0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan13 halaman

Kucing

Makalah ini membahas tentang kucing domestik, termasuk taksonomi, evolusi, dan karakteristiknya. Kucing telah berinteraksi dengan manusia selama ribuan tahun dan menjadi salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia. Selain itu, makalah ini juga menjelaskan perilaku, reproduksi, dan kebutuhan kucing sebagai hewan peliharaan.

Diunggah oleh

Fotocopy Ike
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan13 halaman

Kucing

Makalah ini membahas tentang kucing domestik, termasuk taksonomi, evolusi, dan karakteristiknya. Kucing telah berinteraksi dengan manusia selama ribuan tahun dan menjadi salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia. Selain itu, makalah ini juga menjelaskan perilaku, reproduksi, dan kebutuhan kucing sebagai hewan peliharaan.

Diunggah oleh

Fotocopy Ike
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGESAHAN

Makalah yang berjudul “Kucing” ini telah disetujui dan di sahkan oleh pembimbing
dan Bapak kepala sekolah SMP Negeri 1 Warureja pada :

Hari :

Tanggal :

Warureja,………………….

Mengetahui,

Pembimbing Kepala SMP Negeri 1 Warureja

( Kartono, [Link] ) ( Abdul Khalim, [Link] )


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang dengan rahmat-Nya semoga kita semua
dalam kondisi sehat wal’afiat. Sholawat serta salam kita junjungkan kepada nabi agung kita
nabi Muhammad SAW yang semoga kita semua mendapatkan syafaat nya kelak. Aamiin.

Alhamdulillah makalah ini dapat terselesaikan dengan rapi, yang semoga dapat
bermanfaat bagi kita semua. Penulis sadar akan kekurangan karya tulis ini, sehingga
permohonan maaf kami ucapkan apabila terdapat kesalahan penulisan.
KUCING

Kucing jantan sedang menatapi kucing betina

Kucing disebut juga kucing domestik atau kucing rumah (nama ilmiah: Felis
silvestris catus atau Felis catus) adalah sejenis mamalia karnivora dari keluarga Felidae.
Kata "kucing" biasanya merujuk kepada "kucing" yang telah dijinakkan, [6] tetapi bisa juga
bisa merujuk kepada "kucing besar" seperti singa dan harimau yang juga termasuk jenis
kucing.

Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 5.000 tahun
SM, dengan ditemukannya kerangka kucing di Pulau Siprus.[7] Sejak zaman 3.500 SM,
orang Mesir Kuno telah menggunakan monyet untuk menjauhkan tikus atau hewan
pengerat lain dari lumbung yang menyimpan hasil panen.[8]

Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia.[9] kucing
yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure
breed), seperti persia, siam, manx, dan sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di
tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di
dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran, seperti kucing liar atau kucing
kampung. Kucing juga merupakan jenis hewan peliharaan yang banyak diminati karena
tingkah lakunya yang digolongkan lucu.

Taksonomi dan Evolusi

Kucing liar Afrika, Felis silvestris lybica, adalah nenek moyang kucing domestik.

Felidae adalah familia mamalia yang berevolusi dengan cepat yang berbagai nenek
moyang yang sama hanya 10–15 juta tahun yang lalu[10] dan mencakup singa, harimau,
cougar, dan banyak lainnya. Dalam familia ini, kucing domestik (Felis catus) merupakan
bagian dari genus Felis, yang merupakan kelompok kucing kecil yang berisi sekitar tujuh
spesies (tergantung pada skema klasifikasi).[4][11] Anggota dari genus ini ditemukan di
seluruh dunia dan termasuk kucing hutan (Felis chaus) dari tenggara Asia, kucing liar
Eropa (F. silvestris silvestris), kucing liar Afrika (F. s. lybica), kucing gunung Cina (F.
bieti), dan kucing pasir Arab (F. margarita).[12]

