MODUL AJAR DEEP LEARNING
MAPEL : PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, & KESEHATAN (PJOK)
UNIT 1 PERMAINAN INVASI (PERMAINAN BOLA BASKET
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : .....................................................................................
Nama Penyusun : .....................................................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan (12 JP @ 45 menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik di kelas XI memiliki tingkat kesiapan fisik dan pengetahuan awal yang
bervariasi mengenai bola basket. Beberapa mungkin sudah memiliki pengalaman bermain
atau pengetahuan dasar tentang teknik dasar, sementara yang lain mungkin belum pernah
sama sekali. Tingkat kebugaran fisik, koordinasi motorik, dan minat terhadap olahraga
tim juga akan berbeda-beda. Latar belakang sosial dan budaya dapat mempengaruhi
seberapa akrab mereka dengan aktivitas fisik dan olahraga. Kebutuhan belajar akan
mencakup pengenalan teknik dasar bagi pemula, perbaikan dan penguatan teknik bagi
yang sudah memiliki dasar, serta pengembangan strategi bermain tim. Beberapa peserta
didik mungkin memerlukan bimbingan lebih dalam aspek motorik, sementara yang lain
membutuhkan tantangan dalam aspek taktik dan kepemimpinan.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi ini berfokus pada jenis pengetahuan prosedural (langkah-langkah teknik dasar
bola basket), konseptual (aturan permainan, strategi), dan metakognitif (strategi belajar
gerak, analisis performa). Relevansi materi dengan kehidupan nyata sangat tinggi karena
menumbuhkan kebugaran jasmani, kerja sama tim, sportivitas, dan kedisiplinan. Tingkat
kesulitan materi akan bertahap, dimulai dari pengenalan gerak dasar individu, kombinasi
gerak, hingga penerapan dalam situasi permainan. Struktur materi akan mengikuti alur
penguasaan teknik dasar (passing, dribbling, shooting, pivot), kemudian penguasaan
taktik sederhana, dan diakhiri dengan permainan. Materi ini mengintegrasikan nilai-nilai
karakter seperti kerja sama, sportivitas, disiplin, pantang menyerah, tanggung jawab, dan
saling menghargai.
D DIMENSI PROFIL LULUSAN
Dalam pembelajaran ini, dimensi lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis situasi permainan,
mengevaluasi performa diri dan tim, serta membuat keputusan taktis yang tepat.
● Kreativitas: Peserta didik mampu mengaplikasikan variasi gerak dan strategi
bermain untuk mengatasi lawan atau menemukan solusi dalam permainan.
● Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama secara efektif dalam tim untuk
mencapai tujuan bersama, saling mendukung, dan berkomunikasi dengan baik.
● Kemandirian: Peserta didik mampu berlatih teknik dasar secara mandiri, mengelola
diri dalam permainan, dan mengambil inisiatif.
● Kesehatan: Peserta didik memahami pentingnya aktivitas fisik teratur, menjaga
kebugaran, dan menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase F, peserta didik menerapkan dan mengevaluasi keterampilan gerak
spesifik, konsep gerak, dan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak baru yang
menantang untuk meningkatkan kinerja gerak. Peserta didik memeragakan dan
mengevaluasi fair play, perilaku etis, pendekatan kepemimpinan, dan strategi kolaborasi
dalam berbagai konteks gerak. Mereka mengevaluasi efektivitas strategi peningkatan
partisipasi dan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Terampil Bergerak Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan
keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak
yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-
kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian
keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang
menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam
situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak
tiap konsep pada capaian keterampilan gerak.
Belajar melalui Peserta didik mentransfer dan mengadaptasi strategi gerak yang
Gerak telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda. Peserta didik
memeragakan fair play dan mengevaluasi pengaruh perilaku
etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan
kelompok. Peserta didik merencanakan, menerapkan, dan
menyempurnakan strategi pengambilan keputusan dalam kerja
tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan
kolaborasi.
Bergaya Hidup Aktif Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebugaran dan
menginvestigasi dampak partisipasi yang teratur terhadap
kesehatan. Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebuga-
ran di luar ruang dan /atau lingkungan alam, dan merancang
strategi peningkatan pemanfaatannya. Peserta didik merancang
strategi peningkatan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Memilih Hidup yang Peserta didik mengevaluasi risiko kesehatan akibat gaya hidup dan
Menyehatkan tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani serta
mempromosikannya menggunakan berbagai media. Peserta didik
mengevaluasi pilihan makanan sehat berdasarkan analisis
kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani. Peserta didik
mempraktikkan pertolongan pertama sesuai prinsip dan prosedur
operasional standar (POS) untuk mengelola situasi yang
mengancam kesehatan dan keselamatan sendiri atau orang lain.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika): Memahami prinsip-prinsip gerak, gaya, dan
gravitasi dalam teknik passing dan shooting.
● Matematika: Perhitungan skor, statistik permainan, atau sudut tembakan (shooting
angle).
● Ilmu Pengetahuan Sosial (Sosiologi/Antropologi): Memahami dinamika kelompok,
kepemimpinan, dan nilai-nilai sosial dalam olahraga tim.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-2: Gerak Dasar Bola Basket (Passing dan Dribbling) (4 JP)
● Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan gerak dasar passing (chest pass, bounce
pass, overhead pass) dalam berbagai situasi dengan benar.
● Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan gerak dasar dribbling (dribble di
tempat, dribble bergerak, crossover dribble) dengan kontrol yang baik.
● Peserta didik mampu menerapkan nilai kerja sama dan disiplin saat berlatih.
Pertemuan 3-4: Gerak Dasar Bola Basket (Shooting dan Pivot) (4 JP)
● Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan gerak dasar shooting (lay-up shoot, set
shoot) dengan teknik yang benar dan akurasi yang meningkat.
● Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan gerak dasar pivot (maju, mundur)
dengan keseimbangan yang baik.
● Peserta didik mampu menerapkan nilai sportivitas dan pantang menyerah.
Pertemuan 5-6: Permainan Sederhana dan Taktik Dasar Bola Basket (4 JP)
● Peserta didik mampu menggabungkan gerak dasar passing, dribbling, shooting, dan
pivot dalam permainan sederhana.
● Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman taktik dasar penyerangan dan
pertahanan dalam permainan bola basket (misalnya, man-to-man defense, formasi
serangan sederhana).
● Peserta didik mampu menerapkan nilai kolaborasi, komunikasi, dan pengambilan
keputusan dalam situasi permainan.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan berfokus pada pengembangan keterampilan motorik dan taktik
dalam permainan bola basket yang dapat diaplikasikan dalam berbagai situasi kompetitif
maupun rekreatif. Materi akan dikaitkan dengan manfaat kebugaran jasmani, pentingnya
kerja sama tim, dan sportivitas yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya, bagaimana kerja sama tim dalam basket bisa diterapkan dalam proyek
kelompok di kelas, atau bagaimana disiplin latihan membangun kemandirian.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Model Pembelajaran: Teaching Games for Understanding (TGfU), di mana peserta
didik belajar keterampilan dan taktik melalui permainan kecil yang dimodifikasi.
● Strategi: Pendekatan bermain (untuk joyful learning), drilling (untuk penguasaan
teknik), simulasi permainan (untuk meaningful learning), dan refleksi (untuk mindful
learning).
● Metode: Latihan berpasangan/kelompok, small-sided games, kompetisi internal,
demonstrasi, dan diskusi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Kolaborasi dengan guru BK/pendamping untuk
menumbuhkan nilai-nilai karakter (sportivitas, kejujuran) melalui olahraga.
Menggunakan fasilitas lapangan olahraga sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang pelatih bola basket lokal
(jika memungkinkan) sebagai narasumber untuk berbagi teknik atau pengalaman.
Menyarankan peserta didik untuk menonton pertandingan basket atau bergabung
dengan komunitas olahraga di luar sekolah.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Lapangan bola basket sekolah (indoor/outdoor), area latihan dengan
ring basket, ruang kelas untuk diskusi teori dan refleksi.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform daring (Google Classroom) untuk berbagi
video tutorial teknik dasar, peraturan, atau cuplikan pertandingan inspiratif.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang aktif, suportif, saling menghargai
usaha, berani mencoba, dan berkompetisi secara sehat.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● YouTube/Video Pembelajaran: Menayangkan video tutorial teknik dasar dari atlet
profesional atau pelatih bersertifikat.
● Aplikasi Perekam Video: Merekam performa peserta didik saat melakukan teknik
dasar untuk analisis diri dan umpan balik.
● Google Classroom: Untuk berbagi materi, mengirimkan tugas (misal, video latihan
pribadi), dan forum diskusi.
● Stopwatch Aplikasi HP: Untuk mengukur kecepatan dribbling atau jumlah
tembakan dalam waktu tertentu.
● Platform Kuis Online (misal Quizizz/Kahoot): Untuk review peraturan dan taktik
dasar bola basket secara interaktif.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1: GERAK DASAR PASSING BOLA BASKET (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
● Guru memulai dengan pertanyaan pemantik: "Apa peran passing dalam permainan
tim?" atau "Bagaimana bola bisa berpindah dengan cepat dari satu pemain ke pemain
lain?" (Memicu kesadaran akan pentingnya passing).
● Menayangkan video singkat cuplikan pertandingan basket yang menunjukkan
passing-passing efektif dan kreatif. (Membangkitkan antusiasme dan inspirasi).
● Pemanasan yang disisipi permainan ringan terkait melempar dan menangkap bola
berpasangan, seperti "oper bola cepat" atau "oper bola estafet". (Menciptakan suasana
gembira).
● Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan relevansi penguasaan passing untuk kerja
sama tim. (Memberikan makna).
KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Diferensiasi Konten:
● Guru menjelaskan teknik dasar chest pass, bounce pass, dan overhead pass melalui
demonstrasi langsung dan video tutorial.
● Menyediakan kartu tugas atau lembar kerja bergambar yang menjelaskan setiap
teknik.
Diferensiasi Proses:
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (heterogen).
● Setiap kelompok berlatih teknik passing secara berpasangan atau berkelompok,
dengan guru berkeliling memberikan koreksi dan umpan balik individual.
● Bagi yang kesulitan, guru memberikan drill yang lebih sederhana atau visualisasi
lebih banyak. Bagi yang sudah menguasai, diberikan tantangan untuk melakukan
passing sambil bergerak atau melewati rintangan (mengaplikasi).
● Peer coaching: Peserta didik saling mengamati dan memberikan masukan kepada
teman (merefleksi).
● Guru dapat merekam sebagian kecil performa peserta didik untuk dianalisis bersama.
Diferensiasi Produk:
● Setiap peserta didik mampu mendemonstrasikan 3 jenis passing dengan sedikit
bimbingan.
● Kelompok membuat daftar "tips passing efektif" setelah sesi latihan.
KEGIATAN PENUTUP
● Guru memfasilitasi refleksi bersama tentang tantangan dalam melakukan passing dan
bagaimana mengatasinya. "Apa yang paling sulit dari teknik passing dan bagaimana
cara kalian memperbaikinya?"
● Peserta didik mengungkapkan satu hal yang mereka pelajari dan satu hal yang ingin
mereka tingkatkan.
● Pendinginan.
● Guru memberikan tugas rumah untuk mencari contoh passing efektif dalam
pertandingan basket.
PERTEMUAN 2: GERAK DASAR DRIBBLING BOLA BASKET (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
● Guru menanyakan: "Mengapa seorang pemain basket harus bisa mendribble bola?"
"Apa yang terjadi jika pemain tidak bisa mendribble?" (Memicu kesadaran akan
pentingnya dribbling).
● Menayangkan cuplikan video dribbling pemain profesional yang lincah dan cepat.
● Pemanasan yang melibatkan gerak manipulatif dengan bola, seperti memantulkan
bola di tempat dengan tangan kanan/kiri.
● Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu menguasai teknik dribbling.
KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Diferensiasi Konten:
● Guru menjelaskan teknik dasar dribbling (dribble di tempat, dribble bergerak, dribble
rendah/tinggi, crossover dribble) melalui demonstrasi dan penjelasan kunci.
● Menyediakan variasi drill dribbling dengan tingkat kesulitan bertahap.
Diferensiasi Proses:
● Peserta didik berlatih dribbling secara individu dan berpasangan.
● Guru memberikan instruksi yang jelas dan umpan balik langsung.
● Bagi pemula, fokus pada kontrol bola di tempat. Bagi yang menengah, fokus pada
dribble bergerak dan perubahan arah. Bagi yang mahir, tantangan dribble melewati
rintangan atau cone (mengaplikasi).
● Drill station: Peserta didik bergerak dari satu pos latihan ke pos lain dengan fokus
dribbling yang berbeda.
● Peserta didik merekam diri mereka melakukan dribbling dan menganalisisnya
(merefleksi).
Diferensiasi Produk:
● Setiap peserta didik mampu mendemonstrasikan dribbling di tempat dan bergerak
dengan kontrol bola yang relatif baik.
● Peserta didik dapat mengidentifikasi 2-3 kesalahan umum dalam dribbling dan cara
memperbaikinya.
KEGIATAN PENUTUP
● Guru memfasilitasi refleksi tentang tantangan dalam mengontrol bola saat dribbling.
● Pendinginan.
● Guru memberikan tugas untuk berlatih dribbling secara mandiri di rumah.
PERTEMUAN 3: GERAK DASAR SHOOTING BOLA BASKET (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
● Guru bertanya: "Apa tujuan utama dalam permainan bola basket?" "Bagaimana cara
memasukkan bola ke ring dengan tepat?" (Memicu kesadaran akan shooting).
● Menayangkan video cuplikan tembakan-tembakan indah dalam basket.
● Pemanasan dengan simulasi gerakan menembak tanpa bola.
● Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu menguasai teknik shooting.
KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Diferensiasi Konten:
● Guru menjelaskan teknik dasar set shoot dan lay-up shoot (fokus pada posisi tangan,
keseimbangan, arah bola, dan follow through).
● Menyediakan berbagai posisi tembakan yang berbeda.
Diferensiasi Proses:
● Peserta didik berlatih set shoot dari berbagai jarak. Bagi yang kesulitan, mulai dari
jarak dekat. Bagi yang sudah menguasai, tingkatkan jarak atau sudut tembakan
(mengaplikasi).
● Latihan lay-up shoot secara berurutan. Guru memberikan feedback individual pada
setiap tahapan gerak.
● Menggunakan target atau sasaran tambahan untuk meningkatkan akurasi.
● Shooting drill competition: Kompetisi tembakan sederhana untuk meningkatkan
motivasi.
● Peserta didik menganalisis video gerakan shooting mereka sendiri atau teman
(merefleksi).
Diferensiasi Produk:
● Setiap peserta didik mampu mendemonstrasikan set shoot dan lay-up shoot dengan
peningkatan akurasi.
● Peserta didik dapat mengidentifikasi elemen-elemen kunci dalam shooting yang
efektif.
KEGIATAN PENUTUP
● Guru memfasilitasi refleksi tentang pentingnya konsistensi dan fokus dalam
menembak.
● Pendinginan.
● Guru memberikan tugas untuk memperhatikan shooting dalam pertandingan basket
yang mereka tonton.
PERTEMUAN 4: GERAK DASAR PIVOT BOLA BASKET (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
● Guru bertanya: "Mengapa pemain basket harus bisa bergerak tanpa mendribble bola?"
"Bagaimana cara melindungi bola dari lawan saat diam?" (Memicu kesadaran akan
pentingnya pivot).
● Menayangkan cuplikan gerakan pivot yang efektif dalam permainan.
● Pemanasan yang melibatkan gerakan memutar dan menjaga keseimbangan.
● Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu menguasai teknik pivot.
KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Diferensiasi Konten:
● Guru menjelaskan teknik dasar pivot (kaki tumpu, putaran badan, perlindungan bola)
dengan pivot maju dan mundur.
● Menyediakan skenario latihan pivot dalam situasi permainan sederhana (misal,
setelah menangkap bola).
Diferensiasi Proses:
● Peserta didik berlatih pivot secara individu dan berpasangan.
● Guru memberikan perhatian khusus pada kestabilan tubuh dan perlindungan bola.
● Bagi pemula, fokus pada gerakan pivot dasar. Bagi yang sudah menguasai, tantangan
pivot dengan lawan (mengaplikasi).
● Simulasi situasi permainan kecil di mana pivot diperlukan (misal, 1 lawan 1).
● Peserta didik saling memberikan umpan balik tentang keseimbangan dan posisi badan
saat pivot (merefleksi).
Diferensiasi Produk:
● Setiap peserta didik mampu mendemonstrasikan pivot maju dan mundur dengan
keseimbangan yang baik.
● Peserta didik dapat mengidentifikasi kapan waktu yang tepat untuk melakukan pivot.
KEGIATAN PENUTUP
● Guru memfasilitasi refleksi tentang pentingnya pivot dalam menjaga penguasaan
bola.
● Pendinginan.
● Guru mengingatkan bahwa pertemuan selanjutnya akan menggabungkan semua
teknik.
PERTEMUAN 5: PERMAINAN SEDERHANA DAN TAKTIK DASAR (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL
LEARNING)
● Guru menanyakan: "Apa yang membuat sebuah tim basket menang?" (Mengarahkan
pada kerja sama dan taktik).
● Menayangkan cuplikan taktik sederhana dalam basket (misal, pertahanan man-to-
man).
● Pemanasan yang berfokus pada kelincahan dan koordinasi tim.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menggabungkan gerak dasar dan
memahami taktik sederhana.
KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Diferensiasi Konten:
● Guru menjelaskan aturan permainan bola basket sederhana (misal, 3 lawan 3 atau 4
lawan 4).
● Mengenalkan taktik dasar serangan (misal, give and go) dan pertahanan (man-to-man
defense sederhana).
Diferensiasi Proses:
● Peserta didik dibagi menjadi tim-tim kecil.
● Melakukan small-sided games (misal, 3v3) dengan penekanan pada penerapan gerak
dasar yang telah dipelajari.
● Guru dapat memberikan "misi" spesifik kepada setiap tim (misal: "cobalah lakukan
minimal 3 passing sebelum menembak," atau "fokus pada pertahanan satu lawan
satu"). (Mengaplikasi).
● Setelah setiap sesi permainan, dilakukan diskusi singkat (timeout) untuk
merefleksikan apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki (merefleksi).
● Bagi tim yang kesulitan, guru dapat memberikan instruksi langsung atau simulasi
ulang. Bagi tim yang mahir, tantangan taktik yang lebih kompleks.
Diferensiasi Produk:
● Setiap tim menunjukkan peningkatan dalam koordinasi dan penerapan gerak dasar
dalam permainan.
● Tim dapat menjelaskan satu taktik sederhana yang mereka coba terapkan.
KEGIATAN PENUTUP
● Guru memfasilitasi refleksi kelompok tentang pentingnya komunikasi dan kerja sama
dalam permainan.
● Pendinginan.
● Guru memberikan tugas rumah untuk menganalisis taktik dalam pertandingan basket
yang mereka tonton.
PERTEMUAN 6: PERMAINAN INVASI PENUH DAN REFLEKSI (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL
LEARNING)
● Guru bertanya: "Apa arti sportivitas dalam permainan tim?" "Bagaimana kita bisa
belajar dari kekalahan atau kemenangan?" (Memicu kesadaran akan nilai-nilai).
● Pemanasan dengan permainan estafet bola yang menguji kecepatan dan kerja sama.
● Guru menjelaskan bahwa hari ini akan bermain basket penuh dan merefleksikan
semua pembelajaran.
KEGIATAN INTI (MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Diferensiasi Proses:
● Peserta didik bermain pertandingan bola basket penuh (5v5) atau modifikasi sesuai
jumlah peserta dan lapangan.
● Guru mengamati penerapan teknik dasar, taktik, dan interaksi tim.
● Setelah pertandingan, setiap tim melakukan diskusi singkat untuk mengevaluasi
performa mereka (kekuatan dan kelemahan).
● Guru memfasilitasi sesi refleksi yang lebih luas:
"Apa yang kalian pelajari tentang diri kalian sendiri sebagai pemain basket?"
"Bagaimana kalian bekerja sama sebagai tim?"
"Pelajaran apa yang kalian dapatkan tentang sportivitas?" (Merefleksi,
mengaplikasi).
