Zoe Si Ratu Drama
Nazwa hayatun nufus
Genre : Humor & kehidupan sehari-hari
Cast : • zoe (pemeran utama)
• Dinda (Sahabat zoe)
• Mama
• ayah
• Guru
• penjaga perpustakan
ADEGAN 1 – PAGI DI RUMAH ZOE
(Alarm HP berbunyi keras. Tertulis: “Bangun! Hidupmu berantakan tapi masih bisa diperbaiki.”)
Zoe (narasi): Setiap hari aku disambut suara alarm yang lebih galak dari Ibu. Tapi anehnya, tetep
aja aku pencet snooze lima kali.
(Ibu teriak dari dapur.)
Ibu: Zoe! Jangan kayak zombie bangun tidur! Ayo mandi!
Zoe (teriak): Zombienya lagi buffering, Bu! Sabar yaa...
(Zoe jalan ke kamar mandi sambil nabrak pintu. Di cermin: rambut kayak sapu ijuk.)
Zoe (ngomong ke cermin): Kamu yakin mau ke sekolah dalam kondisi kayak gini? Gagal cantik
total...
ADEGAN 2 – DI SEKOLAH
(Zoe duduk lesu. Dinda datang dengan wajah sumringah.)
Dinda: Gue bawa bekal telur gulung tiga lapis! Mau barter sama kerupuk lo?
Zoe: Deal. Tapi telur gulung lo sering bikin gue nostalgia ke toilet sekolah.
(Guru masuk kelas. Semua murid langsung duduk tegap kayak pasukan.)
Guru Biologi: Hari ini kita kuis mendadak.
Seluruh kelas: HAAAH?!
Zoe (bisik ke Dinda): Kuis mendadak tuh racun paling nyata. Gue belum siap mental, Din.
Dinda: Tenang, kita saling tatap aja biar dapet inspirasi.
(Zoe dapet soal. Pandangan kosong.)
Zoe (narasi): Soalnya kayak kode negara alien. Gue Cuma bisa pasrah dan berdoa semoga
gurunya berbaik hati nilai pakai feeling.
ADEGAN 3 – PULANG DAN TIDUR
(Zoe rebahan di kasur, HP masih di tangan.)
Zoe: Capek banget. Tapi sebelum tidur, satu episode aja...
(Tiga jam kemudian, layar masih menyala. Di HP: “Next Episode starts in 5 seconds”)
Zoe: Tolong... saya butuh pertolongan. Kenapa ending-nya bikin penasaran semua?!
(Ibu masuk kamar, kaget lihat Zoe masih nonton.)
Ibu: Zoe! Belajar dong. Ujian sebentar lagi!
Zoe: Iya, Bu. Saya sedang belajar... memahami konflik batin karakter utama drama ini...
ADEGAN 4 – MALAM HARI
(Zoe belajar sambil ngemil keripik, sambil nonton tutorial Matematika di YouTube.)
YouTuber: Untuk mencari X, kita gunakan rumus Pythagoras...
Zoe: Lah... kalau si X udah nggak mau ditemukan, kenapa harus dipaksa?
(Ayah lewat depan kamar.)
Ayah: Kamu belajar apa itu?
Zoe: Belajar ikhlas, Yah. Ikhlas menerima nilai pas-pasan.
(Ayah pun tertawa kecil melihat kelakuan zoe)
ADEGAN 5 – KEJADIAN DI KANTIN
(Zoe dan Dinda duduk di kantin. Zoe beli bakso, tapi pentolnya nyangkut di sedotan minumnya.)
Zoe: Din... ini bakso atau ujian hidup? Kenapa masuk ke gelas es teh gue?
Dinda: Mungkin pentolnya haus juga, Zoe.
Zoe: Atau mungkin dia pengen kabur dari kenyataan, kayak gue tiap ada PR Matematika.
(Mereka berdua pun tertawa bersama)
Bel masuk kelas pun berbunyi kringg.. kringg..