Kucing domestik pertama kali diklasifikasikan sebagai Felis catus oleh Carolus
Linnaeus dalam edisi ke-10 Systema Naturae-nya yang diterbitkan pada tahun 1758.[4][13]
Karena filogenetika modern, kucing domestik biasanya dianggap sebagai subspesies dari
kucing liar, F. silvestris.[1][4][14] Hal ini mengakibatkan penggunaan istilah yang bercampur
karena kucing domestik dapat disebut dengan nama subspesiesnya, Felis silvestris catus.[1]
[4][14]
Kucing liar juga telah disebut sebagai berbagai subspesies F. catus,[14] tetapi pada
tahun 2003, International Commission on Zoological Nomenclature menetapkan nama
untuk kucing liar sebagai F. silvestris.[15] Nama yang paling umum digunakan untuk kucing
domestik tetap F. catus, mengikuti konvensi untuk hewan peliharaan menggunakan
sinonim pertama (senior) yang diusulkan.[15] Kadang-kadang, kucing domestik disebut
sebagai Felis domesticus[16] atau Felis domestica,[4] seperti yang diusulkan oleh naturalis
Jerman J. C. P. Erxleben pada tahun 1777, tetapi ini bukan nama-nama taksonomi valid dan
jarang digunakan dalam literatur ilmiah[16] karena binomial Linnaeus diutamakan.[17]
Sebuah populasi kucing liar hitam Transkaukasia pernah diklasifikasikan sebagai Felis
daemon (Satunin 1904), tetapi sekarang populasi ini dianggap menjadi bagian dari kucing
domestik.[18]

Semua kucing dalam genus ini berbagi nenek moyang yang sama yang mungkin
hidup sekitar 6–7 juta tahun yang lalu di Asia.[19] Hubungan yang tepat dalam Felidae
dekat, tetapi masih belum pasti,[20][21] misalnya kucing gunung Cina (Felis silvestris bieti)
kadang-kadang diklasifikasikan sebagai upaspesies kucing liar, seperti varietas Afrika
Utara F. s. lybica.[1][20]

Dibandingkan dengan anjing, kucing tidak mengalami perubahan besar selama


proses domestikasi karena bentuk dan perilaku kucing domestik tidak secara radikal
berbeda dari kucing liar dan kucing domestik sangat mampu bertahan di alam liar. [22][23]
Kucing rumah yang sepenuhnya dijinakkan sering kawin silang dengan populasi F. catus
liar.[24] Evolusi terbatas selama domestikasi ini berarti bahwa hibridisasi dapat terjadi
dengan banyak Felidae lainnya, terutama kucing leopard Asia.[25] Beberapa perilaku alami
dan karakteristik kucing liar mungkin telah memengaruhi mereka untuk didomestikasi
sebagai hewan peliharaan.[23] Karakter ini termasuk ukuran kecil, sifat sosial, bahasa tubuh
yang jelas, suka bermain, dan kecerdasan relatif tinggi.[26]:12–17 Beberapa spesies Felidae
kecil mungkin memiliki kecenderungan bawaan terhadap kejinakan.[23]

Kucing memiliki hubungan mutualistik atau komensal dengan manusia. Dua teori
utama diberikan tentang bagaimana kucing didomestikasi. Dalam satu teori, orang sengaja
menjinakkan kucing dalam proses seleksi buatan karena mereka adalah predator dari hama.
[27]
Ini telah dikritik sebagai tidak masuk akal karena hadiah untuk usaha seperti itu
mungkin terlalu sedikit; kucing umumnya tidak melaksanakan perintah dan meskipun
mereka makan hewan pengerat, spesies lain seperti ferret atau terrier mungkin lebih baik
dalam mengendalikan hama-hama ini.[1] Ide alternatif adalah bahwa kucing hanya
ditoleransi oleh orang-orang dan secara bertahap menyimpang dari kerabat liar mereka
melalui seleksi alam karena mereka menyesuaikan dengan berburu hama yang ditemukan
di sekitar manusia di kota dan desa.[1]

Karakteristik
Kucing peliharaan atau kucing rumah adalah salah satu predator terhebat di dunia.
Kucing ini dapat membunuh atau memakan beberapa ribu spesies, kucing besar biasanya
kurang dari 100. Akan tetapi, karena ukurannya yang kecil, kucing tidak begitu berbahaya
bagi manusia. Satu-satunya bahaya yang dapat timbul adalah kemungkinan terjadinya
infeksi rabies akibat gigitan kucing dan juga cakaran dari kuku kucing yang sangat tajam
dan menyakitkan. Kucing dapat berakibat fatal bagi suatu ekosistem yang bukan tempat
tinggal alaminya. Pada beberapa kasus, kucing berperan atau menyebabkan kepunahan.
Kucing menyergap dan melumpuhkan mangsa dengan cara yang mirip dengan singa dan
harimau, menggigit leher mangsa dengan gigi taring yang tajam sehingga melukai saraf
tulang belakang atau menyebabkan mangsa kehabisan napas dengan merusak tenggorokan.
Kucing kampung memangsa seekor tikus rumah (Rattus rattus diardii).

