0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan18 halaman

Program Linear

Dokumen ini membahas tentang program linear, termasuk pengertian, aplikasi, dan cara menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear baik satu maupun dua variabel. Terdapat penjelasan tentang grafik himpunan penyelesaian, serta cara mengubah masalah verbal menjadi model matematika. Selain itu, dokumen ini juga memberikan contoh dan latihan untuk memperdalam pemahaman tentang konsep program linear.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan18 halaman

Program Linear

Dokumen ini membahas tentang program linear, termasuk pengertian, aplikasi, dan cara menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear baik satu maupun dua variabel. Terdapat penjelasan tentang grafik himpunan penyelesaian, serta cara mengubah masalah verbal menjadi model matematika. Selain itu, dokumen ini juga memberikan contoh dan latihan untuk memperdalam pemahaman tentang konsep program linear.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM LINEAR

Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai aplikasi


program linear, seperti: pembangunan perumahan atau
apartemen, pemakaian obat-obatan dalam penyembuhan
pasien, pemakaian tanah untuk lahan parkir, masalah
transportasi, dan lainnya. Pada aplikasi program linear
sering dijumpai perkataan “terbesar” ataupun “terkecil”
dari sejumlah batasan yang berupa pertidaksamaan
linear. Penyelesaian sistem pertidaksamaan linear secara
grafik dapat merupakan daerah tertutup yang
merupakan syarat memaksimumkan fungsi objektif dan
daerah terbuka yang merupakan syarat meminimumkan
fungsi objektif.
A. PENGERTIAN PROGRAM LINEAR
Program linear adalah suatu cara atau metode yang
digunakan untuk menyelesaikan masalah optimasi,
dengan kata lain program linear merupakan suatu teknik
dalam mendapatkan nilai optimum (maksimum atau
minimum) suatu fungsi objektif dengan kendala-kendala
tertentu. Kendala-kendala ini diterjemahkan ke dalam
bentuk sistem pertidaksamaan linear.
B. GRAFIK HIMPUNAN PENYELESAIAN SISTEM
PERTIDAKSAMAAN LINEAR
a. Grafik Pertidaksamaan Linear Satu Variabel
Pertidaksamaan merupakan kalimat matematika
terbuka yang memuat (atau yang dihubungkan dengan)
tanda pertidaksamaan ¿ , ≤ ,>, ≥ ,dan ≠ .
Pertidaksamaan linear satu variabel adalah
pertidaksamaan yang memuat satu variabel, misalnya
hanya x saja atau h anya y saja.
Contoh :
Gambarkan himpunan penyelesaian pertidaksamaan
berikut pada koordinat cartesius.
a. x ≥ 2
b. y < 4

1
Penyelesaian :
a. Diketah : Pertidaksamaan x ≥ 2
ui
Ditanya : Gambarkan himpunan penyelesaian pada
koordinat cartesius.

Jawab :
Gambarkan terlebih dahulu garis x=2, lalu tentukan
daerah penyelesaian yang memenuhi x ≥ 2

Notes
Jika tanda pertidaksamaan ≥
atau ≤ maka garis pembatas
daerah Hp merupakan garis
lurus, jika tanda pertidaksamaan
¿ dan ¿ maka garis pembatas
daerah Hp merupakan garis
putus-putus.
Dengan demikian, daerah penyelesaian merupakan
daerah yang diarsir.
b. Diketah : Pertidaksamaan y < 4
ui
Ditanya : Gambarkan himpunan penyelesaian pada
koordinat cartesius.
Jawab :
Gambarkan terlebih dahulu garis y=4 , lalu tentukan
daerah penyelesaian yang memenuhi y < 4

b. Grafik Pertidaksamaan Linear Dua Variabel


Pertidaksamaan linear dua variabel adalah

2
pertidaksamaan yang memuat dua variabel, misalnya
x dan y .
Contoh :
Gambarkan himpunan penyelesaian pertidaksamaan
x +2 y ≤ 4 pada koordinat cartesius.
Penyelesaian :
Diketah
: Pertidaksamaan x +2 y ≤ 4
ui
Ditanya : Gambarkan himpunan penyelesaian pada
koordinat cartesius.
Jawab:
Gambarlah terlebih dahulu garis x +2 y=4
 Titik potong garis x +2 y=4 dengan sumbu koordinat:
Titik potong dengan Titik potong dengan sumbu
sumbu x diperoleh jika y=0 y diperoleh jika x=0
x +2 y=4 x +2 y=4
x +2(0)=4 0+2 y=4
x=4 2 y=4
2 y=4
x 0 4
y 2 0

