0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan18 halaman

Gambaran DISNAKERTRANSDUK Jatim

DISNAKERTRANSDUK Provinsi Jawa Timur bertugas mengawasi kesejahteraan karyawan dan terdiri dari delapan bidang, termasuk Pengawasan Ketenagakerjaan. Visi perusahaan adalah menciptakan ketenagakerjaan yang produktif dan sejahtera, dengan misi yang mencakup pembinaan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja. Struktur organisasi mencakup berbagai seksi yang mendukung fungsi masing-masing bidang dalam mencapai tujuan tersebut.

Diunggah oleh

andam dewi ashari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan18 halaman

Gambaran DISNAKERTRANSDUK Jatim

DISNAKERTRANSDUK Provinsi Jawa Timur bertugas mengawasi kesejahteraan karyawan dan terdiri dari delapan bidang, termasuk Pengawasan Ketenagakerjaan. Visi perusahaan adalah menciptakan ketenagakerjaan yang produktif dan sejahtera, dengan misi yang mencakup pembinaan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja. Struktur organisasi mencakup berbagai seksi yang mendukung fungsi masing-masing bidang dalam mencapai tujuan tersebut.

Diunggah oleh

andam dewi ashari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Deskripsi Singkat Perusahaan


Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan
(DISNAKERTRANSDUK) Provinsi Jawa Timur terdiri dari beberapa bagian,

A
salah satunya adalah Bagian Pengawasan Ketenagakerjaan. Kantor

AY
DISNAKERTRANSDUK ini terletak di [Link] Menanggal 124-126 Surabaya.
Salah satu tugas dari Bagian Pengawasan Ketenagakerjaan yakni mengawasi
kesejahteraan karyawan yang terdaftar pada perusahaan bersangkutan dalam hal
kesehatan, keselamatan dan norma-norma (hak-hak karyawan).

AB
DISNAKERTRANSDUK Provinsi Jawa Timur dibagi menjadi delapan
bidang yaitu Bidang Sekretariat, Bidang Pelatihan dan Produktifitas, Bidang
Penempatan Tenaga Kerja, Bidang Hubungan Industri dan Syarat Kerja, Bidang
Pengawasan Ketenagakerjaan,
R
Bidang Kependudukan, Bidang Mobilitas
Penduduk, Bidang Unit Pelaksana Teknis.
SU

2.2 Visi dan Misi Perusahaan


2.2.1 Visi Perusahaan
Terwujudnya ketenagakerjaan, ketransmigrasian dan kependudukan yang
M

maju, berdaya saing, produktif, kompetitif dan sejahtera.


O

2.2.2 Misi perusahaan


a) Pembinaan dan pengembangan tenaga kerja yang menyeluruh dan
IK

terpadu untuk meningkatkan kompetensi dan kemandirian kerja;


b) Peningkatan pelayanan penempatan tenaga kerja dan perluasan
ST

kesempatan kerja melalui pemberdayaan potensi ekonomi daerah serta


mengisi peluang kerja di dalam dan ke luar negeri;
c) Peningkatan kesejahteraan pekerja dan perlindungan tenaga kerja
dalam segala aspek serta memfasilitasi terlaksananya hubungan
industrial yang dinamis dan dialogis;
d) Peningkatan dan perluasan jaringan kemitraan dalam rangka

5
6

penyelesaian berbagai permasalahan ketenagakerjaan,


ketransmigrasian dan kependudukan;
e) Pengembangan kemampuan aparatur di bidang ketenagakerjaan,
ketransmigrasian dan kependudukan;
f) Peningkatan koordinasi dan kerjasama dalam mengatur dan
melaksanakan kewenangan ketenagakerjaan antara Pemerintah Pusat,

A
Provinsi dan Kab./Kota;

AY
g) Pengendalian pertumbuhan penduduk;
h) Pengarahan dan penempatan penduduk sesuai dengan daya dukung
alam dan daya tampung lingkungan;
i) Memberikan perlindungan dan pengakuan hak-hak dasar

