M Ridwan
M Ridwan
DISUSUN OLEH:
M RIDWAN
5190111160
2. Pembelian
Menurut Desy (2017) tujuan utama diselenggarakannya transaksi
pembelian yaitu untuk mengidentifikasi pembelian yang diperlukan baik
untuk bahan baku, perlengkapan dan aktiva lain, untuk memilih pemasok
yang cocok dan untuk menjamin bahwa barang yang dibeli memang
dibutuhkan.
a. Pengertian Pembelian
Menurut Dina Fitria (2014) pengertian pembelian adalah sebagai berikut:
“Pembelian adalah transaksi yang dilakukan guna menambah jumlah
persediaan dapat dilakukan secara kredit dan debit”.
b. Jenis- Jenis Pembelian
Menurut Desy (2017) menyatakan bahwa:
1) Pembelian tunai yaitu pembelian yang pada saat bersamaan langsung
dibayar dengan kas.
2) Pembelian kredit yaitu pembelian barang dagangan yang
pembayarannya dilakukan beberapa waktu kemudian sesudah tanggal
pembelian.
c. Aktivitas Pembelian
Menurut Desy (2017) Secara umum aktivitas prokuremen
/pembelian dapat diuraikan sebagai berikut: Menentukan Kebutuhan
Produk/Jasa (Permintaan Pembelian). Merupakan dokumen internal yang
dibuat untuk meminta sesuatu pada suatu bagian tertentu, dokumen
internal dapat dibuat secara otomatis oleh suatu sistem aplikasi tertentu
dan dapat pula dipersiapkan secara manual.
1) Memilih Barang dan Jasa sesuai dengan Kebutuhan.
Aktivitas ini dilakukan bagian pembelian untuk memilih jenis
sumber daya yang dibutuhkan/diminta dan menyortir apakah
permintaan tersebut dapat distujui atau tidak.
2) Memilih Pemasok.
Proses pemilihan ini dilakukan dengan pertimbangan untuk
mendapatkan barang/jasa yang berkualitas dan harga yang telah
disepakati bersama.
3) Menerbitkan Pesanan Pembelian.
Pesanan pembelian dapat dilakukan dengan cara menerbitkan
dokumen pesanan pembelian yang dikirimkan pemasok kebagian
pembelian seperti surat atau fax dan dokumen electronic data
interchange (EDI).
4) Penerimaan Barang.
Bagian penerimaan barang akan melakukan pengecekan secara fisik
jumlah barang yang dikirimkan yang dicocokkan dengan dokumen
pengirimannya.
5) Verifikasi Faktur.
Verifikasi faktur dengan dokumen penerimaan barang dan dokumen
pesanan pembeliannya dilakukan ketika perusahaan akan melakukan
pembayaran kepada pemasok.
6) Pembayaran Kepada Pemasok.
Apabila ketiga dokumen tersebut sudah cocok maka perusahaan
akan melakukan pembayaran kepada pemasok, pembayaran
dilakukan sesuai dengan jangka waktu pembayaran dan persyaratan
yang ditentukan dalam pesanan pembelian.
d. Catatan yang Digunakan dalam Transaksi Pembelian
Menurut Hery (2014) Pencatatan Pembelian yaitu : Pembelian barang
dagang dari pemasok dapat dilakukan baik secara tunai maupun kredit.
Transaksi pembelian pada umumnya baru akan dicatat ketika barang
sudah diterima dari pemasok (penjual). Pembelian tunai dicatatat dengan
menaikkan saldo akun persediaan barang dagang dan mengurangi saldo
akun kas sedangkan pembelian secara keredit akan menambah saldo
utang bagi perusahaan yang membeli.
Menurut Desy (2017) catatan akuntansi yang digunakan dalam
proses pembelian tunai, pembelian kredit dan retur pembelian yaitu :
1) Catatan akuntansi yang digunakan dalam pembelian tunai :
a) Jurnal pembelian (tunai) digunakan untuk merekam terjadinya
transaksi pembelian.
b) Jurnal pengeluaran kas digunakanuntuk merekam terjadinya
pengeluaran uang tunai yang akan mengurangi kas.
c) Jurnal umum untuk mencatat pembelian : Pembelian xxxxx
Kas xxxx
d) Kartu persedian barang
e) Kartu gudang.
2) Catatan akuntansi yang digunakan dalam pembelian kredit :
a) Jurnal pembelian (kredit) digunakan untuk merekam terjadinya
transaksi pembelian.
b) Kartu utang untuk mencatat utang perusahaan kepada
perusahaan lain.
c) Jurnal umum untuk mencatat pembelian : Pembelian xxxxx
Utang xxxx
d) Kartu persedian barang
e) Kartu gudang.
3) Catatan akuntansi yang digunakan dalam retur pembelian : Jurnal
umum untuk mencatat retur pembelian : Kas xxxx Pembelian xxxxx
(Apabila awalnya pembelian dilakukan secara tunai ) Utang Usaha
xxxx Persediaan Barang Dagang xxxx (Apabila awalnya pembelian
dilakukan secara kredit )
3. Pembayaran
Menurut Desy (2017) menyatakan bahwa tujuan utama dilakukan
aktivitas ini adalah untuk melindungi kas dengan cara memberikan jaminan
bahwa pengeluaran kas yang dilakukan adalah sah.
a. Langkah- Langkah Siklus Pembayaran
Menurut Mardi (2014:) langkah- langkah siklus pembayaran itu dibagi
menjadi dua yaitu :
1) Menyetujui Faktur Pembelian, Peran fungsi pembelian dan
penerimaan merupakan faktor kunci untuk memberikan informasi
terhadap pengakuan sejumlah utang usaha.
2) Memperbaiki Proses Utang Usaha Aktivitas pelaksanaan otomatis
transaksi dilakukan dengan verifikasi faktur yang diterima dari
pemasok dengan pesanan pembelian dan dokumen laporan
penerimaan barang.
4. Tujuan Pengendalian Intern dalam Kegiatan Pembelian dan Pengeluaran kas.
Menurut Mardi (2014) adapun tujuan Pengendalian Intern dalam kegiatan
pembelian dan pengeluaran kas yaitu :
a. Mengawasi setiap bisnis, apakah telah diotorisasi dengan benar dan
jelas.
b. Semua aktivitas bisnis adalah kejadian yang benar- benar terjadi, bukan
transaksi yang deirekayasa.
c. Semua bentuk kejadian transaksi yang valid dan telah diotorisasi harus
dicatatat secara benar.
d. Menjaga dari resiko kehilangan atau pencurian terhadap asset
perusahaan dalam bentuk kas, persediaan barang, dan data perusahaan
lainnya.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah proses audit yang dilakukan oleh KAP Sodikin,
Budhananda dan Wandestarindo terhadap laporan keuangan tahun 2023 yang
dihasilkan oleh PT Kusuma Abadi. Proses audit yang dianalisis adalah proses
audit terhadap siklus pembelian dan pembayaran pada PT DNA tahun 2023.