Jadi, titik potong sumbu X adalah (4 , 0) dan titik potong


(x , y ) (0 , 2) (4 , 0)

dengan sumbu adalah (0 , 2). Garis yang


menghubungkan titik (4 , 0) dan (0 , 2) adalah garis x +2 y ≤ 4
Y

.
 Ambil titik uji yang tidak terletak pada garis, misalnya
titik (0 , 0). Kemudian perhatikan pertidaksamaan yang
diperoleh berikut.
Ambil titik uji (0 , 0), berarti x=0 dan y =0
Subtitusikan kedalam pertidaksamaan x +2 y ≤ 4
x +2 y ≤ 4 ⟹ ( 0 )+ 2 ( 0 ) ≤ 4 ⟹0 ≤ 4 (BENAR)
Pertidaksamaan yang diperoleh merupakan
pertidaksamaan yang benar, sehingga daerah yang
mempunyai titik uji (0 , 0) merupakan daerah
penyelesaian pertidaksamaan. Daerah penyelesaian
merupakan daerah yang diarsir. Perhatikan gambar.
3
Dengan demikian, daerah penyelesaian merupakan
daerah yang diarsir.

Latihan 1
Gambarkan himpunan penyelesaian pertidaksamaan
berikut pada sistem koordinat cartesius!
1. 12 x ≥ 60
2. 9 x +6 y >36
3. 7 x +2 y ≤ 14
C. Grafik Himpunan Penyelesaian Sistem
Pertidaksamaan Linear Dua Variabel
Pertidaksamaan linear dua variabel, yaitu
pertidaksamaan yang memuat dua peubah misalnya x
dan y . Himpunan penyelesaian pertidaksamaan tersebut
dapat disajikan dalam bidang cartesius. Bentuk-bentuk
pertidaksamaan linear adalah
ax +by < c , ax +by ≤ c , ax +by >c atau ax+ by ≥ c .
Contoh :
Tentukan daerah himpunan penyelesaian dari sistem
pertidaksamaan berikut.
Penyelesaian :
Diketah : Pertidaksamaan 2 x+3 y ≤ 12,
ui : Pertidaksamaan x +2 y ≥ 6,
: Pertidaksamaan x ≥ 0 dan y ≥ 0
Ditanya : Gambarkan himpunan penyelesaian pada
: koordinat cartesius.

4
Jawab :
Gambarkan terlebih dahulu garis 2 x+3 y =12
 Titik potong garis 2 x+3 y =12 dengan sumbu koordinat:
x 0 6
y 4 0

Jadi, titik potong sumbu X adalah (6 , 0) dan titik potong


(x , y ) (0 , 4 ) (6 , 0)

dengan sumbu Y adalah (0 , 4 ).


Ambil titik uji (0 , 0), berarti x=0 dan y=0
Subtitusikan kedalam pertidaksamaan x +2 y ≤ 4
0+2(0)≤ 4 ⟹ 0 ≤ 4 (BENAR)
Pertidaksamaan yang diperoleh merupakan
pertidaksamaan yang benar,
sehingga daerah yang mempunyai titik uji (0 , 0)
merupakan daerah penyelesaian.
Gambarkan terlebih dahulu garis x +2 y=6
 Titik potong garis x +2 y=6 dengan sumbu koordinat:
x 0 6
y 3 0

Jadi, titik potong sumbu X adalah (6 , 0) dan titik potong


(x , y ) (0 , 3) (6 , 0)

dengan sumbu Y adalah (0 , 3).


Ambil titik uji (0 , 0), berarti x=0 dan y=0
Subtitusikan kedalam pertidaksamaan x +2 y ≥ 6
0+2(0)≥ 6 ⟹ 0 ≥6 (SALAH)
Pertidaksamaan yang diperoleh merupakan
pertidaksamaan yang salah,
sehingga daerah yang mempunyai titik uji (0 , 0) bukan
daerah penyelesaian.
Untuk x ≥ 0 , daerah penyelesaian merupakan daerah di
kanan sumbu y
Untuk y ≥ 0, daerah penyelesaian merupakan daerah di
atas sumbu x
Pertidaksamaan diatas dapat digambarkan dalam satu
bidang cartesius berikut.

