0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

Rahayu Cloud Computing

clode

Diunggah oleh

aditya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

Rahayu Cloud Computing

clode

Diunggah oleh

aditya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

eProceeding of TIK (eProTIK) Vol.3 No.

2 Desember 2023 | ISSN: 2797-9768

Implementasi Cloud Computing pada Aplikasi Pariwisata di


Kabupaten Aceh Tengah Berbasis Android
Rahayu Mahbengi1, Hari Toha Hidayat2*, Safriadi3
1,2,3
Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer Politeknik Negeri Lhokseumawe
Jln. [Link] Medan Km.280 Buketrata 24301 INDONESIA
1
rahayumahbengi10@[Link]
2*
haritoha@[Link] (penulis koresponden)
3
safriadi@[Link]

Abstrak—Perkembangan pariwisata di Indonesia semakin pesat, hal ini dapat dilihat semakin banyaknya wisatawan lokal maupun
non lokal yang berkunjung di beberapa tempat wisata, khususnya wisata di Aceh Tengah. Namun disisi lain, kekurangan informasi
masih menjadi hal yang sangat berpengaruh bagi wisatawan untuk mendapatkan objek wisata yang sesuai dengan kriteria yang
diinginkan, para pengelola wisata masih mempromosikan objek wisata dengan media sosial dan sebagainya. Maka pada penelitian ini
membuat platform sebagai sarana rekomendasi wisata di Aceh Tengah. Platform ini dibuatkan berbasis android dengan
menggunakan web service untuk komunikasi dengan cloud server yang dikelola menggunakan docker pada aplikasi rekomendasi
wisata (Tan-Go) dan pengujian sistem menggunakan metode black box testing. Hasil pengujian implementasi web service pada aplikasi
rekomendasi wisata (Tan-Go) melalui pengujian load testing dapat disimpulkan nilai rata-rata performa web server dalam cloud yang
diintegrasikan dengan aplikasi membutuhkan waktu 23.6/sec dengan 1 traffic, sedangkan dengan 1 user membutuhkan waktu
rata-rata 11,22/sec. Kemudian dilakukan pengujian menggunakan black box testing dengan teknik Equivalence Partitioning pada 6
pengujian dan persentase kelayakan aplikasi mencapai 92% dari 100 user oleh karena ini user memiliki kepuasan aplikasi
rekomendasi wisata (Tan-Go).
Kata kunci—Android, Webservice, Cloud, Blackbox

Abstract—The development of tourism in Indonesia is increasing rapidly, this can be seen from the increasing number of local and
non-local tourists visiting several tourist attractions, especially tourism in Central Aceh. But on the other hand, the lack of information is
still a very influential thing for tourists to get tourist objects that match the desired criteria, tour managers still promote attractions with
social media and so on. So in this study create a platform as a means of tourism recommendations in Central Aceh. This platform is made
based on Android using a web service to communicate with a cloud server that is managed using docker for the travel recommendation
application (Tan-Go) and system testing using the black box testing method. The results of testing the implementation of the web service
on the travel recommendation application (Tan-Go) through load testing can be concluded that the average value of web server
performance in the cloud that is integrated with applications takes 23.6/sec with 1 traffic, whereas with 1 user it takes an average time
average 11.22/sec. Then testing was carried out using black box testing with the Equivalence Partitioning technique on 6 tests and the
percentage of application eligibility reached 92% of 100 users because this user has satisfaction with travel recommendation applications
(Tan-Go).
Keywords—Android, Webservice, Cloud, Blackbox