AB
kependudukan;
j) Pengembangan kualitas penduduk melalui pemberdayaan penduduk
berorientasi pasar.
R
SU
M
O
IK
ST
7

2.3 Struktur Organisasi

Kepala Dinas

Sekretariat
Kelompok Jabatan Fungsional

A
Sub Bagian
Sub Bagian Tata Sub Bagian
Penyusunan
Usaha Keuangan
Program

AY
Bidang Bidang Hub. Bidang
Bidang Pelatihan Bidang Bidang Mobilitas
Penempatan Industrial dan Pengawasan
dan Produktivitas Kependudukan Penduduk

AB
Tenagakerja Tenaga Kerja Ketenagakerjaan

Seksi Bimbingan Seksi Norma Kerja Seksi Pendaftaran Seksi Penyiapan


Seksi Instruktur Seksi Kelembagaan
Jabatan dan & Sosial Tenaga Penduduk & Pendaftaran &
Pelatihan Hubungan Industrial
Bursa Keja Kerja Catatan Sipil Seleksi
R
Seksi Sertifikasi Seksi Seksi Perbaikan Seksi Seksi Pengelolaan
SU
Seksi Pelayanan
Tenaga Kerja dan Penempatan Syarat Kerja Upah & Keselamatan Informasi
Transmigrasi
Pemagangan Tenaga Kerja Kesejahteraan Kerja Penduduk

Seksi Seksi Penataan &


Seksi Lembaga Seksi Penyelesaian Seksi Kesehatan
Seksi Perluasan Perkembangan & Pemberdayaan
Latihan dan Perselisihan Kerja &
Tenaga Kerja Pengkajian Penduduk
Produktifitas Hubungan Industrial Lingkungan Kerja
Penduduk
M

UPT
O

Gambar 2.1 Struktur Organisasi


2.3.1 Struktur Organisasi Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan
IK

BIDANG PENGAWASAN
KETENAGAKERJAAN
(ROEM HIDAYAT, SH, MM)
ST

SEKSI NORMA KERJA DAN


SEKSI KESELAMATAN SEKSI KESEHATAN KERJA
JAMINAN SOSIAL TENAGA
KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA
KERJA
(Ir. GENDON PRAMUDONO) (SIGIT PRIYANTO, ST)
(ERNA WURYANTI, ST)

STAF STAF STAF

Gambar 2.2 Struktur Organisasi Bidang Pengawasan


8

2.4 Tugas Pokok dan Fungsi


DISNAKERTRANSDUK Provinsi Jawa Timur terdiri atas delapan bagian
yaitu Bidang Sekretariat, Bidang Pelatihan dan Produktifitas, Bidang Penempatan
Tenaga Kerja, Bidang Hubungan Industri dan Syarat Kerja, Bidang Pengawasan
Ketenagakerjaan, Bidang Kependudukan, Bidang Mobilitas Penduduk, Bidang
Unit Pelaksana Teknis.

A
1. Bagian Sekretariat.

AY
Bagian sekretariat mempenyai tugas merencanakan, melaksanakan,
mengkoordinasikan da mengendalikan kegiatan administrasi umum,
kepegawaian, perlengkapan penyusunan program, keuangan, hubungan
masyarakat dan protokol.

AB
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud bagian
sekretariat mempunyai fungsi:
a) Pengelolaan dan pelayanan administrasi umum.
R
b) Pengelolaan administrasi kepegawaian.
c) Pengelolaan administrasi keuangan.
SU

d) Pengelolaan administrasi perlengkapan.


e) Pengelolaan urusan rumah tangga, hubungan masyarakat dan protokol.
f) Pelaksanaan koordinasi penyusunan program, anggaran dan
perundang-undangan.
M

g) Pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan tugas-tugas bidang.


h) Pengelolaan kearsipan dan perpustakaan dinas.
O

i) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi organisasi dan tata laksnan.


j) Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
IK

Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai mana


tersebut di atas pada bagian sekretariat terdiri atas tiga sub bagian yaitu:
ST

a) Sub bagian Tata Usaha.


b) Sub bagian Penyusunan Program.
c) Sub bagian Keuangan.
9

2. Bagian Pelatihan dan Produktivitas.


Bagian platihan dan produktivitas mempunyai tugas untuk
melaksanakan penyusunan rencana dan program serta memfasilitasi
peningkatan instruktur pelatihan kerja dan pengelolahan pelatihan,
pemagangan dan produktivitas tenaga kerja, standarisasi dan sertifikasi
serta bimbingan kerja bagi tenaga kerja.

