0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan31 halaman

SCMsession 15

Dokumen ini membahas peran teknologi informasi dalam manajemen rantai pasok, termasuk infrastruktur TI, komponen-komponen TI, dan isu-isu pengembangan TI. Teknologi informasi dianggap sebagai alat penting untuk meningkatkan kinerja rantai pasok dengan menyediakan informasi yang akurat, tepat, dan dapat diakses. Selain itu, dokumen ini menjelaskan berbagai sistem seperti ERP, CRM, dan SRM yang mendukung proses manajerial dalam rantai pasok.

Diunggah oleh

ariangga saputra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan31 halaman

SCMsession 15

Dokumen ini membahas peran teknologi informasi dalam manajemen rantai pasok, termasuk infrastruktur TI, komponen-komponen TI, dan isu-isu pengembangan TI. Teknologi informasi dianggap sebagai alat penting untuk meningkatkan kinerja rantai pasok dengan menyediakan informasi yang akurat, tepat, dan dapat diakses. Selain itu, dokumen ini menjelaskan berbagai sistem seperti ERP, CRM, dan SRM yang mendukung proses manajerial dalam rantai pasok.

Diunggah oleh

ariangga saputra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Page 1/6

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT [SCM]


Session 15 : TEKNOLOGI INFORMASI dalam MANAJEMEN RANTAI PASOK
Friday, December 26th, 2025

Johanes F. Ferry Yanto


2025
Today’s Topic Discussion

[Peran Informasi dalam Rantai Pasok]


[Teknologi Informasi untuk Rantai Pasok]
[Infrastruktur TI]
[Komponen-komponen TI dalam Rantai Pasok]
[Isu-isu Pengembangan TI untuk Rantai Pasok]
[Ringkasan]
[Pendahulan : Peran Informasi dalam Rantai Pasok]
- Teknologi Informasi : alat yang digunakan untuk mengetahui adanya informasi, menganalisis
informasi ini → digunakan untuk meningkatkan kinerja rantai pasok.
- Informasi sangat penting untuk kinerja rantai pasok karena informasi menjadi dasar
pelaksanaan proses rantai pasok dan dasar bagi manajer SC membuat Keputusan.

INTERNAL PERUSAHAAN

PERENCANAAN Rencana
kapasitas distribusi
Saluran
Rencana distribusi Alat
produksi distribusi

Tingkat
DISTRIBUSI
PRODUKSI persediaan
permintaan Ketersediaan
bahan baku &
persediaan produk Harga
bahan baku jadwal promosi
kebutuhan & GUDANG
PEMASOK
pengiriman
spesifikasi PELANGGAN
material realisasi
pesanan permintaan
produksi
Persediaan PEMASARAN &
PENGADAAAN
permintaan
PENJUALAN
kapasitas waktu budget produk jadi
pengiriman
Purchase order KEUANGAN
requisition budget

Informasi dalam Rantai Pasok


[Pendahulan : Peran Informasi dalam Rantai Pasok]

- Menurut Chopra dan Meindl (2007) informasi harus memiliki beberapa karakteristik :

* Akurat : informasi harus menggambarkan kondisi yang sebenarnya agar manajer dapat
mengambil Keputusan dengan baik.

* Tepat : Informasi yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan

* dapat diakses pada saat dibutuhkan : data available tapi tidak bisa di dapatkan/diakses →
tidak dapat digunakan juga
[Teknologi Informasi untuk Rantai Pasok]

- Menurut Chopra & Meindll (2007) , mengistilahkan TI sebagai mata dan telinga, bahkan
Sebagian dari otak dari manajemen dalam sebuah rantai pasok yang menangkap dan
menganalisa informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan Keputusan.