"Bagaimana kebugaran fisik kalian setelah belajar unit ini?"
Diferensiasi Produk:
● Partisipasi aktif dalam permainan.
● Jurnal refleksi pribadi tentang pengalaman belajar bola basket, termasuk peningkatan
keterampilan, pemahaman taktik, dan nilai-nilai yang didapat.
KEGIATAN PENUTUP
● Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan peningkatan yang ditunjukkan peserta
didik.
● Pendinginan.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan gambaran singkat
tentang unit selanjutnya dan mengajak peserta didik untuk berbagi ide atau minat
untuk unit tersebut.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, pengalaman, dan tingkat kebugaran
dasar peserta didik terkait bola basket.
● Format Asesmen: Kuesioner singkat atau tes praktik keterampilan dasar sederhana
(misal, memantulkan bola di tempat selama 30 detik, melempar bola ke dinding).
Pertanyaan/Tugas:
● "Apakah kamu pernah bermain bola basket sebelumnya? Jika ya, teknik apa yang
paling kamu kuasai?" (Pengetahuan awal, pengalaman)
● "Sebutkan minimal 3 teknik dasar dalam permainan bola basket." (Pengetahuan awal)
● "Seberapa sering kamu berolahraga dalam seminggu?" (Kebugaran)
● "Apa yang ingin kamu pelajari dari unit bola basket ini?" (Minat, kebutuhan belajar)
B. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)
● Tujuan: Memantau kemajuan penguasaan gerak, pemahaman taktik, dan penerapan
nilai-nilai selama proses pembelajaran, serta memberikan umpan balik berkelanjutan.
● Format Asesmen: Observasi, Penilaian Kinerja (Drill), Diskusi Kelompok, Jurnal
Latihan/Refleksi.
Pertanyaan/Tugas:
Observasi (menggunakan lembar observasi):
● Ketepatan gerak dasar (passing, dribbling, shooting, pivot) saat drill.
● Partisipasi dan inisiatif dalam latihan.
● Kerja sama dan komunikasi dalam kelompok/tim.
● Penerapan sportivitas dan disiplin.
○ Penilaian Kinerja (Drill):
● Drill Passing: "Lakukan 10 chest pass berpasangan. Amati akurasi dan kekuatan
pasing."
● Drill Dribbling: "Lakukan dribbling melewati 5 cone dalam waktu tercepat."
● Drill Shooting: "Lakukan 5 set shoot dari garis bebas, hitung jumlah yang masuk."
● Diskusi Kelompok: "Bagaimana cara tim kalian mengatasi kesulitan saat melakukan
pertahanan man-to-man?"
● Jurnal Latihan/Refleksi (per pertemuan/minggu): "Tuliskan 3 hal yang kamu
pelajari hari ini, 2 hal yang masih sulit bagimu, dan 1 hal yang membuatmu senang
selama latihan."
C. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)
● Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi peserta didik terhadap tujuan
pembelajaran secara keseluruhan, baik aspek keterampilan maupun pengetahuan.
● Format Asesmen: Penilaian Kinerja (Permainan Bola Basket), Penilaian Proyek
(Analisis Taktik Sederhana), Tes Tertulis (pengetahuan aturan dan taktik).
Pertanyaan/Tugas:
Penilaian Kinerja (Permainan Bola Basket Sederhana):
● Tugas: Peserta didik bermain bola basket 3 lawan 3 atau 5 lawan 5 (sesuai jumlah
dan fasilitas), guru mengamati dan menilai performa secara keseluruhan.
Rubrik Penilaian Kinerja:
Aspek Penilaian:
● Penerapan teknik dasar (passing, dribbling, shooting, pivot) dalam situasi permainan.
● Pemahaman dan penerapan taktik dasar (penyerangan/pertahanan).
● Kerja sama tim dan komunikasi.
● Sportivitas dan kepatuhan terhadap aturan.
● Kebugaran jasmani (daya tahan, kelincahan).
Penilaian Proyek (Analisis Taktik Sederhana):
● Tugas: "Pilihlah satu tim basket (profesional atau sekolah lain) yang kalian amati.
Buatlah laporan singkat (bisa dalam bentuk infografis atau video sederhana) yang
menganalisis 2-3 taktik penyerangan atau pertahanan yang mereka gunakan. Sertakan
juga pendapat kalian tentang efektivitas taktik tersebut."
Rubrik Penilaian Proyek:
● Ketepatan identifikasi taktik.
● Kejelasan penjelasan taktik.
● Kritis dalam menganalisis efektivitas.
● Kreativitas penyajian.
Tes Tertulis (Pengetahuan):
● Tugas: Menjawab pertanyaan tentang aturan permainan, teknik dasar, dan taktik
sederhana bola basket.
Contoh Soal:
● "Sebutkan 3 jenis passing dalam bola basket dan jelaskan kapan masing-masing
digunakan."
● "Apa yang dimaksud dengan pivot dalam bola basket dan mengapa gerak ini
penting?"
● "Jelaskan perbedaan antara pertahanan man-to-man dan zone defense."
● "Jika seorang pemain melakukan pelanggaran travelling, apa yang terjadi?"
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, & KESEHATAN
(PJOK)
UNIT 2 PERMAINAN NET (PERMAINAN BOLA VOLI)
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : .....................................................................................
Nama Penyusun : .....................................................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan (2 x 45 menit JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik kelas XI umumnya sudah memiliki pengalaman dasar dalam melakukan
aktivitas fisik dan beberapa teknik dasar permainan bola voli (misalnya, passing bawah).
Namun, tingkat penguasaan teknik, pemahaman taktik, dan kondisi fisik mereka
bervariasi. Minat peserta didik terhadap olahraga juga beragam, ada yang sangat antusias,
ada pula yang kurang termotivasi. Latar belakang mereka dalam mengikuti
ekstrakurikuler atau klub olahraga juga akan memengaruhi kesiapan. Kebutuhan belajar
akan didiferensiasi, beberapa mungkin membutuhkan bimbingan intensif untuk teknik
dasar, sementara yang lain membutuhkan tantangan dalam strategi permainan atau
pengembangan teknik lanjutan.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi pelajaran ini berfokus pada pengembangan keterampilan gerak dasar (passing
bawah, passing atas, servis, smash, block) dan taktik permainan bola voli, serta
pemahaman peraturan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Jenis pengetahuan
yang akan dicapai meliputi: pengetahuan konseptual tentang peraturan dan strategi,
pengetahuan prosedural tentang teknik-teknik dasar, dan pengetahuan metakognitif
tentang bagaimana merencanakan dan mengevaluasi permainan. Materi ini sangat relevan
karena bola voli adalah olahraga populer yang mengajarkan kerja sama tim, sportivitas,
dan kedisiplinan. Tingkat kesulitan materi ini beragam, dari teknik dasar yang mudah
dipelajari hingga teknik dan taktik lanjutan yang membutuhkan koordinasi dan latihan
intensif. Struktur materi bersifat progresif, dari teknik dasar hingga kombinasi dan
aplikasi dalam permainan. Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada sportivitas,
kerja sama, disiplin, pantang menyerah, tanggung jawab, dan saling menghargai.
D DIMENSI PROFIL LULUSAN
Dalam pembelajaran ini, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Kesehatan: Peserta didik memahami pentingnya aktivitas fisik dan mampu
menerapkan teknik dasar bola voli untuk menjaga kebugaran jasmani.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam tim untuk
mencapai tujuan permainan dan saling mendukung.
● Kemandirian: Peserta didik mampu melatih dan mengembangkan keterampilan
motorik secara mandiri serta mengambil inisiatif dalam permainan.
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis taktik permainan,
mengevaluasi kinerja tim, dan membuat keputusan yang tepat dalam situasi
permainan.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase F, peserta didik menerapkan dan mengevaluasi keterampilan gerak
spesifik, konsep gerak, dan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak baru yang
menantang untuk meningkatkan kinerja gerak. Peserta didik memeragakan dan
mengevaluasi fair play, perilaku etis, pendekatan kepemimpinan, dan strategi kolaborasi
dalam berbagai konteks gerak. Mereka mengevaluasi efektivitas strategi peningkatan
partisipasi dan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Terampil Bergerak Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan
keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak
yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-
kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian
keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang
menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam
situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak
tiap konsep pada capaian keterampilan gerak.
Belajar melalui Peserta didik mentransfer dan mengadaptasi strategi gerak yang
Gerak telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda. Peserta didik
memeragakan fair play dan mengevaluasi pengaruh perilaku
etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan
kelompok. Peserta didik merencanakan, menerapkan, dan
menyempurnakan strategi pengambilan keputusan dalam kerja
tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan
kolaborasi.
Bergaya Hidup Aktif Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebugaran dan
menginvestigasi dampak partisipasi yang teratur terhadap
kesehatan. Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebuga-
ran di luar ruang dan /atau lingkungan alam, dan merancang
strategi peningkatan pemanfaatannya. Peserta didik merancang
strategi peningkatan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Memilih Hidup yang Peserta didik mengevaluasi risiko kesehatan akibat gaya hidup dan
Menyehatkan tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani serta
mempromosikannya menggunakan berbagai media. Peserta didik
mengevaluasi pilihan makanan sehat berdasarkan analisis
kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani. Peserta didik
mempraktikkan pertolongan pertama sesuai prinsip dan prosedur
operasional standar (POS) untuk mengelola situasi yang
mengancam kesehatan dan keselamatan sendiri atau orang lain.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Fisika: Untuk memahami prinsip-prinsip gerak (kinetik, momentum) yang terlibat
dalam teknik-teknik bola voli (misalnya, gaya yang dibutuhkan untuk smash, lintasan
bola servis).
● Biologi: Untuk memahami anatomi tubuh, sistem gerak, dan dampak aktivitas fisik
terhadap kesehatan.
● Matematika: Untuk perhitungan sudut, lintasan bola, dan analisis statistik permainan
sederhana (jika diperlukan).
● Sosiologi/Psikologi: Untuk memahami dinamika kelompok, kepemimpinan, dan
komunikasi dalam tim olahraga.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-2: Menguasai Teknik Dasar Passing Bawah dan Passing Atas (Alokasi
Waktu: 2 x 90 menit)
● Setelah pemanasan dan penjelasan, peserta didik mampu melakukan teknik passing
bawah bola voli dengan posisi tubuh dan perkenaan bola yang benar secara berulang-
ulang.
● Melalui latihan berpasangan, peserta didik dapat melakukan teknik passing atas bola
voli dengan koordinasi tangan dan perkenaan bola yang tepat.
● Peserta didik menunjukkan sikap kerja sama dan semangat dalam melakukan latihan
teknik dasar.
Pertemuan 3-4: Menguasai Teknik Dasar Servis dan Smash (Alokasi Waktu: 2 x 90
menit)
● Setelah demonstrasi dan latihan berulang, peserta didik mampu melakukan teknik
servis bawah dan servis atas dengan arah dan kekuatan yang cukup untuk melewati
net.
● Melalui latihan drill dan simulasi, peserta didik dapat melakukan teknik smash
sederhana (tanpa lompatan tinggi) dengan perkenaan bola yang baik.
● Peserta didik menunjukkan ketekunan dan disiplin dalam menguasai teknik-teknik
dasar.
Pertemuan 5-6: Aplikasi Teknik dan Taktik Dasar dalam Permainan Bola Voli
(Alokasi Waktu: 2 x 90 menit)
● Setelah mempelajari kombinasi teknik, peserta didik mampu mengombinasikan
teknik passing bawah, passing atas, dan servis dalam permainan mini bola voli
dengan strategi sederhana.
● Melalui permainan bola voli yang dimodifikasi, peserta didik dapat menerapkan
taktik dasar penyerangan dan pertahanan secara kolaboratif dalam tim.
● Peserta didik menunjukkan sportivitas, komunikasi efektif, dan tanggung jawab
dalam bermain bola voli.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan dikaitkan dengan:
● Peran Olahraga: Pentingnya olahraga bola voli untuk kesehatan jantung, kekuatan
otot, dan koordinasi.
● Kerja Sama Tim: Bagaimana teknik dasar yang dikuasai individu berkontribusi pada
keberhasilan tim.
● Analisis Pertandingan: Menonton cuplikan pertandingan profesional dan
menganalisis teknik serta taktik yang digunakan.
● Manfaat Sosial: Bola voli sebagai sarana interaksi sosial dan pengembangan
karakter.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Model Pembelajaran: Direct Instruction (untuk teknik dasar) dilanjutkan dengan
Cooperative Learning dan Game-Based Learning (untuk aplikasi dalam permainan).
● Strategi Pembelajaran: Drill, demonstrasi, latihan berpasangan/berkelompok,
permainan modifikasi, studi kasus (video).
● Metode Pembelajaran: Ceramah singkat, demonstrasi, latihan individu, latihan
berpasangan, latihan kelompok, simulasi permainan, bermain.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Pemanfaatan lapangan bola voli, fasilitas olahraga sekolah,
dan alat-alat penunjang (bola voli, net).
● Lingkungan Luar Sekolah: Mendorong peserta didik untuk mengamati atau
mencoba berlatih di klub olahraga lokal, atau menonton pertandingan bola voli
profesional.
● Masyarakat: Mengajak peserta didik untuk berpartisipasi dalam turnamen antar
kelas atau kegiatan olahraga di lingkungan masyarakat.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Lapangan bola voli (indoor/outdoor) yang memadai dan aman. Area
pemanasan dan pendinginan yang cukup.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform daring (YouTube, Google Classroom) untuk
berbagi video tutorial teknik, strategi, dan peraturan.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya sportif, saling mendukung, berani mencoba,
pantang menyerah, menghargai usaha teman, dan bertanggung jawab terhadap
kebersihan dan keselamatan.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Video Tutorial: Menonton video tutorial teknik dasar bola voli dari sumber
terpercaya (misalnya, YouTube saluran resmi olahraga) untuk pemahaman visual.
● Aplikasi Perekam Video: Memanfaatkan kamera ponsel untuk merekam gerakan
diri sendiri atau teman saat latihan, kemudian melakukan analisis bersama (peer
feedback).
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan Google Classroom atau grup chat untuk
berbagi informasi, bertanya jawab tentang peraturan atau strategi, dan mengumpulkan
tugas.
● Stopwatch Aplikasi: Menggunakan aplikasi stopwatch di ponsel untuk mengukur
durasi latihan atau waktu permainan.
● Infografis/Gambar Digital: Menyajikan infografis atau gambar digital tentang posisi
pemain, formasi, atau pelanggaran dalam permainan.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
A. KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL
LEARNING)
● Penyambutan dan Apersepsi (Mindful): Guru menyambut peserta didik dengan
semangat. Dimulai dengan latihan pernapasan singkat atau peregangan dinamis
ringan untuk membantu peserta didik fokus dan mempersiapkan tubuh. Guru
bertanya: "Apa yang membuat kalian antusias untuk berolahraga hari ini?"
● Pengait (Joyful & Meaningful): Guru memutar cuplikan video singkat pertandingan
bola voli profesional yang mendebarkan atau menampilkan foto-foto atlet voli
terkenal. Guru bertanya: "Apa yang membuat mereka bisa bermain sehebat itu?" atau
"Teknik apa saja yang kalian kenali?".
● Motivasi (Meaningful): Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan relevansi
penguasaan teknik bola voli untuk kesehatan, kerja sama tim, dan pengembangan
karakter. Guru juga menjelaskan bahwa ada berbagai cara untuk belajar dan setiap
peserta didik akan berkembang sesuai kecepatan masing-masing.
● Cek Kesiapan Belajar (Diferensiasi Proses): Guru melakukan asesmen diagnostik
ringan (misalnya, meminta peserta didik melakukan passing bawah singkat dan
mengamati hasilnya, atau meminta mereka menuliskan satu teknik voli yang mereka
ketahui) untuk mengidentifikasi tingkat kemampuan awal dan mengelompokkan
peserta didik (misalnya, kelompok dasar, menengah, mahir) untuk diferensiasi latihan
di kegiatan inti.
B. KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
PERTEMUAN 1-2: MENGUASAI TEKNIK DASAR PASSING BAWAH DAN
PASSING ATAS
Memahami (Demonstrasi & Penjelasan):
● Guru mendemonstrasikan teknik passing bawah dan passing atas dengan jelas,
menjelaskan langkah-langkah, posisi tubuh, dan perkenaan bola.
● Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan kartu instruksi bergambar atau video
tutorial singkat bagi peserta didik yang lebih visual atau membutuhkan panduan
langkah demi langkah.
Mengaplikasi (Latihan Berulang & Drill):
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil berdasarkan hasil asesmen
awal.
Diferensiasi Proses:
● Kelompok Dasar: Fokus pada latihan passing bawah/atas secara statis, dengan
bantuan guru atau teman yang lebih mahir.
● Kelompok Menengah: Latihan passing dengan variasi jarak, atau passing
berpasangan secara bergerak.
● Kelompok Mahir: Latihan passing target, atau kombinasi passing dengan gerakan
lain.
● Guru memberikan umpan balik langsung dan personal (scaffolding) selama latihan.
Merefleksi (Peer Feedback & Penilaian Diri):
● Peserta didik saling memberikan umpan balik (peer feedback) setelah melakukan
latihan berpasangan.
● Guru memandu diskusi tentang teknik yang efektif dan kesalahan umum. Peserta
didik mengisi lembar penilaian diri singkat tentang penguasaan teknik passing.
PERTEMUAN 3-4: MENGUASAI TEKNIK DASAR SERVIS DAN SMASH
Memahami (Studi Gerak & Video):
● Guru menyajikan video slow-motion teknik servis dan smash dari atlet profesional.
Peserta didik diminta menganalisis elemen-elemen gerak kunci (ayunan tangan,
perkenaan bola, lompatan).
● Diferensiasi Konten: Peserta didik yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam
dapat diberikan artikel singkat tentang biomekanika servis/smash.
Mengaplikasi (Drill Bervariasi):
● Peserta didik melanjutkan latihan dalam kelompok yang disesuaikan.
○ Diferensiasi Proses:
● Servis: Kelompok dasar fokus pada servis bawah yang konsisten. Kelompok
menengah mencoba servis atas dari jarak dekat. Kelompok mahir berlatih servis atas
dari garis belakang dengan target.
● Smash: Kelompok dasar fokus pada gerakan tangan dan perkenaan bola dari posisi
diam. Kelompok menengah mencoba smash dengan langkah awalan. Kelompok
mahir berlatih smash dengan lompatan dan variasi arah.
○ Guru memfasilitasi rotasi latihan antarposisi.
Merefleksi (Analisis & Perbaikan):
● Guru memimpin diskusi tentang tantangan dalam melakukan servis dan smash.
● Peserta didik diberi kesempatan untuk merekam gerakan mereka sendiri
menggunakan ponsel dan menganalisisnya, kemudian merencanakan perbaikan.
PERTEMUAN 5-6: APLIKASI TEKNIK DAN TAKTIK DASAR DALAM
PERMAINAN BOLA VOLI
Memahami (Taktik Sederhana):
● Guru menjelaskan taktik dasar dalam permainan bola voli (misalnya, rotasi pemain,
formasi dasar pertahanan/penyerangan, pentingnya komunikasi).
● Guru dapat menggunakan infografis atau papan strategi untuk memvisualisasikan
taktik.
Mengaplikasi (Permainan Modifikasi):
● Peserta didik bermain bola voli yang dimodifikasi (misalnya, jumlah pemain
disesuaikan, aturan sentuhan bola dimodifikasi untuk menekankan passing).
○ Diferensiasi Produk/Proses:
● Guru dapat membagi lapangan menjadi beberapa area kecil untuk permainan
kelompok yang lebih fokus pada penguasaan teknik.
● Tim yang lebih mahir dapat mencoba aturan permainan yang lebih mendekati standar.
● Setiap tim diminta untuk menerapkan satu taktik yang telah dipelajari dan melakukan
observasi diri.
Merefleksi (Diskusi Strategi & Evaluasi Tim):
● Setelah permainan, setiap tim melakukan diskusi singkat tentang kinerja mereka:
"Apa yang berjalan baik?", "Apa yang perlu ditingkatkan?", "Bagaimana kerja sama
tim?"