I. PENDAHULUAN sebuah sistem untuk mengatasi permasalahan dalam


Perkembangan pariwisata di Indonesia ini semakin pesat. mendapatkan referensi objek wisata di Aceh Tengah.
Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya wisatawan Berdasarkan permasalahan tersebut, maka terciptalah
domestik maupun mancanegara yang berkunjung di beberapa suatu gagasan pembuatan sistem berbasis cloud yang
tempat wisata di Indonesia, khususnya tempat wisata di Aceh berfungsi sebagai pusat dari data yang dikirimkan melalui
Tengah. Selain memiliki letak yang strategis, Aceh Tengah server, yang dapat dilihat pengguna atau user. Cloud sebagai
juga memiliki banyak potensi tempat wisata. Namun disisi media penyimpanan data, yang nanti akan difungsikan sebagai
lain, kekurangan informasi menjadi hal yang sangat pusat dari penyimpanan seluruh data yang dikirimkan dari
berpengaruh bagi wisatawan untuk mendapatkan objek wisata server ke user, data yang tersimpan mulai dari data user, dan
yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan, bahkan beberapa data objek wisata, data tersebut dapat dilihat oleh pengguna
pemilik usaha wisata berusaha agar teknologi informasi dapat melalui perantara user interface baik android maupun website.
diimplementasikan dalam memberikan referensi objek wisata Aplikasi ini akan dibuatkan berbasis android dengan
di Aceh Tengah melalui sosial media yang ada. menggunakan web service untuk komunikasi dengan dengan
Pada era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi cloud computing sebagai penyimpanan data aplikasi. Pada
informasi yang signifikan, diperlukan suatu sistem yang aplikasi ini user bisa menemukan objek wisata yang diminati,
berfungsi sebagai penampung data yang dimana data tersebut dengan penelitian ini melakukan pengujian kelayakan aplikasi
di monitoring oleh pengguna atau user untuk mengetahui dengan metode black box testing.
infografis objek wisata di Aceh Tengah. Untuk itu diperlukan Penelitian ini berkaitan dengan penelitian sebelumnya
dengan judul “Cloud Computing Marketplace Hasil