- Simchi-Levi dkk (2004), tujuan penerapan TI manajemen rantai pasok Adalah


a) Mengumpulkan informasi mengenai sebuah produk mulai dari produksi sampai
pengiriman dan pembelian dan menyediakan pola pandang bagi semua pihak dalam rantai
pasok
b) Menyediakan akses bagi seluruh data dan informasi yang ada didalam system melalui satu
titik kontak (single point of contact)
c) Menganalisis, merencanakan dan membuat trade off berdasarkan informasi dari seluruh
komponen dalam rantai pasok
d) Kolabolarasi dengan partner untuk mengatasi ketidakpastiaan, antara lain melalui
pembagian informasi, dan mencapai optimasi global
ke-4 tujuan tersebut tidak harus dicapai secara bersamaan dan tidak selalu tergantung satu
sama lainnya.
[Teknologi Informasi untuk Rantai Pasok]

- Kerangka dalam TI untuk implementasi di Supply Chain

e-BUSINESS
KOMPONEN
KOMPONEN
TEKNOLOGI
ANALYICAL TOOLS
INFORMASI
DALAM RANTAI
PASOK
ENTERPRISE RESOURCE PLANNING

INFRASTRUKTUR
TEKNOLOGI SISTEM OPERASI BASIS DATA PRESENTASI
INFORMASI
[INFRASTRUKTUR TI]
• Infrastruktur Adalah bagian penting dalam implementasi IT.
• Beberapa tingkatan dalam infrastruktur :

(1) Sistem Operasi dan Jaringan


Sistem operasi : sekumpulan perangkat lunak yang mengatur penggunaan perangkat keras
dan program aplikasi (windows, Unix, Linux , Mac OS)
Arsitektur system telah berkembang dari legacy systems menjadi arsitektur client/server
- Rantai pemasok dan pelanggan secara umum saat ini beroperasi n=melalui internet yang
merupakan bentuk terdistribusi dari struktur client/server atau jaringan dari jaringan Dimana
web browser Adalah client tersambung dengan sebuat web server.
- VPN (Virtuil Private Network) Adalah metode transmisi berbasis internet yang murah dan
aman yang memungkinkan komunikasi antara data pengguna dengan rantai pasok. VPN
menggunakan protocol enkripsi untuk memastikan komunikasi aman.

(2) Basis Data (data base)


- Basis data Adalah Gudang data yang terstruktur untuk melayani kebutuhan tertentu. Basis
data ini membutuhkan suatu system manajemen basis data (Database Management
Systems/DBMS) yaitu sebuah perangkat lunak yang dirancang untuk mengorganisasikan data
dan menyediakan mekanisme untuk menyimpan, memelihara dan mengambil data pada
medium fisik (basis data)
[INFRASTRUKTUR TI]
(2) Basis Data (data base)
- Tipe tipe basis data :
a. Relational Database : bentuk paling umum dalam data base yang memungkinkan
pengguna untuk mendapatkan informasi yang diambil dari 2 atau lebih data base
yang terdiri dari array 2 dimensi.
b. Object-Oriented Database : sama dengan relational data base ditambah
penyimpanan data dengan gambar dan video
c. Data Warehouse : Gudang data yang khusus disiapkan untuk mendukung aplikasi
pengambilan Keputusan. Warehouse data menggabungkan data dari beberapa basis
data dan system pemrosesan transaksi untuk kebutuhan tertentu.
Data warehouse paling tepat digunakan untuk Keputusan-Keputusan perencnaan
seperti Dimana atau berapa banyak persediaan harus disimpan, sementara basis
data transaksional paling tepat untuk Keputusan real time seperti pergerakan
persediaan
d. Datamarts : versi kecil dari sebuah data warehouse yang digunakan untuk
kebutuhan department tertentu
e. Groupware Database : basis data yang umumnyadigunakan untuk membatasi akses
data pada kelompok pengguna yang telah ditentukan → basis data ini penting untuk
rantai pasok karena memungkinkan Perusahaan-Perusahaan untuk mengontrol
data yang dibagi dengan partner tertentu tanpa mengorbankan basis data tertentu
[INFRASTRUKTUR TI]
(3) Aplikasi
Level aplikasi dari infrastruktur system meliputi semua aplikasi perangkat lunak yang
digunakan untuk merencanakan, membuat, emgadakan, memperhitungkan dan mengembalikan
produk dan jasa.