● Guru memimpin diskusi kelas tentang pentingnya komunikasi, sportivitas, dan kerja
sama dalam permainan bola voli. Peserta didik menulis refleksi singkat tentang
pengalaman mereka dalam permainan.
C. KEGIATAN PENUTUP (UMPAN BALIK KONSTRUKTIF, KESIMPULAN,
PERENCANAAN SELANJUTNYA)
● Umpan Balik Konstruktif (Meaningful): Guru memberikan umpan balik yang jujur
dan membangun tentang perkembangan keterampilan teknis dan non-teknis peserta
didik selama unit ini. Guru juga mendorong peserta didik untuk memberikan umpan
balik tentang metode pembelajaran yang paling efektif bagi mereka.
● Kesimpulan (Mindful): Bersama-sama, guru dan peserta didik menyimpulkan
kembali manfaat belajar bola voli (kesehatan, kerja sama, sportivitas) dan teknik-
teknik kunci yang telah dikuasai.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (Meaningful & Joyful): Guru
memberikan saran untuk latihan mandiri di luar jam pelajaran atau memberikan tugas
pengayaan (misalnya, mencari tahu tentang sejarah bola voli, menonton pertandingan
bola voli, atau menulis esai singkat tentang pentingnya sportivitas). Guru dapat
menanyakan: "Olahraga apa lagi yang ingin kalian pelajari atau tingkatkan
keterampilan kalian?".
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Format: Observasi Keterampilan Gerak Dasar (Passing Bawah) dan Tes Lisan
(Tanya Jawab Singkat).
● Tujuan: Mengidentifikasi tingkat penguasaan teknik dasar dan pengetahuan awal
peserta didik.
Pertanyaan/Tugas:
● (Observasi) Peserta didik diminta melakukan passing bawah secara
individu/berpasangan, guru mengamati posisi tubuh dan perkenaan bola.
● (Tes Lisan) "Sebutkan minimal 2 teknik dasar bola voli yang kamu ketahui." "Apa
pentingnya pemanasan sebelum berolahraga?"
B. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)
● Format: Observasi Partisipasi dan Kedisiplinan dalam Latihan, Penilaian Kinerja
(saat drill teknik), Lembar Penilaian Diri/Peer Feedback.
● Tujuan: Memantau kemajuan penguasaan teknik, memberikan umpan balik
berkelanjutan, dan memotivasi peserta didik.
Pertanyaan/Tugas:
● (Observasi) Rubrik observasi guru tentang antusiasme, kerja sama, dan upaya peserta
didik dalam setiap sesi latihan.
● (Penilaian Kinerja) Guru memberikan checklist atau skala penilaian saat peserta didik
melakukan teknik servis/smash.
● (Lembar Penilaian Diri/Peer Feedback) "Bagaimana performa passing saya/teman
saya hari ini? Apa yang perlu diperbaiki?"
C. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)
● Format: Penilaian Kinerja (Permainan Bola Voli Modifikasi) dan Observasi Sikap.
● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara komprehensif, baik dari
aspek keterampilan maupun sikap.
Tugas Penilaian Kinerja (Permainan Bola Voli Modifikasi):
● Tugas: "Peserta didik dibagi menjadi tim dan bermain bola voli modifikasi (sesuai
aturan yang disepakati). Guru akan menilai kemampuan menerapkan teknik dasar dan
taktik sederhana dalam situasi permainan."
Rubrik Penilaian Kinerja:
Keterampilan Teknik:
● Passing Bawah (akurasi, posisi)
● Passing Atas (koordinasi, perkenaan)
● Servis (konsistensi, arah)
● Smash (perkenaan bola)
Keterampilan Taktik:
● Kerja sama tim
● Penempatan posisi
● Komunikasi
Sikap (Observasi):
● Sportivitas
● Disiplin
● Tanggung Jawab
● Semangat
Observasi Sikap:
● Tugas: Guru mengamati dan mencatat perilaku peserta didik selama seluruh proses
pembelajaran, terutama saat bermain dan berinteraksi dalam kelompok.
Rubrik Observasi Sikap:
● Menghargai teman dan lawan.
● Mengikuti instruksi dengan baik.
● Berusaha maksimal dalam setiap aktivitas.
● Mampu menerima kekalahan dan kemenangan dengan sportif.
● Berinisiatif membantu teman.
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MAPEL: PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, & KESEHATAN (PJOK)
UNIT 3 PERMAINAN LAPANGAN (PERMAINAN SOFBOL
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : .....................................................................................
Nama Penyusun : .....................................................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan (12 Jam Pelajaran @45 menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik pada umumnya memiliki pengalaman dasar dalam permainan bola besar
atau kecil dari jenjang sebelumnya, namun pengetahuan dan keterampilan spesifik
tentang sofbol mungkin bervariasi. Beberapa peserta didik mungkin sudah memiliki
minat dan pengalaman dalam olahraga beregu, sementara yang lain mungkin kurang
familiar atau merasa kurang percaya diri dengan permainan yang membutuhkan
koordinasi tinggi. Latar belakang fisik dan tingkat kebugaran peserta didik akan
mempengaruhi adaptasi mereka terhadap teknik-teknik sofbol. Kebutuhan belajar yang
teridentifikasi meliputi penguasaan teknik dasar (melempar, menangkap, memukul,
berlari), pemahaman strategi permainan, serta pengembangan sikap sportivitas dan kerja
sama.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi permainan sofbol mencakup pengetahuan konseptual (peraturan permainan,
strategi, taktik), pengetahuan prosedural (langkah-langkah melakukan teknik dasar), dan
pengetahuan metakognitif (merefleksikan performa dan strategi tim). Relevansi dengan
kehidupan nyata sangat tinggi karena sofbol mengembangkan kebugaran fisik, melatih
koordinasi, menumbuhkan kerja sama tim, sportivitas, dan kepemimpinan. Tingkat
kesulitan materi moderat, dengan tantangan utama pada penguasaan teknik-teknik yang
membutuhkan koordinasi motorik halus dan kasar yang baik, serta penerapan strategi
dalam situasi permainan. Struktur materi dimulai dari pengenalan permainan, latihan
teknik dasar secara terpisah, penggabungan teknik dalam drill, hingga aplikasi dalam
permainan sebenarnya. Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada sportivitas,
kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan.
D DIMENSI PROFIL LULUSAN
Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi lulusan yang akan
dicapai adalah:
● Kesehatan: Peserta didik memiliki kebugaran fisik yang baik dan kesadaran akan
pentingnya aktivitas fisik melalui permainan sofbol.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam tim, saling
mendukung, dan memecahkan masalah bersama dalam permainan sofbol.
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis situasi permainan,
merumuskan strategi, dan mengambil keputusan yang tepat secara cepat.
● Kemandirian: Peserta didik mampu menguasai teknik dasar sofbol secara mandiri
dan bertanggung jawab atas perannya dalam tim.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase F, peserta didik menerapkan dan mengevaluasi keterampilan gerak
spesifik, konsep gerak, dan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak baru yang
menantang untuk meningkatkan kinerja gerak. Peserta didik memeragakan dan
mengevaluasi fair play, perilaku etis, pendekatan kepemimpinan, dan strategi kolaborasi
dalam berbagai konteks gerak. Mereka mengevaluasi efektivitas strategi peningkatan
partisipasi dan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Terampil Bergerak Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan
keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak
yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-
kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian
keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang
menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam
situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak
tiap konsep pada capaian keterampilan gerak.
Belajar melalui Peserta didik mentransfer dan mengadaptasi strategi gerak yang
Gerak telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda. Peserta didik
memeragakan fair play dan mengevaluasi pengaruh perilaku
etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan
kelompok. Peserta didik merencanakan, menerapkan, dan
menyempurnakan strategi pengambilan keputusan dalam kerja
tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan
kolaborasi.
Bergaya Hidup Aktif Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebugaran dan
menginvestigasi dampak partisipasi yang teratur terhadap
kesehatan. Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebuga-
ran di luar ruang dan /atau lingkungan alam, dan merancang
strategi peningkatan pemanfaatannya. Peserta didik merancang
strategi peningkatan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Memilih Hidup yang Peserta didik mengevaluasi risiko kesehatan akibat gaya hidup dan
Menyehatkan tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani serta
mempromosikannya menggunakan berbagai media. Peserta didik
mengevaluasi pilihan makanan sehat berdasarkan analisis
kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani. Peserta didik
mempraktikkan pertolongan pertama sesuai prinsip dan prosedur
operasional standar (POS) untuk mengelola situasi yang
mengancam kesehatan dan keselamatan sendiri atau orang lain.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Matematika/Fisika: Konsep gerak parabola (saat melempar/memukul), perhitungan
kecepatan, dan sudut.
● Ilmu Pengetahuan Alam (Biologi): Anatomi tubuh, fungsi otot, sistem pernapasan,
dan dampak olahraga terhadap kesehatan.
● Pendidikan Kewarganegaraan: Nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kepemimpinan
dalam konteks kerja sama tim.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-2: Memahami dan Menguasai Teknik Dasar Melempar dan
Menangkap Bola Sofbol (Mindful Learning)
● Melalui demonstrasi dan latihan berulang, peserta didik mampu melakukan teknik
dasar melempar bola (lemparan atas, samping, bawah) dan menangkap bola (datar,
melambung, menyusur tanah) dengan benar sesuai prosedur.
● Peserta didik mampu menjelaskan fungsi dan tujuan dari setiap teknik dasar
melempar dan menangkap bola dalam permainan sofbol.
Pertemuan 3-4: Memahami dan Menguasai Teknik Dasar Memukul dan Berlari
dalam Sofbol (Meaningful Learning)
● Dengan menganalisis video pertandingan dan praktik langsung, peserta didik mampu
melakukan teknik dasar memukul bola (ayunan penuh dan bunt) serta teknik berlari di
antara base dengan efisien.
● Peserta didik mampu mengidentifikasi pentingnya kombinasi teknik memukul dan
berlari untuk mencetak angka dalam permainan.
Pertemuan 5-6: Menerapkan Teknik dan Strategi dalam Permainan Sofbol
Sederhana (Joyful Learning)
● Melalui simulasi permainan dan pertandingan kecil, peserta didik mampu
mengaplikasikan teknik dasar melempar, menangkap, memukul, dan berlari dalam
situasi permainan sofbol.
● Peserta didik mampu bekerja sama dalam tim untuk menyusun dan menerapkan
strategi permainan (menyerang dan bertahan) guna mencapai tujuan tim.
● Peserta didik mampu menunjukkan sikap sportivitas, kerja sama, dan tanggung jawab
selama bermain sofbol.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan difokuskan pada "Sofbol: Lebih dari Sekadar Permainan, Ini
tentang Kerja Sama dan Strategi". Peserta didik akan diajak untuk mengamati
pertandingan sofbol (melalui video atau langsung jika memungkinkan) dan menganalisis
bagaimana setiap teknik dasar dan strategi tim berkontribusi pada kemenangan. Mereka
akan belajar bahwa sofbol bukan hanya tentang kemampuan individu, tetapi juga tentang
bagaimana setiap anggota tim berinteraksi, berkomunikasi, dan bekerja sama untuk
mencapai tujuan bersama, mirip dengan bagaimana mereka berinteraksi dalam kehidupan
sosial atau proyek kelompok di sekolah.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Model Pembelajaran: Discovery Learning, Cooperative Learning, Game-Based
Learning.
● Strategi Pembelajaran: Latihan Berulang (Drill), Bermain Peran (Role Play),
Pemecahan Masalah, Studi Kasus (Video Analisis).
● Metode Pembelajaran: Demonstrasi, Praktik Individu dan Kelompok, Permainan
Kecil, Diskusi Reflektif.
○ Pendekatan Deep Learning:
● Mindful Learning: Melalui fokus pada setiap gerakan teknik dasar dan pengamatan
detail dalam permainan, peserta didik akan lebih menyadari dan merasakan koneksi
antara gerakan dan hasilnya.
● Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan teknik dan strategi sofbol
dengan prinsip-prinsip kerja sama tim, kepemimpinan, dan penyelesaian masalah
yang relevan dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan pembelajaran lebih bermakna.
● Joyful Learning: Aktivitas praktik yang dinamis, permainan yang kompetitif namun
sportif, dan kolaborasi dalam tim diharapkan menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan dan memotivasi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Kolaborasi dengan guru BK untuk penguatan nilai sportivitas,
atau dengan OSIS/ekstrakurikuler olahraga untuk memfasilitasi kegiatan praktik di
luar jam pelajaran.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang pelatih sofbol lokal atau atlet
untuk memberikan coaching clinic dan berbagi pengalaman. Mengadakan kunjungan
ke klub sofbol atau lapangan khusus jika memungkinkan.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Lapangan sofbol atau lapangan olahraga serbaguna yang memadai,
dengan perlengkapan sofbol yang lengkap (bola, glove, bat, base, pelindung). Ruang
kelas/aula untuk diskusi teori dan analisis video.
● Ruang Virtual: Platform Google Classroom untuk berbagi materi (video tutorial,
peraturan permainan), mengumpulkan tugas teori, dan forum diskusi daring.
Pemanfaatan YouTube untuk menonton pertandingan sofbol profesional atau tutorial
teknik.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang aktif, saling mendukung, sportif,
berani mencoba dan tidak takut salah, serta menghargai perbedaan kemampuan.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Video Tutorial: YouTube atau platform lain untuk menampilkan demonstrasi teknik
yang jelas dan dapat diputar berulang.
● Google Classroom: Untuk berbagi materi pembelajaran (peraturan, gambar teknik),
penugasan (observasi video), dan forum diskusi.
● Aplikasi Perekam Video (di smartphone): Peserta didik dapat merekam latihan
mereka untuk analisis diri atau umpan balik teman sebaya.
● Stopwatch Digital: Untuk mengukur kecepatan lari atau waktu pitching sebagai
bagian dari latihan.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
A. KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT PER PERTEMUAN)
Mindful Learning:
● Guru menyapa peserta didik, membangun suasana yang positif dan semangat.
● Melakukan peregangan dinamis dan pemanasan yang relevan dengan gerakan sofbol,
sambil meminta peserta didik untuk fokus pada sensasi tubuh dan kesiapan mental.
● Mengingatkan tentang pentingnya keselamatan dan disiplin dalam berolahraga.
Meaningful Learning:
● Menjelaskan tujuan pembelajaran dan mengaitkannya dengan manfaat langsung
sofbol bagi kebugaran, kesehatan, dan pengembangan karakter (misalnya, kerja sama
tim, sportivitas).
● Melakukan asesmen diagnostik non-kognitif singkat (misalnya, menanyakan
pengalaman mereka dengan permainan bola, atau harapan mereka terhadap
permainan sofbol) untuk memahami minat dan tingkat kepercayaan diri awal.
Joyful Learning:
● Menampilkan video singkat aksi menarik dari pertandingan sofbol profesional atau
momen-momen highlight yang menginspirasi.
● Mengajukan pertanyaan pemantik seperti: "Menurut kalian, apa bagian paling seru
dari permainan sofbol?", atau "Mengapa kerja sama tim sangat penting dalam
sofbol?".
B. KEGIATAN INTI (60-70 MENIT PER PERTEMUAN)
Prinsip Memahami (Pertemuan 1-2: Teknik Melempar dan Menangkap):
Diferensiasi Konten:
● Menyediakan demonstrasi teknik melempar dan menangkap secara langsung oleh
guru/video.
● Menyediakan panduan langkah-langkah tertulis atau infografis bagi peserta didik
yang belajar visual/verbal.
● Menyediakan variasi bola (lebih besar/lunak untuk pemula, bola standar untuk yang
mahir).
Diferensiasi Proses:
● Latihan Berpasangan/Kelompok Kecil: Peserta didik berlatih melempar dan
menangkap. Guru memberikan bimbingan individual.
● Stasiun Latihan: Membuat beberapa pos latihan dengan fokus teknik berbeda
(misalnya: pos lemparan atas, pos lemparan bawah, pos menangkap bola datar).
Peserta didik bergerak antar pos sesuai kemampuan atau minat untuk mengulang
teknik yang dirasa sulit.
● Umpan Balik Instan: Guru memberikan umpan balik langsung selama latihan, dan
mendorong peer-feedback antar teman.
● Refleksi: Peserta didik menyebutkan satu hal yang mereka pelajari tentang teknik
melempar/menangkap dan satu tantangan yang mereka hadapi.
Prinsip Mengaplikasi (Pertemuan 3-4: Teknik Memukul dan Berlari):
Diferensiasi Konten:
● Menyajikan video analisis teknik memukul dari berbagai sudut pandang.
● Menyediakan alat bantu seperti tee-ball (alat penyangga bola) bagi pemula untuk
melatih ayunan memukul tanpa harus khawatir bola dari pitcher.
Diferensiasi Proses:
● Drill Berjenjang: Mulai dari dry swing (ayunan tanpa bola), memukul bola yang
diam di tee, memukul bola lambung dari guru, hingga memukul bola dari teman.
● Latihan Simulasi Kondisi Permainan: Misalnya, latihan memukul lalu langsung
berlari ke base pertama.
● "Coach's Eye": Guru merekam beberapa pukulan siswa (dengan persetujuan) dan
menganalisisnya bersama secara singkat untuk umpan balik konstruktif.
● Refleksi: Peserta didik menuliskan bagaimana koordinasi tangan-mata sangat penting
dalam memukul bola dan berlari.
Prinsip Merefleksi (Pertemuan 5-6: Permainan Sofbol Sederhana):
Diferensiasi Produk:
● Hasil akhir dapat berupa laporan strategi tim (tertulis atau presentasi), atau rekaman
video highlight permainan dengan narasi analisis dari tim.
Diferensiasi Proses:
● Modifikasi Aturan Permainan: Untuk tim yang belum mahir, guru dapat
memodifikasi aturan (misalnya, jumlah strike lebih banyak, ukuran lapangan lebih
kecil) agar semua dapat berpartisipasi dan merasakan joy.
● Pemberian Peran: Setiap anggota tim memiliki peran yang jelas (misalnya, pencatat
skor, pengamat strategi lawan, motivator tim) selain peran di lapangan.
● Diskusi Taktik Timeout: Saat jeda permainan, tim berdiskusi tentang strategi yang
akan diterapkan, mendorong penalaran kritis dan kolaborasi.
● "Game Debriefing": Setelah permainan, setiap tim merefleksikan performa mereka,
apa yang berjalan baik, apa yang perlu ditingkatkan, dan bagaimana kerja sama tim
berpengaruh.
● Refleksi: Peserta didik mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan tim mereka dalam
permainan, serta bagaimana mereka dapat meningkatkan kerja sama.
C. KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT PER PERTEMUAN)
Memberikan Umpan Balik yang Konstruktif:
● Guru memberikan apresiasi atas partisipasi, usaha, dan sportivitas peserta didik.
● Memberikan umpan balik umum tentang kemajuan kelas dalam menguasai teknik dan
strategi sofbol, menyoroti poin-poin kuat dan area yang perlu ditingkatkan.
● Memberikan pujian atas kerja sama tim yang baik atau peningkatan individu.
Menyimpulkan Pembelajaran:
● Bersama-sama dengan peserta didik, guru membuat rangkuman poin-poin penting
yang telah dipelajari tentang teknik, strategi, dan nilai-nilai dalam permainan sofbol.
● Menekankan kembali pentingnya aktivitas fisik dan olahraga untuk kesehatan jasmani
dan rohani.
Melibatkan Siswa dalam Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya:
● Mengajukan pertanyaan seperti: "Apa hal yang paling kalian nikmati dari permainan
sofbol ini?", "Teknik mana yang menurut kalian paling menantang dan mengapa?",
"Bagaimana kalian bisa terus melatih keterampilan ini di luar jam pelajaran?".
● Memberikan tugas rumah (misalnya, mencari informasi tentang sejarah sofbol, atlet
sofbol terkenal, atau menuliskan pengalaman paling berkesan saat bermain sofbol).
● Melakukan pendinginan dan mengucapkan salam penutup.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, pengalaman, dan tingkat kebugaran
dasar peserta didik terkait permainan bola dan sofbol.