136
eProceeding of TIK (eProTIK) Vol.3 No.2 Desember 2023 | ISSN: 2797-9768

Pertanian”. Metode pengujian menggunakan black box testing Penelitian ini berkaitan dengan penelitian sebelumnya
untuk memperoleh pada aplikasi markettani dengan integrasi dengan judul “Implementasi Sistem Informasi Dinas
cloud yaitu persentase kepuasan aplikasi yaitu mencapai Pariwisata Kabupaten Enrekang Berbasis Cloud Computing”.
81,52% dan tidak kepuasan penggunaan aplikasi mencapai Metode pengujian menggunakan Cloud Computing untuk
18,48% dari hasil 815,2/10 maka dapat disimpulkan bahwa memperoleh perancangan serta pembuatan sistem mengelola
user memiliki tingkat kepuasan pada aplikasi. Penerapan profil dinas, wisata, galeri dan berita ke dalam sebuah aplikasi
cloud computing untuk marketplace hasil pertanian sedangkan yang telah terkonfigurasi pada cloud dan sistem yang ada di
pada penelitian ini cloud computing untuk pariwisata di Aceh bangun menerapkan model Deployment Public Cloud
Tengah[1]. Computing yang mana model ini dapat diakses oleh public
Penelitian ini berkaitan dengan penelitian sebelumnya atau masyarakat. Menerapkan cloud computing berbasis web
dengan judul “Pengenalan Pemanfaatan Cloud Computing untuk wisata di Kabupaten Enrekang sedangkan pada
Dalam Pengembangan Desa Wisata Budaya di Desa penelitian ini menerapkan cloud computing berbasis android
Plunturan”. Metode pembelajaran menggunakan Cloud dalam menampilkan objek wisata di Aceh Tengah[6].
computing untuk memperkenalkan teknologi cloud computing Penelitian ini berkaitan dengan penelitian sebelumnya
beserta penerapannya dalam pengembangan desa wisata dengan judul “Intelligent Planning of Tourist Routes Based on
Cloud Computing and Marching Algorithm”. Metode
budaya dengan mengadakan pelatihan literasi digital di desa
pembelajaran menggunakan algorithm marching untuk
Plunturan. Pemanfaatan cloud computing untuk pengenalan
menggabungkan komputasi awan dengan algoritma marching
wisata budaya Plunturan melalui website sedangkan pada untuk membangun sistem perencanaan cerdas untuk rute
penelitian ini menggunakan berupa platform untuk mencari perjalanan wisata berdasarkan kebutuhan perjalanan
atau memilih tempat wisata di Aceh Tengah[2]. masyarakat. Menerapkan metode algoritma marching dalam
Penelitian ini berkaitan dengan penelitian sebelumnya merancang perencanaan cerdas untk rute perjalanan wisata
dengan judul “Marketplace Application Feasibility Analysis sedangkan penelitian ini menerapkan cloud computing
with Android-Based Black Box Testing”. Metode pengujian berbasis android untuk mencari objek wisata di Aceh
menggunakan Black Box Testing untuk mendapatkan hasil Tengah[7].
93% user adalah berhasil dalam penggunaan aplikasi.
Pemanfaatan teknologi marketplace sebagai sarana untuk II. METODOLOGI PENELITIAN
pertanian sedangkan pada penelitian ini implementasi cloud
computing sebagai sarana penyimpanan data objek wisata di
Aceh Tengah[3]. A. Tahapan Penelitian
Penelitian ini berkaitan dengan penelitian sebelumnya Pengumpulan data diperlukan tahapan-tahapan yang
dengan judul “Integrated Design and Development of dilakukan oleh peneliti sehingga dapat menyelesaikan masalah
Intelligent Scenic Area Rural Tourism Information Service yang diteliti. Gambar 1 menjelaskan tahapan dalam proses
Based on Hybrid Cloud”. Metode pengujian menggunakan penelitian.
cloud hybrid untuk memperoleh sistem layanan informasi
terpadu berbasis cloud hybrid untuk wisata pedesaan di area
pemandangan cerdas dan adanya platform cloud hybrid untuk
mendapatkan sejumlah besar sumber daya yang tersedia di
pariwisata pedesaan dan menggunakan perangkat lunak untuk
mengelolanya secara otomatis. Penerapan perbandingan
akurasi dan eksperimen simulasi matriks sedangkan pada Gambar 1 Tahapan Penelitian
penelitian ini menggunakan black box testing untuk pengujian
aplikasi rekomendasi objek wisata di Kabupaten Aceh Berdasarkan tahapan penelitian pada gambar 1 yaitu
Tengah[4]. langkah awal dilakukan pertama kali adalah Studi Literatur
Penelitian ini berkaitan dengan penelitian sebelumnya yang dikumpulkan dari beberapa sumber dan pengumpulan
dengan judul “Implementation of AHP and Black Box Testing data dengan cara observasi dan wawancara yang ada kaitannya
to the Development of an Information System for Assessing dengan sistem pembuatan aplikasi bank sampah. Tahap
the Feasibility of BUMDES Submissions”. Metode pengujian selanjutnya yaitu analisis kebutuhan pembuatan aplikasi bank
menggunakan AHP dan Black Box Testing untuk memberikan sampah dengan memenuhi hardware dan software apa saja
kemudahan bagi kepala desa dalam menguji kelayakan yang dibutuhkan untuk pembuatan aplikasi. Tahap selanjutnya
BUMDES yang akan didaftarkan di Kementerian Desa serta yaitu perancangan sistem yaitu menggambarkan perancangan
aplikasi dapat mengetahui beberapa BUMDES dinyatakan dan pembuatan aplikasi cloud computing pada bank sampah
tidak layak, sedangkan yang lainnya tidak layak. Nilai AHP dan yang tahap terakhir yaitu pengujian sistem pada aplikasi
untuk menentukan BUMDES yang dianggap layak dan yang bank sampah, kemudian dilakukan kesimpulan dari
tidak layak sedangkan pada penelitian ini menerapkan cloud implementasi dan pengujian yang dilakukan pada sistem.
computing untuk fasilitas penyimpanan data wisata di Aceh
Tengah[5]. B. Rancangan Sistem