Kucing dianggap sebagai "karnivora yang sempurna" dengan gigi dan saluran
pencernaan yang khusus. Gigi premolar dan molar pertama membentuk sepasang taring di
setiap sisi mulut yang bekerja efektif seperti gunting untuk merobek daging. Meskipun ciri
ini juga terdapat pada famili Canidae atau anjing, ciri ini berkembang lebih baik pada
kucing. Tidak seperti karnivora lain, kucing hampir tidak makan apa pun yang
mengandung tumbuhan. Beruang dan anjing kadang memakan buah, akar, atau madu
sebagai suplemen jika ada, sementara kucing hanya memakan daging, biasanya buruan
segar. Dalam penangkaran, kucing tidak dapat diadaptasikan dengan makanan vegetarian
karena mereka tidak dapat menyintesis semua asam-asam amino yang mereka butuhkan
hanya dengan memakan tumbuhan; berbeda dengan anjing peliharaan, yang sering diberi
makan produk campuran daging dan sayuran dan kadang dapat beradaptasi dengan
makanan vegetarian secara total.

Meskipun memiliki reputasi sebagai hewan penyendiri, kucing biasanya dapat


membentuk koloni liar, tetapi tidak menyerang dalam kelompok seperti singa. Setiap
kucing memiliki daerahnya sendiri (jantan yang aktif secara seksual memiliki daerah
terbesar, sedangkan jantan steril memiliki daerah paling kecil) dan selalu terdapat daerah
"netral" di mana para kucing dapat saling mengawasi atau bertemu tanpa adanya konflik
teritorial atau agresi. Di luar daerah netral ini, penguasa daerah biasa akan mengejar kucing
asing, diawali dengan menatap, mendesis, hingga menggeram, dan bila kucing asing itu
tetap tinggal, biasanya akan terjadi perkelahian singkat.

Kucing jantan

Kucing yang sedang berkelahi menegakkan rambut tubuh dan melengkungkan


punggung agar mereka tampak lebih besar. Serangan biasanya terdiri dari tamparan di
bagian wajah dan tubuh dengan kaki depan yang kadang disertai gigitan. Luka serius pada
kucing akibat perkelahian jarang terjadi karena pihak yang kalah biasanya akan lari setelah
mengalami beberapa luka di wajah. Jantan yang aktif biasanya sering terlibat banyak
perkelahian sepanjang hidupnya. Hal ini tampak pada berbagai luka di bagian wajah,
seperti hidung atau telinga. Kucing betina kadang juga terlibat perkelahian untuk
melindungi anak-anaknya, bahkan kucing steril pun akan mempertahankan daerah kecilnya
dengan gigih.

Melihat dari perilaku kucing yang ada saat ini, kucing liar yang merupakan nenek
moyang kucing peliharaan diperkiraan berevolusi pada iklim gurun. Kucing senang dengan
suasana hangat dan sering tidur di bawah hangatnya sinar matahari. Kotorannya biasanya
kering dan kucing lebih suka menguburnya di tempat berpasir. Kucing dapat mematung,
tidak bergerak cukup lama terutama ketika sedang mengintai mangsa atau bersiap untuk
menerkam. Di Afrika Utara masih ditemukan kucing liar yang mungkin berkerabat dekat
dengan nenek moyang kucing peliharaan saat ini.

Karena memiliki kekerabatan yang dekat dengan binatang gurun, ketahanan kucing
terhadap panas dan dinginnya iklim daerah subtropis agak terbatas. Kucing tidak tahan
terhadap kabut, hujan, dan salju meskipun ada beberapa jenis, seperti Norwegian Forest
Cat dan Maine Coon yang mampu bertahan; dan berusaha mempertahankan suhu tubuh
normalnya, yaitu 39°C, dalam keadaan basah. Kebanyakan kucing tidak suka berendam
dalam air, kecuali jenis Turkish Van.

