0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan108 halaman

Perencanaan Pembelajaran Efektif di Sekolah

Dokumen ini membahas pentingnya perencanaan pembelajaran di sekolah dasar dan menengah untuk mencapai tujuan pendidikan nasional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) melalui pembinaan dan pendampingan, serta mengevaluasi dampaknya terhadap proses belajar mengajar. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa, guru, dan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Diunggah oleh

rinda.palupi9333
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai RTF, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan108 halaman

Perencanaan Pembelajaran Efektif di Sekolah

Dokumen ini membahas pentingnya perencanaan pembelajaran di sekolah dasar dan menengah untuk mencapai tujuan pendidikan nasional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) melalui pembinaan dan pendampingan, serta mengevaluasi dampaknya terhadap proses belajar mengajar. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa, guru, dan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Diunggah oleh

rinda.palupi9333
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai RTF, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pendidikan Nasional bertujuan pada pembentukan manusia seutuhnya,
bertaqwa, berakhlak karimah, cerdas, terampil, cakap, dan menjadi warga
Negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan
masyarakat dan tanah air. Jadi masyarakat yang baik, cakap, terampil, dan
sejahtera merupakan sasaran yang ingin dicapai dari pendidikan. Sebagai
warga Negara Indonesia menyadari zaman telah mengalami perubahan ke arah
kemajuan. Hal ini sebagai akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang pesat, (Soedjiarto, 2003: 3). Pendidikan Dasar dan Menengah
diharapkan membuahkan hasil belajar berupa perubahan pengetahuan dan
ketrampilan yang sejalan dengan tujuan dalam pencapaian indikator pada
kompetensi dasar dan standar kompetensi. Sebagaimana dijelaskan dalam
kurikulum bahwa penyelenggaraan pendidikan di sekolah dasar bertujuan :
(1) mendidik siswa agar menjadi manusia Indonesia seutuhnya berdasarkan
Pancasila yang mampu membangun dirinya sendiri serta ikut
bertanggungjawab terhadap pembangunan bangsa; (2) memberi bekal
kemampuan yang diperlukan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke
tingkat yang lebih tinggi; dan (3) memberi bekal kemampuan dasar untuk
hidup dimasyarakat dan mengemabngkan diri sesuai dengan bakat, minat,
kemampuan dan lingkungannya ( Depdiknas, 2004; 1). Kegiatan pembelajaran
adalah suatu kondisi yang dengan sengaja diciptakan untuk menciptakan suatu
kondisi belajar mengajar pada peserta didik di kelas, dalam kegiatan ini sangat
diperlukan peran guru untuk mencapai tujuan yang diinginkan, mengingat
begitu pentingnya kegiatan pembelajaran maka guru perlu merancang sebaik
mungkin, sehingga materi yang diberikan bermanfaat bagi siswa. Perencanaan
atau rancangan ini merupakan proses penyusunan sesuatu yang akan
dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dalam hal ini
adalah pembelajaran siswa.

1
1
Dalam perencanaan pembelajaran harus disesuaikan dengan target
pendidikan yang telah ditentukan. Guru sebagai subyek dalam perencanaan
dituntut untuk mampu menyusun berbagai program pengajaran sebagai
pendekatan dan metode yang akan digunakan. Dalam buku “Perencanaan
Pembelajaran” yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga
Kependidikan tahun 2004 disebutkan bahwa : Perencanaan pembelajaran
(instruction design) adalah keseluruhan proses analisis kebutuhan dan tujuan
belajar serta pengembangan sistem penyampaiannya untuk memenuhi
kebutuhan dan mencapai tujuan belajar, termasuk di dalamnya pengembangan
paket pembelajaran dan kegiatan mengevaluasi program dan hasil belajar.
Dalam implementasinya silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan
pembelajaran, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-
masing guru. Selain itu silabus harus dikaji dan dikembangkan secara
berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi belajar, evaluasi
proses (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana pelaksanaan
pembelajaran. Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan
pembelajaran lebih lanjut, seperti pembuatan rencana pembelajaran,
pengelolaan kegiatan pembelajaran dan pengembangan sistem penilaian.
Pembelajaran dan pengembangannya sepenuhnya menjadi tugas dan
kreatifitas dari guru yang mengajar di kelas, karena itu guru dituntut memiliki
kompetensi dan kreativitas yang tinggi karena dengan menggunakan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sekolah diberi keleluasaan untuk
membuat strategi pembelajaran sendiri dalam menyampaikan mata pelajaran
sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan kepada siswa disesuaikan
dengan situasi dan kondisi di sekolah masing-masing. Untuk itu masing-
masing sekolah berusaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan
sebaik-baiknya tanpa mengurangi esensi dan substansi dari kurikulum yang
ada. Kegiatan pembelajaran di sekolah harus mengacu pada kurikulum yang
sudah ditentukan oleh Pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun

2
2
2006 tentang Standar Kompetensi. Kurikulum yang dilaksanakan sekarang
adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Di dalam pembelajaran ada 3 komponen yang harus dikembangkan
dan saling keterkaitan yaitu guru, siswa dan proses pembelajaran. Dari pihak
guru adalah guru harus terlebih dahulu membuat perencanaan pembelajaran
yang matang mulai dari membuat program tahunan, program semester, dan
program harian yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di samping
harus menguasai materi yang akan diajarkan, metode-metode mengajar dan
bisa menguasai kelas serta membuat alat evaluasi. Dari pihak siswa kesiapan
menerima pelajaran, kedisiplinan dan kesungguhan, sedang proses
pembelajaran adalah ada sinergi antara guru, murid, metode dan model
pembelajaran yang tepat dari materi kompetensi yang akan diajarkan.
Untuk mencapai hal tersebut guru harus menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran, karena setiap kali pertemuan harus sudah
disiapkan terlebih dahulu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, pembelajaran
harus dipersiapkan sedemikian rupa agar pembelajaran terarah dan terkontrol.
Dengan demikian kompetensi yang ingin dicapai dalam perencanaan bisa
tercapai dengan baik. Dengan adanya perubahan kurikulum buku paket yang
dibuat pemerintah dan sudah dikirim ke sekolah-sekolah kadang tidak urut
dengan kompetensi yang ada pada kurikulum, sehingga dibutuhkan
kecermatan dan ketrampilan guru untuk meramu materi kompetensi yang
ingin dicapai dari berbagai buku sumber atau sumber lain yang relevan.
Berdasarkan hasil pemantauan yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah yang
sekaligus peneliti di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar
masih ditemukan guru yang mengajar belum berpedoman pada silabus dan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tentang kompetensi yang akan diajarkan,
sehingga dalam pelaksanakan proses pembelajaran tidak terencana dengan
baik. Hal ini sangat dimungkinkan terjadi materi yang sama disampaikan
berulang-ulang, sedangkan kompetensi yang lain tidak tersampaikan secara
keseluruhan. Kejadian yang demikian akan terkesan bahwa guru mengajar
kurang menguasai materi dan cenderung kurang efektif dan efisien. Kinerja
guru yang belum memuaskan ini, apabila tidak ditanggulangi secara cepat

3
3
akan berdampak pada kesulitan yang berkelanjutan baik bagi sekolah, guru,
dan peserta didik.
Bagi sekolah apabila masalah ini dibiarkan tanpa adanya suatu
tindakan yang diambil oleh kepala sekolah selaku edukator akan
mempengaruhi hasil belajar yang berakibat pada kenaikan kelas dan tingginya
laju angka mengulang di kelas. Bagi guru tujuan pembelajaran akan tidak
tercapai karena tidak adanya perubahan perilaku yang positif dari peserta didik
setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, seperti perubahan kognitif, afektif
dan psikomotor. Dari beberapa penyebab rendahnya kinerja guru, peneliti
selaku Kepala Sekolah memprioritaskan masalah Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran. Sebab melalui RPP dapat diketahui kadar kemampuan dan
kinerja guru dalam menjalankan profesinya. Untuk itu, melalui supervisi
akademik simpatik merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan
kinerja guru dalam mengembangkan RPP. Ada sebagian guru memiliki silabus
dan rencana pelaksanaan pembelajaran lengkap, tetapi dengan cara
memfotokopi dari sekolah lain yang situasi dan kondisinya berbeda, baik guru,
siswa maupun sarana dan prasarananya, karena yang membuat orang lain
pemikiran dan ide-idenya juga bisa saja berbeda, sehingga perangkat
pembelajaran yang telah ada tidak bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Sebagai dampak dari belum disusunnya silabus dan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP), maka metode dan model pembelajaran aktif
yang akan digunakan pun tidak terencana dengan baik, akhirnya metode yang
dipilih dan paling mudah tanpa adanya persiapan khusus yaitu digunakan
metode ceramah, yang berakibat siswa menjadi pasif, kurang antusias,
mengantuk, ngobrol sendiri dan ada pula yang mengerjakan mata pelajaran
lain. Padahal dengan diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP), sekolah diberi otoritas penuh untuk melaksanakan kurikulum
disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah masing-masing, tanpa
merubah substansi dan esensi dari kurikulum yang telah disusun oleh Badan
Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pembinaan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah melalui teknik supervisi, teknik ini dipilih dengan
alasan dirasa paling tepat, karena adanya keinginan bersama antara guru dan

4
4
Kepala Sekolah untuk maju bersama, mempunyai kedaulatan yang seimbang,
dan masing-masing memiliki kewajiban. Kepala Sekolah sebagai pembina
memiliki kewajiban untuk melaksanakan pembinaan terhadap guru dalam hal
membina dalam mengembangkan silabus dan membuat rencana pelaksanaan
pembelajaran, sedangkan guru memiliki tanggung jawab untuk
mengembangkan silabus dan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran
dan melaksanakannya sebagai salah satu dari pemenuhan standar kompetensi
guru yaitu kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik. Berdasar
realita tersebut maka penulis berkeinginan untuk mengadakan penelitian
Tindakan Sekolah dengan judul: Melalui Pembinaan dan Pendampingan
dalam upaya meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten
Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019.

