0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan142 halaman

2022

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh model pembelajaran Think Talk Write (TTW) yang dibantu oleh GeoGebra terhadap pemahaman konsep matematis siswa kelas XI IPA di SMA Negeri Kaureh, Kabupaten Jayapura. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, dan hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep matematis siswa setelah penerapan model ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap metode pembelajaran matematika di sekolah.

Diunggah oleh

SATRAMA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan142 halaman

2022

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh model pembelajaran Think Talk Write (TTW) yang dibantu oleh GeoGebra terhadap pemahaman konsep matematis siswa kelas XI IPA di SMA Negeri Kaureh, Kabupaten Jayapura. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, dan hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep matematis siswa setelah penerapan model ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap metode pembelajaran matematika di sekolah.

Diunggah oleh

SATRAMA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

No.

Reg: 221150000058859

LAPORAN HASIL PENELITIAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW)


BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN
KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI
KAUREH KABUPATEN JAYAPURA

KETUA PENELITI:
Dr. Drs. SABAR PODU. M.H.I.
(ID. 2030191054632)

ANGGOTA:
SATRAMA ROYAL HADINATA, [Link].
(ID. 20301911220809)

KLASTER KEGIATAN : PENELITIAN DASAR PROGRAM STUDI/PT


BID. ILMU KAJIAN : PENDIDIKAN MATEMATIKA
SUMBER DANA : DIPA IAIN FATTAHUL MULUK PAPUA 2022

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) FATTAHUL MULUK PAPUA
TAHUN 2022
LEMBARAN IDENTITAS DAN PENGESAHAN LAPORAN PENELITIAN
1. a. Judul : Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk
Write (TTW) Berbantuan Geogebra Terhadap
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh
Kabupaten Jayapura
b. Klaster : Penelitian Dasar Program Studi/PT
c. No. Registrasi : 221150000058859
d. Bid. Ilmu Kajian : Pendidikan Matematika

2. Peneliti/Ketua Pelaksana
a. Nama Lengkap : Dr. Drs. Sabar Podu. M.H.I.
b. NIDN : 2014106501
c. ID Peneliti : 2030191054632
Anggota Peneliti
a. Nama Lengkap : Satrama Royal Hadinata, [Link].
c. NIDN : 2010058603
d. ID Peneliti : 20301911220809

3. Lokasi Kegiatan : SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura


4. Tahun Pelaksanaan : 2022
5. Jumlah Anggaran Biaya : Rp. 33.000.000,-
6. Sumber Dana : DIPA IAIN Fattahul Muluk Papua Tahun 2022
7. Output dan Outcome : a. Laporan Penelitian; b. Publikasi Ilmiah;
c. HKI

Jayapura, 12 Desember 2022


Mengetahui,
Ketua LP2M IAIN Fattahul Muluk Papua, Peneliti,

Dr. M. Syukri Nawir, [Link].I., [Link]. Dr. Drs. Sabar Podu. M.H.I.
NIP. 197604102006041007 NIP. 196510142005011001

Menyetujui,
Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua,

Dr. H. Marwan Sileuw, [Link]., [Link].


NIP. 197404042005011010

i
PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA ILMIAH
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Dr. Drs. Sabar Podu. M.H.I.
NIDN : 2014106501
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Tempat/Tgl. Lahir : Gorontalo, 14 Oktober 1965
Alamat : Kelurahan Waena Kecamatan Heram Kota Jayapura Papua
Fakultas/Prodi : Fakultas Syariah
Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penelitian yang berjudul:
“Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Berbantuan
Geogebra Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas
XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura” adalah benar-benar karya asli
saya yang dihasilkan melalui kegiatan yang memenuhi kaidah dan metode ilmiah
secara sistematis sesuai otonomi keilmuan dan budaya akademik serta diperoleh dari
pelaksanaan penelitian pada klaster Penelitian Dasar Program Studi/PT yang dibiayai
sepenuhnya dari DIPA IAIN Fattahul Muluk Papua Tahun Anggaran 2022. Apabila
terdapat kesalahan dan kekeliruan di dalamnya, sepenuhnya menjadi tanggung jawab
saya.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.

Jayapura, 12 Desember 2022

Saya yang Membuat Pernyataan,


Ketua Peneliti,

Dr. Drs. Sabar Podu. M.H.I.


NIP. 196510142005011001

ii
ABSTRAK
Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Berbantuan
Geogebra Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa
Kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura

Ketua Peneliti:
Sabar Podu
Anggota Peneliti:
Satrama Royal Hadinata

Kemampuan pemahaman konsep matematis masih sangat perlu untuk


dikembangkan dan ditingkatkan. Permasalahan rendahnya kemampuan
pemahaman konsep matematis pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh
Kabupaten Jayapura mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang salah dalam proses
pembelajaran. Untuk itu, peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran Think
Talk Write (TTW) dan media pembelajaran GeoGebra. Pendekatan penelitian ini
adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dan dengan desain pretest-
posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas siswa
kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura dengan teknik pengambilan
sampel adalah total sampling. Teknik pengumpulan data adalah tes berbentuk
pilihan ganda. Teknik analisis data adalah statistik deskriptif dan statistik
inferensial (uji prasyarat (uji normalitas menggunakan metode analisis lilliefors
dan uji homogenitas menggunakan metode analisis fisher dan uji hipotesis
menggunakan metode analisis gain ternormalisasi (n-gain) dan independent
sample t test). Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji dua pihak independent
sample t test diketahui bahwa tolak H0 dan terima H1 sehingga dapat disimpulkan
bahwa terdapat pengaruh model pengaruh model pembelajaran Think Talk Write
(TTW) berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis
siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura pada tingkat
kepercayaan 95%.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW); Geogebra;
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis

iii
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT dan salawat beriring salam penulis
persembahkan kepangkuan alam Nabi Muhammad SAW, karena dengan rahmat dan
hidayah-Nya penulis telah dapat menyelesaikan laporan penelitian dengan judul
“Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Berbantuan
Geogebra Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas
XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura”.
Dalam proses penelitian dan penulisan laporan ini tentu banyak pihak yang
ikut memberikan motivasi, bimbingan dan arahan. Oleh karena itu, penulis tidak lupa
menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua;
2. Ketua LP2M IAIN Fattahul Muluk Papua;
3. Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan IAIN Fattahul Muluk Papua;
4. Kepala Sekolah SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura;
5. Guru Matematika SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura;
6. Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura;
Akhirnya hanya Allah SWT yang dapat membalas amalan dan
menjadikannya sebagai amal yang baik. Harapan penulis, semoga hasil penelitian ini
bermanfaat dan menjadi salah satu amalan penulis yang diperhitungkan sebagai ilmu
yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Jayapura, 12 Desember 2022

Ketua Peneliti,

Dr. Drs. Sabar Podu. M.H.I.


NIP. 196510142005011001

iv
DAFTAR ISI
LEMBARAN IDENTITAS DAN PENGESAHAN LAPORAN PENELITIAN i
PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA ILMIAH ............................................. ii
ABSTRAK ......................................................................................................... iii
KATA PENGANTAR ....................................................................................... iv
DAFTAR ISI ...................................................................................................... v
DAFTAR TABEL.............................................................................................. vii
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... viii
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... ix
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 4
1.3 Tujuan Penelitian .................................................................................. 5
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................ 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori .......................................................................................... 7
2.1.1 Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) ............................ 7
2.1.2 Media Pembelajaran GeoGebra .................................................. 13
2.1.3 Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis ............................. 20
2.2 Penelitian Terdahulu yang Relevan ...................................................... 23
2.3 Kerangka Konseptual Penelitian ........................................................... 26
2.4 Hipotesis Penelitian .............................................................................. 27
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian ........................................................... 28
3.2 Populasi dan Sampel ............................................................................. 29
3.2.1 Populasi ....................................................................................... 29
3.2.2 Sampel ......................................................................................... 29
3.3 Variabel Penelitian ................................................................................ 30
3.3.1 Variabel Independen .................................................................... 30
3.3.2 Variabel Dependen ...................................................................... 30
3.4 Jenis dan Sumber Data .......................................................................... 30

v
3.4.1 Data Primer.................................................................................. 30
3.4.2 Data Sekunder ............................................................................. 31
3.5 Teknik Pengumpulan Data .................................................................... 31
3.6 Instrumen Penelitian ............................................................................. 31
3.6.1 Jenis Instrumen Penelitian ........................................................... 32
3.6.2 Pengembangan Instrumen Penelitian .......................................... 32
3.6.3 Uji Instrumen Penelitian .............................................................. 32
3.7 Teknik Analisis Data............................................................................. 35
3.7.1 Deskriptif ..................................................................................... 35
3.7.2 Inferensial .................................................................................... 35
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian ..................................................................................... 39
4.1.1 Deskripsi Data ............................................................................. 39
4.1.2 Analisis Data ............................................................................... 42
4.2 Pembahasan........................................................................................... 45
4.2.1 Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Menggunakan
Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Berbantuan GeoGebra
Kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura............ 45
4.2.2 Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Menggunakan
Model Pembelajaran Konvensional Kelas XI IPA SMA Negeri
Kaureh Kabupaten Jayapura ........................................................ 46
4.2.3 Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Berbantuan
Geogebra Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura . 47
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ........................................................................................... 51
5.2 Saran ..................................................................................................... 51
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 53

vi
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1.1 Hasil Tes Kemampuan Awal Pemahaman Konsep Matematis ................. 1
3.1 Desain Pretest-Posttest Control Group Design ......................................... 28
3.2 Populasi Penelitian .................................................................................... 29
3.3 Interprestasi Nilai rxy.................................................................................. 33
3.4 Interprestasi Nilai P ................................................................................... 33
3.5 Interprestasi Nilai D................................................................................... 34
3.6 Interprestasi Nilai r11.................................................................................. 35
4.1 Rekapitulasi Hasil Pretest-Posttest Kelas Eksperimen ............................. 41
4.2 Rekapitulasi Hasil Pretest-Posttest Kelas Kontrol .................................... 41
4.3 Hasil Uji Normalitas .................................................................................. 42
4.4 Hasil Uji Homogenitas .............................................................................. 43
4.5 Hasil Uji Signifikan Skor Pretest-Posttest ................................................ 43
4.6 Hasil Uji Hipotesis..................................................................................... 44

vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
2.1 Tampilan Menu Utama Aplikasi GeoGebra.............................................. 19
2.2 Kerangka Konseptual Penelitian................................................................ 26
2.3 Rekapitulasi Persentase Hasil Pretest-Posttest Untuk Setiap Indikator
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Kelas Eksperimen ............. 44
2.4 Rekapitulasi Persentase Hasil Pretest-Posttest Untuk Setiap Indikator
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Kelas Kontrol .................... 46
2.5 Rekapitulasi Persentase Hasil Posttest Untuk Setiap Indikator Kemampuan
Pemahaman Konsep Matematis Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol .... 48

viii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Silabus ....................................................................................................... 56
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Eksperimen ................. 59
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Kontrol ........................ 66
4. Kisi-Kisi Soal Uji Coba ............................................................................. 72
5. Soal Uji Coba............................................................................................. 75
6. Kunci Jawaban Soal Uji Coba ................................................................... 83
7. Distribusi Hasil Uji Coba Soal .................................................................. 84
8. Perhitungan Validitas Hasil Uji Coba Soal ............................................... 86
9. Perhitungan Tingkat Kesukaran Hasil Uji Coba Soal ............................... 87
10. Perhitungan Daya Pembeda Hasil Uji Coba Soal ...................................... 88
11. Tabulasi Hasil Uji Coba Soal .................................................................... 89
12. Perhitungan Reliabilitas Hasil Uji Coba Soal............................................ 90
13. Kisi-Kisi Soal Pretest-Posttest .................................................................. 91
14. Soal Pretest-Posttest .................................................................................. 94
15. Kunci Jawaban Soal Pretest-Posttest ........................................................ 101
16. Skor Pretest Kelas Eksperimen ................................................................. 102
17. Skor Pretest Kelas Kontrol ........................................................................ 103
18. Skor Posttest Kelas Eksperimen ................................................................ 104
19. Skor Posttest Kelas Kontrol ...................................................................... 105
20. Uji Normalitas ........................................................................................... 106
21. Uji Homogenitas ........................................................................................ 108
22. Uji Signifikan Skor Pretest-Posttest Kemampuan Pemahaman Konsep
Matematis .................................................................................................. 111
23. Uji Hipotesis .............................................................................................. 115
24. Tabel Z Standard Normal Probabilities .................................................... 117
25. Tabel Nilai Kritis L untuk Uji Liliefors ..................................................... 119
26. Tabel t ........................................................................................................ 120
27. Tabel F ....................................................................................................... 122
28. Dokumentasi Penelitian ............................................................................. 123

ix
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kemampuan siswa dalam memahami konsep-konsep matematika
merupakan modal awal bagi siswa untuk menyelesaikan segala bentuk
persoalan dalam matematika. Pemahaman konsep matematis adalah
kemampuan siswa yang berupa penguasaan sejumlah materi pelajaran
matematika, di mana siswa tidak sekedar mengetahui atau mengingat sejumlah
konsep yang dipelajari, tetapi mampu mengungkapkan kembali dalam bentuk
lain yang mudah dimengerti, memberikan interprestasi data, dan mampu
mengaplikasikan konsep yang sesuai dengan struktur kognitif yang
dimilikinya.1
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan
pemahaman konsep matematis masih sangat perlu untuk dikembangkan dan
ditingkatkan. Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan dengan salah
satu guru matematika kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura
diperoleh informasi bahwa siswa kesulitan untuk memahami konsep matematis
salah satunya pada materi geometri transformasi. Untuk memperkuat hasil
wawancara tersebut, peneliti kemudian melakukan studi pendahuluan dengan
cara melakukan tes kemampuan awal pemahaman konsep matematis pada
siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura yang diikuti oleh
39 orang siswa. Hasil tes kemampuan awal pemahaman konsep matematis,
seperti pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1: Hasil Tes Kemampuan Awal Pemahaman Konsep Matematis
Persentase Siswa
No. Indikator
Menjawab Benar
1. Menyatakan Ulang Sebuah Konsep 40%
Mengklasifikasikan Objek Menurut Sifat
2. 35%
Tertentu Sesuai dengan Konsepnya
Memberikan Contoh dan Non Contoh
3. 57,5%
dari Suatu Konsep

1
Wina Sanjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (Jakarta:
Kencana Prenada Media Group, 2009), hlm. 125

1
2

Menyajikan Konsep dalam Berbagai


4. 42,5%
Bentuk Representasi Matematis
Mengembangkan Syarat Perlu atau Syarat
5. 32,5%
Cukup dari Suatu Konsep
Menggunakan, Memanfaatkan, dan
6. 37,5%
Memilih Prosedur atau Operasi Tertentu
Mengaplikasikan Konsep atau Algoritma
7. 30%
Pemecahan Masalah
Rata-Rata Persentase KPKM 39,3%
Sumber: Data Primer Tahun 2021
Berdasarkan Tabel 1.1 diketahui bahwa kemampuan pemahaman
konsep matematis pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten
Jayapura masih tergolong rendah dengan nilai rata-rata persentase kemampuan
pemahaman konsep matematis sebesar 39,3%. Permasalahan rendahnya
kemampuan pemahaman konsep matematis pada siswa kelas XI IPA SMA
Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang
salah dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan pada saat proses
pembelajaran di kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura
diketahui bahwa guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional
dalam proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan cara
guru menjelaskan materi pelajaran di depan kelas dan siswa memperhatikan
penjelasan materi pelajaran dari guru, diikuti dengan memberikan contoh soal
dan untuk menguji daya serap siswa guru memberikan soal latihan dan
pekerjaan rumah (PR). Selain itu, guru mengalami kesulitan dalam menentukan
media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.
Dalam model pembelajaran konvensional siswa tidak diberikan kebebasan
untuk mengkonstruksikan sendiri pengetahuannya sehingga siswa kurang
terlibat pada proses pembelajaran.
Keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari kemampuan guru
mengembangkan model-model pembelajaran yang efektif di dalam proses
pembelajaran di mana siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Untuk itu, guru
perlu memilih suatu model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan
kemampuan pemahaman konsep matematis salah satunya yaitu, dengan
3

menerapkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Model


pembelajaran Think Talk Write (TTW) adalah sebuah pembelajaran yang
dimulai dengan berfikir melalui bahan bacaan (menyimak, mengkritisi dan
alternatif solusi), hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi, diskusi,
dan kemudian membuat laporan hasil presentasi.2 Proses pembelajaran dengan
model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dapat mengoptimalkan
keterlibatan aktif siswa dalam memahami konsep matematis sedangkan guru
hanya berperan sebagai fasilitator dan memotivasi siswa.
Selain kemampuan dalam mengembangkan model-model pembelajaran
guru diharapkan mampu mengembangkan media pembelajaran yang dapat
meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis. Media
pembelajaran yang dirasakan relevan dengan materi geometri transformasi
adalah GeoGebra. GeoGebra adalah software matematika dinamis yang dapat
digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran matematika. Software ini
dikembangkan untuk proses belajar mengajar matematika di sekolah sebagai:
a) media pembelajaran matematika; b) alat bantu membuat bahan ajar
matematika; dan c) meyelesaikan soal matematika.3
Terdapat beberapa penelitian tentang penerapan model pembelajaran
Think Talk Write (TTW) dan media pembelajaran GeoGebra. Penelitian Husna
(2016) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran
Think Talk Write (TTW) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis
siswa SMP Negeri 3 Lembah Gumati.4 Penelitian Fitriyana dan Asnurida
(2018) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran
Think Talk Write (TTW) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis
siswa SMP Negeri 2 Lubuk Linggau.5 Penelitian Intan, dkk., (2018)

2
Wahyudi Siswanto dan Dewi Ariani. Model Pembelajaran Menulis Cerita. (Bandung: Reflika
Aditama, 2016), hlm. 107
3
Moch. Fatkoer Rohman. Panduan Penggunaan GeoGebra: Software Alat Bantu
Pembelajaran Matematika. http;//[Link]
4
Asmaul Husna. Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran ”Think, Talk, Write” Terhadap
Kemampuan Pemahaman Konsep dan Komunikasi Matematika Siswa Kelas III SMP N Kecamatan
Lembah Gumanti. Cahaya Pendidikan, 2 (1): 15-25, Juni 2016, ISSN: 1460-4747
5
Nur Fitriyana dan Rani Asnurida. Pengaruh Strategi Think Talk Write (TTW) terhadap
Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Lubuklinggau. Jurnal Pendidikan
4

menunjukkan bahwa terdapat pengaruh strategi Think Talk Write (TTW)


terhadap kemampuan pemahaman konsep pada pembelajaran matematika di
MTs N 2 Model Palembang.6 Penelitian Yanti dkk., (2019) menunjukkan
bahwa terdapat peningkatan yang signifikan penerapan media GeoGebra
terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa MAN 1 Kerinci.7
Penelitian Pratiwi (2016) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif
penggunaan media GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep
matematis siswa.8
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka penulis
tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul: “Pengaruh Model
Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Berbantuan GeoGebra Terhadap
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa.”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas,
maka rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut:
1. Bagaimana kemampuan pemahaman konsep matematis siswa
menggunakan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan
GeoGebra kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura?
2. Bagaimana kemampuan pemahaman konsep matematis siswa
menggunakan model pembelajaran konvensional kelas XI IPA SMA
Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura?
3. Apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Think Talk Write (TTW)
berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep
matematis siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura?

Matematika: Judika Education, Volume 1, Nomor 1, Januari-Juni 2018, e-ISSN: 2614-6088 p-ISSN:
2620-732X
6
Intan, M. Hasbi Ashiddiqi, dan Rieno Septra Nery. Pengaruh Strategi Think Talk Write (TTW)
Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep pada Pembelajaran Matematika. Jurnal Pendidikan
Matematika Rafa, Volume 4 Nomor 1 Juni 2018, p-ISSN: 2460-8718 e-ISSN: 2460-872
7
Ratni Yanti, dkk. Penerapan Pendekatan Saintifik Berbantuanan GeoGebra dalam Upaya
Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Siswa. Aksioma: Jurnal Matematika dan Pendidikan
Matematika, Vol. 10, No. 2, Desember 2019, e-ISSN: 2579-7646
8
Dona Dinda Pratiwi. Pembelajaran Learning Cycle 5E Berbantuanan GeoGebra terhadap
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 7, No.
2, 191 – 202, 2016, , e-ISSN: 2086-5872 p-ISSN: 2540-7562
5

1.3 Tujuan Penelitian


Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan di atas, maka
tujuan penelitian ini sebagai berikut:
1. Mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa
menggunakan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan
GeoGebra kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura.
2. Mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa
menggunakan model pembelajaran konvensional kelas XI IPA SMA
Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura.
3. Mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Talk Write (TTW)
berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep
matematis siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini meliputi manfaat teoritis dan
manfaat praktis sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan sumber
acuan dalam menyelesaikan permasalahan rendahnya kemampuan
pemahaman konsep matematis siswa di sekolah dengan menggunakan
model pembelajaran model pembelajaran Think Talk Write (TTW)
berbantuan GeoGebra.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi siswa, hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan
kemampuan pemahaman konsep matematis.
b. Bagi guru, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam
memilih model dan media pembelajaran dalam meningkatkan
kemampuan matematis siswa.
c. Bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan
dalam mengembangkan model dan media pembelajaran dalam
meningkatkan kemampuan matematis siswa.
6

d. Bagi peneliti, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah


wawasan tentang penggunaan model dan media pembelajaran dalam
meningkatkan kemampuan matematis siswa.
e. Bagi peneliti, selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan dapat
dijadikan acuan dan sumber informasi dalam penggunaan model dan
media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan matematis
siswa.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori
2.1.1 Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW)
1. Pengertian Model Pembelajaran
Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk
pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan
secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran
merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan,
metode dan teknik pembelajaran.1 Model pembelajaran adalah
seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek
sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru
serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langung
atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar.2
Model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan
digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran,
tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan
pembelajaran, dan pengelolaan kelas.3 Model pembelajaran
mengarahkan kita ke dalam mendesain pembelajaran untuk
membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai.4
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
model pembelajaran merupakan suatu pola pembelajaran yang
tergambar dari awal hingga akhir yang tersusun secara sistematika
dan digunakan sebagai pedoman untuk untuk mencapai tujuan
pembelajaran.