A
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, bagian

AY
pelatihan dan produktivitas mempunyai fungsi :
a) Pelaksanaan penyusunan program kegiatan bidang pelatihan dan
produktivitas.
b) Pelaksanaan fasilitas program kegiatan bidang pelatihan dan

AB
produktivitas.
c) Pelaksanaan pembinaan dan penyelenggaraan pelatihan kerja.
d) Pelaksanaan informasi ketenagakerjaan, serta pembinaan perencanaan
R
tenaga kerja dan sistem informasi ketenagakerjaan kab/kota.
e) Pelaksanaan fasilitas pelatihan dan pengukuran produktivitas.
SU

f) Pelaksanaan fasilitas program peningkatan produktifitas.


g) Pelaksanaan proses perijinan/pendaftaran lembaga pelatihan kerja.
h) Pelaksanaan penyusunanbahan penerbitan rekomendasi perijinan
magang ke luar negri.
M

i) Pelaksanaan pengawasan sertifikasi kompetensi.


j) Pelaksanaan pengawasan akreditas lembaga pelatihan kerja.
O

k) Pelaksanaan penyusunan pedoman pelaksanaan pengawasan sertifikasi


kompetensi.
IK

l) Pelaksanaan penyusunan pedoman pelaksanaan pengawasan akreditasi


kelembagaan pelatihan kerja
ST

m) Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.


Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi sebagaimana
tersebut di atas pada Bidang Pelatihan dann Produktivitas mempunyai
fungsi terdiri atas tiga seksi yaitu:
a. Seksi Instruktur Pelatihan
b. Seksi Sertifiksi Tenaga Kerja & Pemagangan.
10

c. Seksi Lembaga Latihan & Produktivitas.

3. Bagian Penempatan Tenaga Kerja.


Bagian penempatan tenaga kerja, mempunyai tugas menyusun
program dan kegiatan serta memberikan fasilitas pembinaan dan
penempatan tenaga kerja Angkatan Kerja Lokal (AKL), Antar Kerja Antar

A
Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN), informasi pasar

AY
kerja dan bursa kerja, penyuluhan, bimbingan jabatan dan analisis jabatan,
penggunaan Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP),
pengembangan tenaga kerja mandiri dan teknologi padat kerja.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, bagian

AB
penempatan tenaga kerja mempunyai fungsi :
a) Pelaksanaan penyusunan, perencanaan dan pelaksanaan program
kegiatan bidang penempatan tenaga kerja.
R
b) Pelaksanaan penyusunan sistem dan penyebarluasan informasi pasar
kerja dan bursa kerja.
SU

c) Pelaksanaan pemberian pelayanan informasi pasar kerja.


d) Pelaksanaan fasilitas bimbingan jabatan kepada pencarian kerja dang
pengguna tenaga kerja.
e) Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pendataan jabatan fungsional
M

pengentar kerja.
f) Pelaksanaan penyiapan bahan penerbitan rekomendasi untuk perijinan
O

pendirian Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swata (LPTKS).