137
eProceeding of TIK (eProTIK) Vol.3 No.2 Desember 2023 | ISSN: 2797-9768

Pada tahapan ini adalah untuk mengetahui gambaran gambaran hubungan fungsional antara sistem dan aktor. Pada
rancangan sistem yang digunakan dalam proses implementasi sistem terdapat 2 aktor, yaitu admin dan user.
cloud computing pada aplikasi pariwisata di Aceh Tengah
berbasis android. Tampilan rancangan system dapat dilihat
pada gambar 2 berikut. D. Activity Diagram
Pada activity diagram mempresentasikan alur kerja
(workflow) sebuah proses dan urutan aktivitas dalam sebuah
proses sebagai berikut.
1. Diagram Activity Login
Pada activity diagram login, user memasukkan username
dan password di halaman login aplikasi. Ketika user
memasukkan inputan salah satu tidak sesuai maka proses
Gambar 2 Rancangan Sistem
kembali pada halaman login, jika proses inputan username
Berdasarkan gambar 1 secara singkat penjelasan mengenai dan password akan di verifikasi dari sistem jika data user
rancangan sistem yang dibuat terdiri dari beberapa komponen sesuai maka berhasil akan masuk pada halaman beranda
yaitu user dan admin, user menggunakan android dan admin aplikasi dan jika data user tidak sesuai maka sistem
menggunakan website yang sama-sama menggunakan web menampilkan halaman login. Gambar 4 menjelaskan activity
service. Kemudian pada rancangan tersebut ada server yang di diagram login.
dalamnya tersimpan semua data dari aplikasi Tan-Go yang
dikelola menggunakan docker, selanjutnya di dalam docker
terdiri 2 bagian yang dibuat, yaitu aplikasi dan container
database.

C. Use Case Diagram


Pada tahapan use case diagram memiliki 2 aktor yaitu
admin dan user. Tahapan ini 2 aktor memiliki peran
masing-masing pada aplikasi yaitu dibuat seperti dari aktor
user mulai login, register akun, masuk ke beranda untuk
pencarian tempat wisata, melihat list tempat wisata, melihat
layanan yang disediakan dari masing-masing tempat wisata
dan logout. Kemudian aktor admin dimulai dari bisa login,
memasukkan data tempat wisata, mengupdate data tempat
wisata, meng-edit data tempat wisata dan logout. Gambar 3
menjelaskan use case user dan admin.
Gambar 4 Activity Diagram Login

2. Activity Diagram Profil


Pada activity diagram profil, user dan admin melakukan
perubahan data profil di halaman profil. Pada halaman profil
sistem melakukan perubahan data profil dan disimpan ke
database serta halaman profil otomatis diperbaharui. Gambar
5 menjelaskan activity diagram edit profil.

Gambar 3 Use Case Diagram


Berdasarkan use case diagram pada gambar 3 sistem
perancangan aplikasi rekomendasi objek wisata dengan

138
eProceeding of TIK (eProTIK) Vol.3 No.2 Desember 2023 | ISSN: 2797-9768

database dilakukan validasi jika kuliner sesuai data yang telah


ditentukan maka berhasil disimpan, kemudian diarahkan ke
halaman beranda kategori menu objek wisata dan jika kuliner
gagal disimpan akan diarahkan ke halaman form kuliner.
Gambar 7 menjelaskan activity diagram kuliner objek wisata.

Gambar 5 Activity Diagram Profil

3. Activity Diagram Tambah Destinasi Wisata


Pada activity diagram tambah destinasi wisata, admin
menambahkan objek-objek wisata pada halaman beranda
Gambar 7 Activity Diagram Kuliner Objek Wisata
destinasi wisata dari platform website, pada halaman destinasi
wisata kemudian sistem menampilkan form destinasi wisata, 5. Activity Diagram Galeri Objek Wisata
selanjutnya setelah klik tambah di request data tersebut pada Pada activity diagram galeri, admin menambahkan foto
database dilakukan validasi jika produk sesuai data yang telah dan video pada halaman kategori menu objek wisata dari
ditentukan maka berhasil disimpan, kemudian diarahkan ke platform website, pada halaman kategori menu objek wisata
halaman beranda destinasi wisata dan jika wisata gagal kemudian sistem menampilkan form galeri, selanjutnya
disimpan akan diarahkan ke halaman form destinasi. Gambar setelah klik tambah di request data tersebut pada database
6 menejelaskan activity diagram tambah objek wisata. dilakukan validasi jika galeri sesuai data yang telah ditentukan
maka berhasil disimpan, kemudian diarahkan ke halaman
beranda kategori menu objek wisata dan jika galeri gagal
disimpan akan diarahkan ke halaman form galeri. Gambar 8
menjelaskan activity diagram galeri objek wisata.

