0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan14 halaman

Pengaruh,, Dan Terhadap Saham Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Indeks Lq45 Periode 2018-2021 Ricky Sugianto

Penelitian ini menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM) terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar di indeks LQ45 selama periode 2018-2021. Hasil menunjukkan bahwa DER tidak berpengaruh signifikan, ROE memiliki pengaruh negatif signifikan, dan NPM memiliki pengaruh positif signifikan terhadap return saham. Penelitian ini memberikan wawasan bagi investor dan manajer keuangan dalam pengambilan keputusan investasi.

Diunggah oleh

fahrezi0704
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan14 halaman

Pengaruh,, Dan Terhadap Saham Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Indeks Lq45 Periode 2018-2021 Ricky Sugianto

Penelitian ini menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM) terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar di indeks LQ45 selama periode 2018-2021. Hasil menunjukkan bahwa DER tidak berpengaruh signifikan, ROE memiliki pengaruh negatif signifikan, dan NPM memiliki pengaruh positif signifikan terhadap return saham. Penelitian ini memberikan wawasan bagi investor dan manajer keuangan dalam pengambilan keputusan investasi.

Diunggah oleh

fahrezi0704
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Prosiding Working Papers Series In Management

Vol. 16 No. 01, May 2024 Page 51-64 DOI:[Link]


E-ISSN: 2620-6544 [Link]

PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN NET PROFIT


MARGIN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG
TERDAFTAR DI INDEKS LQ45 PERIODE 2018-2021
Ricky Sugianto,
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
ricky.202001020074@[Link]
Rilo Pambudi,
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
[Link]@[Link]

ABSTRACT
This study analyzes the impact of the Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), and Net Profit
Margin (NPM) on stock returns using secondary data from the LQ45 index for the period 2018 - 2021, available
on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The sampling technique used was purposive sampling, encompassing 27
companies with a total of 106 data samples. The analytical techniques employed included descriptive statistics and
multiple linear regression using SPSS software version 29. The results of the study indicate that the Debt to Equity
Ratio (DER) has no significant effect on stock returns, the Return on Equity (ROE) has a significant negative
effect on stock returns, and the Net Profit Margin (NPM) has a significant positive effect on stock returns.
Keywords: debt to equity ratio, return on equity, net profit margin, return saham

PENDAHULUAN
Pasar modal memegang peran signifikan dalam struktur ekonomi suatu negara sebagai alat
penting dalam pendanaan perusahaan dan akses dana dari investor untuk pengembangan
usaha dan peningkatan modal kerja. Dalam investasi saham, transaksi jual beli saham adalah
kegiatan umum bagi investor. Valuasi saham selalu berubah selama pasar modal terbuka,
tergantung pada berbagai faktor seperti kinerja perusahaan, kondisi ekonomi, dan sentimen
pasar, yang menyebabkan nilai saham naik atau turun.
Menurut Muslimim (2023), return saham adalah rasio yang mengukur pengembalian
dari investasi dalam saham, baik berupa ekspektasi maupun realisasi. Saham merupakan
bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan yang memberikan hak atas pendapatan
perusahaan sesuai dengan besar kepemilikan saham.
Untuk memprediksi return saham, banyak faktor atau tolak ukur yang dapat
digunakan sebagai parameter, seperti informasi keuangan perusahaan dan informasi pasar.
Berdasarkan penelitian terdahulu, informasi keuangan dan informasi pasar yang dapat
digunakan untuk memprediksi return saham di antaranya adalah Debt to Equity Ratio
(DER), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM).
Menurut penelitian Silalahi & Silalahi (2020), kinerja keuangan suatu perusahaan
dapat dilihat dari bagaimana perusahaan mengelola DER. Fredirick Nathanael & Ria
Panggabean (2020) menyatakan bahwa ROE suatu perusahaan memengaruhi kinerja
keuangannya. Davidson et al. (2021) menyatakan bahwa Net Profit Margin memiliki
pengaruh terhadap return saham. NPM adalah metrik yang berguna untuk menilai seberapa
efisien perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih dari setiap penjualan. Tetapi

