0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Britania Raya Perserikatan Kerajaan Britania Raya Dan Irlandia Utara Inggris Raya

Britania Raya, resmi dikenal sebagai Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara, adalah negara di Eropa Barat Laut yang terdiri dari Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara, dengan populasi sekitar 67,6 juta jiwa pada tahun 2022. Negara ini memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan industri dan kolonial, serta merupakan monarki konstitusional dan demokrasi parlementer dengan ibu kota London. Britania Raya juga merupakan anggota berbagai organisasi internasional dan memiliki ekonomi terbesar keenam di dunia.

Diunggah oleh

Akbar Andreanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Britania Raya Perserikatan Kerajaan Britania Raya Dan Irlandia Utara Inggris Raya

Britania Raya, resmi dikenal sebagai Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara, adalah negara di Eropa Barat Laut yang terdiri dari Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara, dengan populasi sekitar 67,6 juta jiwa pada tahun 2022. Negara ini memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan industri dan kolonial, serta merupakan monarki konstitusional dan demokrasi parlementer dengan ibu kota London. Britania Raya juga merupakan anggota berbagai organisasi internasional dan memiliki ekonomi terbesar keenam di dunia.

Diunggah oleh

Akbar Andreanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Britania Raya,[n] dengan nama resmi Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia

Utara,[o] atau secara informal dikenal dengan nama Inggris Raya, adalah negara di Eropa
Barat Laut, terletak di lepas pantai Eropa daratan.[21][22] Negara ini terdiri
dari Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.[p][23] Di negara Britania Raya
terdapat Pulau Britania Raya, bagian timur laut Pulau Irlandia, dan sebagian besar pulau-
pulau berukuran kecil di Kepulauan Britania.[24] Irlandia Utara berbatasan di
darat dengan Republik Irlandia; selebihnya, Britania Raya dikelilingi oleh Samudra
Atlantik, Laut Utara, Selat Inggris, Laut Keltik, dan Laut Irlandia. Luas total Britania Raya
adalah 94.354 mil persegi (244.376 km2),[e][12] dengan populasi yang diperkirakan hampir
menyentuh 67,6 juta jiwa per tahun 2022.[13]

Pada tahun 1707, Kerajaan Inggris (di dalamnya terdapat Wales) dan Kerajaan
Skotlandia memutuskan untuk bersatu melalui Perjanjian Persatuan sehingga menciptakan
negara baru bernama Kerajaan Britania Raya. Undang-Undang Persatuan
1800 menjadikan Kerajaan Irlandia sebagai bagian dari Kerajaan Britania Raya sehingga
menciptakan Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia yang efektif sejak tahun 1801.
Sebagian besar Pulau Irlandia pada akhirnya memisahkan diri dari Britania Raya pada tahun
1922 dengan nama Negara Bebas Irlandia, maka dari itu diresmikan Undang-Undang Nama
Monarki dan Parlemen 1927 sehingga negara ini memiliki nama baru, Kerajaan Bersatu
Britania Raya dan Irlandia Utara, yang masih digunakan sampai sekarang.

Britania Raya merupakan negara industri pertama dan kekuatan utama dunia selama sebagian
besar abad ke-19 dan awal abad ke-20, terutama selama zaman "Pax Britannica" yang
dimulai dari tahun 1815 hingga 1914.[25][26] Pada puncak kejayaan di tahun 1920-an, Imperium
Britania Raya menguasai hampir seperempat luas daratan dan populasi Bumi, dan
menjadi kekaisaran terbesar dalam sejarah. Namun, keterlibatannya dalam Perang Dunia
Pertama dan Perang Dunia Kedua telah melemahkan kekuatan ekonomi Britania Raya
ditambah gelombang dekolonisasi yang menyeruak ke seluruh dunia mengakibatkan sebagian
besar jajahan Britania Raya memerdekakan diri.[27][28][29] Pengaruh Britania Raya dapat diamati
dalam sistem hukum dan politik di banyak bekas jajahannya, dan budaya Britania Raya masih
berpengaruh secara global, khususnya dalam bidang
bahasa, sastra, musik dan olahraga. Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak
dituturkan dan bahasa asli ketiga yang paling banyak dituturkan.[30]