g) Pelaksanaan penyiapan bahan penerbitan rekomendasi untuk perijinan
IK

pendirian lembaga penyuluh dan bimbingan jabatan yang akan


melakukan kegiatan skala Provinsi.
ST

h) Pelaksanaan penyiapan bahan penerbitan rekomendasi kepada swasta


dalam penyelenggaraan pameran bursa kerja/job fair skala Provinsi.
i) Pelaksanaan fasilitas penempatan bagi pencari kerja penyandang cacat
dan kerja potensial.
j) Pelaksanaan bahan penerbitan Surat Persetujuan Penempatan Antar
Kerja Antar Daerah (SPP AKAD).
11

k) Pelaksanaan penyiapan bahan penerbitan rekomendasi ijin operasional


Tenaga Kerja Sukarela(TKS) Luar Negeri, TKS Indonesia,Lembaga
Sukarela Indonesia yang beroperasi lebih dari 1 (satu) kab/kota.
l) Pelaksanaan fasilitas pendayagunaan TKS dan lembaga sukarela.
m) Pelaksanaan fasilitas pendayagunaan Tenaga Kerja Mandiri (TKM).
n) Pelaksanaan penyampaian materi pengesahan Rencana Penggunaan

A
Tenaga Kerja Asing (RPTKA) perpanjangan.

AY
o) Pelaksanaan penyiapan bahan penerbitan IMTA perpanjangan yang
lokasi kerjanya lintas kab/kota.
p) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi penggunaan TKA yang lokasi
kerjanya lebih dari 1 (satu) kab/kota dalam wilayah Provinsi.

AB
q) Pelaksanaan fasilitas penerapan teknologi tepat guna dan padat karya.
r) Pelaksanaan fasilitas pelaksanaan program usaha mandiri sektor
informal.
R
s) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi penempatan TKI ke luar negri.
t) Pelaksanaan fasilitas perjanjian kerja sama bilateral dan multiteral
SU

penempatan TKI.
u) Pelaksanaan penyiapan bahan penerbitan perijinan tempat
penampungan calon TKI.
v) Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
M

Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi sebagaimana


tersebut di atas pada bagian bidang penempatan tenaga kerja terdiri dari
O

tiga seksi yaitu:


a. Seksi Bimbingan Jabatan & Bursa Kerja
IK

b. Seksi Penempatan Tenaga Kerja


c. Seksi Perluasan Tenaga Kerja.
ST

4. Bagian Hubungan Industri dan Syarat Kerja.


Bagian hubungan industri dan syarat kerja mempunyai tugas
menyusun dan melaksanakan program kegiatan, menetapkan pedoman
pembinaan hubungan industrial dan syarat kerja, melaksanakan fasilitas
dan pengembangan kelembagaan hubungan industrial, syarat kerja,
12

pengupahan, jaminan sosial kesejahteraan pekerja/buruh dan penyelesaian


perselisian hubungan industri.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, bagian
hubungan industri dan syarat kerja mempunyai fungsi :
a) Melaksanakan penyusunan program kegiatan bidang hubungan industri
dan syarat kerja.

A
b) Pelaksanaan program kegiatan bidang hubungan industri dan syarat

AY
kerja.
c) Pelaksanaan penerimaan dan penelitian materi pengajuan permohonan
pengesahan peraturan perusahaan.
d) Pelaksanaan penerimaan dan Pencatatan Perjanjian Kerja Bersama

AB
(PKB) antara pengusaha dengan serikat buruh/pekerja yang ada di
perusahaan lintas kab/kota.
e) Pelaksanaan penerimaan, penelitian dan pencatatan perjanjian kerja
R
antara pengusaha dengan pengusaha dengan pekerja/buruh pada
perusahaan lintas kab/kota.
SU

f) Pelaksanaan pengajuan rekomendasi dan pencabutan ijin operasional


bagi perisahaan penyedia jasa pekerja/buruh.
g) Pelaksanaan pencegahan dan penyelesaian perselisian hubungan
industrial, mogok kerja dan penutupan perusahaan lintas kab/kota.
M

h) Pelaksanaan pembinaan mediator, konsiliator dan arbiter hubungan


industrial.
O

i) Pelaksanaan penyusunan formasi mediator, konsiliator dan arbiter


hubungan industrial.
IK

j) Pelaksanaan pendaftaran dan menyeleksipersyaratan calon konsiliator,


arbiter hubungan industrial dan hakim ad-hoc pengadilan Hubungan
ST

Industrial pada Pengendalian Negeri.


k) Pelaksanaan bimbingan sistem pengupahan, penyusunan usulan
ketetapan upah minimum.
l) Pelaksanaan pembinaan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan
dan penyelenggaraan kesejahteraan pekerja/buruh.
13

m) Pelaksanaan pembinaan pelaksanaan sistem kelembagaan pelaku


hubungan industrial.
n) Pelaksanaan pengumpulan data hasil pencatatan organisasi pengusaha
dan organisasi pekerja/buruh.
o) Pelaksanaan penyusunan usulan penetapan anggota dalam lembaga
ketenagakerjaan.