51
Prosiding Working Papers Series In Management
Vol. 16 No. 01, May 2024 Page 51-64 DOI:[Link]
E-ISSN: 2620-6544 [Link]

dalam penelitian Anderson et al. (2021) tidak terdapat pengaruh NPM terhadap return
saham.
Mengingat pentingnya faktor-faktor tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh DER, ROE, dan NPM terhadap return saham pada perusahaan yang
terdaftar di Indeks LQ45 selama periode 2018-2021. Data dari tahun 2018-2019
menyediakan informasi tentang kinerja perusahaan dalam kondisi ekonomi normal,
sedangkan data dari tahun 2020-2021 mencakup masa pandemi COVID-19 yang membawa
dampak signifikan pada ekonomi global. Menggabungkan periode normal dan krisis
memungkinkan analisis tentang adaptasi perusahaan dan fungsi variabel-variabel tersebut
dalam kondisi ekonomi ekstrem. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru
bagi investor dan manajer keuangan dalam pengambilan keputusan investasi.

TINJAUAN LITERATUR DAN HIPOTESIS

Tinjauan Literatur
Teori Sinyal (Signalling Theory)
Dirman (2020) menjelaskan bahwa teori sinyal dalam manajemen perusahaan melibatkan
langkah-langkah yang diambil oleh eksekutif perusahaan untuk menyampaikan penilaian
mereka tentang prospek masa depan perusahaan kepada investor.
Return Saham
Menurut Samsul (2016, diacu dalam Sovita & Lidia Rosa, 2022), Return saham merupakan
hasil investasi yang diungkapkan sebagai persentase dari modal awal yang diinvestasikan.
Return saham merujuk pada hasil yang diperoleh dari aktivitas investasi di pasar saham.
Return saham dapat dihitung menggunakan rumus: (Penman, 2013)
𝑃𝑡 − 𝑃𝑡−1
𝑅𝑡 =
𝑃𝑡−1

Debt to Equity Ratio


Menurut Ayem dan Nugroho (2016, diacu dalam Fredirick Nathanael & Ria Panggabean,
2020) menyatakan bahwa Debt to Equity Ratio (seterusnya disingkat DER) merujuk pada
keputusan mengenai bagaimana perusahaan memilih untuk mendanai operasinya. DER
dihitung dengan rumus:(Laulita & Yanni, 2022)

Return on Equity

52
Prosiding Working Papers Series In Management
Vol. 16 No. 01, May 2024 Page 51-64 DOI:[Link]
E-ISSN: 2620-6544 [Link]

Menurut Manoppo & Ariel (2016, diacu dalam Reschiwati et al., 2020), Return on Equity
(seterusnya disingkat ROE) perusahaan menunjukkan seberapa efektif perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan melalui proses operasionalnya, yang bertujuan untuk menjamin
kelangsungan perusahaan di masa depan. ROE dapat dihitung dengan rumus: (Laulita &
Yanni, 2022)

Net profit margin


Menurut Davidson et al. (2023), Net profit margin (NPM) merupakan indikator yang
bermanfaat untuk mengevaluasi efisiensi perusahaan dalam memperoleh keuntungan bersih
dari setiap pendapatan penjualan. NPM dapat dihitung dengan rumus: (Sari & Maryoso,
2022)

Berikut adalah beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan variabel penelitian ini:
Tabel 1. Daftar Penelitian Terdahulu

Variabel Penelitian Pengaruh Terhadap


Return Saham
Pradiana & Yadnya (2019) Positif tidak signifikan

Debt to Equity Ratio Putu & Rika (2024) Negatif tidak signifikan
(DER) Halim et al. (2022) Tidak berpengaruh
Yasa et al. (2022) Negatif tidak signifikan
Halim et al. (2022) Tidak berpengaruh

Return on Equity (ROE) Murdijaningsih et al. (2022) Positif signifikan

Laulita & Yanni (2022) Positif signifikan


Suhara et al. (2022) Negatif signifikan
Davidson et al. (2021) Positif signifikan
Anderson et al. (2021) Tidak berpengaruh
Net profit margin (NPM)
Sovita & Lidia Rosa (2022) Tidak berpengaruh
Laulita & Yanni (2022) Positif signifikan
Pauziantara et al. (2020) Tidak berpengaruh

