PANDUAN KESEHATAN KESELAMATAN KER.
IA
(K3RS)
**
3
rs sstimbud
f{o#N
*-Wrq^dr*,,$"rt* *Nn,S*Ee,ty
fl
RUMAII SAKIT SETIABUDI
JL. Mesjid No.3 Tj. Rejo; Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara
Telp. (061) 8220996
fmail : [Link]
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatnya "Panduan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja" dapat diselesaikan dengan kebutuhan.
Panduan Kesehatan dan Keselamatan Keda di Rumah Sakit ini disusun untuk
meningkatkan manajemen Kesehatan dan Keselamatan Ke{a pada pasien, pengunjung dan
pegawai di Rumah Sakit.
. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada tim
, penyusun, yang dengan upaya telah berhasil menyusun Program Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan.
Medan, 10 Februari 2023
Ketua Pokja MFK RS Setiabudi
Novi Liquita Simbolon [Link]
BAB 1
PENDAHULUAN
LATARBELAKANG
Dengan meningkatnya pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh rnasyarakat maka
tuntutan pengelolaan program keselamatan kerja, kebakaran dan kewaspadaan
bencana di Rumah Sakit (K3RS) semakin tinggi karena sumber daya manusia Rumah
Sakit, pengunjung/pengantar pasien, pasien dan masyarakat sekitar Rrunah Sakit ingin
mendapatkan perlindungan dari gangguan keselamatan ke{a" kebakaran dan
kewapadaan bencana, baik sebagai dampak proses kegiatan pemberian pelayanan
maupun karena kondisi sarana dan prasarana yang ada di Rumah Sakit yang tidak
memenuhi standar.
Di dunia Intemasional prograrn K3 telah lama diterapkan diberbagai sektor
industri (akhir abad l8),kecuali disektor [Link] K3RS tednggal
dikarenakan focus pada kegiatan kuratitbukan preventfif. Fokus pada kualitas
pelayanan pasien, tenaga profesi dibidang K3 masih terbatas, organisasi kesehatan
yang dianggap pasti telah melindungi diri dalam bekerla.
Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan
karaktenstik tersendiri yang dipenganrhi oleh perkembangan ihnu pengetahuan
kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang harus
tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau oleh
masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Selain dituntut
mampu memberikan pelayanan dan pengobatan yang bermutu, Rrunah Sakit juga
dituntut harus melaksanakan dan mengembangan program K3 di Rumah Sakit
(K3RS)
Upaya penerapan keselamatan kerja, kebakaran dan kewaspadaan bencana di
Rrunah Sakit (K3RS) telah diatur dalarn Undang-undang Nornor 1 tahun 1970 tentarlg
Keselamatan Ke{a, Undang-iurdang Nomor 36 tahur 2009 tentang Kesehatan,
Undang-undang nomor 44 tahun 2009 te tang Runah Sakit, Permenkes nomor 1204
tahun 2004 dan dipertegas dalam Permenkes nomor 1087 tahun 2010 tentang Standar
Kesehatan dar Keselamatan Ke{a di Rumah Sakit.
Oleh karena itu, Rumah Sakit dihmtut untuk rnelaksanakan upaya keselamatan
kerja, kebakaran dan kewaspadaan bencana (K3) yang dilaksanakan secara
terintegrasi dan menyeluruh sehingga resiko terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK),
Kecelakan Akibat Kerja (KAK), bahaya kebakaran dan kewaspadaan bencana di
Rumah Sakit dapat di hindari. Sehingga upaya untuk meningkatan mutu pelayanan
Rrunah Sakit khususnya dalam hal kesehatan dan keselamatan bagi SDM Rumah
Sakit, pasien, pengurjmg/pengantar pasien dan masyarakat sekitar Rumah Sakit
dapat dilaksanakan. '
FALSAFAH
Keselamatan kerja, kebakaran dan kewaspadaan bencana (K3) di Rumah
Sakit, adalah suatu upaya pengelolahan resiko di lingkungan kerja untuk
meminimalkan darnpak di tempat kerja dan tercipta lingkungan kerja yang aman dan
sehat, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit.
dampak di tempat kerja dan tercipta lingkungan ke{a yang aman dan sehat, sehingga
dapat meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit.
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Terciptanya lingungan ke{a yang aman, sehat dan produtif untuk SDM Rumah
Sakit, aman dan sehat bagi pasien, pengunjung/pengantar pasien,masyarakat dan
lingkungan sekitar Rumah Sakit sehingga proses pelayanan Rumah Sakit berjalan
baik dan lacar.
