PANDUAN PRAKTIK KLINIS
ASMA
Mengetahui
Direktur RSU Leona Kefamenanu
(drg. Rizky A. Dewati)
Asma adalah penyakit yang ditandai dengan inflamasi kronik saluran
napas. Penyakit ini ditegakkan berdasarkan riwayat gejala pernapasan
1. Pengertian seperti mengi, sesak, rasa berat di dada dan batuk yang bervariasi
dalam waktu dan intensitas, disertai keterbatasan aliran udara
ekspirasi.
1. PPK dibuat untuk 'average patients’.
2. PPK dibuat untuk penyakit/kondisi patologis tunggal
3. Reaksi individual terhadap prosedur diagnosis dan terapi bervariasi
4. PPK dianggap valid saat dicetak
5. Praktik kedokteran modern, asuhan keperawatan, asuhan gizi dan
asuhan kefarmasian harus lebih mengakomodasi preferensi pasien
dan keluarganya
2. Wewanti 6. PPK berisi panduan praktis, tidak berisi uraian lengkap tentang
penyakit/kondisi
7. PPK bukan merupakan hal terbaik untuk semua pasien.
8. PPK bukan merupakan standard of medical care
9. Penyusun tidak menjamin akurasi informasi yang dalam PPK
[Link] tidak bertanggungjawab terhadap hasil apapun akibat
penggunaan PPK
[Link] ada keraguan, disarankan melakukan konsultasi
Gejala-gejala berikut merupakan karakteristik asma, antara lain:
1. Lebih dari 1 gejala (mengi, sesak, batuk dan dada terasa
berat) terutama pada orang dewasa
2. Gejala umumnya lebih berat pada malam atau awal pagi hari
3. Anamnesis 3. Gejala bervariasi menurut waktu dan intensitas
4. Gejala dicetuskan oleh infeksi virus (flu), aktivitas fisis,
pajanan
5. alergen, perubahan cuaca, emosi, serta iritan seperti asap rokok
atau bau yang menyengat
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
ASMA
1. Dapat normal
2. Ekspirasi terlihat memanjang
4. Pemeriksaan Fisik
3. Mengi mungkin terdengar saat ekspirasi saja atau tidak terdengar
pada asma berat
Anamnesis dan pemeriksaan fisis mengarah ke asma
Kriteria asma terkontrol baik harus memenuhi kriteria berikut:
1. gejala siang hari >2x/pekan
4. Kriteria Diagnosis 2. terbangun malam hari karena asma
3. penggunaan pelega>2x/pekan
4. keterbatasan aktivitas akibat asma
Asma ringan (asma stabil), asma sedang, asma berat
5. Diagnosis Kerja
Asma terkontrol, Asma terkontrol sebagian, Asma tidak terkontrol
1. Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK)
2. Pneumotoraks
3. Payah jantung kiri
4. Sindrom obstruksi pascatuberkulosis
6. Diagnosis Banding
5. Asma kardiale
6. Allergic bronchopulmonary aspergillosis (ABPA)
7. Gastroesofageal reflux disease (GERD)
8. Rhinosinusitis
Dilakukan bila
perlu .Umum
Pada saat tidak serangan:
Spirometri Ujibronkodilator
Ujiprovokasibronkus (astograff)
Peak flow rate (PFR)
Analisis gas darah
Fototoraks
9. Pemeriksaan Kadar IgE total atau spesifik
Penunjang Kadar eosinofil total serum
Darah rutin
Uji kulit
Khusus
Body box Cardiopulmonary exercise
(CPX) Eosinofil sputum
Kadar NO ekspirasi (FeNO)
IgE
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
ASMA
1. Obat pengontrol (salah satu atau kombinasi)
a. Kortikosteroid inhalasi
b. Kortikosteroid sistemik
c. Sodium kromoglikat
d. Nedokromil sodium
e. Metilxantin
f. Agonisβ-2kerja lama inhaler
g. Agonisβ-2kerja lama oral
h. Leukotrien modifier
10. Terapi i. Antimuskarinik/antikolinergik kerja lama
j. Anti IgE
2. Obat pelega napas (salah satu atau kombinasi)
a. Agonis β-2 kerja singkat
b. Kortikosteroid sistemik (bila penggunaan
bronkodilator yang lain sudah optimal tetapi hasil
belum tercapai)
c. Antimuskarinik/ antikolinergik kerja singkat
d. Aminofilin
e. Adrenalin
11. Edukasi 1. Hindari faktor yang diketahui sebagai pencetus
(Hospital Health 2. Pakai obat pengontrol secara teratur
Promotion) 3. Kontrol rutin
Quo ad vitam: ad bonam
12. Prognosis Quo ad functionam: ad bonam
Quo ad sanasionam: ad bonam
13. Penelaah Kritis dr. Irena Lolu Putriya Sinaga, Sp. P
1. sesak berkurang
14. Kriteria
2. keadaan umum membaik
Pemulangan
penyakit penyerta berkurang
Global strategy for Asthma management and prevention. Global
15. Kepustakaan Initiative for Asthma 2017.