ADEGAN 6 – DI KELAS, PELAJARAN BIOLOGI
Guru Biologi: Kita akan bahas tentang siklus hidup serangga. Zoe, bisa sebutkan salah satu
tahapnya?
Zoe (bingung): Eeh... ada yang namanya... metamorfosa?
Guru Biologi: Betul! Tapi jangan Cuma ngomong nama, jelaskan dong.
Zoe: Metamorfosa itu... kayak gue sebelum dan sesudah nonton drakor. Dari bete jadi baper.
Guru Biologi (tertawa kecil): Oke, itu juga metamorfosa, Zoe.
“Bel pergantian jam pelajaran berbunyi”
Guru Biologi : Baik anak-anak, sampai disini dulu ya pembahasan kita hari ini.
ADEGAN 7 – PERSIAPAN PRESENTASI
(Lokasi: Ruang kelas yang mulai sepi, Zoe dan Dinda duduk panik dengan laptop dan printilan
presentasi berserakan.)
Dinda: Zoe, bahan kita mana? Jangan bilang lo belum nulis sepatah kata pun!
Zoe: Tenang, Din... semua bahan itu ada di kepala gue.
Dinda: Kepala lo tuh kayak Google Drive offline ada, tapi gak bisa diakses!
(Zoe buka laptop, tapi layar hitam.)
Zoe: Lah, ini laptop kenapa? Mati? Jangan bilang..
(Zoe lihat kabel charger yang kepotong dikit karena gigitan kucing.)
Zoe: DINDAAA! Laptop gue mati total! Kayaknya si Bubu (kucingnya) gigit kabel charger lagi!
Dinda: Zoe... Zoe... Kita bakal presentasi 10 menit lagi! Gue udah siap mental, tapi gak siap
ngadepin ini!
(Zoe ambil charger Dinda, tapi colokan sudah penuh dipakai teman-teman lain.)
Zoe: Maaf... bisa minta colokan? Laptop gue butuh napas buatan.
Luna : Gue duluan ya, laptop gue udah bunyi-bunyi tanda sekarat.
Zoe (pasrah): Hidup ini kayak rebutan colokan. Gak pernah cukup buat semua beban.
(Dinda ngeluarin flashdisk.)
Dinda: Oke, plan B. Gue udah backup di flashdisk. Tapi... eh... Zoe, ini flashdisk lo yang ada
gantungan beruang lucu, kan?
Zoe: Iya. Kenapa?
Dinda: Isinya file drama Korea semua.
Zoe: AAAAAAAAAK! GUE SALAH FLASHDISK!
(Zoe buru-buru bongkar tas, keluarin isi tas satu per satu: buku, dompet, tempat makan, dan
flashdisk lain.)
Zoe: Nih! Yang ini kayaknya... (colok ke laptop Dinda, file ketemu)
Dinda: YES! Presentasi kita hidup!
Zoe (bernapas lega): Gue belum pernah segugup ini kecuali waktu nyoba bikin mi instan pakai
rice cooker.
(Pintu kelas diketuk. Guru masuk.)
Guru: Kelompok Zoe dan Dinda, siap?
Zoe & Dinda: SIAP, Bu! (walau suara gemetar)
(Zoe maju ke depan kelas, membuka slide.)
Zoe: Selamat pagi semuanya. Hari ini kami akan mempresentasikan... eh... tentang dampak
penggunaan media sosial bagi pelajar...
Dinda (bisik): Fokus, Zoe. Jangan keluar jalur.
Zoe: ...dan bagaimana kita bisa menjadi netizen yang santun. Seperti saya, yang meskipun suka
nyinyir di status, tapi tetap pakai tanda baca yang benar.
Kelas: (ketawa)
Guru: Oke... menarik. Lanjutkan.
Zoe (bersemangat): Jadi, media sosial itu kayak... kantin sekolah. Ramai, penuh gosip, dan
kadang menyesatkan.