1. Profil Perusahaan
PT DNA pada awalnya didirikan di Tangerang berdasarkan akta notaris
Linda Hapsari Yuwono, S.H No.4 pada tanggal 11 September 2006. Akta
pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.W7-01939
[Link].2006 tanggal 20 oktober 2006.
Pabrik dan Kantor Perusahaan saat ini berlokasi di Kawasan Industri
Jatake, Jl. Industri 3, Blok AC No. 6B Tangerang, Banten, Indonesia. Dalam
kegiatan usahanya PT DNA bergerak dalam bidang manufacfturing/industri,
perdagangan, dan jasa. Kegiatan utama dalam bidang industry adalah
menjalankan usaha dalam bidang industri cat interior mobil termasuk
pembuatan, perdagangan, dan pengecatan interior mobil.
2. Susunan Pengurus
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
terakhir dengan akta notaris Melina Sidarta, S.H di Jakarta Amandemen
tersebut telah diterima dan disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui surat [Link]-AH.01.03-0212233
tanggal 5 juni 2023. Susunan pemegang saham untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
Gambar 3.1
Daftar Pemegang Saham PT DNA
NO Pemegang Saham Jumlah Jumlah Modal %
kepemilikian Di Setor (Rp)
(Lembar)
1 VIP 2295 [Link] 51%
2 FKC 2205 [Link] 49%
Jumlah 4500 [Link] 100%
Sumber: Data Pemegang Saham PT DNA
Sedangkan untuk susunan direksi dan komisaris untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut.
Tabel 3.2
Susunan Pengurus PT DNA
2023 2022
Presiden Komisaris Tn. HK Presiden Komisaris
Komisaris [Link] Komisaris
Presiden Direktur [Link] Presiden Direktur
Direktur [Link] Direktur
Sumber: Data KAP SBW
3. Iktisar Kebijakan Akuntansi
Berikut ini adalah iktisar kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam
penyusunan laporan keuangan perussahaan, yang sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia
a. Penrapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas
Berdasarkan persyaratan dan kriteria dalam Standar Akuntansi
Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), perusahaan
memenuhi kriteria sebagai perusahaan tanpa akuntabilitas publik. Oleh
karena itu, manajemen perusahaan memutuskan untuk menerapkan SAK
ETAP sebagai basis dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan
perusahaan efektif tahun buku 1 januari 2011 sampai dengan saat ini.
Apabila dibandingkan dengan persyaratan dalam standar akuntansi
keuangan (SAK) yang berlaku dan diterapkan oleh perusahaan untuk
tahun–tahun buku sebelumnya maka persyaratan dalam SAK ETAP lebih
sederhana. Perusahaan lebih memilih untuk menerapkan SAK ETAP,
dengan pertimbangan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan berdasarkan SAK ETAP masih mampu mencerminkan substansi
ekonomi dari kegiatan operasi dan bisnis perusahaan. Pertimbangan
lainnya adalah biaya dan manfaat dalam penyusunan laporan keuangan
berdasarkan SAK ETAP lebih efisien bagi perusahaan.
Meskipun persyaratan dalam SAK ETAP lebih sederhana
dibandingkan dengan SAK yang diterapkan sebelumnya maupun
perkembangan terkini SAK tersebut, tetapi perusahaan tetap
mengedepankan penyajian wajar dan mengungkapkan secara penuh atas
informasi keuangan yang relevan dan andal bagi pemakai sebagaimana
disyaratkan oleh standar tersebut. Oleh karna itu, tujuan penyajian laporan
keuangan bagi sebagian besar pemakai tetap terpenuhi. Perusahaan
mengidentifikasikan secara jelas setiap komponen laporan keuangan
termasuk catatan atas laporan keuangan. Jika laporan keuangan merupakan
komponen dari laporan lain, maka laporan keuangan harus dibedakan dari
informasi lain dalam laporan tersebut.
Sebagai mana diatur dalam SAK ETAP bab 3 “penyajian laporan
keuangan” manajemen perusahaan membuat penilaian atas kemampuan
perusahaan meanjutkan kelangsungan usaha. Perusahaan mempunyai
kelangsungan usaha kecuali jika manajemen bermaksud melikuidasi
perusahaan tersebut atau menghentikan operasi, atau tidak mempunyai
alternatif realitas kecuali melakukan hal-hal tersebut. Dalam membuat
penilaian kelangsungan usaha, manajemen menyadari terdapat
ketidakpastian yang material terkait dengan pristiwa atau kondisi yang
mengakibatkan keraguan signifikan terhadap kemampuan perusahaan
untuk melanjutkan usaha, maka perusahaan untuk melanjutkan usaha,
maka perusahaan mengungkapkan ketidakpastian tersebut. Sekalipun
demikian untuk hal-hal yang tidak diatur dalam SAK ETAP maka
kebijakan akuntansi yang akan digunakan perusahaan merujuk pada
standar akuntansi keuangan lainnya yang berlaku di Indonesia.
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan perusahaan terdiri atas neraca, laporan laba rugi,
laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan
keuangan. Laporan keuangan disusun berdasarkan basis kesinambungan
usaha dan biaya historis. Laporan keuangan juga disusun berdasarkan
akrual, kecuali laporan arus kas yang disusun berdasarkan basisi kas.
Laporan arus kas menyajikan informasi perubahan historis atas kas
dan setara kas perusahaan, yang menunjukan secara terpisah perubahan
yang terjadi sealama satu periode dari aktivitas operasi, investasi, dan
pendanaan. Laporan arus kas disusun dengan metode tidak langsung
dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan
pendanaan. Investasinya umumnya diklasifikasikan sebagai setara kas
hanya jika akan segera jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang
sejak tanggal perolehan.
c. Mata Uang Pelaporan
Berdasarkan SAK ETAP Bab 25 tentang “Mata Uang Pelaporan” mata
uang pelaporan yang digunakan oleh perusahaan adalah mata uang rupiah.
Mata uang rupiah digunakan karena memenuhi indikator sebagai mata
uang fungsional, yaitu indikator arus kas, indikator harga jual, dan
indikator biaya, pembukuan perusahaan diselenggarakan dalam mata uang
rupiah. Sedangkan transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam
rupiah dengan kurs tunai (spot rate) pada saat terjadinya transaksi. Tanggal
transaksi adalah tanggal dimana transaksi pertama kali memenuhi syarat
pengakuan sesuai dengan SAK ETAP. Pada tanggal pelaporan, saldo aset
dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam rupiah
dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.
