SISTEM IJIN KERJA
( WORK PERMIT SYSTEM )
Ijin Kerja (Work Permit) adalah sebuah
sistem ijin bekerja tertulis formal yang
digunakan untuk mengontrol jenis pekerjaan
tertentu yang berpotensi bahaya.
UNTUK APA SISTEM IJIN KERJA
DIBUAT ????
Memastikan bahwa risiko selama pelaksanaan aktivitas
pekerjaan diturunkan sampai ke level acceptable dan tetap
dalam keadaan terkendali
Ijin Kerja (Permit to Work) juga biasanya dilengkapi dengan
dokumen pendukung seperti JSA (Job Safety Analysis) dan Tool
Box Checklist.
UPAYA-UPAYA YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK
MENURUNKAN RESIKO DARI SUATU PEKERJAAN
1. Identifikasi bahaya dan risikonya;
2. Implementasi tindakan pencegahan dan penanggulangan,
demi menurunkan dan mengendalikan risiko yang mungkin
dihadapi;
3. Koordinasi antara beberapa pekerjaan yang mungkin akan
saling berintervensi, & dipastikan tdk saling mengganggu;
4. Informasi bagi beberapa pihak terkait terutama team
pelaksana pekerjaan;
5. Menentukan aktivitas pekerjaan, lokasi, peralatan yang
diperlukan dan waktu pelaksanaan pekerjaan;
6. Mengidentifikasikan siapa / fungsi mana
yang ikut berperan dalam pelaksanaan
pekerjaan;
7. Mengidentifikasi bahaya dan risiko yang
terkait dengan pelaksanaan pekerjaan
dan instalasi itu sendiri;
8. Memastikan bahwa instalasi telah benar-
benar aman sebelum pekerjaan dimulai;
9. Registrasi main WP yang disetujui;
10. Memastikan aktivitas
pekerjaan telah tuntas dikerjakan, dan
instalasi bernar-benar safe sebelum
dikembalikan beroperasi.
JENIS-JENIS SISTEM IJIN KERJA
[Link] kerja Ruang Terbatas (Confined Space wok permit)
Bahaya yang dapat terjadi dalam suatu ruangan
tertutup adalah :
a. Kekurangan oksigen serta kualias udara yang
buruk
b. Bahaya kebakaran, kemungkinan adanya
ledakan karena liquid dan gas
c. Bahaya karena bahan kimia
d. Bahaya kecelakaan seperti bagian peralatan
yang bergerak, terbelit, tergelincir atau jatuh.
e. Pergeseran atau jatuhnya alat berat
f. Radiasi, bahaya biologis dan lain-lain
Berikut ini beberapa persyaratan untuk
memperbolehkan pekerja memasuki ruangan
tertutup, antara lain :
a. Pekerjaannya benar-benar penting dan tidak
dapat melalui cara lain
b. Semua sumber energi yang dapat
mempengaruhi ruangan telah diisolasi
c. Pekerja yang terlibat kompeten dalam
pekerjaannya. Dilakukan inspeksi dan
pengetesan secara berkala
e. Ada izin dan sertifikat dari pihak yang
bertanggung jawab
2. Ijin bekerja diatas ketinggian ( Working at hight work permit)
Beberapa obyek pengawas keselamatan kerja
pada pekerjaan di
ketinggian, yaitu :
a. Pondasi Perancah
b. Konstruksi
perancah
c. Peralatan kerja
d. Tangga kerja/
ladder
e. Jalan kerja
f. Pagar pengaman
g. Peralatan keselamatan
h. Sertifikasi dan kompetensi
3. Ijin Kerja Dingin (Cold Work Permit )
Diperlukan apabila akan melaksanakan pekerjaan yang
berhubungan dengan pekerjaan perbaikan, pemeliharaan,
atau konstruksi yang sifatnya tidak rutin (sesuai
ketentuan pekerjaan tersebut) dan tidak menggunakan
peralatan yang dapat menimbulkan api terbuka atau
sumber nyala. Contohnya : pengecatan, pekerjaan
bangunan, dan pekerjaan sipil.
4. Ijin Kerja Panas (Hot Work Permit)
Adalah ijin kerja untuk pekerjaan yang
menghasilkan api atau menggunakan api,
dimana lokasi pekerjaan tersebut berdekatan
dengan bahan yang mudah terbakar.
Contohnya: Pekerjaan Welding, grinding &
cutting berdekatan dengan bahan mudah
terbakar
4. Ijin Kerja Kelistrikan (Electric Work Permit )
Adalah ijin kerja untuk diperlukan
apabila akan melakukan perbaikan,
pemeliharaan, atau pemeriksaan yang
berhubungan dengan kelistrikan
peralatan baru atau peralatan lama &
battery charging.
