LAPORAN ANALISIS SINTESIS
TINDAKAN PEMBERIAN RANGE OF MOTION
Disusun untuk memenuhi tugas Praktik Klinik Keperawatan Profesi Jantung II
Clinical Instructur : Maya Asifah, S. Kep., Ns
Clinical Teacher : Rendy Editya D, S. Kep., Ns, [Link]
Disusun Oleh :
ADELA NOVENA TADEUS DEFA AULIA
P27220025301
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS
JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA TAHUN 2025
A. Keluhan Utama
Pasien mengatakan susah menggerakan kaki dan tangan kiri.
B. Diagnosa Medis
Stroke Non Hemoragic (SNH), Hemiparase sinistra
C. Diagnosa Keperawatan
Gangguan mobilitas fisik (D. 0054)
D. Data yang Mendukung Diagnosa Keperawatan
DS : Pasien mengatakan sulit menggerakan kaki dan tangan kiri
DO :
1. Kekuatan otot pasien
2 5
2 5
2. Hasil CT Scan Brain Non Kontras
a. Infark lacunar corona radiata kanan, crus anterior capsula interna kanan dan
nukleus lentiformis kanan
b. Cenderung edema cerebri
c. Tak tampak perdarahan, maupun SOL intracranial
E. Dasar Pemikiran
Hemiparesis adalah kondisi ketika salah satu sisi tubuh, dari kepala hingga kaki,
mengalami kelemahan sehingga sulit digerakkan. Kondisi ini umumnya dialami oleh
penderita stroke dan harus segera ditangani karena bisa menyebabkan kelemahan
permanen hingga kelumpuhan. Hemiparesis terjadi karena adanya kerusakan jaringan pada
salah satu sisi otak. Kerusakan otak terbanyak disebabkan oleh stroke. Selain itu,
hemiparesis juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti cedera kepala, tumor
otak, atau infeksi otak. (Rianawati et al., 2020)
Kebutuhan aktivitas adalah kebutuhan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhan
seperti berdiri, berjalan, dan bekerja. Aktivitas adalah suatu energi atau keadaan untuk
bergerak dalam memenuhi kebutuhan hidup. Kemampuan aktivitas seseorang
dipengaruhi oleh adekuatnya sistem pernafasan, otot dan tulang, sendi serta faktor
pendukung lainnya seperti adekuatnya fungsi kardiovaskuler, pernapasan, dan
metabolisme serta dapat mempertahankan kesehatannya atau disebut mobilisasi
(Tarwoto&Wartonah, 2020)
F. Prinsip Tindakan Keperawatan
SOP Terlampir
G. Analisis Tindakan
Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas, mudah, teratur, dan
mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat. Kehilangan kemampuan
untuk bergerak menyebabkan ketergantungan dan ini membutuhkan tindakan
keperawatan (Ambarwati, 2018). Gangguan mobilitasfisik adalah keterbatasan dalam
gerakan fisik darisatu atau lebih ekstremitas secara mandiri (Tim Pokja SDKI DPP PPNI,
2017). Masalah mobilitas yang terjadi pada lansia dapat diatasi dengan memberikan
intervensi berupa latihan range oƒ motion, kontraksi otot isometrik dan isotonik,
kekuatan/ketahanan, aerobik, sikap, dan mengatur posisi tubuh. Latihan range oƒ motion
adalah latihan pergerakan maksimal yang dilakukan oleh sendi. Latihan range oƒ motion
menjadi salah satu bentuk latihan yang berfungsi dalam pemeliharaan fleksibilitas sendi
dan kekuatan otot pada lansia. (Hermina, Desiane.,H., et al, 2019).
H. Bahaya Dilakukannya Tindakan
Kontraindikasi pemeriksaan Range of Motion (ROM) adalah pada pasien yang diketahui
mengalami dislokasi sendi, fraktur yang tidak sembuh, pasca tindakan bedah jika
gerakan diketahui akan mengganggu penyembuhan, dan osteoporosis berat dimana
gerakan dapat menyebabkan cedera iatrogenik. Selain dari itu, pemeriksaan ROM dapat
dilakukan tetapi perlu berhati-hati pada kondisi di mana terdapat infeksi atau inflamasi di
sekitar sendi (misalnya osteoartiritis), nyeri derajat berat yang diperparah dengan
gerakan, dan hipermobilitas atau instabilitas sendi.