B. Data Dan Metode Perolehan Data
1. Data
Data yang digunakan dalam Laporan Tugas Akhir ini adalah data
primer, yaitu sumber data penelitian yang diperoleh dari tangan pertama
atau perusahaannya langsung. Data primer juga disebut data asli atau data
yang memiliki sifat up to date. Data primer yang diperoleh dapat berupa
laporan keuangan, buku besar, data rekening koran, data sampel penjualan
dan dokumen pendukung lainnya. Proses pengambilan data yang
dilakukan adalah mengikuti proses audit yang dilakukan di PT DNA
dengan melakukan magang di KAP Sodikin Budhananda Wandestarido.
Data primer yang digunakan terkait dengan siklus penjualan dan
pengumpulan piutang PT DNA misalnya data dan dokumen sejarah
perusahaan, perizinan usaha, struktur organisasi, kebijakan-kebijakan
perusahaan, catatan piutang perusahaan, serta dokumen yang digunakan
untuk mendukung proses audit siklus pembelian dan pembayaran. Tahap
terakhir yaitu melakukan pencocokan antara data-data dan dokumen yang
diperoleh dengan cara tercatat oleh perusahaan melalui proses tracing.
2. Metode Perolehan
Data Proses pengumpulan data PT DNA ini dilakukan dengan melakukan
magang di Kantor Akuntan Publik Sodikin Budhananda Wandestarido
Semarang Selama proses magang juga melakukan analisis data dan
dokumen yang terkait dengan siklus penjualan dan pengumpulan piutang
PT DNA misalnya struktur organisasi, kebijakankebijakan perusahaan,
invoice, dan catatan piutang perusahaan.
C. Metode Analisis Data
Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini, metode analisis data yang
digunakan adalah metode deskriptif. Menurut Sugiyono (2015) metode deskriptif
merupakan metode yang menggambarkan dan mengimplementasikan objek sesuai
dengan fakta atau apa adanya. Metode analisis deskriptif digunakan untuk
memperoleh gambaran dan data secara sistematis mengenai berbagai hal yang
berkaitan dengan pelaksanaan audit PT DNA, sehingga dapat mengolah dan
menyajikan data yang sistematis, aktual, dan serta dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya.
Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari 2 tahap, yaitu:
1. Tahapan Analisis PT DNA
a. Mengumpulkan Informasi Umum Perusahaan
Informasi umum yang dimaksud ialah informasi yang menyangkut sejarah
perusahaan, bidang usaha perusahaan, visi, misi, dam tujuan perusahaan.
b. Analisis Struktur Organisasi
Tahap awal analisis dari analisis struktur organisasi melalui tahapan ini
diperoleh informasi mengenai struktur organisasi perusahaan dan job
description.
c. Analisis Sistem dan Prosedur serta Dokumen yang Dihasilkan
Tahap ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem dan prosedur yang
diterapkan oleh perusahaan, hal ini mencakup standar Operasional Prosedur
(SOP) dan kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan terkait siklus
pembelian dan pembayaran.
d. Identifikasi Masalah yang Dihadapi
Tahap ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang sering dihadapi
oleh manajemen. Dengan mengetahui permaslahan yang sering dihadapi
akan dapat diketahui hal yang dibutuhkan oleh perusahaan.
2. Tahap Evaluasi atau Pembelian dan Pembayaran Pada PT. DNA
a. Tahap evaluasi dilakukan dengan membandingkan antara yang dilakukan
oleh perusahaan dengan teori yang ada. Tahap evaluasi mempertimbangkan
atas kemungkinan risiko yang terjadi dan kelemahan pengendalian internal.
b. Menentukan alternatif solusi atas kelemahan dan kemungkinan terjadinya
berbagai penyimpangan.
BAB IV
ANALISIS DATA
A. Aktivitas Magang
Kegiatan magang dilaksanakan di Kantor Akuntan Publik Sodikin
Budhananda Wandesterido Semarang yang beralamat di Jl. Pamularsih Raya
No.16, Bongsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang Jawa Tengah 50148.
Kegiatan Magang dilakukan mulai tanggal 05 Maret 2024 sampai dengan tanggal
05 Juni 2023. Kegiatan magang dilaksanakan sesuai dengan jadwal operasional
KAP Sodikin Budhananda Wandestarido Semarang, yaitu setiap hari Senin
sampai Jumat mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Pelaksanaan kegiatan magang, mahasiswa magang diposisikan sebagai staf
junior auditor di dalam tim audit. Setelah itu diberi pengarahan oleh staf kantor
serta diperkenalkan dengan para staf dan auditor yang ada di KAP Sodikin
Budhananda Wandestarido Semarang. Senior auditor juga memberikan gambaran
mengenai prosedur, cara kerja, tanggung jawab, dan aturan-aturan yang berlaku.
Dalam pelaksanaan audit, mahasiswa magang tidak sepenuhnya turut andil
karena ada beberapa tahapan yang ditangani langsung oleh senior auditor dan
manajer seperti pelaksanaan pengujian audit substantif untuk menemukan
kemungkinan kesalahan moneter yang secara langsung mempengaruhi kewajaran
penyajian laporan keuangan. Selama melaksanakan magang, tugas yang
dilakukan antara lain melakukan vouching secara sampling ke klien, membuat
dokumentasi audit, membuat kertas kerja pemeriksaan, mengarsipkan berkas dan
bukti audit, serta mengamati senior auditor melakukan cash opname, pula
membantu dalam membuat surat konfirmasi piutang, kemudian melakukan
tracing dengan cara menelusuri dokumen sumber sampai ke buku besar secara
urut dari awal sampai akhir.
B. Manfaat Magang
Manfaat yang diperoleh dari keikutsertaan pada pelaksanaan audit di KAP
Sodikin Budhananda Wandertarido Semarang adalah dapat mempraktikkan
prosedur-prosedur audit, yaitu:
1. Mempraktikkan salah satu prosedur audit dalam memperoleh bukti audit
yaitu melakukan tracing dengan cara menelusur suatu transaksi dari dokumen
sumber ke buku besar.
2. Mempraktikkan membuat surat konfirmasi hutang dan piutang usaha kepada
pihak ketiga dan membuat daftar jawaban hutang dan piutang usaha yang
selanjutnya akan dicocokkan ke saldo akun hutang dan piutang usaha.
3. Mempraktikkan secara langsung pembuatan Kertas Kerja Pemeriksaan
(KKP), kegiatan tersebut melatih ketelitian, kemampuan Analisa serta
kecermatan.
