PROGRAM KERJA
LABORATORIUM IPA
SMA NEGERI 14 BANDA ACEH
TAHUN AJARAN 2022/2023
Oleh :
ISNANI, S. Pd
NIP: 197209092005042001
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA
KEPENDIDIKAN
2023
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt, karena dengan karunia dan
ridhonya penyusunan Program Kerja laboratorium IPA di SMA Negeri 14 Iskandar Muda
tahun pembelajaran 2022 – 2023 dapat diselesaikan.
Program Kerja Laboratorium IPA di SMA Negeri 14 Iskandar Muda tahun
pembelajaran 2022 – 2023 disusun melalui upaya-upaya optimal untuk dijadikan pedoman
pelaksanaan dalarn berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan/praktikum di
laboratorium IPA SMA Negeri 14 Iskandar Muda. Dalam kesempatan ini perkenankanlah
kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan
kontribusi sehingga penyusunan Program Kerja Laboratorium IPA di SMA Negeri 14
Iskandar Muda tahun pembelajaran 2022 – 2023 ini terwujud. Demi terealisasinya segala
bentuk kegiatan seperti dalam laporan kinerja ini, kami sangat mengharapkan perhatian,
dukungan dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, kiranya kami dapat merealisasikan
laporan yang kami susun.
Banda Aceh, 15 Juli 2022
Koordinator Lab. IPA,
Isnani, [Link]
NIP. 19720909 200504 2 001
DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR…………………………………………………………..i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………..ii
BAB1 PENDAHULUAN……………………………………………………….1
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………….1
1.2 Peran Laboratorium IPA……………………………………………………..7
1.3 Manfaat Laboratorium IPA…………………………………………………..7
BAB II. PROGRAM LABORATORIUM IPA…………………………….....9
2.1 Administrasi Lab. IPA……………………………………………………….9
2.2 Pengamanan, Perawatan dan Pengawasan…………………………………..10
BAB III. PENUTUP……………………………………..…………………….16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Laboratorium IPA merupakan tempat untuk mengaplikasikan teori
keilmuan, pengujian teoritis, pembuktian uji coba, penelitian, dan
sebagainya dengan menggunakan alat bantu yang menjadi kelengkapan
dari fasilitas dengan kuantitas dan kualitas yang memadai
(Depdiknas,2002: 26). Laboratorium IPA menjadi tempat bagi guru dan
siswa untuk melakukan kegiatan ilmiah dalam rangka pembelajaran IPA.
Laboratorium IPA berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan
pembelajaran yang memerlukan peralatan khusus yang tidak mudah
dihadirkan di ruang kelas. Dalam konteks pendidikan di
sekolah,laboratorium mempunyai fungsi sebagai tempat proses
pembelajaran dengan metoda praktikum yang dapat memberikan
pengalaman belajar pada siswa untuk berinteraksi dengan alat dan bahan
serta mengobservasi berbagai gejala secara langsung. Oleh karena itu,
kepala sekolah, pengelola, guru IPA, dan unsur-unsur sekolah yang terkait
lainnya harus mampu mengelola dan memanfaatkan laboratorium IPA
secara efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan kualitas proses
dan hasil belajar IPA bagi siswa (Sutrisno, 2007: 46).
Pengelolaan laboratorium merupakan kemampuan dan
keterampilan khusus untuk melakukan suatu kegiatan di laboratorium,
baik bersama orang lain maupun melalui orang lain dengan memanfatkan
penggunaan laboratorium secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu.
Pemanfaatan Laboratorium secara efektif merupakan salah satu syarat
dalam pembelajaran berbasis praktikum IPA. Oleh karena itu, diperlukan
adanya sistem pengelolaan atau manajemen laboratorium IPA yang baik.
Efektivitas manajemen laboratorium IPA dipengaruhi oleh factor
ketersediaan fasilitas laboratorium dan kompetensi pengelolaan
laboratorium IPA (Salirawati, 2012: 4).
Pada dasarnya tanggung jawab pengelolaan laboratorium
merupakan tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna.
