LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LKPD 3
INTERNET GATEWAY
Praktek: Konfigurasi Router OS Mikrotik Nama / No Absen:
Routing Statis
Kompetensi Keahlian: TKJ Instruktur: Indiyah Fajarwati, S.T
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu menjelaskan konsep routing statis.
2. Peserta didik mampu merancang topologi jaringan routing statis.
3. Peserta didik mampu melakukan konfigurasi routing statis pada dua router Mikrotik.
4. Peserta didik mampu melakukan pengujian konektivitas antar jaringan yang berbeda segmen
(subnet).
B. ALAT DAN BAHAN
1. PC/Laptop (Client) - 2 Unit
2. RouterBoard Mikrotik (Min. RB941/RB750) - 2 Unit
3. Kabel UTP (Straight/Cross) - 3 Pcs
4. Aplikasi Winbox
5. LAN Tester (Opsional)
C. KESELAMATAN KERJA (K3LH)
1. Gunakan peralatan praktik sesuai dengan fungsinya.
2. Pastikan tangan dalam keadaan kering saat menyentuh peralatan listrik.
3. Periksa kondisi kabel UTP sebelum digunakan.
4. Rapikan kembali peralatan setelah praktikum selesai.
D. SKENARIO DAN TOPOLOGI
Skenario:
Anda diminta menghubungkan dua jaringan LAN yang berbeda (Network A dan Network B)
menggunakan dua buah Router Mikrotik agar Client A bisa berkomunikasi dengan Client B
menggunakan metode Routing Statis.
Gambar Topologi:
Tabel Addressing:
Device Interface IP Address Subnet Mask Gateway Keterangan
Router 1 Ether 1 [Link] /30 ([Link]) - Ke Router 2
Ether 2 [Link] /24 ([Link]) - Gateway LAN 1
Router 2 Ether 1 [Link] /30 ([Link]) - Ke Router 1
Ether 2 [Link] /24 ([Link]) - Gateway LAN 2
PC Client 1 Ethernet [Link] [Link] [Link] -
PC Client 2 Ethernet [Link] [Link] [Link] -
E. LANGKAH KERJA
1. Persiapan Awal
1. Nyalakan kedua Router Mikrotik dan PC.
2. Hubungkan kabel sesuai Topologi di atas.
3. Buka aplikasi Winbox.
4. Lakukan Reset Configuration (System > Reset Configuration > Centang No Default Config >
Reset) agar router bersih dari konfigurasi pabrik.
5. Beri nama Router (System > Identity) dengan nama Router-namasiswa1 dan Router-
namasiswa2.
2. Konfigurasi IP Address (Router 1)
Masuk ke Router 1 via Winbox
1. Klik menu IP > Addresses.
2. Klik tanda tambah (+).
3. Masukkan IP untuk mengarah ke Router Lawan (WAN/Interconnect):
○ Address: [Link]/30
○ Interface: ether1
○ Klik Apply > OK.
4. Klik tanda tambah (+) lagi untuk IP Lokal (LAN):
○ Address: [Link]/24
○ Interface: ether2
○ Klik Apply > OK.
Pastikan status interface tidak miring (italic) yang menandakan interface aktif.
3. Konfigurasi IP Address (Router 2)
Pindah kabel console/login ke Router 2 via Winbox
1. Klik menu IP > Addresses.
2. Klik tanda tambah (+).
3. Masukkan IP untuk mengarah ke Router Lawan (WAN/Interconnect):
○ Address: [Link]/30
○ Interface: ether1
○ Klik Apply > OK.
4. Klik tanda tambah (+) lagi untuk IP Lokal (LAN):
○ Address: [Link]/24
○ Interface: ether2
○ Klik Apply > OK.
4. Pengujian Ping Antar Router (Penting!)
Sebelum melakukan routing, pastikan kedua router bisa saling "ping" pada jalur utama.
1. Di Router 1, buka New Terminal.
2. Ketik: ping [Link] (IP Router 2).
3. Pastikan hasilnya Reply. Jika Timeout, periksa kabel dan IP Address.
5. Konfigurasi Routing Statis (Inti Praktikum)
Logika Routing Statis:
dst-address = Network Tujuan yang ingin dicapai (Network "Asing").
gateway = Pintu gerbang terdekat untuk menuju kesana (IP Router Tetangga).
A. Setting di Router 1
Tujuan Router 1 adalah mengenalkan Network LAN 2 ([Link]/24).
1. Klik menu IP > Routes.
2. Klik tanda tambah (+).
3. Isi parameter berikut:
○ Dst. Address: [Link]/24 (Network milik LAN 2)
○ Gateway: [Link] (IP Ether1 milik Router 2)
4. Klik Apply > OK.
5. Pastikan status route bertuliskan AS (Active Static) atau reachable.
B. Setting di Router 2
Tujuan Router 2 adalah mengenalkan Network LAN 1 ([Link]/24).
1. Klik menu IP > Routes.
2. Klik tanda tambah (+).
3. Isi parameter berikut:
○ Dst. Address: [Link]/24 (Network milik LAN 1)
○ Gateway: [Link] (IP Ether1 milik Router 1)
4. Klik Apply > OK.
6. Konfigurasi IP Address Client (PC)
Setting IP Address pada komputer/laptop (Control Panel > Network Connections):
PC 1:
● IP: [Link]
● Subnet: [Link]
● Gateway: [Link]
PC 2:
● IP: [Link]
● Subnet: [Link]
● Gateway: [Link]
F. HASIL PENGAMATAN DAN PENGUJIAN
Lakukan pengujian melalui Command Prompt (CMD) pada PC Client. Tempelkan hasil screenshot
atau tulis hasil outputnya di bawah ini.
1. Pengujian dari PC 1 ke Gateway Router 1
Perintah: ping [Link]
Hasil: (Reply / RTO) .....................................................
2. Pengujian dari PC 1 ke Antar Muka Router 2
Perintah: ping [Link]
Hasil: (Reply / RTO) .....................................................
3. Pengujian dari PC 1 ke PC 2 (Lintas Network)
Perintah: ping [Link]
Hasil: (Reply / RTO) .....................................................
4. Penelusuran Jalur (Traceroute) dari PC 1 ke PC 2
Perintah: tracert [Link]
Catat jalur (hop) yang dilewati:
1. .....................................................
2. .....................................................
3. .....................................................
G. ANALISIS DAN PERTANYAAN
1. Apa yang terjadi jika konfigurasi Gateway pada PC Client dikosongkan meskipun routing di
Mikrotik sudah benar? Jelaskan!
2. Mengapa pada Router 1 kita harus memasukkan Gateway [Link] saat membuat routing
menuju [Link]/24?
3. Jika kabel antara R1 dan R2 putus, apa status pada menu IP Route di Mikrotik?
H. KESIMPULAN
Buatlah kesimpulan singkat mengenai praktikum hari ini!
Paraf Guru: ........................ | Nilai: ........................