0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan7 halaman

SENDAL

Dokumen ini membahas dampak ekonomi dan sosial dari sektor migas terhadap sektor kelautan dan perikanan di pulau X, Kalimantan Utara. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas bisnis migas mengurangi pendapatan nelayan dan mempengaruhi produksi ikan, dengan beberapa jenis alat tangkap mengalami penurunan signifikan. Metode yang digunakan adalah Extended Cost Benefit Analysis untuk mengukur dampak langsung dan tidak langsung terhadap masyarakat lokal.

Diunggah oleh

reynaldo rizky
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan7 halaman

SENDAL

Dokumen ini membahas dampak ekonomi dan sosial dari sektor migas terhadap sektor kelautan dan perikanan di pulau X, Kalimantan Utara. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas bisnis migas mengurangi pendapatan nelayan dan mempengaruhi produksi ikan, dengan beberapa jenis alat tangkap mengalami penurunan signifikan. Metode yang digunakan adalah Extended Cost Benefit Analysis untuk mengukur dampak langsung dan tidak langsung terhadap masyarakat lokal.

Diunggah oleh

reynaldo rizky
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : M.

Raihan Rizki Pratama (2201016067)


Reynaldo Rizky Ramadhan (2201016113)
Mata Kuliah : Valuasi Ekonomi SDAL EP/B

Valuasi Dampak Ekonomi dan Sosial pada Bisnis Sektor Migas terhadap Sektor
Kelautan dan Perikanan

1. Latar Belakang
Sektor migas adalah salah satu sektor strategis dalam perekonomian Indonesia.
Eksplorasi minyak dan gas memiliki peran penting dalam memberikan nilai tambah kepada
pertumbuhan ekonomi nasional yang meningkat dan berkelanjutan. Kalimantan Utara
(Kaltara) adalah salah satu provinsi dengan potensi sektor migas yang besar. Pemanfaatan
sektor migas di Kalimantan Utara belum signifikan. Berdasarkan BPS Kalimantan Utara
(2013), produksi minyak bumi Kaltara adalah sebesar 3.076,25 ribu barel dan produksi gas
bumi Kaltara sebesar 1.474.44 ribu MMBTU. Kontribusi ekspor di provinsi ini masih di
dominasi oleh komoditas mineral non-migas yaitu batu bara mendominasi sebesar 79,6% dari
total ekspor luar negeri Kaltara. Oleh karena itu, tingginya potensi migas di Kalimantan Utara
perlu dioptimalkan.
Terdapat 32 pulau di Kabupaten Bulungan di mana salah satu pulau memiliki potensi sektor
migas yang besar yang kemudian disebut pulau X. Di pulau X terdapat enam perusahaan
tambang migas dan batu bara pada tahun 2015 dan salah satunya menjadi objek pada
penelitian ini. Aktivitas usaha sektor migas semestinya memberikan dampak khususnya untuk
masyarakat lokal (sekitar) sehingga memberi dampak secara langsung maupun tidak langsung
pada aktivitas masyarakat di perairan pulau X di Kalimantan Utara. Oleh karena itu, pada
makalah ini dikaji nilai dampak ekonomi dan sosial sektor migas di perairan pulau X
Kalimantan Utara.

2. Metode
Kajian ini menggunakan metode surplus produksi dan pendekatan upah yang kemudian
dianalisis menggunakan Extended Cost Benefit Analyis. Extended Cost Benefit Analysis
adalah analisis kuantitatif menggunakan analisis monetisasi yaitu pengukuran dampak
dengan ukuran monetary unit. Metode ini dilakukan untuk menganalisis suatu kawasan
dengan memasukkan unsur biaya dan manfaat yang disesuaikan dengan kawasan/spasial
daerah penelitian. Dalam penelitian ini, beberapa aspek berupa dampak ekonomi dan sosial
tidak langsung terhadap semua stakeholder dimasukkan dalam perhitungan (Jenkins 1998).
Extended Cost Benefit Analysis adalah perhitungan total manfaat dan biaya dari dampak akan
beroperasinya bisnis baik manfaat langsung dan tidak langsung yang dikeluarkan atau
diterima oleh stakeholders.