5
Dengan demikian, daerah penyelesaian merupakan
daerah yang diarsir.
Latihan 2
Tentukan daerah himpunan penyelesaian dari sistem
pertidaksamaan berikut.
2 x+ 2 y ≤72 ; 6 x +8 y ≤240 ; x ≥ 0 ; y ≥ 0 ; x , y ∈ R

D. Menentukan Sistem Pertidaksamaan Linear Dua


Variabel Dari Lukisan Daerah Penyelesaian
Jika himpunan penyelesaian diketahui, maka kita
harus dapat menentukan sistem pertidaksamaan yang
bersesuaian. Dalam menentukan garis pembatas daerah
penyelesaian perlu kiranya kita mengingat kembali
penentuan pertidaksamaan garis lurus berikut ini.
Pertidaksamaan garis lurus yang melalui dua titik, yaitu
A(a , 0) dan B(0 , b) ditentukan oleh.

Pada contoh diatas telah dibahas cara menentukan


bx +ay =ab

himpunan penyelesaian suatu sistem pertidaksamaan.


Jika himpunan penyelesaian diketahui, maka kita harus
dapat menentukan himpunan sistem pertidaksamaan
yang bersesuaian. Perhatikan contoh berikut.
Contoh :
Daerah yang diarsir pada grafik di bawah ini merupakan
himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan.
Tentukan sistem pertidaksamaan yang dimaksud!

6
Penyelesaian :
 Daerah yang diarsir berada di kanan sumbu y maka,

 Daerah yang diarsir berada di atas sumbu x maka,


x≥0

 Garis yang ( 5 , 0 ) dan (0 , 1)


y ≥0

melalui ↓↓
ab
bx +ay =ab
x +5 y=( 5 ) (1)
x +5 y=5

Ambil titik uji yang tidak terletak pada garis dan terletak
x +5 y−5=0

pada daerah penyelesaian. Misalkan titik (1 , 2) maka:

Berarti daerah yang diarsir dibatasi juga oleh x +5 y−5 ≥ 0


1+5 ( 2 )−5=6>0

atau x +5 y ≥ 5
 Garis yang ( 5 , 0 ) dan (0 , 3)
melalui ↓↓
ab
bx +ay =ab
3 x+ 5 y=( 5 ) (3)
3 x+ 5 y=15

Ambil titik uji yang tidak terletak pada garis dan terletak
3 x+ 5 y−15=0

pada daerah penyelesaian. Misalkan titik (1 , 2) maka:

Berarti daerah yang diarsir dibatasi juga oleh


2 ( 1 )+ 5 ( 2 )−15=−3<0

7
3 x+ 5 y−15 ≤0 atau 3 x+ 5 y ≤ 15
Jadi sistem pertidaksamaan linear dari daerah
penyelesaian pada gambar tersebut adalah :
x +5 y ≥ 5
3 x+ 5 y ≤ 15
x≥0
y ≥0
Latihan 3:
Daerah yang diarsir pada grafik di bawah ini merupakan
himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan.
Tentukan sistem pertidaksamaan yang dimaksud!

E. PENGERTIAN MODEL MATEMATIKA


Hal penting dalam masalah program linear adalah
mengubah persoalan verbal (soal cerita) ke dalam
bentuk model matematika (persamaan dan
pertidaksamaan) yang merupakan penyajian dari bahasa
sehari-hari ke dalam bahasa matematika yang lebih
sederhana dan mudah dimengerti. Jadi model
matematika adalah suatu rumusan (dapat berupa
persamaan, pertidaksamaan atau fungsi) yang diperoleh
dari suatu penafsiran ketika menerjemahkan suatu soal
verbal.
Model matematika pada persoalan program linear
pada umumnya membahas beberapa hal, yaitu:
a. Model matematika berbentuk sistem pertidaksamaan
linear dua peubah yang merupakan bagian kendala-
kendala (sistem pertidaksamaan) yang harus dipenuhi
8
oleh peubah itu sendiri.
b. Model matematika yang berkaitan dengan fungsi
sasaran yang hendak dioptimalkan (minimalkan atau
maksimalkan).
F. MENGUBAH KALIMAT VERBAL MENJADI MODEL
MATEMATIKA DALAM BENTUK SISTEM
PERTIDAKSAMAAN
Untuk mempermudah mengubah soal-soal verbal
yang berbentuk program linear ke dalam model
matematika digunakan tabel berikut:
Variabel 1 Variabel 2
Variabel Persediaan
Variabel
(x ) ( y)

