FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
NAMA SEKOLAH : SMP NEGERI 2 TENGARAN
MATA PELAJARAN : SENI BUDAYA (SENI RUPA)
KELAS : VIII
SEMESTER : 2
TAHUN AJARAN : 2025/2026
ALOKASI WAKTU : 2 JP
A. IDENTIFIKASI
Kesiapan Pengetahuan Awal: Murid memiliki pemahaman dasar tentang
Peserta Didik unsur-unsur rupa (garis, warna, tekstur) dari semester sebelumnya.
Minat: Murid usia SMP cenderung tertarik pada isu-isu sosial yang
sedang tren di media sosial (lingkungan, gaya hidup).
Kebutuhan Belajar: Diperlukan pendekatan visual yang konkret
karena variasi kemampuan literasi kritisi yang beragam di kelas.
Materi Jenis Pengetahuan: Pengetahuan metakognitif (refleksi efektivitas
Pembelajaran pesan) dan pengetahuan konseptual (membandingkan gaya dan makna
karya).
Relevansi: Menghubungkan karya seniman Indonesia dengan
masalah nyata di sekitar sekolah (Contextualization).
Integrasi Nilai: Kejujuran dalam refleksi diri dan berpikir kritis
terhadap fenomena sosial.
Dimensi Profil Bernalar Kritis, Mandiri, dan Kreatif.
Lulusan
B. DESAIN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu membandingkan dua karya seni rupa
seniman Indonesia dan merefleksi efektivitas pesan dalam karya
pribadinya.
Lintas disiplin ilmu/ Bahasa Indonesia (Teks Argumentasi) dan IPS (Analisis Gejala
Mapel yang relevan Sosial).
Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1
1. Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan pesan dan teknik
antara dua karya seniman Indonesia melalui studi kasus.
2. Peserta didik dapat merefleksi efektivitas pesan pada karya
rupa yang mereka buat sendiri.
Topik Pembelajaran Membandingkan Makna dan Refleksi Pesan Karya
Praktik Pedagogis Pembelajaran Kontekstual (Context-based) dan Pembelajaran
Inkuiri.
Mitra Pembelajaran Kolaborasi antar murid lintas kelas untuk memberikan umpan
balik pada pameran karya mini.
Lingkungan Lingk. Fisik: Ruang kelas yang ditata sebagai galeri seni
Pembelajaran sementara.
Lingk. Virtual: Padlet untuk mengunggah jurnal refleksi
digital.
Budaya Belajar: Memberikan kesempatan siswa untuk
menyampaikan argumen berbeda saat membandingkan karya
(saling memuliakan).
Pemanfaatan Digital Video dokumenter pendek seniman Indonesia dan aplikasi
penilaian berbasis kuis (Quizizz) untuk pengetahuan awal.
C. LANGKAH LANGKAH PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE 1
1. Contextualization: Guru menampilkan foto masalah nyata
(misal: vandalisme di tembok sekolah) dan bertanya: "Jika ini
adalah karya seni, pesan apa yang kalian tangkap?"
2. Guru mengaitkan fenomena nyata tersebut dengan materi
apresiasi karya seniman Indonesia.
PENGALAMAN 3. Murid melakukan pemanasan dengan menebak pesan dari
BELAJAR simbol-simbol visual populer secara kolaboratif.
INTI (Berkesadaran/Bermakna/ Menggembirakan)
1. MEMAHAMI
1. Critical Thinking: Murid dibagi dalam kelompok untuk
membandingkan dua karya seniman Indonesia (misal: Basoeki
Abdullah vs S. Sudjojono).
2. Murid menganalisis efektivitas pesan: "Mana yang lebih
menyentuh emosi masyarakat?" melalui diskusi kelompok
(Collaboration)
2. MENGAPLIKASI
1. Student Agency: Murid diminta membuat satu karya
ekspresi cepat (sketsa) yang merespons masalah di sekolah,
dengan kebebasan menentukan cara penyelesaian (gambar
manual atau digital).
2. Transfer of Knowledge: Murid menerapkan teknik
komposisi yang dipelajari dari tokoh seniman tadi ke dalam
karya sendiri.
3. MEREFLEKSI
1. Metakognisi: Murid merenungkan: "Bagaimana proses saya
memilih simbol tadi?" dan "Mengapa saya memilih cara
belajar ini?"
2. Metacognitive Reflection: Murid menuliskan bagian mana
yang masih sulit dipahami dalam menyampaikan pesan melalui
gambar.
PENUTUP (Berkesadaran/Bermakna/ Menggembirakan)
1. Murid melakukan Gallery Walk untuk melihat karya sejawat
secara berkesadaran.
2. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya seni
sebagai media komunikasi di dunia nyata (Transfer of
Learning).
ASESMEN PADA AWAL PEMBELAJARAN (yang
menekankan pada penilaian diri dan penilaian sejawat)
ASESMEN Penilaian diri tentang tingkat kepercayaan diri murid dalam
menganalisis karya rupa.
Penilaian sejawat saat diskusi kelompok awal mengenai
interpretasi simbol.
ASESMEN PADA TENGAH PEMBELAJARAN (yang
menekankan pada umpan balik)
Umpan balik lisan guru saat murid melakukan proses desain
(Deliberate Practice).
Observasi keterlibatan murid dalam ketergantungan positif
di kelompok (Collaboration).
ASESMEN PADA AKHIR PEMBELAJARAN
Penilaian Produk: Evaluasi efektivitas pesan pada karya
rupa yang dibuat.
Jurnal Refleksi: Tulisan refleksi tentang kemajuan belajar
dan analisis perbandingan seniman.
1.
………………………………
Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala Sekolah
……………………………. …………………………………
NIP …………………… NIP ……………………………