1
Kokom Komalasari. Pembelajaran Kontekstul: Konsep dan Aplikasi. (Bandung: PT. Refika
Adiatama, 2013), hlm. 57
2
Istarani. 58 Model Pembelajran Inovatif. (Medan: Media Persada, 2014), hlm. 1
3
Agus Suprijono. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. (Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2012), hlm. 46
4
Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. (Jakarta: Kencana Prenada
Media Group, 2011), hlm. 22

7
8

2. Pengertian Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW)


Model pembelajaran Think Talk Write (TTW) diperkenalkan
pertama kali oleh Hunkeir dan Laughlin ini didasarkan pada
pemahaman bahwa belajar adalah sebuah perilaku sosial. Model
pembelajaran Think Talk Write (TTW) mendorong siswa untuk
berpikir, berbicara, dan kemudian menuliskan suatu topik tertentu.
Model pembelajaran ini digunakan untuk mengembangkan tulisan
dengan lancar dan melatih bahasa sebelum dituliskan. Model
pembelajaran ini memperkenankan siswa untuk memengaruhi dan
memanipulasi ide-ide sebelum menuangkannya dalam bentuk
tulisan. Serta membantu siswa dalam mengumpulkan dan
mengembangkan ide-ide melalui percakapan terstruktur.5
Model pembelajaran Think Talk Write (TTW) adalah sebuah
pembelajaran yang dimulai dengan berfikir melalui bahan bacaan
(menyimak, mengkritisi dan alternative solusi), hasil bacaannya
dikomunikasikan dengan presentasi, diskusi, dan kemudian
membuat laporan hasil presentasi.6 Model pembelajaran Think Talk
Write (TTW) adalah pembelajaran yang dimulai dengan berfikir,
hasil berfikir dikomunikasikan dengan presentasi, diskusi, dan
kemudian membuat laporan hasil presentasi.7
Model pembelajaran Think Talk Write (TTW) adalah suatu
model pembelajaran yang memfasilitasi latihan berbahasa secara
lisan dan menulis bahasa tersebut dengan lancar. Sebagaimana
namanya, model pembelajaran ini memiliki sintak yang sesuai
dengan urutan didalamnya, yakni think (berpikir), talk (berbicara),
dan write (menulis). Think (berpikir) artinya, menggunakan akal
budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Berpikir

5
Miftahul Huda. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2013), hlm. 219
6
Wahyudi Siswanto dan Dewi Ariani. Model Pembelajaran Menulis Cerita. (Bandung: Reflika
Aditama, 2016), hlm. 107
7
Suyatno. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), hlm. 66
9

adalah aktivitas mental untuk dapat merumuskan pengertian,


menyintesis dan menarik kesimpulan. Talk (bicara) artinya,
berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata dan bahasa yang
mereka pahami. Pada tahap ini siswa menyusun serta menguji
(negosiasi, sharing) ide-ide dalam kegiatan diskusi kelompok. Write
(menulis) artinya, membuat huruf (angka dsb.) dengan pena (pensil,
kapur dsb.). Aktivitas menulis akan membantu merealisasikan salah
satu tujuan pembelajaran, yaitu pemahaman siswa tentang materi
yang ia pelajari.8
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
model pembelajaran Think Talk Write (TTW) merupakan model
pembelajaran yang melibatkan siswa dalam berpikir untuk
menyelesaikan suatu permasalahan setelah proses membaca,
kemudian mengkomunikasikan hasil pemikirannya melalui forum
diskusi dan akhirnya menuliskan hasil diskusi dalam bentuk
rangkuman untuk dipresentasikan.
3. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Think Talk Write
(TTW)
Langkah-langkah model pembelajaran Think Talk Write
(TTW) sebagai berikut:
a. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang memuat
soal yang harus dikerjakan oleh siswa serta petunjuk
pelaksanaannya.
b. Siswa membaca masalah yang ada dalam Lembar Kerja Siswa
(LKS) dan membuat catatan kecil secara individu tentang apa
yang ia ketahui dalam masalah tersebut. Ketika siswa membuat
catatan kecil inilah akan terjadi proses berpikir (think). Setelah
itu, siswa berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut
secara individu. Kegiatan ini bertujuan agar peserta didik dapat

8
Aris Shoimin. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. (Yogyakarta: Ar-
Ruzz Media, 2014), hlm. 213
10

membedakan atau menyatukan ide-ide yang terdapat pada


bacaan untuk kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa sendiri.
c. Guru membagi siswa dalam kelompok kecil (3-5 siswa).
d. Siswa berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman satu
kelompok untuk membahas isi catatan dari hasil catatan (talk).
Dalam kegiatan ini mereka menggunakan bahasa dan kata-kata
mereka sendiri untuk menyampaikan ide-ide dalam diskusi.
Pemahaman dibangun melalui interaksinya dalam diskusi.
Diskusi diharapkan dapat menghasilkan solusi atas soal yang
diberikan.
e. Dari hasil diskusi, siswa secara individu merumuskan
pengetahuan berupa jawaban atas soal (berisi landasan dan
keterkaitan konsep, metode dan solusi) dalam bentuk tulisan
(write) dengan bahasanya sendiri. Pada tulisan itu siswa
menghubungkan ide-ide yang diperolehnya melalui diskusi.
f. Perwakilan kelompok menyajikan hasil diskusi kelompok,
sedangkan kelompok lain diminta memberikan tanggapan.
g. Kegiatan akhir pembelajaran adalah membuat kesimpulan dari
materi yang dipelajari. Sebelum itu, dipilih beberapa atau satu
orang siswa sebagai perwakilan kelompok untuk menyajikan
jawabannya, sedangkan kelompok lain diminta memberikan
tanggapan.9
Langkah-langkah model pembelajaran Think Talk Write
(TTW) sebagai berikut:
a. Membagi Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berisi masalah yang
harus diselesaikan oleh siswa.
b. Siswa membaca masalah yang ada dalam Lembar Kerja Siswa
(LKS) dan membuat catatan kecil secara individu tentang apa
yang mereka ketahui dalam masalah tersebut. Ketika peserta

9
Ibid., hlm. 214
11

didik membuat catatan kecil inilah akan terjadi proses berfikir


(think) pada siswa. Setelah itu siswa berusaha untuk
menyelesaikan masalah tersebut secara individu.
c. Siswa berdiskusi dengan teman kelompok untuk membahas isi
catatan yang dibuatnya dan penyelesaian masalah yang
dikerjakan secar individu (talk). Dalam kegiatan ini mereka
menggunakan bahasa dan kata-kata merka sendiri untuk
menyampaikan ide-ide yang dihasilkan dalam diskusi. Model
pembelajaran Think Talk Write (TTW) akan efektif 13 jika
terdiri dari 2-6 siswa yang bekerja untuk menjelaskan,
meringkas atau merefleksikan.
d. Dari hasil diskusi, siswa secara individu merumuskan
pengetahuan berupa jawaban atas soal (berisi landasan dan
keterkaitan konsep, metode dan solusi) dalam bentuk tulisan
(write) dengan bahasa sendiri. Pada tulisan itu siswa
menghubungkan ide-ide yang telah diperolehnya melalui
diskusi.
e. Perwakilan kelompok menyajikan hasil diskusi kelompok,
sedangkan kelompok lain diminta untuk memberikan
tanggapan.
f. Kegiatan akhir pembelajaran adalah membuat refleksi dan
kesimpulan atas materi yang dipelajari.10
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan langkah-
langkah model pembelajaran Think Talk Write (TTW) sebagai
berikut:
a. Think (Berpikir)
Guru menjelaskan materi pembelajaran. Selanjutnya,
membagikan LKS kepada siswa untuk dipelajari dan dikerjakan
secara individu.

10
Wahyudi Siswanto dan Dewi Ariani. [Link]., hlm. 108
12

b. Talk (Berbicara)
Guru membagi siswa dalam kelompok kecil yang
beranggotakan 5 orang siswa untuk berinteraksi, berkolaborasi,
dan berdiskusi dengan teman satu kelompok membahas hasil
LKS yang telah dipelajari dan dikerjakan secara individu.
c. Write (Menulis)
Guru meminta siswa untuk menuliskan kesimpulan hasil diskusi
kelompok. Selanjutnya, meminta perwakilan kelompok
menyampaikan hasil diskusi kelompok, sedangkan kelompok
lain diminta memberikan tanggapan.
4. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Think Talk
Write (TTW)
Kelebihan model pembelajaran Think Talk Write (TTW)
sebagai berikut:
a. Mempertajam seluruh keterampilan berfikir kritis.
b. Mengembangkan pemecahan yang bermakna dalam rangka
memahami materi ajar.
c. Mengembangkan keterampilan berfikir kritis dan kreatif siswa.
d. Dengan berinteraksi dan berdiskusi dengan kelompok akan
melibatkan siswa secara aktif dalam belajar.
e. Membiasakan siswa berfikir dan berkomunikasi dengan teman,
guru dan bahkan dengan diri mereka sendiri.
f. Memberikan pembelajaran ketergantungan secara postif.
g. Terjalinnya hubungan persahabatan antara siswa dan guru.
h. Adanya keterampilan menjalin hubungan interpersonal berupa
keterampilan sosial berupa: tenggang rasa, bersikap sopan
terhadap teman, mengkritik ide-ide orang lain secara benar,
berani mempertahankan pikiran dengan logis, dan keterampilan
lain yang bermanfaat untuk menjalin hubungan antarindividu.11

11
Ibid.,
13

Kekurangan model pembelajaran Think Talk Write (TTW)


sebagai berikut:
a. Ketika siswa bekerja dalam kelompok itu mudah kehilangan
kemampuan dan kepercayaan, karena didominasi oleh siswa
yang mampu.
b. Guru harus benar-benar menyiapkan semua media dengan
matang agar dalam menerapkan model pembelajaran Think Talk
Write (TTW) tidak mengalami kesulitan.
c. Dengan keleluasan pembelajaran maka apabila tidak optimal
maka tujuan dari apa yang dipelajari tidak dapat tercapai.
d. Apabila guru kurang jeli dalam memberika penilaian individu
akan sulit.
e. Dibutuhkan fasilitas yang cukup memadai untuk
pelaksanaannya.12
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
kelebihan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dapat
mengembangkan keterampilan berfikir kritis, siswa mampu
berinteraksi dengan siswa yang lain sehingga ada komunikasi satu
dengan yang lainnya. Sedangkan, kekurangan model pembelajaran
Think Talk Write (TTW) siswa bisa kehilangan kemampuan karena
didominasi oleh siswa yang mampu dan guru harus menyiapkan
secara matang persiapan pembelajaran agar tujuan pembelajaran
tercapai.
2.1.2 Media Pembelajaran GeoGebra
1. Media Pembelajaran
a. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara
harfiah berarti “tengah, perantara, atau pengantar”. Dalam
bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari

12
Ibid.,
14

pengirim kepada penerima pesan.13 Media berasal dari bahasa


latin dan merupakan jamak dari kata medoe yang berarti
perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima
pesan. Media merupakan sarana komunikasi tidak langsung
yang digunakan untuk menyampaikan ide, gagasan, maupun
informasi dari seseorang kepada orang lain. Dalam
pembelajaran media merupakan sarana yang dapat digunakan
oleh guru untuk menyampaikan bahan pelajaran kepada seluruh
siswa.14
Media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang
dapat dipakai untuk tujuan pendidikan seperti radio, televisi,
buku, koran, majalah, komputer dan lain sebagainya. Selain
alat-alat tersebut orang dan bahan serta peralatan yang
menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh
pengetahuan, keterampilan dan sikap juga disebut sebagai
media pembelajaran.15 Media pembelajaran merupakan alat
yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi
untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga
dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik.16
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
media pembelajaran merupakan alat perantara yang digunakan
oleh guru dalam menyampaikan materi kepada siswa demi
tercapainya tujuan pembelajaran.
b. Manfaat dan Fungsi Media Pembelajaran
Media memiliki peranan penting dalam pembelajaran.
Manfaat media pembelajaran sebagai berikut:

13
Azhar Arsyad. Media Pembelajaran. (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2014), hlm. 3
14
Arif S. Sadiman, dkk. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya.
(Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2013), hlm. 6
15
Wina Sanjaya. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. (Jakarta: Kencana, 2010),
hlm. 204
16
Cecep Kustandi dan Bambang Sutjipto. Media Pembelajaran. (Bogor: Ghalia Indonesia,
2013), hlm. 8
15

1) Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan


dan informasi sehingga dapat mempelancar dan
meningkatkan proses dan hasil belajar.
2) Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan
perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi
belajar.
3) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera,
ruang, dan waktu.
4) Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan
pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di
lingkungan mereka.17
Empat fungsi media pembelajaran khususnya media
visual sebagai berikut:
1) Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik
dan mengarahkan perhatian peserta didik untuk
berkonsentrasi pada pelajaran yang berkaitan dengan
makna yang ditampilkan atau menyertai teks materi
pelajaran.
2) Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari kenikmatan
peserta didik ketika belajar (atau membaca) teks yang
bergambar.
3) Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan
penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual
atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk
memahami dan mengingat atau pesan yang terkandung
dalam gambar.
4) Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari
hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan
konteks untuk memahami teks membantu peserta didik

17
Azhar Arsyad. [Link]., hlm. 29
16

yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan


informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.18
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
media pembelajaran sangatlah penting sebagai alat bantu dalam
proses pembelajaran. Media juga berfungsi untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran dan mempermudah penyampaian suatu
materi pelajaran kepada siswa dari hal yang abstrak menjadi
konkret.
c. Jenis-jenis Media Pembelajaran
Jenis-jenis media pembelajaran sebagai berikut:
1) Media visual, yaitu jenis media yang digunakan hanya
mengandalkan indera penglihatan semata-mata dari peserta
didik. Dengan media ini pengalaman belajar yang dialami
peserta didik sangat tergantung pada kemampuan
penglihatannya.
2) Media audio, yaitu jenis media yang digunakan dalam
proses pembelajaran dengan hanya melibatkan indera
pendengaran peserta didik. Pengalaman belajar yang
didapatkan adalah dengan mengandalkan indera
kemampuan pendengaran.
3) Media audio visual, yaitu jenis media yang digunakan
dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan
pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses
atau kegiatan pembelajaran. Pesan dan informasi yang
dapat disampaikan melalui media ini berupa pesan verbal
dan nonverbal yang mengandalkan baik penglihatan
maupun pendengaran.
4) Multimedia, yaitu media yang melibatkan beberapa jenis
media dan peralatan secara terintegrasi dalam suatu proses

18
Ibid., hlm. 20
17

atau kegiatan pembelajaran. Pembelajaran multimedia


melibatkan indera penglihatan dan pendengaran melalui
media teks, visual diam, visual gerak, dan audio serta media
interaktif berbasis komputer dan teknologi komunikasi dan
informasi.19
Jenis-jenis media pembelajaran sebagai berikut:
1) Media grafis (dua dimensi), seperti gambar, foto, grafik,
bagan atau diagram, poster, kartun, komik dan dan lain-
lainnya.
2) Media tiga dimensi, yaitu dalam bentuk model padat,
misalnya model penampang, model susun, model kerja dan
sebagainya.
3) Media proyeksi, seperti slide, film, penggunaan OHP
(Proyektor Transparansi) dan lainnya.
4) Penggunaan lingkungan sebagai media pembelajaran.20
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
banyak jenis media pembelajaran yang dapat digunakan dalam
pembelajaran. Masing-masing jenis mempunyai karakteristik
yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.
Penggunaan media tersebut haruslah disesuaikan dengan materi
yang akan disampaikan kepada siswa agar tujuan pembelajaran
dapat tercapai dengan baik.
2. Media Pembelajaran GeoGebra
Matematika merupakan ilmu abstrak yang perlu dibantu
dengan alat untuk lebih memahaminya. Berbagai macam alat yang
telah dibuat untuk mempermudah pemahaman terhadapnya,
khususnya alat berupa program aplikasi komputer. Salah satu
program aplikasi komputer yang dapat dimanfaatkan dalam

19
Ibid., hlm. 44
20
Ahmad Rivai dan Nana Sudjana. Media Pengajaran (Penggunaan dan Pembuatannya).
(Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2013), hlm. 3
18

pembelajaran matematika adalah GeoGebra. Program aplikasi


GeoGebra merupakan program aplikasi yang baru dikembangkan
sekitar tahun 2001 oleh Markus Hohenwarter, seorang
matematikawan Austria dan profesor di Universitas Johannes Kepler
(JKU) Linz. Program ini dikembangkannya untuk membantu
pemahaman dan mempermudah pembelajaran matematika. Karena
itu program GeoGebra ini sangat penting untuk diketahui dan
dipelajari, karena dapat membantu pemahaman terhadap
matematika.21
GeoGebra adalah perangkat lunak matematika yang dinamis,
bebas, dan multi-platform yang menggabungkan geometri, aljabar,
tabel, grafik, statistik dan kalkulus dalam satu paket yang mudah dan
bisa digunakan untuk semua jenjang pendidikan. Dinamis artinya
pengguna dapat menghasilkan aplikasi matematika yang interaktif.
Bebas artinya GeoGebra dapat digunakan dan digandakan dengan
cuma-cuma serta termasuk perangkat lunak open source sehingga
setiap orang dapat mengubah atau memperbaiki programnya. Multi-
platform berarti GeoGebra tersedia untuk segala jenis komputer
seperti PC, tablet dan berbagai sistem komputer seperti Windows,
Mac OS, Linux, dan sebagainya.22
GeoGebra adalah software matematika dinamis yang dapat
digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran matematika.
Software ini dikembangkan untuk proses belajar mengajar
matematika di sekolah sebagai: a) media pembelajaran matematika;
b) alat bantu membuat bahan ajar matematika; dan c) meyelesaikan
soal matematika.23 GeoGebra sebagai media pembelajaran
matematika bermanfaat sebagai berikut:

21
Ali Syahbana. Belajar Menguasai GeoGebra. (Palembang: NoerFikri, 2016), hlm. 2
22
Fadjar Noer Hidayat dan Muh. Tamimuddin. Modul Guru Pembelajar: Pemanfaatan
Aplikasi GeoGebra Untuk Pembelajaran Matematika (Dasar). (Yogyakarta: Direktorat Jenderal
Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015), hlm. 6
23
Moch. Fatkoer Rohman. Panduan Penggunaan GeoGebra: Software Alat Bantu
Pembelajaran Matematika. http;//[Link]
19

a. GeoGebra Sebagai Media Demonstrasi dan Visualisasi


Pada pembelajaran yang bersifat tradisional guru masih
kesulitan menunjukkan ke siswa tetapi dengan memanfaatkan
GeoGebra guru dapat dengan mudah mendemonstrasikan dan
memvisualisasikan konsep-konsep matematika.
b. GeoGebra Sebagai Alat Bantu Konstruksi
GeoGebra digunakan untuk menjelaskan urutan konstruksi
konsep matematika tertentu, misalnya mengkonstruksi
lingkaran dalam maupun lingkaran luar segitiga atau garis
singgung
c. GeoGebra Sebagai Alat Bantu Penemuan Konsep Matematika
Dalam hal ini GeoGebra digunakan sebagai alat bantu bagi
siswa untuk menemukan suatu konsep matematika, misalnya
tempat kedudukan titik-titik atau karakteristik parabola.24

Gambar 2.1: Tampilan Menu Utama Aplikasi GeoGebra


Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
GeoGebra merupakan salah satu software yang dapat digunakan
sebagai media pembelajaran matematika salah satunya pada materi
geometri. Software dapat menghasilkan media yang lebih interaktif
karena memberikan pengalaman langsung terhadap siswa.

24
Hohenwarter, M. & Fuchs, K. Combination of Dynamic Geometry, Algebra, and Calculus in
the Software System Geogebra. [Link]/publications/[Link].
20

2.1.3 Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis


1. Pengertian Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
Pemahaman konsep matematis adalah tipe hasil belajar
matematika yang lebih tinggi dari pada pengetahuan. Misalnya
menjelaskan dengan susunan kalimatnya sendiri sesuatu yang dibaca
atau didengarnya, memberi contoh lain dari yang telah dicontohkan,
atau menggunakan petunjuk pada kasus lain.25 Pemahaman konsep
matematika merupakan kemampuan yang berkenaan dengan
memahami ide-ide matematika yang menyeluruh dan fungsional.26
Pemahaman konsep matematis adalah kemampuan siswa
yang berupa penguasaan sejumlah materi pelajaran matematika, di
mana siswa tidak sekedar mengetahui atau mengingat sejumlah
konsep yang dipelajari, tetapi mampu mengungkapkan kembali
dalam bentuk lain yang mudah dimengerti, memberikan interprestasi
data, dan mampu mengaplikasikan konsep yang sesuai dengan
struktur kognitif yang dimilikinya.27 Pemahaman konsep matematis
merupakan salah satu kecakapan atau kemahiran matematika yang
diharapkan dapat tercapai dalam belajar matematika yaitu dengan
menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajarinya,
menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep
atau algoritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam
pemecahan masalah.28
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
kemampuan pemahaman konsep matematis merupakan kemampuan
mengungkapkan kembali dalam bentuk lain yang mudah dimengerti,

25
Nana Sudjan. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. (Bandung: Sinar Baru Algesindo,
2005), hlm. 2
26
Kurnia, dkk. Penelitian Pendidikan Matematika. (Karawang: Refika Aditama, 2015), hlm.
81
27
Wina Sanjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (Jakarta:
Kencana Prenada Media Group, 2009), hlm. 125
28
Depdiknas. Pedoman Khusus Pengembangan Sistem Penilaian Berbasis Kompetensi SMP.
(Jakarta: Depdiknas, 2003), hlm. 2
21

memberikan interprestasi data, dan mampu mengaplikasikan konsep


tersebut.
2. Indikator Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
Indikator kemampuan pemahaman konsep matematis
sebagai berikut:
a. Menyatakan ulang setiap konsep.
b. Mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu
sesuai dengan konsepnya.
c. Memberikan contoh dan non contoh dari konsep.
d. Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi
matematis.
e. Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep.
f. Menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur atau
operasi tertentu.
g. Mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah.29
Indikator kemampuan pemahaman konsep matematis
sebagai berikut:
a. Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep adalah
kemampuan siswa untuk mengungkapkan kembali apa yang
telah dikomunikasikan kepadanya; Contoh: pada saat siswa
belajar maka siswa mampu menyatakan ulang maksud dari
pelajaran itu.
b. Kemampuan mengklafikasikan objek menurut sifat-sifat
tertentu sesuai dengan konsep adalah kemampuan siswa
mengelompokkan suatu objek menurut jenisnya berdasarkan
sifat-sifat yang terdapat dalam materi. Contoh: siswa belajar
suatu materi dimana siswa dapat mengelompokkan suatu objek
dari materi tersebut sesuai sifat-sifat yang ada pada konsep.