2. Tuiuan Khusus
a. Terwujudnya organisasi kerja yang menunjang tercapainya K3RS;
b. Meningkatnya profesionalisme dalam hal K3 bagi manajemen, pelaksana dan
pendukung program;
Terpenuhi syarat-syarat K3 di setap unit erja;
d. Terlindunginys pekerja dan mencega terjadinya PAK, KAK, bahaya
kebakaran dan bencana;
e. Terselenggaranya program K3RS secara optimal dan menyeluruh;
f. Peningkatan mutu, citra dan produktivitas Rumah Sakit.
D. SASARAN
1. Pengelola Rumah Sakit
2. Pekerja Rumah Sakit
3. Pengunj ung dan Pasien Rumah Sakit
UPAYA KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT
Upaya K3 di Rumah Sakit menyangkut tenaga kerja, cara / metode kerja, alat kerja,
proses ke{a dan lingkungan kerja. Upaya ini meliputi peningkatan, pencegahan,
pengobatan, pengobatan dan pemulihan. Kine{a setiap petugas kesehatan dan non
kesehatan merupakan resultan dari tiga komponen K, yaitu kapasitas kerja, beban ke{a
dan lingkungan kerja. Agar K3RS dapat dipahami secara utuh, perlu diketahui pengertian
tiga komponen yang saling berinteraksi , yaitu :
1. Kapasitas ke{a adalah kemampuan seorang peke{a untuk menyelesaikan
pekefaanya dengan baik pada suatu tempat kerja dalam waktu tertentu dengan
memperhatikan status kesehatan kerja dan gizi kerja yang baik serta kemampuan
fisik yang prima setiap pekerja agar dapat melakukan pekerjaannya dbngan baik ;
2. Beban ke{a adalah beban fisik dan mental yang harus ditanggung oleh pekerja
dalam melaksanakan'peke{aannya yang dipengaruhi dengan kondisi lingkungan
kerj anya;
3. Lingkungankerla idalah kondisi lingkungan tempat kerja yang meliputi factor
fisik, kimia, biologi, ergonomic dan psikososial yang mempengaruhi pekerja
dalam melaksanakan peke{aannya.
.
F. PENGERTIAN
1. Kesehatan kerja menurut WHO / ILO (1995), kesehatan ke{a bertuan untuk
peningkatan dan pemeliharaan derajat kesehatan fisik , mental dan social yang
stetinggi-tingginya bagi pekerja di semua jenis peke{aan, ; perlindungan bagi
peke{a dalam pekerjaannya dari resiko akibat factor yang merugikan kesehatan;
dan penempatan serta pemeliharaan pekerja dalam suatu lingkungan yang
disesuaikan dengan kondisi fisiologi dan psikologisnya. Secara dngkas
merupakan penyesuaian pekerjaan kepada manusia dan setiap manusia kepada
pekerjaan atau jabatannya ;
2. Kesehatan dan Keselamatan kerja adalah upaya untuk memberikan jaminan
keselamatan dan meningkatkan derajat kesehatan pekeda dengan cara pencegahan
kecelakaan dan penyakit akibat ke{a (PAK), pengendalian bahaya di tempat kerja
, promosi kesehatan, pengobatan dan rehabilitasi;
J. Konsep dasar K3RS adalah upaya terpadu seluruh pekerja rumah sakit, pasien,
pengunjung I pengantar pasien untuk menciptakan lingkungan kerja, ternpat kerja
ruah sakit yang sehat, aman dan nyaman baik pekerja rumah sakit, pasien,
pengunjung / pengantar pasien maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar
rumah sakit;
4 Pengelola K3RS adalah organisasi yang menyelenggarakan program kesehatan
dan keselamatan kerja secara menyeluruh di Rumah Sakit;
5. Sertifikasi dalam bidang K3 adalah pengetahuan dan keahlian yang didapat baik
secara formal melalui jenjang pendidikan resmi di perguruan tinggi maupun
secara informal melalui pelatihan, workshop, seminar, pertemuan ilmiah, dll;
6. Pelatihan khusus yang terakreditasi mengenai K3 Rumah Sakit adalah pelatihan
tentang K3 Rumah Sakit yang diakreditasi oleh pusat pendidikan dan pelathan
kesehatan;
G. RUANGLINGKUPPROGRAM
Standar Keselamatan Keja, Kebakaran dan kewaspadaan Bencana di Rumah Sakit
(K3RS) mencaL-up beberapa aspek, yaitu;
1. Disaster program;
2. Pencegahaa dan pengendalian kebakaran;
3. Keamanan pasien, pengunjung dan petugas;
4. Keselamatan dan kesehatan pegawai;
5. Pengelolaan bahan dan barang berbahaya
6. Kesehatan lingkungan kerja;
7. Sanitasi rumah sakit
8. Sertifikasi / kalibrasi Sarana, prasarana dan peralatan;
9. Pengelolaan limbah padat, cair dan gas;
10. Pendidikan dan pelitihan K3;
1 1. Pengumpulan, pengelolaan dan pelaporan data.