Format:
● Kuesioner Singkat: Pertanyaan tentang pengalaman olahraga beregu, pengetahuan
dasar sofbol, dan tingkat minat. (Tes Tertulis)
● Observasi Gerak Dasar: Mengamati kemampuan dasar melempar dan menangkap
bola secara sederhana (misalnya, lempar tangkap berpasangan tanpa instruksi awal)
untuk mengukur tingkat kesiapan fisik. (Observasi)
● Diskusi Awal: Guru memancing diskusi tentang apa yang mereka ketahui tentang
sofbol atau permainan sejenis. (Lisan)
B. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)
● Tujuan: Memantau kemajuan peserta didik dalam penguasaan teknik dasar dan
partisipasi dalam latihan, serta memberikan umpan balik berkelanjutan.
Format:
● Observasi Partisipasi Latihan: Guru mengamati keaktifan, usaha, dan sikap peserta
didik selama sesi latihan teknik dasar dan drill. (Observasi)
● Penilaian Praktik Teknik Dasar: Guru memberikan checklist atau skala penilaian
untuk setiap teknik dasar (melempar, menangkap, memukul, berlari) berdasarkan
akurasi gerakan dan efisiensi. (Observasi/Penilaian Kinerja)
● Umpan Balik Teman Sebaya (Peer-Feedback): Peserta didik saling mengamati dan
memberikan masukan konstruktif terhadap teknik teman saat latihan. (Penilaian
Kinerja)
● Kuis Lisan Singkat: Pertanyaan tentang peraturan dasar atau strategi sederhana
dalam permainan. (Lisan)
● Jurnal Latihan: Peserta didik menuliskan refleksi singkat tentang kemajuan mereka
dalam menguasai teknik dan tantangan yang dihadapi. (Produk)
C. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)
● Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi peserta didik terhadap tujuan
pembelajaran di akhir unit.
Format:
○ Penilaian Proyek/Kinerja: Permainan Sofbol Sederhana & Analisis Tim.
● Tugas: Peserta didik dibagi ke dalam tim dan memainkan pertandingan sofbol
sederhana dengan aturan yang telah dimodifikasi (jika perlu). Setiap tim juga harus
membuat laporan singkat atau presentasi tentang strategi tim mereka dan bagaimana
mereka menerapkan kerja sama selama permainan.
Rubrik Penilaian Kinerja Permainan (Observasi):
● Penguasaan Teknik Dasar: Efisiensi dan ketepatan dalam melempar, menangkap,
memukul, dan berlari dalam situasi permainan. (Bobot 40%)
● Penerapan Strategi Tim: Seberapa efektif tim menerapkan strategi menyerang dan
bertahan yang telah dipelajari. (Bobot 20%)
● Kerja Sama Tim: Komunikasi, dukungan, dan koordinasi antar anggota tim. (Bobot
20%)
● Sportivitas: Sikap menghargai lawan, wasit, dan mengikuti peraturan permainan.
(Bobot 20%)
Rubrik Penilaian Laporan/Presentasi Analisis Tim (Produk/Presentasi):
● Analisis Strategi: Kedalaman pemahaman tim terhadap strategi yang digunakan.
(Bobot 40%)
● Refleksi Kerja Sama: Seberapa baik tim merefleksikan peran individu dan
kontribusi tim. (Bobot 30%)
● Kejelasan Komunikasi: Ketepatan dan kelancaran penyampaian laporan/presentasi.
(Bobot 30%)
Tes Tertulis (Esai/Pilihan Ganda):
Tugas:
● Jelaskan secara singkat tiga teknik dasar sofbol dan mengapa masing-masing teknik
penting.
● Bagaimana strategi bertahan dan menyerang yang efektif dalam permainan sofbol?
Berikan contoh.
● Menurut Anda, mengapa nilai sportivitas dan kerja sama sangat penting dalam
permainan sofbol? Berikan contoh penerapannya.
Rubrik Penilaian:
● Pemahaman Konseptual: Ketepatan dan kelengkapan penjelasan teknik dan strategi.
(Bobot 50%)
● Penalaran Kritis & Etika: Kedalaman analisis tentang nilai sportivitas dan kerja
sama. (Bobot 30%)
● Struktur dan Kebahasaan: Kerapian penulisan dan penggunaan bahasa Indonesia
yang baik dan benar. (Bobot 20%)
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MAPEL: PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, & KESEHATAN (PJOK)
UNIT 4 PERMAINAN LAPANGAN (BELADIRI PENCAK SILAT)
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : .....................................................................................
Nama Penyusun : .....................................................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 8 Pertemuan (2 x 45 menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik pada umumnya memiliki pengetahuan dasar tentang
berbagai jenis olahraga dan aktivitas fisik dari jenjang sebelumnya.
Minat terhadap aktivitas fisik bervariasi, namun potensi ketertarikan
pada beladiri pencak silat dapat muncul jika disajikan secara menarik
dan relevan. Latar belakang fisik dan pengalaman gerak peserta didik
beragam, ada yang sudah terbiasa bergerak aktif dan ada pula yang
kurang. Kebutuhan belajar meliputi penguasaan teknik dasar pencak
silat, pemahaman filosofi beladiri, pengembangan kebugaran fisik,
serta penguatan disiplin dan sportivitas. Beberapa peserta didik
mungkin memiliki pengalaman ekstrakurikuler beladiri sebelumnya,
sementara yang lain mungkin benar-benar baru.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi pelajaran ini berfokus pada penguasaan teknik dasar beladiri
pencak silat, mulai dari kuda-kuda, pukulan, tendangan, tangkisan,
hingga sikap pasang. Jenis pengetahuan yang akan dicapai adalah
pengetahuan prosedural (melakukan gerakan pencak silat), konseptual
(memahami filosofi dan nilai pencak silat), dan metakognitif
(merefleksikan perkembangan kemampuan diri dan nilai-nilai yang
didapat). Relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik mencakup
pengembangan kebugaran jasmani, kemampuan membela diri (dalam
konteks positif), pembentukan karakter disiplin, percaya diri, dan
sportivitas, serta pelestarian budaya bangsa. Tingkat kesulitan materi
akan dimulai dari yang dasar dan bertahap meningkat, dengan
penekanan pada penguasaan gerakan fundamental. Struktur materi
akan progresif, dari pengenalan, latihan dasar, kombinasi gerakan,
hingga aplikasi sederhana dalam simulasi pertarungan. Integrasi nilai
dan karakter akan sangat ditekankan pada penguatan profil pelajar
Pancasila, khususnya mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan
berakhlak mulia.
D DIMENSI PROFIL LULUSAN
Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang akan
dicapai adalah:
● Kesehatan: Peserta didik mampu menjaga kebugaran jasmani dan
memahami pentingnya aktivitas fisik melalui latihan pencak silat
secara teratur.
● Kewargaan: Peserta didik mampu menghargai dan melestarikan
warisan budaya bangsa (pencak silat) serta memahami nilai-nilai
luhur yang terkandung di dalamnya.
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis dan
mengidentifikasi kesalahan dalam melakukan gerakan pencak silat
serta mencari solusi perbaikan.
● Kreativitas: Peserta didik mampu mengombinasikan gerakan
dasar pencak silat menjadi rangkaian gerak yang lebih kompleks atau
mengembangkan variasi gerakan.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif
dalam latihan berpasangan atau berkelompok untuk meningkatkan
kemampuan beladiri.
● Kemandirian: Peserta didik mampu melakukan latihan fisik dan
teknik pencak silat secara mandiri dengan disiplin dan inisiatif.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase F, peserta didik menerapkan dan mengevaluasi keterampilan gerak
spesifik, konsep gerak, dan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak baru yang
menantang untuk meningkatkan kinerja gerak. Peserta didik memeragakan dan
mengevaluasi fair play, perilaku etis, pendekatan kepemimpinan, dan strategi kolaborasi
dalam berbagai konteks gerak. Mereka mengevaluasi efektivitas strategi peningkatan
partisipasi dan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Terampil Bergerak Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan
keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak
yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-
kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian
keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang
menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam
situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak
tiap konsep pada capaian keterampilan gerak.
Belajar melalui Peserta didik mentransfer dan mengadaptasi strategi gerak yang
Gerak telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda. Peserta didik
memeragakan fair play dan mengevaluasi pengaruh perilaku
etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan
kelompok. Peserta didik merencanakan, menerapkan, dan
menyempurnakan strategi pengambilan keputusan dalam kerja
tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan
kolaborasi.
Bergaya Hidup Aktif Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebugaran dan
menginvestigasi dampak partisipasi yang teratur terhadap
kesehatan. Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebuga-
ran di luar ruang dan /atau lingkungan alam, dan merancang
strategi peningkatan pemanfaatannya. Peserta didik merancang
strategi peningkatan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Memilih Hidup yang Peserta didik mengevaluasi risiko kesehatan akibat gaya hidup dan
Menyehatkan tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani serta
mempromosikannya menggunakan berbagai media. Peserta didik
mengevaluasi pilihan makanan sehat berdasarkan analisis
kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani. Peserta didik
mempraktikkan pertolongan pertama sesuai prinsip dan prosedur
operasional standar (POS) untuk mengelola situasi yang
mengancam kesehatan dan keselamatan sendiri atau orang lain.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Seni Budaya: Memahami pencak silat sebagai warisan budaya dan
seni gerak, termasuk unsur-unsur estetika dalam gerakan.
● Sejarah: Mengenali sejarah dan perkembangan pencak silat di
Indonesia serta peranannya dalam perjuangan bangsa.
● Pendidikan Kewarganegaraan: Menguatkan rasa cinta tanah air,
nasionalisme, dan nilai-nilai luhur Pancasila melalui filosofi pencak
silat.
● Biologi (Anatomi & Fisiologi): Memahami anatomi tubuh, fungsi
otot, dan prinsip-prinsip biomekanika dalam melakukan gerakan
pencak silat secara efektif dan aman.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Pengenalan Pencak Silat dan Kuda-kuda Dasar (45 menit)
● Melalui diskusi dan tayangan video, peserta didik dapat
menjelaskan sejarah singkat dan filosofi pencak silat sebagai
beladiri dan budaya bangsa dengan tepat.
● Melalui demonstrasi dan latihan berulang, peserta didik mampu
melakukan tiga jenis kuda-kuda dasar (kuda-kuda depan, tengah,
belakang) dengan sikap tubuh yang benar secara mandiri.
Pertemuan 2: Pukulan dan Tangkisan Dasar (45 menit)
● Melalui demonstrasi dan latihan, peserta didik mampu melakukan dua
jenis pukulan dasar (pukulan depan, pukulan samping) dengan
teknik yang benar dan bertenaga.
● Melalui latihan berpasangan, peserta didik mampu melakukan dua
jenis tangkisan dasar (tangkisan atas, tangkisan bawah) untuk
membendung serangan lawan secara efektif.
Pertemuan 3: Tendangan Dasar dan Sikap Pasang (45 menit)
● Melalui demonstrasi dan latihan, peserta didik mampu melakukan
dua jenis tendangan dasar (tendangan lurus, tendangan T) dengan
kekuatan dan keseimbangan yang memadai.
● Melalui pengamatan dan praktik, peserta didik mampu menunjukkan
dua sikap pasang dasar (pasang satu, pasang dua) dengan posisi
tubuh yang stabil dan siap menyerang/bertahan.
Pertemuan 4: Kombinasi Gerakan Dasar (45 menit)
● Melalui latihan terbimbing, peserta didik mampu mengombinasikan
kuda-kuda, pukulan, dan tangkisan dalam 2-3 rangkaian gerak
sederhana secara berurutan dan luwes.
● Melalui instruksi, peserta didik mampu melakukan kombinasi gerak
yang melibatkan tendangan dan sikap pasang dengan koordinasi
yang baik.
Pertemuan 5: Pola Gerak Dasar dan Aplikasi Sederhana (45 menit)
● Melalui latihan berulang, peserta didik mampu melakukan pola
gerak dasar (langkah) ke berbagai arah (depan, samping, belakang,
serong) dengan langkah yang stabil.
● Melalui simulasi berpasangan, peserta didik mampu mengaplikasikan
kombinasi gerak dasar dalam situasi menyerang dan bertahan
sederhana secara spontan dan tepat.
Pertemuan 6: Variasi Gerak dan Pembentukan Jurus Sederhana (45 menit)
● Melalui eksplorasi gerak, peserta didik mampu menciptakan variasi
gerakan dasar pencak silat dengan sentuhan kreativitas masing-
masing (misalnya, variasi kuda-kuda, pukulan, atau tendangan).
● Secara berkelompok, peserta didik mampu menyusun 3-5 rangkaian
gerak sederhana menjadi "jurus" pendek yang menunjukkan
penguasaan teknik dasar.
Pertemuan 7: Latihan Tanding dan Nilai Sportivitas (45 menit)
● Melalui latihan tanding terbatas (shadow fighting atau sparring
ringan dengan pelindung), peserta didik mampu menunjukkan
kemampuan menerapkan teknik beladiri secara aman dan sportif.
● Melalui refleksi dan diskusi, peserta didik dapat menjelaskan
pentingnya sportivitas, kejujuran, dan penghormatan terhadap
lawan dalam beladiri pencak silat.
Pertemuan 8: Pementasan Jurus dan Evaluasi (45 menit)
● Secara berkelompok, peserta didik mampu menampilkan jurus
sederhana yang telah disusun dengan gerakan yang terkoordinasi
dan ekspresif.
● Melalui penilaian diri dan sebaya, peserta didik dapat
mengidentifikasi kekuatan dan area perbaikan dalam penguasaan
teknik pencak silat dan pengalaman belajar.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan berpusat pada "Pencak Silat: Melestarikan
Budaya, Membangun Kebugaran, Mengembangkan Karakter". Peserta
didik akan diajak untuk memahami pencak silat tidak hanya sebagai
olahraga fisik, tetapi juga sebagai warisan budaya yang kaya nilai-nilai
luhur seperti disiplin, kesabaran, keberanian, rendah hati, dan
sportivitas. Contoh kontekstual akan diambil dari berbagai aliran
pencak silat di Indonesia (jika memungkinkan), atau dari kisah-kisah
pesilat legendaris yang menunjukkan nilai-nilai tersebut. Latihan akan
selalu dikaitkan dengan makna dan filosofi di balik setiap gerakan.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Model Pembelajaran: Cooperative Learning, Discovery Learning,
dan Project-Based Learning (PjBL) di akhir unit.
● Strategi: Demonstrasi, latihan berulang (drill), latihan berpasangan,
permainan adaptasi, simulasi, dan proyek pembuatan jurus.
● Metode: Eksplorasi gerak, umpan balik langsung, scaffolding
(pemberian bantuan bertahap), diskusi, dan refleksi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Berkolaborasi dengan guru Seni Budaya untuk
memahami aspek estetika pencak silat. Memanfaatkan lapangan
atau aula sekolah untuk latihan.
● Lingkungan Luar Sekolah: Jika memungkinkan, mengundang
pelatih atau pesilat lokal untuk memberikan coaching clinic atau
berbagi pengalaman. Mengunjungi padepokan pencak silat lokal
(jika ada).
● Masyarakat: Mengamati atau mencari informasi tentang peran
pencak silat dalam acara adat atau festival budaya setempat.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Lapangan olahraga sekolah, aula, atau ruang terbuka
yang cukup luas dan aman untuk bergerak. Memastikan lantai tidak
licin dan bebas hambatan.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan video tutorial teknik pencak silat dari
platform YouTube atau sumber terpercaya lainnya. Google
Classroom untuk pengumpulan tugas refleksi atau diskusi daring.
● Budaya Belajar: Budaya disiplin, saling menghargai, berani
mencoba, bertanggung jawab, dan mengutamakan keselamatan.
Guru menciptakan suasana yang mendukung eksplorasi gerak dan
perbaikan diri.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mencari artikel atau jurnal tentang sejarah
dan filosofi pencak silat.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan Google Classroom atau grup
chat untuk berbagi video latihan, tips perbaikan gerakan, atau
diskusi tentang nilai-nilai pencak silat.
● Video Tutorial: Menampilkan video-video dari pesilat profesional
atau tutorial teknik dasar pencak silat yang benar sebagai referensi.
● Google Classroom: Sebagai platform utama untuk berbagi materi
(misal: infografis teknik), mengunggah video latihan
individu/kelompok, dan mengelola asesmen.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL, JOYFUL LEARNING) - 10 MENIT
● Ritual Pembuka: Berbaris rapi, berdoa bersama, presensi,
pemanasan dinamis yang menyenangkan (misal: pemanasan dengan
irama musik atau gerakan-gerakan adaptif dari pencak silat untuk
melatih kelincahan dan koordinasi).
● Motivasi & Review: Guru mengingatkan kembali materi pertemuan
sebelumnya (kuda-kuda). Menanyakan: "Bagaimana rasanya
melakukan kuda-kuda kemarin? Apa tantangannya?" (Membawa
kesadaran pada tubuh dan pengalaman).
● Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pertemuan: "Hari
ini kita akan belajar bagaimana cara melakukan pukulan dan
tangkisan dasar yang efektif dan aman." (Jelas dan terukur).
● Koneksi Emosional: Guru bisa bercerita singkat tentang pentingnya
pukulan dan tangkisan dalam melindungi diri (dengan menekankan
tujuan positif dan tidak agresif).
KEGIATAN INTI (MEANINGFUL, UNDERSTANDING, APPLYING,
REFLECTING) - 30 MENIT
Memahami (Understanding):
● Demonstrasi & Penjelasan Konsep: Guru mendemonstrasikan
pukulan depan dan pukulan samping secara perlahan dan jelas,
disertai penjelasan tentang posisi tangan, kaki, dan arah tenaga.
Menekankan aspek biomekanika sederhana. (Diferensiasi konten:
Bagi yang sudah memiliki dasar, guru bisa memberikan tantangan
tambahan berupa kecepatan/kekuatan. Bagi yang belum, guru
memberikan penjelasan lebih detail).
● Observasi & Analisis: Peserta didik mengamati dan mencoba
meniru gerakan. Guru mengajukan pertanyaan: "Bagian tubuh
mana yang paling berperan saat memukul? Mengapa posisi kaki
penting?" (Mendorong penalaran kritis).
Mengaplikasi (Applying):
● Latihan Drill Individu: Peserta didik melakukan pukulan dan
tangkisan dasar secara berulang-ulang. Guru memberikan umpan
balik langsung secara individu, fokus pada satu atau dua aspek
perbaikan untuk setiap peserta didik. (Diferensiasi proses: Bagi
yang cepat menguasai, diminta untuk meningkatkan kecepatan
atau variasi arah pukulan. Bagi yang kesulitan, diberikan bantuan
fisik atau visual).
Latihan Berpasangan:
● Pukulan ke Target: Peserta didik berpasangan, satu memegang
target (misal: telapak tangan, atau bantalan kecil jika tersedia),
satu melakukan pukulan. Fokus pada ketepatan dan kekuatan.
● Tangkisan: Pasangan melakukan serangan ringan dan tangkisan.
Guru menekankan pentingnya saling menjaga keselamatan.
(Diferensiasi produk: Target bisa dimodifikasi, misalnya bagi yang
lebih mahir bisa menggunakan target bergerak. Bagi yang belum,
target statis).
● Permainan Adaptasi (Joyful Learning): Guru dapat menciptakan
permainan sederhana yang mengintegrasikan pukulan/tangkisan,
misal: "Pukulan Target Bergantian" di mana peserta didik secara
estafet memukul target yang digerakkan teman. (Meningkatkan
kegembiraan dan motivasi).
Merefleksi (Reflecting):
● Diskusi Kecil: Setelah sesi latihan, guru meminta peserta didik
berdiskusi dengan pasangannya: "Apa kesulitan yang kalian rasakan
saat memukul/menangkis? Bagaimana cara mengatasinya?"
● Refleksi Diri: Peserta didik diminta untuk menuliskan di buku
catatan atau secara lisan: "Satu hal yang saya pelajari hari ini
tentang pukulan/tangkisan adalah..." atau "Bagian mana dari
pukulan/tangkisan yang perlu saya latih lebih lanjut?"
KEGIATAN PENUTUP (CONSTRUCTIVE FEEDBACK, CONCLUDING,
FUTURE PLANNING) - 5 MENIT
● Pendinginan: Melakukan gerakan pendinginan ringan dan
relaksasi.