29
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Model Penilaian Kelas. (Jakarta: Depdiknas,
2006), hlm. 59
22

c. Kemampuan member contoh dan bukan contoh adalah


kemampuan siswa untuk dapat membedakan contoh dan bukan
contoh dari suatu materi. Contoh: siswa dapat mengerti contoh
yang benar dari suatu materi dan dapat mengerti yang mana
contoh yang tidak benar.
d. Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk
representasi matematika adalah kemampuan siswa memaparkan
konsep secara berurutan yang bersifat matematis. Contoh: pada
saat siswa belajar di kelas, siswa mampu
mempresentasikan/memaparkan suatu materi pembelajaran
secara berurutan.
e. Kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup
dari suatu konsep adalah kemampuan siswa mengkaji mana
syarat perlu dan mana syarat cukup yang terkait dalam suatu
konsep materi. Contoh: siswa dapat memahami suatu materi
dengan melihat syarat-syarat yang harus diperlukan/mutlak dan
yang tidak diperlukan harus dihilangkan.
f. Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih
prosedur tertentu adalah kemampuan siswa menyelesaikan soal
dengan tepat sesuai dengan prosedur. Contoh: dalam belajar
siswa harus mampu menyelesaikan soal dengan tepat sesuai
dengan langkah-langkah yang benar.
g. Kemampuan mengklafikasikan konsep atau algoritma ke
pemecahan masalah adalah kemampuan siswa menggunakan
konsep serta prosedur dalam menyelesaikan soal yang berkaitan
dengan kehidupan sehari-hari. Contoh: dalam belajar siswa
mampu menggunakan suatu konsep untuk memecahkan
masalah.30

30
Tim PPPG Matematika. Materi Pembinaan Matematika SMP. (Yogyakarta: Dekdikbud,
2006), hlm. 86
23

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan indikator


kemampuan pemecahan masalah sebagai berikut:
a. Menyatakan ulang setiap konsep.
b. Mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu
sesuai dengan konsepnya.
c. Memberikan contoh dan non contoh dari konsep.
d. Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi
matematis.
e. Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep.
f. Menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur atau
operasi tertentu.
g. Mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah.
2.2 Penelitian Terdahulu yang Relevan
Penelitian Husna (2016) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penerapan strategi pembelajaran ”think, talk, write” terhadap kemampuan
pemahaman konsep dan komunikasi matematika siswa kelas III SMP N
Kecamatan Lembah Gumanti. Penelitian ini adalah Quasi Experiment.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dari SMP N Lembah Gumanti
Kabupaten. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII 1 SMP N 3
Lembah Gumanti sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII 2 kelas
sebagai kelas kontrol yang dipilih secara acak. Instrumen yang digunakan
adalah tes tertulis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANCOVA
(Analisis Kovarian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan
pemahaman konsep secara keseluruhan dan kemampuan siswa yang diajarkan
dengan menggunakan low initial learning strategy awal TTW lebih tinggi
daripada siswa diajarkan dengan pembelajaran konvensional, keterampilan
komunikasi dan strategi yang mampu keseluruhan tinggi awal pembelajaran
yang diajarkan oleh TTW lebih tinggi dari siswa yang diajar oleh pembelajaran
konvensional.31

Asmaul Husna. Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran ”Think, Talk, Write” Terhadap
31

Kemampuan Pemahaman Konsep dan Komunikasi Matematika Siswa Kelas III SMP N Kecamatan
24

Penelitian Fitriyana dan Asnurida (2018) yang bertujuan untuk


mengetahui pengaruh strategi Think Talk Write (TTW) terhadap pemahaman
konsep matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Lubuklinggau. Metode
penelitian ini adalah eksperimen murni. Populasi adalah seluruh siswa kelas
VIII SMP Negeri 2 Lubuklinggau yang berjumlah 444 siswa. Sampelnya
adalah kelas VIII.9 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.7 sebagai kelas
kontrol yang diambil secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik
tes. Data yang terkumpul dianalis menggunakan uji-t pada taraf signifikan α =
0,05, diperoleh thitung > ttabel yaitu 3,48 > 1,67. Rata-rata skor pemahaman
konsep matematika siswa pada tes akhir kelas eksperimen adalah sebesar 25,23
dan kelas kontrol sebesar 17,44. Simpulan, terdapat pengaruh yang signifikan
strategi Think Talk Write (TTW) terhadap pemahaman konsep matematika
siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Lubuklinggau.32
Penelitian Intan, Ashiddiqi, dan Nery (2018) yang bertujuan untuk
mengetahui pengaruh strategi Think Talk Write (TTW) terhadap pemahaman
konsep pada pembelajaran matematika di MTs N 2 Model Palembang. Jenis
penelitian yang digunakan adalah true exprimental design dengan desain
posttest control group design. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa
kelas VII yang ada di MTs N 2 Model Palembang. Penelitian ini mengambil
dua kelas sebagai sampel yang diambil dengan menggunakan teknik cluster
random sampling. Penelitian itu dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan.
Data yang diperoleh dari hasil tes digunakan untuk menguji hipotesis penelitian
dengan menggunakan uji-t. Dari hasil analisis diperoleh t hitung = 2,544 dan
dengan α = 0,05 diperoleh ttabel = 1,6735 yang berarti thitung> ttabel yaitu 2,544 >
1,6735. Hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima artinya terdapat pengaruh
strategi Think Talk Write (TTW) terhadap kemampuan pemahaman konsep
pada pembelajaran matematika di MTs N 2 Model Palembang.33

Lembah Gumanti. Cahaya Pendidikan, 2 (1): 15-25, Juni 2016, ISSN: 1460-4747
32
Nur Fitriyana dan Rani Asnurida. Pengaruh Strategi Think Talk Write (TTW) terhadap
Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Lubuklinggau. Jurnal Pendidikan
Matematika: Judika Education, Volume 1, Nomor 1, Januari-Juni 2018, e-ISSN: 2614-6088 p-ISSN:
2620-732X
33
Intan, M. Hasbi Ashiddiqi, dan Rieno Septra Nery. Pengaruh Strategi Think Talk Write
25

Penelitian Yanti, dkk. (2019) yang bertujuan untuk mengetahui


peningkatan dan perbedaan pemahaman konsep matematis siswa yang
menggunakan pendekatam saintifik berbantuan GeoGebra dan yang
menggunakan pembelajaran biasa. Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif dengan metode eksperimen pada populasi siswa kelas XI MIA MA
Negeri 1 Kerinci. Sampel penelitian ini adalah kelas XI MIA 1 sebagai kelas
eksperimen dan kelas XI MIA 2 sebagai kelas kontrol yang dipilih melalui
teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes. Untuk
mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa digunakan rumus N-gain,
sedangkan untuk mengetahui perbedaaan pemahaman konsep matematis siswa
kelas eksperimen dan kontrol dilakukan uji-t. Hasil analisis data menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan signifikan peningkatan pemahaman konsep
matematis siswa yang menerapkan pendekatan saintifik berbantuan GeoGebra
dan yang menggunakan pembelajaran biasa.34
Penelitian Pratiwi (2016) yang bertujuan untuk mengetahui apakah
terdapat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan
GeoGebra terhadap pemahaman konsep matematis. Jenis penelitian ini
eksperimen semu, teknik analisis data menggunakan uji N-Gain dan uji T.
Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai rata-rata N-Gain pada kelas
eksperimen adalah 0,686 dan nilai rata-rata N-Gain pada kelas kontrol adalah
0,354 dan nilai thitung = 6,180, sehingga thitung> ttabel, dengan kata lain H0 ditolak
dan H1 diterima. Kesimpulan yang dapat diambil dari perhitungan tersebut
adalah terdapat peningkatan terhadap kemampuan pemahaman konsep
matematis peserta didik pada kelas Learning Cycle 5E berbantuan GeoGebra
dalam proses pembelajaran, hal ini juga menunjukkan bahwa aplikasi
GeoGebra memiliki pengaruh yang positif terhadap peningkatan kemampuan
pemahaman konsep matematis dalam proses pembelajaran.35

(TTW) Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep pada Pembelajaran Matematika. Jurnal


Pendidikan Matematika Rafa, Volume 4 Nomor 1 Juni 2018, p-ISSN: 2460-8718 e-ISSN: 2460-872
34
Ratni Yanti, dkk. Penerapan Pendekatan Saintifik Berbantuanan GeoGebra dalam Upaya
Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Siswa. Aksioma: Jurnal Matematika dan Pendidikan
Matematika, Vol. 10, No. 2, Desember 2019, e-ISSN: 2579-7646
35
Dona Dinda Pratiwi. Pembelajaran Learning Cycle 5E Berbantuanan GeoGebra terhadap
26

Berdasarkan uraian penelitian terdahulu di atas, maka penulis mencoba


untuk mengkombinasikan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dengan
media GeoGebra untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kemampuan
pemahaman konsep matematis.
2.3 Kerangka Konseptual Penelitian
Kerangka konseptual penelitian merupakan landasan berfikir bagi
peneliti, yang digunakan sebagai pemandu penunjuk arah yang ingin dituju.36
Sesuai dengan tujuan penelitian, maka disusun kerangka konseptual penelitian,
seperti pada Gambar 2.2.

Sampel
Total Sampling

Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

Pretest Pretest

Treatment Analisis Treatment


TTW Data Konvensional

Posttest Posttest

Kesimpulan

Gambar 2.2: Kerangka Konseptual Penelitian

Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 7, No.
2, 191 – 202, 2016, , e-ISSN: 2086-5872 p-ISSN: 2540-7562
36
Iskandar. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial. (Jakarta: GP Press, 2009), hlm. 174
27

2.4 Hipotesis Penelitian


Hipotesis merupakan jawaban sementara yang kebenarannya masih
harus diuji atau rangkuman kesimpulan teoritis yang diperoleh dari tinjauan
pustaka.37 Hipotesis penelitian ini adalah “Terdapat Pengaruh Model
Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Berbantuan GeoGebra Terhadap
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas XI IPA SMA
Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura.”

37
Nanang Martono. Metode Penelitian Kuantitatif. (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2011),
hlm. 71
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan pendekatan
penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Metode kuantitatif
merupakan suatu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
positivisme, serta digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,
pengumpulan data tersebut menggunakan instrumen penelitian, analisis data
bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang
telah ditetapakan sebelumnya.1 Penelitian eksperimen merupakan metode
penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap
yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.2
Penelitian eksperimen ini menggunakan jenis true experiment dengan
desain pretest-posttest control group design. True experiment merupakan jenis
penelitian eksperimen yang dapat mengontrol semua variabel luar yang
memengaruhi jalannya eksperimen. Ciri utama true experiment adalah sampel
yang digunakan untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol
diambil secara random dari populasi tertentu.3 Desain pretest-posttest control
group design merupakan desain eksperimen di mana dalam desain ini terdapat
dua kelompok yang dipilih secara random, kemudian diberi pretest untuk
mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol. Hasil pretest yang baik bila nilai kelompok eksperimen
tidak berbeda signifikan.4 Desain pretest-posttest control group design, seperti
pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1: Desain Pretest-Posttest Control Group Design5
Kelas Pretest Treatment Posttest
Eksperimen O1 X O2
Kontrol O3 - O4

1
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. (Bandung: Alfabeta, 2017),
hlm. 15
2
Ibid., hlm. 72
3
Ibid., hlm. 75
4
Ibid., hlm. 76
5
Ibid.,

28
29

Keterangan:
O1 : Tes awal pada kelas eksperimen.
O2 : Tes akhir pada kelas eksperimen.
O3 : Tes awal pada kelas kontrol.
O4 : Tes akhir pada kelas kontrol.
X : Perlakuan pada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran
Think Talk Write (TTW) berbantuan GeoGebra.
- Perlakuan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran
konvensional.
3.2 Populasi dan Sampel
3.2.1 Populasi
Populasi adalah sumber data dalam penelitian tertentu yang
memiliki jumlah banyak dan luas. Populasi adalah keseluruhan elemen
atau unsur yang akan kita teliti.6 Populasi dalam penelitian ini adalah
siswa kelas siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten
Jayapura, seperti pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2: Populasi Penelitian
No. Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah
1. XI IPA 1 8 12 20
2. XI IPA 2 9 10 19
Jumlah 17 22 39
Sumber: Data Primer Tahun 2022
3.2.2 Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi. Sampel terdiri atas
subjek penelitian (responden) yang menjadi sumber data yang terpilih
dari hasil pekerjaan teknik penyempelan (teknik sampling).7 Teknik
pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total
sampling. Total sampling merupakan teknik pengambilan sampel

6
Deni Darmawan. Metode Penelitian Kuantitatif. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014),
hlm. 137
7
Ibid., hlm. 138
30

dengan menggunakan seluruh populasi menjadi sampel, yaitu sebagian


kelas eksperimen dan sebagian kelas kontrol.8 Dengan melakukan
undian dengan cara membuat gulungan kertas yang bertuliskan kelas
yang keluar pertama ditetapkan sebagai kelas eksperimen, yaitu kelas
XI IPA 1 dan penggambilan kedua ditetapkan sebagai kelas kontrol,
yaitu kelas XI IPA 2.
3.3 Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang
hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.9
3.3.1 Variabel Independen
Variabel Bebas (variabel independen) merupakan variabel yang
mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya
variabel dependen.10 Dalam penelitian ini yang menjadi variabel
independen adalah model pembelajaran Think Talk Write (TTW)
berbantuan GeoGebra.
3.3.2 Variabel Dependen
Variabel Terikat (variabel dependen) merupakan variabel yang
dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. 11
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah
kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.
3.4 Jenis dan Sumber Data
3.4.1 Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan
langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang
bersangkutan yang memerlukannya.12 Dalam penelitian ini yang
menjadi data primer adalah hasil tes kemampuan pemahaman konsep

8
Ibid., hlm. 139
9
Sugiyono. [Link]., hlm. 38
10
Ibid., hlm. 39
11
Ibid.,
12
M. Iqbal Hasan. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. (Jakarta:
Ghalia Indonesia, 2002), hlm. 58
31

matematis siswa yang bersumber dari siswa kelas XI IPA SMA Negeri
Kaureh Kabupaten Jayapura.
3.4.2 Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan
oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah
ada. Data ini digunakan untuk mendukung informasi primer yang telah
diperoleh yaitu dari bahan pustaka, literatur, penelitian terdahulu, buku,
dan lain sebagainya.13 Dalam penelitian ini yang menjadi data sekunder
adalah artikel tentang variable penelitian yang bersumber dari jurnal
penelitian terdahulu.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan kegiatan yang penting bagi kegiatan
penelitian, karena pengumpulan data tersebut akan menentukan berhasil
tidaknya suatu penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah tes. Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta
alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan
intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau
kelompok.14 Dalam penelitian ini tes dilakukan untuk mengukur kemampuan
siswa dalam aspek kognitif atau kemampuan siswa dalam menguasai materi
pembelajaran. Prosedur pemberian tes dilakukan sebelum pembelajaran (tes
awal/pretest) dan setelah pembelajaran (tes akhir/posttest). Tes awal/pretest
diberikan kepada siswa dengan tujuan untuk melihat kemampuan awal siswa
sebelum pembelajaran. Sedangkan, tes akhir/posttest diberikan kepada siswa
dengan tujuan untuk melihat kemampuan siswa setelah pembelajaran.
3.6 Instrumen Penelitian
3.6.1 Jenis Instrumen Penelitian
Jenis instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah tes pilihan ganda. Tes pilihan ganda lebih memungkinkan bagi

13
Ibid.,
14
Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. (Jakarta: Bumi Aksara,
2014), hlm. 193
32

tester untuk bertindak lebih objektif, baik dalam mengoreksi lembar-


lembar jawaban soal, menentukan bobot skor maupun dalam
menentukan nilai hasil tesnya.
3.6.2 Pengembangan Instrumen Penelitian
Instrumen disusun dengan menganalisis kompetensi inti dan
kompetensi dasar. Selanjutnya, menentukan materi yang akan
digunakan dalam penelitian. Setelah peneliti memilih materi, tahap
selanjutnya yang dilakukan adalah menentukan indikator dan
memetakan indikator agar soal yang dibuat dapat mewakili seluruh
bahan pelajaran yang diajarkan ke dalam bentuk kisi–kisi soal.
Kemudian kisi–kisi soal dijabarkan ke dalam bentuk butir soal.
3.6.3 Uji Instrumen Penelitian
Sebelum instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda
digunakan dalam penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji coba
instrumen terhadap kelompok siswa yang bukan merupakan subjek
penelitian. Uji coba instrumen bertujuan untuk menguji kualitas
instrumen secara empirik.
1. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-
tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen.15 Untuk
menentukan validitas digunakan rumus sebagai berikut:
N ∑ XY − (∑ X)(∑ Y)
rxy =
√{N ∑ X2 − (∑ X)2 }{N ∑ Y 2 − (∑ Y)2 }
Keterangan:
rxy = Kofisien korelasi antara variable X dan variabel Y
N = Jumlah responden
∑XY = Jumlah skor X dan skor Y
∑X = Jumlah skor X
∑Y = Jumlah skor Y

15
Suharsimi Arikunto. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), hlm.
211
33

∑X2 = Jumlah kuadrat dari X


∑Y2 = Jumlah kuadrat dari Y
Tabel 3.3: Interprestasi Nilai rxy16
Nilai rxy Kriteria
0,80 < rxy ≤ 1,00 Sangat Tinggi
0,60 < rxy ≤ 0,80 Tinggi
0,40 < rxy ≤ 0,60 Cukup
0,20 < rxy ≤ 0,40 Rendah
0,00 < rxy ≤ 0,20 Sangat Rendah
2. Uji Tingkat Kesukaran
Tingkat kesukaran merupakan salah satu karakteristik butir
soal yang dapat menunjukkan kualitas butir soal tersebut apakah
termasuk soal yang mudah, sedang atau sukar. 17 Untuk
menentukan tingkat kesukaran digunakan rumus sebagai berikut:
B
P=
JS
Keterangan:
P = Tingkat kesukaran
B = Banyaknya siswa yang menjawab soal benar
JS = Jumlah seluruh siswa peserta tes
Tabel 3.4: Interprestasi Nilai P18
Nilai P Kriteria
0,00 < P ≤ 0,30 Sukar
0,30 < P ≤ 0,70 Sedang
0,70 < P ≤ 1,00 Mudah
3. Uji Daya Pembeda
Daya pembeda soal adalah kemampuan sesuatu soal untuk
membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan
siswa yang berkemampuan rendah.19 Untuk menentukan daya
pembeda digunakan rumus sebagai berikut:

16
Ibid.,
17
Ibid., 222
18
Ibid.,
19
Ibid., 226
34

BA BB
D= −
JA JB
Keterangan:
D = Daya pembeda
JA = Banyak peserta kelompok atas
JB = Banyak peserta kelompok bawah
BA = Banyak peserta kelompok atas menjawab soal benar
BB = Banyak peserta kelompok bawah menjawab soal benar
Tabel 3.5: Interprestasi Nilai D20
Nilai D Kriteria
0,00 ≤ D < 0,20 Jelek
0,20 ≤ D < 0,40 Cukup
0,40 ≤ D < 0,70 Baik
0,70 ≤ D ≤ 1,00 Baik Sekali
D Negatif Tidak Baik
4. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa
suatu instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat
pengumpulan data karena instrumen tersebut sudah baik.
Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan
beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan
menghasilkan data yang sama.21 Untuk menentukan reliabilitas
digunakan rumus sebagai berikut:
n S 2 − ∑ pq
r11 = ( )( )
n−1 S2
Keterangan:
r11 = Koefisien reliabilitas
p = Proporsi peserta menjawab soal benar
q = Proporsi peserta menjawab soal salah (q = 1 – p)
∑XY = Jumlah hasil kali p dengan q
n = Banyak soal

20
Ibid.,
21
Ibid., 221
35

S = Standar deviasi
Tabel 3.6: Interprestasi Nilai r1122
Nilai r11 Kriteria
0,00 ≤ r11 < 0,20 Sangat Rendah
0,20 ≤ r11 < 0,40 Rendah
0,40 ≤ r11 < 0,60 Sedang
0,60 ≤ r11 < 0,80 Tinggi
0,80 ≤ r11 ≤ 1,00 Sangat Tinggi
3.7 Teknik Analisis Data
3.7.1 Deskriptif
Statistik deskriptif berusaha menjelaskan atau menggambarkan
berbagai karakteristik data, seperti berapa rata-ratanya, seberapa jauh
data-data bervariasi dari rata-ratanya, berapa median data, dan
sebagainya. Statistik deskriptif berkaitan dengan pengumpulan/
penyajian data penelitian.23
3.7.2 Inferensial
Statistik inferensial berusaha membuat berbagai inferensi
terhadap sekumpulan data yang berasal dari suatu sampel. Tindakan
inferensi tersebut seperti melakukan perkiraan besaran populasi, uji
hipotesis, peramalan, dan sebagainya.24
1. Uji Prasyarat
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah
data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Pengujian
normalitas menggunakan uji Lilliefors, dengan langkah-
langkah sebagai berikut:
1) Pengamatan x1, x2,...,xn dijadikan bilangan baku z1,
z2,...,zn:
xi − x̅
zi =
S