9.4 Hasil Dan Pembahasan


Aktivitas sektor migas di perairan pulau X akan mempersempit ruang dan aktivitas nelayan
karena operasional aktivitas bisnis yang berada di laut. Aktivitas perusahaan dianalisis
menggunakan analisis dampak ekonomi dan sosial dengan mengilustrasikan kegiatan bisnis
perusahaan pada tahun 2018 dan hubungannya dengan pendapatan nelayan. Pada grafik di
bawah ini akan menunjukkan produksi ikan di perairan di pulau X pada tahun 2016 dan 2017
yang memiliki tren produksi ikan yang berfluktuatif.

9.3.1 Perubahan Produksi Dan Pendapatan Nelayan Periode Sebelum Dan saat
Aktivitas Bisnis
Berdasarkan proporsi alat tangkap, nelayan bagan tancap memiliki proporsi produksi
terbesar dari total jumlah produksi ikan, yaitu 31,99%, sedangkan proporsi produksi terkecil
adalah nelayan trammel net & pancing yakni sebesar 6,43%.
Jenis Alat Tangkap Proporsi Produksi (%) Perubahan Produksi (%)
Bubu & Pancing 11,54 -13,13
Gill Net & Pancing 16,59 -11,04
Pancing 16,28 -17,88
Rawai & Pancing 17,18 1,60
Trammel Net & Pancing 6,43 28,83
Bagan Tancap 31,99 -25.00
Total 100%

9.3.2 Perubahan Produksi dan Pendapatan Nelayan Bubu dan Pancing Sebelum dan
Saat Aktivitas Bisnis
Berdasarkan hasil survei terhadap nelayan bubu & pancing didapatkan bahwa rata-rata
jumlah tangkapan ikan pada nelayan bubu & pancing per bulan pada saat sebelum bisnis
tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Meskipun jumlah tangkapan tidak mengalami
perubahan namun jumlah pendapatan nelayan bubu mengalami penurunan sekitar 14,14%,
hal jenis dikarenakan adanya penurunan jounan tangkapan beberapa jenis ikan yang memiliki
nilai ekonomis tinggi.
Jenis Ikan Jumlah Tangkapan Harga/Kg Pendapatan (Rp/Bulan)
(kg/bulan)
Sebelum Saat Sebelum Saat
aktivias Aktivitas Aktivitas Aktivitas
Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis
Ikan Kakap 30,49 64,10 57.000 1.738.068 3.653.700
Merah
Ikan Kuwe 24,39 0,00 35.000 853.788 -
Ikan Kerapu 75,31 68,06 47.000 3.539.605 3.198.777
Ikan Kakap 59,94 0,00 35.000 2.097.900 -
Ikan 18,54 20,49 35.000 648.879 717.182
Senangin
Ikan 26,16 78,10 35.000 915.688 2.733.674
Kulibalai
Ikan Kurau 26,19 0,00 75.000 1.966.761 -
Jumlah 230,53 230,75 11.769.778 10.303.368

9.3.3 Perubahan Produksi Dan Pendapatan Nelayan Bagan Tancap Sebelum Dan Saat
Aktivitas Bisnis
Pada hasil survei didapatkan bahwa nelayan bagan terkena dampak paling signifikan pada
kegiatan. Perubahan pendapatan yang diperoleh nelayan bagan tancap dari sebelum aktivitas
bisnis dan Setelah aktivitas bisnis, yaitu mengalami penurunan sebesar -54,82% Hal ini
disebabkan karena lokasi aktivitas bisnis tidak jauh dari lokasi bagan tancap sehingga lampu
pada aktivitas bisnis mengganggu alur kan ke bagan tancap. Alat bagan tancap adalah alat
tangkap yang menggunakan cahaya sebagai alat bantu penangkapan sehingga saat bisnis,
cahaya lampu yang lebih intens dapat lebih menarik perhatian ikan.