C. Gambaran Umum KAP Sodikin Budhananda Wandestarido
1. Sejarah KAP Sodikin Budhananda Wandestarido Semarang
Kantor Akuntan Publik Sodikin Budhananda Wandestarido Semarang adalah
gabungan kerja sama antara 3 (tiga) rekan akuntan yang 55 terdiri dari 2
(dua) orang rekan Akuntan Publik dan 1 (satu) rekan non Akuntan Publik.
Kantor Akuntan Publik Sodikin Budhananda Wandestarido berdiri
pada tanggal 4 Juni 2013 di Semarang. Kantor Akuntan Publik Sodikin
Budhananda Wandestarido Semarang telah mendapatkan ijin usaha kantor
akuntan publik dari Menteri Keuangan pada tanggal 10 September 2013
dengan nomor ijin 629/KM.1/2013. KAP Sodikin Budhananda Wandestarido
Semarang sebelumnya adalah cabang KAP Ngurah Arya yang kemudian
mengundurkan diri dari persekutuan.
Saat ini KAP Sodikin Budhananda Wandestarido telah berkembang di
tiga kota yaitu:
a. Kantor Pusat berlokasi di Jl. Pamularsih Raya No.16, Bongsari, Kec.
Semarang Barat, Jawa Tengah. Kantor Pusat Semarang dipimpin oleh
Pimpinan Pusat Drs. Sodikin Manaf, MCom, CPA.
b. Kantor Cabang Denpasar-Bali berlokasi di Jl. Tukad Irawadi No. 18A,
Kel. Panjer Denpasar Bali dipimpin oleh Rekan Pimpinan Ida Ayu
Budhananda Munidewi, S.E., MSA., CA., CPA
c. Kantor Cabang Palembang terletak di Jl, Sukabangun 2, Lrg. Masjid,
Perumahan Griya Raffi Residence 2, Blok B2 RT. 102 RW. 07, Kel
Sukajaya, Kec, Sukarami, Palembang dipimpin oleh Rekan Pimpinan
Wandestarido, [Link]., Ak., CA., BKP., CPA.
2. Profil KAP Sodikin Budhananda Wandestrido Semarang
KAP Sodikin Budhananda Wandestarido Semarang dipimpin oleh Drs.
Sodikin Munaf, [Link]., CPA dan memiliki izin usaha 629/KM.1/2013
tanggal 10 September 2013. KAP Sodikin Budhananda Wandestarido
Semarang beralamat di Jl. Pamularsih Raya No.16, Bongsari, Kec. Semarang
Barat, Kota Semarang Jawa Tengah 50148. Telepon (024) 7601329. Email
[Link]@[Link].
3. Visi dan Misi KAP Sodikin Budhananda Wandestrido Semarang
a. Visi
Menjadi KAP yang memiliki integritas yang tinggi, professional dan
dipercaya oleh masyarakat dikawasan regional dan nasional.
b. Misi
1) Memberikan jasa Profesional Akuntan Publik dengan kompetensi
tinggi, integritas, objektif dan sesuai standar profersional yang berlaku.
2) Merekrut, mengembangkan dan mempertahankan Staf Profesional
yang kompeten, integrias tinggi dan komunikatif.
3) Memberikan value added bagi Klien, Sraf Profesional dan Akuntan
Publik
4. Struktur Organisasi KAP Sodikin Budhananda Wandestarido Semarang
Struktur organisasi merupakan kerangka yang menggambarkan
bagaimana tugas, tanggung jawab, dan hubungan antara berbagai bagian atau
unit dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Struktur organisasi KAP
Sodikin Budhananda Wandestrido Semarang adalah sebagai berikut:
Gambar 4.2
Struktur Organisasi KAP SBW
D. Tahapan Audit
Dari kegiatan magang yang telah dilaksanakan, dapat dipahami mengenai
tahapan audit yang dilakukan pada PT DNA oleh KAP Sodikin Bhudananda
Wandestarido dimulai dari tahapan perencanaan dan perancangan suatu
pendekatan audit, pengejuian pengendalian dan pengujian substantif golongan
transaksi, penerapan prosedur analitis dan pengujian rinci atau saldo, sampai
tahapan penyelesaian audit dan penerbitan laporan audit sebagai berikut.
1. Tahapan dalam proses ini terdapat delapan tahapan proses perencanaan yang
dilakukan oleh KAP SBW. Delapan tersebut antara lain:
a. Penerimaan Klien dan Pembuatan Rencana Audit Awal
Dalam tahapan penerimaan perikatan dan pembuatan rencana audit
awal penulis tidak ikut serta karena pada tahap ini sudah dilakukan oleh
auditor senior dan timnya. dalam tahapan tersebut biasanya merupakan
tanggung jawab auditor senior dan timnya karena mereka memiliki
pengalaman dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai
kompleksitas serta kebutuhan spesifik dari audit tersebut. Auditor senior
biasanya bertanggung jawab untuk menetapkan tujuan audit,
mengidentifikasi risiko yang relevan, dan merencanakan prosedur audit
yang sesuai.
b. Memperoleh Pemahaman Tentang Bisnis dan Bidang Usaha Klien
Auditor melakukan review data bisnis klien, bertujuan memperoleh
informasi mengenai bisnis dan bidang usaha klien, PT DNA merupakan
klien lama KAP SBW sehingga auditor cukup menelaah kertas kerja tahun
sebelumnya untuk mengidenfikasi masalah-masalah audit ada pada tahun
selanjutnya. Berdasarkan Keterkaitan antar Tahun, Efisiensi Waktu,
Idenfikasi masalah berulang atau yang belum terselesaikan, dan Penerapan
pengalaman sebelumnya. Secara keseluruhan, menelaah kertas kerja tahun
sebelumnya memungkinkan auditor untuk menghemat waktu dan fokus
pada masalah yang relevan, sekaligus memastikan bahwa audit berikutnya
dapat berjalan lebih efektif dengan pemahaman yang lebih mendalam
tentang kondisi klien.
c. Menilai Resiko Bisnis Klien
Auditor melakukan riview tentang bisnis dan bidang usaha klien untuk
menilai risiko bisnis, yaitu risiko kegagalan klien dalam mencapai tujuan,
dengan cara auditor melakukan wawancara kepada para petinggi
Perusahaan. seperti direksi dan manajer kunci, guna memahami visi,
strategi, dan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan. Selain itu, auditor
juga menggali informasi terkait dengan faktor eksternal yang dapat
mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti kondisi pasar, persaingan,
perubahan regulasi, dan tren industri. Dengan wawancara ini, auditor
dapat mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin timbul dan
mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan, serta mengevaluasi apakah
perusahaan telah mengambil langkah-langkah mitigasi yang memadai
untuk mengelola risiko tersebut.
d. Melakukan Prosedur analitis Pendahuluan
Pada prosedur analitis dilakukan dengan menghitung rasio–rasio, dan
membandingkan apakah terdapat perubahan yang signifikan antara akun-
akun saldo laporan keuangan tahun lalu, dalam tahapan ini auditor
membandingkan laporan keuangan sebelumnya dan tahun berjalan untuk
mengetahui kenaikan dan penurunan yang signifikan.
e. Menetapkan Materialitas dan Menilai Risiko Audit yang dapat Diterima
dan Risiko Bawaan
Materialitas adalah besarnya kelalaian atau pernyataan yang salah
pada informasi akuntansi yang menimbulkan kesalahan dalam
pengambilan keputusan. Perusahaan memiliki kondisi keuangan yang
stabil pada tahun ini, oleh karena itu materialitas yang digunakan rentang
5%-10% dari laba bersih sebelum pajak.
