0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan14 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas tentang pompa air laut sentrifugal, termasuk pengertian, bagian-bagian utama, dan jenis-jenisnya. Pompa sentrifugal mengubah energi mekanik menjadi energi fluida melalui gaya sentrifugal dan memiliki berbagai macam desain serta aplikasi. Selain itu, dijelaskan juga bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pompa dan sistem pendukungnya seperti sistem packing dan lubrikasi.

Diunggah oleh

M Fagraea Fragran
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan14 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas tentang pompa air laut sentrifugal, termasuk pengertian, bagian-bagian utama, dan jenis-jenisnya. Pompa sentrifugal mengubah energi mekanik menjadi energi fluida melalui gaya sentrifugal dan memiliki berbagai macam desain serta aplikasi. Selain itu, dijelaskan juga bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pompa dan sistem pendukungnya seperti sistem packing dan lubrikasi.

Diunggah oleh

M Fagraea Fragran
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Pompa Air Laut Sentrifugal

Pompa sentrifugal adalah suatu mesin kinetis yang mengubah


energi mekanik menjadi energi fluida menggunakan gaya sentrifugal
(Sularso, 2004), pompa sentrifugal terdiri dari sebuah cakram dan terdapat
sudu-sudu, arah putaran sudu-sudu itu biasanya dibelokkan ke belakang
terhadap arah putaran.

Fungsi Bagian-Bagian Utama Pompa Sentrifugal

Keterangan :
1. Valve
2. Packing
3. Shaft
4. Discharge nozzle
5. Casing
6. Impeller
7. Bearing
8. Eye of impeller
7

Fungsi dari bagian-bagian pompa sentrifugal adalah :


1. Valve adalah impeller yang berfungsi sebagai tempat berlalunya cairan
pada impeller.
2. Packing digunakan untuk mencegah dan mengurangi kebocoran cairan
dari casing pompa yang berhubungan dengan poros, biasanya terbuat dari
Asbes atau Teflon.
3. Shaft atau Poros berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari
penggerak selama beroperasi dan tempat tumpuan impeller dan bagian-
bagian lainnya yang berputar.
4. Discharge nozzle adalah bagian dari pompa yang berfungsi sebagai tempat
keluarnya fluida hasil pemompaan.
5. Casing merupakan bagian luar dari pompa yang berfungsi sebagai
pelindung elemen di dalamnya.
6. Impeller berfungsi untuk mengubah enerrgi mekanis dari pompa menjadi
energi kecepatan pada cairan/fluida yang dipomparan secara kontinyu,
sehingga cairan pada sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi
kekosongan akibat perpindahan dari cairan/fluida yang masuk
sebelumnya.
7. Bearing atau Bantalan berfungsi untuk menumpu atau menhan beban dari
poros agar dapat berputar. Bearing juga berfungsi untuk memperlancar
putaran poros dan menahan poros agar tetap pada tempatnya, sehingga
kerugian gesek dapat diperkecil.
8. Eye of impeller adalah bagian masuk pada arah hisap impeller.

2.2 Macam Pompa Air Laut Sentrfugal


Secara umum pompa dibagi menjadi dua kelompok besar,
yaitu dynamic pump dan positive displacement pump. Dua kelompok besar
ini masih terbagi kedalam beberapa macam lagi, dan mari kita bahas satu-
persatu.
8

1. Pompa Dinamik
Dynamic pump atau pompa dinamik terbagi menjadi beberapa
macam yaitu pompa sentrifugal, pompa aksial, dan pompa spesial-efek
(special-effect pump). Pompa-pompa ini beroperasi dengan menghasilkan
kecepatan fluida tinggi dan mengkonversi kecepatan menjadi tekanan
melalui perubahan penampang aliran fluida. Jenis pompa ini biasanya juga
memiliki efisiensi yang lebih rendah daripada tipe positive displacement
pump, tetapi memiliki biaya yang lebih rendah untuk perawatannya.
Pompa dinamik juga bisa beroperasi pada kecepatan yang tinggi dan debit
aliran yang juga tinggi.

a. Pompa Sentrifugal
Sebuah pompa sentrifugal tersusun atas sebuah impeler dan
saluran inlet di tengah-tengahnya. Dengan desain ini maka pada saat
impeler berputar, fluida mengalir menuju casing di sekitar impeler
sebagai akibat dari gaya sentrifugal. Casing ini berfungsi untuk
menurunkan kecepatan aliran fluida sementara kecepatan putar impeler
tetap tinggi. Kecepatan fluida dikonversikan menjadi tekanan oleh
casingsehingga fluida dapat menuju titik outletnya. Beberapa
keuntungan dari penggunaan pompa sentrifugal yakni aliran yang
halus (smooth) di dalam pompa dan tekanan yang seragam pada
discharge pompa, biaya rendah, serta dapat bekerja pada kecepatan
yang tinggi sehingga pada aplikasi selanjutnya dapat dikoneksikan
langung dengan turbin uap dan motor elektrik. Penggunaan pompa
sentrifugal di dunia mencapai angka 80% karena penggunaannya yang
cocok untuk mengatasi jumlah fluida yang besar daripada pompa
positive-displacement.
9