B. Perumusan Masalah.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas maka dalam
penelitian ini dapat dirumuskan masalah Sebagai berikut: Apakah Melalui
Pembinaan dan Pendampingan dapat meningkatkan Kemampuan Guru
dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SLBC YPALB
Karanganyar Kabupaten Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019.

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, maka tujuan penelitian ni
adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kemampuan guru SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten
Karanganyar dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran betul-betul dapat dijadikan
sebagai acuan.
2. Menerapkan pembinaan berkelanjuatan dan Supervisi akademik dalam
upaya meningkakan kemampuan guru di SLBC YPALB Karanganyar
Kabupaten Karanganyar untuk menyusun Rencana pelaksanaan
pembelajaran yang sesuai standar proses.

5
5
D. Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat penelitian ini mencakup secara teoretis dan praktis:
1. Manfaat Teoretis.
Dapat menambah kemampuan dan kompetensi guru dalam berbagai
pengetahuan baru sehingga dapat digunakan sebagai bahan rujukan untuk
peningkatkan mutu pendidikan dan penelitian selanjutnya
2. Manfaat Praktis.
a. Bagi Siswa:
1) Pembelajaran akan bermakna, karena tahapan pembelajaran telah
tersusun secara logis dan sistematis sesuai dengan perencanaan.
2) Meningkatkan aktivitas dan interaksi belajar mengajar.
3) Materi pembelajaran mudah difahami dan diterima oleh peserta
didik, sehingga kualitas pembelajaran meningkat.
b. Bagi Guru:
1) Memperbaiki dan meningkatkan kinerja guru dalam merencanakan
dan melaksanakan pembelajaran yang pakem.
2) Menambah wawasan baru sehingga akan dapat meningkatkan
profesionalisme guru.
c. Bagi Kepala Sekolah dan Pengawas.
1) Memberikan masukan akan arti dan pentingnya supervisi akademik
dan pembinaan bagi guru dalam menyusun, merencanakan dan
melaksanakan pembelajaran dan evaluasi..
2) Memberikan motivasi dan semangat kepada kepala sekolah dan
pengawas untuk melaksanakan supervisi dan pembinaan secara
terprogram dan berkesinambungan kepada guru..

6
6
BAB II
KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Kajian Teori Tentang Pembinaan Guru.


1. Pengertian Pembinaan Guru
Guru adalah suatu profesi. Oleh karena merupakan profesi, maka
sebelum seseorang menjadi guru haruslah terlebih dahulu menempuh jenjang
pendidikan keguruan. Untuk Sekolah Lanjutan Atas jenjang pendidikan
keguruan yang menghasilkan guru adalah Institut Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (IKIP). Sungguhpun para guru telah dipersiapkan sedemikian
melalui lembaga pendidikan, realitas menunjukkan bahwa di dunia ini tidak
ada manusia yang terdidik penuh termasuk guru. Perkembangan IPTEK yang
demikian pesat mengharuskan guru untuk belajar terus. Kalau tidak, ia akan
ketinggalan dengan laju perkembangan teknologi yang cepat. Pendidikan
harus mengikuti perkembangan IPTEK yang sangat pesat, maka guru sebagai
faktor kunci pendidikan di sekolah harus selalu belajar, tidak ada yang
menjamin kalau mampu mengejar IPTEK. Yang mungkin dapat dilakukan
adalah berusaha menjadikan mereka tidak terlalu jauh tertinggal dengan
serangkaian upaya pembinaan guru (Depdikbud, 1986). Istilah Pembinaan
guru sendiri sebenarnya berasal dari kurikulum SD, SMP dan SMA tentang
Pembinaan Guru (Depdikbud, 1984; 1986). Dalam berbagai kepustakaan,
baik Indonesia maupun asing, sering diistilahkan supervisi. Meskipun
haruslah disadari, bahwa ada juga yang menempatkan Pembinaan guru atau
supervisi ini dalam kerangka staff development, staff
improvement,profesional growth dan career development.
Secara terminologis, Pembinaan guru sering diartikan sebagai
serangkaian usaha bantuan kepada guru, terutama bantuan yang berwujud
layanan profesional yang dilakukan oleh Kepala Sekolah untuk
meningkatkan proses dan hasil belajar. Jika yang dimaksud Pembinaan guru
adalah supervisi,maka banyak pakar yang memberikan pengertian berbeda
dengan inti yang sama. Kurikulum 1975 memberikan batasan supervisi
sebagai bantuan kepada staf untuk mengembangkan situasi belajar mengajar