53
Prosiding Working Papers Series In Management
Vol. 16 No. 01, May 2024 Page 51-64 DOI:[Link]
E-ISSN: 2620-6544 [Link]

Model Penelitian
Berdasarkan penjelasan variabel penelitian yang telah diuraikan, penelitian ini
menggambarkan secara skematis model penelitian sebagai berikut:

Debt to Equity H1
Return Saham
Return on Equity H2

Net Profit Margin H3

Gambar 1. Model Penelitian

Hipotesis Konseptual
Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return Saham
DER suatu perusahaan mencerminkan sejauh mana kegiatan operasional perusahaan
dibiayai oleh utang. DER dapat dianggap sebagai sinyal kepada investor tentang kondisi dan
prospek perusahaan. Ketika DER rendah, menunjukkan bahwa perusahaan mengandalkan
modal sendiri untuk mendanai operasinya, ini dapat diinterpretasikan sebagai sinyal positif
untuk membeli saham.
Parawansa et al. (2021) menemukan bahwa DER memiliki pengaruh positif
signifikan terhadap return saham. Yang menunjukkan DER tinggi sebagai sinyal positif
untuk membeli saham.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
H1 = Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap Return Saham.

Pengaruh Return on Equity terhadap Return Saham


ROE adalah indikator kemampuan sebuah perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari
ekuitas pemegang sahamnya, yang memiliki dampak signifikan pada harga saham dan return
saham yang diperoleh oleh para investor.
Temuan penelitian yang dilakukan oleh Murdijaningsih et al. (2022) dan Laulita &
Yanni (2022) menemukan bahwa ROE memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap
return saham. ROE yang tinggi menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menggunakan
ekuitas untuk menghasilkan laba, meningkatkan kepercayaan investor terhadap manajemen.
Kepercayaan ini menarik lebih banyak investor untuk membeli saham, sehingga mendorong
harga saham naik dan meningkatkan return saham. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka
dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
H2: Return 0n Equity berpengaruh terhadap Return Saham.

54
Prosiding Working Papers Series In Management
Vol. 16 No. 01, May 2024 Page 51-64 DOI:[Link]
E-ISSN: 2620-6544 [Link]

Pengaruh Net Profit Margin berpengaruh terhadap Return Saham.


NPM adalah indikator penting yang mengukur kemampuan sebuah perusahaan untuk
mencapai keuntungan bersih dari setiap penjualan yang dilakukan. NPM memiliki dampak
signifikan pada harga saham dan return saham yang diperoleh oleh para investor. Sebagai
salah satu metrik kinerja keuangan utama, NPM tidak hanya menjadi faktor penentu bagi
keputusan investor untuk berinvestasi tetapi juga berfungsi sebagai alat evaluasi bagi
perusahaan untuk mengukur efisiensi operasional dan efektivitas manajemen mereka.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Davidson et al. (2021) , ditemukan bahwa
NPM memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham. Berdasarkan hasil
analisis tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
H3: Net Profit Margin berpengaruh terhadap Return Saham.

METODE PENELITIAN

Metode Pengumpulan Data


Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari laporan keuangan
perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Indeks LQ45 selama periode empat tahun, yakni
dari tahun 2018 hingga 2021. Data ini diperoleh melalui akses langsung ke laporan keuangan
perusahaan yang dipublikasikan di website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu
[Link].
Dalam pemilihan sampel, digunakan metode purposive sampling, yaitu teknik
pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.
Kriteria tersebut adalah perusahaan yang telah terdaftar di Indeks LQ45 secara konsisten
selama seluruh periode penelitian, yaitu dari tahun 2018 hingga 2021. Adapun hasil purposive
sampling adalah sebagai berikut:
Tabel 2 Kualifikasi Sampel

NO Keterangan Jumlah Jumlah Data


Perusahaan Observasi
1 Perusahaan yang telah terdaftar di Indeks LQ45 45
2 Perusahaan yang tidak terdaftar di Indeks LQ 45 (18)
tahun 2018-2021 secara berturut-turut.
3 Jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria 27 108
batasan populasi