A
p) Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

AY
Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi sebagaimana
tersebut di atas pada bagian bidang hubungan industri dan syarat kerja
terdiri dari tiga seksi yaitu:
a) Seksi Kelembagaan Hubungan Industrial.

AB
b) Seksi Perbaikan Syarat Kerja, Upah & Kesejahteraan.
c) Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.
R
5. Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan.
Bagian pengawasan ketenagakerjaan mempunyai tugas menyusun
SU

dan melaksanakan program kegiatan, melaksanakan fasilitas pembinaan,


pemeriksaan dan pengawasan norma kerja dan norma jaminan sosial
tenaga kerja, norma keselamatan kerja, kesehatan kerja dan lingkungan
kerja pada perusahaan lintas kab/kota.
M

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, bagian bidang


pengawasan ketenagakerjaan mempunyai fungsi :
O

a) Pelaksanaan penyusunan perencanaan program kegiatan.


b) Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan norma ketenaga kerjaan.
IK

c) Pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian terhadap perusahaan dan


obyek pengawasan ketenagakerjaan.
ST

d) Pelaksanaan penyiapan materi/bahan penerbitan rekomendasi atau ijin


terhadap obyek pengawasan ketenagakerjaan.
e) Pelaksanaan penanganan kasus dan penyidikan terhadap pelanggaran
norma ketenagakerjaan.
f) Pelaksanaan penerapan Sistem Menejemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3) dan audit SMK3.
14

g) Pelaksanaan pengkajian dan perekayasaan bidang norma


ketenagakerjaan, hygine perusahaan, ergonomic, kesehatan dan
keselamatan kerja.
h) Pelaksanaan pelayanan dan pelatihan serta pengembangan norma
ketenagakerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat
strategis.

A
i) Pelaksanaan pemberdayaan fungsi dan personil serta kelembagaan

AY
pengawasan ketenagakerjaan.
j) Penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan.
k) Pelaksanaan pengusulan calon peserta diklat pegawai pengawas
ketenagakerjaan kepada pemerintah.

AB
l) Pelaksanaan pengusulan penerbitan kartu PPNS bidang
ketenagakerjaan kepada pemerintah.
m) Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
R
Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi sebagaimana
tersebut di atas pada bagian bidang penempatan tenaga kerja terdiri dari
SU

tiga seksi yaitu:


a) Seksi Norma Kerja & Jaminan Sosial Tenaga Kerja.
Seksi Pengawasan Norma Kerja & Jaminan Sosial Tenaga Kerja
dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan
M

bertanggungjawab kepada Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan.


Ringkasan Tugas :
O

Kepala Seksi Pengawasan Norma Kerja & Jaminan Sosial Tenaga


Kerja mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan kegiatan
IK

dibidang pengawasan norma kerja dengan cara merencanakan


kegiatan operasional, membagi tugas, memberi petunjuk dan
ST

memeriksa pelaksanaan tugas bawahan serta menyusun dan


menganalisa bahan kebijakan, bahan pedoman pelaksanaan lingkup
pengawasan norma kerja, menyusun laporan, melakukan hubungan
kerja sesuai dengan kebijakan operasional dinas.
15

Fungsi:
1. Penyusunan rencana dan program kerja Seksi Pengawasan Norma
Kerja.
2. Pengumpulan, pengolahan dan penyusunan data sebagai bahan
kebijakan teknis dibidang pengawasan norma kerja.
3. Penyusunan bahan kajian teknis di bidang pengawasan norma

A
kerja.