Berdasarkan analisa auditor tingkat materialitas awal yang sesuai
dengan komdisi perusahaan adalah sebesar 5% dari total laba bersih
sebelum pajak. Dengan total laba berasih sebelum pajak yang dijadikan
acuan untuk perusahaan ini. Berikut tabel 4.1 penentuan materialitas,
Tabel 4.3
Tujuan audit golongan transaksi siklus pembelian dan pembayaran-Pembayaran
Tujuan Audit Asersi
1 2 3 4 5
Pengeluaran kas yang dibukukan adalah barang dan X
jasa yang telah diterima
Transaksi pengeluaran kas telah dibukukan dengan X
tepat pada priode yang bersangkutan
Transaksi pengeluaran kas yang telah dibukukan X
Pengeluaran kas telah disajikan dan diungkapkan X
dengan benar dalam laporan keuangan
Pencatatan pengeluaran kas telah dinilai, digolongkan, X
dan dicatat pada tanggal yang benar
Keterangan:
(1=Eksistensi, 2= hak dan kewajiban, 3=kelengkapan, 4=penilaian dan alokasi,
5=penyajian dan pengungkapan)
Sumber: Data KAP SBW yang di olah
Berikut ini tujuan audit saldo yang digunakan dalam pengujian substantif rinci
saldo akun utang usaha tersaji dalam tabel 4.4 berikut
Tabel 4.4
Tujuan Audit Atas Saldo Akun Utang Usaha
Tujuan Audit Asersi
1 2 3 4 5 6
Memperoleh keyakinan tentang kecocokan saldo X
utang usaha dengan yang dicantumkan di laporan
keuangan
Membuktikan keberadaan utang usaha X
keterjadian transaksi yang berkaitan dengan
utang usaha yang dicantumkan di laporan
keuangan
Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat X
dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo
utang usaha yang dicantumkan di laporan posisi
keuangan
Membuktikan hak kepemilikan klien atas utang X
usaha yang dicantumkan di laporan keuangan
Membuktikan kewajaran penilaian utang usaha X
yang dicantumkan di laporan posisi keuangan
Membuktikan kewajaran penyajian dan X
pengungkapan utang usaha di laporan posisi
keuangan
Berdasarkan tabel 4.4 diketahui bahwa utang usaha terdiri dari 6 tujuan audit
yang masing-masing dari tujuan audit tersebut memenuhi asersi yang telah ditentukan
antara lain eksistensi, hak dan kewajiban, kelengkapan, penilaian dan alokasi,
penyajian dan pengungkapan, serta kecocokan saldo, Sehingga dengan ini auditor
dapat menentukan program audit untuk utang usaha.
Tujuan audit yang terakhir yaitu tujuan audit untuk penyajian dan
pengungkapan yang ditentukan oleh KAP SBW yang harus terpenuhi dalam
penyajian dan pengungkapan pada siklus pembelian dan pembayaran PT DNA.
Berikut tujusan audit untuk penyajian dan pengungkapan disajikan pada tabel 4.5.
Tabel 4.5
Tabel 4.6
Program Audit Siklus Pembelian dan Pembayaran
Jenis Prosedur Indeks Tanggal Ket
Pengujian KKP Realisasi
Pengujian Pembelian
Pengendalian 1. Memastikan adanya
pemisahan fungsi yang
melakukan otoritas
pembelian, pencatatan
pembelian, pembayaran
dan pengelolaan
persediaan.
2. Riview kebijakan
pembelian. Pastikan adanya
kebijakan pembelian
(tertulis), tender, benturan
kepentingan, otorisasi
pembelian dll.
3. Melalui observasi, lakukan
inspeksi dan tanya jawab,
pastikan adanya
pengendalian terhadap
akses ke data yang
berhubungan dengan
pembelian (data pemasok,
harga, order pembelian,
utang usaha, persediaan
dll).
4. Melalui observasi, inspeksi
dan tanya jawab, pastikan
adanya sistem penomoran
atas dokumen pembelian
seperti order pembelian,
penerimaan barang,
pembayaran dll.
5. Melalui observasi, inspeksi
dan tanya jawab, pastikan
barang hanya bisa dipesan
apabila ada order
pemesanan yang telah
diotorisasi.
6. Melalui observasi, inspeksi
dan tanya jawab, pastikan
transaksi pembelian
(persediaan, utang usaha)
dibukukan dalam sistem
tepat waktu.
Pengeluaran Kas
1. Periksa ada tidaknya
persetujuan pembayaran.
2. Periksa keberuntungan
pengguna bukti
pengeluaran bank.
3. Periksa ada tidaknya
verifikasi internal.
4. Periksa paraf pada akun-
akun besar sebagai tanda
telah dibandingkan.
Pengujian Pembelian
Substantif 1. Melakukan vouching untuk
Golongan memastikan bahwa
Transaksi transaksi benar-benar telah
terjadi dan kebenaran atau
jumlah dari transaksi
pembelian.
2. Pastikan bukti pendukung
transaksi pembelian
lengkap dan sesuai dengan
transaksi pembelian yang
dicatat.
Pengeluaran Kas
1. Periksalah bukti
pengeluaran bank,
penandatangannya, atau
gunakan data bank bahwa
utang telah dibayar bank.
2. Tes ketelitian dengan
memeriksa penjumlahan
vertical (footing) jurnal dan
telusuri psting ke buku
besar.
3. Bandingkan tanggal pada
check atau catatan
elektronik bank dengan
jurnal pengeluaran kas.
Prosedur 1. Lakukan perbandingan
Analisis rasio utang usaha dengan
total uang
2. Dapatkan penjelasan dari
pihak yang berwenang atas
perbandingan yang
signifikan.
Pengujian 1. Dapatkan daftar utang
Substantif usaha dan bandingkan
Rinci Saldo saldonya dengan buku
besar.
2. Konfirmasi semua utang
usaha ke pemasok yang
material (termasuk ke
pihak yang terkait).
Konfirmasi juga harus
dikirim atas utang usaha
yang sekarang saldonya
nihil, negative, atau tidak
ada mutase.