lain 1
Variabel
lain 2
Variabel
lain 3
Contoh :
Untuk membuat roti A diperlukan 200 gram tepung dan
25 gram mentega. Sedangkan untuk roti B diperlukan 100
gram tepung dan 50 gram mentega. Tepung yang
tersedia hanya 4 kg dan mentega yang ada 1 , 2 kg. jika
harga roti A Rp 4000 , 00 dan roti B harganya Rp 5000 ,00 .
Buatlah model matematikanya!
Penyelesaian :
Diketah : Untuk membuat roti A diperlukan 200 gram
ui tepung dan
: 25 gram mentega
: Untuk membuat roti B diperlukan 100 gram
tepung dan
: 50 gram mentega
: Tepung yang tersedia hanya 4 kg dan
mentega yang ada
: 1 , 2 kg
: Harga roti A Rp 4000 , 00 dan roti B Rp 5000 ,00

9
Ditanya : Buatlah model matematikanya!
Jawab :
Misalka : Banyak roti A ¿ x
n
: Banyak roti B ¿ y
Berarti variabel yang lain adalah tepung dan mentega
Sehingga tabel yang diperoleh sebagai berikut:
Banyak roti Banyak roti
Variabel A B Persediaan

Tepung
(x ) ( y)

Mentega
200 gram 100 gram 4000 gram

Harga
25 gram 50 gram 1200 gram

Terigu tersedia paling banyak 4 kg=4000 gram


4000 5000

Mentega paling banyak tersedia 1 , 2kg=1200 gram


Jadi, tanda pertidaksamaan ≤
Dari tabel dapat dibuat pertidaksamaan:
200 x+ 100 y ≤ 4000 disederhanakan: 2 x+ y ≤ 40
25 x+ 50 y ≤ 1200 disederhanakan: x +2 y ≤ 48
Karena jumlah x dan y adalah bilangan bulat yang tidak
negatif maka:
x≥0

Keempat pertidaksamaan di atas merupakan persyaratan


y ≥0

yang harus dipenuhi disebut fungsi kendala.


Harga roti A Rp 5000 ,00 dan roti B Rp 4000 , 00
Maka hasil penjualan dapat dirumuskan dengan

Z disebut fungsi objektif atau fungsi sasaran yang dapat


Z=5000 x+ 4000 y

dimaksimumkan atau diminimumkan.


