0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan29 halaman

Bab Iv

Dokumen ini menjelaskan hasil penelitian tentang penerapan metode diskusi dalam pembelajaran IPS di kelas IV SDN Ngadri 03, yang dilaksanakan dalam tiga tahap: pratindakan, siklus I, dan siklus II. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa cenderung pasif dan kurang antusias dalam pembelajaran, dengan hanya 25% siswa yang tuntas dalam tes akhir pada tahap pratindakan. Perbaikan dilakukan pada siklus I dengan menggunakan metode diskusi aktif, namun masih terdapat tantangan dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif.

Diunggah oleh

Pak Didit
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan29 halaman

Bab Iv

Dokumen ini menjelaskan hasil penelitian tentang penerapan metode diskusi dalam pembelajaran IPS di kelas IV SDN Ngadri 03, yang dilaksanakan dalam tiga tahap: pratindakan, siklus I, dan siklus II. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa cenderung pasif dan kurang antusias dalam pembelajaran, dengan hanya 25% siswa yang tuntas dalam tes akhir pada tahap pratindakan. Perbaikan dilakukan pada siklus I dengan menggunakan metode diskusi aktif, namun masih terdapat tantangan dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif.

Diunggah oleh

Pak Didit
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

46

BAB IV

PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

Pada bab ini dipaparkan (1) data hasil penelitian dan (2) temuan

penelitian. Secara rinci dijelaskan sebagai berikut.

4.1 Paparan Data

Pada bagian ini dipaparkan penerapan metode diskusi dalam pembelajaran

dan hasil belajar siswa. Penerapan metode diskusi dalam pembelajaran Aktivitas

Ekonomi IPS di kelas IV SDN Ngadri 03 Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar

dilaksanakan oleh peneliti dan dibantu guru mitra sebagai observer. Penelitian

tersebut dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu pratindakan, siklus 1 dan siklus II.

4.1.1 Pratindakan

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap pratindakan adalah melakukan

observasi terhadap pembelajaran IPS yang dilakukan oleh guru kelas IV.

Persiapan yang dilakukan peneliti adalah menyiapkan lembar observasi untuk

mengamati aktivitas siswa dan aktivitas guru selama pembelajaran berlangsung.

Kegiatan observasi pelaksanaan pembelajaran IPS di kelas IV pada tahap

pratindakan dilaksanakan pada hari selasa tanggal 3 Februari 2012. Pelaksanaan

pembelajaran berlangsung selama tiga jam pelajaran yaitu 105 menit.

Kegiatan pembelajaran dimulai pada pukul 09.45 WIB. Guru mengawali

proses pembelajaran dengan mengucapkan salam, do’a dan appersepsi.

Selanjutnya guru menyiapkan buku sumber dan LKS sebelum memulai pelajaran.

46
47

Kegiatan inti, guru memulai pembelajaran dengan menyuruh siswa untuk

membuka buku paket dan membaca buku tersebut. Setelah itu guru memberikan

penjelasan mengenai materi yang dipelajari dengan menggunakan metode

ceramah. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai materi. Selanjutnya

siswa diberi kesempatan bertanya jika kurang memahami materi yang telah

diberikan.

Guru juga memberikan pertanyaan berkaitan dengan materi yang

diberikan. Siswa dibagi menjadi 2 kelompok, kemudian guru memberikan

beberapa soal untuk dikerjakan secara berkelompok. Siswa menjawab pertanyaan

tersebut untuk dikerjakan pada lembar kerja yang diberikan. Jika siswa mengalami

kesulitan pada saat mengerjakan soal maka siswa diperbolehkan membaca

rangkuman materi pada LKS atau pada buku lainnya yang relevan. Pada saat

mengerjakan tugas terlihat hanya beberapa siswa yang mau berdiskusi dengan

temannya. Setelah selesai siswa dan guru membahas hasil pekerjaan siswa dengan

cara siswa membaca pertanyaan dan jawabannya.

Pada saat siswa diminta untuk memberikan tanggapan terhadap hasil

jawaban temannya, tidak ada siswa yang mau memberikan tanggapan. Kegiatan

pembelajaran di akhiri dengan salam, do’a, serta meminta siswa untuk tetap

belajar di rumah. Guru tidak menyimpulkan pembelajaran yang baru saja

dilaksanakan. Situasi yang terlihat yaitu siswa hanya pasif dan kurang antusias

dalam mengikuti pembelajaran, sedangkan guru banyak menggunakan ceramah

dan tidak mengkondisikan siswa dengan pembelajaran yang variatif dan menarik.
48

Pembelajaran yang dilaksanakan, kurang dapat mengembangkan

kemampuan siswa. Metode pembelajaran yang digunakan cenderung hanaya

ceramah dan pemberian tugas. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan mulai dari

kegiatan awal hingga akhir didominasi oleh guru sehingga siswa menjadi pasif

cenderung hanya mendengar ceramah dari guru serta mengikuti perintah dari

guru.

Kegiatan observasi terhadap aktivitas siswa dilakukan secara klasikal.

Hasil observasi aktivitas siswa disajikan dalam tabel 4.1 berikut ini.

Tabel 4.1 Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Tahap Pratindakan

Aspek yang diamati


Nama Tanggung
No Rasa Ingin Tahu Kerjasama Keberanian
Siswa Jawab
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1 Ria Kartika √ √ √ √
2 Novita. J √ √ √ √
3 Tria Setiya √ √ √ √
4 Fani Aulia √ √ √ √
Jumlah 0 1 1 2 0 0 1 3 0 0 1 3 0 0 2 2
Persentase
% 0 4 4 8 0 0 4 12 0 0 4 12 0 0 8 8

% x skor 0 12 8 8 0 0 8 12 0 0 8 12 0 0 16 8
Rata-rata 50,75

Berdasarkan tabel di atas dapat dideskripsikan aktivitas siswa dalam tahap

pratindakan. Pada aspek rasa ingin tahu siswa yang mendapat skor 1 sebanyak 2

siswa (8%), skor 2 sebanyak 1 siswa (4%), skor 3 sebanyak 1 siswa (4%), dan

yang mendapat skor 4 adalah 0 siswa (0%). Pada aspek kerjasama kelompok

siswa yang mendapat skor 1 sebanyak 3 siswa (12%), skor 2 sebanyak 1 siswa

(4%), skor 3 sebanyak 0 siswa (0%), dan yang mendapat skor 4 adalah 0 siswa

(0%). Pada aspek keberanian siswa yang mendapat skor 1 sebanyak 3 siswa
49

(12%), skor 2 sebanyak 1 siswa (4%), skor 3 sebanyak 0 siswa (0%), dan yang

mendapat skor 4 adalah 0 siswa (0%). Pada aspek tanggung jawab siswa yang

mendapat skor 1 sebanyak 2 siswa (8%), skor 2 sebanyak 2 siswa (8%), skor 3

sebanyak 0 siswa (0%), dan yang mendapat skor 4 sebanyak 0 siswa (0%). Rata-

rata nilai aktivitas siswa adalah 50,75%. Dari rata-rata yang diperoleh

menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran memperoleh kriteria

sangat kurang.