(4) Presentasi
Bagian lagi dari infrastruktur Adalah presentasi yang meliputi Graphical User Interface (GUI)
untuk semua aplikasi dan teknologi komunikasi.
Beberpa perangkat GUI yang umum digunakan Adalah PC, pesan suara, terminal, peralatan
internet, barcode scanners dan personal digital assistant → perkembangan terakhir Adalah RFID
(Radion Frequency Identification) yang dengan cepat berkembang sebagai standar dalam alat
presentasi.
[KOMPONEN-KOMPONE TI dalam RANTAI PASOK]

- Menurut Chopra & Meindl (2007) dan Simchi-Levi dkk (2004) : ;komponen-komonen TI dalam
rantai aso sebagai aplikasi atau perangkat lunak yang mendukung berbagai proses manajerial
dalam rantai pasok.
- Sebagai dasar dari aplikasi ini Adalah ERP (Enterprise Resurce Planning) → tulang punggung
dari semua perusahan yang mampu mengintegrasikan berbagai fungsi dan membuat
Perusahaan lebih efisien.
- Fungsi Utama ERP Adalah menyediakan data dan infrmasi dari suatu sumber secara real time.
ERP tidak bisa digunakan sebagai alat pengambil Keputusan → untuk kebutuhan perencanaan,
pelaksanaan dan pengendalian makan dibutuhkan support system yang lain spt Analytical
Solutions dan Decision Support System.
- Menurut Chopra dan Meindl (2007) mengelompokkan perangkat lunak pendukung SC
berdasarkan 3 proses :
(1) supplier relationship management,
(2) internal supply chain management,
(3) customer relationship management
[KOMPONEN-KOMPONE TI dalam RANTAI PASOK]
Kerangka Kerja Komonen-komonen Rantai Pasok
DOWNSTREAN e-
e-BUSINESS UPSTREAN e-COMMERCE INTERNAL
COMMERCES
STRATEGIS PERANCANGAN JARINGAN

TAKTIS SUPPLY CHAIN MASTER PLANNING INVENTORY PLANNING


PERENCANAAN PERENCANAAN PERENCANAAN PERENCANAAN PERENCANAAN
PERENCANAAN PASOKAN
OPERASIONAL PRODUKSI PERSEDIAAN TRANSPORTASI PERMINTAAN
SUPPLIER REKATIONSHIP CUSTOMER RELATIONSHIP
INTERNAL SUPPLY CHAIN MANAGEMENT 9ISCM)
MANAGEMENT (SRM) MANAAGEMENT (CRM)

PELAKSANAAN KOLABORASI RANCANGAN PEMASARANA


OPERASIONAL SOURCE PENJUALAN
NEGOSIASI FULLFILLMENT FIELD SERVICE MANAJEMENT
PEMBELIAN PEMESANAN
KOLABORASI PASOKAN CALL/SERVICE CENTER

HULU INTERNAL HLIR

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING


[KOMPONEN-KOMPONE TI dalam RANTAI PASOK]

(1) ERP – Enterprise Resource Planning


ERP Adalah kemajuan besar daam TI yang telah mengubah cara berbagai department
didalam organisasi mengelola data dan informasi
karakteristik ERP :
a. Paket perangkat lunak yang dirancang untuk lingkungan client/server baik tradisional
ataupun berbasis web
b. Mengintegrasikan Sebagian besar proses bisnis
c. Memproses Sebagian besar transaksi sebuah organisasi
d. Menggunakan basis data sebuah Perusahaan yang umumnya menyimpan setiap bagian
dari data sebanyak satu kali
e. Memungkinkan akses terhadap data secara real time
f. (in some case) ERP memungkinkan pemerosesan transaksi dan aktivitas perencanaan
seperti perencanaan produksi
[KOMPONEN-KOMPONE TI dalam RANTAI PASOK]
(2) Analytical Tools → Analytical Solutions spt DSS (Decision Support Systems)
alat analysis digunakan untuk mendukung Keputusan diberbagai level manajerial mulai dari
Keputusan yang strategis seperti perancangan jaringan , Keputusan taktis seperti alokasi produksi
ke fasilitas produksi dan Gudang, sampai ke permasalahan operasional sehari-hari seperti
penjadwalan produksi, pemilihan alat pengiriman dan penentuan rute kendaraan,

