat dalam minyak (Wm) = 160N
Massa jenis minyak (ρm) = 800kg/m3
Ditanya : Massa jenis benda (ρb) ....?
Jawab :
Kita tahu bahwa berat dalam fluida (wf) adalah berat di udara dikurangi gaya apung
yang dialami oleh benda, seperti rumus berikut:
Wf=Wu−Fa
Kita juga tahu bahwa gaya apung (Fa) dapat dihitung dengan rumus Hukum
Archimedes:
Fa=ρ[Link]
Kemudian kita dapat menggabungkan dua rumus di atas dan menggantikan nilai yang
diberikan:
Wm=Wu−(ρ.[Link])
160N=200N−(800kg/m3.10m/[Link])
Selanjutnya, kita bisa mencari volume benda yang tenggelam (Vb) sebagai berikut :
Vb=200N−160N800kg/m3.10m/s3=0,005m3=5×10−3m3
Terakhir, kita dapat mencari massa jenis benda (ρb) dengan rumus massa jenis (ρ)
yang dihitung sebagai berikut :
ρb=WuVb=200N0,005m3=40.000kg/m3
Jadi massa jenis benda tersebut adalah 40.000kg/m3.

Anda mungkin juga menyukai