Britania Raya adalah negara monarki konstitusional dan demokrasi parlementer.[q][32] Britania
Raya memiliki tiga yurisdiksi berbeda; Inggris dan Wales, Skotlandia dan Irlandia
Utara.[33] Sejak tahun 1998, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara memikiki
pemerintahan terdevolusi dan badan legislatifnya masing-masing sedangkan Inggris
dipemerintahi langsung oleh Pemerintah Britania Raya.[34] Ibu kota sekaligus kota terbesar di
Britania Raya (juga merupakan ibu kota dari negara konstituen Inggris) adalah London,
sebuah metropolis dunia dengan populasi metropolitan lebih dari 14 juta jiwa.
Kota Edinburgh, Cardiff, dan Belfast adalah ibu kota masing-masing untuk negara konstituen
Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Kota besar lainnya yang belum disebutkan
yaitu Birmingham, Manchester, Glasgow, Liverpool dan Leeds.

Britania Raya adalah negara maju dan memiliki ekonomi terbesar keenam menurut produk
domestik bruto (PDB) nominal. Negara ini diakui sebagai negara pemilik nuklir, dan berada
di peringkat keempat dunia dalam anggaran militer.[35][36] Britania Raya telah menjadi anggota
permanen Dewan Keamanan PBB sejak pertama kali dibentuk pada tahun 1946. Negara ini
adalah anggota dari Persemakmuran Bangsa-Bangsa, Majelis
Eropa, G7, OECD, NATO, Five Eyes, AUKUS dan CPTPP.

Etimologi dan terminologi


Lihat pula: Terminologi Kepulauan Britania

Nama United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland diperkenalkan pada tahun 1927
dalam Undang-Undang Penamaan Kerajaan dan Parlemen. Hal ini disebabkan oleh kenyataan
bahwa kemerdekaan de facto Negara Bebas Irlandia, yang mengakibatkan terpecahnya
Irlandia pada tahun 1922, meninggalkan Irlandia Utara sebagai satu-satunya bagian Pulau
Irlandia yang masih berada di bawah kekuasaan Britania Raya.[37] Sebelumnya,
menurut Undang-Undang Kesatuan 1800, yang menyatukan Kerajaan Britania
Raya dan Kerajaan Irlandia pada tahun 1801, nama resminya adalah Kerajaan Bersatu
Britania Raya dan Irlandia. Britania Raya sebelum tahun 1801 kadang-kadang disebut
sebagai "Kerajaan Bersatu Britania Raya".[38][39][40][41] Dalam Pasal 1 Undang-Undang Kesatuan
1927 dinyatakan bahwa Inggris dan Skotlandia "bersatu menjadi satu kerajaan bernama
Britania Raya."[42][43][catatan 1] Istilah "kerajaan bersatu" digunakan secara tidak resmi abad ke-18
untuk menjelaskan negara baru, tetapi hanya secara resmi, saat penyatuan Irlandia pada tahun
1801.[44]

Peta Britania Raya; Inggris (merah), Wales (kuning), Skotlandia


(biru), dan Irlandia Utara (hijau).

Meskipun Britania Raya sebagai negara berdaulat mencakup Inggris, Skotlandia, Wales dan
(yang kontroversial) Irlandia Utara, tetapi Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara memiliki
pemerintahan sendiri.[45][46] Situs resmi Perdana Menteri Britania Raya menggunakan istilah
"negara dalam negara" untuk menggambarkan Britania Raya. [47] Sedangkan mengenai Irlandia
Utara, nama yang digunakan "bisa menjadi kontroversial, dengan pilihan yang sering kali
mengungkapkan preferensi politik seseorang." [48] Istilah lainnya yang digunakan untuk
menggambarkan status Irlandia Utara adalah "region" dan "provinsi".[49][50]