H. DASAR PERUNDANG-UNDANGAN
Agar penyelengaraan Keselamatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan bencana di
Rumah Sakit (K3RS) lebih efektif, efesien, terpadu dan Menyeluruh maka diperlukan
peraturan perundang-undangan sebagai dasar hukum dalam pelaksanaan K3 di rumah
sakit adalah sebagai berik-ut :
1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Ke{a ( Lembaran
Negara Republik Indonesia tahun 1970 Nomor 1 , Tambahan Lembaran Negara
. Republik Indonesia Nomor 2918) pasal 3 yang memuat persyaratan keselamatan
kerja adaiah sebagai berikut:
a. Mencegah dan mengurangi kecelakaan,
b. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran;
c. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan;
d. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waklu kebakaran
atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya;
e. Memberi pertolongan pada kecelakaan,
f Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekeda;
g. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu,
kelembaban, ,Debu, kotoran asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, Sinar
atau radiasi, suara dan getaran;
h. Mencegah dan Mengendalikan timbulnya penyakil akibat kerja baik physic
maupun phychis, peracunan, infeksi dan penularan;
i. Memperoleh Penerangan yang cukup dan sesuai;
j. Menyelenggarakan suhu danlembab udara yang baik ;
k. Menyelengarakan penyegaran udara yang cukup;
l. Memelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban;
m. Memperoleh keserasian arrtara lenaga kerja, alat ke{a, lingkungan, cara dan
proses kerjanya;
n. Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman
atau barang;
o. Mengamankan dan mernelihara segala jenis bangunan;
p. Mengamankan dan memperlancar pekedaan bongkar muat, perlakuan dap
penyimpanan barang:
.q Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya;
r. Menyesuaikan dan menyempumakan pengamanzrn pada pekerjaan yang
berbahaya Kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.
2. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara
Republik Indonesia tahun 2009 nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5063);
3. Undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit ( Lembaran Negara
Republik Indonesia tahun 2009 nomor 153, Tambahan lembaran Negara Republik
. Indonesia Nomor 5072 );
4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1204/ Menkes/ SK,DU2004 tentang
persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit.
5. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 432 Menkes SK/IV/ 2007 tentang Pedoman
Maaajemen Kesehatan dan Keselamatan kerja di Rurnah Sakit,
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 147 Menkes lperll/ 2010 tentang Perizinan
rumah sakit; dan
7. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1087/ Menkes/SK/VIII /2010 tentang Standar
Kesehatan dan Keselamatan Kerja;
BAB II
PENGORGANISASTAN K3
A. STRUKTURORGANISASI
Pelaksanaan K3 RS sangat tergantung dari rasa tanggung jawab manajemen dan
petugas, terhadap tugas dan kewajiban masing-masing serta kerjasama Serta ke{asama
dalam pelaksanaan K3. Tanggung jawab ini harus ditanarnkan melalui adanya aturan
yang jelas. Pola pembagian tanggung jawab, penyuluhan kepada semua petugas,
bimbingan dan latihan serta penegakan disiplin. Ketua organisasil satuan pelaksanaan
K3RS Secara spesifik harus mempersiapkan data dan informasi pelaksanaan K3 di sernua
tempat ke{a, merumuskan permasalahan serta menganalisis penyebab timbulnya
masalah bersama unit-unit kerja, sehingga dapat dilaksanakan dengan baik. Selanjutnya
memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan program, untuk menilai sejauh mana progmm
yang dilaksanakan telah berhasil. kalau masih terdapat kekurangan, maka perlu
diidentifikasi penyimpangannya serta dicari pemecahannya.
Struktur organisasi keselamatan kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana di
Rumah Sakit (K3RS) Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 4321 Menkesl
SKIIY/2007 adalah
1- Organisasi K3 berada di 1 tingkat di bawah direktur, bukan kerja rangkap dan
merupakan unit organisasi yang bertanggung jawab langsung kepada direklur Rumah
Sakit, Karena berkaitan langsung dengan regulasi, kebijakan, biaya, logistik dan
sumber Daya manusia. Nama Organisasinya adalah unit pelaksana k3RS, yang
dibantu oleh unit K3 yang beranggotakan seluruh unit ke{a di Rumah Sakit.