22
Ibid.,
23
Singgih Santoso. Menguasai Statistik dengan SPSS 24. (Jakarta: Kompas Gramedia, 2017),
hlm. 205
24
Ibid.,
36

2) Menghitung peluang F(zi ) = P(z ≤ zi ) dengan


menggunakan daftar distribusi normal baku.
3) Menghitung proporsi S (zi):
banyaknya 𝑧1, 𝑧2 , … , 𝑧𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 ≤ 𝑧𝑛
S(zi ) =
n
4) Menghitung selisih dari F(zi ) − S(zi ) dan menentukan
harga mutlak.
5) Menentukan nilai yang paling besar (L0) di antara nilai-
nilai harga mutlak.
6) Kriteria pengujian data berdistribusi normal jika; L 0 <
Ltabel, tetapi jika: L0 > Ltabel, maka data berdistribusi tidak
normal.25
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah
variansi dari data sama atau berbeda. Pengujian homogenitas
menggunakan uji Fisher sebagai berikut:
Variansi Terbesar
Fhitung =
Variansi Terkecil
Kriteria pengujian data homogen jika: Fhitung <
F1𝛼(𝑣 , tetapi jika: Fhitung > F1𝛼(𝑣 , maka data tidak
2 1 ,𝑣2 ) 2 1 ,𝑣2 )

homogen. Pada taraf nyata 𝛼 dan F1𝛼(𝑣 didapat dari


2 1 ,𝑣2 )

1
distribusi F dengan peluang 2 𝛼, sedangkan derajat kebebasan

𝑣1 dan 𝑣2 masing-masing sesuai dengan derajat kebebasan


(dk) pembilang = (n1 - 1) dan derajat kebebasan (dk) penyebut
= (n2 – 1).26
2. Uji Signifikan Skor Pretest-Posttest
Uji signifikan skor pretest-posttest digunakan untuk
mengetahui perbedaan yang signifikan antara skor pretest-posttest

25
Sudjana. Metode Statistika. (Bandung: Tarsito, 2005), hlm. 466
26
Ibid., hlm. 250
37

kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengujian signifikan skor


pretest-posttest menggunakan uji Gain sebagai berikut:
∑d
Md =
n
Md
thitung =
2
∑ d2 − (∑ d)
√ n
n(n − 1)
Keterangan:
Md = Rata-rata dari gain antara pretest-posttest
d = Gain (selisih) skor pretest terhadap posttest setiap subjek
n = Jumlah subjek
Kriteria pengujian terdapat perbedaan signifikan skor
pretest-posttest jika: −t (1−1α)(dk) < thitung dan thitung >
2

t (1−1α)(dk), tetapi jika: −t (1−1α)(dk) > thitung dan thitung <


2 2

t (1−1α)(dk), maka tidak terdapat perbedaan signifikan skor pretest-


2

posttest. Pada taraf nyata 𝛼 dan t (1−1α)(dk) didapat dari distribusi t


2

1
dengan peluang 1 − 2 α, sedangkan derajat kebebasan (dk) = n -

1.27
3. Uji Hipotesis
Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui kebenaran suatu
pernyataan secara statistik dan menarik kesimpulan apakah
menerima atau menolak pernyataan tersebut. Hipotesis dalam
penelitian ini sebagai berikut:
H0: µ1 = µ2: Tidak terdapat pengaruh model pengaruh model
pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan
GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep
matematis siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh
Kabupaten Jayapura.

27
Subana. Statistik Pendidikan. (Bandung: Pustaka Setia, 2009), hlm. 132
38

H1: µ1 ≠ µ2: Terdapat pengaruh model pengaruh model


pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan
GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep
matematis siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh
Kabupaten Jayapura.
Pengujian hipotesis menggunakan uji dua pihak
Independent Sampel T-Test sebagai berikut:
x̅1 − x̅2
thitung =
1 1
Sgab√ +
n1 n2

(n1 − 1)S12 + (n2 − 1)S22


Sgab = √
(n1 + n2 − 2)

Keterangan:
x̅1 = Rata-rata kelas eksperimen
x̅2 = Rata-rata kelas kontrol
n1 = Jumlah siswa kelas eksperimen
n2 = Jumlah siswa kelas kontrol
S12 = Variansi kelas eksperimen
S22 = Variansi kelas kontrol
Kriteria pengujian tolak H0 dan terima H1 jika:
−t(1−1α)(dk) < thitung dan thitung > t (1−1α)(dk) , tetapi jika:
2 2

−t(1−1α)(dk) > thitung dan thitung < t (1−1α)(dk) , maka terima H0


2 2

dan tolak H1. Pada taraf nyata 𝛼 dan t (1−1α)(dk) didapat dari
2

1
distribusi t dengan peluang 1 − 2 α, sedangkan derajat kebebasan

(dk) = (n1 + n2 - 2).28

28
Sudjana. [Link]., hlm. 263
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Deskripsi Data
1. Hasil Uji Coba Soal
Sebelum dilakukan pretest-posttest terlebih dahulu
dilakukan uji coba soal di kelas XI IPS SMA Negeri Kaureh. Uji
coba soal dilakukan dengan tujuan untuk menentukan validitas,
derajat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas.
a. Validitas Soal
Valid disebut dengan istilah sahih, sebuah tes
dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang
hendak diukur. Hasil analisis validitas (rxy) soal uji coba
diketahui bahwa soal dengan kriteria validitas rendah adalah
soal nomor 2, 4,7, 9, dan 20, soal dengan kriteria validitas
sedang adalah soal nomor 1, 3, 5, 6, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 15,
16, 17, 18, 19, 22, dan 25, soal dengan kriteria validitas tinggi
adalah soal nomor 21, 23, dan 24. Perhitungan pada Lampiran
8 Halaman 86.
b. Tingkat Kesukaran Soal
Tingkat kesukaran menunjukan kualitas butir soal
tersebut apakah termasuk mudah, sedang, atau sukar. Hasil
analisis tingkat kesukaran (P) soal uji coba diketahui bahwa
soal dengan kriteria mudah adalah soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6,
7, 8, dan 9, soal dengan kriteria sedang adalah soal nomor 10,
11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, dan 18, soal dengan kriteria sukar
adalah soal nomor 19, 20, 21, 22, 23, 24, dan 25. Perhitungan
pada Lampiran 9 Halaman 87.
c. Daya Pembeda Soal
Daya pembeda adalah kemampuan sesuatu soal untuk
membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan

39
40

siswa yang berkemampuan rendah. Hasil analisis daya


pembeda (D) soal uji coba diketahui bahwa soal dengan kriteria
jelek adalah soal nomor 2, 4, 7, 9, dan20, soal dengan kriteria
cukup adalah soal nomor 1, 3, 5, 6, 8, 11, 12, 13, 15, 19, 21,
22, 23, dan 25, soal dengan kriteria validitas tinggi adalah soal
nomor 10, 14, 16, 17, 18, dan 24. Perhitungan pada Lampiran
10 Halaman 88.
d. Reliabilitas Soal
Hasil analisis reliabilitas (r11) soal uji coba diketahui
bahwa r11 = 0,85, sehingga dapat disimpulkan bahwa soal uji
coba memiliki tingkat kepercayaan sangat tinggi. Perhitungan
pada Lampiran 12 Halaman 93. Dari hasil analisis soal uji coba
yang telah dilakukan meliputi uji validitas (rxy), uji derajat
kesukaran (P), uji daya pembeda (D), peneliti menyimpulkan
bahwa terdapat terdapat 20 soal yang memenuhi kriteria soal
yang baik dan bisa digunakan sebagai soal pretest-posttest
kemampuan pemahaman konsep matematis yaitu, soal nomor
1, 3, 5, 6, 8, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 21, 22, 23, 24,
dan 90.
2. Hasil Pretest-Posttest Kelas Eksperimen
Hasil kemampuan pemahaman konsep matematis kelas
eksperimen diperoleh dengan cara memberikan pretest-posttest
pada siswa XI IPA 1. Pretest diberikan dengan tujuan untuk
mengetahui kemampuan awal siswa tentang materi pembelajaran
sebelum diterapkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW)
berbantuan GeoGebra, sedangkan posttest diberikan dengan tujuan
untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami materi
pembelajaran setelah diterapkan model pembelajaran Think Talk
Write (TTW) berbantuan GeoGebra. Rekapitulasi hasil pretest-
posttest kemampuan pemahaman konsep matematis kelas
eksperimen, seperti pada Tabel 4.1:
41

Tabel 4.1. Rekapitulasi Hasil Pretest-Posttest Kelas Eksperimen


Tes 𝐧 (∑ 𝐱) 𝐱̅ 𝐒𝟐 𝐒 Min Max
Pretest 20 720 36,00 51,58 7,18 25 45
Posttest 20 1610 80,50 52,37 7,24 70 90
Berdasarkan Tabel 4.1, diketahui bahwa hasil pretest kelas
eksperimen yangdiikuti oleh 20 orang siswa dengan jumlah nilai
720, nilai rata-rata 36,00, varians 51,58, simpangan baku 7,18, nilai
terendah 25, dan nilai tertinggi 45. Hasil posttest kelas eksperimen
yang diikuti oleh 20 orang siswa dengan jumlah nilai 1610, nilai
rata-rata 80,50, varians 52,37, simpangan baku 7,24, nilai terendah
70, dan nilai tertinggi 90. Perhitungan pada Lampiran 16 dan 18
Halaman 102 dan 104.
3. Hasil Pretest-Posttest Kelas Kontrol
Hasil kemampuan pemahaman konsep matematis kelas
kontrol diperoleh dengan cara memberikan pretest-posttest pada
siswa XI IPA 2. Pretest diberikan dengan tujuan untuk mengetahui
kemampuan awal siswa tentang materi pembelajaran sebelum
diterapkan model pembelajaran konvensional, sedangkan posttest
diberikan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan siswa
dalam memahami materi pembelajaran setelah diterapkan model
pembelajaran konvensional. Rekapitulasi hasil pretest-posttest
kemampuan pemahaman konsep matematis kelas kontrol, seperti
pada Tabel 4.2:
Tabel 4.2. Rekapitulasi Hasil Pretest-Posttest Kelas Kontrol
Tes 𝐧 (∑ 𝐱) 𝐱̅ 𝐒𝟐 𝐒 Min Max
Pretest 19 675 35,53 49,71 7,05 25 45
Posttest 19 1250 65,79 72,95 8,72 55 80
Berdasarkan Tabel 4.2, diketahui bahwa hasil pretest kelas
kontrol yangdiikuti oleh 19 orang siswa dengan jumlah nilai 675,
nilai rata-rata 35,53, varians 49,71, simpangan baku 7,05, nilai
terendah 25, dan nilai tertinggi 45. Hasil posttest kelas kontrol yang
diikuti oleh 19 orang siswa dengan jumlah nilai 1250, nilai rata-rata
42

65,79, varians 72,95, simpangan baku 8,72, nilai terendah 55, dan
nilai tertinggi 80. Perhitungan pada Lampiran 17 dan 19 Halaman
103 dan 105.
4.1.2 Analisis Data
1. Hasil Uji Prasyarat
a. Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah
hasil pretest-posttest kemampuan pemahaman konsep
matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi
normal atau tidak. Pengujian normalitas menggunakan uji
Lilliefors, di mana data berdistribusi normal jika; L0 < Ltabel,
tetapi jika: L0 > Ltabel, maka data berdistribusi tidak normal.
Hasil uji normalitas, seperti pada Tabel 4.3:
Tabel 4.3. Hasil Uji Normalitas
Tes L0 Ltabel Keterangan
Kelas Eksperimen
Pretest 0,1495 0,1900 Normal
Posttest 0,1265 0,1900 Normal
Kelas Kontrol
Pretest 0,1507 0,1950 Normal
Posttest 0,1665 0,1950 Normal
Berdasarkan Tabel 4.3, diketahui bahwa L 0 < Ltabel,
sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil pretest-posttest
kemampuan pemahaman konsep matematis kelas eksperimen
dan kelas kontrol berdistribusi normal pada tingkat
kepercayaan 95 %. Perhitungan pada Lampiran 20 Halaman
106.
b. Hasil Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah
variansi dari hasil pretest-posttest kemampuan pemahaman
konsep matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol sama
atau berbeda. Pengujian homogenitas menggunakan uji uji
Fisher, di mana data homogen jika: Fhitung < F1𝛼(𝑣 , tetapi
2 1 ,𝑣2 )
43

jika: Fhitung > F1𝛼(𝑣 , maka data tidak homogen. Hasil uji
2 1 ,𝑣2 )

homogenitas, seperti pada Tabel 4.4:


Tabel 4.4. Hasil Uji Homogenitas
Tes Fhitung 𝐅𝟏 Keterangan
𝜶(𝒗𝟏,𝒗𝟐 )
𝟐
Pretest-Posttest
1,01 2,17 Homogen
Kelas Eksperimen
Pretest-Posttest
1,47 2,22 Homogen
Kelas Eksperimen
Posttest
Kelas Eksperimen
1,39 2,20 Homogen
dan
Kelas Kontrol
Berdasarkan Tabel 4.4, diketahui bahwa Fhitung >
F1𝛼(𝑣 , sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil pretest-
2 1 ,𝑣2 )

posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai


variansi homogenitas pada tingkat kepercayaan 95%.
Perhitungan pada Lampiran 21 Halaman 108.
2. Hasil Uji Signifikan Skor Pretest-Posttest
Uji signifikan skor pretest-posttest digunakan untuk
mengetahui perbedaan yang signifikan antara skor pretest-posttest
kemampuan pemahaman konsep matematis kelas eksperimen dan
kelas kontrol. Pengujian signifikan skor pretest-posttest
menggunakan uji Gain, di mana terdapat perbedaan signifikan skor
pretest-posttest jika: −t (1−1α)(dk) < thitung dan thitung >
2

t (1−1α)(dk), tetapi jika: −t (1−1α)(dk) > thitung dan thitung <


2 2

t (1−1α)(dk), maka tidak terdapat perbedaan signifikan skor pretest-


2

posttest. Hasil uji signifikan skor pretest-posttest, seperti pada


Tabel 4.5:
Tabel 4.5. Hasil Uji Signifikan Skor Pretest-Posttest
Kelas thitung 𝐭 𝟏 Keterangan
(𝟏− 𝛂)(𝐝𝐤)
𝟐
Eksperimen 39,035 1,729 Signifikan
Kontrol 29,667 1,734 Signifikan
44

Berdasarkan Tabel 4.5, diketahui bahwa −t (1−1α)(dk) <


2

thitung dan thitung > t(1−1α)(dk) sehingga dapat disimpulkan bahwa


2

terdapat perbedaan signifikan skor pretest-posttest kemampuan


pemahaman konsep matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol
pada tingkat kepercayaan 95%. Perhitungan uji signifikan skor
pretest-posttest pada Lampiran 22 Halaman 111.
3. Hasil Uji Hipotesis
Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui kebenaran suatu
pernyataan secara statistik dan menarik kesimpulan apakah
menerima atau menolak pernyataan tersebut. Hipotesis dalam
penelitian ini sebagai berikut:
H0: µ1 = µ2: Tidak terdapat pengaruh model pengaruh model
pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan
GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep
matematis siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh
Kabupaten Jayapura.
H1: µ1 ≠ µ2: Terdapat pengaruh model pengaruh model
pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan
GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep
matematis siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh
Kabupaten Jayapura.
Pengujian hipotesis menggunakan uji dua pihak
Independent Sampel T-Test, di mana tolak H0 dan terima H1 jika:
−t(1−1α)(dk) < thitung dan thitung > t (1−1α)(dk) , tetapi jika:
2 2

−t(1−1α)(dk) > thitung dan thitung < t (1−1α)(dk) , maka terima H0


2 2

dan tolak H1. Hasil uji hipotesis, seperti pada Tabel 4.6:
Tabel 4.6. Hasil Uji Hipotesis

thitung 𝐭 𝟏 Keterangan
(𝟏− 𝛂)(𝐝𝐤)
𝟐

5,814 1,687 Tolak H0 dan Terima H1


45

Berdasarkan Tabel 4.6, diketahui bahwa −t (1−1α)(dk) <


2

thitung dan thitung > t(1−1α)(dk) sehingga dapat disimpulkan


2

bahwa terdapat pengaruh model pengaruh model pembelajaran


Think Talk Write (TTW) berbantuan GeoGebra terhadap
kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas XI IPA
SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura pada tingkat
kepercayaan 95%. Perhitungan uji hipotesis pada Lampiran 23
Halaman 115.
4.2 Pembahasan
4.2.1 Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Menggunakan
Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Berbantuan
GeoGebra Kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten
Jayapura.
Model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan
GeoGebra diterapkan di kelas eksperimen yaitu, kelas XI IPA 1 SMA
Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura selama 4 kali pertemuan
(pertemuan 2, 3, 4, dan 5). Sebelum dan sesudah diterapkan model
pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan GeoGebra diberikan
pretest-posttest (pertemuan 1 dan 6). Rekapitulasi persentase hasil
pretest-posttest untuk setiap indikator kemampuan pemahaman konsep
matematis kelas eksperimen, seperti pada Gambar 4.1:
100
80
60
40
20
0
Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator
1 2 3 4 5 6 7
Pretest 40 37,5 36,67 35 35 30 40
Posttest 95 72,5 78,33 80 80 76,25 83,75

Gambar 4.1: Rekapitulasi Persentase Hasil Pretest-Posttest Untuk


Setiap Indikator Kemampuan Pemahaman Konsep
Matematis Kelas Eksperimen
46

Berdasarkan Gambar 4.1, diketahui bahwa terdapat peningkatan


signifikan kemampuan pemahaman konsep matematis kelas
eksperimen sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran
Think Talk Write (TTW) berbantuan GeoGebra di kelas XI IPA 1 SMA
Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura. Hal ini terlihat dari persentase
kemampuan pemahaman konsep matematis sesudah diterapkan model
pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan GeoGebra di kelas
XI IPA 1 SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura secara klasikal
untuk setiap indikator di atas 70%.
4.2.2 Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Menggunakan
Model Pembelajaran Konvensional Kelas XI IPA SMA Negeri
Kaureh Kabupaten Jayapura.
Model pembelajaran konvensional diterapkan di kelas kontrol
yaitu, kelas XI IPA 2 SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura selama
4 kali pertemuan (pertemuan 2, 3, 4, dan 5). Sebelum dan sesudah
diterapkan model pembelajaran konvensional diberikan pretest-
posttest (pertemuan 1 dan 6). Rekapitulasi persentase hasil pretest-
posttest untuk setiap indikator kemampuan pemahaman konsep
matematis kelas kontrol, seperti pada Gambar 4.2:
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator
1 2 3 4 5 6 7
Pretest 32,5 27,5 33,33 32,5 35 31,25 40
Posttest 67,5 57,5 66,67 57,5 66,67 57,5 63,75

Gambar 4.2: Rekapitulasi Persentase Hasil Pretest-Posttest Untuk


Setiap Indikator Kemampuan Pemahaman Konsep
Matematis Kelas Kontrol
47

Berdasarkan Gambar 4.2, diketahui bahwa terdapat peningkatan


signifikan kemampuan pemahaman konsep matematis kelas kontrol
sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran konvensional di
kelas XI IPA 2 SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura. Hal ini
terlihat dari persentase kemampuan pemahaman konsep matematis
sesudah diterapkan model pembelajaran konvensional di kelas XI IPA
2 SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura secara klasikal untuk setiap
indikator di bawah 70%.
4.2.3 Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW)
Berbantuan Geogebra Terhadap Kemampuan Pemahaman
Konsep Matematis Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh
Kabupaten Jayapura.
Pengaruh model pembelajaran Think Talk Write (TTW)
berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep
matematis siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten
Jayapura diketahui dengan cara membandingkan hasil posttest
kemampuan pemahaman konsep matematis kelas eksperimen yang
menggunakan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan
GeoGebra dengan hasil posttest kemampuan pemahaman konsep
matematis kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran
konvensional. Rekapitulasi persentase hasil posttest untuk setiap
indikator kemampuan pemahaman konsep matematis kelas eksperimen
dan kelas kontrol, seperti pada Gambar 4.3:
100
80
60
40
20
0 Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator
1 2 3 4 5 6 7
Kelas Eksperimen 67,5 57,5 66,67 57,5 66,67 57,5 63,75
Kelas Kontrol 95 72,5 78,33 80 80 76,25 83,75

Gambar 4.3: Rekapitulasi Persentase Hasil Posttest Untuk Setiap


Indikator Kemampuan Pemahaman Konsep
Matematis Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
48