Great Britain atau Britania Raya juga sering disebut sebagai Britain. Sumber-sumber
pemerintah Britania Raya acapkali menggunakan istilah ini sebagai bentuk singkat untuk
Britania Raya, sementara media massa pada umumnya juga menggunakan istilah tersebut,
tetapi hal ini menunjukkan bahwa istilah "Britania Raya" itu hanya mengacu pada pulau
utama yang meliputi Inggris, Skotlandia dan Wales.[51][52][53] Bagaimanapun juga, di negara-
negara lain, istilah Great Britain lebih umum digunakan, terutama di Amerika Serikat,
istilah Great Britain ini dianggap sebagai sinonim untuk "United Kingdom" (Kerajaan
Bersatu").[54][55] Selain itu, tim Olimpiade United Kingdom juga berlaga di bawah nama Great
Britain atau "Tim GB".[56][57] GB dan GBR adalah kode negara standar untuk Britania Raya
(lihat ISO 3166-2:GB), dan akibatnya sering digunakan oleh organisasi internasional untuk
merujuk ke Kerajaan Bersatu.

Pada tahun 2006, desain baru paspor Britania Raya mulai digunakan. Halaman pertama
paspor tersebut menampilkan bentuk panjang nama negara dalam bahasa Inggris, Wales,
dan Gaelik Skotlandia.[58] Dalam bahasa Wales, bentuk panjang nama negara adalah "Teyrnas
Unedig Prydain Fawr a Gogledd Iwerddon", dengan "Teyrnas Unedig" digunakan sebagai
nama pendek di situs resmi pemerintah.[59] Sedangkan dalam bahasa Gaelik Skotlandia,
bentuk panjangnya adalah "Rìoghachd Aonaichte na Breatainne Mòire is Èireann a Tuath"
dan bentuk pendeknya "Rìoghachd Aonaichte".

Kata sifat British umumnya digunakan untuk merujuk pada hal yang berhubungan dengan
Britania Raya. Istilah ini tidak memiliki konotasi hukum yang pasti, tetapi istilah ini
digunakan secara umum untuk merujuk pada kewarganegaraan Britania dan hal-hal yang
berhubungan dengan nasionalitas.[60] Istilah "British" digunakan secara berbeda untuk
menggambarkan identitas nasional warga Britania, atau untuk mengidentifikasi diri sebagai
"orang Britania", atau sebagai orang Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara,
Irlandia,[61] atau keduanya.[62]

Dalam bahasa Indonesia istilah United Kingdom diterjemahkan menjadi "Kerajaan Bersatu",
"Persatuan Kerajaan", atau "Perserikatan Kerajaan". Untuk membedakan dengan Inggris,
maka ketika menyebut negara ini, digunakan nama Britania Raya.

Sejarah
Artikel utama: Sejarah Inggris, Sejarah Skotlandia, Sejarah Wales, Sejarah Irlandia, dan Sejarah
Pembentukan Britania Raya

Sebelum tahun 1707

Stonehenge, di Wiltshire, didirikan kira-kira tahun 2500 SM.

Permukiman manusia modern yang kelak akan menjadi Britania Raya sudah terbentuk sejak
sekitar 30.000 tahun yang lalu.[63] Pada akhir zaman prasejarah, populasi di wilayah ini
diperkirakan telah terbentuk. Periode ini dinamakan dengan masa Kelts Insular, yang terdiri
dari Britania Britonik dan Irlandia Gaelik.[64] Penaklukan oleh Romawi yang dimulai pada
tahun 43 SM diikuti oleh invasi pemukim Jerman Anglo-Saxon ke wilayah yang kelak akan
membentuk Wales.[65] Sebagian besar wilayah yang dihuni oleh Anglo-Saxon disatukan
menjadi Kerajaan Inggris pada abad ke-10.[66] Sementara itu, penutur Gaelik di Inggris barat
laut (yang terhubung ke Irlandia di timur laut dan secara tradisional telah terjadi migrasi dari
sana pada abad ke-5)[67][68] bersatu dengan bangsa Pict dan kemudian membentuk Kerajaan
Skotlandia pada abad ke-9.[69]

Tapestri Bayeux menggambarkan tentang Pertempuran


Hastings dan peristiwa yang menjadi penyebabnya.