4 Unit data Outlier dengan standar deviasi 3 (2)


Jumlah data observasi 106

55
Prosiding Working Papers Series In Management
Vol. 16 No. 01, May 2024 Page 51-64 DOI:[Link]
E-ISSN: 2620-6544 [Link]

Dalam kualifikasi ini terdapat 27 perusahaan (108 data observasi) yang akan dijadikan
sampel. Berdasarkan casewise diagnostics dengan standar deviasi 3 terdapat 2 data observasi
yang merupakan data outlier sehingga data tersebut dihapus. Maka sampel yang digunakan
dalam penelitian ini berjumlah 108 – 2 = 106 data observasi.
Selanjutnya, dari data tersebut akan dilakukan penyusunan distribusi frekuensi
sampel berdasarkan jenis perusahaan yang terlibat dalam penelitian ini.

Tabel 3 Nama Perusahaan dan Sektor

Sektor Nama Perusahaan Jumlah Frekuensi


Energi Adaro Energy Tbk. 3 11.11%
Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
Bukit Asam Tbk.
Infrastruktur dan Jasa Marga (Persero) Tbk. 4 14.81%
Konstruksi
PP (Persero) Tbk.
Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Bumi Serpong Damai Tbk.
Pertambangan Aneka Tambang (Persero) Tbk. 2 7.41%
Vale Indonesia Tbk.
Barang Konsumsi Gudang Garam Tbk. 4 14.81%
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Indofood Sukses Makmur Tbk.
Unilever Indonesia Tbk.
Keuangan Bank Central Asia Tbk. 5 18.52%
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Bank Tabungan Indonesia (Persero) Tbk.
Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Telekomunikasi XL Axiata Tbk. 2 7.41%
Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.
Kesehatan Kalbe Farma Tbk. 1 3.70%
Media dan Hiburan Media Nusantara Citra Tbk. 1 3.70%
Industri Dasar dan Indocement Tunggal Prakasa Tbk. 2 7.41%
Kimia Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Industri Barang Astra International Tbk. 3 11.11%
Konsumen AKR Corporindo Tbk.
United Tractors Tbk.
Total 27 100%

Metode Analisis Data


Metode analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis regresi linear
berganda. Dengan DER, ROE, dan NPM sebagai variabel independen dan Return saham

56
Prosiding Working Papers Series In Management
Vol. 16 No. 01, May 2024 Page 51-64 DOI:[Link]
E-ISSN: 2620-6544 [Link]

sebagai variabel dependen. Pengolahan data menggunakan software Statistical Package for
Social Sciences (SPSS) versi 29.
Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda adalah metode statistik yang digunakan untuk memodelkan
hubungan antara satu atau lebih variabel independen dan satu variabel dependen (Darwin et
al., 2021). Struktur model regresi linear berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + Ԑ

Keterangan:

Y = Return Saham

α = Konstanta

β = Koefisien Regresi

X1 = DER

X2 = ROE

X3 = NPM

e = Error

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Analisis Statistika Deskriptif


Tabel 4 Tabel Analisis Deskriptif

Hasil analisis deskriptif yang telah diuji melalui tabel diatas menunjukkan bahwa terdapat
sebanyak 106 data. Dengan demikian, hasil interpretasi dalam pengujian analisis deskriptif
adalah sebagai berikut:
1. Variabel DER menunjukkan nilai minimum sebesar 0,14 pada perusahaan Vale
Indonesia Tbk. (INCO) di tahun 2019 dan nilai maksimum sebesar 16,08 dicapai
oleh Bank Tabungan Indonesia (Persero) Tbk. (BBTN) pada tahun 2020. Rata-rata