Simchi dan Levy dkk (2004) menggambarkan kapabilitas TI dalam 4 lapisan sbb:
a. Perancangan Jaringan Strategis : alat analisis yang membantumanajer SC untuk
menemukan kombinasi yang optimal tentang jumlah, Lokasi, ukuran dari fasilitas,
menentukan alokasi terbaik pemasok atau pabrik mana yang harus memproduksi produk
tertentu, menentukan aliran distribusi terbaik, yaitu Gudang mana yang harus melayani
pelanggan atau pasar tertentu. → Tujuan yang ingin dicapai Adalah menyeimbangkan
antara biaya yang harus dikeluarkan dengan Tingkat pelayanan yang diberikan oleh SC.
b. Taktis : merupakan kemampuan untuk menentukan alokasi sumber daya pada periode
perencanaan yang lebih pendek seperti mingguan atau bulanan
system ini meliputi : - Rencana induk SC : yang mengkoordinasi produksi-distribusi dan
kebutuhan penyimpanan dg alokasi sumber daya SC secara efisien
- Perencanaan persediaan : menentukan tngkat persediaa pengaman
dan bagaimana posisinya di SC
[KOMPONEN-KOMPONE TI dalam RANTAI PASOK]

( c. Sistem Perencanaan Operasional : membantu Perusahaan mengefisienkan produksi,


distribusi,persediaan, dan transportasi dalam jangka pendek.
Sistem Perencanaan operasional terdiri dari :
- perencanaan permintaan → forecast berdasarkan historis dan usaha-usaha
Perusahaan untuk mempengarushi permintaan
- penjadwalan produksi → jadual produksi yang detail berdasarkan rencana induk
pasok atau forecast
- Pengelolaan Persediaan → menghasilkan rencana produksi untuk berbagai fasilitas
dalam SC erdasarkan rata-rata permintaan
- Perencanaan transportasi → menghasilkan rute dan jadual transportasi dengan
mempertimbangkan ketersediaan transportasi dalam
satu jalur, biaya dan jadual pengiriman pelanggann.
d. Sistem Pelaksanaan Operasional : menyediakan data,pemrosesan transaksi, akses
pengguna dan infrastruktur untuk menjalankan sebuah Perusahaan

Sistem pelaksanaan operasional terdiri dari : ERP-CRM-SRM-SCM dan system tranpotasi


[KOMPONEN-KOMPONE TI dalam RANTAI PASOK]

❑ CRM (Customer Relations Management) : proses proses yang erfokus pada interaksi hilir antara
perusahaaan dengan pelangganya
CRM juga dikenal sebagai sebuah pendekatan untuk membangun dan mempertahankan bisnis
jangka Panjang dengan konsumen (Chaffey, 2002)
Tujuan dari CRM Adalah menciptakan permintaan dari konsumen dan memfasilitasika
penyebaran dan pelacakan pesanan.
- Proses kunci dari CRM Adalah
a) Pemasaran : proses yang terkait dengan Keputusan tentang pelanggan yang harus
ditarget, bagaimana caranya , produk apa yang harus ditawarkan dengan harga berapa,
bagaimana mengelola kampanye untuk menarget pelanggan
b) Penjualan : terkait dengan penjualan langsung ke konsumen
c) Manajemen Pesanan : Adalah proses yang menghubungkan pesanan pelanggan dengan
pasokan dari Perusahaan
d) Call/Service Center Adalah bagian pentng dalam proses interaksi dengan pelanggan
karena seringkali kontak Utama antara Perusahaan dengan pelanggan melalui Call service
[KOMPONEN-KOMPONE TI dalam RANTAI PASOK]