Kemampuan guru dalam pengelolaan laboratorium disesuaikan dengan
Permendiknas No. 26 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Pengelola
Laboratorium Sekolah. Pengelolaan laboratorium IPA meliputi
mengkoordinasikan kegiatan praktikum dengan guru, menyusun jadwal
kegiatan laboratorium, memantau pelaksanaan, kegiatan laboratorium,
mengevaluasi kegiatan laboratorium, mengelola kegiatan laboratorium
sekolah, menyusun laporan kegiatan laboratorium, dan
mengkoordinasikan kegiatan praktikum. Secara umum, peran guru
terutama berkaitan dengan pengalaman mereka membantu siswa
mengembangkan keterampilan proses sains.
Berdasarkan uraian tersebut dapat diketahui bahwa peran
laboratorium sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis
praktikum, maka perlu kiranya guru IPA untuk dapat memahami dan
menguasai bagaiman cara mengelola laboratorium secara baik dan tepat.
Kemampuan guru mengelola laboratorium ini mencakup dua aspek utama
yaitu kemampuan guru dalam pengelolaan laboratorium sebagai tempat
praktikum dan kecakapan guru dalam pengelolaan pembelajaran berbasis
praktikum di laboratorium berdasarkan pendekatan saintifik. Kemampuan
guru dalam mengelola laboratorium yang berdasarkan pendekatan
saintifik menjadi sangat penting karena pengelolaan laboratorium yang
efektif sangat menentukan besar kecilnya kontribusi laboratorium dalam
keterlaksanaan proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik,
mengingat pendekatan pembelajaran saintifik adalah proses
pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara
aktif mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip melaui tahapan-tahapan
mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah),
merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data
dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan
mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan. Kondisi
pembelajaran berdasarkan pendekatan saintifik diarahkan untuk
mendorong peserta didik dalam mencari tahu pengetahuan dari berbagai
sumber melalui observasi dan guru bukan menjadi sumber belajar bagi
siswa. Untuk menyikapi hal ini, maka kemampuan guru dalam mengelola
laboratorium dan kemampuan guru mengarahkan siswa untuk melakukan
pembelajaran praktikum di laboratorium menjadi sangat penting untuk
diperhatikan. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian mengenai
gambaran kemampuan guru dalam mengelola laboratorium yang sesuai
pendekatan saintifik untuk mengetahui sejauh mana kemampuan guru
IPA dalam mengelola laboratorium sebagai tempat praktikum dan
kemampuan guru IPA dalam menerapkan pembelajaran berbasis
praktikum. Penelitian ini sangat penting untuk dilakukan karena
memberikan informasi bagi guru IPA dalam mengelola laboratorium yang
benar sesuai pendekatan saintifik.
Pengelolaan Laboratorium IPA perlu didukung oleh program kerja yang baik dan
koordinasi agar jelas Langkah-langkah dan tolak ukur keberhasilan dalam rangka
memberikan pelayanan prima kepada peserta didik maupun untuk pengembangan dan
pemeliharaan laboratorium IPA ke depan.
Program kerja laboratorium IPA tahun ajaran 2022/2023 pada dasarnya melanjutkan
program kerja laboratorium IPA tahun ajaran 2021/2022 dengan menyempurnakan dan
menambahkan beberapa program tambahan.
1.2 Peran Laboratorium IPA
Peran laboratorium IPA dalam pembelajaran adalah untuk menumbuhkan dan
mengembangkan hal-hal berikut:
1. Ketrampilan dalam pengamatan, pengukuran dan pengumpulan data.
2. Kemampuan Menyusun data dan menganalisis serta menafsirkan hasil pengamatan
3. Kemampuan menarik kesimpulan secara logis berdasarkan hasil eksperimen
4. Ketrampilan merancang percobaan, urutan kerja dan pelaksanaannya
5. Ketrampilan dalam menggunakan peralatan dan bahan
1.3 Manfaat Laboratorium IPA
Laboratorium IPA merupakan salah satu fasilitas sekolah tempat guru dan peserta
didik melakukan kegiatan pembelajaran IPA melalui praktikum dan untuk mendukung
pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah, sehingga kualitas hasilnya semakin meningkat.