57
Prosiding Working Papers Series In Management
Vol. 16 No. 01, May 2024 Page 51-64 DOI:[Link]
E-ISSN: 2620-6544 [Link]

nilai DER adalah 2,2341 dengan simpangan baku sebesar 2,88191. Simpangan baku
yang lebih besar dari rata-rata menunjukkan bahwa terdapat variasi yang signifikan
di sekitar rata-rata. Ini berarti banyak perusahaan memiliki DER yang jauh berbeda
dari rata-rata.
2. Variabel ROE menunjukkan nilai minimum sebesar -0,18 pada perusahaan XL
Axiata Tbk. (EXCL) pada tahun 2018 dan nilai maksimum sebesar 1.45 dicapai oleh
Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) pada tahun 2020. Rata-rata nilai ROE adalah
0,1535 dengan simpangan baku sebesar 0,24868. Simpangan baku yang lebih besar
dari rata-rata menunjukkan bahwa terdapat variasi yang signifikan di sekitar rata-rata.
Ini berarti banyak perusahaan memiliki ROE berbeda dari rata-rata
3. Variabel NPM menunjukkan nilai minimum sebesar -0,14 pada perusahaan XL
Axiata Tbk. (EXCL) pada tahun 2018 dan nilai maksimum sebesar 0,46 pada
perusahaan Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada tahun 2018. Rata-rata nilai NPM
adalah 0,1319 dengan simpangan baku sebesar 0,10643. Simpangan baku yang lebih
kecil dari rata-rata menunjukkan bahwa nilai-nilai NPM terdistribusi cukup merata
di sekitar rata-rata.
4. Variabel Return Saham menunjukkan nilai minimum sebesar -0,83 pada perusahaan
Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) pada tahun 2020 dan nilai maksimum sebesar 0,80
pada perusahaan Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) pada tahun 2020. Rata-
rata nilai Return Saham adalah -0,413 dengan simpangan baku sebesar 0,24501.
Rata-rata return saham yang negatif menunjukkan bahwa, secara keseluruhan, pasar
mengalami penurunan, tetapi simpangan baku yang besar menunjukkan bahwa
beberapa perusahaan berhasil mendapatkan return positif yang signifikan

Uji Normalitas
Tabel 5 Hasil Uji Normalitas

Pengujian normalitas dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode uji One Sample
Kolmogorov-Smirnov. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar
0.200, yang lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa residual dari
model regresi yang digunakan berdistribusi normal.

58
Prosiding Working Papers Series In Management
Vol. 16 No. 01, May 2024 Page 51-64 DOI:[Link]
E-ISSN: 2620-6544 [Link]

Uji Multikolinearitas

Tabel 6 Hasil Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hubungan signifikan atau


korelasi antara variabel-variabel independen dalam model regresi. Hal ini penting untuk
memastikan bahwa tidak ada variabel independen yang sangat berkorelasi satu sama lain,
yang dapat menyebabkan masalah dalam estimasi parameter regresi. Hasil dari uji ini adalah
bahwa dalam pengujian ini tidak terdapat multikolinearitas.

Uji Heteroskedastisitas
Tabel 7 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Pengujian heteroskedastisitas dilakukan untuk memastikan bahwa varians error dalam


model regresi adalah konstan, sehingga asumsi homoskedastisitas terpenuhi. Metode Glejser
digunakan dalam pengujian ini, dan hasilnya adalah tidak ada indikasi heteroskedastisitas
Uji Autokorelasi
Tabel 8 Hasil Uji Autokorelasi

59
Prosiding Working Papers Series In Management
Vol. 16 No. 01, May 2024 Page 51-64 DOI:[Link]
E-ISSN: 2620-6544 [Link]

Nilai Durbin-Watson yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 2,163. Untuk menilai
apakah terdapat autokorelasi dalam residual, perlu dibandingkan dengan batas bawah (dL)
dan batas atas (dU) dari tabel Durbin-Watson. Dalam hal ini, jumlah observasi (n) adalah 106
dan jumlah variabel bebas (k) adalah 3, sehingga batas bawah (dL) adalah 1,742 dan batas
atas (dU) adalah 2,258. Karena nilai Durbin-Watson berada di antara dU dan 4 - dU, maka
dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi pada residual model regresi yang
digunakan dalam penelitian ini.