3. Perikssa pembayaran,
faktur-faktur yang belum
diproses ssesudah tanggal
neraca. Apabila
berhubungan dengan
barang/jasa yang diterima
di tahun buku dan
dipastikan utang usaha
sudah diakui dan dicatat.
Penyajian dan 1. Riview kebijakan penyajian
Pengungkapan dan pengekuan utang usaha
2. Periksa apakah kebijakan
penyajian dan
pengungkapan utang usaha
telah dilakukan dengan
tepat oleh Perusahaan.
3. Periksa penyajian utang
usage dalam laporan
keuangan apakah
jumlahnya sudah sesuai
dengan buku besar.
Sumber: Data KAP SBW yang diolah
Tahapan pelaksanaan ini merupakan realisasi dari program audit atau skedul
yang telah dibuat oleh auditor dalam tahapan perencanaan. Tujuan audit atas
siklus pembelian dan pembayaran adalah untuk menilai apakah akun-akun yang
dipengaruhi oleh pembelian barang dan jasa serta pengeluaran kas untuk
pembelian tersebut telah disajikan secara wajar menurut Standar Akuntansi
Keuangan Entinitas tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Pelaksanaan audit
siklus pembelian dan pembayaran mempengaruhi beberapa akun, diantaranya
akun persediaan, peralatan, beban dibayar dimuka, potongan pembelian, dan lain-
lain. Maka dari itu, Langkah pertama yang dilakukanoleh auditor yaitu meminta
laporan keuangan PT DNA per 31 Desember 2023.
Berikut disajikan neraca dan laporan laba rugi pada tabel 4.7 dan tabel 4.8
Neraca dan laporan laba rugi PT DNA disajikan dalam satuan mata uang rupiah
yang digunakan oleh Perusahaan dalam pelaporan karena memenuhi indikator
sebagai mata uang fungsional, yaitu indikator arus kas, indikator harga jual, dan
indikator biaya.
Tabel 4.7
Neraca PT DNA
PT DNA
NERACA
Per 31 Desember 2023
(Dalam Rupiah)
Notes 2023 2022
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 2e,2i,3 [Link] [Link]
2
Piutang Usaha 2d,4 [Link] [Link]
Persediaan 2e,5 [Link] [Link]
7
Uang Muka Pembelian 2f,6 808.445.308 [Link]
Aset Lain-Lain 7 30.646.000
Jumlah Aset Lancar [Link] [Link]
3
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap 2g,8 [Link] [Link]
Jumlah Aset Tidak Lancar [Link] [Link]
JUMLAH ASET [Link] [Link]
6
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Janka Pendek
Utang Usaha 9a [Link] [Link]
Utang Lain-Lain 9b 12.485.840 3.792.952
Utang Pajak 10 532.411.053 841.378.556
Biaya Yang Masih Harus 11 167.314.047 377.488.618
Dibayar
Jumlah Liabilitas Jangka [Link] [Link]
Pendek 4
Liabilitas Jangka Panjang
Tunjangan Karyawan 12 [Link] 983.376.645
Jumlah Liabilitas Jangka [Link] 983.376.645
Panjang
Ekuitas
Modal Saham 13 [Link] [Link]
Laba Ditahan 14 [Link] [Link]
7
Jumlah Ekuitas [Link] [Link]
7
JUMLAH LIABILITAS DAN [Link] [Link]
EKUITAS 6
Sumber: Data KAP SBW
a. Pengujian Pengendalian
Dalam melakukan pengujian pengendalian, terdapat dua macam
pengujian yang akan dilakukan oleh auditor yaitu pengujian
pengendalian untuk pembelian dan pengeluaran kas.
1) Pengujian Pengendalian untuk Pembelian
Berdasarkan program audit pada tabel 4.8 auditor menentukan
prosedur audit untuk menguji pengendalian untuk pembelian
sebagai berikut:
a) Auditor memastikan adanya pemisahan fungsi atas otorisasi
pembelian, pencatatan pembelian, pembayaran dan
pengelolaan persediaan dengan melalukan wawancara dan
juga mengajukan Internal Control Question (ICQ) kepada
manajer PT DNA mengenai pengendalian yang dilakukan
sehubungan dengan pemisahan fungsi atas otorisasi transaksi
pembelian. Berikut ICQ disajikan dalam tabel 4.9 beriku.
Pada tabel ICQ tersebut menunjukkan bahwa terdapat
pemisahan tugas antara pencatatan pembelian, pembayaran
dan pengelola persediaan. Selain itu dalam pengendalian PT
DNA terdapat otorisasi pejabat tertentu dalam transaksi
pembelian. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa
pengendalian internal mengenai pembelian telah dilakukan
dengan baik.
Tabel 4.9
Internal Control Question
Klien: PT DNA Y=Ya
T=Tidak
TR= Tidak
Relevan
i. ORDER PEMBELIAN Y T TR
1. Apakah pembelian dilakukan:
1.1 Oleh pejabat/bagian khusus?
Sebutkan oleh siapa
Bagian Pembelian
1.2 Yang terpisah dari bagian:
a. Akuntansi?
b. Pembayaran?
c. Penerimaan Barang?
d. Penyimpanan?
e. Pencatatan Persediaan?
1.3 Dengan syarat yang menguntungkan (misalnya
tender, supplier terseleksi)
2. Apakah order pembelian (purchase order):
2.1 Dibuat untuk semua pembelian?
2.2 Diotorisasi pejabat tertentu?
2.3 Diberikan nomor urut tercetak?
2.4 Tersimpan lengkap, termasuk yang dibatalkan?
2.5 Blanko tersimpan dengan baik?
2.6 Tembusan dikirimkan kepada:
a. Bagian akuntansi untuk dicocokkan dengan
laporan penerimaan Barang dan Faktur?
b. Bagian Penerimaan Barang sebagai otorisasi
untuk menerima barang?
3. Apakah pembelian dikoordinasi dengan:
3.1 Program Produksi?
3.2 Anggaran Penjualan?
3.3 Batas persediaan minuman dan maksimun?
4. Apakah kebikjasaan pembelian tidak dilakukan
dengan memberikan keuntungan luar biasa kepada:
4.1 Penjual tertentu?
4.2 Relasi staf pembelian atau lainnya?
4.3 Suatu Perusahaan dimana seorang staf
mempunyai kepentingan?
4.4 Perusahaan afiliasi?
5. Apakah harga penawaran penjual yang terdaftar
(approved ditinjau secara berkala, untuk memastikan
bahwa selalu merupakan harga pesaing
Sumber: Dokumentasi Audit
Program audit yang disajikan pada tabel 4.8 auditor melakukan pengujian
pengendalian atas pengeluaran kas sebagai berikut.