7
7
yang lebih baik (Depdibbud, 1975). Adams (1959) memberikan batasan
sebagai perencanaan program perbaikan pengajaran. Sementara itu Wiles
memberikan batasan Supervisi sebagai berikut :Supervision is service activity
that exists to help teachers do their job better (Wiles, 1955:3). Pandangan
Kolaborativ Pembinaan Guru
Menurut pendapat Ali Imron (2007,hal 74-75) menyatakan bahwa
pandangan Kolaborativ pembinaan guru mendasarkan asumsi-asumsi yang
digunakan dalam psikologi kognitif. Belajar siswa dalam pandangan
psikologi kognitif adalah merupakan konvergensi antara pandangan
behavioristik dan pandangan humanistik. Jika pandangan behavioristik lebih
menekankan kontrol instrumen lingkungan,maka pandangan humanistik
memandang belajar sebagai usaha penemuan sendiri atas sesuatu. Dengan
demikian, dalam pandangan psikologi kognitif, belajar sesungguhnya
merupakan konvergensi antara kontrol instrumental lingkungan dan usaha
penemuan oleh diri sendiri.
Jika dalam pandangan psikologi kognitif, tanggung jawab guru dan
siswa sama-sama sedang dan seimbang, maka pandangan Kolaborativ
dalam Pembinaan guru juga ada kedaulatan yang seimbang antara Pengawas
dan guru. Tanggung jawab mereka masing-masing, yaitu sebagai guru dan
sebagai Pengawas, sama-sama sedang. Dalam pandangan Kolaborativ,
perilaku pokok Pengawas mencakup : mendengar, mempresentasikan,
memecahkan masalah dan negosiasi. Target Pembinaan guru dalam
pandangan Kolaborativ adalah terdapatnya kontrak antara Pengawas dan
guru. Kondisi guru yang dihadapi berbeda, sesuai dengan pendapat
Glickman (1981) yang dikutip Ali Imron (1990:77) mengemukakan
karakteristik guru berdasarkan atas tingkatan komitmen (level of
Commitment) dan tingkat abstraksi (level of abstraction)-nya. Tingkatan
komitmen menunjukkan kepada usaha dan penyediaan waktu dalam
melaksanakan tugasnya. Ia lebih dari sekedar concern. Sementara itu
tingkatan abstraksi menunjuk kepada kemampuan kognitif,pemikiran
abstrak dan simbolik yang dapat dilakukannya, dan bahkan kemampuan

8
8
[Link] pengertian tersebut, nyatalah bahwa Pembinaan
guru atau supervisi adalah sebagai berikut :
a. Serangkaian bantuan yang berwujud layanan profesional.
b. Layanan profesional tersebut diberikan oleh orang yang lebih ahli
(Kepala Sekolah, Pengawas , ahli lainnya) kepada guru
c. Maksud layanan profesional tersebut adalah agar dapat meningkatkan
kualitas proses dan hasil belajar, sehingga tujuan pendidikan yang
direncanakan dapat tercapai.
Supervisi atau Pembinaan guru yang dilakukan menginspeksi tersebut
ternyata tidak hanya ditemukan dalam kepustakaan Indonesia. Dalam
kepustakaan asing supervisi dengan pengertian inspeksi pun
ditemukan,seperti dikemukakan oleh Gwynn (1961) sebagai berikut :
Supervision originated as inspection of school and continued with that its
major emphasis to about 1920 (Gwynn, 196: 8).
Pembinaan guru atau supervisi dengan model lama (inspeksi) bisa
menjadikan penyebab guru menjadi takut,tidak bebas dalam melaksanakan
tugas dan merasa terancam keamanannya bila bertemu dengan
supervisor,tidak memberikan dorongan bagi kemajuan guru. Oleh karena itu,
semua kegiatan pembaharuan pendidikan,termasuk pembaharuan
kurikulumnya,yang dilakukan dengan pengerahan waktu,biaya dan tenaga
akan sia-sia. Conny Semiawan (1985) mengemukakan bahwa penghalang
bagi pembaharuan,termasuk dalam supervisi adalah sebagai
berikut :Pertama, sistem Pembinaan yang kurang memadai. Hal ini
disebabkan oleh
a. Pembinaan yang masih menekankan aspek administratif dan
mengabaikan aspek profesional,
b. Tatap muka antara Guru dan Kepala Sekolah dan guru sangat sedikit,
c. Kepala Sekolah yang sedikit mengajar,sehingga banyak dibutuhkan
bekal tambahan agar dapat mengikuti perkembangan baru,
d. Pada dasarnya masih menggunakan jalur searah,dari atas ke bawah,
e. Potensi guru sebagai Kepala Sekolah kurang dimanfaatkan.