I. Tindakan Keperawatan Lain yang Dilakukan
1. Pemantauan TTV
2. Mengganti posisi pasien setiap 2 jam sekali
J. Hasil yang Didapatkan Setelah Dilakukan Tindakan
S: Pasien mengatakan merasa lebih nyaman sudah dibantu latihan ROM aktif
pasif untuk menggerakkan ekstremitas
O: Paisen tampak kooperatif
TTV
TD : 131/87 mmHg Nadi :
77x/m
Suhu : 36,5 C RR :
22x/menit
A : Masalah gangguan mobilitas fisik belum teratasi P :
Lanjutkan intervensi
1. Anjurkan keluarga untuk selalu membantu mobilisasi sederhana pasien
2. Monitor komplikasi tirah baring
K. Evaluasi Diri
Tidak terdapat kesenjangan dalam melakukan intervensi dan intervensi pemberian latihan
fisik ROM sesuai SOP.
L. Daftar Pustaka/Referensi
Anggraini, Yanti dkk. (2019). Petunjuk Praktikum Keperawatan Dasar.
[Link]
[Link]
Patrisia, I., Juhdeliena, J., Kartika, L., Pakpahan, M., Siregar, D., Biantoro, B., Hutapea,
A. D.,Khusniyah, Z., & Sihombing, R. M. (2020). Keperawatan Dasar Manusia (Edisi
1). Yayasan Kita Menulis.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosa Keperawatan [Link]
Selatan.
Mengetahui
Clinical Instructur Mahasiswa Praktikan
Maya Asifah, S. Kep., Ns Adela Novena T.D
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
MELATIH RANGE OF MOTION (ROM)
Pengertian Melakukan latihan pergerakan rentang sendi (ROM) sesuai
dengan rentang gerak sendi penuh tanpa menyebabkan
ketidaknyamanan. Latihan ROM dilakukan secara aktif, pasif
atau aktif dengan bantuan
Indikasi Klien Imobilisasi
Tujuan 1. Mencegah atropi otot dan kontraktur sendi
2. Klien mampu mendemonstrasikan latihan ROMsecara
mandiri
Persiapan Alat -
Persiapan Pasien 1. Lakukan tindakan dengan 5S (senyum, salm, sapa, sopan,
santun)
2. Lakukan perkenalan diri dan identifikasi pasien
3. Jelaskan tujuan yang akan dilakukan
4. Jelaskan prosedur pelaksanaan
5. Buat informed consent
Persiapan Lingkungan 1. Jaga privasi pasien dengan memasang sketsel/sampiran
2. Ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman
Pelaksanaan 1. Jelaskan prosedur dan waktu tiap gerakan diulangi
maksimal 5 kali atau tiap ekstremitas 5-7 menit (sesuai
kondisi klien) dan latihan dilakukan 2 kali sehari
2. Lindungi privasi klien, perlihatkan hanya ekstremitas
yang dilatih
3. Atur ketinggian tempat tidur senyaman mungkin
4. Rendahkan pelindung tempat tidur sisi kita bekerja
5. Mulai latihan ROM dari kepala hingga seluruh bagian
tubuh
6. Lakukan gerakan perlahan-lahan maksimal 5 ali, sokong
penuh gerakan dengan perlahan tapi jangan berbalik
menjadi nyeri, lelah atau tertahan
7. Kepala bila mmungkinkan posisikan duduk dengan
gerakan:
Rotasi : Palingkan kepala ke kanan dan ke kiri
Fleksi dan ekstensi : Gerakkan kepala menyentuh dada
kemudian kepala sedikit didengakkan
Fleksi lateral : Gerakkan kepala ke samping kanan dan
kiri hingga telinga dan bahu hampi bersentuhan
8. Leher posisi duduk Rotasi : Putar leher setengah
lingkaran, kemudian berhenti dan lakukan pada arah yang
berlawanan
9. Tubuh posisi duduk
Fleksi dan ekstensi : Tundukkan tubuh ke depan,
luruskan tubuh dan sedikit rentangkan ke belakang
Fleksi lateral : Rebahkan tubuh ke samping kiri,
luruskan, lalu rebahkan ke samping kanan
10. Fleksi dan ekstensi pergelangan tangan
Atur posisi lengan pasien menjauhi sisi tubuh dengan
siku menekuk dengan lengan Pegang tangan pasien
dengan
satu tangan dan tangan lain memegang pergelangan tangan
klien
Tekuk tangan pasien ke depan sejauh yang
memungkinkan
11. Fleksi dan ekstensi siku
Atur lengan pasien menjauhi sisi tubuh klien dengan
telapak tangan mengarah ke tubuh klien
Letakkan tangan di atas siku klien dan pegang tangan