Gambar 1 Animasi Pompa Senrifugal dan Bagian-bagiannya

b. Pompa Aksial
Pompa aksial juga disebut dengan pompa propeler. Pompa ini
menghasilkan sebagian besar tekanan dari propeler dan gaya liftingdari
sudu terhadap fluida. Pompa ini banyak digunakan di sistem drainase
dan irigasi. Pompa aksial vertikal single-stage lebih umum digunakan,
akan tetapi kadang pompa aksial two-stage (dua stage) lebih ekonomis
penerapannya. Pompa aksial horisontal digunakan untuk debit aliran
fluida yang besar dengan tekanan yang kecil dan biasanya melibatkan
efek sifon dalam alirannya.

Gambar 2 Pompa Aksial


10

c. Special-Effect Pump
Pompa jenis ini digunakan pada industri dengan kondisi
tertentu. Yang termasuk ke dalam pompa jenis ini yaitu jet (eductor),
gas lift, hydraulic ram, dan electromagnetic. Pompa jet-eductor
(injector) adalah sebuah alat yang menggunakan efek venturi dari
nozzle konvergen-divergen untuk mengkonversi energi tekanan dari
fluida bergerak menjadi energi gerak sehingga menciptakan area
bertekanan rendah, dan dapat menghisap fluida di sisi suction.

Gambar 3 Pompa Injektor

Gas Lift Pump adalah sebuah cara untuk mengangkat fluida di dalam
sebuah kolom dengan jalan menginjeksikan suatu gas tertentu yang menyebabkan
turunnya berat hidrostatik dari fluida tersebut sehingga reservoir dapat
mengangkatnya ke permukaan.
Pompa hydraulic ram adalah pompa air siklik dengan menggunakan tenaga
hidro (hydropower).
11

Gambar 4 Hydraulic Ram Pump

Dan pompa elektromagnetik adalah pompa yang menggerakkan fluida


logam dengan jalan menggunakan gaya elektromagnetik.

Gambar 5 Prinsip Pompa Elektromagnetik


12

2. Pompa Positive Displacement


Macam-macam pompa positive displacement adalah pompa
reciprocating dan rotary. Pompa positive displacement bekerja dengan cara
memberikan gaya tertentu pada volume fluida tetap dari sisi inlet menuju
titik outlet pompa. Kelebihan dari penggunaan pompa jenis ini adalah
dapat menghasilkan power density (gaya per satuan berat) yang lebih
besar. Dan juga memberikan perpindahan fluida yang tetap/stabil di setiap
putarannya.

a. Pompa Reciprocating
Pada pompa jenis ini, sejumlah volume fluida masuk ke dalam
silinder melalui valve inlet pada saat langkah masuk dan selanjutnya
dipompa keluar dibawah tekanan positif melalui valve outlet pada
langkah maju. Fluida yang keluar dari pompa reciprocating, berdenyut
dan hanya bisa berubah apabila kecepatan pompanya berubah. Ini
karena volume sisi inlet yang konstan. Pompa jenis ini banyak
digunakan untuk memompa endapan dan lumpur.

Gambar 6 Pompa Reciprocatin


13

Metering Pump termasuk ke dalam jenis pompa reciprocating, adalah


pompa yang digunakan untuk memompa fluida dengan debit yang dapat diubah-
ubah sesuai kebutuhan. Pompa ini biasanya digunakan untuk memompa bahan
aditif yang dimasukkan ke dalam suatu aliran fluida tertentu.

Gambar 7 Matering Pump

b. Rotary Pump
Adalah pompa yang menggerakkan fluida dengan
menggunakan prinsip rotasi. Vakum terbentuk oleh rotasi dari pompa
dan selanjutnya menghisap fluida masuk. Keuntungan dari tipe ini
adalah efisiensi yang tinggi karena secara natural ia mengeluarkan
udara dari pipa alirannya, dan mengurangi kebutuhan pengguna untuk
mengeluarkan udara tersebut secara manual.
Bukan berarti pompa jenis ini tanpa kelemahan, karena sifat
alaminya maka clearence antara sudu putar dan sudu pengikutnya
harus sekecil mungkin, dan mengharuskan pompa berputar pada
kecepatan yang rendah dan stabil. Apabila pompa bekerja pada
kecepatan yang terlalu tinggi, maka fluida kerjanya justru dapat
menyebabkan erosi pada sudu-sudu pompa.
Pompa rotari dapat diklasifikasikan kembali menjadi beberapa tipe
yaitu :
14

1) Pumps - sebuah pompa rotari yang simpel dimana fluida ditekan dengan
menggunakan dua roda gigi.