Gambar 6 Activity Diagram Tambah Destinasi Wisata


4. Activity Diagram Kuliner Objek Wisata
Pada activity diagram kuliner, admin menambahkan menu
makanan dan minuman pada halaman kategori menu objek
wisata dari platform website, pada halaman kategori menu Gambar 8 Activity Diagram Galeri Objek Wisata
objek wisata kemudian sistem menampilkan form kuliner,
selanjutnya setelah klik tambah di request data tersebut pada

139
eProceeding of TIK (eProTIK) Vol.3 No.2 Desember 2023 | ISSN: 2797-9768

6. Activity Diagram View Maps


Pada Diagram View Maps, user memilih objek wisata
untuk melakukan perjalanan ke lokasi objek wisata yang
dituju. Ketika user klik detail pada objek wisata yang
diinginkan maka dari database akan diarahkan ke hamalan
informasi lokasi wisata, pada halaman informasi lokasi wisata
tersebut memasukkan lokasi awal dan lokasi yang dituju,
kemudian pada halaman tersebut ada tombol search yang
menampilkan rute sesuai kondisi lalu lintas. Gambar 9
menjelaskan activity diagram view maps.

Gambar 10 Halaman Splash Screen

2. Halaman Login
Gambar 9 Activity Diagram View Maps Halaman login merupakan tampilan awal setelah splash
screen pada aplikasi rekomendasi wisata. Untuk mengakses
aplikasi rekomendasi wisata user yang sudah terdaftar pada
aplikasi ini diharuskan login terlebih dahulu dengan
III. HASIL DAN PEMBAHASAN memasukkan username dan password. Tampilan halaman
login dapat dilihat pada gambar 11 berikut.

A. Implementasi User Interface Aplikasi


Implementasi user interface dibuat sesuai dengan
perancangan yang telah didefinisikan dari bagian user
interface. Kemudian pada bagian ini dijelaskan fungsi dan
prosedur yang terdapat pada aplikasi rekomendasi wisata atau
Tan-Go berbasis android. Implementasi sistem ini bertujuan
untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem ini.

1. Halaman Splash Screen


Splash screen merupakan tampilan delay sebelum masuk
ke menu utama program, yang berisi pengenalan tentang
aplikasi. Tampilan splash screen dapat dilihat pada gambar 10
berikut.

Gambar 11 Halaman Login


3. Halaman Register
Pada halaman register setiap pengguna baik penjual
maupun pembeli rumah diharuskan melakukan registrasi
terlebih dahulu yang bertujuan untuk mendapatkan akses
username dan password untuk login ke sistem. Tampilan
halaman register dapat dilihat pada gambar 12 berikut.

140
eProceeding of TIK (eProTIK) Vol.3 No.2 Desember 2023 | ISSN: 2797-9768

yang disediakan, dan detail alamat wisata. Tampilan halaman


tambah data wisata dapat dilihat pada gambar 14 berikut.

Gambar 12 Halaman Register

4. Halaman Utama
Gambar 14 List Rekomendasi Wisata
Halaman utama akan menampilkan list wisata terbaru dan
terdekat apabila user berhasil login ke sistem aplikasi. Pada 6. Halaman Pencarian Wisata
halaman utama ini ditampilkan ucapan selamat datang pada Pada halaman fitur pencarian menampilkan kolom
pengguna aplikasi dan beberapa objek wisata yang terbaru. pencarian dan riwayat pencarian. Tampilan halaman
Tampilan halaman utama dapat dilihat pada gambar 13 pencarian dapat dilihat pada gambar 15 berikut.
berikut.