9
9
Kedua,sikap mental yang kurang sehat dari Pengawas. Hal ini
disebabkan oleh:
a. Hubungan profesional yang kaku dan kurang akrab akibat sikap otoriter
Kepala Sekolah, sehingga guru takut kepada Kepala Sekolah
b. Banyak Kepala Sekolah dan guru sudah merasa berpengalaman,
sehingga tidak merasa perlu lagi belajar,
c. Pengawas dan guru merasa cepat puas dengan hasil belajar siswa.
2. Tujuan Pembinaan Guru
Tujuan Pembinaan guru adalah untuk meningkatkan kemampuan
profesional guru dalam meningkatkan proses dan hasil belajar melalui
pemberian bantuan yang terutama bercorak layanan profesional kepada
guru. Jika proses belajar meningkat, maka hasil belajar diharapkan juga
meningkat. Dengan demikian,rangkaian usaha Pembinaan profesional guru
akan memperlancar pencapaian tujuan kegiatan belajar mengajar
( Depdikbud, 1986). Secara umum, Pembinaan guru atau supervisi
bertujuan untuk memberikan bantuan dalam mengembangkan situasi
belajar mengajar yang lebih baik (Wiles, 1955) melalui usaha peningkatan
profesional mengajar (Depdikbud, 1975), menilai kemampuan guru
sebagai pendidik dan pengajar dalam bidang masing-masing guna
membantu mereka melakukan perbaikan dan bila mana diperlukan dengan
menunjukkan kekurangan-kekurangan untuk diperbaiki sendiri (Nawawi,
1983)
Joesoef Djajadisastra mengemukakan tujuan Pembinaan guru atau
supervisi, sebagai berikut :
a. Memperbaiki tujuan khusus mengajar guru dan belajar siswa
b. Memperbaiki materi (bahan) dan kegiatan belajar mengajar
c. Memperbaiki metode, cara mengorganisasi kegiatan belajar mengajar
d. Memperbaiki penilaian atas media
e. Memperbaiki proses belajar mengajar dan hasilnya
f. Memperbaiki pembimbingan siswa atas kesulitan belajarnya
g. Memperbaiki sikap guru atas tugasnya.

10
10
Berdasarkan tujuan-tujuan tersebut sangatlah jelas, bahwa supervisi
atau Pembinaan guru bertujuan sebagai berikut :
a. Memperbaiki proses belajar mengajar
b. Perbaikan tersebut dilaksanakan melalui Pembinaan profesional
c. Yang melakukan Pembinaan adalah Pengawas
d. Sasaran Pembinaan tersebut adalah guru, atau orang lain yang ada
kaitannya.
e. Secara jangka panjang, Pembinaan tersebut adalah memberikan
kontribusi bagi pencapaian tujuan pendidikan.
3. Fungsi Pembinaan Guru
Berdasarkan tujuan-tujuan tersebut, kemudian dapat diidentifikasi
fungsi-fungsi Pembinaan guru. Fungsi-fungsi tersebut
meliputi :memelihara program pengajaran sebaik-baiknya, menilai dan
memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi hal belajar, memperbaiki
situasi belajar anak-anak Supervisi juga berfungsi untuk mengkoordinasi,
menstimulasi dan mengarahkan pertumbuhan guru-guru,mengkoordinasi
semua usaha sekolah,memperlengkapi kepemimpinan sekolah,
memperluas pengalaman guru-guru,menstimulasi usaha-usaha yang
kreatif,memberi fasilitas dan penilaian yang terus menerus, menganalisis
situasi belajar mengajar, memberikan pengetahuan dan ketrampilan guru
serta staf, mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu
meningkatkan kemampuan guru. Bahwa fungsi Pembinaan guru adalah
menumbuhkan iklim bagi perbaikan proses dan hasil belajar melalui
serangkaian upaya Pembinaan terhadap guru-guru dalam wujud layanan
profesional.
4. Prinsip-prinsip Pembinaan Guru
Agar Pembinaan guru tersebut dapat dilakukan dengan baik,perlu
dipedomani prinsip-prinsip Pembinaan guru. Yang dimaksud dengan
prinsip adalah sesuatu yang harus dipedomani dalam suatu aktivitas. Para
pakar mengidentifikasi prinsip-prinsip Pembinaan guru sesuai dengan
sudut tinjau mereka. Depdikbud (1986) mengemukakan prinsip-prinsip
Pembinaan guru sebagai berikut :