❑ Internal Supply Chain Management (ISCM) : proses proses yang terkait dengna perencanaan
dan pemenuhan permintaan pelanggan.
Proses dalam ISCM Adalah perencanaan strategis, perencanaan permintaan, perencanaan
pasokan, pemenuhan dan layanan lapangan.
- Perencanaan Pasokan : proses memperhitungkan forecast permintaan dari proses
perencanaan permintaan serta sumber daya yang disediakan oleh perencanaan strategis →
membuat rencan terbaik memenuhi permintaan
- Pemenuhan : proses yang menjalankan rencana yang telah dibuat dengan menghubungkan
setiap pesanan dengan sumber daya dan alat transportasi tertentu.
- Layanan Lapangan : proses menitikberatkan pada penentuan Tingkat persediaan untuk spare
parts dan penjadualan penggilan untuk layanan.
[KOMPONEN-KOMPONE TI dalam RANTAI PASOK]
❑ Supplier Relationship Management (SRM) : proses kolaborasi dengan supplier yang menyangkut
perancangan, sourcing, neogisasi, pembelian dan proses kolaborasi pasokan
a) Kolaborasi rancangan : proses yang bertujuan untuk emningkatkan rancangan sebuah
produk melalui kolaborasi antara Perusahaan manufactur dengan pemasoknya
b) Source : aktivitas yang terkait dengan pengadaan barang dari pemasok. Tujuan utamanya
Adalah menghasilkan analisis tentang biaya yang dikeluarkan oelh Perusahaan untuk setiap
pemasok.
c) Negosiasi : melibatkan Langkah-Langkah meminta Request for Quotation (RFQ)
perancanagan dan pelaksanaan auctions. Tujuanya Adalah mendapatkan kontrak yang
efektif dengan haga dan parameter pengiriman dari pemasok yang paling memenuhi
kebutuhan Perusahaan.
d) Pembelian : pengadaan sesungguhnya dari pemasok yang meliputi pembutan, manajemen
dan persetujuan pesanan pembelian
e) Kolaborasi pasokan : terkait dengan usaha peningkatan kinerja SC dengan kolaborasi
peramalan , rencana produksi dan Tingkat persediaan. Tujuan utamnya memastikan
kesamaan rencana sepanjang sC.

Perangkat lunak yang baik disetiap area harus dapat membantu, memfasilitasi dan kolaborasi
disemua jaringan SC
[KOMPONEN-KOMPONE TI dalam RANTAI PASOK]
❑ Analytical Tools adalah sekumpulan alat yang juga dikenal dengan Business Intelgence (BI) yang
pada dasarnya adalah informasi yg dikumpulkan oleh sebuat organisasi tentang pelanggan,
pesaing , produk atau jasa dan proses BI menyediakan data-data organisasi sehingga penyaring
pengetahuan organisasi data dengan mudah mencari data tersebut dan mengubahnya menjadi
informasi untuk organisasi

❑ Dalam SC, alat analistis yang digunakan Adalah


- Model (konseptual, matematis, simulasi)
- Decision Support Sytem (DSS)
- Queries
- Calculators
- Statistical Analysis
- Data Mining
- Agents dan Webbased agents
- Kecerdasan buatan (AI)
- Online Analytical Processing (OLAP) tools
[KOMPONEN-KOMPONE TI dalam RANTAI PASOK]
❑ References :
- Decision Support System (DSS0 sebuah terminology yang luas yang mengacu pada penggunaan system
berbasis computer yang interaktid, fleksibel dan mudah disesuaikan untuk mendukung pembuatan
Keputusan

❑ e-BUSINESS :
sejalan dengan perkembangan teknologi proses manual → proses secara elektronik melalui
internet → e-Business
- Chaffey (2002) mendefinisikan e-Business sebagai seluruh pertukaran informasi dan
transaksi melalui media elektronik baik didalam sebuah organisasi maupun dengan stakeholder
eksternal yang mendukung berbagai proses bisnis
- sedangkan e-commerce adalah seluruh transaksi dan pertukaran informasi melalui media
elektronik antara organisasi dan stakeholder eksternal.
e-Business memiliki cakupan lebih luas dibandingkan dengan e-commerce

❑ e-Commerce dapat dibedakan mejadi :


- Business to Customers (B2C) : hubungan antara Perusahaan dengan pelanggan akhir melalui
media internet
- Business to Business (B2B) hubungan antaraperusahaan dengan Perusahaan lain memalui
media internet
[KOMPONEN-KOMPONEN TI dalam RANTAI PASOK]

❑ Keuntungan B2C adalah


- Konsumen mempunyai akses ke banyak supplier
- e-commerce juga memberikan kenyamana kepada pelangga karena pemesanan dapat dilakukan
dalam 24 /7
- pelanggan dapat menyesuaikan produk atau layanan dengan keinginan mereka
- meningkatkan informasi tentang produk dan transaksi seperti data teknis dan Sejarah pemesanan