Pada akhir pembelajaran siswa diberi tes akhir. Hasil belajar yang

diperoleh siswa disajikan dalam tabel 4.2 berikut.

Tabel 4.2 Hasil Belajar Siswa pada Tahap Pratindakan

Keterangan
No Nama Nilai
Belum Tuntas Tuntas
1 Ria Kartika 55 √
2 Novita. J 66 √
3 Tria Setiya 75 √
4 Fani Aulia 50 √
Jumlah 246 3 1
Persentase (%) - 75 25
Rata-rata 61,50 - -

Data hasil belajar siswa pada tahap pratindakan pada tabel di atas dapat

dideskripsikan jumlah siswa yang tuntas ada 1 siswa (25%). Jumlah siswa yang

belum tuntas ada 3 siswa (75%). Pada akhir pembelajaran guru meminta siswa

untuk mempelajari kembali materi yang telah dipelajari.

Berdasarkan hasil observasi, refleksi dari kegiatan pratindakan adalah (1)

Dalam pelaksanaan pembelajaran guru dari segi persiapan perangkat pembeajaran

berupa kurikulum, silabus, RPP dan tidak ada media dalam pelaksanaan

pembelajaran, (2) Guru belum menggali pengetahuan awal siswa, (3) Selama
50

proses pembelajaran guru cenderung menggunakan metode ceramah, sehingga

sikap kemandirian siswa kurang berkembang, (4) Partisipasi siswa dalam

pembelajaran kurang, banyak siswa yang masih pasif. Pada waktu siswa diberi

kesempatan untuk bertanya, sedikit sekali yang mau bertanya. Siswa masih

kesulitan dalam mengembangkan dan menyampaikan ide-idenya, (5) Selain itu,

siswa juga kurang bekerjasama dengan teman dalam satu kelas. Adanya

kekurangan tersebut merupakan alasan untuk diadakan perbaikan dalam

pelaksanaan pembelajaran.

4.1.2 Paparan Data Siklus I

Paparan data siklus I meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan

refleksi yang diuraikan sebagai berikut.

[Link] Perencanaan

Siklus I, dilaksanakan dengan 2 kali pertemuan, yaitu pada tanggal 10

Februari 2012 dan tanggal 12 Februari 2012. Pembelajaran dilaksanakan dengan

menggunakan metode diskusi aktif menggunakan media gambar. Kegiatan yang

dilaksanakan adalah guru memperbaiki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP), memilih metode pembelajaran yang lebih bervariasi dengan sistem diskusi

kelompok, serta menyiapkan media pembelajaran berupa gambar bentuk aktivitas

ekonomi.

[Link] Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I

Siklus I, dilaksanakan dengan 2 kali pertemuan, yaitu pada tanggal 10

Februari 2012 dan tanggal 12 Februari 2012. Sebelum mengawali kegiatan


51

pembelajaran, peneliti memberikan lembar observasi aktivitas guru dan RPP

selama proses pembelajaran berlangsung kepada guru kelas IV SDN Ngadri 03

Kabupaten Blitar yang bertindak sebagai observer. Pelaksanaan dari masing-

masing tahap pada setiap pertemuan diuraikan sebagai berikut.

[Link] Pertemuan I

Pelaksanaan pembelajaran siklus I petemuan I dilaksanakan pada hari

selasa tanggal 10 Februari 2015.

Pada pertemuan pertama ini peneliti memperkenalkan Bentuk Aktivitas

Ekonomi yang ada di masyarakat dengan menggunakan gambar sebagai media

pembelajaran. Materi pokok pada pertemuan pertama membahas tentang bentuk

aktivitas ekonomi yang menghasilkan pendapatan serta membahas alasan

seseorang untuk bekerja. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan I melibatkan

guru kelas IV sebagai observer. Berdasarkan RPP yang telah disusun, kegiatan

pembelajaran terbagi menjadi 3 tahap kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti

dan kegiatan akhir.

Pada kegiatan awal guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam.

Siswa mengucapkan pancasila, janji murid, dan berdo’a bersama menurut

kepercayaan masing-masing sebelum pelajaran dimulai. Guru mengkondisikan

siswa agar siswa siap menerima pelajaran. Guru memberikan apersepsi ”Anak-

anak,pernahkah kalian melihat orang yang bekerja? Pekerjaan apa saja yang

kalian ketahui? Coba sebutkan!” siswa menjawab dan guru menanggapi jawaban

yang diajukan siswa. Masih sedikit siswa yang mau menjawawabnya, kurang

begitu antusisas. Hal ini dikarenakan pada pertemuan pertama ini merasa masih
52

canggung, masih butuh pedekatan dan penyesuaian antara siswa dengan guru

(peneliti). Sehingga siswa kurang begitu antusias terhadap guru (peneliti).

Guru menjelaskan topik pembelajaran yang akan dipelajari yaitu ”Bentuk

Aktivitas Ekonomi”. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yaitu

menyebutkan bentuk-bentuk aktivitas ekonomi, menjelaskan pengertian masing-

masing bentuk-bentuk aktivitas ekonomi dan menyebutkan hasil dari bentuk-

bentuk aktivitas ekonomi. Siswa diberi tahu bahwa mereka akan belajar

menggunakan metode diskusi. Guru mengemukakan manfaat penguasaan

kompetensi yang akan dicapai melelui pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kegiatan inti, pembelajaran diawali dengan adanya pembagian

kelompok. Siswa dibagi menjadi 2 kelompok dengan setiap kelompok

beranggotakan 2 siswa. Guru memberikan penjelasan tentang pelajaran yang akan

dicapai dan juga memajang media gambar contoh bentuk-bentuk aktivitas

ekonomi. Kemudian, siswa bersama kelompok diminta untuk mengamati contoh

gambar yang sudah dipasang dipapan tulis. Guru berusaha mengakrabkan diri

bersama siswa dengan memberikan penjelaskan sedikit tentang contoh yang sudah

ada.

Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menerapkan metode

diskusi, tiap kelompok diberi lembar kerja kelompok (LKK). Siswa bersama

anggota kelompoknya masing-masing mendiskusikan tugas yang ada pada lembar

kerja.
53

Guru membimbing siswa dalam berdiskusi sebagai langkah pendekatan

diri kepada siswa, setiap kelompok harus bekerjasama untuk menyelesaikan

lembar kerja tersebut. Sebelumnya siswa diberi tahu agar jangan takut salah

menulis jawaban, siswa menyelesaikan lembar kerja dengan cara mengamati

beberapa contoh dari masing-masing bentuk-netuk aktivitas ekonomi. Selama

proses pembelajaran berlangsung guru mengamati aktivitas siswa dalam

berdiskusi. Sebagian besar siswa masih ramai, suasana belum kondusif. Guru

belum mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif, hal ini dikarenakan

siswa masih asing dengan guru baru jadi cenderung menyepelekan dengan

keramaian. Akhirnya guru kelas IV membantu menenangkan siswa yang ramai.

Kegitan selanjutnya adalah pembahasan hasil kerja kelompok.

Pembahasan disajikan dalam bentuk presentasi. Perwakilan kelompok yang

ditunjuk menyampaikan hasil pekerjaan kelompoknya di depan kelas. Kelompok

lain menyimak presentasi temannya dan diberi kesempatan untuk menanggapi dan

bertanya jika berbeda pendapat. Guru membimbing siswa dan menyempurnakan

jawaban siswa yang kurang tepat ketika mempresentasikan hasil kelompoknya.

Siswa diberi kesempatan untuk bertanya jika ada materi yang belum dimengerti.

Dalam bekerja kelompok terdapat 1 kelompok yang salah satu anggotanya

kurang berperan dalam pengerjaan LKK. Hal tersebut mengakibatkan waktu yang

dibutuhkan untuk mengerjakan LKK lebih lama dibandingkan kelompok yang

lain. Untuk memotivasi, siswa yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih awal

maka akan diberikan poin tambahan kepada kelompok tersebut. Ada 1 kelompok

yang termotivasi dan semangat untuk lebih cepat menyelesaiakn LKK.


54

Setelah semua kelompok selesai, masing-masing kelompok secara

bergantian mempresentasikan hasil pekerjaan diskusinya di depan kelas

sedangkan kelompok yang lain menanggapi dan mencatat. Pada kegiatan ini,

hanya sebagian kecil siswa yang memperhatikan sedangkan siswa yang lain sibuk

sendiri dengan pekerjaan yang akan dipresentasikan. Sehingga guru dalam

pertemuan ini berperan lebih banyak dalam memberikan tanggapan terhadap hasil

diskusi siswa.

Pada kegiatan akhir, siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi

yang telah dipelajari. Selanjutnya, guru memberikan evaluasi dalam bentuk soal

yang harus dikerjakan siswa secara individu. Evaluasi terkait materi bentuk

aktivitas ekonomi dan pentingnya memiliki semangat dalam bekerja dan

memotivasi siswa untuk rajin belajar.

Pada pertemuan pertama ini, siswa mengerjajan soal evaluasi trakir cukup

serius. Akan tetapi kondisi kelas masih belum kondusif, masih terdapat siswa

yang sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Sehingga guru memberi pengertian

kepada anak yang sibuk dengan aktivitasnya untuk lebih serius mengerjakan soal

evaluasinya.

Melihat selama pembelajaran masih banyak yang ramai, guru sedikit

memarahi siswa yang tadi ketika pembelajaran masih ramai sendiri. Hal ini

didasarkan atas saran dari guru kelas IV SDN Ngadri 03 Kabupaten Blitar agar

hal tersebut tidak terulang pada pembelajaran berikutnya. Selanjutnya, guru

memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar dan kegitan pembelajaran

diakhiri dengan do’a dan salam.


55

[Link] Pertemuan II

Pelaksanaan pembelajaran siklus I pertemuan II dilaksanakan pada hari

kamis tanggal 12 Februari 2012.

Materi dan prosedur pembelajaran yang akan dilaksanakan tidak jauh

berbeda dengan pertemuan pertama, sedikit perbedaan pada pertemuan kedua ini

beberapa indikator yang dikembangkan. Pelaksanaan pembelajaran pada

pertemuan II melibatkan guru kelas IV sebagai observer. Berdasarkan RPP yang

telah disusun, kegiatanpembelajaran terbagi menjadi 3 tahap kegiatan, yaitu

kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir.

Proses pembelajaran guru membuka pelajaran dengan mengucapkan

salam. Mengkondisikan siswa untuk mengucapkan pancasila, janji murid, dan

berdo’a bersama sebelum pelajaran dimulai. Guru memberikan appersepsi Anak-

anak taukah kalian apa manfaat sumber daya alam? Bagaimanakah cara kita

melestarikan sumber daya alam tersebut?

Pada pertemuan kedua ini siswa sudah tampak menghargai guru, hal ini

tampak ketika siswa menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh guru meskipun

belum benar secara keseluruhan. Siswa juga lebih tampak memperhatikan dan

mendengarkan ketika guru melakukan appersepsi, semua pandangan siswa

mengarah pada guru dan siswa antusias ketika menjawab pertanyaan dari guru.

selanjutnya guru menjelaskan topik pembelajaran yang akan dipelajari yaitu

“Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan

potensi lain didaerahnya”. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran, yaitu 1)

menyebutkan bentuk-bentuk aktivitas ekonomi kehidupan sehari-hari, 2)


56

menjelaskan perlunya melestarikan sumber daya alam, 3) menjelaskan manfaat

sumber daya alam yang ada didaerahnya. Selanjtnya guru mengemukaakn

manfaat penguasaan kompetensi yang akan dicapai melalui pembelajaran dalam

kehidupan sehari-hari.