Berdasarkan Gambar 4.3, diketahui bahwa terdapat perbedaan


signifikan kemampuan pemahaman konsep matematis kelas
eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Think Talk Write
(TTW) berbantuan GeoGebra di kelas XI IPA 2 SMA Negeri Kaureh
Kabupaten Jayapura dengan hasil posttest kemampuan pemahaman
konsep matematis kelas kontrol yang menggunakan model
pembelajaran konvensional di kelas XI IPA 1 SMA Negeri Kaureh
Kabupaten Jayapura. Hal ini dibuktikan dengan melakukan pengujian
hipotesis menggunakan uji dua pihak Independent Sampel T-Test. Dari
hasil perhitungan diketahui bahwa −t (1−1α)(dk) < thitung dan thitung >
2

t (1−1α)(dk) atau -1,687 < 5,814 dan 5,814 > 1,687, dengan demikian
2

tolak H0 dan terima H1 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat


pengaruh model pengaruh model pembelajaran Think Talk Write (TTW)
berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep
matematis siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten
Jayapura pada tingkat kepercayaan 95%.
Kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran Think Talk
Write (TTW) berbantuan GeoGebra ini membiasakan siswa untuk
berpikir (think) terlebih dahulu sehingga siswa tersebut dapat
membangun pengetahunnya sendiri dalam memahami konsep
matematika. Selain itu, memberikan kesempatan siswa berinteraksi dan
berkolaborasi membicarakan (talk) dengan anggota kelompok sebelum
menulis (write) kesimpulan konsep matematika. Model pembelajaran
Think Talk Write (TTW) mendorong siswa untuk berpikir, berbicara,
dan kemudian menuliskan suatu topik tertentu. Model pembelajaran ini
digunakan untuk mengembangkan tulisan dengan lancar dan melatih
bahasa sebelum dituliskan. Model pembelajaran ini memperkenankan
siswa untuk memengaruhi dan memanipulasi ide-ide sebelum
menuangkannya dalam bentuk tulisan. Serta membantu siswa dalam
mengumpulkan dan mengembangkan ide-ide melalui percakapan
49

terstruktur.1 Penggunaan GeoGebra sebagai media pembelajaran dapat


membantu menjelaskan konsep matematika yang abstrak. Program
GeoGebra adalah program yang bersifat dinamis dan interaktif
sehingga memungkinkan banyak eksplorasi yang dapat dilakukan
terhadap suatu konsep matematika sehingga dapat merangsang pikiran
siswa khususnya geometri, aljabar, dan kalkulus.2 Pembelajaran
dengan GeoGebra membuat siswa lebih aktif, berpikir kreatif dan
mudah dalam memahami konsep matematis.
Sedangkan kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran
konvensional lebih berfokus pada guru dan cenderung siswa hanya
memperhatikan dan menerima penjelasan materi pembelajaran dari
guru tanpa dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan cara guru menjelaskan materi
pelajaran di depan kelas dan siswa memperhatikan penjelasan materi
pelajaran dari guru, diikuti dengan memberikan contoh soal dan untuk
menguji daya serap siswa guru memberikan soal latihan dan pekerjaan
rumah (PR). Selain itu, guru mengalami kesulitan dalam menentukan
media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan
pembelajaran. Dalam model pembelajaran konvensional siswa tidak
diberikan kebebasan untuk mengkonstruksikan sendiri pengetahuannya
sehingga siswa kurang terlibat pada proses pembelajaran.
Model pembelajaran konvensional bercirikan antara lain;
pembelajaran berorientasi pada materi dan berpusat pada guru,
komunikasi yang terjadi cenderung satu arah, kegiatan lebih
menekankan siswa mendengar dan mencatat seperlunya, suasana
bertanya tidak muncul dari siswa, menyamaratakan kemampuan siswa,
dan berorientasi pada target pencapaian kurikulum. Hal tersebut yang

1
Miftahul Huda. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2013), hlm. 219
2
Dona Dinda Pratiwi. Pembelajaran Learning Cycle 5E Berbantuanan GeoGebra terhadap
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 7, No.
2, 191 – 202, 2016, , e-ISSN: 2086-5872 p-ISSN: 2540-7562
50

membuat siswa kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang


diberikan karena belum terbiasa dilatih dengan soal-soal tentang
pemahaman konsep matematis.3

3
Nana Sudjan. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. (Bandung: Sinar Baru Algesindo,
2005), hlm. 200
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis data hasil penelitian, maka dapat disimpulkan
sebagai berikut:
1. Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa menggunakan model
pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan GeoGebra kelas XI IPA
SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura dengan nilai rata-rata 80,50.
2. Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa menggunakan model
pembelajaran konvensional kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten
Jayapura dengan nilai rata-rata 65,79.
3. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji dua pihak Independent
Sampel T-Test diketahui bahwa −t (1−1α)(dk) < thitung dan thitung >
2

t(1−1α)(dk) atau -1,687 < 5,814 dan 5,814 > 1,687, dengan demikian tolak
2

H0 dan terima H1 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh


model pengaruh model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan
GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa
kelas XI IPA SMA Negeri Kaureh Kabupaten Jayapura pada tingkat
kepercayaan 95%.
5.2 Saran
Berdasarkan analisis data hasil penelitian, maka dapat disimpulkan
sebagai berikut:
1. Bagi siswa, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman
konsep matematis dengan cara terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.
2. Bagi guru, diharapkan dapat menjadi model pembelajaran Think Talk
Write (TTW) berbantuan GeoGebra sebagai acuan dalam memilih model
dan media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan matematis
siswa.
3. Bagi sekolah, diharapkan dapat menjadi model pembelajaran Think Talk
Write (TTW) berbantuan GeoGebra sebagai acuan dalam mengembangkan

51
52

model dan media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan


matematis siswa.
4. Bagi peneliti selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan
model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan GeoGebra
sebagai acuan dan sumber informasi dalam penggunaan model dan media
pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan matematis siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi
Aksara
Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Bumi Aksara
Arsyad, Azhar. 2014. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 2006. Model Penilaian Kelas.
Jakarta: Depdiknas
Darmawan, Deni. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya
Depdiknas. 2003. Pedoman Khusus Pengembangan Sistem Penilaian Berbasis
Kompetensi SMP. Jakarta: Depdiknas
Fitriyana, Nur dan Asnurida, Rani. Pengaruh Strategi Think Talk Write (TTW)
terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2
Lubuklinggau. Jurnal Pendidikan Matematika: Judika Education, Volume 1,
Nomor 1, Januari-Juni 2018, e-ISSN: 2614-6088 p-ISSN: 2620-732X
Hasan, M. Iqbal. 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan
Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia
Hidayat Fadjar Noer dan Tamimuddin, Moh. 2015. Modul Guru Pembelajar:
Pemanfaatan Aplikasi GeoGebra Untuk Pembelajaran Matematika
(Dasar). Yogyakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Hohenwarter, M. & Fuchs, K. Combination of Dynamic Geometry, Algebra, and
Calculus in the Software System Geogebra.
[Link]/publications/[Link]
Huda, Miftahul. 2013. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
Husna, Asmaul. Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran ”Think, Talk, Write”
Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep dan Komunikasi Matematika
Siswa Kelas III SMP N Kecamatan Lembah Gumanti. Cahaya Pendidikan,
2 (1): 15-25, Juni 2016, ISSN: 1460-4747

53
54

Intan, dkk. Pengaruh Strategi Think Talk Write (TTW) Terhadap Kemampuan
Pemahaman Konsep pada Pembelajaran Matematika. Jurnal Pendidikan
Matematika Rafa, Volume 4 Nomor 1 Juni 2018, p-ISSN: 2460-8718 e-
ISSN: 2460-872
Iskandar. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial. Jakarta: GP Press
Istarani. 2014. 58 Model Pembelajran Inovatif. Medan: Media Persada
Komalasari, Kokom. 2013. Pembelajaran Kontekstul: Konsep dan Aplikasi.
Bandung: PT. Refika Adiatama
Kurnia, dkk. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika. Karawang: Refika Aditama
Kustandi, Cecep dan Sutjipto Bambang. 2013. Media Pembelajaran. Bogor: Ghalia
Indonesia
Martono, Nanang. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT. Rajagrafindo
Persada
Pratiwi, Dona Dinda. Pembelajaran Learning Cycle 5E Berbantuanan GeoGebra
terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis. Al-Jabar: Jurnal
Pendidikan Matematika, Vol. 7, No. 2, 191 – 202, 2016, , e-ISSN: 2086-
5872 p-ISSN: 2540-7562
Rivai, Ahmad dan Sudjana, Nana. 2013. Media Pengajaran (Penggunaan dan
Pembuatannya). Bandung: Sinar Baru Algensindo
Rohman, Moch. Fatkoer. Panduan Penggunaan GeoGebra: Software Alat Bantu
Pembelajaran Matematika. http;//[Link]
Sadiman, Arif S., dkk. 2013. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan
Pemanfaatannya. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada
Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Sanjaya, Wina. 2010. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta:
Kencana
Santoso, Singgih. 2017. Menguasai Statistik dengan SPSS 24. Jakarta: Kompas
Gramedia
Shoimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
55

Siswanto, Wahyudi dan Ariani, Dewi. 2016. Model Pembelajaran Menulis Cerita.
Bandung: Reflika Aditama
Subana. 2009. Statistik Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia
Sudjan, Nana. 2005. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru
Algesindo
Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta
Suprijono, Agus. 2012. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Suyatno. 2011. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Jakarta: Bumi Aksara
Syahbana, Ali. 2016. Belajar Menguasai GeoGebra. Palembang: NoerFikri
Tim PPPG Matematika. 2006. Materi Pembinaan Matematika SMP. Yogyakarta:
Dekdikbud
Trianto. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group
Yanti, Ratni, dkk. Penerapan Pendekatan Saintifik Berbantuanan GeoGebra dalam
Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Siswa. Aksioma:
Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Vol. 10, No. 2, Desember
2019, e-ISSN: 2579-7646
56

Lampiran 1
Silabus
Mata Pelajaran : Matematika (Wajib)
Sekolah : SMA Negeri Kaureh
Program Studi : IPA
Kelas/Semester : XI/ Ganjil
Kompetensi Inti :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif
dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Pendekatan/ Alat/Media/
Indikator Pencapaian Materi Alokasi
Kompetensi Dasar Model/Metode Penilaian Sumber
Kompetensi Pembelajaran Waktu
Pembelajaran Pembelajaran
1.1. Menghayati dan 1. Mengidentifikasi sifat- Geometri Pendekatan Teknik 8 × 45’ Alat
mengamalkan ajaran agama sifat transformasi Transformasi Tes Laptop dan LCD
yang dianutnya. geometri (translasi, Translasi Tertulis Proyektor
57

2.1. Memiliki motivasi internal, refleksi garis, dilatasi dan Refleksi Pendekatan Bentuk Media
kemampuan bekerja sama, rotasi) dengan Rotasi Ilmiah Pilihan Powerpoint dan
konsisten, sikap disiplin, rasa pendekatan koordinat. Dilatasi (scientific) Ganda GeoGebra
percaya diri, dan sikap 2. Menyajikan masalah & Sumber
toleransi dalam perbedaan yang berkaitan dengan Konvensional Kementrian
strategi berpikir dalam transformasi geometri Model Pendidikan dan
memilih dan menerapkan (translasi, refleksi garis, Think Talk Kebudayaan. 2017.
strategi menyelesaikan dilatasi dan rotasi). Write (TTW) Buku Siswa
masalah. 3. Menggunakan aturan & Matematika
2.2. Mampu mentransformasi diri transformasi geometri Konvensional SMA/MA/SMK/MAK
dalam berpilaku jujur, (translasi, refleksi garis, Metode Kelas XI Edisi
tangguh menghadapi masalah, dilatasi dan rotasi) dalam Ceramah, Revisi 2017. Jakarta:
kritis dan disiplin dalam memecahkan masalah. Diskusi dan Kementrian
melakukan tugas belajar Tanya Jawab Pendidikan dan
matematika. Kebudayaan
2.3. Menunjukkan sikap &
bertanggung jawab, rasa ingin S.N. Sharma dkk.
tahu, jujur dan perilaku peduli 2016. Jelajah
lingkungan. Matematika SMA
3.1. Menganalisis sifat-sifat Kelas XI Program
transformasi geometri Wajib 2. Jakarta:
(translasi, refleksi garis, Yudistira
dilatasi dan rotasi) dengan
58

pendekatan koordinat dan


menerapkannya dalam
menyelesaikan masalah.
4.1. Menyajikan objek
kontekstual, menganalisis
informasi terkait sifat-sifat
objek dan menerapkan aturan
transformasi geometri
(refleksi, translasi, dilatasi,
dan rotasi) dalam
memecahkan masalah.
59

Lampiran 2
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Eksperimen
Mata Pelajaran : Matematika (Wajib)
Sekolah : SMA Negeri Kaureh
Program Studi : IPA
Kelas/Semester : XI/ Ganjil
Waktu : 8 × 45 Menit
A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
1.1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
60

2.1. Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerja sama, konsisten, sikap


disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi
berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
2.2. Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku jujur, tangguh dalam
menghadapi masalah, kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar
matematika.
2.3. Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku
peduli lingkungan.
3.1. Menganalisis sifat-sifat transformasi geometri (translasi, refleksi garis,
dilatasi dan rotasi) dengan pendekatan koordinat dan menerapkannya
dalam menyelesaikan masalah.
4.1. Menyajikan objek kontekstual, menganalisis informasi terkait sifat-sifat
objek dan menerapkan aturan transformasi geometri (refleksi, translasi,
dilatasi, dan rotasi) dalam memecahkan masalah.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Mengidentifikasi sifat-sifat transformasi geometri (translasi, refleksi garis,
dilatasi dan rotasi) dengan pendekatan koordinat.
2. Menyajikan masalah yang berkaitan dengan transformasi geometri
(translasi, refleksi garis, dilatasi dan rotasi).
3. Menggunakan aturan transformasi geometri (translasi, refleksi garis,
dilatasi dan rotasi) dalam memecahkan masalah.
D. Materi Pembelajaran
Geometri Transformasi
1. Translasi
2. Refleksi
3. Rotasi
4. Dilatasi
E. Pendekatan/ Model/Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Ilmiah (scientific)
2. Model : Think Talk Write (TTW)
3. Metode : Ceramah, Diskusi dan Tanya Jawab
61

F. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-1 (2 × 45 Menit)
1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
a. Guru mengucap salam pembuka.
b. Guru mengajak peserta didik untuk berdo’a (meminta salah seorang
peserta didik untuk memimpin do’a) bersama-sama untuk mengawali
pembelajaran.
c. Guru memeriksa kehadiran siswa.
d. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
e. Guru memberikan motivasi tentang keterkaitan materi pembelajaran
dengan kehidupan sehari-hari.
f. Guru memberikan apersepsi dengan cara tanya jawab tentang materi
pembelajaran sebelumnya.
2. Kegiatan Inti (70 Menit)
a. Think (Berpikir)
Guru menjelaskan materi pembelajaran translasi menggunakan media
GeoGebra. Selanjutnya, membagikan LKS kepada siswa untuk
dipelajari dan dikerjakan secara individu.
b. Talk (Berbicara)
Guru membagi siswa dalam kelompok kecil yang beranggotakan 5
orang siswa untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan berdiskusi dengan
teman satu kelompok membahas hasil LKS yang telah dipelajari dan
dikerjakan secara individu.
c. Write (Menulis)
Guru meminta siswa untuk menuliskan kesimpulan hasil diskusi
kelompok. Selanjutnya, meminta perwakilan kelompok
menyampaikan hasil diskusi kelompok, sedangkan kelompok lain
diminta memberikan tanggapan.
3. Kegiatan Penutup (10 Menit)
a. Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan materi
pembelajaran yang telah dipelajari.
62

b. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pembelajaran yang


akan dipelajari pada pertemuan yang berikutnya.
c. Guru mengucapkan salam penutup.
Pertemuan Ke-2 (2 × 45 Menit)
1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
a. Guru mengucap salam pembuka.
b. Guru mengajak peserta didik untuk berdo’a (meminta salah seorang
peserta didik untuk memimpin do’a) bersama-sama untuk mengawali
pembelajaran.
c. Guru memeriksa kehadiran siswa.
d. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
e. Guru memberikan motivasi tentang keterkaitan materi pembelajaran
dengan kehidupan sehari-hari.
f. Guru memberikan apersepsi dengan cara tanya jawab tentang materi
pembelajaran sebelumnya.
2. Kegiatan Inti (70 Menit)
a. Think (Berpikir)
Guru menjelaskan materi pembelajaran refleksi menggunakan media
GeoGebra. Selanjutnya, membagikan LKS kepada siswa untuk
dipelajari dan dikerjakan secara individu.
b. Talk (Berbicara)
Guru membagi siswa dalam kelompok kecil yang beranggotakan 5
orang siswa untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan berdiskusi dengan
teman satu kelompok membahas hasil LKS yang telah dipelajari dan
dikerjakan secara individu.
c. Write (Menulis)
Guru meminta siswa untuk menuliskan kesimpulan hasil diskusi
kelompok. Selanjutnya, meminta perwakilan kelompok
menyampaikan hasil diskusi kelompok, sedangkan kelompok lain
diminta memberikan tanggapan.
63

3. Kegiatan Penutup (10 Menit)


a. Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan materi
pembelajaran yang telah dipelajari.
b. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pembelajaran yang
akan dipelajari pada pertemuan yang berikutnya.
c. Guru mengucapkan salam penutup.
Pertemuan Ke-3 (2 × 45 Menit)
1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
a. Guru mengucap salam pembuka.
b. Guru mengajak peserta didik untuk berdo’a (meminta salah seorang
peserta didik untuk memimpin do’a) bersama-sama untuk mengawali
pembelajaran.
c. Guru memeriksa kehadiran siswa.
d. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
e. Guru memberikan motivasi tentang keterkaitan materi pembelajaran
dengan kehidupan sehari-hari.
f. Guru memberikan apersepsi dengan cara tanya jawab tentang materi
pembelajaran sebelumnya.
2. Kegiatan Inti (70 Menit)
a. Think (Berpikir)
Guru menjelaskan materi pembelajaran rotasi menggunakan media
GeoGebra. Selanjutnya, membagikan LKS kepada siswa untuk
dipelajari dan dikerjakan secara individu.
b. Talk (Berbicara)
Guru membagi siswa dalam kelompok kecil yang beranggotakan 5
orang siswa untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan berdiskusi dengan
teman satu kelompok membahas hasil LKS yang telah dipelajari dan
dikerjakan secara individu.
c. Write (Menulis)
Guru meminta siswa untuk menuliskan kesimpulan hasil diskusi
kelompok. Selanjutnya, meminta perwakilan kelompok
64

menyampaikan hasil diskusi kelompok, sedangkan kelompok lain


diminta memberikan tanggapan.
3. Kegiatan Penutup (10 Menit)
a. Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan materi
pembelajaran yang telah dipelajari.
b. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pembelajaran yang
akan dipelajari pada pertemuan yang berikutnya.
c. Guru mengucapkan salam penutup.
Pertemuan Ke-4 (2 × 45 Menit)
1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
a. Guru mengucap salam pembuka.
b. Guru mengajak peserta didik untuk berdo’a (meminta salah seorang
peserta didik untuk memimpin do’a) bersama-sama untuk mengawali
pembelajaran.
c. Guru memeriksa kehadiran siswa.
d. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
e. Guru memberikan motivasi tentang keterkaitan materi pembelajaran
dengan kehidupan sehari-hari.
f. Guru memberikan apersepsi dengan cara tanya jawab tentang materi
pembelajaran sebelumnya.
2. Kegiatan Inti (70 Menit)
a. Think (Berpikir)
Guru menjelaskan materi pembelajaran dilatasi menggunakan media
GeoGebra. Selanjutnya, membagikan LKS kepada siswa untuk
dipelajari dan dikerjakan secara individu.
b. Talk (Berbicara)
Guru membagi siswa dalam kelompok kecil yang beranggotakan 5
orang siswa untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan berdiskusi dengan
teman satu kelompok membahas hasil LKS yang telah dipelajari dan
dikerjakan secara individu.
65

c. Write (Menulis)
Guru meminta siswa untuk menuliskan kesimpulan hasil diskusi
kelompok. Selanjutnya, meminta perwakilan kelompok
menyampaikan hasil diskusi kelompok, sedangkan kelompok lain
diminta memberikan tanggapan.
3. Kegiatan Penutup (10 Menit)
a. Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan materi
pembelajaran yang telah dipelajari.
b. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pembelajaran yang
akan dipelajari pada pertemuan yang berikutnya.
c. Guru mengucapkan salam penutup.
G. Alat/Media/Sumber Pembelajaran
1. Alat : Laptop dan LCD Proyektor
2. Media : Powerpoint dan GeoGebra
3. Sumber : a. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017.
Buku Siswa Matematika SMA/MA/SMK/MAK Kelas
XI Edisi Revisi 2017. Jakarta: Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan
b. S.N. Sharma dkk. 2016. Jelajah Matematika SMA
Kelas XI Program Wajib 2. Jakarta: Yudistira
H. Penilaian
1. Teknik : Tes Tertulis
2. Bentuk : Pilihan Ganda
66

Lampiran 3
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Kontrol
Mata Pelajaran : Matematika (Wajib)
Sekolah : SMA Negeri Kaureh
Program Studi : IPA
Kelas/Semester : XI/ Ganjil
Waktu : 8 × 45 Menit
A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
1.1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
67

2.1. Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerja sama, konsisten, sikap


disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi
berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
2.2. Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku jujur, tangguh dalam
menghadapi masalah, kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar
matematika.
2.3. Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku
peduli lingkungan.
3.1. Menganalisis sifat-sifat transformasi geometri (translasi, refleksi garis,
dilatasi dan rotasi) dengan pendekatan koordinat dan menerapkannya
dalam menyelesaikan masalah.
4.1. Menyajikan objek kontekstual, menganalisis informasi terkait sifat-sifat
objek dan menerapkan aturan transformasi geometri (refleksi, translasi,
dilatasi, dan rotasi) dalam memecahkan masalah.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Mengidentifikasi sifat-sifat transformasi geometri (translasi, refleksi garis,
dilatasi dan rotasi) dengan pendekatan koordinat.
2. Menyajikan masalah yang berkaitan dengan transformasi geometri
(translasi, refleksi garis, dilatasi dan rotasi).
3. Menggunakan aturan transformasi geometri (translasi, refleksi garis,
dilatasi dan rotasi) dalam memecahkan masalah.
D. Materi Pembelajaran
Geometri Transformasi
1. Translasi
2. Refleksi
3. Rotasi
4. Dilatasi
E. Pendekatan/ Model/Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Konvensional
2. Model : Konvensional
3. Metode : Ceramah, Diskusi dan Tanya Jawab
68

F. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-1 (2 × 45 Menit)
1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
a. Guru mengucap salam pembuka.
b. Guru mengajak siswa untuk berdo’a (meminta salah seorang siswa
untuk memimpin do’a) bersama-sama untuk mengawali pembelajaran.
c. Guru memeriksa kehadiran siswa.
d. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
e. Guru memberikan motivasi tentang keterkaitan materi pembelajaran
dengan kehidupan sehari-hari.
f. Guru memberikan apersepsi dengan cara tanya jawab tentang materi
pembelajaran sebelumnya.
2. Kegiatan Inti (70 Menit)
a. Guru menjelaskan materi pembelajaran translasi.
b. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi
pembelajaran yang belum dipahami.
c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencatat materi
pembelajaran.
d. Guru memberikan soal latihan.
e. Guru bersama-sama dengan siswa membahas soal latihan.
3. Kegiatan Penutup (10 Menit)
a. Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan materi
pembelajaran yang telah dipelajari.
b. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pembelajaran yang
akan dipelajari pada pertemuan yang berikutnya.
c. Guru mengucapkan salam penutup.
Pertemuan Ke-2 (2 × 45 Menit)
1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
a. Guru mengucap salam pembuka.
b. Guru mengajak siswa untuk berdo’a (meminta salah seorang siswa
untuk memimpin do’a) bersama-sama untuk mengawali pembelajaran.
69

c. Guru memeriksa kehadiran siswa.


d. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
e. Guru memberikan motivasi tentang keterkaitan materi pembelajaran
dengan kehidupan sehari-hari.
f. Guru memberikan apersepsi dengan cara tanya jawab tentang materi
pembelajaran sebelumnya.
2. Kegiatan Inti (70 Menit)
a. Guru menjelaskan materi pembelajaran refleksi.
b. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi
pembelajaran yang belum dipahami.
c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencatat materi
pembelajaran.
d. Guru memberikan soal latihan.
e. Guru bersama-sama dengan siswa membahas soal latihan.
3. Kegiatan Penutup (10 Menit)
a. Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan materi
pembelajaran yang telah dipelajari.
b. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pembelajaran yang
akan dipelajari pada pertemuan yang berikutnya.
c. Guru mengucapkan salam penutup.
Pertemuan Ke-3 (2 × 45 Menit)
1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
a. Guru mengucap salam pembuka.
b. Guru mengajak siswa untuk berdo’a (meminta salah seorang siswa
untuk memimpin do’a) bersama-sama untuk mengawali pembelajaran.
c. Guru memeriksa kehadiran siswa.
d. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
e. Guru memberikan motivasi tentang keterkaitan materi pembelajaran
dengan kehidupan sehari-hari.
f. Guru memberikan apersepsi dengan cara tanya jawab tentang materi
pembelajaran sebelumnya.
70

2. Kegiatan Inti (70 Menit)


a. Guru menjelaskan materi pembelajaran rotasi.
b. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi
pembelajaran yang belum dipahami.
c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencatat materi
pembelajaran.
d. Guru memberikan soal latihan.
e. Guru bersama-sama dengan siswa membahas soal latihan.
3. Kegiatan Penutup (10 Menit)
a. Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan materi
pembelajaran yang telah dipelajari.
b. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pembelajaran yang
akan dipelajari pada pertemuan yang berikutnya.
c. Guru mengucapkan salam penutup.
Pertemuan Ke-4 (2 × 45 Menit)
1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
a. Guru mengucap salam pembuka.
b. Guru mengajak siswa untuk berdo’a (meminta salah seorang siswa
untuk memimpin do’a) bersama-sama untuk mengawali pembelajaran.
c. Guru memeriksa kehadiran siswa.
d. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
e. Guru memberikan motivasi tentang keterkaitan materi pembelajaran
dengan kehidupan sehari-hari.
f. Guru memberikan apersepsi dengan cara tanya jawab tentang materi
pembelajaran sebelumnya.
2. Kegiatan Inti (70 Menit)
a. Guru menjelaskan materi pembelajaran dilatasi
b. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi
pembelajaran yang belum dipahami.
c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencatat materi
pembelajaran.
71

d. Guru memberikan soal latihan.


e. Guru bersama-sama dengan siswa membahas soal latihan.
3. Kegiatan Penutup (10 Menit)
a. Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan materi
pembelajaran yang telah dipelajari.
b. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pembelajaran yang
akan dipelajari pada pertemuan yang berikutnya.
c. Guru mengucapkan salam penutup.
G. Alat/Media/Sumber Pembelajaran
1. Alat : Laptop dan LCD Proyektor
2. Media : Powerpoint dan Geogebra
3. Sumber : a. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017.
Buku Siswa Matematika SMA/MA/SMK/MAK Kelas
XI Edisi Revisi 2017. Jakarta: Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan
b. S.N. Sharma dkk. 2016. Jelajah Matematika SMA
Kelas XI Program Wajib 2. Jakarta: Yudistira
H. Penilaian
1. Teknik : Tes Tertulis
2. Bentuk : Pilihan Ganda
72

Lampiran 4
Kisi-Kisi Soal Uji Coba
Mata Pelajaran : Matematika (Wajib)
Sekolah : SMA Negeri Kaureh
Program Studi : IPS
Kelas/Semester : XI/ Ganjil
Waktu : 2 × 45 Menit
Kompetensi Inti :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif
dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Indikator
Indikator Pencapaian Materi Jumlah Nomor
Kompetensi Dasar Kemampuan Penilaian
Kompetensi Pembelajaran Soal Soal
Pemahaman Konsep
1.1. Menghayati dan mengamalkan 1. Mengidentifikasi sifat- Geometri 1. Menyatakan ulang Teknik
3 1, 2, 3
ajaran agama yang dianutnya. sifat transformasi geometri Transformasi sebuah konsep.
73

2.1. Memiliki motivasi internal, (translasi, refleksi garis, Translasi 2. Mengklasifikasi Tes
kemampuan bekerja sama, dilatasi dan rotasi) dengan Refleksi objek menurut sifat- Tertulis
3 4, 5, 6
konsisten, sikap disiplin, rasa pendekatan koordinat. Rotasi sifat tertentu sesuai Bentuk
percaya diri, dan sikap toleransi 2. Menyajikan masalah yang Dilatasi dengan konsepnya. Pilihan
dalam perbedaan strategi berkaitan dengan 3. Memberi contoh Ganda
7, 8, 9,
berpikir dalam memilih dan transformasi geometri dan bukan contoh 5
10, 11
menerapkan strategi (translasi, refleksi garis, dari sutu konsep.
menyelesaikan masalah. dilatasi dan rotasi). 4. Menyajikan konsep
2.2. Mampu mentransformasi diri 3. Menggunakan aturan dalam berbagai
2 12, 13
dalam berpilaku jujur, tangguh transformasi geometri bentuk representasi
menghadapi masalah, kritis dan (translasi, refleksi garis, matematis
disiplin dalam melakukan tugas dilatasi dan rotasi) dalam 5. Mengembangkan
belajar matematika. memecahkan masalah. syarat perlu atau 14, 15,
3
2.3. Menunjukkan sikap syarat cukup dari 16
bertanggung jawab, rasa ingin suatu konsep.
tahu, jujur dan perilaku peduli 6. Menggunakan dan
lingkungan. memanfaatkan serta 17, 18,
3.1. Menganalisis sifat-sifat memilih prosedur 5 19, 20,
transformasi geometri (translasi, atau operasi 21
refleksi garis, dilatasi dan rotasi) tertentu.
dengan pendekatan koordinat 7. Mengaplikasikan
22, 23,
dan menerapkannya dalam konsep atau 4
24, 25
menyelesaikan masalah. algoritma
74

4.1. Menyajikan objek kontekstual, pemecahan


menganalisis informasi terkait masalah.
sifat-sifat objek dan menerapkan
aturan transformasi geometri
(refleksi, translasi, dilatasi, dan
rotasi) dalam memecahkan
masalah.
75

Lampiran 5
Soal Uji Coba
Mata Pelajaran : Matematika (Wajib)
Sekolah : SMA Negeri Kaureh
Program Studi : IPS
Kelas/Semester : XI/ Ganjil
Waktu : 2 × 45 Menit
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dan benar dengan memberi
tanda silang (x) pada huruf, a,b,c dan d di bawah ini!
1. Refleksi atau pencerminan adalah….
a. Perpindahan posisi suatu objek secara geometri dengan menggunakan sifat
bayangan cermin
b. Perpindahan posisi suatu objek secara geometri pada jarak dan arah yang
sama
c. Perpindahan posisi suatu objek secara geometri pada sudut dan arah yang
sama
d. Perpindahan posisi suatu objek secara geometri menggunakan titik pusat
dan faktor skala
2. Berikut yang tidak termasuk dalam bentuk transformasi, yaitu….
a. Dilatasi
b. Translasi
c. Relaksasi
d. Refleksi
3. Berikut pernyataan yang benar adalah….
a. Dilatasi = Perkalian
b. Translasi = Pencerminan
c. Refleksi = Perputaran
d. Rotasi = Pergeseran
4. Berikut ini yang bukan merupakan sifat rotasi adalah….
a. Mengalami perubahan ukuran
b. Mengalami perubahan posisi
76

c. Tidak mengalami perubahan bentuk


d. Tidak mengalami perubahan ukuran
5. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
(i) Jarak suatu benda terhadap cermin sama dengan jarak bayangannya
terhadap cermin
(ii) Garis yang menghubungkan suatu titik dan bayangannya sejajar dengan
cermin
(iii) Suatu bangun kongruen dengan bayangannya
Yang merupakan sifat refleksi terhadap garis adalah….
a. (i) dan (ii)
b. (i) dan (iii)
c. (ii) dan (iii)
d. (i), (ii), dan (iii)
6. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
(i) Mengalami perubahan ukuran
(ii) Tidak mengalami perubahan bentuk
(iii) Mengalami perubahan posisi
Yang merupakan sifat translasi adalah….
a. (i) dan (ii)
b. (i) dan (iii)
c. (ii) dan (iii)
d. (i), (ii), dan (iii)
7. Berikut ini merupakan contoh refleksi terhadap suatu garis, kecuali….
a. Translasi

b. Refleksi
77

c. Rotasi

d. Dilatasi

8. Gambar hasil refleksi trapesium berwarna biru terhadap sumbu-y adalah….


a. Refleksi

b. Rotasi

c. Dilatasi
78

d. Dilatasi

9. Huruf berikut ini memiliki bentuk awal yang sama dengan hasil bayangan
pencerminannya, kecuali….
a. Huruf H
b. Huruf N
c. Huruf V
d. Huruf M
10. Perhatikan gambar berikut!

Transformasi yang digunakan pada gambar di atas adalah….


a. Translasi
b. Refleksi
c. Rotasi
d. Dilatasi
11. Perhatikan gambar berikut!
79

Transformasi yang digunakan pada gambar di atas adalah….


a. Translasi
b. Refleksi
c. Rotasi
d. Dilatasi
12. Perhatikanlah gambar berikut!

Koordinat titik A, B, C, dan D adalah….


a. A (-5, 6), B (4, 1), C (6, -4), D (0, -9)
b. A (-5, 6), B (4, 1), C (-4, 6), D (-9, 0)
c. A (-5, 6), B (1, 4), C (6, -4), D (0, -9)
d. A (-5, 6), B (1, 4), C (-4, 6), D (-9, 0)
13. Diketahui koordinat titik-titik berikut. A (-5, 2), B (-2, -3), C (4, -3), dan D (1,
2). Jika titik A, B, C, dan D dihubungkan bangun yang terbentuk adalah….
a. Persegi
b. Layang-layang
c. Trapesium
d. Jajargenjang
3
14. Sebuah garis 3x + 2y = 6 ditranslasikan dengan matriks ( ), dilanjutkan
−4
dilatasi dengan pusat di O dan faktor 2. Hasil transformasinya adalah….
a. 3x + 2y = 14
b. 3x + 2y = 7
c. 3x + y = 14
80

d. 3x + y = 7
15. Diketahui garis g dengan persamaan y = 3x + 2. Bayangan garis g oleh refleksi
𝜋
terhadap sumbu X dilanjutkan rotasi dengan pusat di O sebesar radian
2

adalah….
a. 3x + y + 2 = 0
b. 3y – x – 2 = 0
c. 3x – y – 2 = 0
d. 3y – x + 2 = 0
16. Lingkaran yang berpusat di (3, –2) dan berjari–jari 4 diputar dengan R (0, 90̊),
kemudian direfleskikan terhadap sumbu X. Persamaan bayangan lingkaran
adalah….
a. x2 + y2 – 4x – 6y – 3 = 0
b. x2 + y2 + 4x – 6y + 3 = 0
c. x2 + y2 – 4x + 6y – 3 = 0
d. x2 + y2 + 4x – 6y – 3 = 0
−10
17. Diketahui titik P’ (3, -13) adalah bayangan titik P oleh translasi T = ( ).
7
Koordinat titik P adalah….
a. (-5, -4)
b. (-5, 4)
c. (-13, -20)
d. (-13, 20)
18. Bayangan titik P (5, 4) jika didilatasikan terhadap pusat ( -2, -3) dengan faktor
skala -4 adalah….
a. (-30, -31)
b. (-30, 7)
c. (-14, -1)
d. (-14, -7)
19. Bayangan titik A (-1, 4) jika direfleksikan terhadap garis y = -x adalah….
a. A’ (-4, -1)
b. A’ (4, 1)
81

c. A’ (-4, 1)
d. A’ (4, -1)
20. Bayangan P (a, b) oleh rotasi terhadap titik pusat (0, 0) sebesar -90̊ adalah P’
(-10, -2). Nilai a + 2b =….
a. -8
b. -18
c. -28
d. -38
21. Bayangan titik B (3, -2) dirotasikan sebesar 90̊ terhadap titik pusat P (-1, 1).
Bayangan titik B adalah….
a. A’ (-4, 3)
b. A’ (4, 3)
c. A’ (-2, 5)
d. A’ (2, 5)
22. Sebuah mesin fotokopi dapat membuat salinan gambar/tulisan dengan ukuran
berbeda. Suatu gambar persegi panjang difotokopi dengan setelan tertentu. Jika
setelan tersebut dapat disamakan dengan proses transformasi terhadap
2 1
matriks ( ), kemudian didilatasi dengan titik pusat (0,0) dan faktor
4 3
skala 3, maka luas gambar persegi panjang itu akan menjadi ⋯ kali dari luas
semula.
a. 12
b. 18
c. 24
d. 30
23. Sebuah kamera memproses gambar dengan mentransformasikan gambar
1 5

tersebut terhadap matriks (41 8


). Selanjutnya, gambar tersebut
2
2

4 1
ditransformasi lagi terhadap matriks ( ). Jika kamera tersebut mengambil
8 1
82

gambar suatu benda dengan luas 32 cm2, maka luas benda hasil potretan
adalah….
a. 24 cm2
b. 30 cm2
c. 36 cm2
d. 42 cm2
24. Diketahui dua buah rumah dengan letaknya masing-masing di A (8, 2) dan B
(4, 5). Sebuah tiang listrik akan dipasang sepanjang jalan pada sumbu Y. Letak
minimum tiang listrik agar kawat yang digunakan untuk menghubungkan
rumah A dan B adalah….
a. C (0, 8)
b. C (8, 0)
c. C (4, 0)
d. C (0, 4)
25. Perhatikanlah gambar berikut!

1
Bayangan huruf E setelah didilatasi dengan pusat I dan faktor skala − 2

adalah….
a. Huruf A
b. Huruf C
c. Huruf J
d. Huruf K
83

Lampiran 6
Kunci Jawaban Soal Uji Coba
1. A
2. C
3. A
4. A
5. D
6. C
7. D
8. D
9. B
10. C
11. B
12. C
13. D
14. A
15. D
16. C
17. C
18. A
19. C
20. B
21. D
22. B
23. A
24. D
25. D
84

Lampiran 7
Distribusi Hasil Uji Coba Soal
Nomor Soal
No. y y2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
1. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 20 400
2. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 23 529
3. 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 15 225
4. 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 16 256
5. 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 14 196
6. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 17 289
7. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 22 484
8. 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 16 256
9. 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 14 196
10. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 20 400
11. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 15 225
12. 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 11 121
13. 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 9 81
14. 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 10 100
15. 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 8 64
16. 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 12 144
17. 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 9 81
18. 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 9 81
19. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 121
20. 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 121
Σx 17 17 15 17 15 17 15 15 18 13 13 11 13 12 7 13 12 8 9 5 3 5 3 4 5
Σx2 17 17 15 17 15 17 15 15 18 13 13 11 13 12 7 13 12 8 9 5 3 5 3 4 5 282 4370
Σxy 254 248 231 247 226 252 225 224 261 205 199 167 200 188 99 210 187 130 146 79 65 90 65 81 91
85

Distribusi Hasil Uji Coba Soal Kelompok Atas


Nomor Soal
No. y
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
1. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 20
2. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 23
3. 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 15
4. 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 16
5. 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 14
6. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 17
7. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 22
8. 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 16
9. 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 14
10. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 20
Σx 10 9 9 9 9 10 8 9 10 9 8 7 8 8 4 9 8 6 6 3 3 4 3 4 4 177

Distribusi Hasil Uji Coba Soal Kelompok Bawah


Nomor Soal
No. y
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
11. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 15
12. 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 11
13. 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 9
14. 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 10
15. 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 8
16. 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 12
17. 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 9
18. 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 9
19. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11
20. 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11
Σx 7 8 6 8 6 7 7 6 8 4 5 4 5 4 3 4 4 2 3 2 0 1 0 0 1 105
86

Lampiran 8
Perhitungan Validitas Hasil Uji Coba Soal
N ∑ XY − (∑ X)(∑ Y)
rxy(1) =
√{N ∑ X 2 − (∑ X)2 }{N ∑ Y 2 − (∑ Y)2 }
20(254) − (17)(282)
rxy(1) =
√{20(17) − (17)2 }{20(4370) − (282)2 }
5080 − 4794
rxy(1) =
√{340 − 289}{87400 − 79524}
286
rxy(1) =
√{51}{7876}
286
rxy(1) =
√401676
286
rxy(1) =
633,78
rxy(1) = 0,45
Jadi, nilai rxy untuk butir soal nomor 1 sebesar 0,45 dengan kriteria validitas
sedangan. Dengan cara yang sama diperoleh nilai rxy untuk butir soal yang
lainnya sebagai berikut:
Nomor Soal Nilai rxy Kriteria Nomor Soal Nilai rxy Kriteria
2 0,26 Rendah 14 0,43 Sedang
3 0,51 Sedang 15 0,41 Sedang
4 0,23 Rendah 16 0,63 Sedang
5 0,48 Sedang 17 0,41 Sedang
6 0,50 Sedang 18 0,50 Sedang
7 0,35 Rendah 19 0,43 Sedang
8 0,43 Sedang 20 0,22 Rendah
9 0,27 Rendah 21 0,71 Tinggi
10 0,51 Sedang 22 0,51 Sedang
11 0,57 Sedang 23 0,71 Tinggi
12 0,47 Sedang 24 0,69 Tinggi
13 0,50 Sedang 25 0,53 Sedang
87

Lampiran 9
Perhitungan Tingkat Kesukaran Hasil Uji Coba Soal
B
P(1) =
JS
17
P(1) =
20
P(1) = 0,85
Jadi, nilai P untuk butir soal nomor 1 sebesar 0,85 dengan kriteria mudah. Dengan
cara yang sama diperoleh nilai P untuk butir soal yang lainnya sebagai berikut:
Nomor Soal Nilai P Kriteria Nomor Soal Nilai P Kriteria
2 0,85 Mudah 14 0,60 Sedang
3 0,75 Mudah 15 0,35 Sedang
4 0,85 Mudah 16 0,65 Sedang
5 0,75 Mudah 17 0,60 Sedang
6 0,85 Mudah 18 0,40 Sedang
7 0,75 Mudah 19 0,15 Sukar
8 0,75 Mudah 20 0,25 Sukar
9 0,90 Mudah 21 0,15 Sukar
10 0,65 Sedang 22 0,25 Sukar
11 0,65 Sedang 23 0,15 Sukar
12 0,55 Sedang 24 0,20 Sukar
13 0,65 Sedang 25 0,25 Sukar
88

Lampiran 10
Perhitungan Daya Pembeda Hasil Uji Coba Soal
BA BB
D(1) = −
JA JB
10 7
D(1) = −
10 10
3
D(1) =
10
D(1) = 0,30
Jadi, nilai D untuk butir soal nomor 1 sebesar 0,30 dengan kriteria cukup. Dengan
cara yang sama diperoleh nilai D untuk butir soal yang lainnya sebagai berikut:
Nomor Soal Nilai D Kriteria Nomor Soal Nilai D Kriteria
2 0,10 Jelek 14 0,40 Baik
3 0,30 Cukup 15 0,20 Cukup
4 0,10 Jelek 16 0,50 Baik
5 0,30 Cukup 17 0,40 Baik
6 0,30 Cukup 18 0,40 Baik
7 0,10 Jelek 19 0,30 Cukup
8 0,30 Cukup 20 0,10 Jelek
9 0,20 Cukup 21 0,20 Cukup
10 0,50 Baik 22 0,30 Cukup
11 0,30 Cukup 23 0,30 Cukup
12 0,30 Cukup 24 0,40 Baik
13 0,30 Cukup 25 0,30 Cukup
89