❑ Keuntungan B2B (chaffey, 2002) adalah


- meningkatkan efisiensi proses. Resources yang digunakan berkurang
- Mengurangi kompleksitas SC→ peralihan dari distribusi tradisional (dealer, took) ke penjualan
langsung ke pelanggan → dikenal dengan Disintermediation → contoh Dell
-Meningkatkan integrasi data antar berbagai elemen dalam SC
- Inovasi : menwarkan produk baru atau cara baru untuk memesan dan memberikan layanan kepad
perusahaan
[KOMPONEN-KOMPONEN TI dalam RANTAI PASOK]

❑ Model bisnis B2B (Turban dkk, 2000)


- Supplier-Oriented market place : pembeli individu maupun bisnis menggunakan pasar yang
disediakan oleh pemasok
- Buyer-Oriented marketplace : Pembeli membuka pasar servernya sendiri dan mengundang
pemasok potensial untuk memberikan penawaran terhadap proposal : contohnya GE
- Intermediary-oriented Marketplace :terbentuknya Perusahaan perantara elektronik yang
menjalankan pasar Dimana pembeli dan penjual bisa bertemu

❑ e-Business
- aktifitas e-business dalam SC di hulu adalaha e-procurement dan inbund logistics e-procurement
adalahintegrasi dan manajemen secara elektronikdari seluruh aktivitas pengadaan termasuk
permintaan pembelian, otorisasi, pemesanan, pengiriman dan pembayaran antara pembeli dan
pemasok.

- aktifitas utama untuk SCM di hilir adalah outbound logistics dan pemenuhan (fullfillement) :
e-fullfillment Adalah pengelolaan dari penerimaan order, transaksi, pergudangan, transportasi,
respon terhadap pelanggan dan reverselogisik dengan menggunakan internet.
[ISU-ISU PENGEMBANGAN TI UNTUK SC]

1. Standarisasi :
- Kurangnya standar dalam TI dalam SC menyebabkan Perusahaan harus membeli dari satu
vendor (single integrator) atau menggunakan pendekatan “best of breed”
- Dorongan dan tren yang kuat dalam standar TI :
- dorongan dari pasar yang kompetitif mendukung adanya standar sehingga biaya untuk
pengadaaan , pengembangan , pemeliharaan TI dan terutama biaya menghubungkan berbagi
system menjadi lebih murah.
- dengan standar memungkinkan adahanya hubungan antar berbagai system TI, membuat
pengembangan, integrasi dan pemeliharaan menjadi lebih sederhana dan teknologi dapat
diluncurkan ke pasar dengan lebih cepat.

- Standar dalam TI awalnya proprietay standard yang menggunakan transfer data berbasis
kertas antar system → standar computer stand-alone seperti Microsoft window, model
client/server dan standar EDI (Electronic data Interchange) untuk transfer data.
[ISU-ISU PENGEMBANGAN TI UNTUK SC]

2. Implementasi ERP dan Analytical Solutions :


- - Idealnya Perusahaan akan mengimplementasikan ERP terlebih dahulu untuk
mengintegrasikan semua data dan infirmasi didalam Perusahaan. → selanjutnya Perusahaan
melakukan analisis menyeluruh dengan alat analitis
- implemetasi ERP membutuhkan investasi yang tidak sedikit dan waktu yang Panjang.

3) Pendekatan apa yang harus digunakan dalam mengadakan komponen TI untuk SC → ooptionya
Perusahaan membeli semua komponen ERP sebagai satu Solusi (1 vendor) atau Perusahaan
membangun Solusi “Best of Breed” dengan membeli Solusi yang paling cocok disetiap kategori
dari vendor yang berbeda
Supply Chain Management [SCM] Today’s Topic

THANK YOU
[Keterlibatan Supplier dalam Pengembangan Produk Baru]
• Pengembangan produk baru Adalah kunci dalam menciptakan daya saing bagi Perusahaan yang berada pada
SC produk-prouk inovatif

Pengembangan Perancangan
Ide Awal Konsep
Prototype
awal

awal Akhir

* Supplier untuk item-item yang


* Supplier untuk item-item yang
lebih simple
kompleks
* Supplier untuk komponen
* Supplier untuk system atau
tunggal
subsitem
* Supplier item-ite atau
* Supplier item-ite atau
teknologi yagn tidak terlalu
teknologi yagn kritis
kritis
* Supplier ynag merupakan
* Supplier yang tidak termasuk
aliansi strategis
aliansi strategis
[Ringkasan]