Jenis Ikan Jumlah Tangkapan Harga/Kg Pendapatan (Rp/Bulan)


(kg/bulan)
Sebelum Saat Sebelum Saat
aktivias Aktivitas Aktivitas Aktivitas
Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis
Ikan Teri 600 400 15.00 9.000.000 6.000.000
Kakap 20 12 35.000 700.000 420.000
Ikan Kuwe 28 16 35.000 980.000 560.000
Lainnya 16 8 35.000 560.000 280.000
Jumlah 664 436 11.240.000 7.260.000
9.3.4 Perubahan Produksi dan Pendapan Nelayan Rawai dan Pancing Sebelum dan
Saat Aktivitas Bisnis
Nelayan rawai & pancing tidak mengalami dampak yang signifikan pada kegiatan. Hal ini
disebabkan karena alat tangkap rawai & pancing yang lebih dinamis dibandingkan dengan
alat tangkap bagan tancap atau bubu. Pendapatan nelayan rawai & pancing cenderung
mengalami peningkatan pada saat aktivitas bisnis meskipun peningkatan pendapatan tersebut
relatif kecil, yakni 1,07%.

Jenis Ikan Jumlah Tangkapan Harga/Kg Pendapatan (Rp/Bulan)


(kg/bulan)
Sebelum Saat Sebelum Saat
aktivias Aktivitas Aktivitas Aktivitas
Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis
Ikan Kakap 38,03 26,28 57.000 2.167.710
Merah
Ikan Kuwe 48,81 62,68 35.000 1.708.350
Ikan kerapu 46,76 36,08 47.000 2.197.720
Ikan Karang 27,95 27,50 25.000 698.750
Ikan - 46,20 25.000 -
Cakalang
Ikan Kakap 28,25 25,34 35.000 988.750
Ikan Rumah- 34,52 - 35.000 1.208.200
rumah
Ikan Tamban 36,62 - 17.000 622.540
Ikan 21,88 17,60 35.000 765.800
Senangin
Ikan 29,58 63,56 35.000 1.035.300
Kulibalai
Ikan Kurau 30,80 35,20 75.000 2.310.000
Ikan Dapak 23,94 28,60 42.000 1.005.480
Jumlah 367,14 369,04 14.708.600

9.3.5 Perubahan Produksi dan Pendapatan Nelayan Trammel Net dan Pancing Sebelum
dan Aktivitas Bisnis
Produksi nelayan trammel net & pancing tidak berpengaruh signifikan dengan adanya
kegiatan bisnis tersebut karena nelayan trammel net & pancing lebih dinamis dan memiliki
area fishing ground yang lebih luas. Hasil survei yang dilakukan kepada nelayan trammel net
& pancing diperoleh bahwa jumlah tangkapan setelah bisnis (Juli-Oktober) mengalami
peningkatan dibandingkan sebelum adanya bisnis (Januari-Juni).
Jenis Ikan Jumlah Tangkapan Harga/Kg Pendapatan (Rp/Bulan)
(kg/bulan)
Sebelum Saat Sebelum Saat
aktivias Aktivitas Aktivitas Aktivitas
Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis
Udang 11,10 16,41 90.000 999.000 1.476.900
Windu
Udang Putih 43,51 46,06 80.000 3.480.800 3.684.800
Ikan Kakap 16,11 17,26 57.000 918.270 983.820
Merah
Ikan Kuwe 12,67 13,42 35.000 443.450 469.700
Ikan Kerapu 14,69 15,56 47.000 690.430 469.700
Ikan Kakap 15,81 17,37 35.000 553.350 607.950
Ikan - 33,96 35.000 - 1.188.600
Kulibalai
Jumlah 113,89 160,04 7.085.300 9.143.090