INV/0000151/R61/2023 7.200.000
Date : 26-3-108
Solvent Alkohol
800 liter @9.000
Berdasarkan tabel dokumentasi audit diatas atau terdapat beberapa unsur yang
menjadi indikator saat pengujian berlangsung diantaranya:
Tax
Freight
Purchase Order
PT DNA
KONTRAK BON
Terima Tagihan dari : PT NIEI
Invoice/ Faktur No. : 0000151/R61/2023
Tanggal Invoice : 26.03.2023
Jumlah : Rp. 7.200.000
(Tujuh juta dua ratsu ribu rupiah)
Atas Pembelian : Solvent Alcohol 800 Liter
……………, 06.04.2023
Yang menerima,
Yang Menyerahkan,
( )
( )
( ) ( ) ( )
Tabel 4.12
Prosedur Analitis PT DNA
2018 (Rp) 2017 (Rp) Selsilih
1 Utang usaha [Link] [Link]
terhadap total [Link] [Link]
utang 3,32%
= 82,28% 78,96%
2 PT MAP 250.495.300
3 PT CLPI 194.658.750
4 PT MCS 123.571.800
5 PT CMK 100.091.200
6 PT PMMK 72.049.808
7 PT ICK 50.787.000
8 PT JJII 36.181.530
9 Utang Lainnya 52.960.723
(Kurang dari Rp. 20.000.000)
Jumlah [Link]
Sumber: KKP KAP SBW
Berdasarkan daftar utang usaha pada table 4.12 di atas terbukti bahwa
jumlah utang usaha sebesar Rp.[Link] dan telah sesuai dengan yang
ada pada master file utang usaha. Berikut disajikan potonhan buku besar PT
JJII table 4.14 berikut.
Tabel 4.14
Potongan Buku Besar Atas Utang Usaha dari PT JJII
Tanggal Keterangan Debit (Rp) Kredit(Rp) Saldo (Rp)
28/12/2023 Purchasing 3.412.740 22.731.400
28/12/2023 Purchasing 7.200.000 29.931.400
28/12/2023 Purchasing 6.250.130 36.181.530
Sumber: Dokumentasi Audit
Berdasarkan table 4.14 di atas dapat dilihat bahwa saldo akhir dari
utang usaha PT JJII adalah sebesar Rp36.181.530, jumlah ini sesusai dengan
jumlah utang usaha pada daftar utang usaha di table 4.13
Mengirim Konfirmasi atas Sampel Utang Usaha
Surat konfirmasi utang digunakan untuk memastikan bahwa kebenaran utang
dan jumlahnya yang dimiliki PT DNA benar. Dalam hal ini auditor akan
mengirimkan surat konfirmasi kepada supplier/pihak ketiga tentang jumlah utang
yang dimiliki PT DNA kepada supplier/pihak ketiga, dalam tahapan konfirmasi akan
di berikan tenggang waktu dan apabila sampai tenggang waktu surat balas belum
diterima maka akan dilakukan pengujian alternatif sesuai dengna kebijakan KAP
Sodikin Biudhananda Wandestarido.
Auditor Melakukan Pemeriksaan Pembayaran
Pemeriksaan dilakukan dengan memberikan faktur-faktur yang berhubungan
dengan barang dan jasa, kemudian pastikan bahwa utang usaha sudah diakui dan
dicatat.
Berikut disajikan pengujian substantif rinci saldo akun usaha pada gambar 4.6
untuk lead schedule dan gambar 4.7 untuk supporting schedule.
WP Balance per
WP CAJ Balance per Audit Incrase (Descrase)
Description Ref Book PAJE
Ref. E
. 31-Dec-23 31-Dec-23 31-Dec-22 Amount %
Trade Payable
PT NEI [Link] [Link] [Link] [Link] 24% []
PT MAP 250.495.300 250.495.300 221.592.467 28.902.833 13% []
PT CLPI 194.658.750 194.658.750 170.973.000 23.685.750 14% []
PT MCS 123.571.800 123.571.800 245.419.350 (121.847.550) -50% []
PT CMK 100.091.200 100.091.200 57.750.000 42.341.200 73% []
PT PMMK 72.049.808 72.049.808 41.770.041 30.279.767 72% []
PT ICK 50.787.000 50.787.000 97.427.770 (46.640.770) -48% []
PT JJI 36.181.530 36.181.530 34.220.780 1.960.750 6% []
PT OMG - - 91.774.144 (91.774.144) -100% []
PT HSP - - 8.034 (8.034) -100% []
Order (Less than 52.960.723 21.475.662 31.485.061 147% []
52.960.723
Rp20.000.000)
- - 0%
[^] [^]
Tickmarks:
[TB] – agreed with trial balance
[PY] – agreed with prior year audited balance
[^] – agreed with trial balance
[v] – formula and calcutation have been tested
Sumber: Dokumentasi Audit yang diolah
Gambar 4.7
Supporting Schedule Pengujian Substantif Rinci Saldo Akun utang Usaha
Sama denngan top schedule, supporting schedule juga memiliki tick marck yang
sama tetapi disajikan secara detail berdasarkan masing-masing supplier. Berdasarkan
tick mark yang ada pada top schedule dan supporting schedule terbukti bahwa
pengujian substantif rinci saldo akun tidak terdapat kesalahan penyajian material.
Berdasarkan pengujian substantif rinci saldo akun yang telah dilakukan oleh
auditor, dapat disimpulkan bahwa akun utang usaha telah disajikan secara wajar.
Auditor tidak menemukan adanya kesalahan penyajian yang material dan telah
memenuhi tujuan aduit atas saldo akun utang usaha.
a) Kecocokan Saldo
Proses ini dilakukan dengan cara mencocokkan bukti buku besar dan master
file utang usaha yang ada, apakah sesuai dengan daftar utang usaha atau
belum. Pencocokkan dari kedua dokumen dapat disimpulkan bahwa utang
usaha tersebut telah memenuhi asersi ini.
b) Eksistensi, Hak dan Kewajiban, Kelengkapan, Penilaian dan Alokasi
Konfirmasi utang usaha kepada supplier/pihak ketiga dilakukan untuk memenuhi
asersi-asersi tersebut, prosedur konfirmasi utang ini dilakukan dengan cara
mengirimkan surat konfirmasi kepada supplier/pihak ketiga terkait utang dimiliki
PT DNA. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa saldo utang usaha yang
telah dicatat telah sama dengan yang dimiliki supplier/pihak ketiga.
c) Penyajian dan Pengungkapan
Tujuan audit ini terpenuhi dengan cara auditor mengecek utang usaha yang
disajikan di laporan posisi keuangan telah sesuai disajikan sesuai dengan catatan
yang ada. Dalam hal ini utang usaha telah disajikan sesuai dengan catatn yang ada
dan dapat disimpulkan bahwa asersi ini telah terpenuhi.