Memasuki kegiatan inti, pembelajaran diawali dengan guru memberikan

candaan sedikit, hal ini dilakukan sebagai langkah guru untuk lebih mendekatkan

siswa dengan guru agar keakraban siswa dengan guru terjalin. Sehingga siswa

mudah dikontrol dan guru lebih menguasai kelas dan tercipta kondisi kelas yang

lebih kondusif. Akan tetapi guru ketika melakukan becanda menyampaikan

kepada siswa ketika waktunya becanda ya becanda tapi ketika waktunya serius ya

harus serius. Selanjutnya guru memajang gambar aktivitas ekonomi yang

berkaitan dengan kelestarian sumber daya alam sebagai media pembelajaran, ada

2 siswa yang bersedia membantu guru menempelkan media gambar dipapan tulis

tanpa diminta oleh guru. Guru juga memajang contoh masing-masing bentuk

aktivitas ekonomi dan memajang gambar bagaimana melestarikan sumber daya

alam serta akibat dari sumber daya alam yang tidak dilestarikan dipapan tulis.

Siswa diminta mengamati dan mendeskripsikan apa yang siswa amati melalui

media tersebut.

Kegiatan selanjutnya adalah guru membagi siswa ke dalam 2 kelompok

yang terdiri dari 2 siswa dengan anggota yang sama dari kegiatan pada pertemuan

sebelumnya. Tiap kelompok diberi lembar kerja kelompok (LKK) tentang

perlunya melestarikan sumber daya alam dan manfaat sumber daya alam yang ada
57

di daerahnya. Siswa berdiskusi untuk menyelesaikan soal yang ada pada lembar

kerja kelompok.

Siswa mengerjakan LKK bersama kelompoknya dengan bimbingan guru,

akan tetapi masih terdapat siswa yang ramai sendiri dan tidak mau membantu

kelompoknya mengerjakan tugasnya, guru sedikit memarahi sebagai peringatan

kepada siswa yang ramai sendiri. Siswa diberi peringatan kembali agar tidak

ramai dan saling bekerjasama mengerjakan LKK. Kondisi kelas pada awalnya

tidak begitu kondusif, akan tetapi setelah guru memberikan peringatan kepada

siswa agar tidak ramai, kondisi kelas sudah cukup kondusif dan kelompok lain

mengerjakan lebih tenang.

Setelah selesai siswa bersama guru membahas hasil pengerjaan LKK.

Pembahasan dilakukan dengan cara guru menawarkan kepada kelompok yang

bersedia mempresentasikan hasil pekerjaan kelompoknya tanpa ditunjuk. Hal ini

dilakukan untuk mengetahui antusias siswa dan keberanian siswa dalam

pembelajaran.

Ada salah satu kelompok yang mempresentasikan hasil diskusinya, siswa

tampak lebih percaya diri ketika mempresentasikan hasil diskusikan walaupun

jawabannya belum sempurna secara keseluruhan. Sedangkan kelompok yang lain

menyimak presentasi temannya dan diberi kesempatan untuk bertanya jika

berbeda pendapat. Tetapi masih ada anggota kelompok yang kurang

memperhatikan saat kelompok lain membacakan hasil diskusi kelompoknya,

sehingga perlu perhatian dari guru untuk membimbing dan memfokuskan

perhatian anak selama pembelajaran berlangsung.


58

Selanjutnya guru menyempurnakan jawaban siswa yang kurang tepat.

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi

yang belum dipahami. Siswa bersama guru membuat kesimpulan dari materi yang

telah dipelajari.

Pada kegiatan akhir, siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi

yang telah dipelajari. Selanjutnya, siswa diberi lembar test akhir berupa tes tertulis

yang dikerjakan secara individu. Siswa mengerjakan soal evaluasi tampak serius,

keseriusan siswa lebih meningkat daripada pembelajaran sebelumnya. Hal ini

nampak ketika siswa mengerjakan soal evaluasi tidak ramai dan kondisi kelas

sudah kondusif. Setelah selesai mengerjakan soal evaluasi, kemudian siswa

mengumpulkan hasil kerjaanya dimeja guru. dengan dibimbing guru membahas

soal tersebut. Guru memberikan pemantapan tentang materi dan memotivasi siswa

untuk rajin belajar. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan do’a dan mengucap

salam.

4.1.2.5Observasi

Observasi pada siklus I dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung.

Data hasil observasi diperoleh dari aktivitas guru, aktivitas siswa, hasil belajar

siswa, serta nilai akhir siswa. Data tersebut diuraikan sebagai berikut.

1) Hasil observasi aktivitas guru dalam pembelajaran aktivitas ekonomi

Hasil observasi terhadap aktivitas guru dalam pembelajaran aktivitas

ekonomi selama siklus I diperoleh dari observasi selama 2 kali pertemuan. Berikut

tabel akumulasi persentase aktifitas guru dalam melaksanakan pembelajaran pada

siklus I.
59

Tabel 4.3 Rekapitulasi Persentase Aktivitas Guru dalam Pembelajaran Aktivitas Ekonomi
Melalui Penerapan Metode Diskusi Siklus I

No Pelaksanaan Siklus I Persentase Aktivitas Guru dalam Pembelajaran


Aktivitas Ekonomi
1 Pertemuan 1 72%
2 Pertemuan 2 83%
Rata-rata 77%

Berdasarkan tabel 4.3 diketahui bahwa persentase aktivitas guru pada

siklus I pertemuan ke-1 sebesar 72% sedangkan pada pertemuan ke-2 sebesar

83%. Sehingga rata-rata persentase keberhasilan aktivitas guru pada siklus I ini

sebesar 77% dengan kategori keberhasilan baik. Data selengkapnya terdapat pada

lampiran 1 dan 2 halaman.

Pada pelaksanaan siklus I, guru belum melaksanakan pembelajaran

dengan maksimal. Hal itu terlihat dari, terdapat beberapa aspek yang belum

muncul selama pembelajaran. Pada kegiatan awal guru belum mengemukakan

kompetensi yang akan dicapai dan mengaitkan manfaat penguasaan kompetensi

dalam kehidupan siswa. Sedangkan pada kegiatan akhir, guru belum terlihat

memberikan tindak lanjut atas pembelajaran dan belum terlihat mendorong siswa

untuk mengungkapkan kesan-kesan berkaitan dengan pembelajaran yang telah

dilaksanakan.

2) Hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran aktivitas ekonomi

Hasil observasi terhadap aktifitas belajar siswa dalam siklus I pertemuan

1 dan pertemuan 2. Berikut tabel akumulasi persentase aktivitas siswa dalam

pembelajaran pada siklus I.