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan penguatan positif
atas usaha peserta didik dan memberikan umpan balik umum
tentang pencapaian kelas. Menyoroti beberapa contoh gerakan
yang baik atau perbaikan yang signifikan.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan kembali poin-poin penting
tentang pukulan dan tangkisan yang benar dan aman.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru mengumumkan materi
pertemuan berikutnya (tendangan dan sikap pasang) dan
memberikan tantangan: "Coba praktikkan kembali pukulan dan
tangkisan di rumah dengan aman, rasakan perubahan tenaga yang
kalian hasilkan." (Melibatkan siswa dalam perencanaan belajar
mandiri).
● Doa & Penutup: Doa bersama dan salam penutup.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Format: Observasi Langsung atau Tes Lisan Singkat
● Tujuan: Mengidentifikasi tingkat kebugaran fisik dasar dan
pengetahuan awal tentang beladiri/pencak silat.
Pertanyaan/Tugas:
● "Coba lakukan gerakan kuda-kuda semampu kalian!" (Observasi
kemampuan motorik dasar).
● "Apa yang kalian ketahui tentang pencak silat?"
● "Sebutkan manfaat melakukan aktivitas beladiri!"
● Guru dapat memberikan kuesioner singkat tentang pengalaman
olahraga atau minat terhadap beladiri.
B. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)
Observasi Partisipasi dan Penguasaan Gerak:
● Format: Lembar Observasi (Checklist atau Rubrik Skala 1-4)
● Tujuan: Mengamati kemajuan penguasaan teknik dasar (kuda-kuda,
pukulan, tendangan, tangkisan, sikap pasang) dan partisipasi aktif
selama latihan.
● Indikator: Ketepatan posisi tubuh, koordinasi gerak,
kekuatan/kecepatan (sesuai tahap), usaha, disiplin, dan kerja sama.
Penilaian Kinerja (Latihan Berpasangan/Simulasi):
● Format: Rubrik Penilaian Teknik dan Aplikasi Sederhana
● Tujuan: Mengukur kemampuan mengaplikasikan gerakan dasar
dalam konteks berpasangan atau simulasi sederhana.
● Indikator: Kemampuan menyerang/bertahan, reaksi, koordinasi
dengan pasangan, keselamatan, dan sportivitas.
Refleksi Individu:
● Format: Jurnal Belajar atau Pertanyaan Tertulis Singkat
● Tujuan: Mengukur pemahaman konseptual dan metakognitif peserta
didik tentang filosofi, nilai, dan perkembangan diri.
Pertanyaan/Tugas:
● "Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi dalam mempelajari
gerakan [nama gerakan]? Bagaimana kamu mengatasinya?"
● "Apa nilai-nilai positif yang bisa kamu ambil dari latihan pencak silat
hari ini?"
C. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)
Penilaian Proyek (Pementasan Jurus Sederhana):
● Format: Rubrik Penilaian Pementasan Jurus
● Tujuan: Mengukur kemampuan peserta didik dalam
mengkombinasikan teknik dasar menjadi sebuah rangkaian gerak
yang terkoordinasi dan menunjukkan pemahaman estetika serta
filosofi.
Indikator:
● Penguasaan Teknik: Ketepatan gerakan kuda-kuda, pukulan,
tendangan, tangkisan dalam rangkaian.
● Kekompakan/Koordinasi: Jika berkelompok.
● Ekspresi & Penghayatan: Kesesuaian dengan karakter/filosofi
pencak silat.
● Kreativitas: Inovasi dalam penyusunan jurus.
Tes Praktik Individual:
● Format: Demonstrasi Teknik Dasar
● Tujuan: Mengukur penguasaan individual peserta didik terhadap
teknik-teknik dasar pencak silat.
● Tugas: Peserta didik diminta untuk melakukan demonstrasi
(misalnya) 3 kuda-kuda, 2 pukulan, 1 tendangan, dan 1 tangkisan
secara berurutan dan benar.
Tes Lisan (Refleksi Akhir):
● Format: Tanya Jawab atau Diskusi Kelompok
● Tujuan: Menggali pemahaman holistik peserta didik tentang pencak
silat sebagai olahraga, beladiri, dan budaya.
Pertanyaan:
● "Bagaimana pencak silat dapat membantu kalian menjaga kebugaran
jasmani?"
● "Sebutkan tiga nilai karakter yang kalian dapatkan dari mempelajari
pencak silat!"
● "Sebagai generasi muda, bagaimana peran kalian dalam melestarikan
pencak silat?"
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MAPEL : PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, & KESEHATAN (PJOK)
UNIT 5 AKTIVITAS SENAM
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : .....................................................................................
Nama Penyusun : .....................................................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (3 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik kelas XI umumnya memiliki pengalaman dasar dalam
aktivitas senam dari jenjang sebelumnya (SMP). Namun, tingkat
pemahaman dan keterampilan senam dapat bervariasi. Beberapa
mungkin memiliki minat tinggi pada senam dan sudah menguasai
gerakan dasar dengan baik, sementara yang lain mungkin merasa
canggung atau kurang percaya diri. Pengetahuan awal terkait prinsip-
prinsip gerak, kelentukan, keseimbangan, dan koordinasi sudah ada,
namun perlu diingatkan kembali dan dikaitkan dengan aktivitas
senam. Kebutuhan belajar akan difokuskan pada penguasaan variasi
gerakan, kombinasi, dan ekspresi dalam senam, serta pengembangan
kreativitas dalam menyusun rangkaian gerakan.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi pelajaran "Aktivitas Senam" pada unit ini mencakup jenis
pengetahuan prosedural (melakukan gerakan senam), konseptual
(memahami prinsip-prinsip senam irama/lantai), dan metakognitif
(merefleksikan hasil latihan dan strategi peningkatan). Relevansinya
dengan kehidupan nyata sangat tinggi karena senam melatih kebugaran
jasmani, kelenturan, keseimbangan, dan koordinasi yang penting
untuk aktivitas sehari-hari dan kesehatan jangka panjang. Tingkat
kesulitan materi bervariasi dari gerakan dasar hingga kombinasi yang
lebih kompleks, disesuaikan secara bertahap. Struktur materi akan
dimulai dari pemanasan, pengenalan gerakan dasar, kombinasi
gerakan, hingga penyusunan rangkaian. Integrasi nilai dan karakter
akan ditekankan pada disiplin, kerja sama, percaya diri, dan apresiasi
terhadap keindahan gerak.
D DIMENSI PROFIL LULUSAN
Dalam pembelajaran Unit 5 Aktivitas Senam ini, dimensi profil lulusan
yang akan dicapai adalah:
● Kesehatan: Peserta didik dapat menjaga kesehatan dan kebugaran
jasmani melalui aktivitas senam secara teratur dan mandiri.
● Kreativitas: Peserta didik mampu menciptakan dan
mengembangkan variasi gerakan serta menyusun rangkaian senam
secara orisinal.
● Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok
untuk menyusun dan menampilkan rangkaian senam.
● Kemandirian: Peserta didik mampu berlatih dan meningkatkan
keterampilan senam secara mandiri dan bertanggung jawab.
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis dan
mengevaluasi teknik gerakan senam, serta memberikan umpan
balik yang konstruktif.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase F, peserta didik menerapkan dan mengevaluasi keterampilan gerak
spesifik, konsep gerak, dan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak baru yang
menantang untuk meningkatkan kinerja gerak. Peserta didik memeragakan dan
mengevaluasi fair play, perilaku etis, pendekatan kepemimpinan, dan strategi kolaborasi
dalam berbagai konteks gerak. Mereka mengevaluasi efektivitas strategi peningkatan
partisipasi dan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Terampil Bergerak Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan
keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak
yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-
kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian
keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang
menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam
situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak
tiap konsep pada capaian keterampilan gerak.
Belajar melalui Peserta didik mentransfer dan mengadaptasi strategi gerak yang
Gerak telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda. Peserta didik
memeragakan fair play dan mengevaluasi pengaruh perilaku
etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan
kelompok. Peserta didik merencanakan, menerapkan, dan
menyempurnakan strategi pengambilan keputusan dalam kerja
tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan
kolaborasi.
Bergaya Hidup Aktif Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebugaran dan
menginvestigasi dampak partisipasi yang teratur terhadap
kesehatan. Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebuga-
ran di luar ruang dan /atau lingkungan alam, dan merancang
strategi peningkatan pemanfaatannya. Peserta didik merancang
strategi peningkatan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Memilih Hidup yang Peserta didik mengevaluasi risiko kesehatan akibat gaya hidup dan
Menyehatkan tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani serta
mempromosikannya menggunakan berbagai media. Peserta didik
mengevaluasi pilihan makanan sehat berdasarkan analisis
kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani. Peserta didik
mempraktikkan pertolongan pertama sesuai prinsip dan prosedur
operasional standar (POS) untuk mengelola situasi yang
mengancam kesehatan dan keselamatan sendiri atau orang lain.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Seni Budaya (Seni Tari): Kaitan dengan ekspresi gerak, irama,
dan keindahan dalam menyusun rangkaian senam.
● Matematika (Fisika): Konsep-konsep seperti keseimbangan,
momentum, dan gaya dalam melakukan gerakan senam.
● Bahasa Indonesia: Penggunaan kosakata yang tepat untuk
mendeskripsikan gerakan dan memberikan instruksi.
● Pendidikan Kewarganegaraan: Nilai-nilai kerja sama dan
toleransi dalam aktivitas kelompok.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 x 45 menit): Pengenalan Gerakan Dasar Senam Lantai/Irama
● Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mempraktikkan minimal 5
gerakan dasar senam lantai/irama dengan benar sesuai petunjuk
guru dan video contoh.
● Peserta didik mampu menunjukkan sikap disiplin dan fokus saat
melakukan pemanasan dan gerakan dasar senam.
● Peserta didik dapat menjelaskan manfaat kelentukan dan kekuatan
otot dalam melakukan senam melalui diskusi kelompok.
Pertemuan 2 (2 x 45 menit): Pengembangan Kombinasi Gerakan Senam
● Peserta didik dapat mengombinasikan minimal 3-4 gerakan dasar
senam lantai/irama secara kreatif dan lancar dalam kelompok kecil.
● Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam kelompok
untuk menyusun rangkaian gerakan sederhana.
● Peserta didik dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan
dalam kombinasi gerak mereka setelah melihat contoh dari teman
sebaya.
Pertemuan 3 (2 x 45 menit): Penyusunan dan Penampilan Rangkaian Senam
● Peserta didik mampu menyusun rangkaian senam lantai/irama
sederhana dengan durasi 1-2 menit, menampilkan koordinasi,
keseimbangan, dan ekspresi yang baik.
● Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri dan kemandirian
dalam menampilkan rangkaian senam di depan kelas.
● Peserta didik dapat memberikan umpan balik yang konstruktif
kepada kelompok lain mengenai penampilan senam mereka.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran kontekstual untuk unit ini adalah "Senam sebagai
Ekspresi Diri dan Gaya Hidup Sehat". Peserta didik akan diajak untuk
melihat senam bukan hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai
sarana untuk mengekspresikan kreativitas, membangun kepercayaan
diri, dan menjaga kebugaran jasmani untuk gaya hidup sehat.
Konteksnya dapat dihubungkan dengan pentingnya aktivitas fisik di
era digital, senam sebagai olahraga rekreasi, atau bahkan senam
sebagai bagian dari budaya sekolah.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Model Pembelajaran: Discovery Learning, Project-Based Learning
(pada tahap penyusunan rangkaian senam).
● Strategi Pembelajaran: Kooperatif (kerja kelompok), Eksplorasi
Gerak, Demontrasi & Latihan.
● Metode Pembelajaran: Diskusi, Demonstrasi, Latihan
Berpasangan/Kelompok, Presentasi.
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful Learning, Meaningful
Learning, Joyful Learning).
KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran PJOK, guru piket (untuk
memastikan keamanan area latihan), teman sebaya (peer learning
dan umpan balik).
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Video tutorial senam
dari praktisi/atlet di YouTube, atau jika memungkinkan, mengundang
pelatih senam lokal untuk berbagi pengalaman.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Lapangan olahraga sekolah, aula, atau area yang cukup
luas dan aman untuk bergerak. Pastikan lantai bersih dan tidak licin.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom untuk
berbagi materi, tautan video, atau sebagai tempat pengumpulan
tugas. Grup chat kelas untuk diskusi cepat.
● Budaya Belajar: Lingkungan yang mendukung eksplorasi,
keberanian mencoba, saling menghargai usaha, dan memberikan
umpan balik positif. Penekanan pada proses belajar dan
peningkatan diri, bukan hanya hasil akhir.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Pemanfaatan perpustakaan digital/sumber daya online:
Mencari video tutorial senam dari YouTube atau platform edukasi
lainnya untuk referensi gerakan.
● Forum diskusi daring (Google Classroom/WhatsApp Group):
Untuk membahas kesulitan gerakan, berbagi ide kombinasi, atau
memberikan umpan balik awal.
● Aplikasi Perekam Video: Peserta didik dapat merekam gerakan
mereka sendiri untuk analisis mandiri atau kelompok.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
A. KEGIATAN PENDAHULUAN (PRINSIP PEMBELAJARAN
BERKESADARAN, BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)
● Mindful Learning: Guru mengajak peserta didik untuk melakukan
peregangan ringan dan menenangkan diri sejenak (mindful
breathing) sebelum memulai aktivitas fisik, fokus pada sensasi
tubuh dan kesiapan mental.
● Joyful Learning: Memutar musik yang energik dan menyenangkan
saat pemanasan. Guru dapat mengajak peserta didik melakukan ice
breaking ringan yang melibatkan gerakan sederhana atau
permainan yang berkaitan dengan koordinasi.
● Meaningful Learning: Guru mengawali pelajaran dengan
pertanyaan pemantik yang mengaitkan senam dengan kehidupan
sehari-hari atau tujuan kesehatan: "Mengapa senam itu penting
bagi kita?" atau "Pernahkah kalian melihat senam di TV atau acara
olahraga? Gerakan apa yang paling menarik perhatian kalian?"
B. KEGIATAN INTI (PRINSIP PEMBELAJARAN MEMAHAMI,
MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Memahami (Perception & Comprehension):
● Diferensiasi Konten: Guru menyediakan berbagai sumber belajar
(video demonstrasi, gambar, deskripsi tertulis) untuk gerakan dasar
senam. Peserta didik dapat memilih format yang paling sesuai
dengan gaya belajar mereka.
● Guru mendemonstrasikan gerakan dasar secara perlahan dan jelas,
memberikan kesempatan peserta didik untuk mengamati.
● Guru memecah gerakan kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah
dipahami.
● Peserta didik secara individu mencoba gerakan dasar, guru berkeliling
memberikan bimbingan awal.
Mengaplikasi (Application):
○ Diferensiasi Proses:
● Kelompok Berdasarkan Kesiapan: Guru dapat membentuk
kelompok kecil berdasarkan tingkat kemampuan (hasil asesmen awal)
untuk latihan gerakan dasar. Kelompok dengan kemampuan lebih
lanjut bisa langsung mencoba variasi, sementara kelompok yang
masih kesulitan fokus pada penguasaan dasar.
● Latihan Berpasangan/Kelompok Kecil: Peserta didik berlatih
gerakan dan kombinasi dengan teman, saling memberikan umpan
balik (peer teaching).
● Problem-Based Learning: Memberikan tantangan kepada
kelompok untuk menciptakan kombinasi gerakan dari elemen-elemen
yang sudah diajarkan.
● Joyful Learning: Membiarkan peserta didik memilih musik pengiring
untuk latihan kombinasi mereka. Mengadakan "mini-challenge"
antar kelompok untuk menampilkan kombinasi terbaik.
● Meaningful Learning: Meminta peserta didik untuk
menghubungkan gerakan yang mereka pelajari dengan manfaat
spesifik untuk kesehatan dan kebugaran tubuh mereka.
Merefleksi (Reflection):
○ Diferensiasi Produk:
● Refleksi Tertulis/Jurnal: Peserta didik menuliskan pengalaman
mereka dalam mencoba gerakan, kesulitan yang dihadapi, dan
strategi yang digunakan untuk mengatasinya.
● Diskusi Kelompok: Peserta didik saling bertukar pengalaman dan
tantangan dalam menyusun rangkaian senam.
● Presentasi Singkat: Kelompok menampilkan rangkaian senam
mereka, diikuti dengan sesi umpan balik dari guru dan teman.
● Mindful Learning: Setelah sesi latihan, guru mengajak peserta
didik untuk melakukan pendinginan dan refleksi tentang sensasi
tubuh mereka, apa yang mereka rasakan setelah bergerak, dan
bagaimana mereka menjaga kesehatan fisik.
C. KEGIATAN PENUTUP (UMPAN BALIK, KESIMPULAN, PERENCANAAN
LANJUTAN)
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik positif
dan spesifik terhadap usaha dan peningkatan peserta didik, bukan
hanya hasil akhir. "Saya melihat kamu semakin luwes dalam
gerakan putaran ini, pertahankan!" atau "Kerja sama kelompok
kalian sangat baik dalam menyusun rangkaian ini." Guru juga
memberikan saran perbaikan yang jelas dan fokus pada 1-2 aspek
saja.
● Kesimpulan Pembelajaran: Guru dan peserta didik bersama-
sama menyimpulkan poin-poin penting dari pembelajaran hari itu,
misalnya: "Kita telah belajar berbagai gerakan dasar senam dan
bagaimana menggabungkannya menjadi rangkaian."
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya:
● Guru mengajak peserta didik untuk menyampaikan ide atau minat
mereka untuk pertemuan berikutnya: "Apa lagi yang ingin kalian
pelajari lebih dalam tentang senam?" atau "Gerakan apa yang ingin
kalian kembangkan lebih lanjut?"
● Memberikan "tantangan" untuk latihan mandiri di rumah atau
sebagai persiapan pertemuan berikutnya, misalnya: "Coba cari
referensi senam irama yang berbeda di internet dan identifikasi
beberapa gerakan baru."
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Format: Observasi dan Pertanyaan Lisan.
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, minat, dan keterampilan
dasar senam peserta didik.
Pertanyaan/Tugas:
● Guru mengamati peserta didik saat melakukan gerakan pemanasan
dasar (misalnya, stretching).
● "Gerakan senam apa yang paling kamu sukai atau yang paling
mudah kamu lakukan?"
● "Apa yang kamu ketahui tentang manfaat senam bagi tubuh?"
● "Pernahkah kamu melakukan senam di luar sekolah? Jika ya, senam
jenis apa?"
B. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)
● Format: Observasi, Penilaian Diri, dan Penilaian Antarteman.
● Tujuan: Memantau kemajuan belajar peserta didik selama proses
pembelajaran dan memberikan umpan balik berkelanjutan.
Pertanyaan/Tugas:
● Observasi Guru: Guru menggunakan lembar observasi untuk
mencatat partisipasi aktif, usaha dalam mencoba gerakan, kerja
sama kelompok, dan penguasaan gerakan dasar/kombinasi.
● Penilaian Diri (Formulir Singkat): "Seberapa percaya diri kamu
dalam melakukan gerakan senam hari ini? Berikan nilai 1-5." "Apa
kesulitan terbesar yang kamu hadapi hari ini?" "Apa yang berhasil
kamu pelajari hari ini?"
● Penilaian Antarteman (Checklist): Peserta didik dalam
kelompok saling menilai saat berlatih, misalnya: "Apakah temanmu
menunjukkan koordinasi yang baik dalam gerakan ini?" (Ya/Tidak),
"Apakah temanmu memberikan semangat kepada anggota
kelompok lain?" (Ya/Tidak).
C. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)
● Format: Penilaian Proyek (Penampilan Rangkaian Senam) dan Tes
Lisan (Refleksi).
● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara
keseluruhan.
Pertanyaan/Tugas:
Penilaian Proyek:
● Tugas: Setiap kelompok (atau individu, jika memungkinkan)
menyusun dan menampilkan rangkaian senam lantai/irama dengan
durasi 1-2 menit yang mencakup minimal 5 gerakan dasar yang
telah dipelajari dan beberapa kombinasi kreatif.