Latihan 4:
1. Pesawat penumpang sebuah perusahaan penerbangan
domestik mempunyai tempat duduk 48 kursi. Setiap
penumpang kelas eksekutif boleh membawa bagasi
seberat 60 kg sedangkan kelas ekonomi 20 kg . Pesawat
hanya mampu membawa bagasi seberat 1440 kg . bila
harga tiket kelas eksekutif Rp 1.000.000 , 00 dan
10
kelas ekonomi Rp 800.000 , 00 serta semua tiket habis
terjual, tuliskan model matematikanya!
2. Pedagang teh mempunyai lemari yang hanya cukup
ditempati 40 boks teh. Teh A dibeli dengan harga
Rp 60.000 , 00 setiap boks dan teh B dibeli dengan harga
Rp 80.000 , 00 setiap boks. Bila pedagang itu mempunyai
modal Rp 3.000.000 , 00 untuk membeli x boks teh A dan y
boks teh B. Tulis model matematika dari persoalan itu!
3. Jajanan A yang harga belinya Rp 10.000 ,00 dijual dengan
harga Rp 11.000 , 00 per bungkus, sedangkan jajanan B
yang harga belinya Rp 15.000 ,00 dijual dengan harga
Rp 17.000 ,00 per bungkus. seorang pedagang jajanan
yang mnempunyai modal Rp 3.000.000 , 00 dan kiosnya
dapat menampung paling banyak 250 bungkus jajanan
akan mencari keuntungan yang sebesar-besarnya.
Tuliskan model matematika dari persoalan itu!
4. Dengan persediaan kain merah 70 m dan kain putih 105 m
seorang pengrajin bermaksud membuat dua model
tenda. Model 1 memerlukan 2 m kain merah dan 5 m kain
putih, sedangkan model 2 memerlukan 4 m kain merah
dan 3 m kain putih. Buatlah model matematika dari
persoalan itu!
5. Seorang pemilik toko sepatu ingin mengisi tokonya
dengan sepatu laki-laki paling sedikit 100 pasang dan
sepatu wanita paling sedikit 150 pasang. Toko tersebut
dapat memuat 400 pasang sepatu. Keuntungan tiap
pasang sepatu laki-laki Rp 1.000 ,00 dan setiap pasang
sepatu wanita Rp 500,00 jika banyaknya sepatu laki-laki
tidak boleh melebihi 150 pasang, buatlah model
matematika dari persoalan itu!
6. Dalam suatu pentas, panitia menjual dua jenis tiket.
Tiket yang tersedia hanya 200 lembar. Setiap kelas VIP
mendapat souvenir 30 buah, sedangkan penonton biasa
hanya mendapat 10 souvenir. Souvenir yang disediakan
panitia hanya 3.000 buah. Bila tiket penonton VIP
Rp 100.000 ,00 dan penonton biasa RP50.000 , 00 . Tuliskan
model matematika dari persoalan itu!
7. Suatu perusahaan tas dan sepatu memerlukan 4 unsur a
11
dan 6 unsur b per minggu untuk masing-masing hasil
produksinya. Setiap tas memerlukan 1 unsur a dan 2
unsur b, setiap sepatu memerlukan dua unsur a dan dua
unsur b. bila setiap tas untung Rp 3.000,00 dan sepatu
untung Rp 2.000,00, tuliskan model matematika dari
persoalan itu!

[Link] DAERAH PENYELESAIAN DARI


SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR YANG TELAH
DISUSUN DALAM MODEL MATEMATIKA
Langkah-langkah yang ditempuh antara lain:
a. Ubah persoalan verbal (kalimat matematika) ke dalam
model matematika (sistem pertidaksamaan) dan
tentukan fungsi objektifnya.
b. Tentukan titik potong dengan sumbu koordinat
c. Gambar daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan
yang diperoleh pada langkah a
Contoh :
Untuk membuat roti A diperlukan 200 gram tepung dan
25 gram mentega. Sedangkan untuk roti B diperlukan 100
gram tepung dan 50 gram mentega. Tepung yang
tersedia hanya 4 kg dan mentega yang ada 1 , 2 kg. jika
harga roti A Rp 4000 , 00 dan roti B harganya Rp 5000 ,00 .
Buatlah model matematika dan tentukan daerah
penyelesaiannya.
Penyelesaian :
Diketah : Untuk membuat roti A diperlukan 200 gram
ui tepung dan
: 25 gram mentega
: Untuk membuat roti B diperlukan 100 gram
tepung dan
: 50 gram mentega
: Tepung yang tersedia hanya 4 kg dan
mentega yang ada
: 1 , 2 kg
: Harga roti A Rp 4000 , 00 dan roti B Rp 5000 ,00
Ditanya : Buatlah model matematikanya!
12
Jawab :
Misalka : Banyak roti A ¿ x
n
: Banyak roti B ¿ y
Berarti variabel yang lain adalah tepung dan mentega
Sehingga tabel yang diperoleh sebagai berikut:
Banyak roti Banyak roti
Variabel A B Persediaan

Tepung
(x ) ( y)

Mentega
200 gram 100 gram 4000 gram

Harga
25 gram 50 gram 1200 gram

Terigu tersedia paling banyak 4 kg=4000 gram


4000 5000

Mentega paling banyak tersedia 1 , 2kg=1200 gram


Jadi, tanda pertidaksamaan ≤
Dari tabel dapat dibuat pertidaksamaan:
200 x+ 100 y ≤ 4000 disederhanakan: 2 x+ y ≤ 40
 Titik potong garis 2 x+ y=40 dengan sumbu koordinat:
x 0 20
y 40 0

Uji titik ( 0 , 0 ) pada garis.


