MODUL AJAR DEEP LEARNING
MODUL AJAR AKIDAH AKHLAK
INFORMASI UMUM
Nama Penyusun : Supriadi
Institusi : MA Daarul Ikhlaash Sangatta Selatan
Tahun Penyusunan : 2025
Jenjang Sekolah : Madrasah Aliyah (MA)
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Fase / Kelas : E / X (Sepuluh)
Bab / Topik : Bab 6 / Indahnya Asma'ul Husna
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 x 45 Menit)
Identifikasi Murid
● Pengetahuan Awal: Peserta didik telah menghafal sebagian Asma'ul Husna dan
mengetahui artinya secara literal. Namun, pemahaman tentang bagaimana
meneladani dan mengaplikasikan makna Asma'ul Husna dalam karakter dan
perilaku sehari-hari masih perlu diperdalam.
● Minat: Peserta didik tertarik untuk memahami bagaimana sifat-sifat agung Allah
dapat menjadi solusi atau sumber kekuatan dalam menghadapi masalah personal
mereka (misalnya, rasa cemas, kurang percaya diri, atau saat membutuhkan
pertolongan).
● Kebutuhan Belajar: Peserta didik membutuhkan pembelajaran yang
transformatif, yaitu mengubah pengetahuan tentang Asma'ul Husna menjadi
akhlak dan tindakan nyata. Mereka perlu contoh-contoh konkret bagaimana
"menghidupkan" Asma'ul Husna dalam kehidupan.
Materi Pelajaran
Materi pelajaran berfokus pada analisis dan internalisasi 16 Asma'ul Husna:
● Al-Karim, Al-Mu'min, Al-Wakil, Al-Matin, Al-Jami', Al-Hafidz, Ar-Rafi'.
● Al-Wahhab, Ar-Raqib, Al-Mubdi', Al-Muhyi, Al-Hayyu, Al-Qayyum.
● Al-Awwal, Al-Akhir, Al-Mujib.
Untuk setiap nama, akan dibahas: makna, dalil, dan cara meneladaninya.
Dimensi Profil Lulusan
Dimensi Profil Lulusan Keterwujudan dalam Kurikulum
1. Keimanan dan Ketakwaan Diwujudkan melalui Hubbullah (Cinta
kepada Allah), dengan mengenal
keindahan dan kesempurnaan-Nya
melalui nama-nama-Nya, yang
melahirkan rasa cinta, kagum, dan
keinginan untuk meneladani-Nya.
2. Kemandirian Diwujudkan melalui Hubbunnafs (Cinta
pada Diri Sendiri), dengan meneladani
Asma'ul Husna seperti Al-Matin (Maha
Kokoh) untuk membangun keteguhan
diri, dan Al-Qayyum (Maha Berdiri
Sendiri) untuk menjadi pribadi yang
mandiri.
3. Kolaborasi & Komunikasi Diwujudkan melalui Hubbunnaas (Cinta
kepada Sesama), dengan meneladani
Al-Karim (Maha Mulia) untuk
memuliakan orang lain, Al-Wahhab
(Maha Pemberi) untuk gemar berbagi,
dan Al-Mujib (Maha Mengabulkan) untuk
peduli dan membantu sesama.
Desain Pembelajaran (Pembelajaran Mendalam)
● Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu menganalisis makna
Asma'ul Husna (Al-Karim, Al-Mu'min, Al-Wakil, Al-Matin, Al-Jami', Al-Hafidz, Ar-
Rafi', Al-Wahhab, Ar-Raqib, Al-Mubdi', Al-Muhyi, Al-Hayyu, Al-Qayyum, Al-
Awwal, Al-Akhir, Al-Mujib) untuk menumbuhkan sikap santun dan bijaksana
sebagai cerminan pemahaman dan wujud cinta kepada Allah.
● Tujuan Pembelajaran (TP):
1. Menjelaskan makna dari 16 Asma'ul Husna yang dipelajari.
2. Menganalisis bagaimana setiap Asma'ul Husna termanifestasi dalam
ciptaan dan kehidupan sehari-hari.
3. Mengidentifikasi perilaku konkret yang mencerminkan teladan dari Asma'ul
Husna dalam konteks hubungan dengan diri sendiri, sesama, dan Allah.
4. Membuat sebuah "Jurnal Refleksi Asma'ul Husna" yang menghubungkan
satu nama pilihan dengan pengalaman pribadi sebagai wujud cinta dan
internalisasi.
● Praktik Pedagogis:
1. Berkesadaran (Conscious): Melalui pendekatan Reflektif, peserta didik
diajak untuk "mencari" jejak Asma'ul Husna dalam setiap peristiwa hidupnya,
sehingga meningkatkan kesadaran akan kehadiran Allah.
2. Bermakna (Meaningful): Melalui pendekatan Humanistik, Asma'ul Husna
tidak diajarkan sebagai konsep teologis yang kering, melainkan sebagai
sumber inspirasi, motivasi, dan solusi untuk kehidupan manusia.