1. Mengembangkan konsep dan prinsip IPA
2. Mengembangkan ketrampilan proses sains
3. Sarana Pendidikan untuk pelatihan
4. Mengembangkan rasa ingin tahu tentang alam lingkungan
BAB II
PROGRAM LABORATORIUM IPA
2.1 Pengadministrasian
Pengadministrasian merupakan suatu proses pedokumentasian seluruh sarana dan
prasaran serta aktivitas laboratorium. Dalam kaitannya dengan pengadaan alat dan bahan,
pada makalah ini yang akan dibahas lebih lanjut mengenai pengadministrasian sarana dan
prasarana. Pengadministrasian sarana dan prasarana laboratorium bertujuan:
• Mencegah kehilangan / penyalahgunaan
• Memudahkan operasional dan pemeliharaan
• Mencegah duplikasi /overlapping permintaan alat
• Memudahkan pengecekan
Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk
memudahkan pemakaian laboratorium dalam melakukan aktivitasnya. Fasilitas tersebut ada
yang berupa fasilitas umum dan fasilitas khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang
dapat digunakan oleh semua pemakai Laboratorium contohnya penerangan, ventilasi, air, bak
cuci (sinks), aliran listrik dan gas. Fasilitas khusus berupa peralatan dan mebelair, contohnya
meja siswa/mahasiswa, meja guru, kursi, papan tulis, lemari alat, lemari bahan, ruang
timbang, lemari asam, perlengkapan P3K, pemadam kebakaran dan lain-lain.
Pengadministrasian laboratorium dimaksudkan adalah suatu proses pencatatan atau
inventarisasi fasilitas dan aktifitas laboratorium. Dengan pengadministrasian yang tepat
semua fasilitas dan aktifitas laboratorium dapat terorganisir dengan sistematis. Dalam
kaitannya dengan pengadaan alat dan bahan, pada makalah ini yang akan dibahas lebih lanjut
mengenai pengadministrasian sarana dan prasarana. Pengadministrasian sarana dan
prasarana laboratorium bertujuan: mencegah kehilangan / penyalahgunaan, memudahkan
operasional dan pemeliharaan, mencegah duplikasi /overlapping permintaan alat serta
memudahkan pengecekan.
2.2 Pengamanan, Perawatan Dan Pengawasan
Aspek ini merupakan aspek yang membutuhkan personalia untuk menjalankannya.
Untuk memenuhi aspek ini, biasanya laboratorium di sekolah terdapat berbagai personil
yaitu: kepala sekolah, wakasek bidang sarana, wakasek bidang kurikulum, penanggung jawab
teknis laboratorium, koordinator laboratorium, dan laboran.
Deskripsi Tugas Kepala/Koordinator Laboratorium:
1. Bertanggung jawab atas kelengkapan administrasi laboratorium IPA.
2. Bertanggung jawab atas kelancaran penggunaan laboratorium IPA.
3. Mengusulkan kepada kepala sekolah tentang pengadaan alat dan bahan yang dibutuhkan.
Pada dasarnya pengelolaan laboratorium merupakan tanggung jawab bersama baik
pengguna maupun pengelola. Oleh karena itu, setiap orang yang terlibat harus memiliki
kesadaran dan merasa terpanggil untuk mengatur, memelihara, dan mengusahakan
keselamatan kerja. Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar
laboratorium selalu tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
BAB III
PENUTUP
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan karunia dan
ridhonya penyusunan Program kerja laboratorium IPA di SMA Negeri 14 Iskandar Muda
tahun pembelajaran 2022 – 2023 dapat diselesaikan.
Dan akhirnya demikianlah laporan program kerja laboratorium IPA di SMA Negeri
14 Iskandar Muda tahun pelajaran 2022 - 2023 ini disusun untuk dapat dilaksanakan dan
dijadikan acuan guna tercapainya mutu pendidikan di SMA Negeri 14 Iskandar Muda. Amin.