Gambar 8 Prinsip Sentrifugal Pump

2) Screw pumps - pompa ini menggunakan dua ulir yang bertemu dan
berputar untuk menghasilkan aliran fluida sesuai dengan yang diinginkan.

Gambar 9 Prinsip Screw Pump

3) Rotary Vane Pump - memiliki prinsip yang sama dengan kompresor scroll,
yang menggunakan rotor silindrik yang berputar secara harmonis
menghasilkan tekanan fluida tertentu.
15

Gambar 10 Prinsip Rotary Vane Pump

2.3 Bahan – Bahan Pompa Air Laut Sentrifugal

Bahan utama pertama dari pompa sentrifugal adalah casing pompa.


Casingpompa sentrifugal didesain berbentuk sebuah diffuser yang
mengelilingi impeller pompa. Diffuser ini lebih sering dikenal sebagai
volute casing. Sesuai dengan fungsi diffuser, volute casingberfungsi untuk
menurunkan kecepatan aliran (flow) fluida yang masuk ke dalam pompa.
Menuju sisi outlet pompa, volute casing didesain membentuk corong yang
berfungsi untuk mengkonversikan energi kinetik menjadi tekanan dengan
jalan menurunkan kecepatan dan menaikkan tekanan, hali ini juga
membantu menyeimbangkan tekanan hidrolik pada shaft pompa.

Gambar 11 Volute Casing Pompa Sentrifugal


16

1. Impeller

Impeller adalah bagian yang berputar dari pompa sentrifugal, yang


berfungsi untuk mentransfer energi dari putaran motor menuju fluida yang
dipompa dengan jalan mengakselerasinya dari tengah impeller ke luar
sisi impeller.

Gambar 12 Contoh Tipe Impeller

Desain impeller bergantung atas kebutuhan tekanan, kecepatan


aliran, serta kesesuaian dengan sistemnya. Impeller menjadi komponen
yang paling utama berpengaruh terhadap performa pompa. Modifikasi
desain impeller akan langsung berpengaruh terhadap bentuk kurva
karakteristik pompa tersebut. Ada berbagai macam desain impeller pompa
sentrifugal, antara lain tipe tertutup dan terbuka, tipe single flow, tipe mix
flow, tipe radial, tipe non-clogging, tipe single stage, dan tipe multi stage.

2. Poros (Shaft)

Poros pompa adalah bagian yang mentransmisikan putaran dari


sumber gerak, seperti motor listrik, ke pompa. Yang perlu kita perhatikan
adalah, pada sebuah pompa sentrifugal yang bekerja di titik efisiensi
terbaiknya, maka gaya bending porosnya akan secara sempurna
terdistribusikan ke seluruh bagian impeller pompa.
17

3. Bearing

Bearing pada pompa berfungsi untuk menahan (constrain) posisi


rotor relatif terhadap stator sesuai dengan jenis bearing yang digunakan.
Bearing yang digunakan pada pompa yaitu berupa journal bearing yang
berfungsi untuk menahan gaya berat dan gaya-gaya yang searah dengan
gaya berat tersebut, serta thrust bearing yang berfungsi untuk menahan
gaya aksial yang timbul pada poros pompa relatif terhadap stator pompa.

Gambar 13 Skema Journal dan Thrust Bearing


18

4. Kopling

Pada dasarnya kopling berfungsi untuk menghubungkan dua shaft,


dimana yang satu adalah poros penggerak dan yang lainnya adalah poros
yang digerakkan. Kopling yang digunakan pada pompa, bergantung dari
desain sistem dan pompa itu sendiri. Macam-macam kopling yang
digunakan pada pompa dapat berupa kopling rigid, kopling fleksibel, grid
coupling, gear coupling, elastrometic coupling, dan disc coupling.

5. Sistem Packing

Sistem packing pada pompa adalah untuk mengontrol kebocoran


fluida yang mungkin terjadi pada sisi perbatasan antara bagian pompa
yang berputar (poros) dengan stator. Sistem sealing yang banyak
digunakan pada pompa sentrifugal adalah mechanical seal dan gland
packing.

Gambar 14 Sistem Mechanical Seal


19

Gambar 15 Sistem Gland Packing

6. Sistem Lubrikasi

Sistem lubrikasi pada pompa berfungsi untuk mengurangi koefisien


gesek antara dua permukaan yang bertemu sehingga mengurangi resiko
keausan. Lubrikasi pada pompa terutama digunakan pada bearing.
Sistemnya dapat berupa lub oil atau juga tipe greas tergantung dari desain
pompa itu sendiri.

Anda mungkin juga menyukai