(x , y ) (0 , 40) (20 , 0)

2 x+ y ≤ 40 ⟹ 2 ( 0 ) + ( 0 ) ≤ 40 ⟹ 0 ≤ 40 (BENAR)
Pertidaksamaan yang diperoleh merupakan
pertidaksamaan yang benar, sehingga daerah yang
mempunyai titik uji merupakan daerah
penyelesaian pertidaksamaan.
(0 , 0)

25 x+ 50 y ≤ 1200 disederhanakan: x +2 y ≤ 48
 Titik potong garis x +2 y=48 dengan sumbu koordinat:
x 0 48
y 24 0

Uji titik ( 0 , 0 ) pada garis.


(x , y ) (0 , 24) (48 ,0)

x +2 y ≤ 48 ⟹ ( 0 ) +2 ( 0 ) ≤ 48 ⟹ 0 ≤ 48 (BENAR)
Pertidaksamaan yang diperoleh merupakan
pertidaksamaan yang benar, sehingga daerah yang

13
mempunyai titik uji merupakan daerah
penyelesaian pertidaksamaan.
(0 , 0)

Karena jumlah x dan y merupakan bilangan bulat positif


maka:
x≥0

Daerah penyelesaian dapat ditunjukkan oleh daerah


y ≥0

yang diarsir pada gambar di bawah.

Z=4000 x +5000 y .
Latihan 5:
1. Dengan persediaan kain merah 70 m dan kain putih
105 m seorang pengrajin bermaksud membuat dua
model tenda. Model 1 memerlukan 2 m kain merah dan
5 m kain putih, sedangkan model 2 memerlukan 4 m
kain merah dan 3 m kain putih. Buatlah model
matematika dan tentukan daerah penyelesaiannya.
2. Seorang pemilik toko sepatu ingin mengisi tokonya
dengan sepatu laki-laki paling sedikit 100 pasang dan
sepatu wanita paling sedikit 150 pasang. Toko
tersebut dapat memuat pasang sepatu.
Keuntungan tiap pasang sepatu laki-laki Rp 1.000 ,00
400

dan setiap pasang sepatu wanita Rp 500,00 jika


banyaknya sepatu laki-laki tidak boleh melebihi 150
pasang, buatlah model matematika dan tentukan
daerah penyelesaiannya.
H. NILAI OPTIMUM FUNGSI OBJEKTIF

14
Untuk menentukan fungsi besar keuntungan
maksimum yang dapat diperoleh atau menentukan biaya
minimum yang dapat dikeluarkan, kita dapat menyelidiki
nilai fungsi objektif pada titik-titik pojok daerah
penyelesaian. Metode ini disebut uju titik pojok.
Langkah-langkah yang ditempuh dalam menggunakan uji
titik pojok antara lain:
a. Ubah persoalan verbal (kalimat matematika) ke dalam
model matematika (sistem pertidaksamaan) dan
tentukan fungsi objektifnya.
b. Tentukan titik potong dengan sumbu koordinat
c. Gambar daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan
yang diperoleh pada langkah a
d. Identifikasikan dan tentukan titik koordinat dari
setiap titik pojok pada daerah penyelesaian
e. Hitung nilai dari bentuk objektif (syarat untuk
maksimum atau minimum) yang bersesuaian dengan
titik pojok yang diperoleh sebelumnya sehingga
didapat nilai optimum (maksimum atau minimum).

Contoh:
Dalam suatu pentas, panitia menjual dua jenis tiket.
Tiket yang tersedia hanya 200 lembar. Setiap kelas VIP
mendapat souvenir 30 buah, sedangkan penonton biasa
hanya mendapat 10 souvenir. Souvenir yang disediakan
panitia hanya 3.000 buah. Bila tiket penonton VIP
Rp 100.000 ,00 dan penonton biasa RP50.000 , 00 . Berapa
banyak masing-masing tiket harus terjual agar panitia
memperoleh penghasilan maksimum!
Penyelesaian :
Diketah : Dalam suatu pentas, panitia menjual dua jenis
ui tiket
: Tiket yang tersedia hanya 200 lembar
: Setiap kelas VIP mendapat souvenir 30 buah
: Penonton biasa hanya mendapat 10 souvenir
15
: Souvenir yang disediakan panitia hanya 3.000
buah
: Tiket penonton VIP Rp 100.000 ,00
: Penonton biasa RP50.000 , 00
Ditanya : Berapa banyak masing-masing tiket harus
terjual agar
: panitia memperoleh penghasilan maksimum?
Jawab :
Misalka : Tiket VIP ¿ x
n
: Tiket biasa ¿ y
Pernyataan diatas dapat dibuat dalam tabel seperti
berikut:
Tiket
Tiket VIP Persediaa
Variabel biasa
(x ) n
Banyak
( y)