Pada tahun 1066, bangsa Normandia menyerang Inggris dan setelah penaklukannya,
Normandia berhasil merebut sebagian besar Wales, menaklukkan sebagian besar Irlandia dan
membentuk permukiman di Skotlandia, yang membawa masing-masing negara tersebut ke
periode baru feodalisme yang berdasarkan model Prancis Utara dan kebudayaan Normandia-
Prancis.[70] Kedatangan bangsa Normandia ini membawa pengaruh besar, tetapi pada akhirnya
tetap mampu berasimilasi dengan kebudayaan lokal di masing-masing negara. [71] Raja Inggris
pada abad pertengahan berhasil menaklukkan Wales tetapi upayanya untuk menaklukkan
Skotlandia mengalami kegagalan. Setelah itu, Skotlandia tetap mempertahankan
kemerdekaannya, meskipun sering berkonflik dengan Inggris. Monarki Inggris, dalam
upayanya untuk merebut koloni Prancis, juga sering kali terlibat konflik dengan Prancis,
terutama dalam Perang Seratus Tahun.[72]

Memasuki periode modern awal, Inggris dihadapkan pada konflik agama sebagai
akibat reformasi dan diperkenalkannya gereja Protestan di masing-masing negara.[73] Wales
sepenuhnya di klaim sebagai bagian dari Kerajaan Inggris,[74] dan Irlandia ditetapkan sebagai
kerajaan dalam persatuan personal dengan Kerajaan Inggris.[75] Wilayah milik bangsa Gaelik
Katolik yang merdeka disita oleh Kerajaan Inggris dan diberikan kepada pemukim Protestan
dari Inggris dan Skotlandia, yang selanjutnya membentuk Irlandia Utara.[76] Pada tahun 1603,
Kerajaan Inggris, Skotlandia dan Irlandia bersatu dalam penyatuan personal saat James VI,
Raja Skotlandia, mewarisi mahkota Kerajaan Inggris dan Irlandia. James kemudian
memindahkan istananya dari Edinburgh ke London. Meskipun demikian, setiap negara tetap
menjadi entitas politik yang terpisah dan mempertahankan lembaga politik yang juga
terpisah.[77][78] Pada pertengahan abad ke-17, ketiga kerajaan terlibat dalam serangkaian perang
berkelanjutan (termasuk Perang Saudara Inggris) yang menyebabkan
tergulingnya monarki dan terbentuknya negara republik kesatuan berumur pendek
bernama Persemakmuran Inggris, Skotlandia dan Irlandia.[79][80] Meskipun monarki berhasil
dipulihkan kembali, hal ini menandai (dengan meletusnya Revolusi Agung pada tahun 1688)
bahwa sama seperti monarki-monarki Eropa lainnya, monarki mutlak tidak akan menang.
Konstitusi Britania kemudian dikembangkan berdasarkan monarki konstitusional dan sistem
parlementer.[81] Selama periode ini, terutama di Inggris, berkembangnya kekuatan angkatan
laut mendorong dilakukannya penjelajahan seberang lautan untuk menjajah dan mendirikan
koloni, terutama di Amerika Utara (lihat Imperium Britania).[82][83]
Sejak Undang-Undang Kesatuan 1707

Perjanjian Kesatuan yang menyebabkan terbentuknya Kerajaan


Bersatu Britania Raya.

Pada tanggal 1 Mei 1707, Kerajaan Bersatu Britania Raya terbentuk sebagai hasil penyatuan
politik Kerajaan Inggris dan Skotlandia berdasarkan Perjanjian Kesatuan yang disetujui pada
tanggal 22 Juli 1706. Perjanjian ini kemudian disahkan oleh Parlemen Inggris dan Skotlandia
dalam Undang-Undang Kesatuan 1707.[84][85][86]

Pada abad ke-18, Britania Raya memainkan peran penting dalam mengembangkan ide-ide
Barat, terutama yang berkaitan dengan sistem parlementer dan menghasilkan kontribusi yang
signifikan dalam bidang sastra, seni, dan ilmu pengetahuan.[87] Britania (terutama Inggris)
memelopori Revolusi Industri yang mengubah perekonomian negara serta memicu
berkembangnya Imperium Britania. Selama periode ini, Britania Raya, seperti negara-negara
besar lainnya, terlibat dalam eksploitasi kolonial, termasuk perdagangan budak Atlantik,
meskipun dengan disahkannya Undang-Undang Perdagangan Budak pada tahun 1807
Britania juga berperan penting dalam memerangi perdagangan budak. [88] Koloni di Amerika
Utara telah menjadi fokus utama kegiatan kolonial Britania. Dengan kekalahan mereka
dalam Perang Kemerdekaan Amerika Serikat, ambisi kolonial Britania berpaling ke wilayah
lain, terutama ke India.[89]