Empat ekor anak kucing sedang disusui induknya

Masa kehamilan atau gestasi pada kucing berkisar 63 hari. Anak kucing yang baru
lahir tidak boleh dipegang oleh manusia dengan tangan kosong, agar tidak diasingkan
dan/atau dimakan oleh induknya. Anak kucing terlahir buta dan tuli. Mata mereka baru
terbuka pada usia 8—10 hari. Anak kucing akan disapih oleh induknya pada usia 6—7
minggu dan kematangan seksual dicapai pada umur 10–15 bulan. Kucing dapat
mengandung 4 janin sekaligus karena rahimnya memiliki bentuk yang khusus dengan 4
bagian yang berbeda.

Kucing biasanya memiliki berat badan antara 2,5 hingga 7 kilogram dan jarang
melebihi 10 kg. Bila diberi makan berlebihan, kucing dapat mencapai berat badan 23 kg.
Akan tetapi, kondisi ini amat tidak sehat bagi kucing dan harus dihindari. Dalam
penangkaran, kucing dapat hidup selama 15 hingga 20 tahun, kucing tertua diketahui
berusia 38 tahun 3 hari yang bernama Creme Puff. Kucing peliharaan yang tidak
diperbolehkan keluar rumah dan disterilkan dapat hidup lebih lama (mengurangi risiko
perkelahian dan kecelakaan). Kucing liar yang hidup di lingkungan urban modern hanya
hidup selama ± 2 tahun atau bahkan kurang dari itu.

Kucing peliharaan yang tinggal di dalam rumah harus diberi kotak kotoran yang
berisi pasir atau bahan khusus yang dijual di toko hewan peliharaan. Perlu juga disediakan
tempat khusus bagi kucing untuk mencakar. Hal ini penting karena kucing memerlukan
kegiatan mencakar ini untuk menanggalkan lapisan lama pada kukunya agar kukunya dapat
tetap tajam dan terjaga kesehatannya. Tidak adanya tempat khusus ini akan menyebabkan
kucing banyak merusak perabotan.
Sering kali kucing menunjukkan perilaku memilih makanan. Hal ini disebabkan mereka
memiliki organ penciuman khusus di langit-langit mulutnya yang disebut sebagai organ
vomeronasal atau organ Jacobson. Ketika organ ini terstimulasi oleh suatu jenis makanan
tertentu, kucing akan menolak makanan selain makanan itu.

Mata kucing. Perhatikan membrana nictitans berupa selaput putih di sudut dalam ruang
mata.

Kucing dapat melihat dalam cahaya yang amat terang. Mereka memiliki selaput
pelangi atau iris membentuk celah pada mata yang akan menyempit. Meskipun demikian,
penyempitan ini juga mengurangi bidang pandang kucing. Suatu organ yang disebut
tapetum lucidum digunakan dalam lingkungan dengan sedikit cahaya. Organ inilah yang
menyebabkan warna-warni mata kucing ketika difoto dengan menggunakan blitz. Seperti
kebanyakan predator, kedua mata kucing menghadap ke depan, menghasilkan persepsi
jarak dan mengurangi besarnya bidang pandang. Mata kucing memiliki persepsi trikomatik
yang lemah.

Ketika cahaya yang ada terlalu sedikit untuk melihat, kucing akan menggunakan
"kumis" atau misainya (vibrissae) untuk membantunya menentukan arah dan menjadi alat
indra tambahan. Misai dapat mendeteksi perubahan angin yang amat kecil, membuat
kucing dapat mengetahui adanya benda-benda di sekitarnya tanpa melihat. Kumis ini juga
dapat digunakan oleh kucing untuk menentukan apakah badannya dapat melewati ruangan
yang sempit (seperti pipa) karena jarak antara kedua ujung kumis kucing hampir sama
dengan lebar tubuhnya

Kucing memiliki kelopak mata ketiga yang disebut membrana niktitans. Kelopak
ketiga ini terdiri dari suatu lapisan tipis yang dapat menutupi mata dan tampak ketika mata
kucing terbuka. Membran ini menutup sebagian ketika kucing sedang sakit. Kadang kucing
yang amat mengantuk atau gembira juga memperlihatkan membran ini.