Gambar 15 Halaman Pencarian Wisata

7. Halaman Detail Wisata


Pada halaman detail wisata menampilkan informasi wisata
yaitu seperti video dan foto wisata, deskripsi wisata, fasilitas
yang disediakan, kuliner yang disediakan dan detail lokasi.
Gambar 13 Halaman Utama
Tampilan halaman detail wisata dapat dilihat pada gambar 16
berikut.
5. Halaman List Wisata
Pada halaman list rekomendasi wisata, pengguna
diharuskan untuk memasukkan data wisata yang ingin
dijadikan rekomendasi. Pada halaman ini terdapat beberapa
data wisata yang harus diisi oleh admin yaitu video dan foto
wisata, deskripsi wisata, fasilitas yang disediakan, kuliner

141
eProceeding of TIK (eProTIK) Vol.3 No.2 Desember 2023 | ISSN: 2797-9768

baik, mendistribusikan beban kerja secara merata, dan


memberikan respon yang andal kepada user. Pada pengujian
ini dilakukan untuk menganalisis kinerja web server datas
penyedia layanan cloud. Uji kinerja web server untuk
mendapatkan hasil waktu respon perbedaan antara ketika
permintaan dikirim dan waktu ketika respon sudah mulai
diterima, kemudian pada throughput jumlah permintaan per
detik yang diproses server menggunakan aplikasi Jmeter.
Berikut merupakan nilai rata-rata pengujian pada web service
menggunakan jmeter.
TABEL I
NILAI RATA-RATA PENGUJIAN PADA WEB SERVICE
Nilai Rata-rata Pengujian Troughput Web Service
Pengujian
1 Traffic 1 User

Create Tour 23.6 11.6

All Tour 20.3 8.34

Gambar 16 Halaman Detail Wisata Tour 22.72 12.26

Distance to
8. Halaman Akun Pengguna Tous
27.78 12.7
Pada tampilan halaman akun pengguna terdapat informasi
Rata-rata 23.6/sec 11.22/sec
pengguna seperti foto profil pengguna, nama pengguna, email
pengguna. Selain itu terdapat pengaturan kata sandi, tentang
aplikasi, pusat bantuan dan button keluar (logout). Tampilan Berdasarkan tabel I merupakan nilai-nilai pengujian
halaman profil pengguna dapat dilihat pada gambar 17 web service dengan parameter throughput menggunakan
berikut. jmeter, nilai rata-rata throughput dari setiap endpoint API
pada web server. Pengujian yang dilakukan 1 traffic dengan
10, 50, 100 dan 500 pengguna, kemudian dilakukan pengujian
kembali 1 user dengan 10, 50, 100 dan 500 traffic.
Perbandingan nilai rata-rata throughput yang dihasilkan
menggunakan jmeter 1 traffic lebih tinggi dari nilai rata-rata
throughput pada pengujian 1 user. Hal ini dikarenakan
peningkatan pada jumlah pengguna yang mengakses web
service dan tergantung koneksi jaringan. Jadi, hasil yang
didapatkan dari pengujian performa web service pada
pengaksesan sistem aplikasi rekomendasi wisata (Tan-Go)
dengan 1 traffic mencapai rata-rata throughput yaitu 23.6/sec
dan nilai rata-rata pengujian dengan 1 user yaitu 11.22/sec.
Dengan bagan gambar grafik hasil analisa dari pengujian
performa web server pada aplikasi rekomendasi wisata
(Tan-Go) untuk pengujian 1 traffic dengan 10, 50, 100 dan
500 pengguna dan pengujian 1 user dengan 10, 50, 100 dan
500 traffic dapat dilihat pada gambar 18.

Gambar 17 Halaman Akun Pengguna

B. Hasil Pengujian Web Service


Pengujian performance adalah proses pengujian yang
dilakukan untuk menguji dan mengevaluasi kinerja dan
efektivitas cloud dalam sistem jaringan. Tujuan dari pengujian
ini adalah untuk memastikan bahwa cloud berfungsi dengan

142
eProceeding of TIK (eProTIK) Vol.3 No.2 Desember 2023 | ISSN: 2797-9768

Tengah. Dengan bagan gambar grafik hasil analisa dari


pengujian kuesioner pada aplikasi rekomendasi wisata
(Tan-Go) untuk 6 pertanyaan dapat dilihat pada gambar 19.