Uji F
Tabel 9 Hasil Uji F

Dalam penelitian ini, hasil uji signifikansi model regresi menunjukkan nilai Sig (signifikansi)
sebesar 0,013 < 0,05 yang berarti model regresi secara keseluruhan memiliki kekuatan
prediktif yang signifikan.
Uji T
Tabel 10 Hasil Uji t

Berdasarkan hasil uji signifikansi:

60
Prosiding Working Papers Series In Management
Vol. 16 No. 01, May 2024 Page 51-64 DOI:[Link]
E-ISSN: 2620-6544 [Link]

1. Variabel DER, nilai signifikansi (sig) yang diperoleh adalah sebesar 0,284. Nilai ini
lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05. Dengan kata lain,
nilai sig > 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada bukti yang cukup untuk menolak
hipotesis nol (H₀). Koefisien regresi untuk DER adalah -0,009, yang menunjukkan
nilai negatif. Meskipun nilai koefisiennya negatif, karena nilai signifikansi lebih besar
dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H₀ diterima, yang berarti DER tidak
berpengaruh signifikan terhadap return saham. Dalam konteks ini, meskipun
terdapat hubungan negatif, pengaruhnya tidak cukup signifikan untuk
mempengaruhi return saham secara substansial.
2. ROE, nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,005. Nilai ini lebih kecil dari tingkat
signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada cukup bukti
untuk menolak hipotesis nol (H₀) dan menerima hipotesis alternatif (H₁). Koefisien
regresi untuk ROE adalah -0,276, yang menunjukkan nilai negatif. Karena nilai
signifikansi lebih kecil dari 0,05, H₁ diterima, yang berarti ROE berpengaruh negatif
terhadap return saham. Dalam hal ini, hasil menunjukkan bahwa peningkatan ROE
dapat mengurangi return saham, meskipun hubungan tersebut bersifat negatif.
3. Variabel NPM menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,024, yang lebih kecil dari
0,05. Ini menunjukkan bahwa ada cukup bukti untuk menolak hipotesis nol (H₀) dan
menerima hipotesis alternatif (H₁). Koefisien regresi untuk NPM adalah 0,512, yang
menunjukkan nilai positif. Karena nilai signifikansi kurang dari 0,05, H₁ diterima,
yang berarti NPM berpengaruh positif terhadap return saham. Dalam konteks ini,
hasil menunjukkan bahwa peningkatan NPM cenderung meningkatkan return saham,
menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan.
Uji Determinasi R Square
Tabel 11 Hasil Uji R Square

Hasil tabel menunjukkan adjusted R square (R²) sebesar 0,74 artinya variabel return saham
dapat dijelakan oleh DER, ROE, dan NPM sebesar 7,4%. Sementara itu sisanya sebesar 92,6%
dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

Pembahasan
Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return Saham.
Berdasarkan hasil penelitian, DER tidak berpengaruh terhadap return saham. Hasil ini
menunjukkan bahwa tingkat hutang terhadap ekuitas perusahaan tidak menjadi faktor
penentu dalam perubahan return saham selama periode penelitian.
Hal ini sejalan dengan penelitian (Putu & Rika, 2024) menemukan bahwa DER
memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap return saham. Yang dijelaskan
nilai DER yang tidak signifikan terhadap return saham menunjukkan bahwa tingkat hutang
perusahaan belum tentu memengaruhi minat investor untuk berinvestasi dalam sahamnya.
DER dapat berfungsi sebagai sinyal mengenai struktur modal perusahaan. Namun, dalam

