Struktur Dan Forum Pembelajaran: Workshop Master Corpu Level 1 (Lanjutan)
Struktur Dan Forum Pembelajaran: Workshop Master Corpu Level 1 (Lanjutan)
STRUKTUR DAN
FORUM
PEMBELAJARAN
7 Integrasi Sistem
Penilaian Kinerja Manajemen Talenta dan Pengembangan Budaya
Aspek Anggaran
Pegawai Pengembangan Karir Organisasi
• Level Strategis
•
•
Level Operasional
Level Teknis
5 Strategi Pembelajaran diukur dari
output dari
input dari
manajemen
pengetahuan menjadi
6 Teknologi Pembelajaran bangkom menjadi
Input manajemen
pengetahuan Evaluasi Program
Input bangkom
2 Manajemen Pengetahuan
1. Posisi pada struktur yang wajib ada cenderung definitif, namun struktur organisasi Output Workshop
di setiap Instansi berbeda. Perlu diperhatikan apakah perlu ada penyesuaian. Master Corpu:
Contoh: 1. Dapat menyusun
- CLO berada di unit penyelenggara bangkom (BPSDM). Namun, dalam praktiknya, struktur ASN Corpu
butuh peran dari biro SDM. Maka dapat disusun di bawah CLO terdapat tim yang di Instansi sampai
terdiri dari unit penyelenggara bangkom dan biro SDM. dengan gambaran
- Sudah ada pengelola manajemen pengetahuan di unit kerja. Pengelola tersebut juga tim dan kelompok
dapat menjadi tim di bawah CLO. keahlian
2. Dapat menyusun
2. Penentuan rumpun kelompok keahlian dan penentuan anggota kelompok keahlian rumpun kelompok
yang memahami materi dan dapat membantu pelaksanaan bangkom di unit kerja. keahlian
3. Dapat menyusun
3. Internalisasi peran dalam struktur ASN Corpu agenda struktur
Diseminasi kebijakan formal terkait ASN Corpu dan struktur ASN Corpu perlu Corpu (lebih detail
dilakukan agar pihak-pihak yang ada dalam struktur memahami tanggung jawab dan pada forum
kewenangan masing-masing serta pihak-pihak terkait lainnya memahami pembelajaran)
implementasi ASN Corpu di Instansi.
Koordinator Kelompok
Tim Pelaksana Keahlian
Chief Group Skill
Chief Learning Officer
Koordinator Pembelajaran Deputi Transjar Deputi Penjaminan
Sekretaris Utama Deputi PK2AN Deputi PPK ASN
Sekretaris Utama ASN Mutu
Koordinator Talent
Development 5 Grup Skill 3 Grup Skill 3 Grup Skill 3 Grup Skill 2 Grup Skill
Kepala Biro Hukum, Owner Owner Owner Owner
Organisasi dan SDM
Owner Kelompok Keahlian
(JPT Pratama) (JPT Pratama) (JPT Pratama) (JPT Pratama) (JPT Pratama)
Koordinator Hard and
Soft Skill
Direktur Pembelajaran
Teknis dan Fungsional
4 Pusat Pembelajaran dan
Koordinator Digital 3 Politeknik STIA LAN
Strategi Kebijakan
Learning
Kepala Pusat Data dan
Informasi
Dewan Pengarah
Pembelajaran
Koordinator Kelompok
Keahlian
Koordinator Pembelajaran
Kelompok Keahlian
(Tambahan)
Dewan Pengarah
Pembelajaran
• Struktur ASN Corpu menggambarkan
pembagian peran, fungsi dan
hubungan dalam penyelenggaraan
Corpu. Struktur ini bukan merupakan
struktur terpisah, namun melekat Tim Pelaksana
dengan struktur organisasi yang sudah
ada. Koordinator
Kelompok
Koordinator
Kelompok
Koordinator
Kelompok
Koordinator Keahlian (Chief of Keahlian (Chief of Keahlian (Chief of
Pembelajaran Group Skill) Group Skill) Group Skill)
• Struktur ASN Corpu pada tingkat (Chief of Learning
Officer)
instansi terdiri atas struktur ASN Corpu Kelompok
Keahlian (Group
Kelompok
Keahlian (Group
Kelompok
Keahlian (Group
Instansi Pusat dan Instansi Daerah. Skill) Skill) Skill)
[Link]
Tim Pelaksana
JPT Madya
Tim Pelaksana
Koordinator Pembelajaran (Chief of Learning Officer) Koordinator Kelompok Keahlian (Chief of Group Skill)
JPT Madya
Tim Pelaksana
Koordinator Pembelajaran (Chief of Learning Officer) Koordinator Kelompok Keahlian (Chief of Group Skill)
Sekjen / Sestama Sekjen / Sestama JPT Madya JPT Madya JPT Madya
Tim Pelaksana
Koordinator Pembelajaran (Chief of Learning Officer) Koordinator Kelompok Keahlian (Chief of Group Skill)
Aktor Tugas
Instansi Pusat terdiri atas: • Merumuskan arah kebijakan Pengembangan Kompetensi sesuai
1. PPK; dan dengan arah kebijakan/rencana strategis Instansi Pemerintah dan
Manajemen Talenta ASN Instansi;
2. unsur pejabat pimpinan tinggi madya;
• Merumuskan kebutuhan Kompetensi yang sesuai dengan arah
kebijakan/rencana strategis Instansi Pemerintah dan Manajemen
Instansi Daerah terdiri atas: Talenta ASN Instansi;
1. PPK; • Merumuskan prioritas kebutuhan Pengembangan Kompetensi sesuai
2. sekretaris daerah; dengan arah kebijakan/rencana strategis Instansi Pemerintah dan
3. asisten sekretaris daerah; dan Manajemen Talenta ASN Instansi;
4. pimpinan organisasi perangkat daerah yang • Merumuskan kebijakan penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi
menyelenggarakan tugas di bidang pengelolaan pada Instansi Pemerintah;
perencanaan, administrasi sumber daya manusia, • Melaksanakan pemantauan dan evaluasi ASN Corpu pada tingkat
dan Pengembangan Kompetensi. instansi.