Gambar 18 Grafik Pengujian Performa Web Service

C. Hasil Pengujian Black Box


Pengujian black box merupakan metode pengujian Gambar 19 Grafik Pengujian Kelayakan Aplikasi
perangkat lunak yang digunakan untuk menguji perangkat
lunak tanpa mengetahui struktur internal kode atau program IV. KESIMPULAN
yang ada pada sistem. Pengujian black box dilakukan dengan Berdasarkan implementasi dan pengujian yang telah
fokus pada hasil keluaran yang diharapkan dari sistem yang dilakukan pada sistem aplikasi rekomendasi wisata (Tan-Go)
diuji, berjalan sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. dengan integrasi dengan cloud maka dapat diambil simpulan
TABEL II
HASIL PENGUJIAN BLACK BOX
bahwa performa web server pada pengaksesan sistem aplikasi
rekomendasi wisata (Tan-Go) dari 4 (empat) service yang
Test Pengguna Penggunan
Persentanse Hasil
didapatkan dengan 1 traffic mencapai rata-rata yaitu 23,6/sec
Case Berhasil Tidak Berhasil sedangkan nilai rata-rata pengujian dengan 1 user yaitu
93 11,22/sec dan dapat disimpulkan bahwa server tidak mampu
×100%
1 93 7
100
93%
merespon traffic sebanyak 1000 maupun 1000 pengguna
dalam waktu yang sama dikarenakan sumber daya yang
92
×100%
digunakan oleh container pada server cloud lebih sedikit.
2 92 8
100
92% Persentase kepuasan aplikasi yaitu mencapai 92% dan tidak
kepuasan pengunaan aplikasi mencapai 8%, maka dapat
93
×100% disimpulkan bahwa user memiliki tingkat kepuasan pada
100
3 93 7 93% aplikasi rekomendasi wisata (Tan-Go).
93
×100% REFERENSI
100
4 93 7 93%
[1] A. Aprianda, "Cloud Computing Marketplace Hasil Pertanian,"
91
×100% 2022.
100
5 91 9 91% [2] H. Samsul, "Pengenalan Pemanfaatan Cloud Computing dalam
Pengembangan Desa Wisata Budaya di Desa Plunturan," Jurnal
Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 3, pp. 1-5, 2022.
94
×100% [3] Hidayat, H. T., Husaini, B., Yanuar, F. F., & Aprianda, A. "With
6 94 6 100 94% Android-Based Black Box Testing," Atlantis Press SARL.
[Link] vol. 1, 2023.
[4] H. Zhang and M. Li, "Integrated Design and Development of
Rata-rata 92% Intelligent Scenic Area Rural Tourism Information Service Based
on Hybrid Cloud," Computational and Mathematical Methods in
Medicine, pp. 1-9, 2022.
[5] H. H. Toha and dkk, "Implementation of AHP and Black Box
Berdasarkan tabel II dijelaskan pengujian kelayakan Testing to the Development of an Information System for Assesing
aplikasi menggunakan metode black box dengan 100 the Feasibility of BUMDES Submissions," Electronics, Informatics,
and Vocational Education, vol. 7, pp. 1-10, 2022.
pengguna didapatkan hasil 92% dari pengguna berhasil dan
[6] M. Wahyudi , M. and A. Irfan, "Implementasi Sistem Informasi
pengguna tidak berhasil 8%, hasil dari penggunaan tidak Dinas Pariwisata Kabupaten Enrekang Berbasis Cloud Computing,"
berhasil pada pengujian black box testing terjadi dari Jurnal Manajemen Informatika Sistem Informasi dan Teknologi
disebabkan gangguan jaringan atau inputan tidak sesuai dari Komputer, vol. 1 no. 1, pp. 1-12 , 2022.
[7] J. Lu, "Intelligent Planning of Tourist Routes Based on Cloud
user. Maka dapat di simpulkan aplikasi ini layak digunakan
Computing and Marching Algorithm," Security and Communication
sebagai sarana rekomendasi wisata di Kabupaten Aceh Networks, pp. 1-14, 2022.10.29407/gj.v4i2.14187.

143

Anda mungkin juga menyukai