Rubrik Penilaian Proyek:
● Teknik Gerakan: Ketepatan dan kebersihan gerakan (skala 1-4)
● Kreativitas dan Variasi: Orisinalitas dan pengembangan gerakan
(skala 1-4)
● Kesesuaian dengan Irama (jika senam irama): Harmonisasi
gerakan dengan musik (skala 1-4)
● Kekompakan/Kerja Sama Kelompok (jika berkelompok):
Sinkronisasi dan dukungan antaranggota (skala 1-4)
● Penampilan dan Ekspresi: Kepercayaan diri dan penghayatan (skala
1-4)
Tes Lisan (Refleksi Akhir):
● "Apa saja yang kamu pelajari dari proses menyusun dan
menampilkan rangkaian senam ini?"
● "Bagaimana senam dapat membantu kamu menjaga kesehatan fisik
dan mental?"
● "Apa yang akan kamu lakukan untuk terus mengembangkan
keterampilan senammu di masa depan?"
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MAPEL: PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, & KESEHATAN (PJOK)
UNIT 6 AKTIVITAS GERAK BERIRAMA
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : .....................................................................................
Nama Penyusun : .....................................................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan (12 x 45 menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik kelas XI umumnya telah memiliki pengetahuan dasar tentang gerak dasar
lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif yang diperoleh pada jenjang sebelumnya.
Beberapa mungkin telah memiliki pengalaman dalam senam lantai, tari, atau aktivitas
fisik berirama lainnya. Minat peserta didik terhadap aktivitas gerak berirama bervariasi;
sebagian mungkin sangat tertarik dan memiliki bakat, sementara yang lain mungkin
merasa kurang percaya diri atau kurang termotivasi. Latar belakang fisik dan kebugaran
juga akan beragam. Kebutuhan belajar peserta didik akan mencakup pengembangan
keterampilan motorik, pemahaman konsep, peningkatan kebugaran, serta ekspresi diri
melalui gerak.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi "Aktivitas Gerak Berirama" mencakup jenis pengetahuan konseptual (prinsip-
prinsip gerak berirama, unsur-unsur senam irama), prosedural (langkah-langkah dan
rangkaian gerak senam irama), dan metakognitif (strategi untuk mengembangkan
kreativitas dalam gerak). Relevansinya dengan kehidupan nyata sangat tinggi karena
aktivitas berirama dapat meningkatkan kebugaran jasmani, koordinasi, keseimbangan,
kelenturan, dan ekspresi diri, yang berguna dalam berbagai aspek kehidupan. Tingkat
kesulitan materi bervariasi, dimulai dari gerak dasar yang sederhana hingga rangkaian
gerak yang lebih kompleks. Struktur materi akan disusun secara progresif dari
pengenalan konsep dan gerak dasar, pengembangan variasi, hingga penyusunan
rangkaian. Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada disiplin, kerja sama,
tanggung jawab, sportivitas, percaya diri, dan apresiasi terhadap keindahan gerak.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN
Dalam pembelajaran Unit 6 ini, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Kesehatan: Peserta didik mampu menjaga dan meningkatkan kesehatan jasmani
melalui aktivitas gerak berirama.
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi prinsip-
prinsip gerak berirama serta mengidentifikasi kesalahan gerakan.
● Kreativitas: Peserta didik mampu menciptakan dan memodifikasi rangkaian gerak
berirama secara inovatif.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun
dan menampilkan rangkaian gerak berirama.
● Kemandirian: Peserta didik mampu berlatih dan mengembangkan kemampuan gerak
berirama secara mandiri.
● Komunikasi: Peserta didik mampu mengkomunikasikan ide dan gagasan gerak
melalui ekspresi tubuh.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase F, peserta didik menerapkan dan mengevaluasi keterampilan gerak
spesifik, konsep gerak, dan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak baru yang
menantang untuk meningkatkan kinerja gerak. Peserta didik memeragakan dan
mengevaluasi fair play, perilaku etis, pendekatan kepemimpinan, dan strategi kolaborasi
dalam berbagai konteks gerak. Mereka mengevaluasi efektivitas strategi peningkatan
partisipasi dan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Terampil Bergerak Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan
keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak
yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-
kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian
keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang
menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam
situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak
tiap konsep pada capaian keterampilan gerak.
Belajar melalui Peserta didik mentransfer dan mengadaptasi strategi gerak yang
Gerak telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda. Peserta didik
memeragakan fair play dan mengevaluasi pengaruh perilaku
etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan
kelompok. Peserta didik merencanakan, menerapkan, dan
menyempurnakan strategi pengambilan keputusan dalam kerja
tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan
kolaborasi.
Bergaya Hidup Aktif Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebugaran dan
menginvestigasi dampak partisipasi yang teratur terhadap
kesehatan. Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebuga-
ran di luar ruang dan /atau lingkungan alam, dan merancang
strategi peningkatan pemanfaatannya. Peserta didik merancang
strategi peningkatan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Memilih Hidup yang Peserta didik mengevaluasi risiko kesehatan akibat gaya hidup dan
Menyehatkan tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani serta
mempromosikannya menggunakan berbagai media. Peserta didik
mengevaluasi pilihan makanan sehat berdasarkan analisis
kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani. Peserta didik
mempraktikkan pertolongan pertama sesuai prinsip dan prosedur
operasional standar (POS) untuk mengelola situasi yang
mengancam kesehatan dan keselamatan sendiri atau orang lain.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Seni Budaya (Seni Tari/Musik): Memahami irama, ketukan, dan ekspresi dalam
gerak. Memanfaatkan musik sebagai pengiring dan inspirasi gerak.
● Matematika: Penggunaan hitungan dan pola dalam menyusun rangkaian gerak.
● Biologi (Anatomi & Fisiologi): Pemahaman tentang fungsi otot, sendi, dan sistem
kardiovaskular dalam mendukung gerak dan kebugaran.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-2: Pengenalan Gerak Dasar dan Musik
● Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur gerak dasar (langkah, ayunan
lengan, gerak bebas) dalam aktivitas gerak berirama dengan benar.
● Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan melakukan gerak dasar lokomotor
(misalnya, langkah biasa, langkah rapat) dan non-lokomotor (misalnya, ayunan
lengan ke depan/belakang) dalam aktivitas gerak berirama sesuai irama musik.
● Peserta didik dapat menjelaskan keterkaitan antara musik dan gerak dalam aktivitas
gerak berirama.
Pertemuan 3-4: Pengembangan Variasi Gerak dan Kekompakan
● Peserta didik dapat menciptakan variasi gerak lokomotor dan non-lokomotor secara
individual maupun berpasangan dalam aktivitas gerak berirama.
● Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan berkoordinasi dengan teman dalam
melakukan rangkaian gerak berirama secara berkelompok.
● Peserta didik dapat menganalisis dan mengevaluasi efektivitas variasi gerak yang
dibuat dalam aktivitas gerak berirama.
Pertemuan 5-6: Penyusunan dan Penampilan Rangkaian
● Peserta didik dapat menyusun rangkaian gerak berirama sederhana dengan
memadukan unsur gerak dasar, variasi, dan musik secara kreatif.
● Peserta didik dapat menampilkan rangkaian gerak berirama secara mandiri atau
berkelompok dengan percaya diri dan ekspresif.
● Peserta didik dapat memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap penampilan
teman dalam aktivitas gerak berirama.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
● Penerapan gerak berirama dalam kehidupan sehari-hari (senam pagi, rekreasi, tarian
daerah, atau bahkan aktivitas kebugaran di rumah).
● Manfaat gerak berirama untuk kesehatan mental dan fisik.
● Kreasi gerak berirama menggunakan lagu-lagu populer atau musik tradisional
Indonesia.
● Menganalisis video-video senam irama atau tarian yang populer.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Model Pembelajaran: Discovery Learning, Project-Based Learning (terutama di
akhir unit)
● Strategi Pembelajaran: Kooperatif (pembelajaran kelompok), Inkuiri (mencari dan
menemukan pola gerak), Eksplorasi (mencoba variasi gerak).
● Metode Pembelajaran: Diskusi, Demonstrasi, Latihan (Drill), Bermain peran
(eksplorasi gerak), Presentasi kelompok.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Pemanfaatan lapangan olahraga/aula sekolah, ruang kelas
untuk diskusi dan analisis.
● Lingkungan Luar Sekolah: Jika memungkinkan, mengundang praktisi senam irama
lokal atau instruktur tari untuk memberikan workshop singkat.
● Masyarakat: Mengamati dan mengapresiasi pertunjukan tari atau senam irama di
acara komunitas.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Lapangan olahraga/aula yang cukup luas dan aman untuk bergerak.
Ruang kelas yang nyaman untuk diskusi dan presentasi.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom untuk berbagi materi,
tugas, dan video referensi. Grup chat/forum diskusi daring untuk kolaborasi antar
siswa.
● Budaya Belajar: Budaya saling menghargai, berani mencoba, aktif berpartisipasi,
dan memberikan umpan balik konstruktif. Mendorong peserta didik untuk belajar dari
kesalahan dan mengembangkan kreativitas.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses sumber referensi tentang senam irama, musik,
dan gerak.
● Forum Diskusi Daring: Diskusi kelompok tentang ide-ide gerak, kesulitan, dan
solusi.
● YouTube/Video Tutorial: Menonton video tutorial gerak dasar senam irama atau
contoh rangkaian gerak.
● Aplikasi Perekam Video: Merekam latihan dan penampilan untuk refleksi diri dan
umpan balik.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
A. KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL
LEARNING)
Pembukaan (5 menit):
● Guru menyapa peserta didik dengan senyum dan semangat.
● Guru memimpin doa bersama.
● Guru mengecek kehadiran dan kesiapan fisik peserta didik (pakaian olahraga, tidak
ada keluhan sakit).
● Guru menciptakan suasana ceria dengan pertanyaan ringan terkait aktivitas fisik atau
musik favorit.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dengan bahasa yang mudah
dipahami dan relevan.
Pemanasan (10 menit):
● Guru memimpin pemanasan dinamis yang diiringi musik ceria (misalnya, gerakan
peregangan yang mengikuti irama lagu anak-anak atau lagu populer).
● Berdiferensiasi: Guru memberikan pilihan gerakan pemanasan yang dapat
disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing siswa (misalnya, gerakan
melompat bagi yang mampu, gerakan mengangkat kaki bagi yang belum).
Apersepsi & Motivasi (10 menit):
● Guru menampilkan video pendek atau gambar-gambar tentang aktivitas gerak
berirama yang menarik (senam, tarian, aerobik).
● Mindful Learning: Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Apa yang membuat
gerakan-gerakan ini terlihat indah dan harmonis?" "Apakah kalian pernah mencoba
menari atau bergerak mengikuti irama musik? Bagaimana rasanya?"
● Joyful Learning: Guru bisa meminta beberapa siswa untuk menirukan sedikit
gerakan dari video atau musik yang diputar secara spontan.
B. KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, MINDFUL LEARNING)
PERTEMUAN 1-2: EKSPLORASI GERAK DASAR DAN MUSIK
Eksplorasi Gerak Dasar (20 menit):
● Guru mendemonstrasikan gerak dasar lokomotor (langkah biasa, langkah rapat,
langkah keseimbangan) dan non-lokomotor (ayunan lengan ke depan/belakang,
memutar bahu) dalam aktivitas gerak berirama.
● Peserta didik mencoba menirukan gerak dasar tersebut secara mandiri dan
berpasangan.
● Berdiferensiasi Konten: Guru menyediakan kartu-kartu gerak dasar dengan ilustrasi
dan deskripsi langkah-langkahnya untuk siswa yang membutuhkan panduan visual.
● Berdiferensiasi Proses: Siswa yang sudah mahir dapat langsung mencoba kombinasi
gerak, sementara yang lain fokus pada penguasaan gerak tunggal.
Penggabungan Gerak dan Irama (20 menit):
● Guru memutar musik dengan tempo yang berbeda-beda.
● Peserta didik mencoba menggabungkan gerak dasar dengan irama musik, merasakan
tempo dan ketukan.
● Meaningful Learning: Guru menjelaskan mengapa penting untuk bergerak sesuai
irama (untuk keserasian dan efisiensi gerak).
● Mindful Learning: Guru meminta siswa untuk fokus pada sensasi tubuh saat
bergerak mengikuti irama musik.
Diskusi dan Refleksi Awal (10 menit):
● Peserta didik secara berpasangan mendiskusikan kesulitan dan kemudahan dalam
melakukan gerak dasar sesuai irama.
● Guru memfasilitasi diskusi singkat kelas tentang apa yang mereka rasakan ketika
bergerak mengikuti irama musik.
PERTEMUAN 3-4: PENGEMBANGAN VARIASI DAN KOLABORASI
Kreasi Variasi Gerak (25 menit):
● Guru memberikan tantangan kepada setiap kelompok (3-4 orang) untuk menciptakan
3-5 variasi gerak dari gerak dasar yang telah dipelajari.
● Meaningful Learning: Guru menekankan bahwa kreativitas adalah memodifikasi
dan mengembangkan yang sudah ada.
● Berdiferensiasi Produk: Siswa dapat mempresentasikan variasi gerak mereka dalam
bentuk demonstrasi fisik atau deskripsi tertulis/gambar.
Latihan Kekompakan Kelompok (25 menit):
● Setiap kelompok berlatih melakukan variasi gerak mereka secara bersama-sama,
fokus pada kekompakan dan sinkronisasi.
● Kolaborasi: Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik kepada setiap
kelompok tentang kekompakan dan keserasian gerak.
● Joyful Learning: Guru mendorong kelompok untuk berkreasi dengan musik dan
ekspresi.
Refleksi Kelompok (10 menit):
● Setiap kelompok merefleksikan proses kerja sama mereka dalam menciptakan dan
berlatih variasi gerak.
● Mindful Learning: Guru meminta siswa untuk memperhatikan bagaimana perasaan
mereka saat bekerja sama dan mengatasi tantangan.
PERTEMUAN 5-6: PENYUSUNAN RANGKAIAN DAN PENAMPILAN
Penyusunan Rangkaian Gerak (30 menit):
● Setiap kelompok menyusun rangkaian gerak berirama sederhana (durasi 1-2 menit)
dengan menggabungkan gerak dasar, variasi, dan musik.
● Project-Based Learning: Guru berperan sebagai fasilitator, memberikan arahan dan
bantuan jika diperlukan.
● Berdiferensiasi Proses: Kelompok yang membutuhkan lebih banyak bimbingan
dapat diberikan contoh kerangka rangkaian, sementara kelompok yang sudah mandiri
dibiarkan berkreasi penuh.
Latihan Akhir dan Penampilan (30 menit):
● Setiap kelompok melakukan latihan akhir dan persiapan untuk penampilan.
● Setiap kelompok menampilkan rangkaian gerak berirama di depan kelas.
● Joyful Learning: Ciptakan suasana panggung yang positif dan apresiatif.
Umpan Balik Antar Kelompok (15 menit):
● Setelah setiap penampilan, guru memfasilitasi sesi umpan balik konstruktif dari
kelompok lain (misalnya, "Saya suka kreativitas di bagian ini...", "Mungkin bisa
ditambahkan transisi yang lebih halus...").
● Meaningful Learning: Peserta didik belajar dari umpan balik teman dan guru.
C. KEGIATAN PENUTUP (MEANINGFUL LEARNING, MINDFUL LEARNING,
JOYFUL LEARNING)
Refleksi dan Kesimpulan (10 menit):
● Guru meminta peserta didik untuk berbagi pengalaman belajar mereka selama unit
ini.
● Mindful Learning: "Apa pelajaran paling berharga yang kalian dapatkan dari
aktivitas gerak berirama?" "Bagaimana perasaan kalian setelah berhasil menampilkan
rangkaian gerak?"
● Meaningful Learning: Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan konsep-
konsep kunci tentang gerak berirama, manfaatnya, dan pentingnya kerja sama serta
kreativitas.
Umpan Balik Konstruktif (5 menit):
● Guru memberikan umpan balik umum terhadap partisipasi, semangat, dan hasil karya
peserta didik secara keseluruhan.
● Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kreativitas semua siswa.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (5 menit):
● Guru menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya.
● Guru dapat meminta masukan dari siswa tentang aktivitas atau materi yang ingin
mereka eksplorasi lebih lanjut di masa mendatang terkait gerak berirama.
Doa dan Penutup (5 menit):
● Guru memimpin doa penutup.
● Guru menutup pembelajaran dengan salam dan semangat.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK):
● Format: Observasi dan Pertanyaan Lisan Singkat.
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang gerak dasar dan
pengalaman mereka dengan aktivitas berirama.
Pertanyaan/Tugas:
● "Apa saja yang kalian ketahui tentang senam irama atau tarian?"
● "Coba lakukan gerakan melangkah dan mengayunkan lengan sesuai hitungan 1-8!"
(observasi gerak dasar).
B. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF):
● Format: Observasi Partisipasi dan Kolaborasi, Penilaian Kinerja (Saat Latihan).
● Tujuan: Memantau kemajuan peserta didik dalam menguasai gerak dasar,
mengembangkan variasi, dan berkolaborasi.
Pertanyaan/Tugas:
● Observasi: Pengamatan keaktifan dalam diskusi, kerja sama kelompok saat
menciptakan variasi gerak, dan kekompakan saat berlatih.
○ Penilaian Kinerja:
● "Peragakan variasi gerak yang kalian buat bersama kelompok." (Melihat kreativitas
dan sinkronisasi).
● Guru menggunakan rubrik sederhana untuk menilai penguasaan gerak dasar
(ketepatan, keluwesan, koordinasi).
C. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF):
● Format: Penilaian Proyek (Penampilan Rangkaian Gerak Berirama), Penilaian
Produk (Desain Rangkaian Gerak), Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Uraian Singkat).
● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan.
Pertanyaan/Tugas:
○ Penilaian Proyek:
● Tugas: "Susunlah dan tampilkan rangkaian gerak berirama sederhana (durasi 1-2
menit) secara berkelompok, memadukan gerak dasar, variasi, dan musik. Pastikan ada
unsur kreativitas dan kekompakan."
■ Rubrik Penilaian Proyek:
● Aspek: Penguasaan Gerak Dasar (akurasi, keluwesan), Kreativitas (variasi,
orisinalitas), Kekompakan Kelompok (sinkronisasi, kerja sama), Ekspresi dan
Penjiwaan, Kesesuaian dengan Irama Musik.
Skala: Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang.
Penilaian Produk (Opsional):
● Tugas: "Buatlah desain rangkaian gerak berirama kelompok Anda dalam bentuk
diagram alur atau deskripsi tertulis dengan ilustrasi gerakan."
○ Tes Tertulis (Uraian Singkat/Pilihan Ganda):
● "Jelaskan unsur-unsur penting dalam aktivitas gerak berirama!"
● "Sebutkan minimal 3 manfaat melakukan aktivitas gerak berirama secara teratur!"
● "Bagaimana cara mengembangkan kreativitas dalam menciptakan rangkaian gerak
berirama?"
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MAPEL: PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, & KESEHATAN (PJOK)
UNIT 7 AKTIVITAS KEBUGARAN BERKAITAN DENGAN KETERAMPILAN
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : .....................................................................................
Nama Penyusun : .....................................................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (3 pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal: Peserta didik diharapkan telah memiliki pemahaman dasar
tentang komponen kebugaran jasmani (daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan,
koordinasi, keseimbangan, dll.) yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya
(SMP/MTs) dan materi PJOK Kelas X. Beberapa mungkin sudah memiliki
pengalaman dalam melakukan aktivitas fisik yang bervariasi.
● Minat: Umumnya, peserta didik memiliki minat yang beragam terhadap aktivitas
fisik. Beberapa mungkin menyukai olahraga kompetitif, sementara yang lain lebih
tertarik pada aktivitas kebugaran individual atau rekreasi.
● Latar Belakang: Latar belakang fisik dan pengalaman gerak peserta didik akan
bervariasi. Ada yang aktif berolahraga di luar sekolah, ada pula yang kurang.
Perbedaan ini perlu diakomodasi untuk memastikan semua dapat berpartisipasi secara
optimal.