60

Tabel 4.4 Rekapitulasi Persentase Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Aktivitas Ekonomi
Melalui Penerapan Metode Diskusi Siklus I

No Pelaksanaan Siklus 1 Persentase Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran


Aktivitas Ekonomi
1 Pertemuan 1 60%
2 Pertemuan 2 75%
Rata-rata 67,5%

Berdasarkan tabel 4.4 diketahui bahwa persentase keberhasilan pada

aktivitas siswa dalam pembelajaran sebesar 60% pada pertemuan ke-1 dan pada

pertemuan ke-2 sebesar 75%. Rata-rata dari persentase keberhasilan pada siklus I

aktivitas siswa sebesar 67,5% dengan kategori keberhasilan cukup. Sebagian besar

siswa belum berani mulai dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran

utamanya saat kerja kelompok. Data selengkapnya terdapat pada lampiran 5 dan

6.

3)Nilai hasil belajar siswa dalam pembelajaran aktivitas ekonomi

Hasil belajar siswa selama pembelajaran siklus I dapat dilihat pada

lampiran. Berikut adalah tabel rekapitulasi nilai hasil belajar siswa pada siklus I.

Tabel 4.5 Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Pembelajaran Aktivitas Ekonomi Melalui
Penerapan Metode Diskusi Siklus I

No Pelaksanaan Siklus 1 Rata-Rata Nilai Hasil Belajar Siswa dalam


Pembelajaran Aktivitas Ekonomi
1 Pertemuan 1 75,50
2 Pertemuan 2 73,25
Rata-rata 74,25

Berdasarkan tabel 4.5 diketahui bahwa rata-rata hasil belajar pada

pertemuan ke-1 adalah 71,04 sedangkan pada pertemuan ke-2 sebesar 75,16. Hal

tersebut dapat terjadi karena keakraban siswa dengan guru lebih terjalin daripada
61

pertemuan sebelumnya, sehingga siswa lebih nyaman belajar pada pertemuan

kedua dan didukung kondisi kelas yang lebih kondusif daripada pertemuan

sebelumnya. Suasana belajar lebih nyaman walaupun belum optimal.

4) Nilai akhir siswa dalam pembelajaran aktivitas ekonomi

Nilai akhir siswa dalam pembelajaran aktivitas ekonomi ini diperoleh dari

penggabungan nilai aktivitas siswa, dan nilai hasil belajar siswa setelah itu dibagi

2. Nilai akhir siswa selama pembelajaran siklus I selengkapnya dapat dilihat pada

lampiran 13 dan 14. Berikut adalah tabel rekapitulasi nilai akhir siswa dalam

pembelajaran pada siklus I.

Tabel 4.6 Rekapitulasi Nilai Akhir Siswa Pembelajaran Aktivitas Ekonomi Melalui
Penerapan Metode Diskusi Siklus I

Pertemuan ke Keterangan
Nama Jumlah Rata-rata
I II Belum Tuntas Tuntas
Ria Kartika 84 81 165 82 √
Novita. J 68 65 133 66,5 √
Tria Setiya 82 80 162 81 √
Fani Aulia 68 67 135 67,5 √
Jumlah 302 293 - 297 2 2
Rata-rata 75,5 73,25 - 74,25 - -
Persentase % - - - - 50 50

Berdasarkan tabel 4.6 diketahui bahwa rata-rata nilai akhir siswa pada

pertemuan ke-1 sebesar 75,50 dan pada pertemuan ke-2 sebesar 73,25. Rata-rata

nilai akhir siswa pada siklus I sebesar 74,25. Dari hasil tersebut, terlihat telah

terjadi peningkatan nilai pada siklus I dibandingkan dengan nilai pada

pratindakan. Pada siklus I, siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM sebanyak 2

siswa dengan persentase keberhasilan 50% dan dengan kategori keberhasilan

kurang sebanyak 2 siswa mendapat nilai di bawah KKM dengan persentase 50%.
62

Sedangkan pada pratindakan siswa yang mendapat nilai di atas KKM sebanyak 1

siswa dan 3 siswa mendapat nilai di bawah KKM.

5) Refleksi

Dalam pelaksanaan pembelajaran terdapat kekurangan, kekurangan yang

terdapat pada pelaksanaan pembelajaran siklus I. Berdasarkan hasil observasi

selama pelaksaan tindakan siklus I maka refleksi yang dilakukan sebagai berikut.

(1) Dalam pelaksanaan pembelajaran, penjelasan yang disampaikan guru

mengenai langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode diskusi kurang

dapat dipahami siswa dengan optimal, (2) Apresepsi yang diberikan guru terlalu

panjang, (3) Siswa masih kurang baik dan masih ramai dalam kegiatan diskusi

kelompok. Siswa juga masih malu dalam memberikan jawaban atau pertanyaan.

Guru masih kurang dalam pembimbingan kegiatan proses belajar siswa, (5) Guru

masih belum menguasai kelas secara optimal, sehingga dalam pembelajaran masih

terdapat siswa yang ramai dan kondisi kelas belum kondusif.

Dari pelaksanaan pembelajaran pada siklus I tentang aktivitas ekonomi di

kelas IV SDN Ngadri 03 Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar dirumuskan hal-

hal yang hendaknya diperbaiki agar pelaksanaan pembelajaran selanjutnya

menjadi lebih baik. Hal-hal yang hendaknya diperbaiki (1) guru harus lebih

memperjelas langkah-langkah menggunakan metode diskusi, (2) guru perlu

mengurangi appersepsi, (3) guru perlu memperbaiki cara mengelola kelas agar

siswa tidak ramai sendiri ketika pembelajaran, dan (5) guru harus meningkatkan

penguasaan kelas. Berdasarkan hasil refleksi siklus I, peneliti bersama guru kelas
63

IV SDN Ngadri 03 Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar mengadakan perbaikan

pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus yang kedua.

4.1.3 Paparan Data Siklus II

Paparan data siklus II meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan

refleksi yang diuraikan sebagai berikut.

[Link] Perencanaan

Kegiatan pembelajaransiklus II dilaksanakan selama II kali pertemuan ,

yaitu pada tanggal 17 Februari 2012 dan tanggal 24 Februari 2012. Pada tahap

ini, kegiatan yang dilakukan peneliti bersama dengan guru kelas IV SDN Ngadri

03 Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar sama seperti pada siklus I yaitu

menyiapkan instrumen-instrumen yang digunakan dalam penelitian di antaranya

menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), selain itu juga menyiapkan

media dan sumber belajar serta menyusun instrumen penilaian pembelajaran,

format pengamatan aktivitas guru dalam proses pembelajaran terlampir pada

lampiran, dan format pengamatan aktivitas siswa selama pembelajaran

berlangsung terlampir pada lampiran dengan menerapkan metode diskusi

kelompok pada pembelajaran aktivitas ekonomi.