Pada tahun 1800, saat perang masih berkecamuk dengan Prancis, Parlemen Britania Raya dan
Irlandia mengesahkan Undang-Undang Kesatuan yang menyatukan dua kerajaan tersebut dan
menciptakan Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia pada tanggal 1 Januari 1801. [90]

Pertempuran Waterloo menandai akhir dari Perang


Napoleon dan dimulainya Pax Britannica.

Setelah kekalahan Prancis dalam Perang Revolusi dan Perang Napoleon (1792-1815),
Britania Raya mulai muncul sebagai kekuatan angkatan laut dan ekonomi utama yang tak
tertandingi di dunia pada abad ke-19 (dengan London yang menjadi kota terbesar di dunia
sejak tahun 1830).[91] Menjadi yang tak tertandingi di lautan, Inggris selanjutnya mengadopsi
peran sebagai polisi global, yang kemudian dikenal dengan Pax Britannica.[92][93] Periode ini
juga menjadi momen pertumbuhan ekonomi, kolonial dan industri yang pesat bagi Britania
Raya. Britania Raya (dengan Inggris sebagai kekuatan utama) digambarkan sebagai "bengkel
dunia",[94] dan Imperium Britania tumbuh sebagai imperium terbesar yang mencakup India,
sebagian besar Afrika, dan wilayah lainnya. Bersamaan dengan kontrol tidak resmi yang
dimilikinya, posisi dominan Britania Raya dalam perdagangan dunia ini berarti bahwa secara
efektif Britania Raya bisa mengendalikan perekonomian banyak negara,
seperti Tiongkok, Argentina dan Thailand.[95][96] Sementara itu, di dalam negeri terjadi
pergeseran ke kebijakan perdagangan bebas dan laissez-faire. Negara ini mengalami
peningkatan populasi yang besar selama abad tersebut, yang disertai dengan terjadinya
gelombang urbanisasi besar-besaran, terutama ke London dan Manchester. Hal ini pada
akhirnya menyebabkan munculnya tekanan sosial dan ekonomi yang signifikan. [97] Pada akhir
abad ke-20, negara-negara lain seperti Jerman, Amerika Serikat, dan Uni Soviet mulai
menyalib dominasi industri Britania Raya di kancah internasional. [98]

Infanteri Tentara Irlandia selama Pertempuran Somme.


Lebih dari 885.000 tentara Britania Raya gugur di medan perang dalam Perang Dunia I.

Britania Raya, bersama dengan Rusia, Prancis dan (setelah tahun 1917) Amerika
Serikat adalah beberapa negara-negara besar yang menentang Imperium Jerman dan
sekutunya dalam Perang Dunia I (1914-1918).[99] Angkatan Bersenjata Britania Raya
berkembang pesat hingga memiliki lebih dari lima juta tentara,[100] dan melibatkan
banyak negara-negara imperiumnya beserta beberapa daerah di Eropa. Hal ini menjadikannya
sebagai Negara Barat Terdepan dalam Perang Dunia I. Britania Raya mengakhiri Perang
Dunia I dengan kehilangan sekitar dua setengah juta jiwa dan utang nasional yang
besar.[100] Setelah perang, Britania Raya menerima mandat Liga Bangsa-Bangsa atas bekas
jajahan Jerman dan Utsmaniyah. Hal ini membuat Imperium Britania semakin luas,
mencakup seperlima dari luas total bumi dan seperempat dari total populasi dunia pada saat
itu.[101] Munculnya Nasionalisme Irlandia dan konflik yang terjadi selama tahun 1920-an
mengakibatkan terpecahnya Irlandia pada tahun 1921.[102] Sebagai hasilnya, Negara Bebas
Irlandia yang merdeka dengan status domini terbentuk pada tahun 1922, sedangkan Irlandia
Utara tetap memilih untuk menjadi bagian Britania Raya.[103] Era Depresi Besar (1929-1932)
terjadi ketika Britania Raya belum pulih sepenuhnya dari dampak peperangan dan
menyebabkan munculnya kesusahan serta kerusuhan politik dan sosial di berbagai kota di
Britania.[104]