[Link] Audit dan menertibkan LAI
Tahapan ini adalah tahapan terakhir yang dilakukan auditor untuk mengaudit
laporan keuangan, sebelum auditor menerbitkan Laporan Auditor Independen
(LAI) auditor akan menguji penyajian dan pengungkapan yang telah dilakukan
PT DNA telah sesuai PSAK atau belum. Setelah pengujian selsai maka auditor
akan menerbitkan LAI, pengujian ini untuk mengetahui kemungkinan adanya
informasi penting terkait utang usaha yang belum diungkapan dalam laporan
keuangan. Berdasarkan program audit yang dibuat oleh auditor prosedur audit
penyajian dan pengungkapan sebagai berikut.
a. Auditor melakukan observasi mengenai kebijakan penyajian dan
pengungkapan untuk memahami kebijakannya, prosedur ini dilakukan
untuk memastikan kebijakan penyajian dan pengungkapan sesuai
dengan PSAK.
b. Auditor memastikan bahwa perusahaan sudah melakukan kebijakan
penyajian dan pengungkapan utang usaha dengan tepat dengan
melakukan wawancara kepada petinggi perusahaan mengenai
kebijakannya.
c. Auditor memeriksa penyajian utang usaha dalam laporan keuangan
apakah jumlahnya sesuai dengan buku besar atau belum.
Berdasarkan disajikan pada tabel 4.15 yang menunjukkan penyajian utang usaha
pada laporan neraca per 31 Desember 2023.
Tabel 4.15
Neraca PT DNA
PT DNA
NERACA
Per 31 Desember 2023
(Dalam Rupiah)
Notes 2023 2022
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 2e,2i,3 [Link] [Link]
2
Piutang Usaha 2d,4 [Link] [Link]
Persediaan 2e,5 [Link] [Link]
7
Uang Muka Pembelian 2f,6 808.445.308 [Link]
Aset Lain-Lain 7 30.646.000
Jumlah Aset Lancar [Link] [Link]
3
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap 2g,8 [Link] [Link]
Jumlah Aset Tidak Lancar [Link] [Link]
JUMLAH ASET [Link] [Link]
6
A. Kesimpulan
Berdasarkan pelaksanaan audit siklus pembelian dan pembayaran pada PT DNA
oleh KAP Sodikin budhananda wandestarido dan berdasarkan penjelasan-penjelasan
yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan audit siklus
pembelian dan pembayaran PT DNA oleh KAP Sodikin budhananda Wandestarido
dilakukan dengan beberapa pengujian sesuai dengan program audit. Sebelum
melaksanakan program audit, auditor terlebih dahulu Ketika menghitung tingkat
materialitas untuk menetukan tingkat toleransi salah saji material yang dihitung
dengan tingkat materialitas laporan keuangan dan saldo akun, sehingga dapat
dijadikan acuan ketika terdapat kesalahan penyajian material pada saat pelaksanaan
program audit. Program audit siklus ini dilaksanakan dengan melakukan 5 (lima)
prosedur pengujian yaitu terdiri dari:
1. Pengujian Pengendalian
Auditor melakukan pengujian pengendalian akun yang terkait siklus
pembelian dan pembayaran melalui tanya jawab atau wawancara sescara
langsung dengan manajemen. Auditor menyimpulkan bahwa pengendalian
internal akun yang terkait siklus pembelian dan pembayaran PT DNA
dinyatakan baik dan berjalan efektif.
2. Pengujian Substantif Golongan Transaksi
Auditor melakukan pengujian substantif golongan transaksi pada siklus
pembelian dan pembayaran yang telah dilakukan oleh auditor, disimpulkan
bahwa transaksi pembelian dan pengeluaran kas telah dicatat secara tepat dan
sesuai tujuan audit.
3. Pengujian Analitis
Berdasarkan prosedur analiitis yang telah dilakukan auditor, dapat
disimpulkan bahwa auditor tidak menemukan adanya kesalahan penyajian.
4. Pengujian Substantif Rinci Saldo
Berdasarkan pengujia substantif rinci saldo utang usaha pada siklus pembelian
dann pembayaran yang dilakukan oleh auditor, disimpulkan bahwa saldo utang
usaha di akhit periode sudah dilakukan dengan benar.
5. Penyajian dan Pengungkapan
Pada penyajian dan pengungkapan, auditor menyoimpiulkan bahwa penyajian
dan pengugkapan utang usaha yang dilakukan oleh perusahaan telah sesuai
dengan ketentuan dalam Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa
Akuntabilitas Publik (ETAP)
B. Keterbatasan
Keterbatasan dalam penyususan laporan tugas akhir ini adalah tidak dilibatkan
dalam pelaksanaan audit secara keseluruhan, sehingga terdapat beberapa tahapan
dalam pelaksanaan audit yang kurang dimengerti.
C. Saran
Penulisan tugas akhir ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu,
penulisan tugas akhir selanjutnya disarankan untuk benar-benar mendalami proses
audit siklus pembelian dan pembayaran pada perusahaan yang dijadikan objek
penulisan, sehingga dapat lebih memahami setiap tahapan audit yang dilakukan
dan pada saat melaksanakan magang lebih matang untuk mempersiapkan diri agar
prosesnya tidak mendapat kesulitan dalam melaksanakan praktik audit dalam
lingkungan kerja.
DAFTAR PUSTAKA
Arens, Alvin A., Elder R., dan Beasley M. (2015). Auditing & Jasa Assurance
(Pendekatan Terintegrasi). Edisi 15 jilid 1. Terjemahan Herman Wibowo dan
Tim Perti. Jakarta: Erlangga
Arum Ardianingsih, S. E., & CA, A. (2021). Audit laporan keuangan. Bumi Aksara.
Desy Amaliati Setiawan, (2017). Tinjauan atas Implementasi Siklus Pembelian dan
Pembayaran barang Import, Jurnal STEI Ekonomi Vol 26,
Dina Fitria. 2014. Buku Pintar Akuntansi Untuk Orang Awam & Pemula, Jakarta
Timur: Laskar Aksara
Jusup, A. H. 2014. Auditing. II. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN.
Kok, M., & Maroun, W. (2021). Not all experts are equal in the eyes of the
International Auditing and Assurance Standards Board: On the application of ISA510
and ISA620 by South African registered auditors. South African Journal of Economic
and Management Sciences, 24(1), 1-13.
Radiansyah, A., Ansari, M. I., Levany, Y., Azhar, I., Fajriah, A. N., Aisyah, S., ... &
Nainggolan, E. P. (2023). Pengantar Akuntansi. Sada Kurnia Pustaka.