11
11
a. Dilakukan sesuai dengan kebutuhan guru
b. Hubungan antara guru dengan Pengawas didasarkan atas kerabat kerja
c. Pengawas ditunjang sifat keteladanan dan terbuka
d. Dilakukan secara terus menerus
e. Dilakukan melalui berbagai wadah yang ada
f. Diperlancar melalui peningkatan koordinasi dan sinkronisasi horizontal
dan vertikal baik di tingkat pusat maupun daerah
Dalam penggolongan yang lebih rinci lagi, Djajadisastra (1976)
mengemukakan prinsip Pembinaan guru menjadi prinsip fundamental dan
prinsip praktis. Yang dimaksud dengan prinsip fundamental adalah
Pembinaan guru atau supervisi dipandang sebagai bagian dari keseluruhan
proses pendidikan yang tidak terlepas dari dasar-dasar pendidikan nasional
Indonesia, yakni Pancasila. Supervisi pendidikan haruslah menggunakan
prinsip-prinsip sila pertama sampai kelima Pancasila. Prinsip fundamental
ini haruslah menjiwai kegiatan supervisi. Yang dimaksud dengan prinsip
praktis adalah kaidah-kaidah yang harus dijadikan pedoman praktis dalam
pelaksanaan supervisi. Prinsip praktis oleh Djajadisastra dibagi lagi menjadi
prinsip positif dan negatif. Tahalele (1979) juga mengemukakan bahwa
prinsip praktis Pembinaan guru dapat digolongkan prinsip positif dan
negatif. Prinsip positif berisi anjuran untuk memedomani sesuatu yang baik
dalam pelaksanaan supervisi,sementara prinsip negatif berisi anjuran untuk
meninggalkan sesuatu yang tidak baik, yang berakibat terhalangnya
pencapainya tujuan pendidikan.
Adapun prinsip-prinsip positif tersebut meliputi hal-hal
(Djajadisastra, 1976; Tahalele,1979) sebagai berikut :
a. Ilmiah, yaitu dilaksanakan secara sistematis,obyektif dan menggunakan
instrumen. Sistematis maksudnya berurut dari masalah satu ke masalah
berikutnya secara runtut. Obyektif maksudnya apa adanya,tidak mencari-
cari atau mengarang-ngarang. Menggunakan instrumen maksudnya, dalam
melaksanakan pembinaan guru harus ada instrumen sebagai panduan.
b. Kooperatif, artinya terdapat kerjasama yang baik antara guru dengan
Pengawas.

12
12
c. Konstruktif, artinya dalam melaksanakan Pembinaan, hendaknya
mengarah kepada perbaikan, apapun perbaikannya dan seberapapun
perbaikannya.
d. Realistik, sesuai dengan keadaan,tidak terlalu idealistik.
e. Progresif, artinya dilaksanakan maju selangkah demi selangkah namun
tetap mantap.
f. Inovatif, yang berarti mengihtiarkan pembaharuan dan berusaha
menemukan hal-hal baru dalam Pembinaan.
g. Menimbulkan perasaan aman bagi guru-guru.
h. Memberi kesempatan kepada guru dan Pengawas untuk mengevaluasi diri
mereka sendiri, dan menemukan jalan pemecahan atas kekurangannya.
Adapun prinsip-prinsip negatif Pembinaan guru adalah sebagai berikut
a. Pembinaan guru tidak boleh dilaksanakan dengan otoriter
b. Pembinaan guru tidak boleh mencari-cari kesalahan guru.
c. Pembinaan guru tidak boleh dilaksanakan berdasarkan tingginya pangkat.
d. Pembinaan guru tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil.
e. Pembinaan guru tidak boleh dilepaskan dari tujuan pendidikan dan
pengajaran.
f. Pengawas tidak boleh merasa dirinya lebih tahu dibandingkan dengan
guru.
g. Pembinaan guru tidak boleh terlalu memperhatikan hal-hal yang terlalu
kecil dalam mengajar sehingga membelokkan maksud Pembinaan.
h. Pengawas tidak boleh lekas kecewa jika mengalami kegagalan.

B. Kajian Teori Tentang Penyusunan Perencanaan Pembelajaran

Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005


tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus
dikembangkan adalah standar proses. Standar proses adalah standar nasional
pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan
pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria
minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di
seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar proses

13
13
ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada jalur formal,
baik pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester. Standar proses
meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran,
penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk
terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

a. Pengertian RPP.
Istilah perencanaan menurut pendapat (Willian G. Cuningham:
1982) yang dikutip oleh [Link] mengemukakan: Perencanaan
adalah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi
dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan
memvisualisasikan dan memformulasikan hasil yang diinginkan,
urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang
dapat diterima yang akan digunakan dalam penyelesaian. Definisi
kedua mengemukakan bahwa perencanaan adalah hubungan antara
yang ada sekarang (what is) dengan bagaimana seharusnya (what
should be) yang bertalian dengan kebutuhan,penentuan tujuan,
prioritas,program dan alokasi sumber. Bagaimana seharusnya adalah
mengacu pada masa yang akan datang. Perencanaan di sini
menekankan kepada usaha mengisi kesenjangan antara keadaan
sekarang dengan keadaan yang akan datang disesuaikan dengan apa
yang dicita-citakan yaitu menghilangkan jarak antara keadaan sekarang
dengan keadaan mendatang yang diinginkan.
Sementara definisi yang lain tentang perencanaan dirumuskan
sangat pendek, perencanaan adalah suatu cara untuk mengantisipasi
dan menyeimbangkan perubahan. Dalam definisi ini ada asumsi bahwa
perubahan selalu terjadi, dan perubahan ini selalu diantisipasi, dan
hasil antisipasi ini dipakai agar perubahan itu seimbang. Artinya
perubahan yang terjadi di luar organisasi pengajaran tidak jauh berbeda
dengan perubahan yang terjadi pada organisasi itu dengan harapan agar
organisasi tidak mengalami keguncangan. Jadi, makna perencanaan di
sini adalah usaha mengubah organisasi agar sejalan dengan perubahan