AY
4. Pelaksanaan pengawasan norma kerja dan pengupahan.
5. Penyiapan bahan pembinaan norma kerja.
6. Pemeriksaan khusus terhadap kasus pemogokkan dan pengaduan.
7. Penyidikan terhadap pelanggaran norma kerja dan jamsostek.

AB
8. Pelaksanaan pengawasan kerja malam wanita dan jamsostek.
9. Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya.
10. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas.
R
11. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas.
Uraian Tugas:
SU

1. Menyusun rencana dan program kerja seksi Pengawasan Norma


Kerja.
2. Mendistribusikan tugas dan memberi petunjuk pelaksanaan
kegiatan kepada bawahan.
M

3. Melakukan pengumpulan, pengolahan dan penyusunan data


sebagai bahan kebijakan teknis di bidang Pengawasan Norma
O

Kerja.
4. Menyusun bahan kajian teknis di bidang Pengawasan Norma kerja.
IK

5. Membina dan memotivasi bawahan dalam upaya meningkatkan


produktifitas kerja.
ST

6. Melaksanakan pembinaan disiplin pegawai di lingkup seksi


Pengawasan Norma Kerja.
7. Mempelajari peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan
bidang tugasnya.
8. Menyusun, mengoreksi dan memaraf naskah dinas sesuai fungsi
dan kewenangan di bidang tugasnya.
16

9. Melaksanakan pengawasan pengupahan.


10. Melaksanakan pemeriksaan khusus terhadap kasus pemogokan dan
pengaduan.
11. Melakukan penyidikan terhadap pelanggaran Norma Kerja dan
Jamsostek.
12. Melaksanakan pengawasan tenaga kerja wanita dan anak.

A
13. Melaksanakan pengawasan Tenaga Kerja Warga Negara Asing.

AY
14. Melaksanakan pengawasan norma waktu kerja dan waktu istirahat.
15. Melaksanakan pengawasan norma Jamsostek.
16. Melaksanakan pengawasan norma kerja sesuai ketentuan
perundang-undangan.

AB
17. Melaksanakan pembinaan dan penyuluhan pelaksanaan peraturan
perundang-undangan ketenagakerjaan.
18. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas di
R
bidang seksi Pengawasan Norma Kerja.
19. Melaksanakan konsultasi / koordinasi dan hubungan kerja sama
SU

dengan unit kerja di lingkungan dinas dan instansi terkait lainnya


dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.
20. Memberikan saran dan bahan pertimbangan kepada Kepala Bidang
Pengawasan sesuai dengan bidang tugasnya.
M

21. Melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan seksi Pengawasan Norma


Kerja.
O

22. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan atas


perintah pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.
IK

b) Seksi Keselamatan Kerja.


ST

Seksi Keselamatan Kerja dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang


berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bidang Pengawasan
Ketenagakerjaan.
17

Fungsi:
1. Penyusunan rencana dan program kerja Seksi Keselamatan Kerja.
2. Pengumpulan, pengolahan dan penyusunan data sebagai bahan
kebijakan teknis dibidang pengawasan keselamatan kerja.
3. Penyusunan bahan kajian teknis di bidang pengawasan keselamatan
kerja.

A
4. Pelaksanaan pengawasan keselamatan kerja.

AY
5. Penyiapan bahan pembinaan dan pelatihan keselamatan kerja.
6. Pemeriksaan khusus terhadap kasus kelalaian kerja.
7. Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya.
8. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas.

AB
9. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas.
Ringkasan Tugas :
Kepala Seksi Keselamatan Kerja mempunyai tugas pokok
merencanakan,
R
melaksanakan kegiatan dibidang pengawasan
keselamatan kerja dengan cara merencanakan kegiatan operasional,
SU

membagi tugas, memberi petunjuk dan memeriksa pelaksanaan tugas


bawahan serta menyusun dan menganalisa bahan kebijakan, bahan
pedoman pelaksanaan lingkup pengawasan norma kerja, menyusun
laporan, melakukan hubungan kerja sesuai dengan kebijakan
M

operasional dinas.
Uraian Tugas:
O

1. Pelaksanaan pengawasan, pemeriksaan dan pengujian terhadap


penggunaan pesawat uap, bejana tekan, mekanik, instalasi listrik
IK

sarana proteksi kebakaran, elevator, kontruksi bangunan dan alat


keselamatan lainnya.
ST

2. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan serta pemeriksaan


terhadap pemakaian alat pelindung diri bagi pekerja.
3. Pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan.
18

c) Seksi Kesehatan Kerja & Lingkungan Kerja.