2. Keanggotaan organisasifunit pelaksana k3RS beranggotakan unsur-unsur {ari
petugas dan jajaran Direksi Rumah Sakit. Organisasi/ unit pelaksana K3 RS Terdiri
dari sekurang-kurangnya ketua, sekretaris dan anggota. Organisasii unit pelaksana K3
RS dipimpin oleh ketua. pelaksanaan tugas ketua dibantu oleh wakil ketua dan
sekretaris serta anggota. Ketua organisasiAJnit pelaksana k3rs sebaiknya adalah salah
satu manajemen tertinggi di rumah sakit atau sekurang-kurangnya manajemen di
bawah langsung Direktur Rumah Sakit- sedang seketaris organisasi/ unit pelaksana
K3RS adalah seorang tenaga Profesional K3 RS, Yaitu Manager K3RS atau ahli K3.
I
Berikut struLlur organisasi K3 RS
B. SUSUNAN KETIMAN
1. TIM K3RS
NAMA JABATAN
Penanggung Jawab K3RS
Penanggung Jawab Kewaspadaan
Bencana
Penanggung Jawab Penanggulangan
Bencana
Penanggung Jawab Kesehatan
Lingkungan Kerja
2. Tenaga Pendukung Tim K3RS
:
a. Managemen 3 orang
b. Kepala unit: 16 orang
C. I]RAIAN TUGAS
1. TugaspokokTIMK3RS
a. memberikan rekomendasi dan pertimbangan kepada direklur rumah sakit
mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan K3;
b. Merumuskan kebijakan, peraturan, pedoman, petunjuk pelaksanaan dan
prosedur;
c. membuat program K3RS
2. Fungsi TIM K3RS
a. mengumpuikan dan mengolah seluruh data dan informasi serta
permasalahan yang berhubungan dengan K3;
b, mernbantu direktur RS mengadakan dan meningkatkan upayaproinosi K3;
pelatihan dan penelitian K3 di Rumah Sakit;
c. PengawasanJerhadap pelaksanaan progtam K3;
d. memberikan saral dan pertimbangan berkaitan dengan tindakan korektif;'
, e. Koordinasi dengan unit-unit lain yang menjadi anggota K3RS;
f. Memberi nasehat tentang manajemen K3 di tempat keqa, kontrol bahaya,
mengeluarkan peraturan dan inisiatif pencegahan;
g. investigasi dan melaporkan kecelakaan, dan merekomendasikan sesuai
kegiatannya ;
h. Berpartisipasi dalam perencanaan pembelian peralatan baru,
pembangunan gedung dan proses.
. 3. Uraian Tugas K3RS
a. Kelua Tim K3RS
NAMA JABATAN : Ketua Tim K3RS
TUGAS POKOK : Mengawasi pelaksanan kegiatan K3 di
Rumah Sakit Setiabudi
WEWENANG : 1. Menyusun program kerja K3RS
2. Memberikan usulan kepada Direktur Rumah Sakit
Setiabudi tentang perbaikan masalah K3
IJRAIAN TUGAS : 1. Menentukan langkah, kebijakan demi tercapainya
pelaksanaan program Tim K3RS Rumah Sakit Setiabudi
2. Memirnpin semua rapat pleno Tim K3 Rumah Sakit
Setiabudi atau menunjuk anggota untuk memimpin rapat
pleno.
3. Melakukan rapat dan evaluasi program Keselamatan
dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit Setiabudi
PERSYARATAN : Minimal Sarjana yang memilki Sertifikat K3
JABATAN
TANGGLING JAWAB : Bertanggung Jawab kepada Direktur Rumah Sakit
Setiabudi
b. Wakil Ketua Tim K3RS
NAMA JABATAN : Wakil Ketua Tim K3RS
TUGAS POKOK : Membantu ketua dalam mengawasi pelaksanaan kegiatan
K3 di Rumah Sakit Setiabudi
WEWENANG : Membantu ketua dalam menyusun program ke{a Tim K3
Rumah Sakit Setiabudi
URAIAN TUGAS : Menggantikan ketua dalam memimpin semua rapat Tim
K3 Rumah Sakit Setiabudi iika ketua berhalangan hadir.
PERSYARATAN : Minimal pendidikan 51 dari segala urusan
JABATAN
TANGGLTNC JAWAB : Bertanggung Jawab kepada Ketua Tim Rumah Sakit
Setiabudi.
c. Sekretaris Tim K3RS
NAMA JABATAN : Sekretads Tim K3RS
TUGAS POKOK : Melakukan pencatatan dan pengumpulan dokumen yang
berkaitan dengan K3 di Rumah Sakit Setiabudi
WEWENANG : Membantu Ketua dalam menyusun program kerja Tim
K3RS
URAIAN TUGAS : 1. Mencatat notulen rapat rutin
2. Mengumpulkan dokumen yang berkaitan dengan K3RS
PERSYARATAN : Pendidikan minimal SLTA dari segala jurusan
JABATAN
TANGGLTNG JAWAB : Bertanggung Jawab kepada Ketua Tim K3RS Rumah Sakit
Setiabudi