RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN MENDALAM
PENDEKATAN
DEEP LEARNING
Nama Sekolah : SDN 175755 LUMBAN BIRU
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Fase : I (satu) / Fase A
Semester : Ganjil
Alokasi Waktu : 2 × 35 menit (1 JP = 35 menit)
Topik : Pengurangan bilangan samapai sepuluh
Rencana Pembelajaran Mendalam Matematika Kelas 1
Materi: Pengurangan Bilangan Sampai 10
Rencana pembelajaran ini disusun untuk siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD)
berdasarkan Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada pengembangan kemampuan
berhitung dasar. Pembelajaran dirancang secara mendalam untuk memastikan siswa
memahami konsep pengurangan melalui pendekatan konkret, semi-konkret, dan
abstrak. Alokasi waktu: 2 x 35 menit (1 pertemuan).
1. Identifikasi
Mata Pelajaran: Matematika
Kelas/Semester: 1 / Ganjil
Materi Pokok: Pengurangan Bilangan Sampai 10
Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu memahami konsep pengurangan sebagai operasi
kebalikan dari penjumlahan, melakukan pengurangan sederhana hingga 10, dan
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar:
o Elemen: Bilangan (memahami operasi pengurangan).
o Capaian Pembelajaran: Pada akhir Fase A (kelas 1-2), siswa dapat melakukan operasi
pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan benda konkret.
Alat dan Bahan: Kartu bilangan, benda manipulatif (seperti pensil, batu, atau jari tangan),
gambar ilustrasi, proyektor (opsional), dan LKPD.
Sumber Belajar: Buku teks Matematika Kelas 1, video animasi pengurangan sederhana, dan
lingkungan sekitar kelas.
2. Kesiapan Peserta Didik
Siswa kelas 1 umumnya berusia 6-7 tahun, berada pada tahap perkembangan kognitif
konkret operasional awal (menurut Piaget). Kesiapan siswa meliputi:
Pengetahuan Prasyarat: Siswa telah mengenal bilangan 1-10, dapat menghitung maju dan
mundur, serta memahami konsep penjumlahan sederhana (misalnya, 2 + 3 = 5). Jika belum,
lakukan review singkat.
Kemampuan Fisik dan Motorik: Siswa mampu memanipulasi benda kecil (seperti
menghitung jari atau batu) dan menulis bilangan dasar.
Karakteristik Siswa: Siswa cenderung aktif, suka bermain, dan belajar melalui visual serta
kinestetik. Potensi hambatan: Beberapa siswa mungkin kesulitan membedakan pengurangan
dari penjumlahan jika tidak diberi contoh konkret. Untuk siswa berkebutuhan khusus
(misalnya, disleksia), gunakan alat bantu visual lebih banyak.
Strategi Persiapan: Lakukan pre-test sederhana (misalnya, "Hitunglah 5 - 2 menggunakan
jari") untuk mengukur kesiapan, dan kelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuan
(kelompok rendah, sedang, tinggi).
3. Karakteristik Materi Pelajaran
Materi pengurangan bilangan sampai 10 bersifat:
Abstrak ke Konkret: Konsep pengurangan (mengambil sebagian dari keseluruhan) dimulai
dari benda nyata (konkret) seperti "ada 5 apel, dimakan 2, sisa berapa?" untuk menghindari
kesulitan abstrak pada usia dini.
Relevan dengan Kehidupan Sehari-hari: Materi terkait aktivitas seperti berbagi makanan,
bermain, atau menghitung mainan, sehingga mudah dipahami dan diterapkan.
Hierarkis: Dibangun dari pengenalan simbol "-" hingga penyelesaian soal sederhana tanpa
regrouping (misalnya, 7 - 3 = 4).
Interdisipliner: Dapat dikaitkan dengan bahasa (cerita sederhana) dan seni (gambar ilustrasi).
Potensi Kesulitan: Siswa mungkin bingung antara pengurangan dan penjumlahan jika tidak
ada konteks, atau salah menghitung jika bilangan mendekati 0 (misalnya, 10 - 10 = 0). Solusi:
Gunakan model bar atau garis bilangan.
4. Dimensi Profil Lulusan
Pembelajaran ini mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila dengan dimensi sebagai
berikut:
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Siswa belajar berbagi
(pengurangan sebagai "memberi sebagian") untuk menumbuhkan sikap dermawan.
Berkebinekaan Global: Diskusi kelompok dengan siswa dari latar belakang berbeda untuk
menghargai perbedaan pendapat dalam menyelesaikan soal.
Bergotong Royong: Aktivitas kelompok dalam menghitung pengurangan menggunakan
benda bersama.
Mandiri: Siswa menyelesaikan LKPD secara individu setelah demonstrasi.
Bernalar Kritis: Siswa diminta menjelaskan alasan hasil pengurangan (misalnya, "Mengapa 8
- 4 = 4?").
Kreatif: Siswa membuat cerita sederhana tentang pengurangan menggunakan gambar.
5. Desain Pembelajaran
Desain mengikuti model pembelajaran berbasis discovery learning dengan pendekatan
TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge).
Pendekatan: Student-centered, dimulai dari masalah nyata ke konsep matematis.