Britania Raya adalah salah satu negara Sekutu dalam Perang Dunia II dan ikut serta dalam
deklarasi pembentukan PBB. Setelah kekalahan sekutu Eropanya dalam tahun pertama
perang, Britania Raya melanjutkan laga melawan Jerman, terutama dalam Pertempuran
Britania dan Pertempuran Atlantik. Setelah kemenangannya, Britania Raya menjadi salah
satu dari Tiga Kekuatan Besar yang bertemu untuk perencanaan dunia pasca-perang dunia.
Perang ini meninggalkan Britania Raya dalam keterpurukan. Keuangan negara
runtuh. Bantuan Marshall dan pinjaman dari Amerika Serikat dan Kanada-lah yang
membantu Britania Raya dalam proses menuju pemulihan setelah Perang Dunia II. [105]
Wilayah yang pada suatu masa pernah menjadi bagian
dari Imperium Britania. Wilayah Seberang Laut Britania ditandai dengan garis bawah merah.

Partai Buruh yang berkuasa pada tahun-tahun pascaperang dunia segera memulai program
perubahan radikal, yang menghasilkan dampak yang signifikan terhadap kehidupan
masyarakat Britania selama dekade berikutnya.[106] Di dalam negeri, industri-industri penting
dan utilitas publik dinasionalisasi, Negara Kesejahteraan dibentuk, dan Layanan Kesehatan
Nasional didirikan untuk mengelola kesehatan publik.[107] Menanggapi munculnya
nasionalisme lokal, pemerintahan Partai Buruh menanggapinya dengan menerapkan
kebijakan dekolonisasi negara-negara jajahan. Proses ini dimulai dengan pemberian
kemerdekaan pada India dan Pakistan pada tahun 1947.[108] Selama tiga dekade berikutnya,
sebagian besar negara-negara Imperium Britania yang diberi kemerdekaan dan menjadi
negara berdaulat bergabung menjadi Negara-Negara Persemakmuran.

Meskipun peran politik Britania di kancah internasional menurun pasca terjadinya Krisis
Suez pada tahun 1956, Britania Raya tetap menjadi salah satu dari lima negara anggota
tetap Dewan Keamanan PBB dan merupakan negara ketiga yang mengembangkan senjata
nuklir (dengan bom atom pertama diuji pada tahun 1952). Penyebaran internasional bahasa
Inggris juga menunjukkan pengaruhnya yang masih [atau pernah] dominan di dunia, terutama
dalam bidang sastra dan budaya. Sementara itu, pada tahun 1960-an, budaya populernya juga
berkembang dan memengaruhi dunia. Akibat kekurangan tenaga kerja pada tahun 1950,
Pemerintah Britania menggalakkan dilakukannya migrasi besar-besaran dari Negara-Negara
Persemakmuran. Hal ini menjadikan Britania sebagai negara multi-etnis selama dekade
selanjutnya.[109] Pada tahun 1973, Britania Raya bergabung dengan Masyarakat Ekonomi
Eropa (MEE), dan ketika MEE berganti nama menjadi Uni Eropa pada tahun 1992, Britania
Raya mencatatkan diri sebagai salah satu dari 12 negara pendirinya. Pada akhir 1960-an dan
seterusnya, di Irlandia Utara merebak kekerasan komunal dan paramiliter (juga memengaruhi
bagian lain dari Britania Raya dan Republik Irlandia). Peristiwa ini secara konvensional
dikenal sebagai the Troubles. Peristiwa ini pada umumnya dianggap telah berakhir seiring
dengan ditandatanganinya Persetujuan Belfast pada tahun 1998.[110][111][112]