14
14
[Link] rumusan-rumusan di atas, dapat dibuat
rumusan baru tentang apa itu perencanaan. Perencanaan yaitu suatu
cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan
baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna
memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam pembelajaranpun perlu
perencanaan yang matang sebagai upaya untuk perbaikan
pembelajaran dengan asumsi sebagai berikut :
1). untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan
perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya
desain pembelajaran;
2). untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan
pendekatan sistem;
3). perencanaan desain pembelajaran diacukan pada bagaimana
seseorang belajar;
4). untuk merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada
siswa secara perorangan;
5). pembelajaran yang dilakukan akan bermuara pada ketercapaian
tujuan pembelajaran,dalam hal ini akan ada tujuan langsung
pembelajaran, dan tujuan pengiring dari pembelajaran;
6). sasaran akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah
mudahnya siswa untuk belajar;
7). perencanaan pembelajaran harus melibatkan semua variabel
pembelajaran;
8). inti dari desain pembelajaran yang dibuat adalah penetapan
metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
Dengan disusunnya rencana pembelajaran, guru yang mengajar
menjadi lebih siap dan lebih profesional. Menurut Oemar Hamalik
2001: 135 rencana pembelajaran memiliki fungsi sebagai berikut:

15
15
1) Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan
pendidikan sekolah dan hubungan dengan pembelajaran yang
dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu.
2) Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan
pembelajarannya terhadap tujuan pencapaian pendidikan.
3) Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pembelajaran yang
diberikan dan prosedur yang dipergunakan.
4) Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan
murid, minat-minat murid dan mendorong motivasi belajar.
5) Mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar
dengan adanya organisasi kurikuler yang lebih baik, metode yang
tepat dan menghemat waktu.
Dalam implementasinya, silabus dijabarkan dalam rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) , dilaksanakan, dievaluasi dan
ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Rencana pelaksanaan
pembelajaran adalah rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit
yang akan diterapkan guru dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan
RPP inilah seorang guru baik yang menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran ( RPP) itu sendiri maupun yang bukan) diharapkan bisa
menerapkan pembelajaran secara terprogram. Oleh karena itu RPP
harus mempunyai daya terap (aplicable) yang tinggi. Pada sisi lain,
melalui RPP pun dapat diketahui kadar kemampuan guru dalam
menjalankan profesinya. Dalam menyusun RPP ada beberapa
anggapan dasar yang harus diperhatikan ( Depdiknas : 2007)
1) Rencana pembelajaran harus diarahkan atau ditujukan untuk
membantu siswa belajar individual.
2) Rencana pembelajaran memiliki dua tahap yaitu tahap jangka
pendek yang merupakan tahap dimana rencana pembelajaran
segera dibuat karena segera akan dilaksanakan, dan tahap jangka
panjang merupakan rencana yang dibuat untuk satu
semesterataupun untuk satu program.

16
16
3) Rencana pembelajaran yang sistematis akan berpengaruh
besar terhadap pengembangan manusia secara individual. Alasan
yang paling mendasar adalah untuk meyakinkan bahwa
pendidikan tidak ada hal-hal yang merugikan dan setiap siswa
memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakatnya
secara individual sampai pada tingkat yang maksimum.
4) Rencana pembelajaran dibuat dengan menggunakan pendekatan
sistem yaitu melalui beberapa tahap dimulai dari analisis tujuan
dan diakhiri dengan evaluasi. Penetapan pada setiap tahap
didasarkan pada kenyataan yang bersifat empiris dan setiap tahap
akan masuk ke tahap berikutnya.
5) Rencana pembelajaran didasarkan pada pengetahuan bagaimana
manusia itu belajar. Anggapan tersebut dengan pengertian
bagaimana kemampuan individu itu dapat dikembangkan dan tidak
cukup dengan pernyataan “apa yang seharusnya bagi mereka”.

RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan


belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada
satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan
sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun untuk
setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau
lebih. Guru dapat merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan
yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.

2. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP

a. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik.

b. RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin,


kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat,
potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus,

17
17
kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau
lingkungan peserta didik.

c. Mendorong partisipasi aktif peserta didik,


Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik
untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi,
kemandirian, dan semangat belajar.

d. Mengembangkan budaya membaca dan menulis


Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran
membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam
berbagai bentuk tulisan.

e. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut


RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif,
penguatan, pengayaan, dan remedi.

f. Keterkaitan dan keterpaduan .


RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan
antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator
pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu
keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan
mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata
pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

g. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi


RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi
informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif
sesuai dengan situasi dan kondisi.

