0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Capaian Pembelajaran Akidah Akhlak XII

Dokumen ini menjelaskan Capaian Pembelajaran (CP) untuk mata pelajaran Akidah Akhlak di MA. Darul-Ihsan, yang bertujuan membentuk kepribadian peserta didik melalui pemahaman akidah, akhlak, adab, dan kisah keteladanan. Pembelajaran ini dirancang untuk menyiapkan siswa agar berakidah yang benar, berakhlak mulia, dan memiliki sikap toleran serta moderat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Diunggah oleh

kanghajj1087
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Capaian Pembelajaran Akidah Akhlak XII

Dokumen ini menjelaskan Capaian Pembelajaran (CP) untuk mata pelajaran Akidah Akhlak di MA. Darul-Ihsan, yang bertujuan membentuk kepribadian peserta didik melalui pemahaman akidah, akhlak, adab, dan kisah keteladanan. Pembelajaran ini dirancang untuk menyiapkan siswa agar berakidah yang benar, berakhlak mulia, dan memiliki sikap toleran serta moderat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Diunggah oleh

kanghajj1087
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

KURIKULUM MERDEKA (KBC)

Nama Madrasah : MA. DARUL - IHSAN


Nama Penyusun : HARTAJI [Link]
NIP : -
Mata pelajaran : AKIDAH AKHLAK
Fase F, Kelas / Semester : XII (Dua Belas) / I (Ganjil) & II (Genap)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN : AKIDAH AKHLAK
KELAS XII

A. Rasional Mata Pelajaran Akidah Akhlak


Akidah Akhlak merupakan salah satu mata pelajaran sebagai bagian dari kurikulum
Pendidikan Agama Islam (PAI) pada madrasah. Akidah berkaitan dengan rukun iman
sebagai pokok keimanan seseorang yang tersimpan dalam hati dan diwujudkan dengan
lisan dan perbuatan. Akidah mendorong seseorang melakukan amal saleh, berakhlak
karimah dan taat hukum. Akhlak merupakan buah ilmu dan keimanan. Akhlak
menekankan pada bagaimana membersihkan diri (tazkiyatun nufus) dari perilaku tercela
(madzmumah) dan menghiasi diri dengan perilaku mulia (mahmudah) melalui latihan
kejiwaan (riyadah) dan upaya sungguh-sungguh untuk mengendalikan diri (mujahadah).
Sasaran utama pendidikan akhlak adalah hati nurani, karena baik buruknya perilaku
tergantung kepada baik dan berfungsinya hati nurani.

Akidah Akhlak memiliki peran yang penting dalam pembentukan kepribadian peserta
didik. Oleh karena itu, Akidah Akhlak secara bertahap dan holistik diarahkan untuk
menyiapkan peserta didik agar berakidah yang benar dan kokoh, berakhlak mulia untuk
menuntun peserta didik menjadi pribadi yang saleh spiritual dan saleh sosial. Selain itu
Akidah Akhlak juga diarahkan agar peserta didik memiliki pemahaman dasar-dasar agama
Islam untuk mengenal, memahami, menghayati rukun iman, dan merealisasikannya dalam
perilaku akhlak mulia berdasarkan Al-Quran dan Hadis melalui kegiatan bimbingan,
pengajaran, latihan, dan pembiasaan.

Keimanan yang benar terhadap agama Islam harus dibarengi dengan sikap menghormati
penganut agama lain agar tercipta kerukunan antarumat beragama dan persatuan bangsa.
Akidah Akhlak membekali peserta didik agar memiliki cara pandang keberagamaan yang
moderat, inklusif, toleran, dan bersikap religius-holistik-integratif yang berorientasi
kesejahteraan duniawi sekaligus kebahagiaan ukhrawi dalam konteks kehidupan
berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Akidah Akhlak mengarusutamakan pada pembentukan sikap dan perilaku beragama


melalui kontekstualisasi ajaran agama, pembiasaan, pembudayaan, dan keteladanan. Iklim
akademis-religius perlu diciptakan sedemikian rupa sehingga madrasah menjadi wahana
bagi persemaian paham keagamaan yang moderat, internalisasi akhlak mulia, budaya
antikorupsi, model kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara yang baik bagi
masyarakat. Untuk itu, pembelajaran Akidah Akhlak memerlukan pendekatan yang
beragam, tidak hanya ceramah, namun juga diskusi-interaktif, proses belajar yang
berpusat pada peserta didik (student-centered learning) yang bertumpu pada keingintahuan
dan penemuan (inquiry and discovery learning), berbasis pada pemecahan masalah
(problem based learning), berbasis proyek nyata dalam kehidupan (project based
learning), dan kolaboratif (collaborative learning).

