0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Modul Ajar Akidah Akhlak Kelas XII

Modul ajar ini dirancang untuk mata pelajaran Akidah Akhlak di kelas XII dengan fokus pada nilai-nilai Al-Asma Al-Husna. Peserta didik diharapkan dapat memahami dan menerapkan sifat-sifat Allah dalam kehidupan sehari-hari sebagai manifestasi cinta kepada-Nya dan sesama. Pembelajaran dilakukan melalui berbagai metode interaktif dan proyek kreatif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan sosial.

Diunggah oleh

kanghajj1087
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Modul Ajar Akidah Akhlak Kelas XII

Modul ajar ini dirancang untuk mata pelajaran Akidah Akhlak di kelas XII dengan fokus pada nilai-nilai Al-Asma Al-Husna. Peserta didik diharapkan dapat memahami dan menerapkan sifat-sifat Allah dalam kehidupan sehari-hari sebagai manifestasi cinta kepada-Nya dan sesama. Pembelajaran dilakukan melalui berbagai metode interaktif dan proyek kreatif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan sosial.

Diunggah oleh

kanghajj1087
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

KURIKULUM MERDEKA (KBC)

Nama Madrasah : ................................................


Nama Penyusun : ................................................
NIP : ................................................
Mata pelajaran : Akidah Akhlak
Fase F, Kelas / Semester : XII (Dua Belas) / I (Ganjil)
MODUL AJAR DEEP LEARNING (KBC)
MATA PELAJARAN : AKIDAH AKHLAK
BAB 1 : CERMINAN DAN NILAI MULIA AL-ASMA AL-HUSNA

A. IDENTITAS MODUL
Nama Madrasah : ..........................
Nama Penyusun : ..........................
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas / Fase / Semester : XII / F / Ganjil
Alokasi Waktu : 8 JP (4 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 20.. / 20..

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Peserta didik telah mengenal konsep dasar Asmaul Husna dan
beberapa nama-nama Allah Swt. pada fase sebelumnya.
● Minat: Peserta didik memiliki minat yang beragam; sebagian tertarik pada kajian
teologis, sementara yang lain lebih tertarik pada penerapan nilai-nilai dalam kehidupan
sehari-hari sebagai wujud cinta.
● Latar Belakang: Peserta didik berasal dari latar belakang keluarga dan lingkungan
sosial yang beragam, yang memengaruhi pemahaman awal mereka tentang konsep
pemaafan, rezeki, kekuasaan, dan kebijaksanaan.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Peserta didik belajar melalui diagram, kaligrafi Asmaul Husna, dan video
kisah-kisah inspiratif yang mencerminkan nilai-nilai cinta.
○ Auditori: Peserta didik belajar melalui penjelasan guru, diskusi kelompok, dan
mendengarkan pembacaan dalil-dalil Al-Qur'an dengan tartil.
○ Kinestetik: Peserta didik belajar melalui kegiatan bermain peran (simulasi sikap),
membuat proyek kreatif (poster, puisi), dan praktik langsung dalam interaksi sosial.

C. TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA


● Topik Panca Cinta: Cinta Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama Manusia.
● Materi Insersi: Keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. sebagai inti dan muara
kehidupan. Mengenal Asmaul Husna untuk meneladani sifat-sifat mulia Allah Swt.
sebagai wujud cinta kepada-Nya dan sesama.

D. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
○ Konseptual: Memahami makna dari al-‘Afuww, ar-Razzāq, al-Mālik, al-Hasīb, al-
Hādi, al-Khāliq, dan al-Hakīm.
○ Prosedural: Menerapkan cara-cara meneladani sifat-sifat mulia Allah Swt. tersebut
dalam perilaku sehari-hari sebagai manifestasi cinta.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan karena
mengajarkan nilai-nilai fundamental seperti memaafkan (cinta sesama), berusaha
mencari rezeki yang halal (cinta diri dan keluarga), bertanggung jawab (cinta amanah),
introspeksi diri (cinta perbaikan diri), dan kreatif (cinta kemanfaatan) yang dibutuhkan
dalam interaksi sosial.
● Tingkat Kesulitan: Sedang. Konsepnya bersifat teologis-abstrak, namun aplikasinya
sangat konkret dan dapat dihubungkan dengan pengalaman peserta didik.
● Struktur Materi: Materi disusun secara sistematis, dimulai dari pemahaman makna
setiap nama, dalilnya, hingga cara meneladaninya dengan penuh cinta dalam kehidupan.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Mengintegrasikan nilai-nilai cinta, pemaafan, syukur,
tanggung jawab, kebijaksanaan, kreativitas, dan kepedulian sosial sebagai cerminan iman
kepada Asmaul Husna.

E. DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Memperdalam pemahaman tentang sifat-sifat Allah untuk meningkatkan kualitas iman
dan mewujudkan akhlak mulia sebagai buah dari cinta kepada-Nya.
● Kewargaan: Menerapkan nilai-nilai seperti pemaafan (al-‘Afuww) dan keadilan dalam
interaksi sosial untuk membangun masyarakat yang harmonis dan penuh cinta.
● Penalaran Kritis: Menganalisis makna dan hikmah di balik setiap Asmaul Husna serta
relevansinya dalam menghadapi tantangan zaman.
● Kreativitas: Menghasilkan karya (tulisan, desain) yang terinspirasi dari sifat al-Khāliq
sebagai wujud cinta pada keindahan dan kemanfaatan.
● Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk mendiskusikan dan
mempresentasikan cara meneladani Asmaul Husna.
● Kemandirian: Melakukan introspeksi diri (muhasabah) sebagai cerminan dari sifat al-
Hasīb untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
● Kesehatan: Menjaga kesehatan spiritual dengan meyakini jaminan rezeki dari ar-Razzāq
dan petunjuk dari al-Hādi, sehingga menumbuhkan jiwa yang tenang dan penuh cinta.
● Komunikasi: Mampu menyampaikan pemahaman tentang Asmaul Husna secara lisan
dan tulisan dengan bahasa yang santun dan penuh hikmah.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Pada akhir fase F, pada elemen akidah, peserta didik mampu memahami sejarah, tokoh
utama, dan ajaran pokok aliran Ilmu Kalam, al-Asma’ al-Husna, fakta kematian dan alam
barzakh yang perlu disiapkan agar husnul khatimah. Pada elemen akhlak, peserta didik
mampu memahami akhlak terpuji (mahmudah) dan akhlak tercela (madzmumah) agar bisa
menjauhkan diri dari perilaku tercela dan membiasakan diri dengan perilaku mulia dalam
kehidupan sehari-hari sehingga terbentuk keshalehan individu dan sosial. Pada elemen adab,
peserta didik mampu memahami adab berhias, dalam perjalanan, bertamu, dan menemui
tamu, serta adab bergaul dengan teman sebaya, yang lebih tua, yang lebih muda, dan lawan
jenis dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Pada elemen kisah
keteladanan, peserta didik mampu memahami kisah para shahabat Nabi Saw., kesufian empat
Imam mazhab fikih, dan ulama Nusantara, dan mengambil ibrah dalam kehidupan sehari-hari.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Bahasa Indonesia: Menulis refleksi, puisi, atau cerita pendek tentang pengalaman
meneladani Asmaul Husna.
● Seni Budaya: Membuat kaligrafi atau desain grafis yang terinspirasi dari Asmaul Husna.
● Sosiologi: Menganalisis dampak sosial dari penerapan sifat pemaaf dan tanggung jawab
dalam masyarakat.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Peserta didik mampu menganalisis makna al-‘Afuww dan ar-Razzāq serta
meneladaninya sebagai wujud cinta kepada Allah dan sesama (2 JP).
● Pertemuan 2: Peserta didik mampu menganalisis makna al-Mālik dan al-Hasīb serta
meneladaninya sebagai wujud tanggung jawab dan cinta pada perbaikan diri (2 JP).
● Pertemuan 3: Peserta didik mampu menganalisis makna al-Hādi, al-Khāliq, dan al-
Hakīm serta meneladaninya sebagai wujud cinta pada ilmu, kreativitas, dan
kebijaksanaan (2 JP).
● Pertemuan 4: Peserta didik mampu menyajikan hasil analisis tentang cara meneladani
ketujuh Asmaul Husna dalam bentuk karya kreatif dan merefleksikannya sebagai
penguatan rasa cinta kepada Allah Swt (2 JP).

D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN


1. Menjelaskan makna al-‘Afuww, ar-Razzāq, al-Mālik, al-Hasīb, al-Hādi, al-Khāliq, dan
al-Hakīm.
2. Menunjukkan dalil naqli yang berkaitan dengan ketujuh Asmaul Husna tersebut.
3. Menganalisis contoh perilaku yang mencerminkan keteladanan dari ketujuh Asmaul
Husna.
4. Merancang sebuah karya (produk) sederhana yang mengampanyekan nilai-nilai luhur
dari Asmaul Husna.
5. Mempresentasikan hasil analisis tentang sikap yang mencerminkan sifat-sifat Allah
dalam Asmaul Husna.
E. IKLIM/BUDAYA MADRASAH
● Menciptakan lingkungan belajar yang dilandasi rasa saling menghargai, memaafkan, dan
penuh cinta kasih.
● Membudayakan sikap syukur atas segala nikmat dan rezeki yang diterima.
● Mendorong budaya bertanya, berpikir kritis, dan kreatif sebagai wujud cinta pada ilmu
pengetahuan.

F. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Meneladani Sifat-Sifat Allah Swt. Penuh Cinta dalam Kehidupan Sehari-hari.

G. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Discovery Learning, Project-Based Learning (PjBL).
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Melalui kegiatan perenungan (tadabur) makna Asmaul Husna
dan introspeksi diri (muhasabah) untuk merasakan kehadiran cinta Allah.
○ Meaningful Learning: Menghubungkan konsep Asmaul Husna dengan pengalaman
nyata peserta didik, sehingga pembelajaran terasa relevan dan bermakna.
○ Joyful Learning: Melalui diskusi yang hangat, permainan peran, dan pembuatan
proyek kreatif yang menyenangkan.
● Metode Pembelajaran: Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, presentasi.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan materi dalam berbagai format (teks dari buku,
rangkuman, video pendek, artikel online).
○ Diferensiasi Proses: Peserta didik dapat bekerja secara individu, berpasangan, atau
dalam kelompok kecil untuk menganalisis studi kasus.
○ Diferensiasi Produk: Peserta didik diberi kebebasan memilih produk akhir seperti
membuat poster digital, menulis puisi, membuat video pendek, atau menulis artikel
reflektif.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Bekerja sama dengan OSIS untuk mengadakan kampanye
"Saling Memaafkan" sebagai praktik dari al-'Afuww.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Menugaskan peserta didik untuk
mengobservasi para pekerja (petani, pedagang) sebagai refleksi dari sifat ar-Razzāq.
● Mitra Digital: Menggunakan platform seperti Canva untuk membuat poster dan
YouTube untuk mencari video inspiratif.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Pengaturan tempat duduk yang fleksibel (lingkaran, berkelompok) untuk
mendukung diskusi dan kolaborasi. Menempelkan kaligrafi Asmaul Husna di dinding
kelas.
● Ruang Virtual: Menggunakan grup WhatsApp atau Google Classroom untuk berbagi
materi tambahan dan mengumpulkan tugas.
● Budaya Belajar: Membangun suasana kelas yang aman, nyaman, dan terbuka, di mana
setiap pendapat dihargai dan setiap pertanyaan didorong sebagai wujud cinta pada proses
belajar.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Menggunakan proyektor untuk menampilkan video dan slide presentasi.
● Mendorong peserta didik menggunakan gawai untuk riset dan pembuatan produk digital.
● Memanfaatkan aplikasi kuis online (Quizizz, Kahoot) untuk asesmen formatif.

H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1 (2 JP : 90 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama Manusia
Pembahasan: Meneladani Sifat al-‘Afuww (Maha Pemaaf) dan ar-Razzāq (Maha Pemberi
Rezeki)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Salam dan Doa: Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak berdoa sebagai
wujud cinta kepada Sang Pencipta.
● Apersepsi: Guru bertanya, "Siapa yang pernah berbuat salah dan dimaafkan? Bagaimana
rasanya? Itu adalah percikan dari sifat cinta Allah, al-'Afuww." dan "Bagaimana cara kita
mendapatkan uang saku? Itu adalah cara Allah menunjukkan cinta-Nya melalui sifat ar-
Razzāq."
● Motivasi: Guru menyampaikan bahwa memahami kedua sifat ini akan menumbuhkan
rasa cinta dan syukur yang mendalam kepada Allah Swt.
● Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
● Mengamati (Mindful): Peserta didik diminta mengamati gambar/video singkat tentang
kisah pemaafan dan orang yang bekerja keras mencari rezeki.
● Menanya: Guru memantik pertanyaan: "Mengapa memaafkan itu penting dalam Islam?"
dan "Bagaimana kita harus bersikap terhadap rezeki yang kita terima?"
● Mengeksplorasi (Meaningful): Guru menjelaskan makna, dalil, dan cara meneladani
sifat al-‘Afuww dan ar-Razzāq dengan bahasa yang menyentuh dan penuh nuansa cinta.
● Mengasosiasi: Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mendiskusikan
studi kasus:
○ Kelompok A: Menganalisis kisah Rasulullah yang memaafkan penduduk Thaif.
○ Kelompok B: Menganalisis bagaimana sikap seorang pelajar dalam menyikapi
rezeki (uang saku) dari orang tua.
● Mengomunikasikan (Joyful): Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya
dengan semangat. Kelompok lain memberikan tanggapan yang konstruktif.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik boleh memilih untuk menuliskan hasil diskusi dalam bentuk
poin-poin, peta konsep, atau narasi singkat.
○ Produk: Guru menugaskan proyek akhir (dikerjakan bertahap) dan mempersilakan
peserta didik memilih bentuk karya yang diminati.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi: Guru mengajak peserta didik merenung: "Sikap pemaaf apa yang akan saya
praktikkan hari ini sebagai bukti cinta saya kepada Allah?"
● Rangkuman: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang cinta Allah

Anda mungkin juga menyukai