0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

STBM

Diunggah oleh

bozzmuda59
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

STBM

Diunggah oleh

bozzmuda59
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)


FOKUS PILAR 4: PENGAMANAN SAMPAH RUMAH
TANGGA
Dosen Pengampu:

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
karunia-Nya, makalah yang berjudul “Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)” ini
dapat disusun dan diselesaikan dengan baik. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas
akademik yang bertujuan untuk menambah wawasan serta pemahaman mengenai konsep,
kebijakan, dan implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dalam upaya peningkatan
kesehatan lingkungan.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan penting dalam


pembangunan kesehatan lingkungan yang menekankan pada perubahan perilaku masyarakat
secara mandiri dan berkelanjutan. Oleh karena itu, melalui makalah ini penulis berupaya
menguraikan kebijakan nasional STBM, konsep dasar pendekatan STBM, pemberdayaan
masyarakat, komunikasi, advokasi, serta peran fasilitasi dalam mendukung keberhasilan
pelaksanaan STBM di masyarakat.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat keterbatasan dan
kekurangan, baik dari segi isi maupun penyajian. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini di masa yang
akan datang.

Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca,
khususnya mahasiswa dan praktisi di bidang kesehatan lingkungan, serta dapat menjadi
bahan referensi dalam memahami dan mengimplementasikan program Sanitasi Total
Berbasis Masyarakat.

DAFTAR ISI
COVER ............................................................................. 1
KATA PENGANTAR ............................................................. 2
DAFTAR ISI ..................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN .................................................... 4


A. Latar Belakang .......................................................... 4
B. Rumusan Masalah .................................................. 5
C. Tujuan ...................................................................... 5

BAB II PEMBAHASAN .................................................. 6


A. Kebijakan dan Strategi Nasional STBM .......... 6
B. Konsep Dasar Pendekatan STBM ..................... 7
C. Pemberdayaan Masyarakat dalam STBM ..... 8
D. Komunikasi dalam STBM ................................. 10
E. Advokasi dalam STBM ....................................... 12
F. Prinsip-Prinsip Dasar Fasilitasi ....................... 14

BAB III PENUTUP ..................................................... 16


A. Kesimpulan ............................................................. 16

DAFTAR PUSTAKA ........................................................ 18

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Sanitasi Total adalah kondisi ketika suatu komunitas tidak melakukan buang air besar
sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan secara aman,
mengelola sampah rumah tangga dengan aman, serta mengelola limbah cair rumah tangga
secara layak dan aman. Kondisi ini merupakan prasyarat penting dalam upaya peningkatan
derajat kesehatan masyarakat.

Berbasis masyarakat berarti menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, pengambil


keputusan, dan penanggung jawab dalam menciptakan serta meningkatkan kapasitasnya
untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan lingkungan. Pendekatan ini bertujuan untuk
mendorong kemandirian, kesejahteraan, dan keberlanjutan pembangunan kesehatan.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk mengubah


perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.
Pendekatan ini menandai pergeseran paradigma pembangunan sanitasi di Indonesia, dari
bantuan fisik bersubsidi menuju perubahan perilaku dan kemandirian masyarakat.

STBM diadopsi dari konsep Community Led Total Sanitation (CLTS) yang telah berhasil
diterapkan di berbagai wilayah, terutama dalam menghentikan praktik buang air besar
sembarangan. Program ini dicanangkan secara nasional untuk mendukung pencapaian target
pembangunan kesehatan lingkungan sebagaimana tercantum dalam RPJPN 2005–2025.

Pendekatan STBM dilaksanakan melalui tiga strategi utama, yaitu peningkatan kebutuhan
sanitasi, peningkatan penyediaan akses sanitasi, dan penciptaan lingkungan yang kondusif.
Strategi tersebut diwujudkan melalui lima pilar STBM, namun dalam makalah ini
pembahasan difokuskan pada Pilar 4 STBM yaitu Pengamanan Sampah Rumah Tangga
(PS-RT) karena pengelolaan sampah yang tidak aman masih menjadi permasalahan utama
kesehatan lingkungan di Indonesia.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana kebijakan dan strategi nasional STBM?


2. Apa konsep dasar pendekatan STBM?
3. Bagaimana pemberdayaan masyarakat dalam STBM?

C. Tujuan

1. Mengetahui kebijakan dan strategi nasional STBM.


2. Mengetahui konsep dasar pendekatan STBM.
3. Mengetahui pemberdayaan masyarakat dalam STBM.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Kebijakan dan Strategi Nasional STBM

Pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan nasional STBM melalui Keputusan Menteri


Kesehatan Republik Indonesia Nomor 852/MENKES/SK/IX/2008, yang kemudian diperbarui
dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 tentang STBM. Kebijakan ini
menegaskan STBM sebagai pendekatan perubahan perilaku higienis dan sanitasi melalui
pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

STBM digunakan sebagai pendekatan utama dalam pembangunan sanitasi nasional untuk
membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah penyakit berbasis lingkungan,
serta meningkatkan kemampuan masyarakat. Program ini juga mendukung komitmen
pemerintah dalam pencapaian target pembangunan global dan nasional terkait akses sanitasi
layak.

Strategi STBM meliputi penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment),


peningkatan kebutuhan sanitasi (demand creation), dan peningkatan penyediaan akses
sanitasi (supply improvement). Ketiga strategi tersebut menjadi dasar pencapaian lima pilar
STBM.