Tim Pelaksana
Aktor
Tugas
Aktor
Kepala unit kerja pada Instansi Pemerintah minimal setingkat jabatan pimpinan tinggi pratama yang bertanggungjawab di bidang
Pengembangan Kompetensi
Tugas
• mengoordinasikan rencana penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi.
• menyelenggarakan Pengembangan Kompetensi dengan jalur pembelajaran formal. Penyelenggaraan pelatihan formal ini bersifat lintas kelompok
keahlian atau pelatihan strategis yang ditugaskan Dewan Pengarah.
• menyelenggarakan metode pembelajaran berbasis lingkungan sosial dan pembelajaran berbasis pengalaman jika ditugaskan Dewan Pengarah
dengan pertimbangan efisiensi anggaran .
• mengembangkan metode pembelajaran formal, pembelajaran berbasis lingkungan sosial, dan pembelajaran berbasis pengalaman yang dapat
digunakan oleh kelompok keahlian. Selain pengembangan metode, CLO juga melakukan sosialisasi metode pembelajaran kepada kelompok
keahlian.
• mengoordinasikan pelaksanaan evaluasi hasil Pengembangan Kompetensi. Koordinasi dilakukan dengan cara menyiapkan instrumen evaluasi,
mendiseminasikan kepada kelompok keahlian untuk dilakukan pengumpulan data dan informasi, dan menyusun dokumen evaluasi pengembangan
kompetensi.
Aktor
• Instansi Pusat: Pejabat pimpinan tinggi madya pada Instansi Pusat
• Instansi Daerah: Asisten sekretaris daerah pada Instansi Daerah
Tugas
• memimpin kelompok keahlian (group skill) di lingkungan unit kerja;
• menyampaikan usulan kurikulum Pengembangan Kompetensi;
• menyampaikan usulan kebutuhan Pengembangan Kompetensi Pegawai ASN di lingkungan unit kerja;
• mengoordinasikan penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi dengan metode pembelajaran berbasis lingkungan sosial dan
pembelajaran berbasis pengalaman di lingkungan unit kerja. CGS dapat menyelenggarakan metode pembelajaran formal jika
mendapatkan amanat dari Dewan Pengarah dan berkoordinasi dengan CLO;
• memimpin pengumpulan data dan informasi, dan menyusun dokumen evaluasi pengembangan kompetensi;
• menyampaikan usulan rumpun kelompok keahlian kepada ketua dewan pengarah pembelajaran sesuai dengan bidang tugas unit
kerja; dan
• menyampaikan usulan kelompok keahlian (group skill) di lingkungan unit kerja.
• Kelompok Keahlian berisikan Pegawai ASN yang mempunyai keahlian dan Kompetensi dalam bidang tertentu sesuai tugas fungsi yang mencerminkan
kelompok-kelompok keahlian spesifik.
• Kelompok Keahlian bertugas membantu Koordinator Kelompok Keahlian dalam melakukan pelaksanaan Pengembangan Kompetensi sesuai bidang keahlian
dan Kompetensi yang dimiliki.
1 2 3
Pengelompokan Keahlian CGS menentukan
Kelompok Keahlian dapat ditentukan berdasarkan CGS
Pegawai yang memiliki
pada: menyampaikan
keahlian dan
• Masing-masing unit kerja di tiap CGS; usulan kelompok
kompetensi sesuai
• Lintas unit kerja di tiap CGS; atau keahlian dan
kluster tersebut dan
• Kluster Keahlian Instansi (dapat lintas CGS, anggota kelompok
dapat melakukan
lintas unit kerja, maupun lebih dari satu keahlian ke Dewan
tugas membantu
kelompok keahlian di unit kerja) Pengarah
koordinator kelompok
Namun, dikarenakan kelompok keahlian akan Pembelajaran dan
keahlian dalam
membantu pelaksanaan bangkom di unit kerja, dimasukkan dalam
menyelenggarakan
keberadaan perwakilan unit kerja dalam SK.
bangkom.
kelompok keahlian perlu dipertimbangkan.