Lampiran 11
Tabulasi Hasil Uji Coba Soal
Tingkat
Validitas Daya Pembeda
No. Kesukaran Keterangan
rxy Kategori P Kategori D Kategori
1. 0,45 Sedang 0,85 Mudah 0,30 Cukup Dipakai
2. 0,26 Rendah 0,85 Mudah 0,10 Jelek Dibuang
3. 0,51 Sedang 0,75 Mudah 0,30 Cukup Dipakai
4. 0,23 Rendah 0,85 Mudah 0,10 Jelek Dibuang
5. 0,48 Sedang 0,75 Mudah 0,30 Cukup Dipakai
6. 0,50 Sedang 0,85 Mudah 0,30 Cukup Dipakai
7. 0,35 Rendah 0,75 Mudah 0,10 Jelek Dibuang
8. 0,43 Sedang 0,75 Mudah 0,30 Cukup Dipakai
9. 0,27 Rendah 0,90 Mudah 0,20 Cukup Dibuang
10. 0,51 Sedang 0,65 Sedang 0,50 Baik Dipakai
11. 0,57 Sedang 0,65 Sedang 0,30 Cukup Dipakai
12. 0,47 Sedang 0,55 Sedang 0,30 Cukup Dipakai
13. 0,50 Sedang 0,65 Sedang 0,30 Cukup Dipakai
14. 0,43 Sedang 0,60 Sedang 0,40 Baik Dipakai
15. 0,41 Sedang 0,35 Sedang 0,20 Cukup Dipakai
16. 0,63 Sedang 0,65 Sedang 0,50 Baik Dipakai
17. 0,41 Sedang 0,60 Sedang 0,40 Baik Dipakai
18. 0,50 Sedang 0,40 Sedang 0,40 Baik Dipakai
19. 0,43 Sedang 0,15 Sukar 0,30 Cukup Dipakai
20. 0,22 Rendah 0,25 Sukar 0,10 Jelek Dibuang
21. 0,71 Tinggi 0,15 Sukar 0,20 Cukup Dipakai
22. 0,51 Sedang 0,25 Sukar 0,30 Cukup Dipakai
23. 0,71 Tinggi 0,15 Sukar 0,30 Cukup Dipakai
24. 0,69 Tinggi 0,20 Sukar 0,40 Baik Dipakai
25. 0,53 Sedang 0,25 Sukar 0,30 Cukup Dipakai
90

Lampiran 12
Perhitungan Reliabilitas Hasil Uji Coba Soal
No. p q p.q
1. 0,85 0,15 0,1275
2. 0,75 0,25 0,1875
3. 0,75 0,25 0,1875
4. 0,85 0,15 0,1275
5. 0,75 0,25 0,1875
6. 0,65 0,35 0,2275
7. 0,65 0,35 0,2275
8. 0,55 0,45 0,2475
9. 0,65 0,35 0,2275
10. 0,60 0,40 0,2400
11. 0,35 0,65 0,2275
12. 0,65 0,35 0,2275
13. 0,60 0,40 0,2400
14. 0,40 0,60 0,2400
15. 0,15 0,85 0,1275
16. 0,15 0,85 0,1275
17. 0,25 0,75 0,1875
18. 0,15 0,85 0,1275
19. 0,20 0,80 0,1600
20. 0,25 0,75 0,1875
∑pq 3,84
2
n S − ∑ pq
r11 =( )( )
n−1 S2
20 20,73 − 3,84
r11 = ( )( )
20 − 1 20,73
r11 = (1,05)(0,81)
r11 = 0,85
Jadi, nilai r11 untuk 20 soal sebesar 0,85 dengan kriteria sangat tinggi.
91

Lampiran 13
Kisi-Kisi Soal Pretest-Posttest
Mata Pelajaran : Matematika (Wajib)
Sekolah : SMA Negeri Kaureh
Program Studi : IPA
Kelas/Semester : XI/ Ganjil
Waktu : 2 × 45 Menit
Kompetensi Inti :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif
dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Indikator
Indikator Pencapaian Materi Jumlah Nomor
Kompetensi Dasar Kemampuan Penilaian
Kompetensi Pembelajaran Soal Soal
Pemahaman Konsep
1.1. Menghayati dan mengamalkan 1. Mengidentifikasi sifat- Geometri 1. Menyatakan ulang Teknik
2 1, 2
ajaran agama yang dianutnya. sifat transformasi geometri Transformasi sebuah konsep.
92

2.1. Memiliki motivasi internal, (translasi, refleksi garis, Translasi 2. Mengklasifikasi Tes
kemampuan bekerja sama, dilatasi dan rotasi) dengan Refleksi objek menurut sifat- Tertulis
2 3, 4
konsisten, sikap disiplin, rasa pendekatan koordinat. Rotasi sifat tertentu sesuai Bentuk
percaya diri, dan sikap toleransi 2. Menyajikan masalah yang Dilatasi dengan konsepnya. Pilihan
dalam perbedaan strategi berkaitan dengan 3. Memberi contoh Ganda
berpikir dalam memilih dan transformasi geometri dan bukan contoh 3 5, 6, 7
menerapkan strategi (translasi, refleksi garis, dari sutu konsep.
menyelesaikan masalah. dilatasi dan rotasi). 4. Menyajikan konsep
2.2. Mampu mentransformasi diri 3. Menggunakan aturan dalam berbagai
2 8, 9
dalam berpilaku jujur, tangguh transformasi geometri bentuk representasi
menghadapi masalah, kritis dan (translasi, refleksi garis, matematis
disiplin dalam melakukan tugas dilatasi dan rotasi) dalam 5. Mengembangkan
belajar matematika. memecahkan masalah. syarat perlu atau 10, 11,
3
2.3. Menunjukkan sikap syarat cukup dari 12
bertanggung jawab, rasa ingin suatu konsep.
tahu, jujur dan perilaku peduli 6. Menggunakan dan
lingkungan. memanfaatkan serta
13, 14,
3.1. Menganalisis sifat-sifat memilih prosedur 4
15, 16
transformasi geometri (translasi, atau operasi
refleksi garis, dilatasi dan rotasi) tertentu.
dengan pendekatan koordinat 7. Mengaplikasikan
17, 18,
dan menerapkannya dalam konsep atau 4
19, 20
menyelesaikan masalah. algoritma
93

4.1. Menyajikan objek kontekstual, pemecahan


menganalisis informasi terkait masalah.
sifat-sifat objek dan menerapkan
aturan transformasi geometri
(refleksi, translasi, dilatasi, dan
rotasi) dalam memecahkan
masalah.
94

Lampiran 14
Soal Pretest-Posttest
Mata Pelajaran : Matematika (Wajib)
Sekolah : SMA Negeri Kaureh
Program Studi : IPA
Kelas/Semester : XI/ Ganjil
Waktu : 2 × 45 Menit
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dan benar dengan memberi
tanda silang (x) pada huruf, a,b,c dan d di bawah ini!
1. Refleksi atau pencerminan adalah….
a. Perpindahan posisi suatu objek secara geometri dengan menggunakan sifat
bayangan cermin
b. Perpindahan posisi suatu objek secara geometri pada jarak dan arah yang
sama
c. Perpindahan posisi suatu objek secara geometri pada sudut dan arah yang
sama
d. Perpindahan posisi suatu objek secara geometri menggunakan titik pusat
dan faktor skala
2. Berikut pernyataan yang benar adalah….
a. Dilatasi = Perkalian
b. Translasi = Pencerminan
c. Refleksi = Perputaran
d. Rotasi = Pergeseran
3. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
(i) Jarak suatu benda terhadap cermin sama dengan jarak bayangannya
terhadap cermin
(ii) Garis yang menghubungkan suatu titik dan bayangannya sejajar dengan
cermin
(iii) Suatu bangun kongruen dengan bayangannya
Yang merupakan sifat refleksi terhadap garis adalah….
a. (i) dan (ii)
95

b. (i) dan (iii)


c. (ii) dan (iii)
d. (i), (ii), dan (iii)
4. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
(i) Mengalami perubahan ukuran
(ii) Tidak mengalami perubahan bentuk
(iii) Mengalami perubahan posisi
Yang merupakan sifat translasi adalah….
a. (i) dan (ii)
b. (i) dan (iii)
c. (ii) dan (iii)
d. (i), (ii), dan (iii)
5. Gambar hasil refleksi trapesium berwarna biru terhadap sumbu-y adalah….
a. Refleksi

b. Rotasi

c. Dilatasi
96

d. Dilatasi

6. Perhatikan gambar berikut!

Transformasi yang digunakan pada gambar di atas adalah….


a. Translasi
b. Refleksi
c. Rotasi
d. Dilatasi
7. Perhatikan gambar berikut!

Transformasi yang digunakan pada gambar di atas adalah….


a. Translasi
b. Refleksi
c. Rotasi
d. Dilatasi
97

8. Perhatikanlah gambar berikut!

Koordinat titik A, B, C, dan D adalah….


a. A (-5, 6), B (4, 1), C (6, -4), D (0, -9)
b. A (-5, 6), B (4, 1), C (-4, 6), D (-9, 0)
c. A (-5, 6), B (1, 4), C (6, -4), D (0, -9)
d. A (-5, 6), B (1, 4), C (-4, 6), D (-9, 0)
9. Diketahui koordinat titik-titik berikut. A (-5, 2), B (-2, -3), C (4, -3), dan D (1,
2). Jika titik A, B, C, dan D dihubungkan bangun yang terbentuk adalah….
a. Persegi
b. Layang-layang
c. Trapesium
d. Jajargenjang
3
10. Sebuah garis 3x + 2y = 6 ditranslasikan dengan matriks ( ), dilanjutkan
−4
dilatasi dengan pusat di O dan faktor 2. Hasil transformasinya adalah….
a. 3x + 2y = 14
b. 3x + 2y = 7
c. 3x + y = 14
d. 3x + y = 7
11. Diketahui garis g dengan persamaan y = 3x + 2. Bayangan garis g oleh refleksi
𝜋
terhadap sumbu X dilanjutkan rotasi dengan pusat di O sebesar radian
2

adalah….
98

a. 3x + y + 2 = 0
b. 3y – x – 2 = 0
c. 3x – y – 2 = 0
d. 3y – x + 2 = 0
12. Lingkaran yang berpusat di (3, –2) dan berjari–jari 4 diputar dengan R (0, 90̊),
kemudian direfleskikan terhadap sumbu X. Persamaan bayangan lingkaran
adalah….
a. x2 + y2 – 4x – 6y – 3 = 0
b. x2 + y2 + 4x – 6y + 3 = 0
c. x2 + y2 – 4x + 6y – 3 = 0
d. x2 + y2 + 4x – 6y – 3 = 0
−10
13. Diketahui titik P’ (3, -13) adalah bayangan titik P oleh translasi T = ( ).
7
Koordinat titik P adalah….
a. (-5, -4)
b. (-5, 4)
c. (-13, -20)
d. (-13, 20)
14. Bayangan titik P (5, 4) jika didilatasikan terhadap pusat ( -2, -3) dengan faktor
skala -4 adalah….
a. (-30, -31)
b. (-30, 7)
c. (-14, -1)
d. (-14, -7)
15. Bayangan titik A (-1, 4) jika direfleksikan terhadap garis y = -x adalah….
a. A’ (-4, -1)
b. A’ (4, 1)
c. A’ (-4, 1)
d. A’ (4, -1)
16. Bayangan titik B (3, -2) dirotasikan sebesar 90̊ terhadap titik pusat P (-1, 1).
Bayangan titik B adalah….
99

a. A’ (-4, 3)
b. A’ (4, 3)
c. A’ (-2, 5)
d. A’ (2, 5)
17. Sebuah mesin fotokopi dapat membuat salinan gambar/tulisan dengan ukuran
berbeda. Suatu gambar persegi panjang difotokopi dengan setelan tertentu. Jika
setelan tersebut dapat disamakan dengan proses transformasi terhadap
2 1
matriks ( ), kemudian didilatasi dengan titik pusat (0,0) dan faktor
4 3
skala 3, maka luas gambar persegi panjang itu akan menjadi ⋯ kali dari luas
semula.
a. 12
b. 18
c. 24
d. 30
18. Sebuah kamera memproses gambar dengan mentransformasikan gambar
1 5

tersebut terhadap matriks (41 8


). Selanjutnya, gambar tersebut
2
2

4 1
ditransformasi lagi terhadap matriks ( ). Jika kamera tersebut mengambil
8 1
gambar suatu benda dengan luas 32 cm2, maka luas benda hasil potretan
adalah….
a. 24 cm2
b. 30 cm2
c. 36 cm2
d. 42 cm2
19. Diketahui dua buah rumah dengan letaknya masing-masing di A (8, 2) dan B
(4, 5). Sebuah tiang listrik akan dipasang sepanjang jalan pada sumbu Y. Letak
minimum tiang listrik agar kawat yang digunakan untuk menghubungkan
rumah A dan B adalah….
a. C (0, 8)
100

b. C (8, 0)
c. C (4, 0)
d. C (0, 4)
20. Perhatikanlah gambar berikut!

1
Bayangan huruf E setelah didilatasi dengan pusat I dan faktor skala − 2

adalah….
a. Huruf A
b. Huruf C
c. Huruf J
d. Huruf K
101

Lampiran 15
Kunci Jawaban Soal Pretest-Posttest
1. A
2. A
3. D
4. C
5. D
6. C
7. B
8. C
9. D
10. A
11. D
12. C
13. C
14. A
15. C
16. D
17. B
18. A
19. D
20. D
102

Lampiran 16
Skor Pretest Kelas Eksperimen
Nomor Soal
Kode Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator
No. Skor
Siswa 1 2 3 4 5 6 7
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1. E-1 0 5 0 0 0 5 0 0 0 5 0 0 0 5 0 0 0 5 0 0 25
2. E-2 0 0 5 0 0 5 0 5 0 0 0 5 0 0 0 5 0 0 5 0 30
3. E-3 5 5 0 0 0 0 5 0 5 0 0 5 0 5 0 0 5 0 0 5 40
4. E-4 0 5 5 0 5 0 0 5 5 0 5 0 0 0 5 0 0 5 0 5 45
5. E-5 5 0 0 5 0 0 0 5 0 0 0 5 0 0 0 0 0 0 5 0 25
6. E-6 0 0 5 0 0 5 5 0 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 0 5 35
7. E-7 5 0 0 0 0 5 0 0 5 0 0 0 5 0 0 0 0 5 5 0 30
8. E-8 0 5 0 5 5 0 5 0 5 5 0 5 0 0 5 0 0 0 5 0 45
9. E-9 0 0 5 0 0 5 0 0 0 5 0 5 0 5 0 0 0 5 0 5 35
10. E-10 5 0 0 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 5 5 0 5 40
11. E-11 0 5 5 0 5 0 5 0 0 0 5 0 0 0 5 0 0 0 5 0 35
12. E-12 0 0 5 0 0 0 5 0 5 0 0 0 5 0 0 5 0 5 5 5 40
13. E-13 5 5 0 5 5 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 0 0 0 0 0 35
14. E-14 5 0 0 0 0 5 0 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 5 5 5 40
15. E-15 0 0 5 0 5 0 5 0 0 5 0 5 0 5 0 5 0 5 5 0 45
16. E-16 5 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 5 0 5 0 5 0 5 0 5 45
17. E-17 0 5 0 5 0 0 0 0 5 0 0 0 0 0 5 0 0 0 5 0 25
18. E-18 0 0 0 5 0 0 5 0 5 0 0 0 5 0 0 5 0 0 0 5 30
19. E-19 0 5 5 0 5 0 0 0 5 0 5 5 0 0 5 0 5 0 5 0 45
20. E-20 5 0 5 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 5 0 0 0 0 0 0 30
% 40,00 37,50 36,67 35,00 35,00 30,00 40,00 -
Jumlah Siswa (𝒏) 20
Jumlah Nilai (∑ 𝒙) 720
̅)
Nilai Rata-Rata (𝒙 36,00
𝟐
Variansi (𝑺 ) 51,58
Simpangan Baku (𝑺) 7,18
Nilai Minimal (Min) 25
Nilai Maximal (Max) 45
103

Lampiran 17
Skor Pretest Kelas Kontrol
Nomor Soal
Kode Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator
No. Skor
Siswa 1 2 3 4 5 6 7
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1. K-1 0 0 5 0 0 5 0 5 0 5 0 5 0 0 5 5 0 5 0 0 40
2. K-2 5 0 0 0 0 5 0 0 0 0 5 0 0 0 5 0 0 5 0 5 30
3. K-3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 5 0 0 5 0 0 0 5 5 25
4. K-4 5 0 5 0 0 0 5 0 0 0 0 5 0 0 0 5 0 5 0 0 30
5. K-5 5 5 0 5 0 5 0 0 5 0 0 5 0 5 0 0 5 0 0 5 45
6. K-6 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 0 0 0 5 0 0 0 25
7. K-7 5 0 5 0 5 0 0 5 0 5 5 0 0 5 0 5 0 5 0 0 45
8. K-8 0 0 0 5 0 0 5 0 5 0 0 5 0 0 0 5 0 0 5 5 35
9. K-9 0 5 5 0 5 5 0 5 0 5 0 0 5 0 0 5 0 5 0 0 45
10. K-10 5 0 5 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 0 35
11. K-11 0 0 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 5 0 5 0 5 0 5 0 35
12. K-12 5 0 5 0 5 0 5 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 40
13. K-13 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 5 0 5 5 5 25
14. K-14 5 0 5 0 5 0 0 0 5 0 0 5 0 0 0 0 5 0 0 0 30
15. K-15 5 5 5 0 0 5 0 0 5 0 0 5 0 5 0 0 5 0 0 0 40
16. K-16 0 5 0 0 5 0 5 0 0 0 5 0 5 0 0 5 0 5 5 5 45
17. K-17 0 0 0 0 5 0 5 0 5 0 5 0 0 5 5 0 5 5 0 0 40
18. K-18 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 5 0 5 5 0 5 0 5 5 35
19. K-19 5 0 0 0 5 0 0 0 5 0 0 0 5 0 0 0 5 0 5 0 30
% 32,50 27,50 33,33 32,50 35,00 31,25 40,00 -
Jumlah Siswa (𝒏) 19
Jumlah Nilai (∑ 𝒙) 675
̅)
Nilai Rata-Rata (𝒙 35,53
𝟐
Variansi (𝑺 ) 49,71
Simpangan Baku (𝑺) 7,05
Nilai Minimal (Min) 25
Nilai Maximal (Max) 45
104

Lampiran 18
Skor Posttest Kelas Eksperimen
Nomor Soal
Kode Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator
No. Skor
Siswa 1 2 3 4 5 6 7
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1. E-1 5 5 0 5 5 5 0 5 5 5 5 5 5 5 5 5 0 5 5 5 85
2. E-2 5 5 5 0 5 5 5 0 5 5 5 5 0 5 0 5 5 5 0 5 75
3. E-3 5 5 0 5 5 5 0 5 5 5 5 5 0 5 5 5 5 5 5 5 85
4. E-4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 0 5 5 5 5 0 5 5 90
5. E-5 5 5 0 5 0 5 0 5 5 5 0 5 5 0 5 5 5 0 5 5 70
6. E-6 5 5 0 5 5 5 0 5 5 5 0 5 5 0 5 5 5 5 5 5 80
7. E-7 5 5 5 5 5 5 5 0 5 0 5 5 5 5 0 5 5 0 5 0 75
8. E-8 5 5 5 0 5 5 0 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 90
9. E-9 5 5 5 5 5 5 5 5 5 0 5 5 0 5 0 5 5 0 5 5 80
10. E-10 5 5 0 5 0 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 5 5 70
11. E-11 5 5 0 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 5 5 5 5 5 5 5 80
12. E-12 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 0 5 5 0 5 0 5 5 5 85
13. E-13 5 5 5 5 5 5 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 5 0 5 5 80
14. E-14 5 5 5 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 5 5 5 5 5 5 5 85
15. E-15 0 5 5 5 5 5 5 0 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 90
16. E-16 5 5 5 5 5 5 5 5 0 5 5 0 0 5 5 5 5 5 5 5 85
17. E-17 5 5 5 0 5 5 0 5 5 5 5 5 5 0 5 5 0 5 0 0 70
18. E-18 5 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 5 0 5 5 0 5 5 5 5 75
19. E-19 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 0 5 5 0 5 5 5 90
20. E-20 5 0 5 0 5 5 0 5 5 0 5 0 5 5 0 5 5 5 5 5 70
% 95,00 72,50 78,33 80,00 80,00 76,25 83,75 -
Jumlah Siswa (𝒏) 20
Jumlah Nilai (∑ 𝒙) 1610
̅)
Nilai Rata-Rata (𝒙 80,50
𝟐
Variansi (𝑺 ) 52,37
Simpangan Baku (𝑺) 7,24
Nilai Minimal (Min) 70
Nilai Maximal (Max) 90
105

Lampiran 19
Skor Posttest Kelas Kontrol
Nomor Soal
Kode Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator
No. Skor
Siswa 1 2 3 4 5 6 7
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1. K-1 0 5 0 0 5 5 0 0 5 5 5 5 0 5 5 5 5 5 5 5 70
2. K-2 0 5 5 0 5 0 5 5 0 5 5 0 5 0 0 5 5 0 5 5 60
3. K-3 5 0 5 0 5 0 5 5 0 5 0 5 5 0 5 0 5 0 5 0 55
4. K-4 5 5 0 0 0 5 5 0 5 0 5 0 5 0 0 5 5 5 0 5 55
5. K-5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 0 5 5 0 5 0 5 0 80
6. K-6 5 0 5 0 0 5 5 0 5 0 5 0 5 0 5 5 0 5 5 5 60
7. K-7 0 5 5 5 0 5 5 0 5 5 5 0 5 5 5 0 5 5 5 5 75
8. K-8 0 5 0 0 5 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 5 0 60
9. K-9 0 5 5 5 5 0 5 5 0 5 5 5 5 0 5 5 5 5 5 5 80
10. K-10 5 5 5 0 0 5 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 5 0 5 0 65
11. K-11 5 5 5 5 5 0 5 0 5 0 5 5 5 0 5 0 5 0 5 0 65
12. K-12 5 5 5 0 5 0 5 5 0 5 5 5 0 5 0 5 0 5 5 5 70
13. K-13 5 5 0 5 0 5 5 0 5 0 0 0 5 5 5 0 0 5 5 0 55
14. K-14 0 5 5 0 5 5 0 5 5 5 0 5 0 5 0 5 0 5 0 5 60
15. K-15 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 5 5 5 0 5 5 5 75
16. K-16 5 5 5 5 5 5 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 0 75
17. K-17 0 5 5 0 5 5 0 5 0 5 5 5 0 5 5 0 5 5 5 5 70
18. K-18 5 5 5 0 5 5 0 5 5 5 0 5 0 5 5 0 5 0 5 0 65
19. K-19 5 0 5 5 0 5 5 5 0 5 5 5 0 0 5 0 5 0 0 0 55
% 67,50 57,50 66,67 57,50 66,67 57,50 63,75 -
Jumlah Siswa (𝒏) 19
Jumlah Nilai (∑ 𝒙) 1250
̅)
Nilai Rata-Rata (𝒙 65,79
𝟐
Variansi (𝑺 ) 72,95
Simpangan Baku (𝑺) 8,54
Nilai Minimal (Min) 55
Nilai Maximal (Max) 80
106

Lampiran 20
Uji Normalitas
Skor Pretest-Posttest Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
A. Uji Normalitas Skor Pretest Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
Kelas Eksperimen
No. 𝐗𝐢 F Fk 𝐙𝐢 F (𝐙𝐢) S (𝐙𝐢) |𝐅(𝐙𝐢) − 𝐒(𝐙𝐢)|
1. 25 3 3 -1,53 0,0630 0,1500 0,0870
2. 30 4 7 -0,84 0,2005 0,3500 0,1495
3. 35 4 11 -0,14 0,4443 0,5500 0,1057
4. 40 4 15 0,56 0,7123 0,7500 0,0377
5. 45 5 20 1,25 0,8944 1,0000 0,1056

Pada taraf nyata α = 0,05 dan n = 20, maka untuk L(0,05:20) = Ltabel = 0,1900. Dari
hasil perhitungan diketahui bahwa L0 < Ltabel atau 0,1495 < 0,1900, sehingga
dapat disimpulkan bahwa skor pretest kemampuan pemahaman konsep
matematis kelas eksperimen berdistribusi normal pada tingkat kepercayaan
95%.