9.3.6 Perubahan Produksi dan Pendapatan Nelayan Gill Net dan Pancing Sebelum dan
Saat Aktvitas Bisnis
Adanya kegiatan bisnis tidak terlalu berpengaruh besar terhadap jumlah tangkapan nelayan
gill net & pancing meskipun dari hasil survei yang dilakukan kepada nelayan gill net &
pancing diketahui bahwa jumlah tangkapan nelayan gill net & pancing mengalami penurunan
pada waktu sesudah bisnis dibandingkan sebelum adanya bisnis. Penurunan jumlah
tangkapan yang terjadi masih relatif kecil, yakni berkisar 4,37%.
Jumlah Tangkapan
Pendapatan (Rp/Bulan)
(kg/bulan)
Jenis Ikan Sebelum Saat Harga/Kg Sebelum Saat
aktivias Aktivitas Aktivitas Aktivitas
Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis
Ikan Kakap
26,45 29,66 57.000 1.507.650 1.690.620
Merah
Ikan Kuwe 45,09 60,95 35.000 1.578.150 2.133.250
Ikan Kerapu 37,36 40,70 47.000 1.755.920 1.912.900
Ikan Karang 26,21 23,06 25.000 655.250 576.500
Ikan Kakap 36,64 33,11 35.000 1.282.400 1.158.850
Ikan Rumah-
27,96 - 35.000 978.600 -
rumahan
Ikan Tamban 28,97 - 35.000 1.013.950 -
Ikan Senangin 42,51 36,57 35.000 1.487.850 1.279.950
Ikan Kulibalai 31,69 41,55 35.000 1.109.150 1.454.250
Ikan Kurau 41,39 41,39 75.000 3.104.250 3.104.250
Ikan Dapak 27,32 28,14 42.000 1.147.440 1.181.880
Jumlah 371,59 335,13 15.620.610 14.492.450
9.3.7 Perubahan Produksi dan Pendapatan Nelayan Pancing Sebelum dan Saat
Aktivitas Bisnis
Berdasarkan survei yang dilakukan kepada nelayan pancing diperoleh bahwa rata-rata jumlah
tangkapan nelayan pancing per bulan pada saat sebelum bisnis adalah 375,49 kg dan pada
saat setelah bisnis rata-rata sebanyak 298,64 kg. Adanya penurunan jumlah tangkapan ikan
meyebabkan pendapatan nelayan pancing pada saat setelah bisnis juga mengalami penurunan
sebesar 10,97%.

Dampak Kegiatan Aktivitas Bisnis Terhadap Pengepul Ikan


Dampak kegiatan bisnis juga dirasakan oleh pengepul ikan karena nelayan menjual
langsung hasil tangkapannya kepada pengepul.
Persentase
Sebelum Saat
Perubahan
Jumlah ikan yang dibeli
14.778 10.434 -29%
dari Nelayan (Kg)
Total Pembelian (Rp) 814.602.840 483.844.480 -41%
Total Penjualan (Rp) 929.473.680 563.317.840 -39%
Keuntungan (Rp) 114.870.840 79.473.360 -31%

Dampak Kegiatan Aktivitas Bisnis Terhadap Industri Pengolahan Ikan


Biaya Variabel
Persentase
No Jumlah
Bahan Baku Berat (Kg) Harga (Rp) Biaya (%)
(Rp)
1 Rumput laut 27 16.000 432.000 2,98
2 Pari 25 22.000 550.000 3,79
3 Bandeng 180 40.000 7.200.000 49,60
4 Tepung 414 6.000 2.484.000 17,11
5 Bumbu 116 30.000 3.480.000 23,97
6 Listrik 1 100.000 100.000 0,69
7 Gas 1 200.000 200.000 1,38
8 Air 1 70.000 70.000 0,48
Total Biaya 14.516.000 100

Estimasi Valuasi Dampak Ekonomi dan Sosial Aktivitas Bisnis


No Uraian Dampak Ekonomi Dampak Sosial
WTP Masyarakat Pulau X terhadap
1 93.625.080
Aktivitas
2 Kehilangan Pendapatan Nelayan [Link]
3 Kehilangan Pendapatan pekerja ABK [Link]
Kehilangan Pendapatan Pengepul
4 [Link]
Ikan
Kehilangan Pendapatan Industri
5 63.605.849
Pengolahan Ikan
Kehilangan Pendapatan Penjual
6 83.052.000
Bahan Bakar
7 Kehilangan Pendapatan Penjual Es 12.150.000
Kehilangan Pendapatan Penjual
8 70.800.000
pangan
9 Kompensasi/ganti rugi Rumpon 25.000.000
10 Kerusakan SDA Perikanan* 158.535.000
Total [Link] [Link]

Anda mungkin juga menyukai