PROGRAM KERJA TAHUNAN
LAB. IPA SMA NEG. 14 BANDA ACEH
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
No. Program Kegiatan Sasaran Indikator Waktu
Perencanaan Keberhasila
n
1. Menyusun Identifikasi Masalah Bulan
program kerja Juli
tahunan
a. Alat & Bahan11 Supaya Dapat
dalam dilakukan
pelaksanaan penyusunan
praktikum alat & bahan
nanti tidak sesuai
terjadi kebutuhan
masalah
karena
kekurangan
alat
b. Tempat/ruangan Supaya 75%
labor dalam pelaksanaan
pelaksanaan praktikum
praktikum berjalan
tidak terjadi dengan baik
jadwal yang
sama
c. Jadwal Pemakaian Terlaksana 60%
Laboratorium dengan baik pelaksanaan
praktikum praktikum
yang dapat
dilakukan dilakukan
2. Menyusun Mengisi format jadwal Agar 75% program Bulan
jadwal program kerja pelaksanaan kerja Juli
program kerja program laboratorium
kerja sesuai dapat
dengan dilaksanakan
jadwal kerja sesuai jadwal
3. Menyusun Membuat program kerja Agar 80% kegiatan Bulan
program Bersama Guru dan kegiatan lab dapat Agustus
jadwal koordinator laboran Laboratorium dilaksanakan
tahunan lebih sesuai
terencana & program kerja
terarah
4. Menyusun Mengisi format jadwal Supaya 75% kegiatan Bulan
jadwal kegiatan pemakaian lab dapat Agustus
kegiatan alat & dilaksanakan
ruangan sesuai jadwal
teratur kegiatan
TATA TERTIB
LABORATORIUM IPA SMA NEGERI 114
BANDA ACEH
(SISWA)
1. Siswa tidak diperkenankan masuk ke ruang laboratorium tanpa seizin guru
2. Siswa tidak diperkenankan membawa makanan/minuman ke ruang laboratorium,
kecuali untuk bahan praktikum
3. Siswa tidak diperkenankan makan di dalam ruang laboratorium
4. Siswa diharuskan berperilaku sopan, tenang, tertib dan berpakaian rapi
5. Siswa tidak diperkenankan membawa alat/bahan praktikum keluar ruang
laboratorium tanpa seizin guru
6. Alat dan bahan praktikum harus digunakan sesuai dengan petunjuk
7. Siswa segera melapor kepada guru jika ada alat yang rusak atau bahan yang
tumpah
8. Dilarang mencoret-coret bangku laboratorium
9. Praktikan wajib menjaga kebersihan ruang laboratorium
10. Setelah selesai melaksanakan praktikum, alat harus dikembalikan ke tempat
semula dalam keadaan bersih
11. Sebelum meninggalkan ruang laboratorium, meja praktik harus dalam keadaan
bersih.
TATA TERTIB
LABORATORIUM IPA SMA NEGERI 114
BANDA ACEH
(GURU)
1. Guru wajib mengisi buku pemakaian ruang laboratorium/peminjaman alat & bahan
yang sudah dipersiapkan
2. Alat-alat dan bahan yang digunakan untuk praktikum hendaknya disiapkan
sebelumnya dalam keadaan siap pakai
3. Guru harus selalu mengawasi siswa yang sedang melakukan praktikum
4. Guru harus menguasai prosedur keselamatan kerja dalam laboratorium, termasuk
harus menguasai penggunaan alat pengaman (pemadam kebakaran, kotak P3K,
kontak listrik, dll)
5. Guru membimbing kegiatan praktikum dari awal sampai akhir
6. Guru selalu memberikan perhatian/peringatan tentang sesuatu yang perlu mendapat
perlakuan khusus
7. Guru mengawasi penggunaan alat/bahan paraktikum
8. Guru harus mampu menguasai penggunaan alat/bahan praktikum dengan benar
9. Guru bertanggung jawab atas kelengkapan alat/bahan, jangan sampai
hilang/rusak/pecah
10. Selesai praktikum, ruangan laboratorium harus dalam keadaan bersih