Souvenir
1 1 200

Harga
30 10 3000

tiket
100.000 50.000
Dari data diatas dapat dibuat model matematika sebagai
berikut:
Fungsi objektif :
Z=100.000 x+50.000 y

30 x+ 10 y ≤ 3000, disederhanakan 3 x+ y ≤ 300


x + y ≤ 200

x≥0
y ≥0

 Titik potong garis x + y=200 dengan sumbu koordinat:


x 0 200
y 200 0

Uji titik ( 0 , 0 ) pada garis.


(x , y ) (0 , 200) (200 , 0)

16
x + y ≤ 200 ⟹ ( 0 ) + ( 0 ) ≤ 200 ⟹ 0≤ 200 (BENAR)
Pertidaksamaan yang diperoleh merupakan
pertidaksamaan yang benar, sehingga daerah yang
mempunyai titik uji merupakan daerah
penyelesaian pertidaksamaan.
(0 , 0)

 Titik potong garis 3 x+ y=300 dengan sumbu koordinat:


x 0 100
y 300 0

Uji titik ( 0 , 0 ) pada garis.


(x , y ) (0 , 300) (100 , 0)

3 x+ y ≤ 300 ⟹ 3 ( 0 ) + ( 0 ) ≤300 ⟹ 0 ≤ 300 (BENAR)


Pertidaksamaan yang diperoleh merupakan
pertidaksamaan yang benar, sehingga daerah yang
mempunyai titik uji merupakan daerah
penyelesaian pertidaksamaan.
(0 , 0)

Titik B merupakan titik potong kedua garis dan


koordinatnya dapat dicari dengan menggunakan cara
eliminasi atau subtitusi
x+ y=200 x + y=200
3 x + y =300−¿ 50+ y =200
¿ 50+ y =150
−2 x=−100
x =50

Jadi koordinat titik potong B (50 ,150 )


Titik pojok pada daerah penyelesaian adalah
17
Uji titik pojok pada daerah penyelesaian adalah sebagai
A ( 100 , 0 ) , B ( 50 , 150 ) ,C ( 0 ,200 )

berikut:
Titik Pojok 100.000 x+ 50.000 y
A ( 100 , 0 ) 10.000 .000
B (50 ,150 ) 12.500 .000

Dari tabel diperoleh keuntungan maksimum akan dicapai


C ( 0 , 200 ) 10.000 .000

apabila terjual sebanyak 50 lembar VIP dan 150 lembar


tiket biasa yaitu sebesar Rp 12.500.000 , 00
Latihan 6
1. Dalam suatu pentas, panitia menjual dua jenis tiket.
Tiket yang tersedia hanya 200 lembar. Setiap kelas
VIP mendapat souvenir 30 buah, sedangkan penonton
biasa hanya mendapat 10 souvenir. Souvenir yang
disediakan panitia hanya 3.000 buah. Bila tiket
penonton VIP Rp 100.000 ,00 dan penonton biasa
RP50.000 , 00 . Berapa banyak masing-masing tiket harus
terjual agar panitia memperoleh penghasilan
maksimum!
2. Suatu perusahaan tas dan sepatu memerlukan 4
unsur a dan 6 unsur b per minggu untuk masing-
masing hasil produksinya. Setiap tas memerlukan 1
unsur a dan 2 unsur b, setiap sepatu memerlukan dua
unsur a dan dua unsur b. bila setiap tas untung
Rp 3.000,00 dan sepatu untung Rp 2.000,00, maka
banyak tas atau sepatu yang dihasilkan per minggu
agar diperoleh untuk maksimal ialah.

18

Anda mungkin juga menyukai