61
Prosiding Working Papers Series In Management
Vol. 16 No. 01, May 2024 Page 51-64 DOI:[Link]
E-ISSN: 2620-6544 [Link]

penelitian ini, DER tidak memiliki pengaruh signifikan, sehingga pasar mungkin tidak
memandang DER sebagai sinyal yang kuat mengenai performa saham.
Pengaruh Return on Equity terhadap Return Saham.
Berdasarkan hasil penelitian, ROE berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham.
Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan ROE, yang seharusnya mencerminkan efisiensi
penggunaan ekuitas dalam menghasilkan laba, justru diinterpretasikan oleh pasar sebagai
sinyal negatif, kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor internal atau eksternal yang
mempengaruhi persepsi investor terhadap kinerja perusahaan.
Hasil ini sesuai dengan penelitian Suhara et al. (2022) yang menunjukkan ROE
berpengaruh signifikan negatif terhadap return saham. Jika saham dinilai terlalu tinggi
berdasarkan ekspektasi pertumbuhan laba yang sudah diperkirakan, maka meskipun
perusahaan memiliki ROE yang tinggi, harga saham mungkin tidak naik lebih lanjut atau
bahkan bisa turun. ROE yang tinggi, jika tidak disertai dengan pertumbuhan laba yang
sebanding atau jika harga saham sudah terlalu tinggi, dapat menjadi sinyal negatif. Investor
mungkin merasa bahwa perusahaan telah mencapai puncaknya dalam hal efisiensi atau laba,
dan mereka mungkin khawatir bahwa laba akan menurun di masa depan, atau bahwa harga
saham saat ini sudah terlalu mahal.
Pengaruh Net Profit Margin terhadap Return Saham.
Berdasarkan hasil penelitian, NPM berpengaruh positif terhadap return saham. Hasil ini
menunjukkan bahwa peningkatan NPM, yang mencerminkan efisiensi perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih dari penjualan, diinterpretasikan oleh pasar sebagai sinyal positif.
Hal ini sesuai dengan penelitian Davidson et al. (2021) yang menunjukkan NPM berpengaruh
positif terhadap return saham.

SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat diambil simpulan sebagai berikut:
DER tidak berpengaruh terhadap return saham. Tingkat hutang terhadap ekuitas
perusahaan tidak menjadi faktor penentu dalam perubahan return saham selama periode
penelitian.
ROE berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham. Peningkatan ROE, yang
seharusnya mencerminkan efisiensi penggunaan ekuitas dalam menghasilkan laba, justru
diinterpretasikan oleh pasar sebagai sinyal negatif, kemungkinan disebabkan oleh beberapa
faktor internal atau eksternal yang mempengaruhi persepsi investor terhadap kinerja
perusahaan.
NPM berpengaruh positif terhadap return saham. Peningkatan NPM, yang
mencerminkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari penjualan,
diinterpretasikan oleh pasar sebagai sinyal positif.
Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengecualikan perusahaan bank dari
sampel. Dengan fokus pada perusahaan non-bank, penelitian diharapkan dapat memperoleh
hasil yang lebih homogen dan akurat mengenai pengaruh DER terhadap Return Saham.
Kemudian Temuan bahwa ROE memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap return saham
menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai faktor-faktor internal dan eksternal yang
mempengaruhi persepsi investor. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi variabel-

62
Prosiding Working Papers Series In Management
Vol. 16 No. 01, May 2024 Page 51-64 DOI:[Link]
E-ISSN: 2620-6544 [Link]

variabel tambahan seperti Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) untuk
mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang determinan return saham.

DAFTAR RUJUKAN
Anderson, J., Giordani, S. A., Kangnata, S., & Francisca, D. (2021). The Effect of Current
Ratio (CR), Debt To Equity Ratio (DER), and Net profit margin (NPM) on Stock Returns
in Manufacturing Companies in the Trade, Services, and Investment Sector on the
Indonesia Stock Exchange in the 2017-2020 Period. In Enrichment: Journal of
Management (Vol. 12, Issue 1).
Darwin, M., Mamondol, R. R., Sormin, S. A., Nurhayati, Y., Tambunan, H., Sylvia, D., et
al (2021). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif. Bandung: Media Sains Indonesia dan
Penulis [Link]
Davidson, C., Hadu, J., Manafe, H. A., & Bibiana, R. P. (2021). Analisis Pengaruh ROA,
ROE, dan NPM Terhadap Return Saham (Literature Review Manajemen Keuangan
Perusahaan). Jurnal Ilmu Multidisiplin, 5(6), 573–577.
[Link]
Dirman, A. (2020). Financial Distress: The Impacts of Profitability, Liquidity, Leverage,
Firm Size, and Free Cash Flow. International Journal of Business, Economics and Law, 22(1).
Fredirick Nathanael, R., & Ria Panggabean, R. (2020). Pengaruh Struktur Modal,
Profitabilitas, Leverage, Dan Growth Opportunity Terhadap Nilai Perusahaan.
BALANCE: Jurnal Akuntansi, 17(2), 175–200. [Link]
Halim, A., Ermaini, E., & Setiawan, A. (2022). Analisis Pengaruh Debt to Equity Ratio
(DER), Return on Equity (ROE) dan Nilai Perusahaan Terhadap Return Saham pada
Subsektor Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode
2015-2019. J-MAS (Jurnal Manajemen Dan Sains), 7(1), 372.
[Link]
Laulita, N. B., & Yanni. (2022). Pengaruh Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE),
Debt To Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS) dan Net profit margin (NPM)
terhadap Return Saham pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Indeks LQ45. YUME:
Journal of Management, 5(1), 232–244. [Link]
Machali, I. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif Panduan Praktis Merencanakan, Melaksanakan
dan Analisis dalam Penelitian Kuantitatif (3rd ed.). Yogyakarta:Universitas Islam Negeri
(UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Mardiatmoko, G. (2020). Pentingnya Uji Asumsi Klasik Pada Analisis Regresi Linier
Berganda. BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika Dan Terapan, 14(3), 333–342.
[Link]
Murdijaningsih, T., Retnowati, D., Jufri, A., & Hadiwibowo, I. (2022, December 7).
Pengaruh Earning Per Share, Economic Value Added, Market Value Added, Return
On Equity, dan Debt to Equity Ratio Terhadap Return Saham. Majalah Ilmiah
Manajemen & Bisnis (MIMB), 19(2), 78–79.
Muslimim, K. (2023). Jurnal Mirai Management Pengaruh DER, ROE, Dan TATO
Terhadap Return Saham Perusahaan Metal And Mineral Mining Yang Terdapat Di
Bursa Efek Indonesia. Jurnal Mirai Management, 8(1), 219–228.