Seksi Kesehatan Kerja & Lingkungan Kerja dipimpin oleh seorang
Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada
Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan.
Fungsi:
1. Penyusunan rencana dan program kerja Seksi Kesehatan Kerja &

A
Lingkungan Kerja Kerja.

AY
2. Pengumpulan, pengolahan dan penyusunan data sebagai bahan
kebijakan teknis dibidang pengawasan Kesehatan Kerja &
Lingkungan Kerja Kerja.
3. Penyusunan bahan kajian teknis di bidang pengawasan Kesehatan

AB
Kerja & Lingkungan Kerja Kerja.
4. Pelaksanaan pengawasan kesehatan kerja dan lingkungan kerja.
5. Penyiapan bahan pembinaan kesehatan kerja & lingkungan kerja.
6.
R
Pemeriksaan khusus terhadap kasus perlindungan kesehatan kerja.
7. Penyidikan terhadap pelanggaran kesehatan kerja.
SU

8. Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya.


9. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas.
10. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas.
Ringkasan Tugas :
M

Kepala Seksi Seksi Kesehatan Kerja & Lingkungan Kerja


mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan kegiatan
O

dibidang pengawasan keselamatan kerja dengan cara merencanakan


kegiatan operasional, membagi tugas, memberi petunjuk dan
IK

memeriksa pelaksanaan tugas bawahan serta menyusun dan


menganalisa bahan kebijakan, bahan pedoman pelaksanaan lingkup
ST

pengawasan norma kerja, menyusun laporan, melakukan hubungan


kerja sesuai dengan kebijakan operasional dinas.
19

Uraian Tugas:
1. Penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis penggunaan dan
pengawasan pelaksanaan peraturan kesehatan tenaga kerja dan
lingkungan kerja.
2. Pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan kerja di
perusahaan.

A
3. Pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan

AY
pengujian kesehatan kerja dan pengawasan lingkungan kerja.
4. Pelaksanaan pengawasan terhadap perusahaan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan kerja.

AB
6. Bidang Kependudukan.
Bagian bidang kependudukan mempenyai tugas menghimpun,
mengolah dan menyajikan data penduduk hasil registrasi meliputi lahir,
R
mati, pindah dan datang serta melakukan pembinaan di bidang
administrasi kependudukan.
SU

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud bagian


sekretariat mempunyai fungsi:
a) Pelaksanaan penyusunan bahan penetapan kebijakan di bidang
pendaftaran penduduk dan catatan sipil.
M

b) Pelaksanaan fasilitasi, sosialisasi, bimbingan teknis, advokasi,


supervisi dan konsultasi pendaftaran penduduk dan pemutakhiran data
O

penduduk.
c) Pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan pendaftaran penduduk dan
IK

catatan sipil.
d) Pelaksanaan penyusunan data base hasil registrasi penduduk dan
ST

catatan sipil.
e) Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia
pengelola pendaftaran penduduk dan catatan sipil.
f) Penyajian dan pengolahan informasi data kependudukan.
g) Pelaksanaan pengkajian kependudukan.
h) Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
20

Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai mana


tersebut di atas pada bagian sekretariat terdiri atas tiga sub bagian yaitu:
a) Seksi Pendaftaran Penduduk & Catatan Sipil.
b) Seksi Pengelolaan Informasi Penduduk.
c) Seksi Perkembangan & Pengkajian Penduduk.