[Link] Pelaksanaan

Sebelum mengawali kegiatan pembelajaran, guru kelas IV SDN Ngadri

03 Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar yang bertindak sebagai observer diberi

lembar observasi aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran


64

berlangsung. Pelaksanaan dari masing-masing tahap pada setiap pertemuan

dijelaskan sebagai berikut.

[Link] Pertemuan I

Pelaksanaan pembelajaran aktivitas ekonomi siklus II pertemuan I

dilaksanakan 17 Februari 2012. Materi yang akan dipelajari adalah Aktivitas

Ekonomi tentang pengelolaan aktivitas ekonomi. Langkah pembelajaran tidak

berbeda pada siklus I yakni menggunakan metode diskusi kelompok. Pelaksanaan

pembelajaran pada pertemuan I melibatkan guru mitra sebagai observer.

Berdasarkan RPP yang telah disusun, kegiatan pembelajaran terbagi

menjadi 3 tahap kegiatan, yakni kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir.

Pada kegiatan awal diawali dengan guru membuka pelajaran dengan

mengucapkan salam. Siswa dikondisikan untuk berdo’a bersama menurut

kepercayaan masing-masing, mengucapkan pancasila dan janji murid.

Guru melakukan pengecekan terhadap kahadiran siswa dan guru juga

memberikan bercandaan ringan, guru memberikan pertanyaan terkait

pembelajaran pada siklus I. Hal ini dilakukan untuk mengingatkan dan

meningkatkan pemahaman siswa tentang aktivitas ekonomi, siswa terlihat antusias

menjawab pertanyaan. Selanjutnya, guru melakukan apersepsi ”Anak-anak taukan

kalian bagaimana mengelola aktivitas ekonomi? Bagaimana caranya? Siapa yang

tahu angkat tangan. Pada pertemuan pertama siklus II ini semua pandangan siswa

mengarah pada guru dan siswa terlihat berani mengangkat tangan untuk

menjawab.
65

Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yaitu 1) dapat menyebutkan

bagaimana cara pengelolaan aktivitas ekonomi, 2) dapat menjelaskan pengertian

masing-masing pengelolaan aktivitas ekonomi, 3) dapat menyebutkan kelebihan

dan kelemahan masing-masing pengelolaan aktivitas ekonomi.

Memasuki kegiatan inti, pembelajaran diawali dengan guru membagi

siswa ke dalam 2 kelompok yang terdiri dari 2 siswa. Pada pembelajaran pertama

siklus II ini sedikit berbeda dengan pembelajaran siklus I, guru memakai video

sebagai media pembelajaran. Siswa diputarkan video contoh pengelolaan aktivitas

ekonomi. Siswa diminta untuk mengamati contoh tersebut.

Siswa tampak serius mengamati video pengelolaan aktivitas ekonomi,

siswa sudah cukup tenang, akan tetapi masih juga terdapat 2 anak yang sibuk

dengan aktivitasnya sendiri. Guru mengingatkan ketika waktunya serius ya serius.

Selanjutnya, guru memberikan sedikit cerita dan penjelasan yang berkaitan

dengan pengelolaan aktivitas ekonomi. Siswa diberikan LKK untuk diskusikan

bersama kelompoknya tentang bagaimana pengelolaan aktivitas ekonomi.

Kemudian siswa bersama kelompoknya berdiskusi untuk menambah pengetahuan

siswa dan menuliskan hasil diskusi dilembaran kerja kelompok dengan bimbingan

guru.

Diskusi kelompok pada pertemuan I siklus II ini sudah kondusif, siswa

sudah bekerja baik dengan kelompoknya. Dalam diskusi kali ini guru mendapati 1

kelompok yang sempat beradu argumen tentang jawaban, sehingga guru

memberikan bimbingan dan memberikan pengertian tentang saling menghormati

antar siswa. Akhirnya siswa mengerti dan saling menghargai ketika ada perbedaan
66

jawaban. Pada pertemuan ini siswa sudah bisa dikondisikan, guru sudah mampu

menguasai kelas dan diskusi kelompok sudah konsusif. Selesai mengerjakan LLK,

dengan bimbingan guru siswa antusias mempresentasikan didepan kelas dan

menuliskan hasil diskusinya dipapan tulis, hal ini dilakukan untuk mempermudah

siswa lain mencatatnya. Siswa yang mempresentasikan hasil diskusinya mendapat

poin tambahan.

Siswa tampak serius mendengarkan pembahasan pembelajaran yang

dilaksanakan dan guru sudah mapu menguasai kelas. Selanjutnya pada akhir

kegiatan inti, guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan mengenai

materi telah dipelajari. Kemudian guru memberikan evaluasi dalam bentuk soal

yang hasus dikerjakan oleh siswa secara individu. Soal evaluasi terkait materi

pengelolaan aktivitas ekonomi.

Siswa mengerjakan evaluasi akir, terdapat siswa yang berbicara dengan

temannya ketika mengerjakan soal. Guru mengingatkan waktunya serius dalam

mengerjakan soal evaluasi akhir. Selesai mengerjakan, siswa mengumpulkan

dimeja guru. Selanjutnya siswa menyampaikan kesan terhadap pembelajaran yang

telah dilaksanakan. Dalam kegiatan refleksi, siswa tampak mulai berani untuk

mengungkapkan pendapatnya mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Setelah kegiatan refleksi, guru memberikan motivasi untuk rajin belajar. Kegiatan

belajar diakhiri dengan do’a dan salam.

[Link] Pertemuan II

Pelaksanaan pembelajaran siklus II pertemuan I dilaksanakan pada hari

selasa tanggal 24 Februari 2012. Pertemuan kedua pada siklus II diawali dengan
67

pengarahan dari guru bahwa apa yang dilakukan dan diajarkan adalah kelanjutan

dari kegiatan sebelumnya, yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode

diskusi. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam. Siswa

dikondisikan untuk berdo’a bersama. Guru memberikan pertanyaan tenteng

pembelajaran sebelumnya, Hal ini dimaksudkan agar siswa mengingat kembali

dan memahami apa yang telah dipelajari sebelumnya. Siswa nampak

memperhatikan ketika guru melakukan appersepsi ’’anak-anak kalian tau apa itu

pengertian dari aktivitas produksi, distribusi dan konsumsi? Coba siapa yang

tahu?”, semua pandangan mengarah pada guru siswa terlihat antusias ketika

menjawab pertanyaan dari guru .

Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yaitu: (1) mengerti

pengertian aktivitas ekonomi produksi, distribusi dan konsumsi, ( 2) dapat

menjelaskan pengertian aktivitas ekonomi produksi, distribusi dan konsumsi, ( 3)

dapat menyebutkan contoh aktivitas ekonomi produksi, konsumsi dan distribusi

dilingkungan sekitar. Guru memberikan bercandaan sedikit agar suasana tidak

terlalu tegang.

Pada kegiatan inti, pembelajaran diawali denganguru membagi siswa ke

dalam 2 kelompok yang terdiri dari 2 siswa. Siswa diputarkan video contoh

aktivitas ekonomi produksi, distribusi dan konsumsi. Siswa diminta untuk

mengamati contoh tersebut. Siswa nampak serius memperhatikan, guru sudah

mampu menguasai kelas.

Tiap kelompok diberi lembar kerja kelompok (LKK). Setelah itu, dengan

bimbingan guru siswa bersama anggotanya kelompoknya masing-masing


68

mendiskusikan tugas yang ada pada lembar kerja. Setiap anggota kelompok harus

bekerjasama untuk menyelesaikan tugas tersebut. Pada pertemuan kali ini siswa

sudah tidak ramai sendiri, kondisi kelas sudah bisa dikendalikan oleh guru. Ada

ketika berdiskusi siswa sedikit ramai mengenai jawaban yang akan ditulis

dilembar jawaban.

Selesai mengerjakan LKK dilakukan pembahasan terhadap hasil

pembelajaran siswa. Pembahasan dilakukan dengan cara sukarela kelompok yang

bersedia menyampaikan hasil pekerjaannya, diberi kesempatan untuk

mempresentasikan didepan kelas dan diberi poin. bagi kelompok yang mendapat

poin terbanyak akan diberi hadiah. Siswa antusias mempresentasikan didepan

kelas. Kelompok lain menyimak presentasi temannya dan diberi kesempatan

untuk bertanya jika berbeda pendapat. Guru menyempurnakan jawaban siswa

yang kurang tepat. Siswa bersama guru membuat kesimpulan dari materi yang

telah dipelajari.

Pada kegiatan akhir, siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi

yang telah dipelajari. Selanjutnya, siswa diberi lembar test akhir berupa tes tertulis

yang dikerjakan secara individu.

Siswa mengerjakan soal tes akhir dengan serius, kondisi kelas yang

kondusif dan tenang mempermudah siswa untuk mengerjakan soal. Setelah selesai

mengerjakan soal, siswa mengumpulkan hasil test akhir dimeja guru. Selanjutnya

guru memberikan pemantapan tentang materi dan memotivasi siswa untuk rajin

belajar. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan do’a dan mengucap salam.


69

[Link] Observasi

Observasi pada siklus II dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung.

Data hasil observasi diperoleh dari aktivitas guru, aktivitas siswa, hasil belajar

siswa, serta nilai akhir siswa. Data tersebut diuraikan sebagai berikut

1) Hasil observasi aktivitas guru dalam pembelajaran aktivitas ekonomi

Hasil observasi terhadap aktivitas guru dalam pembelajaran aktivitas

ekonomi selama siklus II diperoleh dari observasi selama 2 kali pertemuan.

Berikut tabel akumulasi persentase aktifitas guru dalam melaksanakan

pembelajaran pada siklus II.

Tabel 4.7 Rekapitulasi Persentase Aktivitas Guru dalam Pembelajaran Aktivitas Ekonomi
Melalui Penerapan Metode Diskusi Siklus II

No Pelaksanaan Siklus II Persentase Aktivitas Guru dalam Pembelajaran


Aktivitas Ekonomi
1 Pertemuan 1 94%
2 Pertemuan 2 100%
Rata-rata 97%

Berdasarkan tabel 4.7 diketahui bahwa persentase dari aktivitas guru

pada siklus II pertemuan ke-1 sebesar 94% sedangkan pada pertemuan ke-2

sebesar 100%. Sehingga rata-rata persentase keberhasilan aktivitas guru pada

siklus I ini sebesar 97% dengan kategori keberhasilan sangat baik. Hasil observasi

selengkapnya terdapat pada lampiran 3 dan 4.

Pembelajaran aktivitas ekonomi melalui penerapan metode diskusi yang

dilakukan guru dalam siklus II, sudah dilakukan dengan semaksimal mungkin

walaupun masih terdapat aspek yang belum muncul dalam pembelajaran pada

pertemuan ke-1 siklus II.


70

2) Hasil observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Aktivitas Ekonomi

Hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa dalam siklus II

pertemuan 1 dan pertemuan 2 terdapat pada lampiran. Rekapitulasi persentase

aktivitas siswa dalam pembelajaran aktivitas ekonomi dapat dilihat pada tabel

berikut.

Tabel 4.8 Rekapitulasi Persentase Aktivias Siswa dalam Pembelajaran Aktivitas Ekonomi
Melalui Penerapan Metode Diskusi siklus II

No Pelaksanaan Siklus II Persentase Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran


Aktivitas Ekonomi
1 Pertemuan 1 81%
2 Pertemuan 2 84%
Rata-rata 82,5%

Berdasarkan tabel 4.8 diketahui bahwa persentase keberhasilan aktivitas

siswa dalam pembelajaran sebesar 81% pada pertemuan ke-1 dan pada pertemuan

ke-2 sebesar 84%. Rata-rata dari persentase keberhasilan aktivitas siswa pada

siklus II adalah sebesar 82,5% dengan kategori keberhasilan baik. Sebagian besar

siswa sudah memahami aktivitas ekonomi.