[Link]
[Link]
JPT Madya
Forum Level
Strategis Dalam pelaksanaan tugasnya dapat dibantu oleh:
1. Kepala Unit SDM
2. Kepala Unit Perencanaan
Tim Pelaksana
Koordinator Pembelajaran (Chief of Learning Officer) Koordinator Kelompok Keahlian (Chief of Group Skill)
Operasional
Dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh tim
Kelompok Keahlian (Group Skill)
Kelompok Keahlian Kelompok Keahlian Kelompok Keahlian
di Unit Kerja di Unit Kerja di Unit Kerja
Forum Level
Teknis
JPT Madya
Top-down, diolah menjadi input untuk Dalam pelaksanaan tugasnya dapat dibantu oleh:
1. Kepala Unit SDM
level operasional dan level teknis 2. Kepala Unit Perencanaan
Tim Pelaksana
Koordinator Pembelajaran (Chief of Learning Officer) Koordinator Kelompok Keahlian (Chief of Group Skill)
Level Bottom-up, diseleksi mana yang Kepala BPSDM atau Kepala Pusdiklat /
Sekjen/Sestama JPT Madya JPT Madya JPT Madya
Balai Besar Pelatihan
Operasional bisa diselesaikan di level teknis,
operasional, dan strategis Dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh tim
Kelompok Keahlian (Group Skill)
Kelompok Keahlian Kelompok Keahlian Kelompok Keahlian Kelompok Keahlian
di Unit Kerja di Unit Kerja di Unit Kerja di Unit Kerja
Penjabaran Renstra, Cascading IKU
Kelompok Keahlian Kelompok Keahlian Kelompok Keahlian Kelompok Keahlian
Instansi maupun unit kerja di Unit Kerja di Unit Kerja di Unit Kerja di Unit Kerja
1. Diagnosis Kebutuhan Forum Pembelajaran • Mengumpulkan dan mengolah data serta informasi untuk analisis Rancangan dokumen usulan diagnosis
Pembelajaran Level Teknis organisasi, analisis kinerja organisasi, analisis jenis kebutuhan kebutuhan pembelajaran unit
kompetensi di unit kerja/kelompok keahlian kerja/kelompok keahlian untuk Tahun
• Mengidentifikasi kebutuhan Pengembangan Kompetensi yang Anggaran Berikutnya
dapat dilakukan di tempat kerja dan dikelola oleh Unit
Kerja/Kelompok Keahlian dan kebutuhan yang perlu diusulkan
penyelesaiannya pada level di atasnya
Forum Pembelajaran • Mengumpulkan dan mengolah data serta informasi untuk analisis Hasil verifikasi rancangan dokumen usulan
Level Operasional organisasi, analisis kinerja organisasi, analisis jenis kebutuhan diagnosis kebutuhan pembelajaran lintas
kompetensi di lintas unit kerja/kelompok keahlian unit kerja/kelompok keahlian untuk Tahun
• Mengidentifikasi kebutuhan Pengembangan Kompetensi yang Anggaran Berikutnya
dapat dilakukan di tempat kerja dan dikelola oleh lintas Unit
Kerja/Kelompok Keahlian dan kebutuhan yang perlu diusulkan
penyelesaiannya pada level di atasnya
Forum Pembelajaran • Menetapkan prioritas pemenuhan kebutuhan Pengembangan Dokumen penetapan usulan diagnosis
Level Strategis Kompetensi yang disesuaikan pula dengan anggaran seperti: kebutuhan pembelajaran organisasi
- Kebutuhan pemenuhan persyaratan karir jabatan
- Critical Occupational List/arah strategi organisasi
- Direktif pimpinan
[Link] humas_lan LAN_RI Humas LAN RI Lembaga Administrasi Negara
Tahapan Sistem
No. Forum Pembelajaran Aktivitas Output
Pembelajaran
2. Pengembangan Forum Pembelajaran • Mengusulkan desain pembelajaran untuk Unit Rancangan dokumen usulan desain
Desain Level Teknis Kerja/Kelompok Keahlian pembelajaran untuk tahun anggaran
Pembelajaran • Menyusun desain pembelajaran yang berikutnya.
penyelenggaraannya dikoordinasikan oleh Unit
Kerja/Kelompok Keahlian
Forum Pembelajaran • Mengusulkan desain pembelajaran untuk lintas Unit Hasil verifikasi dokumen usulan
Level Operasional Kerja/Kelompok Keahlian desain pembelajaran untuk tahun
• Menyusun desain pembelajaran lintas Unit anggaran berikutnya.
Kerja/Kelompok Keahlian yang penyelenggaraannya
dikoordinasikan oleh Unit Kerja/Kelompok Keahlian