klien dengan tangan lain
Tekuk siku klien sehingga klien mendekat ke bahu
Kembalikan ke posisi semula
12. Pronasi dan supinasi lengan bawah
Atur lengan bawah menjauhi tubuh pasien dengan siku
menekuk
Letakkan satu tangan pada pergelangan tangan dan
pegang pergelangan pasien dengan tangan lain
Tekuk siku klien sehingga tangan klien mendekat ke bahu
Kembalikan ke posisi semula
13. Pronasi dan supinasi lengan bawah
Atur posisi lengan bawah menjauhi tubuh pasien dengan
siku menekuk
Letakkan satu tangan pada pergelangan tangan dan
pegang tangan lain dengan tangan satunya
Putar lengan bawah klien sehingga telapak klien
menjauhi klien
Kembalikan ke posisi awal
Putar lengan bawah klien sehingga telapak tangan klien
menghadap ke arah klien
Kembali ke posisi semula
14. Fleksi bahu
Aturposisi tangan klien di sisi tubuhnya
Letakkan satu tangan di atas siku klien dan pegang
tangan klien dengan tangan lainnya
Angkat lengan klien pada posisi awal
Abduksi dan aduksi bahu
Atur posisi lengan klien di samping badannya
Letakkan satu tangan di atas siku dan pegang tangan
klien dengan tangan yang lainnya
Gerakkan tangan klien menjauhi dari tubuhnya ke arah
perawat
Kembalikan ke posisi awal
15. Rotasi bahu
Aturposisi lengan klien menjauhi dari tubuh dengan siku
menekuk
Letakkan satu tangan atas klien dekat siku dan pegang
tangan klien dengan tangan lainnya
Gerakkan lengan bawah sampai menyentuh tempat
tidur, telapak tangan menghadap ke atas
Kembalikan ke posisi semula
16. Fleksi dan ekstensi jari-jari
Pegang jari-jari klien dengan satu tangan sementara
tangan lain memegang kaki erat-erat
Bengkokkan jaru-jari kaki ke bawah
Luruskan jari-jari kemudian dorong ke belakang
Kembalikan ke posisi awal
17. Infersi dan efersi kaki
Pegang seluruh bagian atas kaki kliensatu jari dan
pegang pegang pergelangan kaki dengan tangan lainnya
Putar kaki ke dalam sehingga telapak kaki menghadap
ke kaki yang lain
Kembalikan ke posisi semula
Putar kaki ke luar sehingga bagian telapak kai menjauhi
kaki lainnya
Kembalikan ke posisi semula
18. Fleksi dan ekstensi pergelangan kaki
Letakkan satu tangan pada telapak kaki klien dan satu
tangan lainnya di atas pergelangan kaki, jags kaki lurus
dan rileks
Tekuk pergelangan kaki, arahkan jari kaki ke arah dada
klien
Kembalikan ke posisi semula
Tekuk pergelangan kaki menjauhi dada klien
19. Fleksi dan ekstensi lutut
Letakkan satu tangan di bawah lutut klien dan pegang
tumit klien dengan tangan klain
Angkat kaki, tekuk lutut dan pangkal paha
Lanjutkan menekuk lutut ke arah dada sejauh mungkin
Ke bawahkan kaki dan luruskan lutut dengan
mengangkat kaki ke atas
Kembalikan ke posisi semula
20. Rotasi pangkal paha
Letakkan satu tangan pada pergelangan kaki dan satu
tangan yang lain di atas lutut
Putar kaki menjauhi dada
Putar kaki mengarah ke perawat
Kembalikan ke posisi semula
21. Abduksi dan aduksi pangkal paha
Letakkan satu tangan di bawah lutut klien dan satu
tangan lainnya pada tumit
Jaga posisi kaki klien tetap lurus, angkat kaki 8 cm dari
tempat tidur gerakkan kai menjauhi badan klien
Gerakkan kaki mendekati badan klien
Kembalikan ke posisi awal
22. Observasi sendi-sendi klien dan wajah untuk tandatanda
kepayahan, nyeri selama gerakan
23. Kembalikan pasien pada posisi yang nyaman dan selimuti
24. Kembalikan pelindung tempat tidur
25. Mencuci tangan
26. Dokumentasi respon dan toleransi klien
Evaluasi 1. Respon klien selama latihan ROM (kesakitan, kelelahan)
2. Keterlibatan klien dalam latihan ROM secara mandiri
3. Observasi rentang gerak sendi dan bandingkan dengan
rentang gerak sendi normal