B. Uji Normalitas Skor Pretest Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis


Kelas Kontrol
No. 𝐗𝐢 F Fk 𝐙𝐢 F (𝐙𝐢) S (𝐙𝐢) |𝐅(𝐙𝐢) − 𝐒(𝐙𝐢)|
1. 25 3 3 -1,49 0,0681 0,1579 0,0898
2. 30 4 7 -0,78 0,2177 0,3684 0,1507
3. 35 4 11 -0,08 0,4681 0,5789 0,1108
4. 40 4 15 0,63 0,7357 0,7895 0,0538
5. 45 4 19 1,34 0,9099 1,0000 0,0901

Pada taraf nyata α = 0,05 dan n = 19, maka untuk L(0,05:19) = Ltabel = 0,1950. Dari
hasil perhitungan diketahui bahwa L0 < Ltabel atau 0,1507 < 0,1950, sehingga
dapat disimpulkan bahwa skor pretest kemampuan pemahaman konsep
matematis kelas eksperimen berdistribusi normal pada tingkat kepercayaan
95%.
107

C. Uji Normalitas Skor Posttest Kemampuan Pemahaman Konsep


Matematis Kelas Eksperimen
No. 𝐗𝐢 F Fk 𝐙𝐢 F (𝐙𝐢) S (𝐙𝐢) |𝐅(𝐙𝐢) − 𝐒(𝐙𝐢)|
1. 70 4 4 -1,45 0,0735 0,2000 0,1265
2. 75 3 7 -0,76 0,2236 0,3500 0,1264
3. 80 4 11 -0,07 0,4721 0,5500 0,0779
4. 85 5 16 0,62 0,7324 0,8000 0,0676
5. 90 4 20 1,31 0,9049 1,0000 0,0951

Pada taraf nyata α = 0,05 dan n = 20, maka untuk L(0,05:20) = Ltabel = 0,1900. Dari
hasil perhitungan diketahui bahwa L0 < Ltabel atau 0,1265 < 0,1900, sehingga
dapat disimpulkan bahwa skor posttest kemampuan pemahaman konsep
matematis kelas eksperimen berdistribusi normal pada tingkat kepercayaan
95%.

D. Uji Normalitas Skor Posttest Kemampuan Pemahaman Konsep


Matematis Kelas Kontrol
No. 𝐗𝐢 F Fk 𝐙𝐢 F (𝐙𝐢) S (𝐙𝐢) |𝐅(𝐙𝐢) − 𝐒(𝐙𝐢)|
1. 55 4 4 -1,24 0,1075 0,2105 0,1030
2. 60 4 8 -0,66 0,2546 0,4211 0,1665
3. 65 3 11 -0,09 0,4641 0,5789 0,1148
4. 70 3 14 0,48 0,6844 0,7368 0,0524
5. 75 3 17 1,06 0,8554 0,8947 0,0393
6. 80 2 19 1,63 0,9484 1,0000 0,0516

Pada taraf nyata α = 0,05 dan n = 19, maka untuk L(0,05:19) = Ltabel = 0,1950. Dari
hasil perhitungan diketahui bahwa L0 < Ltabel atau 0,1665 < 0,1950, sehingga
dapat disimpulkan bahwa skor pretest kemampuan pemahaman konsep
matematis kelas eksperimen berdistribusi normal pada tingkat kepercayaan
95%.
108

Lampiran 21
Uji Homogenitas
Skor Pretest-Posttest Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
A. Uji Homogenitas Skor Pretest-Posttest Kemampuan Pemahaman Konsep
Matematis Kelas Eksperimen
Uji homogenitas skor pretest-posttest kemampuan pemahaman konsep
matematis kelas eksperimen menggunakan uji Fisher sebagai berikut:
Variansi Terbesar
Fhitung =
Variansi Terkecil
52,32
Fhitung =
51,58
Fhitung = 1,01
Pada taraf nyata 𝛼 = 0,10, n1 = 20, dan n2 = 20 diperoleh F1𝛼(𝑣 dari
2 1 ,𝑣2 )

1
distribusi F dengan peluang 2 𝛼 sebagai berikut:

F1𝛼(𝑣 = F1𝛼(𝑛
2 1 ,𝑣2 ) 2 1 −1,𝑛2 −1)

F1𝛼(𝑣 = F1.0,10(20−1,20−1)
2 1 ,𝑣2 ) 2

F1𝛼(𝑣 = F0,05(19,19)
2 1 ,𝑣2 )

F1 = 2,17
𝛼(𝑣1 ,𝑣2 )
2

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa Fhitung < F1𝛼(𝑣 atau 1,01 <
2 1 ,𝑣2 )

2,17, sehingga dapat disimpulkan bahwa skor pretest-posttest kemampuan


pemahaman konsep matematis kelas eksperimen homogenitas pada tingkat
kepercayaan 95%.
B. Uji Homogenitas Variansi Skor Pretest-Posttest Kemampuan Pemahaman
Konsep Matematis Kelas Kontrol
Uji homogenitas skor pretest-posttest kemampuan pemahaman konsep
matematis kelas kontrol menggunakan uji Fisher sebagai berikut:
Variansi Terbesar
Fhitung =
Variansi Terkecil
72,92
Fhitung =
49,71
109

Fhitung = 1,47
Pada taraf nyata 𝛼 = 0,10, n1 = 19, dan n2 = 19 diperoleh F1𝛼(𝑣 dari
2 1 ,𝑣2 )

1
distribusi F dengan peluang 2 𝛼 sebagai berikut:

F1𝛼(𝑣 = F1𝛼(𝑛
2 1 ,𝑣2 ) 2 1 −1,𝑛2 −1)

F1𝛼(𝑣 = F1.0,10(19−1,19−1)
2 1 ,𝑣2 ) 2

F1𝛼(𝑣 = F0,05(18,18)
2 1 ,𝑣2 )

F1𝛼(𝑣 = 2,22
2 1 ,𝑣2 )

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa Fhitung < F1𝛼(𝑣 atau 1,47 <
2 1 ,𝑣2 )

2,22, sehingga dapat disimpulkan bahwa skor pretest-posttest kemampuan


pemahaman konsep matematis kelas kontrol homogenitas pada tingkat
kepercayaan 95%.
C. Uji Homogenitas Skor Posttest Kemampuan Pemahaman Konsep
Matematis Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Uji homogenitas skor posttest kemampuan pemahaman konsep
matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan uji uji Fisher
sebagai berikut:
Variansi Terbesar
Fhitung =
Variansi Terkecil
72,95
Fhitung =
52,37
Fhitung = 1,39
Pada taraf nyata 𝛼 = 0,10, n1 = 20, dan n2 = 19 diperoleh F1𝛼(𝑣 dari
2 1 ,𝑣2 )

1
distribusi F dengan peluang 2 𝛼 sebagai berikut:

F1𝛼(𝑣 = F1𝛼(𝑛
2 1 ,𝑣2 ) 2 1 −1,𝑛2 −1)

F1𝛼(𝑣 = F1.0,10(20−1,19−1)
2 1 ,𝑣2 ) 2

F1𝛼(𝑣 = F0,05(19,18)
2 1 ,𝑣2 )

F1𝛼(𝑣 = 2,20
2 1 ,𝑣2 )
110

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa Fhitung < F1𝛼(𝑣 atau 1,39 <
2 1 ,𝑣2 )

2,20, sehingga dapat disimpulkan bahwa skor posttest kemampuan pemahaman


konsep matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol homogenitas pada
tingkat kepercayaan 95%.
111

Lampiran 22
Uji Signifikan
Skor Pretest-Posttest Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
Pretest (x) Posttest (y) Gain (d) y - x d2
No.
Eksperimen Kontrol Eksperimen Kontrol Eksperimen Kontrol Eksperimen Kontrol
1. 25 40 85 70 60 30 3600 900
2. 30 30 75 60 45 30 2025 900
3. 40 25 85 55 45 30 2025 900
4. 45 30 90 55 45 25 2025 625
5. 25 45 70 80 45 35 2025 1225
6. 35 25 80 60 45 35 2025 1225
7. 30 45 75 75 45 30 2025 900
8. 45 35 90 60 45 25 2025 625
9. 35 45 80 80 45 35 2025 1225
10. 40 35 70 65 30 30 900 900
11. 35 35 80 65 45 30 2025 900
12. 40 40 85 70 45 30 2025 900
13. 35 25 80 55 45 30 2025 900
14. 40 30 85 60 45 30 2025 900
15. 45 40 90 75 45 35 2025 1225
16. 45 45 85 75 40 30 1600 900
17. 25 40 70 70 45 30 2025 900
18. 30 35 75 65 45 30 2025 900
19. 45 30 90 55 45 25 2025 625
20. 30 - 70 - 40 - 1600 -
∑ 720 675 1610 1250 890 575 40100 17575
112

A. Uji Signifikan Skor Pretest-Posttest Kemampuan Pemahaman Konsep


Matematis Kelas Eksperimen
Uji signifikan skor pretest-posttest kemampuan pemahaman konsep
matematis kelas eksperimen menggunakan uji Gain sebagai berikut:
∑d
Md =
n
890
Md =
20
Md = 44,50
Md
thitung =
2
∑ d2 − (∑ d)
√ n
n(n − 1)
44,50
thitung =
(890)2
√ 40100 −
20
20(20 − 1)
44,50
thitung =
792100
√40100 − 20
20(19)
44,50
thitung =
√40100 − 39605
380
44,50
thitung =
√495
380
44,50
thitung =
√1,30
44,50
thitung =
1,14
thitung = 39,035
Pada taraf nyata 𝛼 = 0,10 dan n = 20 diperoleh t(1−1α)(dk) dari distribusi
2

1
t dengan peluang 1 − α sebagai berikut:
2
113

t(1−1α)(dk) = t (1−1α)(n−1)
2 2

t(1−1α)(dk) = t (1−1.0.10)(20−1)
2 2

t(1−1α)(dk) = t (1−0,05)(19)
2

t(1−1α)(dk) = t (0,95)(19)
2

t(1−1α)(dk) = 1,729
2

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa −t(1−1α)(dk) < thitung dan


2

thitung > t(1−1α)(dk) atau -1,729 < 39,035 dan 39,035 > 1,729, sehingga dapat
2

disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan skor pretest-posttest


kemampuan pemahaman konsep matematis kelas eksperimen pada tingkat
kepercayaan 95%.
B. Uji Signifikan Skor Pretest-Posttest Kemampuan Pemahaman Konsep
Matematis Kelas Kontrol
Uji signifikan skor pretest-posttest kemampuan pemahaman konsep
matematis kelas kontrol menggunakan uji Gain sebagai berikut:
∑d
Md =
n
575
Md =
19
Md = 30,26
Md
thitung =
2
∑ d2 − (∑ d)
√ n
n(n − 1)
30,26
thitung =
(572)2
√ 17575 −
19
19(19 − 1)
30,26
thitung =
327184
√17575 − 19
19(18)
114

30,26
thitung =
√17575 − 17220,21
342
30,26
thitung =
√354,79
342
30,26
thitung =
√1,04
30,26
thitung =
1,02
thitung = 29,667
Pada taraf nyata 𝛼 = 0,10 dan n = 19 diperoleh t(1−1α)(dk) dari distribusi
2

1
t dengan peluang 1 − 2 α sebagai berikut:

t(1−1α)(dk) = t (1−1α)(n−1)
2 2

t(1−1α)(dk) = t (1−1.0.10)(19−1)
2 2

t(1−1α)(dk) = t (1−0,05)(18)
2

t(1−1α)(dk) = t (0,95)(18)
2

t(1−1α)(dk) = 1,734
2

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa −t(1−1α)(dk) < thitung dan


2

thitung > t(1−1α)(dk) atau -1,734 < 29,667 dan 29,667 > 1,734, sehingga dapat
2

disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan skor pretest-posttest


kemampuan pemahaman konsep matematis kelas kontrol pada tingkat
kepercayaan 95%.
115

Lampiran 23
Uji Hipotesis
Skor Posttest Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Kelas
Eksperimen dan Kelas Kontrol
Uji hipotesis skor posttest kemampuan pemahaman konsep matematis kelas
eksperimen dan kelas kontrol menggunakan uji Independent Sampel T-Test
sebagai berikut:

(n1 − 1)S12 + (n2 − 1)S22


Sgab = √
(n1 + n2 − 2)

(20 − 1)(52,37) + (19 − 1)(72,95)


Sgab = √
(20 + 19 − 2)

(19)(52,37) + (18)(72,95)
Sgab = √
(37)

995,03 + 1313,1
Sgab = √
(37)

2308,12
Sgab = √
(37)

Sgab = √62,38
Sgab = 7,90
x̅1 − x̅2
t hitung =
1 1
Sgab√n + n
1 2

80,50 − 65,79
t hitung =
1 1
7,90√20 + 19

14,71
t hitung =
7,90√0,05 + 0,05
14,71
t hitung =
7,90√0,1
116

14,71
t hitung =
(7,90)(0,32)
14,71
t hitung =
2,53
t hitung = 5,814
Pada taraf nyata 𝛼 = 0,10, n1 = 20, dan n2 = 19 diperoleh t (1−1α)(dk) dari
2

1
distribusi t dengan peluang 1 − 2 α sebagai berikut:

t 1 =t 1
(1− α)(dk) (1− α)(n1+n2−2)
2 2

t (1−1α)(dk) = t (1−1.0.10)(20+19−2)
2 2

t (1−1α)(dk) = t (1−0,05)(37)
2

t (1−1α)(dk) = t (0,95)(37)
2

t 1 = 1,687
(1− α)(dk)
2

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa −t(1−1α)(dk) < thitung dan


2

t hitung > t (1−1α)(dk) atau -1,687 < 5,814 dan 5,814 > 1,687, sehingga dapat
2

disimpulkan bahwa tolak H0 dan terima H1 pada tingkat kepercayaan 95%.


117

Lampiran 24
Tabel Z Standard Normal Probabilities
118

Sambungan Tabel Z Standard Normal Probabilities….


119

Lampiran 25
Tabel Nilai Kritis L untuk Uji Liliefors
120

Lampiran 26
Tabel t
d.f t0.10 t0.05 t0.025 t0.01 t0.005 d.f
1 3,078 6,314 12,706 31,821 63, 657 1
2 1,886 2,920 4,303 6,965 9,925 2
3 1,638 2,353 3,182 4,541 5,841 3
4 1,533 2,132 2,776 3,747 4,604 4
5 1,476 2,015 2,571 3,365 4,032 5
6 1,440 1,943 2,447 3,143 3,707 6
7 1,415 1,895 2,365 2,998 3,499 7
8 1,397 1,860 2,306 2,896 3,355 8
9 1,383 1,833 2,262 2,821 3,250 9
10 1,372 1,812 2,228 2,764 3,169 10
11 1,363 1,796 2,201 2,718 3,106 11
12 1,356 1,782 2,179 2,681 3,055 12
13 1,350 1,771 2,160 2,650 3,012 13
14 1,345 1,761 2,145 2,624 2,977 14
15 1,341 1,753 2,131 2,602 2,947 15
16 1,337 1,746 2,120 2,583 2,921 16
17 1,333 1,740 2,110 2,567 2,898 17
18 1,330 1,734 2,101 2,552 2,878 18
19 1,328 1,729 2,093 2,539 2,861 19
20 1,325 1,725 2,086 2,528 2,845 20
21 1,323 1,721 2,080 2,518 2,831 21
22 1,321 1,717 2,074 2,508 2,819 22
23 1,319 1,714 2,069 2,500 2,807 23
24 1,318 1,711 2,064 2,492 2,797 24
25 1,316 1,708 2,060 2,485 2,787 25
26 1,315 1,706 2,056 2,479 2,779 26
27 1,314 1,703 2,052 2,473 2,771 27
28 1,313 1,701 2,048 2,467 2,763 28
29 1,311 1,699 2,045 2,462 2,756 29
30 1,310 1,697 2,042 2,457 2,750 30
31 1,309 1,696 2,040 2,453 2,744 31
32 1,309 1,694 2,037 2,449 2,738 32
33 1,308 1,692 2,035 2,445 2,733 33
34 1,307 1,691 2,032 2,441 2,728 34
35 1,306 1,690 2,030 2,438 2,724 35
36 1,306 1,688 2,028 2,434 2,719 36
37 1,305 1,687 2,026 2,431 2,715 37
38 1,304 1,686 2,024 2,429 2,712 38
39 1,303 1,685 2,023 2,426 2,708 39
122

Lampiran 27
Tabel F
123

Lampiran 28
Dokumentasi Penelitian

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Menyusun Perangkat Pembelajaran
1. Senin, 15 Agustus 2022 SMA Negeri Kaureh Pertemuan 1 Kelas Eksperimen dan Kelas
Kontrol.

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Menyusun Perangkat Pembelajaran
2. Selasa, 16 Agustus 2022 SMA Negeri Kaureh Pertemuan 2 Kelas Eksperimen dan Kelas
Kontrol.
124

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Menyusun Perangkat Pembelajaran
3. Kamis, 18 Agustus 2022 SMA Negeri Kaureh Pertemuan 3 Kelas Eksperimen dan Kelas
Kontrol.

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Menyusun Perangkat Pembelajaran
4. Jum’at, 19 Agustus 2022 SMA Negeri Kaureh Pertemuan 4 Kelas Eksperimen dan Kelas
Kontrol.
125

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Menyusun Instrumen Penelitian Berupa
5. Sabtu, 20 Agustus 2022 SMA Negeri Kaureh
Uji Coba Soal Tes.

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Penginapan di Jln. Mereviuw Hasil Penyusunan Perangkat
6. Minggu, 21 Agustus 2022 Poros Lereh I Ongah Pembelajaran Kelas Eksperimen dan
Jaya Yapsi Kelas Kontrol.
126

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Melakukan Uji Coba Soal Tes di Kelas XI
7. Sabtu, 27 Agustus 2022 SMA Negeri Kaureh
IPS.

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Melakukan Analisis Validitas, Derajat
Penginapan di Jln.
Kesukaan, Daya Pembeda, dan
8. Minggu, 28 Agustus 2022 Poros Lereh I Ongah
Reliabilitas Hasil Uji Coba Instrumen
Jaya Yapsi
Penelitian.
127

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Melakukan Pretest di Kelas Eksperimen
9. Senin, 29 Agustus 2022 SMA Negeri Kaureh
(XI IPA 1).

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Melakukan Pretest di Kelas Kontrol (XI
10. Selasa, 30 Agustus 2022 SMA Negeri Kaureh
IPA 2).
128

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Melakukan Pembelajaran Pertemuan 1 di
11. Rabu, 31 Agustus 2022 SMA Negeri Kaureh
Kelas Eksperimen (XI IPA 1).

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Melakukan Pembelajaran Pertemuan 1 di
12. Kamis, 01 September 2022 SMA Negeri Kaureh
Kelas Kontrol (XI IPA 2).
129

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Melakukan Pembelajaran Pertemuan 2 di
13. Jum’at, 02 September 2022 SMA Negeri Kaureh
Kelas Eksperimen (XI IPA 1).

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Melakukan Pembelajaran Pertemuan 2 di
14. Sabtu, 03 September 2022 SMA Negeri Kaureh
Kelas Kontrol (XI IPA 2).
130

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Penginapan di Jln.
Melakukan Evaluasi Kegiatan Tes dan
15. Minggu, 04 September 2022 Poros Lereh I Ongah
Pembelajaran.
Jaya Yapsi

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Melakukan Pembelajaran Pertemuan 3 di
16. Senin, 05 September 2022 SMA Negeri Kaureh
Kelas Eksperimen (XI IPA 1).
131

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Melakukan Pembelajaran Pertemuan 3 di
17. Selasa, 06 September 2022 SMA Negeri Kaureh
Kelas Kontrol (XI IPA 2).

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Melakukan Pembelajaran Pertemuan 4 di
18. Rabu, 07 September 2022 SMA Negeri Kaureh
Kelas Eksperimen (XI IPA 1).
132

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Melakukan Pembelajaran Pertemuan 4 di
19. Kamis, 08 September 2022 SMA Negeri Kaureh
Kelas Kontrol (XI IPA 2).

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Melakukan Posttest di Kelas Eksperimen
20. Jum’at, 09 September 2022 SMA Negeri Kaureh
(XI IPA 1).
133

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Melakukan Posttest di Kelas Kontrol (XI
21. Sabtu, 10 September 2022 SMA Negeri Kaureh
IPA 2).

No. Hari dan Tanggal Tempat Deskripsi Kegiatan


Penginapan di Jln.
Melakukan Evaluasi Kegiatan Tes dan
22. Minggu, 11 September 2022 Poros Lereh I Ongah
Pembelajaran.
Jaya Yapsi

Anda mungkin juga menyukai