6. Ijin Kerja Masuk Ruang Radiasi (Radiography Work Permit)
adalah ijin kerja untuk
pekerjaan yang berhubungan
radiasi sinar X/gamma
7. Ijin Pengangkatan (Lifting Work Permit)
Adalah ijin kerja untuk pengangkatan yang kritikal,
beban yang diangkat diatas 10 Ton atau pengangkatan dengan
menggunakan 2 crane atau lebih dan pengangkatan material
yang mahal harganya dan material lebar ukurannya yang
kategorikan berbahaya.
8. Ijin pekerjaan penggalian (Excavation Work Permit)
Adalah suatu pekerjaan yang meliputi
semua pekerjaan penggalian di daerah
yang memerlukan pemeriksaan dan
persetujuan dari berbagai departemen
terkait seperti, produksi, electric,
communication, pipeline maintenance.
WHO IS RESPONSIBLE FOR
EACH THESE INCIDENTS?
HOW TO AVOID FROM HAPPENING?
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS:
1. Responsible Safety & Environment on Site (RSES)
2. Operating Authority (Pemberi wewenang) WP
3. Controller
4. Performing Authority (Penerima Wewenang)
5. Contractor Foreman
6. Safety Authority
7. Certified Gas Tester
8. Electrical Authority
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS
1. RSES (Pimpinan Umum/Unit)
1. Menugaskan secara tertulis Operating Authorities, mengangkat Ahli
Listrik bersertifikat yang berwenang;
2. Secara formal menanda tangani Work Permit Register;
3. Mengawali dan memvalidasi formal risk assessment;
4. Mengadakan “daily meeting” untuk koordinasi pelaksanaan
pekerjaan dengan personnel terkait;
5. Mengecek periode validasi, tindakan penanggulangan risiko dan
meminta tambahan penanggulangan khusus, bila memang
diperlukan;
6. Meng-approve semua WP, "Cold", "Hot" dan complementary, setelah
secara formal diterima oleh Operating Authority;
7. Secara formal menanda tangani Work Permit Register setelah daily
coordination meeting, bilamana telah di-updated oleh WP controller,
8. Meningkatkan dan berpartisipasi dalam site inspections dan WP
audits.
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS
2. OPERATING AUTHORITY
1. Menugaskan secara tertulis Operating Authorities,
mengangkat Ahli Listrik bersertifikat yang berwenang;
2. Mengidentifikasi risiko yang ditimbulkan oleh:
§ Kegiatan lain yang dikerjakan selama operasi;
§
Kemungkinan adanya intervensi dengan pekerjaan lain;
3. Menginventarisasi kemungkinan kejadian-kejadian yang tidak
diharapkan;
4. Memastikan bahwa semua complementary permits telah
disiapkan;
5. Berpartisipasi dalam formal risk assessment terhadap
pekerjaan;
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS
2. OPERATING AUTHORITY
6. Menyiapkan tindakan pencegahan dan penanggulangan;
7. Menentukan semua perlengkapan guna mencegah keadaan
yang lebih buruk;
8. Menentukan sarana pencegahan untuk memastikan instalasi
safe;
9. Mengecek adanya intervensi atau kemungkinan adanya
pekerjaan yang bertentangan;
10. Mengevaluasi tingkat pemantauan yang tepat terhadap
pelaksanaan pekerjaan;
11. Menyetujui persiapan semua kegiatan sebelum WP di-approved
oleh RSES;
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS
2. OPERATING AUTHORITY
12. Memastikan semua safety precautions yang diperlukan telah
disebutkan dalam WP forms;
13. Memastikan bahwa sebelum pekerjaan dimulai telah dilakukan
hal-hal sbb:
§
precautions yang dipersyaratkan telah diimplementasikan;
§
Mengerti benar seluk-beluk pekerjaan, bahayanya, dan
precaution yang diperlukan;
§ Kondisi operasi stabil dan mantap;
§
Process isolations dan pencegahan telah diimplemen-
tasikan dengan benar;
14. Mempersiapkan WP dan complementary permits-nya;
15. Pastikan gas tests telah dilakukan oleh authorized gas tester,
16. Pastikan pemantauan pekerjaan dilaksanakan secara terus-
menerus;
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS (2/9)
2. OPERATING AUTHORITY or Reps
17. Beritahu RSES bila ditemukan anomaly selama
pekerjaan dilaksanakan;
18. Segera stop pekerjaan bila ada penyimpangan terhadap
persyaratan yang disebutkan dalam WP;
19. Pastikan pekerjaan telah dilaksanakan oleh petugas
yang qualified;
20. Pastikan bahwa isolasi dan hambatan telah
disingkirkan setelah pekerjaan selesai, dan instalasi
dalam keadaan safe;