A
AY
7. Bidang Mobilitas Penduduk.
Bagian bidang mobilitas penduduk mempenyai tugas
menyelenggarakan perpindahan dan atau kepindahan penduduk dari suatu
daerah ke daerah lain, melakukan koordinasi dengan daerah tujuan,

AB
mengadakan pendaftaran dan seleksi, pelayanan dan fasilitasi perpindahan
penduduk serta pemberdayaan penduduk calon transmigran.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud bagian
sekretariat mempunyai fungsi:
R
a) Pelaksanaan penyusunan bahan penyiapan, pendaftaran dan seleksi,
SU

pelayanan, penataan dan pemberdayaan.


b) Pelaksanaan pendataan animo calon transmigran dan indentifikasi
pemberdayaan penduduk berpotensi pasar.
c) Pelaksanaan seleksi administrasi fisik dan mental bagi calon
M

transmigran.
d) Pelaksanaan penyiapan bahan koordinasi dan kerjasama dengan daerah
O

tujuan.
e) Pelaksanaan penyiapan teknis dan klarifikasi lokasi permukiman
IK

daerah tujuan.
f) Pelaksanaan pelayanan calon transmigran di transito.
ST

g) Pelaksanaan pelayanan angkutan calon transmigran sampai daerah


tujuan.
h) Pelaksanaan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan penduduk
berpotensi pasar.
i) Pelaksanaan penataan penduduk yang bermukim di kawasan padat
disesuaikan dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan.
21

j) Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.


Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai mana
tersebut di atas pada bagian bidang mobilitas penduduk terdiri atas tiga
seksi bagian yaitu:
a) Seksi Penyiapan, Pendaftaran & Seleksi.
b) Seksi Pelayanan Transmigrasi.

A
c) Seksi Penataan & Pemberdayaan Penduduk.

AY
8. Bidang Unit Pelaksana Teknis .
Bagian unit pelaksana teknis terdiri dari:
a) UPT Pelatihan Kerja di Singosari – Malang.

AB
b) UPT Pelatihan Kerja di Jember.
c) UPT Pelatihan Kerja di Pasuruan.
d) UPT Pelatihan Kerja di Mojokerto.
R
e) UPT Pelatihan Kerja di Jombang.
f) UPT Pelatihan Kerja di Tuban.
SU

g) UPT Pelatihan Kerja di Nganjuk.


h) UPT Pelatihan Kerja di Surabaya.
i) UPT Pelatihan Kerja di Sumenep.
j) UPT Pelatihan Kerja di Situbondo.
M

k) UPT Pelatihan Kerja di Kediri.


l) UPT Pelatihan Kerja di Tulungagung.
O

m) UPT Pelatihan Kerja di Madiun.


n) UPT Pelatihan Kerja di Ponorogo.
IK

o) UPT Pelatihan Kerja di Bojonegoro.


p) UPT Pelatihan Kerja Pertanian dan Pengembangan Tenaga Kerja Luar
ST

Negeri di Wonojati – Malang.


q) UPT Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja di Surabaya.
r) UPT Keselamatan dan Kesehatan Kerja / K3 di Surabaya.
s) UPT Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
di Surabaya.
t) UPT Pelatihan Kependudukan di Balongbendo Sidoarjo.
22

Bagian bidang unit pelaksanaan teknis mempenyai tugas


melaksanakan sebagian tugas Dinas dalam pelatihan keterampilan,
pengetahuan, dan Ketatausahaan serta pelayanan masyarakat.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud bagian bidang
unit pelaksanaan teknis mempunyai fungsi:
a) Penyusunan rencana dan pelaksanaan kegiatan pelatihan serta kerja

A
sama pelatihan.

AY
b) Pelayanan dan penyebar luasan informasi bidang pelatihan.
c) Penyiapan metode, kurikulum, jadwal dan alat peraga pelatihan.
d) Pelaksanaan pemasaran program pelatihan hasil produksi dan jasa.
e) Pelaksanaan pelatihan dan uji keterampilan/kompetensi dan sertifikasi

AB
tenaga kerja.
f) Pendayagunaan fasilitas pelatihan.
g) Pelaksanaan ketatausahaan dan pelayanan masyarakat.
R
h) Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
SU
M
O
IK
ST

Anda mungkin juga menyukai