1) Distorsi informasi selalu terjadi pada SC


2) Distorsi informasi mengabkibatkan pola permintaan yang semakin fluktuatif ke arah hulu SC
3) Bullwhip effect mengakibatkan banyak inefisiensi pada SC.
4) Bullwhip effect bisa dikurangi dengan mengeti terlebih dahulu sebab-sebabnya.
5) Bullwhip effect bis diukur dengan membandingkan variabiitas demand yang diterima dengan
order yang dikeluarkan oleh sebuah channel pada SC.
6) Beer game Adalah salah satu cara sederhana untuk mendemonstrasikan terjadinya bullwhip
effect pada SC.
.
[Portfolio Hubungan dengan Supplier]

Tinggi Bottleneck Suppliers Critical Strategic Suppliers


# Sulit mencari substitusi # Penting/strategis
# pasar monopoli # Subsititusi sulit
# Supplier baru sulit masuk

Tingkat
Kesulitan Non Critical Suppliers Leverage Suppliers
# ketersediaan cukup # Ketersediaan cukup
#Item item cukup standar #Subsititusi dimungkinkan
#Substitusi dimungkinkan #Spesifikasi standar
Rendah # Nilai relatif rendah #Nilainya relatif tinggi

Rendah Tinggi
Tingkat Kepentingan
Gambar : Commodity portfolio matrix (Pujawan, 2003)
[Beer Game : Mendemonstrasikan Bullwhip Effect]

→ Salah satu cara yang baik untuk mendemonstrasikan adanya bullwhip effect pada SC Adalah
dengan permainan sederhana yang dinamakan Beer Game.
(Beergame dirancang oleh Profesr John Sterman dari MIT.)
→ Beer game merepresentasikan kegiatan produksi dan logistic bir.. Produksi dilakukan oleh
sebuah pabrik dan distribusinya dilakukan melalui distributor, wholesaler, dan ritel.
→ Jadi diasumsikan ada supply chainlinier yang memiliki 4 channel.
→ Waktu untuk mengirim bir dari pabrik ke distributor ke wholesaler dan dari wholesaler ke ritel.,
Leadtime pemesanan Adalah 2 minggu, artinya diperlukan waktu 2 minggu dari order mulai
dikirim dari ritel sampai order tersebut diproses oleh wholesaler. Demikian juga untuk waktu
pemesanan dari wholesaler ke distributor dan dari distributor ke wholesaler.
THANK YOU
[Model Persediaan untuk Produksi dengan permintaan relatif Stabil]

(3) Cross-Docking
Produk akan mengalir dari produsen ke konsumern melalui cross dock
di tempat ini kendaraan supplier dan kendaraan untuk pengantaran bertemu → transfer loading
yang juga memungkinkan konsolidasi loading yagn melibatkan pabrik dan pelanggan
(+) pengiriman lebih cepat, bisa mencapai economics scale of transportation, handling akan berkurang
dan inventory di SC tidak tinggi
(-) investasi system cukup tinggi → menciptakan visibilitas informasi serta koordinasi antara pabrik dan
pelanggan
[Vendor Managed Inventory]
Konvensional way : pembeli menentukan waktu dan ukuran pesanan : pemasok berusaha memenuhi permintaan
tersebut dengan segala cara ( membuat forecast sendiri, waktu diproduksinya dan jumlahnya
→ pemasok mengadakan stok tinggi untuk mengcover permintaan atau
→ mengubah-ubah schedule produksi jika tidak sesuai dengan permintaan dan perencanaan
produksi → menyebabkan inefisiensi dan service levelnya rendah (permintaan tidak bisa dipenuhi)

Untuk mengatasi masalah ini dibutuhkan VMI (Vendor Manged Inventory) → diperlukan partisipasi aktif pembeli dan
pemasok

PEMASOK VMI PEMBELI

Berdasarkan informasi dapat membuat Memberikan informasi


rencana produksi , jumlah stok kebutuhan dan waktunya

Pemasok harus memiliki : kemampuan


pola permintaan , Leadtime Menjaga service level yang harus dicapai
pengiriman dan meramalkan
permintaan

Anda mungkin juga menyukai