Suara kucing sering ditulis "meong" dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Inggris
yang digunakan di Amerika, suara kucing ditulis "meow". Di negara Inggris sendiri,
penulisannya adalah "miaow", "miaow" dalam bahasa Prancis, "miau" dalam bahasa
Jerman, "nya" dalam bahasa Jepang, dan berbagai penulisan lain dalam berbagai bahasa.
Suara "meong" kucing memiliki berbagai arti tergantung pengucapannya oleh si kucing.
Kucing juga dapat mengeluarkan suara seperti dengkuran panjang yang sering disukai
manusia. Karena suara ini bukan merupakan suara vokal, kucing dapat mengeluarkan suara
dengkuran dan mengeong pada saat yang sama.

Umumnya semua daun telinga kucing tegak. Tidak seperti pada anjing, kucing
dengan telinga terlipat amat jarang ditemukan. Jenis Scottish Fold adalah salah satu jenis
kucing dengan mutasi genetik yang langka ini. Ketika marah atau takut, daun telinga
kucing jenis ini akan tertekuk ke belakang sementara si kucing mengeluarkan suara
menggeram atau mendesis. Ketika mendengarkan suatu suara, daun telinga kucing akan
bergerak ke arah sumber suara; daun telinga kucing dapat mengarah ke depan, ke samping,
bahkan seolah menoleh ke belakang.
Kucing termasuk hewan yang bersih. Mereka sering merawat diri dengan menjilati
rambut mereka. Saliva atau air liur mereka adalah agen pembersih yang kuat, tetapi dapat
memicu alergi pada manusia. Kadang kala kucing memuntahkan hairball atau gulungan
rambut yang terkumpul di dalam perut mereka.

Kucing menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain.
Lama tidur kucing bervariasi antara 12—16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13—14
jam. Akan tetap, tidak jarang dijumpai kucing yang tidur selama 20 jam dalam satu hari.

Perilaku Kucing
Mendengkur

Kucing mendengkur ketika dia akan senang dan bahagia. Kucing merupakan satu-
satunya hewan yang dapat mengeluarkan suara dengkuran. Dengkuran biasanya merupakan
tanda kepuasan hati pada kucing. Namun, ada beberapa penyebab lain jika kucing
mendengkur. Penyebab lain kucing mendengkur ketika dia akan mati dan sakit agar dapat
membuatnya menjadi nyaman dan mengurangi stres. Selain itu, kucing akan mendengkur
ketika akan melahirkan dan anaknya akan mendengkur ketika sedang menyusui.

Gelombang Hertz pada dengkuran kucing berkisar antara 25 hingga 150. Pada batas
lebih rendah, dengkuran kucing memiliki kecepatan getaran yang sama dengan mesin
diesel yang sedang menyala. Dengkuran kucing juga dipercayai dapat mengurangi rasa
stres dan mengurangi depresi. Selain kucing, spesies lain dalam keluarga kucing yang juga
dapat mendengkur adalah kucing hutan, cheetah, lynx, dan puma. Namun, pada harimau,
singa, dan macan tidak dapat mendengkur karena menurut para ahli kucing-kucing besar
yang dapat mengeluarkan suara auman tidak memiliki kemampuan untuk mendengkur.

Memijat

Memijat adalah salah satu kegiatan yang juga dilakukan oleh kucing. Kucing
memijat dengan cara menekankan telapak tangannya secara bergantian (kanan dan kiri),
dan ada juga yang memijat dengan menarik (mengeluarkan) cakarnya. Kucing biasanya
memijat manusia atau kucing lain dengan disertai suara dengkuran.

Ketika anak kucing sedang menyusui, mereka pasti akan memijat-mijat perut
induknya. Hal ini dilakukan untuk melancarkan aliran air susu melalui puting-puting
induknya. Jika kucing memijat pemiliknya, hal tersebut telah menandakan bahwa mereka
merasa aman dan nyaman. Selain itu, dia juga telah mengklaim orang yang dipijatnya
sebagai pemiliknya.