Setelah periode lambatnya pertumbuhan ekonomi dan kemerosotan industri pada tahun 1970-
an, Pemerintah Konservatif tahun 1980-an memulai kebijakan radikal deregulasi, khususnya
dalam sektor keuangan, pasar tenaga kerja yang fleksibel, penjualan perusahaan-perusahaan
negara (privatisasi), dan penarikan pajak kepada orang asing.[113] Sejak tahun 1984, dibantu
dengan ditemukannya Minyak Laut Utara, Britania Raya mengalami era pertumbuhan
ekonomi yang pesat.[114] Pada akhir abad ke-20 terjadi perubahan besar dalam Pemerintahan
Britania Raya dengan pembentukan pemerintahan nasional bagi Irlandia Utara, Wales dan
Skotlandia setelah dilakukannya referendum pralegislatif,[115] serta penggabungan secara
hukum pada Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia. Pada tahun 2000-an, terdapat
kontroversi yang berlangsung di dalam negeri mengenai invasi militer Britania Raya ke luar
negeri, khususnya ke Irak dan Afghanistan.[116]

Geografi
Artikel utama: Geografi Britania Raya

Topografi

Topografi Britania Raya

Luas total dari Britania Raya adalah sekitar 243.610 kilometer persegi (94.060 sq mi). Negara
ini menempati bagian utama dari Kepulauan Britania,[117] termasuk Pulau Britania Raya,
seperenam dari Pulau Irlandia di barat laut dan beberapa pulau-pulau kecil yang
mengelilinginya. Britania Raya terletak di antara Samudra Atlantik Utara dan Laut Utara.
Pantai tenggaranya berjarak sekitar 35 kilometer (22 mi) dari pantai utara Prancis, yang
dipisahkan oleh Selat Inggris.[118] Pada tahun 1993, 10% dari luas total kawasan Britania
terdiri dari hutan, 46% digunakan sebagai kawasan padang rumput untuk
kepentingan peternakan, sedangkan 25%-nya digunakan untuk
tujuan pertanian.[119] Observatorium Kerajaan di Greenwich, London merupakan titik pusat
dari Meridian Utama.

Britania Raya terletak di antara 49° sampai 61° lintang utara, dan 9° BB sampai 2°
BT. Irlandia Utara berbagi perbatasan darat sepanjang 360-kilometer
(224 mi) dengan Republik Irlandia.[118] Britania Raya mempunyai garis
pantai sepanjang 17.820 kilometer (11.073 mi).[120] Negara ini dihubungkan ke benua
Eropa oleh Terowongan Channel, terowongan bawah laut sepanjang 50 kilometer (31 mi) (38
kilometer (24 mi) di bawah laut). Terowongan ini merupakan terowongan bawah laut
terpanjang di dunia.[121]

Inggris menempati separuh lebih dari total luas Britania Raya, dengan luas sekitar 130.395
kilometer persegi (50.350 sq mi).[122] Sebagian besar topografi Inggris terdiri dari dataran
rendah,[119] dengan kawasan pegunungan berada di barat laut garis Tees-Exe,
termasuk Pergunungan Cumbria di sepanjang Danau District, Pennines dan bukit
kapur di Puncak District, Exmoor, dan Dartmoor. Sungai-sungai dan muara utama di Inggris
adalah Sungai Thames, Sungai Severn dan Humber. Gunung tertinggi di Inggris adalah
gunung Scafell Pike (978 meter (3.209 ft)) yang berlokasi di Danau District. Sungai
utamanya adalah Severn, Thames, Humber, Tees, Tyne, Tweed, Avon, Exe dan Mersey.[119]
Ben Nevis di Skotlandia adalah puncak tertinggi di
Kepulauan Britania.