● Kebutuhan Belajar: Beberapa peserta didik mungkin membutuhkan bimbingan
lebih dalam memahami konsep dan teknik gerak, sementara yang lain membutuhkan
tantangan lebih untuk mengembangkan keterampilan mereka. Peserta didik visual
akan terbantu dengan demonstrasi, audiori dengan penjelasan verbal, dan kinestetik
dengan praktik langsung.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan: Materi ini mencakup pengetahuan konseptual (prinsip-prinsip
kebugaran berkaitan keterampilan), pengetahuan prosedural (langkah-langkah
melakukan tes dan latihan kebugaran), dan pengetahuan metakognitif (strategi untuk
memantau dan meningkatkan kebugaran pribadi).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Aktivitas kebugaran berkaitan dengan
keterampilan sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, baik untuk
kesehatan pribadi, partisipasi dalam olahraga rekreasi, maupun dalam profesi tertentu
yang membutuhkan tingkat kebugaran optimal. Ini juga mendukung pengembangan
pola hidup sehat sepanjang hayat.
● Tingkat Kesulitan: Tingkat kesulitan bervariasi, dari pemahaman konsep dasar
hingga aplikasi dan modifikasi latihan sesuai kebutuhan individu. Keterampilan yang
lebih kompleks seperti koordinasi atau kelincahan mungkin memerlukan latihan
berulang.
● Struktur Materi: Materi akan diawali dengan pengulangan konsep dasar kebugaran,
kemudian dilanjutkan dengan pengenalan dan praktik berbagai bentuk latihan
kebugaran yang berorientasi pada keterampilan (misalnya, kelincahan, keseimbangan,
koordinasi, kecepatan reaksi).
● Integrasi Nilai dan Karakter: Materi ini mengintegrasikan nilai-nilai seperti
disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sportivitas, kerjasama, dan penghargaan
terhadap diri sendiri serta orang lain melalui aktivitas fisik.
D DIMENSI PROFIL LULUSAN
Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Kesehatan: Peserta didik mampu menjaga dan meningkatkan kebugaran jasmani
yang berkaitan dengan keterampilan untuk mendukung kesehatan fisik dan mental.
● Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan kemampuan untuk merencanakan,
melaksanakan, dan mengevaluasi program latihan kebugaran pribadi secara mandiri.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam kelompok saat
melakukan aktivitas kebugaran dan saling memberikan dukungan.
● Kreativitas: Peserta didik mampu mengembangkan dan memodifikasi latihan
kebugaran yang bervariasi untuk mencapai tujuan yang spesifik.
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil tes
kebugaran serta merancang program latihan yang efektif.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase F, peserta didik menerapkan dan mengevaluasi keterampilan gerak
spesifik, konsep gerak, dan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak baru yang
menantang untuk meningkatkan kinerja gerak. Peserta didik memeragakan dan
mengevaluasi fair play, perilaku etis, pendekatan kepemimpinan, dan strategi kolaborasi
dalam berbagai konteks gerak. Mereka mengevaluasi efektivitas strategi peningkatan
partisipasi dan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Terampil Bergerak Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan
keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak
yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-
kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian
keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang
menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam
situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak
tiap konsep pada capaian keterampilan gerak.
Belajar melalui Peserta didik mentransfer dan mengadaptasi strategi gerak yang
Gerak telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda. Peserta didik
memeragakan fair play dan mengevaluasi pengaruh perilaku
etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan
kelompok. Peserta didik merencanakan, menerapkan, dan
menyempurnakan strategi pengambilan keputusan dalam kerja
tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan
kolaborasi.
Bergaya Hidup Aktif Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebugaran dan
menginvestigasi dampak partisipasi yang teratur terhadap
kesehatan. Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebuga-
ran di luar ruang dan /atau lingkungan alam, dan merancang
strategi peningkatan pemanfaatannya. Peserta didik merancang
strategi peningkatan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Memilih Hidup yang Peserta didik mengevaluasi risiko kesehatan akibat gaya hidup dan
Menyehatkan tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani serta
mempromosikannya menggunakan berbagai media. Peserta didik
mengevaluasi pilihan makanan sehat berdasarkan analisis
kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani. Peserta didik
mempraktikkan pertolongan pertama sesuai prinsip dan prosedur
operasional standar (POS) untuk mengelola situasi yang
mengancam kesehatan dan keselamatan sendiri atau orang lain.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Biologi: Konsep fisiologi tubuh, sistem otot, sistem kerangka, sistem pernapasan, dan
sistem peredaran darah yang mendukung pemahaman tentang respons tubuh terhadap
latihan fisik.
● Matematika: Perhitungan denyut nadi, durasi latihan, intensitas latihan, dan
interpretasi data hasil tes kebugaran.
● Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Konsep-konsep fisika seperti gaya, gerak, dan
energi dalam konteks aktivitas fisik.
● Seni Budaya: Koreografi dan ekspresi gerak dalam aktivitas yang membutuhkan
koordinasi dan kelincahan (misalnya, senam irama).
● Pendidikan Kewarganegaraan: Nilai-nilai sportivitas, kerjasama, dan penghargaan
terhadap keberagaman.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 x 45 menit): Pemahaman Konsep dan Pengukuran Kebugaran
Berkaitan Keterampilan
● Peserta didik dapat menganalisis konsep daya ledak, kelincahan, dan keseimbangan
dalam konteks kebugaran jasmani dengan benar.
● Peserta didik dapat menjelaskan prosedur tes pengukuran daya ledak (misalnya,
standing broad jump), kelincahan (misalnya, shuttle run), dan keseimbangan
(misalnya, stork stand test) dengan tepat.
● Peserta didik dapat melakukan tes pengukuran daya ledak, kelincahan, dan
keseimbangan dengan teknik yang benar dan jujur.
Pertemuan 2 (2 x 45 menit): Latihan Peningkatan Kebugaran Berkaitan
Keterampilan (Daya Ledak & Kelincahan)
● Peserta didik dapat merancang variasi bentuk latihan untuk meningkatkan daya ledak
otot tungkai dengan kreatif.
● Peserta didik dapat merancang variasi bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan
dengan kreatif.
● Peserta didik dapat melakukan berbagai bentuk latihan peningkatan daya ledak otot
tungkai dan kelincahan dengan teknik yang benar dan penuh tanggung jawab.
Pertemuan 3 (2 x 45 menit): Latihan Peningkatan Kebugaran Berkaitan
Keterampilan (Keseimbangan & Koordinasi) dan Penyusunan Program Latihan
● Peserta didik dapat merancang variasi bentuk latihan untuk meningkatkan
keseimbangan dan koordinasi dengan kreatif.
● Peserta didik dapat melakukan berbagai bentuk latihan peningkatan keseimbangan
dan koordinasi dengan teknik yang benar dan penuh tanggung jawab.
● Peserta didik dapat menyusun program latihan kebugaran jasmani yang berkaitan
dengan keterampilan secara sederhana dan personal berdasarkan hasil tes awal.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
● Penerapan konsep daya ledak, kelincahan, dan keseimbangan dalam permainan
olahraga sehari-hari (misalnya, bulutangkis, sepak bola, bola basket).
● Manfaat aktivitas kebugaran berkaitan keterampilan untuk mendukung mobilitas
lansia atau pekerjaan yang membutuhkan gerak presisi.
● Pengembangan program latihan kebugaran individual untuk persiapan mengikuti
kegiatan fisik tertentu (misalnya, lari maraton mini sekolah, lomba gerak jalan).
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) atau Discovery Learning yang
diintegrasikan dengan pendekatan Deep Learning.
● Strategi: Diferensiasi konten (menyediakan berbagai sumber belajar), proses
(memberikan pilihan aktivitas), dan produk (memberikan kebebasan dalam
menyajikan hasil). Menggunakan strategi kooperatif untuk menumbuhkan kolaborasi.
● Metode: Diskusi kelompok, demonstrasi, praktik langsung, permainan, peer
teaching, presentasi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru PJOK sebagai fasilitator, rekan sejawat (peserta didik)
sebagai mitra belajar, fasilitas olahraga sekolah (lapangan, alat-alat kebugaran).
● Lingkungan Luar Sekolah: Jika memungkinkan, mengundang praktisi olahraga atau
pelatih kebugaran sebagai narasumber. Pemanfaatan taman kota atau fasilitas umum
yang mendukung aktivitas fisik.
● Masyarakat: Mengajak peserta didik untuk mengamati aktivitas kebugaran di
lingkungan sekitar (misalnya, senam di taman, kegiatan klub olahraga).
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Lapangan olahraga (basket, voli, sepak bola), aula, taman sekolah, atau
ruang terbuka lainnya yang aman dan nyaman untuk bergerak. Pengaturan ruang yang
fleksibel untuk diskusi kelompok dan praktik individu/kelompok.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan Learning Management System (LMS) seperti Google
Classroom untuk berbagi materi, penugasan, dan pengumpulan laporan. Video
tutorial dari YouTube atau platform edukasi lainnya.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang aktif, saling mendukung, berani
mencoba, tidak takut salah, dan reflektif. Penekanan pada proses belajar dan
pengalaman daripada hanya hasil akhir.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses artikel, jurnal, atau e-book tentang kebugaran
jasmani.
● Forum Diskusi Daring: Melalui Google Classroom atau platform lain untuk diskusi,
tanya jawab, dan berbagi ide antarpeserta didik.
● Video Pembelajaran: Menonton video demonstrasi latihan atau tes kebugaran dari
sumber terpercaya (misalnya, kanal YouTube Kemenpora, federasi olahraga).
● Aplikasi Olahraga/Kebugaran: Jika memungkinkan, pengenalan aplikasi yang
dapat membantu memantau aktivitas fisik atau merancang latihan (misalnya, Nike
Training Club, Adidas Training by Runtastic).
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1: PEMAHAMAN KONSEP DAN PENGUKURAN KEBUGARAN
BERKAITAN KETERAMPILAN
1. KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
- (15 MENIT)
● Pembukaan: Guru menyapa peserta didik dengan hangat, memastikan kesiapan fisik
dan mental. Mengajak peserta didik melakukan mindful breathing (tarik napas dalam,
hembuskan perlahan) untuk memusatkan perhatian dan menenangkan diri sebelum
beraktivitas.
● Apersepsi (Meaningful Learning): Mengaitkan materi dengan pengalaman nyata
peserta didik. "Adakah di antara kalian yang pernah merasa kesulitan saat melakukan
gerakan cepat dalam bermain game, atau saat menjaga keseimbangan ketika berjalan
di permukaan tidak rata? Nah, hari ini kita akan belajar tentang bagaimana tubuh kita
bisa bergerak lincah, eksplosif, dan seimbang."
● Motivasi (Joyful Learning): Menayangkan video singkat atau gambar atlet yang
menunjukkan kelincahan, daya ledak, dan keseimbangan luar biasa. Mengajak peserta
didik menebak apa rahasia mereka.
● Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan
bahasa yang mudah dipahami dan relevan.
● Pemanasan (Mindful Learning): Melakukan pemanasan dinamis yang melibatkan
gerakan-gerakan dasar tubuh, dengan fokus pada kesadaran gerak dan pernapasan.
Musik yang energik dapat digunakan untuk meningkatkan suasana.
2. KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI) - (65
MENIT)
Stimulasi & Identifikasi Masalah (Memahami - Diferensiasi Konten):
● Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil (3-4 orang).
● Setiap kelompok diberikan kartu bergambar atau video pendek tentang aktivitas yang
membutuhkan daya ledak, kelincahan, dan keseimbangan (misalnya, melompat, zig-
zag run, berdiri satu kaki).
● Guru meminta setiap kelompok untuk mendiskusikan: "Apa yang membuat gerakan
ini efektif? Komponen kebugaran apa yang paling menonjol?"
● Guru menyediakan referensi (buku teks, handout ringkasan, tautan video) bagi
kelompok yang membutuhkan.
Pengumpulan Data (Mengaplikasi - Diferensiasi Proses):
● Guru menjelaskan secara singkat teori dan prosedur tes pengukuran daya ledak
(standing broad jump), kelincahan (shuttle run), dan keseimbangan (stork stand test).
● Peserta didik dibagi menjadi beberapa stasiun tes. Di setiap stasiun, mereka akan
melakukan tes secara berpasangan/berkelompok, saling mengamati dan mencatat
hasil.
● Guru berkeliling, memberikan bimbingan dan koreksi teknik. Peserta didik yang
sudah mahir dapat menjadi "asisten" guru untuk membantu teman-temannya.
Pengolahan Data & Pembuktian (Merefleksi - Diferensiasi Produk):
● Setiap peserta didik mencatat hasil tes pribadinya.
● Guru memfasilitasi diskusi tentang "Apa arti dari hasil tes ini bagi kebugaran pribadi
kalian?"
● Peserta didik diajak membandingkan hasil mereka dengan norma atau standar umum
(jika tersedia), dan merenungkan kekuatan serta area yang perlu ditingkatkan.
● Setiap kelompok diminta untuk menyajikan kesimpulan singkat tentang pentingnya
mengukur kebugaran berkaitan keterampilan. Bentuk presentasi bisa bervariasi (lisan,
catatan singkat, mind map).
3. KEGIATAN PENUTUP (UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN,
PERENCANAAN) - (10 MENIT)
● Umpan Balik Konstruktif (Meaningful Learning): Guru memberikan umpan balik
umum tentang kinerja peserta didik selama tes, memberikan apresiasi atas usaha dan
sportivitas. Guru juga dapat memberikan umpan balik individual secara singkat jika
ada yang membutuhkan perhatian khusus.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Peserta didik secara bergiliran menyampaikan satu
hal penting yang mereka pelajari hari ini (misalnya, "Saya jadi tahu kalau kelincahan
itu penting untuk lari zig-zag," atau "Saya menyadari bahwa keseimbangan saya perlu
dilatih lebih banyak.").
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menyampaikan bahwa pada
pertemuan berikutnya akan fokus pada latihan untuk meningkatkan komponen
kebugaran yang telah diukur. Peserta didik diminta untuk memikirkan jenis latihan
apa yang sekiranya efektif untuk meningkatkan daya ledak, kelincahan, dan
keseimbangan.
PERTEMUAN 2: LATIHAN PENINGKATAN KEBUGARAN BERKAITAN
KETERAMPILAN (DAYA LEDAK & KELINCAHAN)
1. KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
- (15 MENIT)
● Pembukaan: Guru menyapa, menanyakan kabar, dan mengapresiasi semangat
belajar peserta didik.
● Apersepsi (Meaningful Learning): Mengajak peserta didik mengingat kembali hasil
tes pertemuan sebelumnya. "Apa yang ingin kalian tingkatkan dari hasil tes daya
ledak dan kelincahan kalian? Hari ini kita akan belajar bagaimana caranya!"
● Motivasi (Joyful Learning): Memberikan challenge ringan yang melibatkan
kelincahan atau daya ledak (misalnya, permainan "loncat-lompat" ringan).
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
● Pemanasan (Mindful Learning): Pemanasan dinamis yang lebih fokus pada gerakan
untuk daya ledak dan kelincahan, dengan menekankan pada kualitas gerak dan
kontrol.
2. KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI) - (65
MENIT)
Stimulasi & Identifikasi Masalah (Memahami - Diferensiasi Konten):
● Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan
studi kasus: "Rancangkan 3-5 bentuk latihan yang bisa meningkatkan daya ledak otot
tungkai dan kelincahan untuk seorang atlet bulutangkis/pemain sepak bola/orang yang
ingin lincah bergerak di rumah!"
● Guru menyediakan referensi (video contoh latihan, modul latihan) dan mendorong
peserta didik untuk mencari informasi dari sumber digital.
Pengumpulan Data (Mengaplikasi - Diferensiasi Proses):
● Setiap kelompok mendemonstrasikan latihan yang mereka rancang. Guru dan
kelompok lain memberikan masukan konstruktif.
● Guru memberikan demonstrasi dan penjelasan variasi latihan daya ledak (misalnya,
box jump, squat jump, bounding) dan kelincahan (misalnya, zig-zag run, agility
ladder drill, cone drill).
● Peserta didik secara individu atau berpasangan mempraktikkan latihan-latihan
tersebut. Guru memberikan pilihan modifikasi (misalnya, melompat lebih
rendah/tinggi, kecepatan lari yang disesuaikan) agar sesuai dengan tingkat
kemampuan setiap peserta didik.
● Peer teaching: Peserta didik saling mengajari dan mengoreksi teknik gerakan.
Pengolahan Data & Pembuktian (Merefleksi - Diferensiasi Produk):
● Peserta didik membuat catatan singkat tentang latihan yang paling mereka rasakan
manfaatnya untuk daya ledak dan kelincahan.
● Setiap kelompok diminta untuk membuat "mini-program" latihan singkat (3-5 latihan)
yang bisa mereka lakukan di rumah untuk meningkatkan daya ledak dan kelincahan.
Program ini bisa berupa mind map atau daftar.
3. KEGIATAN PENUTUP (UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN,
PERENCANAAN) - (10 MENIT)
● Umpan Balik Konstruktif (Meaningful Learning): Guru memberikan apresiasi atas
kreativitas dan partisipasi aktif peserta didik. Memberikan tips umum untuk latihan
yang lebih efektif.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Peserta didik berbagi pengalaman latihan yang
paling menantang atau menyenangkan hari ini.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menyampaikan bahwa pertemuan
berikutnya akan membahas latihan keseimbangan dan koordinasi, serta menyusun
program latihan personal.
PERTEMUAN 3: LATIHAN PENINGKATAN KEBUGARAN BERKAITAN
KETERAMPILAN (KESEIMBANGAN & KOORDINASI) DAN PENYUSUNAN
PROGRAM LATIHAN
1. KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
- (15 MENIT)
● Pembukaan: Guru menyapa, membangun suasana ceria.
● Apersepsi (Meaningful Learning): Mengajak peserta didik melakukan gerakan yang
membutuhkan keseimbangan (misalnya, berdiri satu kaki) dan koordinasi (misalnya,
cross crawl) untuk merasakan pentingnya kedua komponen ini.
● Motivasi (Joyful Learning): Memutarkan video pendek tentang tarian atau akrobat
yang menunjukkan koordinasi dan keseimbangan yang luar biasa.
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
● Pemanasan (Mindful Learning): Pemanasan dinamis yang lebih fokus pada gerakan
untuk keseimbangan dan koordinasi.
2. KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI) - (65
MENIT)
Stimulasi & Identifikasi Masalah (Memahami - Diferensiasi Konten):
● Guru meminta peserta didik untuk mengingat kembali hasil tes keseimbangan mereka
di pertemuan pertama. "Apa yang bisa kalian lakukan untuk meningkatkan
keseimbangan dan koordinasi kalian?"
● Guru menyediakan kartu tugas berisi berbagai contoh latihan keseimbangan
(misalnya, yoga poses, tree pose, berjalan di garis) dan koordinasi (misalnya,
skipping, jumping jack, mirroring drill).
Pengumpulan Data (Mengaplikasi - Diferensiasi Proses):
● Peserta didik secara berpasangan atau berkelompok mencoba berbagai latihan
keseimbangan dan koordinasi yang ada di kartu tugas. Mereka dapat berkreasi dengan
memodifikasi gerakan.
● Guru membimbing dan memberikan arahan, serta mendorong peserta didik untuk
mencoba gerakan baru.
● Guru dapat memberikan tantangan tambahan bagi peserta didik yang sudah mahir
(misalnya, menutup mata saat berdiri satu kaki).
Pengolahan Data & Pembuktian (Merefleksi - Diferensiasi Produk):
● Penyusunan Program Latihan Personal: Berdasarkan hasil tes di pertemuan 1 dan
pengalaman latihan di pertemuan 2 & 3, setiap peserta didik diminta untuk menyusun
"Program Latihan Kebugaran Berkaitan Keterampilan Pribadi" sederhana selama 1-2
minggu.
● Program ini harus mencakup: jenis latihan, frekuensi, durasi, dan intensitas yang
sesuai dengan kondisi mereka. Peserta didik dapat menyajikan program dalam bentuk
tabel, daftar poin, atau infografis sederhana.
● Peserta didik dapat saling memberikan umpan balik terhadap program teman mereka,
dengan bimbingan guru.
3. KEGIATAN PENUTUP (UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN,
PERENCANAAN) - (10 MENIT)
● Umpan Balik Konstruktif (Meaningful Learning): Guru memberikan apresiasi atas
kerja keras peserta didik dalam merancang program. Memberikan saran umum untuk
program latihan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Peserta didik berbagi rencana latihan mereka dan
mengapa mereka memilih latihan-latihan tersebut.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru mengingatkan pentingnya
konsistensi dalam berlatih dan menekankan bahwa kebugaran adalah proses jangka
panjang. Memberikan tugas mandiri untuk mencoba program latihan yang telah
disusun.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK):
● Format: Observasi dan tes praktik (tidak dinilai angka, hanya untuk pemetaan).