21. Tutup WP dan complementary permits.
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS (3/9)
3. WP CONTROLLER
1. Operation dan Maintenance meng-up to date Work
Permit Register dan Work Permit Rack Board atau
Site Map,
2. Membuka dan membatalkan setiap main dan
complementary WP;
3. Syarat-syarat operasi dan safety harus dipatuhi
sebelum memulai pekerjaan;
4. Pre-job meeting benar-benar dilakukan secara efektif
di site dengan semua pekerja;
5. Pastikan bahwa semua inhibits/ de-inhibits, dan
isolasi, telah diimplementasikan dengan benar;
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS (3/9)
3. WP CONTROLLER
6. Pastikan bahwa semua kegiatan pekerjaan telah
dikoordinasikan dengan baik untuk mencegah
intervensi di site;
7. Pastikan telah dilakukan upaya mitigasi terhadap
bahaya yang mengancam selama persiapan WP;
8. Melakukan promosi dan partisipasi untuk inspeksi di
site dan WP audits;
9. Pastikan kondisi tempat kerja safe untuk instalasi
dikembalikan beroperasi, setelah semua pekerjaan
selesai;
10. Menyimpan dalam arsip WP dan complementary
permits.
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS
4. PERFORMING AUTHORITY (Penerima wewenang)
1. Menentukan ruang lingkup pekerjaan, sifat pekerjaan
dan cara yang diharapkan untuk melaksanakan
pekerjaan;
2. Menentukan bahaya dan risiko yang terkandung dalam
pekerjaan dan peralatan yang akan digunakan;
3. Mempunyai pengertian yang baik terhadap semua
pekerjaan yang berkaitan dengan semua aktivitas yang
akan dilakukan terhadap lingkungan sekitarnya;
4. Mempersiapkan Job Safety Anlysis (JSA) atau Job Risk
Assessment (JRA),
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS
4. PERFORMING AUTHORITY
5. Mengikuti daily WP meeting;
6. Mengusulkan prosedur kerja yang mencakup:
- Pencegahan untuk mengendalikan risiko;
- Perlengkapan dan peralatan yang memadai untuk
pengelolaan limbah;
7. Memastikan semua precaution yang diperlukan dapat
diimplementasikan;
8. Memastikan Pre-job meeting dilakukan dengan konsisten;
9. Memastikan bahwa ia puas atas semua kesiapan
pencegahan yang diimplementasikan, agar instalasi
dijamin safe untuk pelaksanaan pekerjaan;
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS
4. PERFORMING AUTHORITY or Reps
10. Pantau secara regular kemajuan safety dari
pekerjaan yang sedang berjalan;
11. Hentikan pekerjaan bila ada perubahan scope atau
modifikasi prosedur yang telah disetujui, dan
beritahu Area Operating Authority atau Wakilnya
untuk memutuskan apakah pekerjaan dapat
diteruskan dengan aman, dan informasikan kepada
RSES,
12. Hentikan pekerjaan bila terjadi penyimpangan
terhadap persyaratan WP, dan beritahu segera
Operating Authority dan/atau RSES,
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS
4. PERFORMING AUTHORITY or Reps
13. Berpartisipasi dalam pekerjaan commisioning bila
diperlukan;
14. Pastikan lokasi pekerjaan bersih/safe saat diting-
galkan, dan semua peralatan, material dan limbah
harus telah disingkirkan, sebelum kontraktor
meninggalkan lokasi pekerjaan.
“TAK SEORANGPUN BOLEH MEMBUAT WP UNTUK
DIRINYA SENDIRI. PERFORMING AUHTORITY DAN
OPERATING AUTHORITY TIDAK BOLEH ORANG YANG
SAMA”.
