NURSING CARE PLANNING RESIKO BUNUH DIRI
NAMA PASIEN: Ny. S
DIAGNOSA : Resiko Bunuh Diri
Diagnosa Tujuan Kriteria evaluasi Tindakan Keperawatan Implementasi TTD
Resiko Setelah SLKI Luaran Utama: SIKI:
Bunuh dilakukan Kontrol Diri Pencegahan Bunuh Diri
Diri intervensi selama - Verbalisasi (I.14538).
…x24 jam keinginan bunuh Observasi
diharapkan diri menurun ● Identifikasi gejala
kontrol diri - Verbalisasi isyarat risiko bunuh diri (mis:
meningkat bunuh diri gangguan mood,
menurun halusinasi, delusi,
- Verbalisasi panik,
ancaman bunuh penyalahgunaan zat,
diri menurun kesedihan, gangguan
- Verbalisasi kepribadian)
rencana bunuh ● Identifikasi
diri menurun keinginan dan
pikiran rencana
bunuh diri
● Monitor
lingkungan bebas
bahaya secara
rutin (mis: barang
pribadi, pisau
cukur, jendela)
● Monitor adanya
perubahan mood
atau perilaku
Terapeutik
● Libatkan dalam
perencanaan
perawatan mandiri
● Libatkan
keluarga dalam
perencanaan
perawatan
Lakukan pendekatan
langsung dan tidak
menghakimi saat
membahas bunuh diri
● Berikan lingkungan
dengan
pengamanan ketat
dan mudah
dipantau (mis:
tempat tidur dekat
ruang perawat)
● Tingkatkan
pengawasan pada
kondisi tertentu (mis:
rapat staf, pergantian
shift)
● Lakukan intervensi
perlindungan (mis:
pembatasan area,
pengekangan fisik),
jika diperlukan
● Hindari diskusi
berulang tentang
bunuh diri
sebelumnya, diskusi
berorientasi pada
masa sekarang dan
masa depan
● Diskusikan rencana
menghadapi ide
bunuh diri di masa
depan (mis: orang
yang dihubungi, ke
mana mencari
bantuan)
● Pastikan obat ditelan
Edukasi
● Anjurkan
mendiskusikan
perasaan yang dialami
kepada orang lain
Anjurkan
menggunakan umber
pendukung (mis:
layanan spiritual,
penyedia layanan)
● Jelaskan tindakan
pencegahan bunuh
diri kepada keluarga
atau orang terdekat
● Informasikan
sumber daya
masyarakat dan
program yang
tersedia
● Latih pencegahan
risiko bunuh diri (mis:
latihan asertif,
relaksasi otot
progresif)
Kolaborasi
● Kolaborasi
pemberian obat
antiansietas, atau
antipsikotik, sesuai
indikasi
● Kolaborasi
tindakan
keselamatan
kepada PPA
● Rujuk ke
pelayanan
kesehatan mental,
jika perlu
Setelah - Pasien SP 1 Memastikan
dilakukan mendapat keamanan dan
intervensi selama perlindungan keselamatan klien
…x24 jam dari ● Mengidentifikasi
diharapkan lingkunganny beratnya masalah
resiko bunuh diri a risiko bunuh diri:
klien menurun - Pasien dapat isyarat, ancaman,
mengungkap percobaan (jika
kan percobaan segera
perasaanya. rujuk)
- Pasien dapat ● Identifikasi benda-
menggunakan benda yang dapat
cara membahayakan klien
penyelesaian ● Amankan benda-
masalah yang benda yang dapat
baik membahayakan klien
Memeriksa apakah
klien benar-benar
telah meminum
obatnya, jika pasien
mendapatkan obat.
SP 2 Melatih klien cara
mengendalikan diri
dari dorongan bunuh
diri
● Identifikasi aspek
positif pasien
● Dorong pasien untuk
berfikir positif
terhadap diri
● Dorong pasien untuk
menghargai diri
sebagai individu
yang berharga
● Meyakinkan klien
bahwa dirinya
penting.