3. Menggembirakan (Joyful): Pembelajaran dilakukan melalui aktivitas kreatif
seperti mind mapping, membuat poster, dan berbagi cerita personal yang
membuat proses internalisasi nilai menjadi menyenangkan.
● Lingkungan Pembelajaran: Menerapkan prinsip 9K dengan menciptakan
suasana kelas yang mendorong zikir dan tafakur (Keimanan), berbagi
pengalaman spiritual (Kekeluargaan), dan menghasilkan komitmen perilaku
positif (Kebermanfaatan).
● Pemanfaatan Digital atau AI: Menggunakan aplikasi desain (Canva) untuk
membuat poster "Asma'ul Husna in My Life" dan platform audio untuk
mendengarkan lantunan Asma'ul Husna yang menenangkan.
PENGALAMAN BELAJAR (RINCIAN PER PERTEMUAN)
Pertemuan 1: Mengenal Allah Yang Maha Melindungi dan Memuliakan
● Fokus Pertemuan: Hubbullah & Hubbunnaas (Merasakan perlindungan dan
kemuliaan dari Allah, lalu membagikannya kepada sesama).
● Asma'ul Husna: Al-Karim, Al-Mu'min, Al-Wakil, Al-Matin, Al-Hafidz, Ar-Rafi'.
● Kegiatan Awal (Membuka Hati & Pikiran - 15 Menit):
1. Doa dan melantunkan Asma'ul Husna bersama.
2. Apersepsi: Guru bertanya, "Kapan kalian merasa paling aman dan
terlindungi? Kepada siapa kalian biasanya bersandar saat menghadapi
masalah berat?"
● Kegiatan Inti (Siklus Pembelajaran Mendalam - 60 Menit):
1. Memahami (20 Menit): Guru menjelaskan makna 6 Asma'ul Husna pertama
dengan metode Concept Mapping.
2. Mengaplikasi (25 Menit):
■ "Stasiun Asma'ul Husna": Kelas dibagi menjadi beberapa pos. Setiap
pos membahas satu Asma'ul Husna. Dalam kelompok, peserta didik
berkeliling dan berdiskusi di setiap stasiun, menuliskan contoh nyata
bagaimana Allah menunjukkan sifat tersebut (misal: di stasiun Al-Hafidz,
contohnya adalah atmosfer yang melindungi bumi).
3. Merefleksi (15 Menit): Diskusi: "Bagaimana cara kita meneladani sifat Al-
Karim (Maha Mulia) dengan memuliakan teman yang sering diremehkan?
Bagaimana meneladani Al-Mu'min (Maha Memberi Rasa Aman) dengan
tidak menjadi pelaku bullying?"
● Kegiatan Penutup (Mengikat Makna - 15 Menit):
1. Kesimpulan: Mengenal Allah sebagai Pelindung menumbuhkan tawakal, dan
mengenal-Nya sebagai Yang Maha Mulia mendorong kita untuk berakhlak
mulia.
2. Komitmen: "Minggu ini, aku akan berusaha menjadi sumber rasa aman bagi
satu orang temanku."
ASESMEN
1. Asesmen Diagnostik: Tanya jawab pada pertemuan pertama.
2. Asesmen Formatif: Keaktifan dalam diskusi "Stasiun Asma'ul Husna", kualitas
doa yang dibuat berpasangan, dan partisipasi dalam sharing circle.
3. Asesmen Sumatif: Penilaian Jurnal Refleksi Asma'ul Husna berdasarkan
rubrik yang menilai kedalaman pemaknaan, keterkaitan dengan pengalaman
personal, dan komitmen untuk berubah.
PENGAYAAN DAN REMEDIAL
● Pengayaan: Peserta didik diminta membuat sebuah karya seni (lagu, cerpen,
lukisan digital) yang terinspirasi dari gabungan beberapa Asma'ul Husna.
● Remedial: Guru memberikan kartu-kartu Asma'ul Husna, peserta didik diminta
menjodohkan setiap nama dengan arti dan satu contoh perilaku meneladaninya.
LAMPIRAN
A. Glosarium
● Internalisasi: Proses penanaman nilai atau pemahaman ke dalam diri
seseorang hingga menjadi bagian dari karakternya.
● Tawakal: Berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha maksimal.
B. Bahan Bacaan
● Buku Paket Akidah Akhlak Kelas X Kementerian Agama RI, Bab 6.
● Artikel atau buku tentang tadabbur Asma'ul Husna.
REFLEKSI DIRI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK
Pertanyaan Reflektif untuk Peserta Didik:
1. Asma'ul Husna mana yang membuatku merasa paling dicintai oleh Allah?
2. Bagaimana caraku mengingat Asma'ul Husna ini saat aku sedang merasa sedih
atau cemas?
Pertanyaan Reflektif untuk Pendidik:
1. Apakah saya berhasil menjadikan Asma'ul Husna relevan dan 'hidup' bagi
peserta didik?
2. Bagaimana saya bisa menciptakan lebih banyak momen reflektif dan spiritual
dalam pembelajaran Akidah Akhlak?