Model Pembelajaran:
o Pendahuluan (10 menit): Apersepsi dengan cerita "Ada 10 permen, dibagikan 3, sisa
berapa?" untuk membangkitkan minat.
o Inti (50 menit): Eksplorasi konsep melalui manipulatif, diskusi, dan latihan.
o Penutup (10 menit): Refleksi dan penugasan.
Metode: Ceramah interaktif, demonstrasi, diskusi kelompok, dan permainan.
Media: Benda manipulatif, kartu bilangan, dan video animasi.
Diferensiasi: Untuk siswa cepat, tambahkan tantangan seperti pengurangan dengan bilangan
lebih besar; untuk siswa lambat, gunakan bantuan satu-satu.
6. Pengalaman Belajar
Pengalaman belajar dirancang untuk membuat siswa aktif dan menyenangkan:
Aktivitas 1: Pengenalan Konsep (Kontekstual): Siswa mendengarkan cerita dan
menggunakan jari tangan untuk menghitung pengurangan (misalnya, 6 - 2).
Aktivitas 2: Eksplorasi (Kelompok): Kelompok kecil menggunakan batu atau pensil untuk
menyelesaikan soal seperti 9 - 4, kemudian presentasikan.
Aktivitas 3: Aplikasi (Individu): Siswa menggambar situasi pengurangan dan menghitungnya.
Aktivitas 4: Permainan: "Permainan Hilang" di mana siswa "menghilangkan" benda dan
menghitung sisa.
Refleksi: Siswa menjawab "Apa yang kamu pelajari hari ini?" untuk menginternalisasi
pengalaman. Pengalaman ini menekankan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential
learning) agar siswa tidak hanya hafal, tapi paham.
7. Asesmen Pembelajaran
Asesmen dilakukan secara formatif dan sumatif untuk mengukur pencapaian tujuan.
Asesmen Awal: Observasi kesiapan siswa melalui pertanyaan lisan (misalnya, "Hitung 5 - 1").
Asesmen Proses: Observasi selama aktivitas kelompok, catat partisipasi dan pemahaman.
Asesmen Akhir: Tes tertulis sederhana di LKPD dan lisan (misalnya, "Jelaskan 7 - 3").
Instrumen: Checklist observasi, soal pilihan ganda/gambar, dan portofolio gambar siswa.
Kriteria Keberhasilan: 80% siswa mampu menyelesaikan minimal 80% soal dengan benar.
8. Rubrik Penilaian
Rubrik penilaian untuk asesmen akhir (skala 1-4, dengan deskripsi).
Skor 4
Aspek Skor 3 Skor 2 Skor 1
(Sangat
Penilaian (Baik) (Cukup) (Kurang)
Baik)
Siswa dapat Siswa
Pemaham menjelaskan menjelaskan Siswa
Siswa tidak
an konsep dengan menjelaskan
bisa
Konsep dengan benar, tapi sebagian,
menjelaskan
Penguran contoh nyata butuh tapi ada
konsep.
gan dan benar bantuan kesalahan.
sepenuhnya. minimal.
Menyelesaika
Kemamp n semua soal Menyelesaika Menyelesaika
Menyelesaika
uan (5 soal) n 4 soal n 2-3 soal
n kurang dari
Menghitu dengan benar dengan dengan
2 soal.
ng tanpa benar. benar.
bantuan.
Aplikasi Membuat Membuat Membuat Tidak bisa
Skor 4
Aspek Skor 3 Skor 2 Skor 1
(Sangat
Penilaian (Baik) (Cukup) (Kurang)
Baik)
cerita
dalam cerita cerita tapi
pengurangan membuat
Kehidupa sederhana kurang
kreatif dan cerita.
n tapi benar. relevan.
relevan.
Aktif
Partisipas
berpartisipas
i dan Berpartisipas Berpartisipas Tidak
i dan
Kerja i baik. i minimal. berpartisipasi.
membantu
Sama
teman.
Skor total: (Jumlah skor / 4) x 25 = Nilai akhir (skala 100).
9. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama Siswa: ___________________________ Kelas: 1
Petunjuk: Kerjakan soal-soal berikut dengan menggunakan gambar atau benda di
sekitarmu!
1. Hitung dan Gambar: Ada 8 burung di pohon. Terbang 3 burung. Sisa berapa? Gambar:
[Ruang untuk gambar] Jawab: 8 - 3 = ______
2. Soal Cerita: Rina punya 10 pensil. Dipinjamkan 2 ke teman. Sisa berapa pensil Rina? Jawab:
______ - ______ = ______
3. Hitung dengan Jari: Gunakan jari tanganmu: 7 - 4 = ______ (Tulis langkahnya).
4. Buat Cerita Sendiri: Buatlah cerita sederhana tentang pengurangan (misalnya, tentang
mainan). Cerita: ______________________________ Hitung: ______ - ______ = ______
Refleksi: Apa yang menyenangkan dari belajar pengurangan hari ini?
______________________________
Guru dapat menyalin LKPD ini untuk dicetak dan dibagikan. Jika diperlukan,
tambahkan gambar ilustrasi untuk memudahkan siswa.
Rencana ini dapat disesuaikan berdasarkan kondisi kelas. Selamat mengajar!