Berbagai pendekatan ini memberi ruang bagi tumbuhnya budaya berpikir kritis, kreatif,
kecakapan berkomunikasi, dan berkolaborasi sehingga melahirkan pemahaman yang
benar, komprehensif, moderat (wasathiyah) agar terhindar dari pemahaman yang
menyimpang dan liberal. Untuk mencapai itu, materi Akidah Akhlak disajikan dalam
empat elemen keilmuan yaitu akidah, akhlak, adab, dan kisah keteladanan. Akidah Akhlak
diharapkan memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempelajari dan
mempraktikkan akidahnya dalam bentuk pembiasaan melakukan akhlak terpuji dan
menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak terpuji ini sangat penting
untuk dipraktikkan dan dibiasakan oleh peserta didik dalam kehidupan individu,
bermasyarakat, dan berbangsa, terutama dalam rangka mengantisipasi dampak negatif dari
era globalisasi dan krisis multidimensional. Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki
kontribusi penting dalam menguatkan terbentuknya profil pelajar Pancasila sebagai
pembelajar sepanjang hayat (minal mahdi ilal lahdi) yang beriman dan bertakwa, serta
berakhlak mulia. Selain itu, pembelajaran Akidah Akhlak memiliki peran yang penting
dalam mewujudkan peserta didik sebagai bagian dari penduduk dunia dengan
berkepribadian yang kuat dan memiliki kompetensi global, mandiri, kreatif, kritis, dan
bergotong royong.

B. Tujuan Mata Pelajaran Akidah Akhlak


Pada praktiknya, pembelajaran Akidah Akhlak ditujukan untuk:
1. Memberikan bimbingan kepada peserta didik agar kokoh dalam akidah yang berpijak
pada paham Ahlus Sunnah wal Jamaah melalui pemberian, pemupukan, dan
pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta
pengalaman peserta didik dalam akidah Islam;
2. Mengkonstruksi kemampuan nalar kritis peserta didik dalam menganalisis perbedaan
pendapat dan mengekspresikan akidah Islam dengan benar, sesuai dengan
kemajemukan bangsa Indonesia melalui sikap wasathiyah meliputi tawasuth, itidal,
tasamuh, dan tawazun;
3. Membentuk peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, menghiasi diri
dengan perilaku terpuji (mahmudah), dan menghindarkan diri dari perilaku tercela
(madzmumah) dalam kehidupan sehari-hari dengan latihan kejiwaan melalui
mujahadah dan riyadah;
4. Membentuk peserta didik yang menjunjung tinggi nilai persatuan sehingga dapat
menguatkan persaudaraan seagama (ukhuwah Islamiyyah), persaudaraan sebangsa dan
senegara (ukhuwah wathaniyah, dan juga persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah
basyariyah).