63
Prosiding Working Papers Series In Management
Vol. 16 No. 01, May 2024 Page 51-64 DOI:[Link]
E-ISSN: 2620-6544 [Link]

Pauziantara, I. I., Enas, & Kasman. (2020). Pengaruh Net profit margin (NPM), Earning Per
Share (EPS) Dan Return On Asset (ROA) Terhadap Return Saham (Suatu Studi Pada
PT Perusahaan Gas Negara Tbk Yang Terdaftar Di BEI Periode 2009-2018). Business
and Management Anda Entrepreneurship Journal, 2(3).
Penman, S. H. (2013). Financial Statement Analysis and Security Valuation. (5th ed.) Singapore:
McGraw-Hill Irwin.
Pradiana, N., & Yadnya, I. P. (2019). Pengaruh Leverage, Profitabilitas, Firm Size, dan
Likuiditas Terhadap Return Saham Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi. E-
Jurnal Manajemen, 8(4), 2239–2266.
[Link]
Putu, N. L. A., & Rika, I. C. (2024). Pengaruh Struktur Modal, Profitabilitas, Dan Likuiditas
Terhadap Return Saham Perusahaan Sektor Consumer Goods Di Bursa Efek Indonesia.
E-JURNAL EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA, 12(06), 1207–1215.
[Link]
Reschiwati, R., Syahdina, A., & Handayani, S. (2020). Effect of liquidity, profitability, and
size of companies on firm value. Utopia y Praxis Latinoamericana, 25(Extra 6), 325–332.
[Link]
Sari, D. I., & Maryoso, S. (2022). Pengaruh DER, ROA dan NPM Terhadap Return Saham
Perusahaan Properti Terdaftar Di BEI Periode 2017-2020. YUME: Journal of
Management, 2(1). [Link]
Sovita, I., & Lidia Rosa, M. (2022). Pengaruh Return On Equity (ROE), Debt To Equity
Ratio (DER), Dan Net profit margin (NPM) Terhadap Return Saham (Studi Empiris
Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia 2016-2020). Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Sosial Budaya, 1(1), 27–45.
[Link]
Suhara, E., Sutisna, E., & Rastini, A. (2022). Pengaruh Profitabilitas Dan Dividend Payout
Ratio Terhadap Return Saham. Jurnal Penelitian Multidisiplin Ilmu, 1(3), 491–504.
[Link]
Parawansa, D. S., Rahayu, M., & Sari, B. (2021). Pengaruh ROA, DER, dan SIZE terhadap
Return Saham Pada Perusahaan Yang Terdaftar di BEI. Jurnal IKRA-ITH Ekonomika,
4(2).

64

Anda mungkin juga menyukai