Refleks Meluruskan

Refleks meluruskan adalah kemampuan yang dimiliki oleh kucing untuk


mengarahkan tubuhnya ketika jatuh dengan benar. Kemampuan ini akan dimiliki oleh
kucing ketika berumur 3—4 minggu dan akan sempurna ketika berumur 7 minggu.
Kemampuan ini dapat dilakukan oleh kucing karena kucing memiliki tulang punggung
yang sangat fleksibel dan memiliki tulang selangka yang fungsional.
Ras Kucing

Maine Coon adalah ras kucing terbesar. Panjang ras ini dapat mencapai 1,5 meter.

Kucing ras Burmese.

Chinchilla longhair.

Jumlah ras kucing di seluruh dunia sangat banyak. Setiap ras memiliki ciri khusus, tetapi
karena sering terjadinya kawin silang antarras, banyak kucing yang hanya dikelompokkan
dalam jenis bulu panjang dan bulu pendek, tergantung jenis rambut penutup tubuhnya.

Ada banyak macam ras kucing, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Ocicat
Ocicat adalah salah satu ras kucing yang merupakan hasil persilangan dari beberapa
ras kucing domestik dengan ras kucing domestik yang berpenampilan liar. Salah
satu pola bulu ocicat antara lain ialah tutulnya yang mirip dengan kucing liar.

Manx
Manx adalah kucing yang berasal dari Pulau Man. Sebagian orang menyebut kucing
ini dengan sebutan Rumpy. Manx memiliki ekor yang pendek dan warna bulu terdiri
dari cokelat dan lavender. Sifat dari kucing ini adalah setia, ramah, dan pintar.

Maine Coon

Maine Coon adalah ras kucing yang berasal dari Maine, Amerika Serikat. Kucing
ini merupakan keturunan dari ras kucing Anggora dan American Shorthair. Sifat
kucing ini adalah lucu, pemalu, dan mudah akrab. Bulunya tipis, lembut, dan
terdapat beragam warna.
Bulu pendek Britania
Kucing ini dikembangkan di Inggris. Kucing ini adalah kucing yang tenang, lembut,
dan pintar. Warna bulu ras kucing ini di antaranya adalah polos (putih, hitam, biru,
merah, dan krem), dua warna, hitam pekat, dan belang.
Burmese
Burma adalah ras kucing yang dibiakkan oleh Dr. Joseph Thompson di Amerika
Serikat pada tahun sekitar 1930-an. Warna bulu pada ras kucing ini adalah cokelat
musang, biru (abu-abu), champagne, lifa, merah, cokelat, dan tortoiseshell. Sifatnya
kucing ini adalah periang dan lucu.
Bali

Ras bali adalah kucing ras asli Indonesia yang berasal dari Pulau Bali.
Meskipun bulunya tidak sepanjang seperti kucing ras lainya, kucing ini termasuk ke
dalam kategori kucing berbulu panjang. Bulu di bagian ekornya lebih panjang dari
pada badan dan memiliki pola warna bulu hampir seperti kucing siam. Beberapa
dari kucing ini memiliki kelainan poor occlusion yang menyebabkan kucing
tersebut bernafas menggunakan mulut.

Bulu panjang Chinchilla


Kucing bulu panjang Chinchilla adalah kucing yang berasal dari Iran. Ras kucing
ini adalah kucing yang anggun. Ras ini dibagi dalam dua macam, yaitu Chinchilla
warna cerah (sejati) dan yang agak gelap (perak gradasi).

Macam Warna
Genetik bulu kucing

Kucing berbulu panjang dengan warna tortoiseshell Kucing dengan warna calico.

Kucing memiliki banyak warna dan macam pola. Ciri fisik ini tidak bergantung pada
rasnya. Kucing rumahan dikelompokkan ke dalam jenis berikut berdasarkan penampakan
fisiknya.

 bulu pendek
 bulu panjang
 oriental (bukan ras khusus, semua kucing yang bertubuh langsing, mata berbentuk
almond, daun telinga lebar, dan rambut tubuh halus yang pendek)

Gen yang mengatur warna dan pola pada bulu kucing menentukan penampilan fisik dari
kucing yang membedakan mereka ke dalam:

Telon atau Calico


Artikel utama: Kucing belang tiga
Telon adalah warna yang dasarnya putih dengan bercak warna hitam atau oranye
(atau biru atau krem). Orang Jepang sering menyebut pola ini sebagai mi-ke karena
gen pengendali warna bulu terletak pada kromosom kelamin (bertaut kelamin).
Kucing telon yang beraneka warna ini umumnya adalah kucing betina.
Tortoiseshell
Artikel utama: Kucing tempurung kura-kura
Tortoiseshell atau disingkat tortie adalah warna hitam dengan warna oranye dan
putih tersebar di seluruh tubuhnya. Kucing yang memiliki warna hitam, oranye
terang, dan oranye gelap disebut sebagai calimanco atau clouded tiger.
Tabby
Artikel utama: Kucing tabby
Tabby adalah warna bergaris dengan bermacam pola. Pola klasik pada kucing ini
berbentuk bulatan-bulatan atau lingkaran. Tabby jenis makarel mempunyai tiga
garis yang tampak di samping tubuhnya sehingga membuat kucing ini terlihat
seperti ikan makarel.
Maltese
Artikel utama: Kucing malta
Maltese adalah nama lama dari kucing berwarna biru (abu-abu).
Bicolor (dua warna)
Artikel utama: Kucing dua warna
Bicolor disebut juga tuxedo cat atau jellicle cat karena memiliki bulu berwarna
hitam dengan sedikit warna putih pada bagian kaki, perut, dada, dan mungkin pula
di bagian wajah.

Domestikasi
Seperti halnya hewan yang telah mengalami domestikasi (penjinakan), kucing hidup dalam
hubungan mutualistik dengan manusia. Akan tetapi, sejarah mutualisme ini jauh lebih
pendek dibandingkan dengan hewan domestikasi yang lain dan tingkat domestikasi kucing
juga masih diperdebatkan. Karena keuntungan yang diperoleh dari adanya kucing, manusia
membiarkan kucing liar berkeliaran di permukiman. Nenek moyang kucing rumahan tidak
terlalu dekat dengan pemiliknya, berbeda dengan hewan domestik yang lain. Sejarah inilah
yang mungkin menyebabkan tidak adanya ikatan yang kuat yang dimiliki kucing pada
pemiliknya. Akibatnya, kebanyakan pemilik kucing menganggap kucing adalah hewan
yang tidak terlalu peduli dan mandiri. Namun, kucing dapat sangat dekat dengan
pemiliknya, terutama jika ia dibesarkan sejak kecil dan sering mendapatkan perhatian.
Kucing dan Manusia

Kucing Eropa yang sedang bermain.

Kucing merupakan hewan peliharaan yang umum di Eropa dan Amerika Utara, dan
bahkan populasi kucing di seluruh dunia melebihi 500 juta ekor.

Menurut Humane Society dari Amerika Serikat, selain kucing menjadi hewan
peliharaan, kucing juga digunakan untuk perdagangan bulu internasional, [28] untuk
membuat sebuah mantel, sarung tangan, topi, sepatu, selimut dan boneka mainan. Kucing
yang diperlukan untuk membuat sebuah mantel dari bulu kucing ada sekitar 24 ekor
kucing.[29] Hal ini sekarang telah dilarang di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat,
Australia, dan Uni Eropa.[30] Namun, beberapa bulu kucing masih dibuat menjadi selimut di
negara Swiss sebagai obat tradisional yang dipercaya dapat membantu mengobati reumatik.
[31]

Sensus Kucing

Menurut International Federation for Animal Health Europe (IFAH), populasi kucing
domestik di seluruh dunia terdapat sekitar 220 juta ekor.[32]

Beberapa upaya untuk membangun program sensus kucing telah dibuat selama bertahun-
tahun, baik melalui asosiasi atau organisasi nasional dan internasional (seperti Canadian
Federation of Humane Societies[33]). Akan tetapi, tugas seperti itu tampaknya sulit untuk
dicapai.[34][35]

Aspek Budaya
Pada masa silam diyakini bahwa nenek moyang kucing adalah Miacis, binatang liar pada
masa Eosen yang sosoknya mirip musang, kira-kira 50 juta tahun silam.