C. Karakteristik Mata Pelajaran Akidah Akhlak


Kurikulum mata pelajaran Akidah Akhlak dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki dua bagian: akidah terkait dengan penanaman
keimanan dan tauhid dan akhlak terkait dengan penanaman karakter melalui
pembersihan hati dari penyakit dan kotoran hati lalu menghiasinya dengan akhlak
mulia.
2. Pembelajaran Akidah secara khusus diarahkan untuk memperkokoh akidah Ahlus
Sunnah wal Jamaah, dan keimanan peserta didik, sebagai dasar, landasan, dan
motivasi beraktivitas sehari-hari sehingga semua perilaku dan aktivitasnya bernilai
ibadah dan berdimensi ukhrawi.
3. Pembelajaran Akidah Akhlak diarahkan pada bagaimana menjadikan hati nurani
peserta didik berfungsi dengan baik, memiliki keyakinan iman yang kuat untuk
menghalau pengaruh buruk dari luar, dan berkarakter kuat sehingga memungkinkan
tumbuh kembangnya kesalehan individu dan sosial.
4. Belajar Akidah Akhlak adalah bagaimana memahami hakikat ajaran petunjuk syariat
dalam mensucikan diri, menerapkannya secara sungguh-sungguh (mujahadah), dan
melatih kejiwaan (riyadah) melalui keteladanan guru dan kisah-kisah orang saleh.
5. Mengembangkan kurikulum Akidah Akhlak bukan sekedar apa yang harus dipelajari
peserta didik, namun juga mengarusutamakan kepada pendampingan peserta didik
dalam menumbuhkan kemampuan pengendalian diri, penguasaan-kelola hawa nafsu
oleh kecerdasan logika di bawah kontrol kejernihan hati, dalam merespon semua
situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
6. Penanaman nilai-nilai akhlak kepada peserta didik sebisa mungkin tidak dilakukan
dengan paksaan yang mekanistik, namun dengan penghayatan dan penyadaran
bagaimana nilai-nilai positif dari ajaran akhlak terinternalisasi dalam diri, menjadi
warna dan inspirasi dalam berpikir, bersikap, dan bertindak oleh warga madrasah
dalam praksis pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
7. Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan proses pendidikan yang menjadikan hati dan
kejiwaan peserta didik sebagai fokus utama. Oleh karena itu, pengkondisian suasana
kebatinan proses pembelajaran yang harmonis dengan pendekatan kasih sayang yang
jauh dari amarah dan kekerasan harus diutamakan. Kenakalan peserta didik dipandang
dengan pandangan kasih sayang (ain al-rahmah).
8. Hubungan guru dengan peserta didik dibangun dengan ikatan cinta karena Allah Swt.
(mahabbah fillah), bukan hubungan transaksional-materealistis, sehingga
memungkinkan tumbuh kembangnya perilaku berakhlak mulia dalam iklim akademik.
9. Mengembangkan pencapaian kompetensi peserta didik tidak hanya pada pemahaman
keagamaan saja, namun diperluas sampai mampu menerapkan dalam kehidupan
bersama di masyarakat secara istikamah hingga menjadi teladan yang baik bagi orang
lain melalui proses keteladanan guru, pembudayaan, dan pemberdayaan lingkungan
madrasah.
10. Menempatkan madrasah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan
pengalaman belajar peserta didik dengan memberi waktu yang cukup untuk
mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan mengoptimalkan peran
caturpusat pendidikan (madrasah, keluarga, masyarakat, dan tempat ibadah).

D. Elemen-elemen Mata Pelajaran Akidah Akhlak


Mata pelajaran Akidah Akhlak mencakup elemen keilmuan yang meliputi akidah, akhlak,
adab, dan kisah keteladanan. Elemen-elemen mata pelajaran Akidah Akhlak:
Elemen Deskripsi
Akidah Akidah berkaitan dengan prinsip kepercayaan yang memperkokoh
keimanan peserta didik dengan melakukan kajian mendalam agar
memperoleh pemahaman yang baik, benar, dan komprehensif.
Akidah inilah yang kemudian menjadi landasan dan motivasi
melakukan amal saleh dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara yang akan bernilai ibadah dan berdimensi ukhrawi.
Akhlak Akhlak merupakan buah ilmu dan keimanan (akidah). Akhlak akan
menjadi mahkota yang mewarnai keseluruhan elemen dalam akidah
akhlak. Ilmu Akhlak mengantarkan peserta didik dalam memahami
akhlak mulia (mahmudah) dan tercela (madzmumah), agar bisa
menjauhkan diri dari perilaku tercela dan membiasakan diri dengan
perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari baik dalam konteks
pribadi maupun sosial yang dilandasi atas kecintaan kepada Allah
Swt. (mahabbah fillah).
Adab Adab sebagai wujud implementasi akhlak secara operasional berupa
tata krama dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari baik secara
individu maupun sosial yang mencerminkan nilai-nilai Islam.
Kisah Kisah keteladanan menguraikan kehidupan nabi, rasul, sahabat nabi,
Keteladanan dan orang-orang saleh sebagai teladan dan pelajaran (ibrah) bagi
Elemen Deskripsi
peserta didik. Pembelajaran kisah keteladanan menekankan pada
kemampuan menganalisis dan mengambil hikmah dari kehidupan
masa lalu yang menginspirasi peserta didik untuk menyikapi dan
menyelesaikan fenomena dan permasalahan kehidupan masa kini dan
yang akan datang.