● Membicarakan
tentang sepatutnya
keadaan yang
disyukuri pasien tentang keadaan yang sepatutnya disyukur
SP 3 Melatih klien
membentuk koping
positif
● Identifikasi pola
koping yang biasa
diterapkan pasien
● Nilai pola koping
yang biasa dilakukan
● Identifikasi pola
koping yang
konstruktif
● Dorong pasien
memilih pola koping
yang konstruktif
● Anjurkan pasien
menerapkan pola
koping yang
konstruktif dalam
kegiatan sehari-hari
SP 4 Mendiskusikan
harapan dan masa
depan
● Buat rencana masa
depan yang realistis
bersama pasien
● Identifikasi cara
mencapai rencana
masa depan yang
realistis
● Melatih cara-cara
mencapai harapan
dan masa depan
secara bertahap
● Beri dorongan pasien
melakukan kegiatan
dalam rangka meraih
masa depan yang
realistis
Setelah - Keluarga mampu SP 1 Menjelaskan
dilakukan kepada keluarga
mengenal masalah
intervensi selama mengenai klien resiko
klien Resiko bunuh
…x24 jam bunuh diri
diri
diharapkan ● Mengidentifikasi
- Keluarga mampu
keluarga masalah keluarga
mengambil
mampu dalam merawat klien
keputusan untuk
merawat pasien resiko bunuh diri.
merawat klien
dengan resiko ● Menjelaskan
Resiko bunuh diri
bunuh diri pengertian, tanda dan
- Keluarga mampu
gejala resiko bunuh
merawat klien
diri
Resiko bunuh diri
● Mendiskusikan
- Keluarga mampu
masalah dan akibat
menciptakan
yang mungkin terjadi
lingkungan yang
pada klien resiko
terapeutik untuk
bunuh diri
klien Resiko bunuh
● Menganjurkan
diri
keluarga
- Keluarga mampu
memutuskan untuk
memanfaatkan
merawat klien resiko
pelayanan
bunuh diri.
kesehatan untuk
SP 2 Mengajarkan
follow up kesehatan
keluarga cara
klien resiko bunuh
melindungi pasien
diri dan mencegah
dari perilaku bunuh
kekambuhan
diri.
● Mendiskusikan
tentang cara yang
dapat dilakukan
keluarga bila pasien
memperlihatkan
tanda dan gejala
bunuh diri.
● Menjelaskan tentang
cara-cara melindungi
pasien, antara lain
sebagai berikut :
● Memberikan tempat
yang aman.
● Menempatkan pasien
di tempat yang
mudah diawasi.
● Jangan biarkan
pasien mengunci diri
di kamarnya atau
meninggalkan pasien
sendirian di rumah.
● Menjauhkan barang-
barang yang bisa
digunakan untuk
bunuh diri. Jauhkan
pasien dari barang-
barang yang bisa
digunakan untuk
bunuh diri, seperti
tali, bahan bakar
minyak/bensin, api,
pisau atau benda
tajam lainnya, serta
zat yang berbahaya
seperti obat nyamuk
atau racun serangga.
● Selalu mengadakan
dan meningkatkan
pengawasan apabila
tanda dan gejala
bunu diri meningkat.
● Jangan pernah
melonggarkan
pengawasan,
walaupun pasien
tidak menunjukkan
tanda dan gejala
untuk bunuh diri.
SP 3 Mengajarkan
keluarga tentang hal-
hal yang dapat
dilakukan apabila
pasien melakukan
percobaan bunuh diri,
antara lain sebagai
berikut
:
● Mencari bantuan pada
tetangga sekitar atau pemuka masyarakat untuk
● Segera membawa
pasien ke rumah sakit
atau puskesmas
mendapatkan bantuan
medis
SP 4 Membantu
keluarga mencari
rujukan fasilitas
kesehatan yang tersedia
bagi pasien.
● Memberikan informasi
tentang nomor telepon
darurat tenaga
kesehatan.
● Menganjurkan
keluarga untuk
mengantarkan pasien berobat/kontrol secara teratur untu
● Menganjurkan
keluarga untuk
membantu pasien
minum obat sesuai
prinsip 8 benar yaitu
benar obat, dosis,
waktu, cara, orang,
kadaluarsa, manfaat,
dokumentasi.