3) Nilai Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Aktivitas Ekonomi

Hasil belajar siswa selama pembelajaran siklus II dapat dilihat pada

lampiran. Rekapitulasi nilai hasil belajar siswa pada siklus II dapat dilihat pada

tabel berikut.
71

Tabel 4.9 Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Pembelajaran Aktivitas Ekonomi Melalui
Penerapan Metode Diskusi Siklus II

No Pelaksanaan Siklus II Rata-Rata Nilai Hasil belajar Siswa dalam


Pembelajaran Aktivitas Ekonomi
1 Pertemuan 1 83,5
2 Pertemuan 2 93,5
Rata-rata 88,5

Berdasarkan tabel 4.9 diketahui bahwa rata-rata nilai hasil belajar pada

pertemuan ke-1 adalah 83,5 sedangkan pada pertemuan ke-2 sebesar 93,5. Rata-

rata nilai hasil belajar pada siklus II ini adalah 88,5 dengan kategori keberhasillan

baik. Siswa sudah memahami tentang aktivitas ekonomi.

4) Nilai Akhir Siswa dalam Pembelajaran Aktivitas Ekonomi

Nilai akhir siswa dalam pembelajaran aktivitas ekonomi ini diperoleh dari

penggabungan nilai aktivitas siswa, dan nilai hasil belajar siswa setelah itu dibagi

2. Nilai akhir siswa selama pembelajaran siklus II dapat dilihat pada lampiran 15

dan 16. Berikut adalah tabel rekapitulasi nilai akhir siswa dalam pembelajaran

pada siklus II.

Tabel 4.10 Rekapitulasi Nilai Akhir Siswa Pembelajaran Aktivitas Ekonomi Melalui
Penerapan Metode Diskusi Siklus II

Pertemuan ke Keterangan
No Nama Jumlah Rata-rata
I II Belum Tuntas Tuntas
1 Ria Kartika 86 92 178 89 √
2 Novita. J 80 96 176 88 √
3 Tria Setiya 85 90 175 87,5 √
4 Fani Aulia 83 96 179 89,5 √
Jumlah 334 374 - 354 0 4
Rata-rata 83,5 93,5 - 88,5
Persentase % - - - - 0 100
72

Berdasarkan tabel 4.10 diketahui bahwa terjadi peningkatan pada rata-rata

nilai akhir siswa yaitu dari 83,5 pada pertemuan ke-1 menjadi 93,5 pada

pertemuan ke-2. Rata-rata nilai akhir siswa pada siklus II sebesar 88,5 . Pada

siklus II siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM sebanyak 4 siswa dengan

persentase keberhasilan 100 % dengan kategori keberhasilan sangat baik.

5) Refleksi

Dari pelaksanaan pembelajaran mengenai aktivitas ekonomi melalui

penerapan metode diskusi pada siklus II ini menunjukkan peningkatan mulai dari

aktivitas guru, aktivitas siswa, pemahaman dan hasil belajar siswa. Hal tersebut

didukung oleh data-data yang diperoleh yaitu (1) guru sudah melakukan

pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat, namun pada pertemuan ke-1

siklus II guru masih belum bisa menguasai kelas secara optimal, (2) ) peningkatan

tersebut juga terjadi pada siswa, hal itu dapat dilihat dari sikap siswa dalam

pembelajaran menjadi bersemangat dan antusias, tidak ramai sendiri,

menyelesaikan tugas tepat waktu dan kerjasama ketika berdiskusi juga baik, (3)

siswa sudah mampu menjawab pertanyaan, menjelaskan, memberi contoh dan

mengomentari terkait pembelajaran aktivitas ekonomi, (4) hasil belajar siswa

meningkat, 4 siswa mendapatkan nilai di atas KKM. Dengan demikian peneliti

menghentikan penelitian pada siklus II ini karena peneliti merasa target yang

diinginkan sudah tercapai.


73

4.2 Temuan Penelitian

Berdasarkan observasi yang dilakukan selama pembelajaran pada siklus I

dan siklus II, peneliti mencatat beberapa temuan penelitian yang diluar dari

perencanaan. Adapun hasil temuan penelitian tersebut adalah sebagai berikut.

4.2.1 Siklus I

Selama dilakukan penelitian siklus I diperoleh temuan yaitu: (1)

Dalam pelaksanaan pembelajaran, penjelasan yang disampaikan guru mengenai

langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode diskusi kurang dapat

dipahami siswa dengan optimal, (2) Apresepsi yang diberikan guru terlalu

panjang, (3) Siswa masih kurang baik dan masih ramai dalam kegiatan diskusi

kelompok. Siswa juga masih malu dalam memberikan jawaban atau pertanyaan.

Guru masih kurang dalam pembimbingan kegiatan proses belajar siswa, (4) Guru

masih belum menguasai kelas secara optimal, sehingga dalam pembelajaran masih

terdapat siswa yang ramai dan kondisi kelas belum kondusif, (5) rata-rata

persentase aktivitas guru sebesar 76%, (6) rata-rata nilai hasil belajar siswa

sebesar 74,25, (7) rata-rata persentase aktivitas siswa sebesar 67,5%.

4.2.2 Siklus II

Pada pelaksanaan tindakan siklus II diperoleh temuan, yaitu : (1) guru

sudah melakukan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat, (2) )

peningkatan tersebut juga terjadi pada siswa, hal itu dapat dilihat dari sikap siswa

dalam pembelajaran menjadi bersemangat dan antusias, tidak ramai sendiri,

menyelesaikan tugas tepat waktu dan kerjasama ketika berdiskusi juga baik, (3)

siswa sudah mampu menjawab pertanyaan, menjelaskan, memberi contoh dan


74

mengomentari terkait pembelajaran aktivitas ekonomi, (4) Rata-rata persentase

keberhasilan aktivitas guru sebesar 96%, (5) Hasil belajar siswa meningkat, 4

siswa mendapatkan nilai di atas KKM, (6) Rata-rata nilai hasil belajar siswa

sebesar 88,5%, (7) Rata-rata persentase keberhasilan aktivitas siswa sebesar

82,5%.

4.2.3 Temuan Lengkap

Pembelajaran aktivitas ekonomi melalui penerapan metode diskusi dapat

meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa karena melalui diskusi siswa

dapat bertukar informasi bersama temanya, saling berpendapat antar teman. Hal

tersebut terbukti dengan terjadinya peningkatan aktivitas guru dan siswa dalam

pembelajaran. Nilai siswa mengalami peningkatan pada pratindakan rata-rata

61,50% dengan persentase ketuntasan 25%, siklus I nilai rata-rata 74,25 dengan

persentase ketuntasan 50%, dan siklus II nilai rata-rata 89,5 dengan persentase

ketuntasan 100%. Peningkatan persentase ketuntasan dari siklus I ke siklus II

sebesar 48%. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada lampiran.

Anda mungkin juga menyukai