Pertanyaan/Tugas:
● Observasi: Saat pemanasan atau aktivitas awal, amati tingkat koordinasi,
keseimbangan, dan daya ledak dasar peserta didik.
Tes Praktik:
● Standing Broad Jump: Peserta didik melakukan lompat jauh tanpa awalan. Guru
mengamati teknik dan jarak.
● Shuttle Run: Peserta didik melakukan lari bolak-balik dengan kerucut. Guru
mengamati kelincahan dan kecepatan perubahan arah.
● Stork Stand Test: Peserta didik berdiri satu kaki dengan mata tertutup (jika
memungkinkan). Guru mengamati kemampuan menjaga keseimbangan.
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, keterampilan gerak, dan kesiapan fisik
peserta didik untuk menyesuaikan tingkat kesulitan dan dukungan yang dibutuhkan.
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF):
● Format: Observasi, penilaian diri (jurnal belajar), penilaian teman sebaya, diskusi
kelompok, presentasi singkat.
Pertanyaan/Tugas:
Observasi (selama kegiatan inti):
● "Bagaimana cara peserta didik mencoba dan menguasai teknik tes kebugaran?"
● "Seberapa aktif peserta didik dalam berpartisipasi saat merancang dan mencoba
berbagai bentuk latihan?"
● "Bagaimana peserta didik berkolaborasi dalam kelompok?"
● "Apakah peserta didik menunjukkan sportivitas dan saling mendukung?"
Penilaian Diri (setiap akhir pertemuan):
● "Apa tantangan terbesar yang saya hadapi hari ini dan bagaimana saya
mengatasinya?"
● "Apa yang paling saya pelajari hari ini tentang kebugaran yang berkaitan dengan
keterampilan?"
● "Seberapa besar kontribusi saya dalam kelompok?"
Diskusi Kelompok:
● "Jelaskan prinsip-prinsip yang melandasi latihan daya
ledak/kelincahan/keseimbangan yang kalian rancang."
● "Mengapa penting untuk melakukan pemanasan dan pendinginan dalam setiap sesi
latihan?"
Presentasi Singkat:
● "Demonstrasikan satu latihan yang paling efektif untuk meningkatkan daya
ledak/kelincahan/keseimbangan menurut kelompok kalian."
● Tujuan: Memantau pemahaman, keterampilan, dan sikap peserta didik selama proses
pembelajaran, serta memberikan umpan balik berkelanjutan untuk perbaikan.
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF):
● Format: Penilaian produk (program latihan personal), tes praktik (peningkatan hasil
tes), dan tes tulis (konsep).
Pertanyaan/Tugas:
Penilaian Produk:
● Tugas: "Buatlah 'Program Latihan Kebugaran Berkaitan Keterampilan Pribadi'
sederhana untuk meningkatkan daya ledak, kelincahan, dan keseimbangan Anda
selama 2 minggu, berdasarkan hasil tes awal dan latihan yang telah dipelajari.
Program harus mencakup jenis latihan, jumlah set/repetisi, frekuensi, dan intensitas."
● Rubrik Penilaian: Kreativitas, relevansi latihan, kelengkapan komponen program,
dan potensi keberlanjutan.
Tes Praktik (Pengukuran Ulang):
● Tugas: "Lakukan kembali tes Standing Broad Jump, Shuttle Run, dan Stork Stand
Test. Catat hasilnya dan bandingkan dengan hasil tes awal Anda."
● Penilaian: Peningkatan skor (jika ada), teknik pelaksanaan, dan kejujuran dalam
mencatat hasil.
Tes Tulis (pilihan ganda/uraian singkat):
● "Jelaskan mengapa daya ledak, kelincahan, dan keseimbangan penting dalam
kehidupan sehari-hari."
● "Sebutkan minimal 3 bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan!"
● "Bagaimana cara mengukur kelincahan seseorang?"
● "Jelaskan hubungan antara keseimbangan dan koordinasi dalam aktivitas fisik."
● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan, baik aspek
pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MAPEL: PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, & KESEHATAN (PJOK)
UNIT 8 MENCEGAH BAHAYA HIV/AIDS
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : .....................................................................................
Nama Penyusun : .....................................................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik pada jenjang SMA/SMK Kelas XI umumnya telah memiliki pengetahuan
dasar tentang sistem reproduksi manusia dan beberapa penyakit menular seksual dari
pembelajaran sebelumnya di tingkat SMP. Namun, pemahaman mendalam tentang
HIV/AIDS, stigma, dan cara pencegahannya mungkin masih terbatas atau bahkan keliru
akibat informasi yang tidak akurat dari berbagai sumber. Minat mereka terhadap topik
kesehatan remaja biasanya cukup tinggi, terutama jika dikaitkan dengan kehidupan
sehari-hari dan risiko yang mungkin dihadapi. Latar belakang sosial ekonomi dan budaya
peserta didik juga perlu diperhatikan, karena dapat memengaruhi persepsi dan
keterbukaan mereka dalam membahas topik sensitif ini. Kebutuhan belajar yang
teridentifikasi adalah perlunya pendekatan yang tidak menghakimi, informatif, dan
praktis untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pencegahan.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi "Mencegah Bahaya HIV/AIDS" termasuk jenis pengetahuan konseptual (tentang
definisi, penyebab, penularan, gejala) dan prosedural (tentang cara pencegahan,
penanganan). Relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik sangat tinggi karena
mereka berada pada usia rentan dan perlu dibekali dengan informasi yang akurat untuk
membuat keputusan yang bertanggung jawab terkait kesehatan seksual dan reproduksi.
Tingkat kesulitan materi sedang hingga tinggi, terutama dalam mengatasi miskonsepsi
dan stigma yang melekat di masyarakat. Struktur materi akan disusun dari pemahaman
dasar hingga strategi pencegahan yang komprehensif. Integrasi nilai dan karakter akan
ditekankan pada nilai-nilai integritas, tanggung jawab, peduli sosial, serta sikap
menghargai sesama tanpa diskriminasi.
D DIMENSI PROFIL LULUSAN
Dalam pembelajaran ini, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Kesehatan: Peserta didik mampu memahami dan menerapkan pola hidup sehat,
termasuk dalam upaya pencegahan HIV/AIDS, serta menunjukkan kepedulian
terhadap kesehatan diri dan orang lain.
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis informasi tentang HIV/AIDS
dari berbagai sumber, mengevaluasi validitasnya, dan mengambil keputusan yang
logis dan bertanggung jawab.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dengan teman sebaya dalam diskusi
dan proyek kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang
HIV/AIDS.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan informasi dan gagasan tentang
HIV/AIDS secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan, serta berani menyuarakan
pendapat yang benar.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase F, peserta didik menerapkan dan mengevaluasi keterampilan gerak
spesifik, konsep gerak, dan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak baru yang
menantang untuk meningkatkan kinerja gerak. Peserta didik memeragakan dan
mengevaluasi fair play, perilaku etis, pendekatan kepemimpinan, dan strategi kolaborasi
dalam berbagai konteks gerak. Mereka mengevaluasi efektivitas strategi peningkatan
partisipasi dan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Terampil Bergerak Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan
keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak
yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-
kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian
keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang
menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam
situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak
tiap konsep pada capaian keterampilan gerak.
Belajar melalui Peserta didik mentransfer dan mengadaptasi strategi gerak yang
Gerak telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda. Peserta didik
memeragakan fair play dan mengevaluasi pengaruh perilaku
etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan
kelompok. Peserta didik merencanakan, menerapkan, dan
menyempurnakan strategi pengambilan keputusan dalam kerja
tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan
kolaborasi.
Bergaya Hidup Aktif Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebugaran dan
menginvestigasi dampak partisipasi yang teratur terhadap
kesehatan. Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebuga-
ran di luar ruang dan /atau lingkungan alam, dan merancang
strategi peningkatan pemanfaatannya. Peserta didik merancang
strategi peningkatan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Memilih Hidup yang Peserta didik mengevaluasi risiko kesehatan akibat gaya hidup dan
Menyehatkan tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani serta
mempromosikannya menggunakan berbagai media. Peserta didik
mengevaluasi pilihan makanan sehat berdasarkan analisis
kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani. Peserta didik
mempraktikkan pertolongan pertama sesuai prinsip dan prosedur
operasional standar (POS) untuk mengelola situasi yang
mengancam kesehatan dan keselamatan sendiri atau orang lain.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Pendidikan Agama: Pembahasan mengenai etika pergaulan dan nilai-nilai moral
dalam menjaga kesehatan reproduksi.
● Biologi: Penjelasan mengenai sistem kekebalan tubuh, virus HIV, dan mekanisme
penularannya.
● Sosiologi/Antropologi: Diskusi tentang stigma sosial, diskriminasi terhadap ODHA,
dan peran masyarakat dalam pencegahan.
● Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Pembahasan tentang hak asasi
manusia bagi ODHA dan pentingnya kepedulian sosial.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 x 45 menit)
Setelah mengikuti proses pembelajaran dengan pendekatan Deep Learning, peserta didik
dapat:
● Memahami pengertian HIV/AIDS, penyebab, dan cara penularannya dengan tepat,
melalui diskusi kelompok dan analisis kasus, sehingga menunjukkan kesadaran diri
terhadap risiko.
● Menganalisis dampak HIV/AIDS terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial
individu serta masyarakat dengan komprehensif, melalui studi literatur dan
presentasi, sehingga menumbuhkan sikap empati dan kepedulian.
● Merumuskan strategi pencegahan penularan HIV/AIDS melalui perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS) serta menghindari perilaku berisiko dengan kreatif, melalui
pembuatan infografis atau kampanye sederhana, sehingga mampu bertanggung jawab
atas kesehatan diri dan orang lain.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
● Membedah fakta dan mitos seputar HIV/AIDS di kalangan remaja.
● Dampak sosial-ekonomi HIV/AIDS pada individu dan keluarga.
● Peran remaja sebagai agen perubahan dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di
lingkungan sekolah dan masyarakat.
● Studi kasus nyata tentang kehidupan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dan upaya
dukungan yang bisa diberikan.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan Collaborative Learning.
● Strategi Pembelajaran: Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi, dan proyek
pembuatan media edukasi.
● Metode Pembelajaran: Brainstorming, tanya jawab, simulasi (jika memungkinkan),
dan peer teaching.
Pendekatan Deep Learning:
● Mindful Learning: Melibatkan peserta didik secara aktif dalam merenungkan
informasi, mengidentifikasi bias, dan membangun kesadaran diri tentang risiko.
● Meaningful Learning: Menghubungkan materi dengan pengalaman nyata peserta
didik dan isu-isu kontemporer yang relevan dengan kehidupan remaja.
● Joyful Learning: Menciptakan suasana belajar yang positif, interaktif, dan tidak
menghakimi, menggunakan media yang menarik, dan mendorong ekspresi kreatif.
2. KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Konselor sekolah (BK) untuk memberikan dukungan
psikologis dan informasi tambahan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk
penyuluhan kesehatan.
● Lingkungan Luar Sekolah: Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di
bidang penanggulangan HIV/AIDS (jika memungkinkan untuk kegiatan narasumber
tamu atau kunjungan edukasi).
● Masyarakat: Melibatkan orang tua dalam diskusi tentang pentingnya pendidikan
kesehatan reproduksi di rumah (melalui surat edaran atau pertemuan singkat).
3. LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel dengan pengaturan tempat duduk kelompok untuk
diskusi, dilengkapi proyektor dan papan tulis.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom untuk berbagi materi,
tugas, dan sumber belajar tambahan.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya saling menghargai, mendengarkan aktif, berani
bertanya, dan berpikir kritis. Menciptakan ruang aman bagi peserta didik untuk
mengungkapkan pendapat tanpa takut dihakimi.
4. PEMANFAATAN DIGITAL:
● Google Classroom: Sebagai pusat informasi, pengumpulan tugas, dan forum diskusi
daring.
● YouTube/Video Edukasi: Menayangkan video singkat yang relevan tentang
HIV/AIDS (misalnya, animasi cara kerja virus, testimoni ODHA yang menginspirasi,
atau kampanye pencegahan).
● Infografis/Poster Digital: Peserta didik menggunakan aplikasi desain sederhana
(Canva, Piktochart) untuk membuat media edukasi.
● Kuis Interaktif: Menggunakan Kahoot atau Quizizz untuk evaluasi pemahaman awal
atau akhir pembelajaran dengan cara yang menyenangkan.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
A. KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning):
● Guru memulai dengan sapaan dan doa bersama.
● Guru memimpin kegiatan "Cek Perasaan Hari Ini" dengan meminta peserta didik
mengungkapkan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka saat ini, dan
menjelaskan mengapa. Hal ini membantu peserta didik untuk hadir sepenuhnya dalam
pembelajaran.
● Guru menunjukkan sebuah gambar atau kutipan terkait kesehatan remaja yang
mungkin menimbulkan pertanyaan (misal: "Apa yang paling kamu takutkan terkait
kesehatanmu di usia remaja ini?"). Ajak peserta didik untuk menuliskan satu
pertanyaan di sticky note tanpa nama.
Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning):
● Guru mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan dari sticky note dan membacakan
beberapa di antaranya.
● Guru mengaitkan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan topik yang akan dibahas,
yaitu "Mencegah Bahaya HIV/AIDS," dan menjelaskan relevansinya dengan
kehidupan mereka.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini.
Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning):
● Guru memutarkan video pendek atau jingle tentang pentingnya menjaga kesehatan
diri yang memotivasi dan tidak menakut-nakuti.
● Guru melakukan apersepsi dengan kuis singkat "Betul atau Salah" tentang pernyataan
umum seputar HIV/AIDS (menggunakan Kahoot atau secara lisan dengan angkat
tangan) untuk memancing antusiasme dan mengidentifikasi miskonsepsi awal.
B. KEGIATAN INTI (60 MENIT)
Memahami (Understanding) - Diferensiasi Konten:
● Guru menyajikan materi tentang pengertian, penyebab, dan cara penularan HIV/AIDS
melalui presentasi visual yang informatif dan jelas. Gunakan ilustrasi sederhana dan
bahasa yang mudah dipahami. (Diferensiasi: Guru dapat menyediakan teks ringkasan
untuk peserta didik yang lebih suka membaca, atau video animasi untuk peserta didik
yang lebih suka visual).
● Guru membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang). Setiap
kelompok diberikan satu kasus studi (misal: "Kasus A: Remaja X terdiagnosa HIV
setelah...; Kasus B: Masyarakat menolak kehadiran ODHA di lingkungan mereka...").
● Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi informasi penting
dari kasus, mencatat pertanyaan yang muncul, dan mencari solusi awal.
Mengaplikasi (Applying) - Diferensiasi Proses:
● Setiap kelompok diberikan tugas untuk menganalisis dampak HIV/AIDS berdasarkan
kasus yang diberikan (dampak fisik, mental, sosial, dan ekonomi).
● Guru memfasilitasi diskusi kelompok, berkeliling untuk membimbing, memberikan
umpan balik, dan menjawab pertanyaan. (Diferensiasi: Guru dapat memberikan
panduan pertanyaan yang berbeda tingkat kesulitannya untuk kelompok dengan
tingkat kesiapan yang berbeda).
● Setiap kelompok diminta untuk merumuskan 2-3 strategi pencegahan yang relevan
dengan kasus yang mereka analisis, dan mengaitkannya dengan perilaku hidup bersih
dan sehat (PHBS) serta menghindari perilaku berisiko.
● Setiap kelompok membuat media edukasi sederhana (misal: mind map, poster mini,
atau poin-poin presentasi) dari hasil analisis dan rumusan strategi pencegahan
mereka. (Diferensiasi: Peserta didik diberikan pilihan format media sesuai minat dan
kemampuan mereka).
Merefleksi (Reflecting) - Diferensiasi Produk:
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan media edukasi mereka di depan
kelas.
● Setelah presentasi, guru dan kelompok lain memberikan pertanyaan dan umpan balik
konstruktif.
● Guru memfasilitasi sesi refleksi terbuka, meminta peserta didik untuk berbagi "Apa
satu hal baru yang paling penting yang saya pelajari hari ini?" dan "Bagaimana saya
akan menerapkan pengetahuan ini dalam hidup saya?".
● Guru mengarahkan refleksi ke arah pentingnya empati dan tidak diskriminasi
terhadap ODHA.
C. KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Umpan Balik Konstruktif:
● Guru memberikan umpan balik umum terhadap partisipasi dan hasil kerja kelompok,
menyoroti poin-poin kuat dan area yang perlu peningkatan.
● Guru memberikan penguatan terhadap konsep-konsep kunci yang telah dibahas.
Menyimpulkan Pembelajaran:
● Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting dari pembelajaran hari
ini, terutama tentang pentingnya pengetahuan akurat dan strategi pencegahan
HIV/AIDS.
● Guru menekankan kembali pentingnya menjaga kesehatan diri dan orang lain.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya:
● Guru memberikan tugas rumah untuk mencari informasi lebih lanjut tentang peran
organisasi non-pemerintah dalam penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia.
● Guru menginformasikan topik untuk pertemuan berikutnya (misalnya: "Dampak
HIV/AIDS dan Dukungan untuk ODHA").
● Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi dan doa.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK):
● Format Asesmen: Kuis singkat "Betul atau Salah" (menggunakan Kahoot atau lisan
dengan angkat tangan) dan pengumpulan pertanyaan di sticky note pada awal
pembelajaran.
Pertanyaan/Tugas:
● Kuis Kahoot: Serangkaian pernyataan tentang HIV/AIDS (misal: "HIV dapat menular
melalui jabat tangan," "Nyamuk dapat menularkan HIV"). Peserta didik menjawab
"Betul" atau "Salah".
● Sticky Note: "Tuliskan satu pertanyaan atau hal yang ingin kamu ketahui tentang
HIV/AIDS."
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, miskonsepsi, dan minat peserta didik
terhadap topik.
B. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF):
● Format Asesmen: Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kualitas
argumen yang disampaikan, kemampuan kerja sama, dan kemampuan dalam
merumuskan strategi pencegahan. Penilaian produk (media edukasi sederhana).
Pertanyaan/Tugas:
● Observasi: Guru menggunakan lembar observasi untuk mencatat poin-poin seperti:
■ "Apakah peserta didik aktif bertanya dan berpendapat dalam diskusi kelompok?"
■ "Apakah peserta didik menunjukkan empati terhadap kasus yang dibahas?"
■ "Apakah peserta didik berkontribusi dalam merumuskan strategi pencegahan?"
● Penilaian Produk: Rubrik penilaian untuk media edukasi (misal: kesesuaian isi
dengan topik, kejelasan informasi, kreativitas, daya tarik visual).
● Tujuan: Memantau kemajuan belajar, memberikan umpan balik langsung, dan
menyesuaikan instruksi jika diperlukan.
C. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF):
● Format Asesmen: Presentasi kelompok (penilaian kemampuan menganalisis,
merumuskan, dan mengomunikasikan), dan refleksi tertulis individu.
Pertanyaan/Tugas:
Presentasi Kelompok:
● "Jelaskan hasil analisis kelompok Anda mengenai dampak HIV/AIDS pada kasus
yang diberikan!"
● "Presentasikan strategi pencegahan yang telah Anda rumuskan dan bagaimana
relevansinya dengan kasus yang Anda analisis!"
● "Bagaimana kalian memastikan informasi yang kalian berikan akurat dan tidak
menimbulkan stigma?"
Refleksi Tertulis Individu:
● "Apa tiga hal penting yang Anda pelajari tentang HIV/AIDS hari ini?"
● "Bagaimana pembelajaran ini mengubah pandangan Anda tentang HIV/AIDS dan
orang yang hidup dengan HIV/AIDS?"
● "Apa komitmen Anda untuk mencegah penularan HIV/AIDS dan menyebarkan
informasi yang benar?"
● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan dan
memberikan umpan balik akhir tentang penguasaan kompetensi.