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS
5. CONTRACTOR FOREMAN
1. Pastikan team memahami sifat pekerjaan dan risiko yang
terkandung dalam pekerjaan, dengan melakukan Pre-Job
Meeting di lapangan;
2. Check bahwa semua persyaratan khusus telah
diimplementasikan;
3. Pastikan kondisi fisik anggota team benar-benar fit untuk
mengerjakan pekerjaan;
4. Pastikan bahwa anggota team telah dilatih tentang prosedur
untuk menghadapi keadaan darurat;
5. Pastikan bahwa selama melaksanakan pekerjaan, semua
anggota team selalu mematuhi semua persyaratan yang
disebutkan dalam WP;
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS
5. CONTRACTOR FOREMAN
6. Pastikan bahwa semua pekerjaan selalu dikerjakan dengan
respek terhadap peraturan lingkungan: waste management,
contamination control, spills ...,
7. Hentikan pekerjaan bila dijumpai anomaly, atau kondisi yang
tidak diharapkan, atau memerlukan perubahan atas operasi
yang telah direncanakan;
8. Pastikasn pembatalan atau revalidasi atas permit yang sedang
berjalan dikelola dengan benar;
9. Pastikan bahwa semua pekerja meninggalkan tempat kerja
dalam keadaan rapi dan bersih, apakah dihentikan sementara
atau apakah sudah selesai dengan tuntas;
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS
6. SAFETY AUTHORITY
1. Membantu Operating Authority untuk melakukan Proses
pembuatan WP;
2. Membantu RSES and Operating Authority dalam menentukan:
Prioritas dan batas untuk jumlah simultaneous permits;
3. Menangani “downgraded situations” sebelum menerima
pelaksanaan pekerjaan yang berpotensi bahaya;
4. Mengusulkan tambahan safety precautions demi menghindari
keadaan berkembang menjadi lebih buruk dan membatasi
konsekuensi kemungkinan terjadinya kecelakaan;
5. Mengecek apakah WP register selalu di-up to date dan dijaga
dengan baik;
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS
6. SAFETY AUTHORITY
6. Berpartisipasi dalam pre-job meeting, sejauh yang mungkin
dapat diikuti;
7. Memastikan bahwa PPE yang memadai telah diimplemen-
tasikan;
8. Semua personnel yang telah menerima training Safety
Watchers atau Gas Tester, sesuai dengan apa yang disebutkan
dalam WP benar-benar fit dan efisien untuk pekerjaan
dimaksud;
9. Meningkatkan dan berpartisipasi dalam site inspections dan
WP audits;
10. Mengorganisir pelaksanaan training untuk para petugas
penanda tanganan WP, dan menunjukkan kondisi lokal yang
khusus secara rinci.
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS
7. CERTIFIED GAS TESTER
1. Melakukan gas test dan melaporkan hasilnya
pada main dan complementary WP forms;
2. Memastikan bahwa gas detectors andal,
dikalibrasi dengan benar dan dirawat secara
periodik setiap bulan;
3. Menyelesaikan dan menanda tangani main
dan complementary WP forms.
TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS
8. ELECTRICAL AUTHORITY
1. Memberi wewenang kepada pelaksana inhibition/
isolation dan me-maintain register para pelaksana
inhibition/isolation;
2. Menentukan metoda inhibition/isolation dan
mengidentifikasikan prosedur dan pencegahan yang
harus digunakan untuk inhibition/isolation;
3. Mengontrol status inhibition/isolation;
4. Secara formal mengecek status dari semua kegiatan
terkait sebelum memberikan kewenangan untuk
melepas setiap isolasi.
EXAMPLE WORK PERMIT FORM
USE OF WORK PERMIT FORM
Step Copies SGN Actions
- Fill "Description" box (description of the work, location, contractor in charge, list
Work Permit harus
1-Request
of equipment, …)
Requester
- Attachments: Complementary Permits/Isolation Certificates issued & attached 1.
- Additional documents (sketches, work procedure, isolation procedure, …)
- Job Risk Assessment Report if anticipated as necessary
disimpan sebagai
1, 2, 3, 4,
- Hazard identification of its own activity
Performi
- Proposal of precautions
Assignment of Representative if necessary
ng
-
-
-
Signature of Performing Authority
Hazard identification (operating conditions, interferences, environment) arsip selama 1 tahun,
- Proposal of precautions, tests, measurements
2-Preparation
Authority
dan setelah itu boleh
S&E
- Precautions to prevent escalation of incident
- Checking of complementary permits
- Assignment of S&E Representative, Fire Watch if necessary
- Signature of S&E Authority
1, 2, 3, 4,
Operating
-
-
Hazard identification (interference, environment, …)
Proposal of precautions, tests, measurements, … dihancurkan.
Authority
- Precautions to prevent escalation of incident
- Checking of Complementary permits
- Assignment of Representative if necessary
-
-
Signature of Operating Authority
Decision for validity duration 2. WP setelah ditanda
3-Approval
- Decision of supervision level (Operating & Performing Authority Reps)
tangani harus dire-
- Checking of interferences/compatibility with other planned or on going works
RSES
- Signature of Work Permits for approval
- Signature of Third Party for interface permit area
1, 2, 3, 4, - Signature of Work Permit Register once updating with meeting input
- 4 with S&E Authority for common use with RSES
gistrasi, akan lebih
Registering
- 3 with WP Controller at Work Permit Rack, Board or Site Map
- WP Controller introduces the WP into the Register
baik dimasukkan da-
3, 4,
- WP Controller updates the register at each interruption.
Opening of the Work Permit
- Checking of implementation of precautions
Perform & Ops. Authorities,
- Checking of tests and measurements for positive indications
lam data base di
Ctr Foreman
- Pre-job meeting
5-Performing
- Notify the WP Controller
On site 1, 2 - Signatures of Performing & Operating Authorities, Contractor Foreman
End of Working Shift
- 1 handed over to WP Controller by Performing Authority sistem computer.
Revalidation of the Work Permit
WP Controller 3 - Same precautions and Controls than for Opening Step
35
THANK YOU
FOR BEiNG .SAFE
TODAY