(Dinda sampai tutup wajah karena malu, tapi guru senyum.)
Guru: Presentasi yang jujur... dan penuh analogi. Teruskan.
Lanjut, ya!
Zoe (lanjut bicara dengan penuh gaya): Berdasarkan hasil pengamatan kami... sekitar 87%
pelajar menggunakan media sosial lebih dari 3 jam sehari. Sisanya? Mereka bohongin diri sendiri
atau paket datanya abis.
Kelas: (tertawa)
Dinda: (langsung nyambung, lebih serius) Tapi tentu, penggunaan media sosial juga punya sisi
positif. Seperti berbagi informasi, mengekspresikan diri, dan... eh... belajar dari konten edukatif.
Zoe: Iya, kayak aku. Belajar masak lewat TikTok, walau hasilnya... hmm... lebih mirip
eksperimen gagal di laboratorium.
Guru: (senyum menahan tawa) Lanjut ke kesimpulan.
Zoe: Kesimpulan dari kami, media sosial itu ibarat pisau dapur. Kalau dipakai dengan benar, bisa
bantu. Tapi kalau salah pakai, bisa bikin... hati tersayat. Terutama pas lihat story mantan bahagia
duluan.
Kelas: (riuh ketawa)
Dinda: Jadi, bijaklah dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai kita dikendalikan oleh
algoritma... apalagi oleh notif mantan.
(Zoe buka slide terakhir bertuliskan: “Gunakan jempolmu untuk hal baik, bukan buat stalking
diam-diam.”)
Zoe: Sekian dari kami. Kalau ada pertanyaan, boleh dikirim lewat DM... eh maksudnya, tanya
langsung sekarang.
Guru: Presentasi yang sangat... hidup. Meskipun penuh komedi, tapi tetap ada isinya. Kalian
berdua, bisa jadi stand-up comedian akademis.
Zoe: Terima kasih, Bu. Kalau akademik gagal, panggung hiburan masih terbuka lebar.
Dinda (tepuk dahi): Zoe... lo kok kayaknya udah pasrah banget sih hidupnya...
(Zoe dan Dinda kembali duduk, napas ngos-ngosan kayak habis lomba lari. Zoe langsung buka
botol minum dan minum kayak iklan air mineral.)
Zoe: Gue nggak tau itu presentasi... atau stand-up comedy dadakan.
Dinda: Gue juga deg-degan setengah mati. Tapi ya ampun, lo tuh kalo grogi malah makin lucu.
Zoe: Itu bukan grogi, Din. Itu udah pasrah. Gue tadi mikir, “Kalau gagal, ya setidaknya kita bikin
guru ketawa.”
ADEGAN 8 – MALAM DI RUMAH
(Zoe nonton drakor, rebahan di kasur, matanya tinggal 10% melek. Bunyi musik mellow dari
drama Korea mengalun pelan.)
Karakter Drama: “Aku mencintaimu... walau kamu dingin kayak AC kantor…”
(Zoe mulai baper.)
Zoe (menghela napas): Ya ampun... cowok-cowok di drakor tuh kayak mimpi. Yang di sekolah?
Mimpi buruk.
(Zoe narik selimut, posisi nonton udah setengah tengkurap.)
Zoe (ngomel-ngomel sendiri): Bu... boleh nggak aku pindah ke Korea? Bu? Bu...?
(Sunyi. Ibu nggak jawab.)
(Zoe diam sebentar, lalu mulai merem pelan.)
Zoe (setengah sadar): Nanti aja deh... pindahnya... abis episode... ini...
(Layar HP masih muter episode berikutnya. Zoe mendengkur halus, posisi HP masih di tangan.)
(Lampu kamar perlahan mati. Suara dengkuran Zoe terdengar makin jelas.)
TULISAN DI LAYAR: "Zoe akhirnya tidur... bukan karena niat, tapi karena ketiduran."
TAMAT.