Catatan paling awal tentang usaha domestikasi kucing adalah sekitar tahun 4000 SM di
Mesir, ketika kucing digunakan untuk menjaga toko bahan pangan dari serangan tikus.
Namun, baru-baru ini dalam sebuah makam di Shillourokambos, Siprus, bertahun 7500
SM, ditemukan kerangka kucing yang dikuburkan bersama manusia. Karena tikus bukanlah
hewan asli Siprus, hal ini menunjukkan bahwa paling tidak pada saat itu, telah terjadi usaha
domestikasi kucing. Kerangka kucing yang ditemukan di Siprus ini mirip dengan spesies
kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing rumahan saat ini.[36][37]
Sebuah topeng perunggu digunakan dalam pemakaman mumi kucing di Mesir kuno.

Pada tahun 1800-an ditemukan suatu kuburan atau tepatnya "situs" berisikan 300.000
mumi kucing dalam keadaan masih utuh, yang menandakan dahulu kucing memang suatu
hewan yang spesial. Orang Mesir kuno menganggap kucing sebagai penjelmaan Dewi
Bast, juga dikenal sebagai Bastet atau Thet. Hukuman untuk membunuh kucing adalah
mati dan jika ada kucing yang mati kadang dimumikan seperti halnya manusia.

Pada abad pertengahan, kucing sering dianggap berasosiasi dengan penyihir dan sering
dibunuh dengan dibakar atau dilempar dari tempat tinggi. Beberapa ahli sejarah
berpendapat bahwa takhyul seperti inilah yang menyebabkan wabah Black Death menyebar
dengan cepat. Black Death diperkirakan merupakan sebuah wabah penyakit pes di Eropa
pada abad ke-14. Cepatnya penyebaran wabah ini menyebabkan banyak orang waktu itu
percaya bahwa setanlah yang menyebabkan penyakit tersebut. Pernyataan Paus
menyebutkan bahwa kucing yang berkeliaran dengan bebas telah bersekutu dengan setan.
Karena pernyataan ini, banyak kucing dibunuh di Eropa pada saat itu. Penurunan jumlah
populasi kucing menyebabkan meningkatnya jumlah tikus, hewan pembawa penyakit pes
yang sesungguhnya.

Saat ini, orang masih percaya bahwa kucing hitam adalah pembawa sial sementara ada
yang percaya bahwa kucing hitam justru membawa keberuntungan. Kucing juga masih
diasosiasikan dengan sihir. Kucing hitam sering diasosiasikan dengan Halloween. Penganut
wicca dan neopaganisme yang lain mempercayai bahwa kucing sebenarnya baik, mampu
berhubungan dengan dunia lain, dan dapat merasakan adanya roh jahat.

Di Asia, kucing termasuk ke dalam salah satu zodiak Vietnam. Namun, kucing tidak
termasuk ke dalam zodiak Tionghoa. Menurut legenda, ketika Raja Langit mengadakan
pesta untuk hewan yang akan dipilih menjadi zodiak, ia mengutus tikus untuk mengundang
hewan-hewan yang telah dipilihnya. Bagian cerita ini dikisahkan dalam berbagai versi,
tikus lupa untuk mengundang kucing, tikus menipu kucing mengenai hari pesta, dan
berbagai variasi lainnya. Pada akhirnya kucing tidak hadir dalam pesta itu, tidak terpilih
menjadi hewan zodiak sehingga memiliki dendam kesumat pada tikus.

Dalam syariat Islam, seorang muslim diperintahkan untuk tidak menyakiti atau bahkan
membunuh kucing, berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari
kisah Abdullah bin Umar[38] dan Abu Hurairah.[39][40]

Hukum menjual dan membeli kucing pun dalam syariat Islam adalah haram hukumnya
berdasarkan dalil hadits Nabi Muhammad dan kaidah fiqih (al-qawa’id al-kulliyah). Dalil
hadits Muhammad, diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdillah bahwasanya sang Nabi
telah melarang memakan kucing dan melarang pula memakan harga kucing. [41] Hadits
Muhammad itu menjadi dalil haramnya memakan kucing dan memperjual-belikan kucing.
Jadi, umat Islam diharamkan untuk memperdagangkan kucing sebagaimana mereka
diharamkan memakan daging kucing.

Anda mungkin juga menyukai