B. Konsep Dasar Pendekatan STBM

STBM merupakan pendekatan perubahan perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan
masyarakat dengan metode pemicuan. Pelaksana utama pendekatan ini adalah masyarakat itu
sendiri, baik individu, rumah tangga, maupun kelompok.
Konsep STBM diadaptasi dari Community Led Total Sanitation (CLTS) yang menekankan
perubahan perilaku tanpa subsidi. Prinsip utama CLTS adalah pemberdayaan masyarakat
dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama perubahan.

Prinsip-prinsip STBM meliputi tanpa subsidi, masyarakat sebagai pemimpin, tidak


menggurui atau memaksa, serta keterlibatan total seluruh komponen masyarakat.

C. Pemberdayaan Masyarakat dalam STBM

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya fasilitasi non-instruktif untuk meningkatkan


pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah,
merencanakan, serta melaksanakan solusi secara mandiri dengan memanfaatkan potensi
lokal.

Tahapan pemberdayaan meliputi peningkatan pengetahuan, perubahan sikap, dan penerapan


perilaku. Strategi pemberdayaan mencakup peningkatan kesadaran, pengorganisasian
masyarakat, advokasi, kemitraan lintas sektor, serta pemanfaatan kearifan lokal.

D. Komunikasi dalam STBM

Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi untuk membangun pemahaman dan


perubahan perilaku. Dalam STBM, komunikasi efektif menjadi kunci keberhasilan pemicuan
dan pendampingan masyarakat.

Komunikasi dapat berbentuk verbal dan nonverbal. Komunikasi efektif ditandai dengan
adanya umpan balik, kesamaan pemahaman, dan perubahan sikap. Hambatan komunikasi
dapat berasal dari perbedaan budaya, bahasa, status sosial, serta gangguan fisik.

E. Advokasi dalam STBM

Advokasi merupakan upaya strategis untuk memperoleh komitmen dan dukungan pemangku
kepentingan terhadap kebijakan dan program STBM. Advokasi dilakukan secara persuasif
dengan menyampaikan informasi yang akurat dan relevan.

Langkah advokasi STBM meliputi identifikasi isu strategis, analisis pemangku kepentingan,
penetapan tujuan, pengembangan pesan, serta pemantauan dan evaluasi.

F. Prinsip-Prinsip Dasar Fasilitasi

Fasilitasi dalam pelaksanaan Pilar 4 STBM berlandaskan prinsip kesetaraan, partisipasi, dan
pemberdayaan masyarakat. Fasilitator berperan sebagai katalisator dan pendamping
masyarakat dalam mengidentifikasi permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga serta
mendorong munculnya solusi berbasis potensi lokal.

Fasilitator tidak berperan sebagai pengambil keputusan, melainkan membantu masyarakat


agar mampu merencanakan dan melaksanakan sistem pengelolaan sampah rumah tangga
secara mandiri, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
G. Pilar 4 STBM: Pengamanan Sampah Rumah Tangga

Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PS-RT) merupakan pilar keempat dalam STBM yang
bertujuan untuk mendorong masyarakat mengelola sampah rumah tangga secara aman agar
tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Pengamanan sampah
mencakup kegiatan pengurangan, pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan
pembuangan akhir sampah secara benar.

Permasalahan utama dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia antara lain
rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, keterbatasan sarana prasarana,
kebiasaan membuang sampah sembarangan, serta minimnya pemanfaatan sampah sebagai
sumber daya. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan,
berkembangnya vektor penyakit, serta menurunnya kualitas kesehatan masyarakat.

Implementasi Pilar 4 STBM dilakukan melalui perubahan perilaku masyarakat dalam


mengelola sampah dari sumbernya. Upaya yang dapat dilakukan antara lain pemilahan
sampah organik dan anorganik, pengomposan sampah organik, pemanfaatan bank sampah,
serta pengurangan penggunaan bahan sekali pakai. Peran tenaga kesehatan lingkungan sangat
penting dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan pemantauan pelaksanaan Pilar 4
STBM di tingkat masyarakat.

Keberhasilan Pilar 4 STBM sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif masyarakat, dukungan
lintas sektor, serta keberlanjutan program berbasis kearifan lokal.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan nasional dalam


pembangunan sanitasi yang menekankan perubahan perilaku melalui pemberdayaan
masyarakat. Dalam makalah ini, pembahasan difokuskan pada Pilar 4 STBM yaitu
Pengamanan Sampah Rumah Tangga.

Pengamanan sampah rumah tangga menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan
pencemaran lingkungan dan penyakit berbasis lingkungan. Permasalahan pengelolaan
sampah di masyarakat masih memerlukan perhatian serius melalui peningkatan kesadaran,
perubahan perilaku, serta penyediaan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Peran komunikasi, advokasi, dan fasilitasi sangat menentukan keberhasilan implementasi


Pilar 4 STBM. Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan lintas sektor, diharapkan
pengelolaan sampah rumah tangga dapat dilakukan secara aman dan mandiri sehingga derajat
kesehatan lingkungan masyarakat dapat terus meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3
Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT. (n.d.). Retrieved September 19, 2022.

Komunikasi, Advokasi dan Fasilitasi STBM. (n.d.). FlipBuilder.

Anda mungkin juga menyukai