Capaian Pembelajaran
Fase F (Kelas XI dan XII Madrasah Aliyah/ Madrasah Aliyah Kejuruan)

Pada akhir fase F, pada elemen akidah, peserta didik mampu memahami sejarah, tokoh utama,
dan ajaran pokok aliran Ilmu Kalam, al-Asma’ al-Husna, fakta kematian dan alam barzakh
yang perlu disiapkan agar husnul khatimah. Pada elemen akhlak, peserta didik mampu
memahami akhlak terpuji (mahmudah) dan akhlak tercela (madzmumah) agar bisa
menjauhkan diri dari perilaku tercela dan membiasakan diri dengan perilaku mulia dalam
kehidupan sehari-hari sehingga terbentuk keshalehan individu dan sosial. Pada elemen adab,
peserta didik mampu memahami adab berhias, dalam perjalanan, bertamu, dan menemui
tamu, serta adab bergaul dengan teman sebaya, yang lebih tua, yang lebih muda, dan lawan
jenis dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Pada elemen kisah
keteladanan, peserta didik mampu memahami kisah para shahabat Nabi Saw., kesufian empat
Imam mazhab fikih, dan ulama Nusantara, dan mengambil ibrah dalam kehidupan sehari-hari.

Elemen Capaian Pembelajaran


Akidah Memahami sejarah ilmu kalam, tokoh utama dan
ajaran pokok aliran-aliran Ilmu Kalam (Khawarij,
Syiah, Murji'ah, Jabariyah, Qodariyah, Mu'tazilah, Ahl
as-Sunnah wa alJama’ah (Asy'ariyah dan
Maturidiyah), alAsma’ al-Husna (al-‘Afuww, ar-
Razzaq, adDhaar, an-Nafi’, al-Hasib, al-Hadi, dan al-
Khalik), dan dalil serta fakta terkait kematian, husnul
khatimah, dan su'ul khatimah.
Akhlak Memahami tingkatan spiritual (syariat, tarikat,
hakikat, dan ma’rifat), inti ajaran tasawuf menurut
tokoh (Imam Junaid alBaghdadi, Rabiah al-Adawiyah,
al-Ghazali, Syekh Abdul Qadir al-Jailani), sikap
musawah (persamaan derajat), tawasuth (moderat),
ukhuwah (persaudaraan), kolaboratif, fastabiq al-
khairat, optimis, dinamis, etika dalam berorganisasi
maupun bekerja, dan cara menghindari akhlak tercela
(membunuh, liwath, LGBT, meminum khamr, judi,
mencuri, durhaka kepada orang tua, meninggalkan
salat, memakan harta anak yatim, korupsi, israf, tabzir,
bakhil, keras hati, fitnah, berita bohong (hoaks),
namimah, tajassus, dan ghibah).
Adab Memahami adab berhias, dalam perjalanan, bertamu,
dan menemui tamu, serta adab bergaul dengan teman
sebaya, yang lebih tua, yang lebih muda, dan lawan
jenis.
Kisah Keteladanan Memahami keteladanan kisah para shahabat (Fatimah
Elemen Capaian Pembelajaran
az-Zahra r.a., Uways al-Qarni, Abdurrahman bin Auf,
Abu Dzar al-Gifari r.a.), kesufian empat Imam mazhab
(Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, Imam
Ahmad bin Hambal), dan ulama Nusantara (Kyai
Khalil al-Bangkalani, Kyai Hasyim Asy'ari, dan Kyai
Ahmad Dahlan).

Mengetahui, Senin, 14 Juli 2025


Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran

IMAM MA’RUF, [Link] HARTAJI, [Link].I


NIP. - NIP. -.

Anda mungkin juga menyukai