Skotlandia menempati kurang lebih sepertiga dari total luas Britania Raya, dengan
luas 78.772 kilometer persegi (30.410 sq mi),[123] termasuk pulau-pulau yang jumlahnya
hampir delapan ratus pulau,[124] terutama di sebelah barat dan utara dari daratan utama
Britania. Pulau-pulau ini di antaranya Hebrides, Orkney, dan Shetland. Topografi Skotlandia
agak menonjol karena adanya Sesar Batas Dataran Tinggi (Highland Boundary Fault),
sebuah sesar patahan geologi yang membentang dari Pulau Arran di bagian barat hingga
ke Stonehaven di sebelah timur.[125] Garis sesar ini juga memisahkan Skotlandia menjadi dua
wilayah yang saling berbeda, yaitu dataran tinggi di utara dan barat dan dataran rendah di
bagian selatan dan timur. Wilayah dataran tinggi topografinya lebih kasar dan mencakup
sebagian besar tanah pegunungan Skotlandia, termasuk Ben Nevis (1.343 meter (4.406 ft)),
yang merupakan puncak tertinggi di Kepulauan Britania.[126] Sedangkan wilayah dataran
rendah topografinya lebih rata, terutama yang berada di kawasan antara Firth of
Clyde dan Firth of Forth yang dikenal sebagai Central Belt, dan di sinilah terletak sebagian
besar penduduk Skotlandia, termasuk kota terbesar, Glasgow, dan ibu kota serta pusat
pemerintahan Skotlandia, Edinburgh.

Wales menempati kurang lebih sepersepuluh dari luas total Britania Raya, dengan luas
sekitar 20.779 kilometer persegi (8.020 sq mi).[127] Topografi Wales sebagian besar
bergunung-gunung, cuma kawasan Wales Selatan yang kurang gunungnya dibandingkan
dengan Wales Utara dan Tengah. Kawasan kependudukan dan perindustrian utama terletak di
Wales Selatan, yang meliputi kota-kota di pesisir pantai
seperti Cardiff, Swansea dan Newport, serta juga kawasan South Wales Valleys di sebelah
utara kota-kota tersebut. Gunung-gunung tertinggi di Wales berada di Snowdonia, termasuk
gunung Snowdon (bahasa Wales: Yr Wyddfa), dengan ketinggian sekitar 1.085 meter
(3.560 ft) dan merupakan puncak tertinggi di Wales.[119] Terdapat 14 (atau 15) gunung di
Wales yang tingginya mencapai 3.000 kaki (914 m). Gunung-gunung ini secara kolektif
dikenal dengan sebutan Welsh 3000s. Wales memiliki garis pantai sepanjang lebih dari
1.200 km (750 mil). Terdapat beberapa pulau yang lokasinya berdekatan dengan daratan
Wales; yang terbesar adalah Anglesey (Ynys Môn) di barat laut.

Irlandia Utara hanya menempati 14.160 kilometer persegi (5.470 sq mi) dari luas total
Britania Raya dan sebagian besar topografinya terdiri dari perbukitan. Kawasan ini juga
mencakup danau Lough Neagh (388 kilometer persegi (150 sq mi)), yang merupakan danau
terbesar di Britania Raya dan Pulau Irlandia.[128] Puncak tertinggi di Irlandia Utara
adalah Slieve Donard pada ketinggian 852 meter (2.795 ft) di Pegunungan Mourne.[119]

Iklim
Artikel utama: Iklim di Britania Raya
Britania Raya memiliki iklim subtropis, dengan curah hujan berlimpah sepanjang
tahun.[118] Suhunya bervariasi, menyesuaikan dengan musim tetapi suhunya jarang turun di
bawah −11 °C (12 °F) atau melampaui 35 °C (95 °F).[129] Angin pada umumnya datang dari
arah barat daya, sering kali membawa cuaca yang sedang dan lembap dari Samudra
Atlantik.[118] Bagian timur merupakan wilayah yang paling kering karena terlindung dari angin
ini. Arus Atlantik yang dihangatkan oleh Arus Gulf menghantarkan cuaca musim dingin yang
sedang, terutama di wilayah bagian barat, di mana musim dinginnya pada umumnya lembap,
khususnya di dataran tinggi. Musim panas paling panas terjadi di bagian tenggara Inggris
yang lokasinya paling dekat dengan benua Eropa, sedangkan yang paling sejuk terdapat di
wilayah bagian utara. Salju padat biasanya turun pada musim dingin dan awal musim semi di
dataran tinggi, tetapi jarang sekali salju padat yang turun di wilayah yang bukan dataran
tinggi.[130]

Anda mungkin juga menyukai