3. Komponen RPP adalah sebagai berikut.:

a. Identitas mata pelajaran


Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester,
program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah
pertemuan.

b. Standar kompetensi

18
18
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal
peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap,
dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau
semester pada suatu mata pelajaran.

c. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai
peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan
penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.

d. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang
diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.

e. Materi ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan,
dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator
pencapaian kompetensi.

f. Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian
KD dan beban belajar.

g. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai
kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan.
Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan
kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan
kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.
Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas
1 sampai kelas 3 SD/MI.

h. Kegiatan pembelajaran

1) Kegiatan awal (pendahuluan)

19
19
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan
pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan
memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif
dalam proses pembelajaran. Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a) menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk
mengikuti proses pembelajaran,
b) mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan
pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari,
c) menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang
akan dicapai,
d) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan
sesuai silabus.

2) Kagiatan Inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk


mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik
untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat,
dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik Kegiatan inti
menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik
peserta didik dan mata pelajaran. kegiatan inti merupakan proses
pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta
didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang
cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan
bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik
melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Eksplorasi
adalah serangkaian kegiatan pembelajaran yang memberi
kesempatan kepada peserta didik untuk mencaritemukan berbagai
informasi, pemecahan masalah, dan inovasi. Dalam kegiatan
eksplorasi, guru:

20
20
a) melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan
dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan
menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari
aneka sumber,
b) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media
pembelajaran, dan sumber belajar lain,
c) memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara
peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar
lainnya,
d) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran,
e) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di
laboratorium, studio, atau lapangan.

Elaborasi adalah serangkaian kegiatan pembelajaran yang


memungkinkan peserta didik mengekspresikan dan
mengaktualisasikan diri melalui berbagai kegiatan dan karya yang
bermakna. Dalam kegiatan elaborasi, guru:
a) membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang
beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna.
b) memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi,
dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara
lisan maupun tertulis,
c) memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis,
menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut,
d) memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan
kolaboratif,
e) memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk
meningkatkan prestasi belajar,
f) memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang
dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun
kelompok,

21
21
g) memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja
individual maupun kelompok,
h) memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen,
festival, serta produk yang dihasilkan,
i) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang
menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi adalah serangkaian kegiatan pembelajaran yang


memberi kesempatan bagi peserta didik untuk dinilai, diberi
penguatan dan diperbaiki secara terus-menerus. Dalam kegiatan
konfirmasi, guru:
a) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk
lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan
peserta didik,
b) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi
peserta didik melalui berbagai sumber,
c) memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk
memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
d) memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman
yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar

3) Kegiatan akhir (Penutup)

Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk


mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam
bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan
balik, dan tindak lanjut. Dalam kegiatan penutup, guru:
a) bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat
rangkuman/simpulan pelajaran,
b) melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram,
c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil
pembelajaran,

22
22
d) merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk
pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling
dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun
kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik,
e) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.

f) Indikator pencapaian kompetensi


Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur
dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi
dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.
Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan
menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan
diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

i. Penilaian hasil belajar


Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan
dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar
Penilaian.

j. Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan
kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan
indikator pencapaian kompetensi

C. Kajian Teori Tentang Kemampuan Guru.


1. Pengertian Kemampuan Guru
Seorang guru yang akan mengajar di SMP atau bentuk lain yang
sederajat harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimal
Diploma Empat (D-IV) atau Sarjana yang relevan, yang diperoleh dari
program studi yang terakreditasi. Kualifikasi akademik yang
dipersyaratkan untuk dapat diangkat sebagai guru dalam bidang-bidang
khusus yang sangat diperlukan tetapi belum dikembangkan di Perguruan
Tinggi dapat diperoleh melalui uji kelayakan dan kesetaraan. Uji

23
23
kelayakan dan kesetaraan bagi seseorang yang memiliki keahlian tanpa
ijazah dilakukan oleh perguruan tinggi yang diberi wewenang untuk
melaksanakannya.(Depdiknas; 2007). Standar kompetensi guru
dikembangan secara utuh dari 4 kompetensi utama, yaitu kompetensi
pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Keempat kompetensi
tersebut terintegrasi dalam kinerja guru, yang dikembangkan menjadi
kompetensi guru mata pelajaran. Untuk lebih jelasnya keempat standar
kompetensi tersebut akan diuraikan satu-persatu, yaitu:
a. Kompetensi Pedagogik:
1) Menguasai Karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral,
sosial, kultural, emosional dan intelektual.
2) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang
mendidik.
3) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang
pengembangan yang diampu.
4) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk
kepentingan pembe pembelajaran.
6) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
7) Berkomunikasi secara efektif,empatik dan santun dengan peserta
didik.
8) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
9) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan
pembelajaran.
10) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas
pembelajaran.
b. Kompetensi Kepribadian meliputi:
1) Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan
kebudayaan nasional Indonesia.
2) Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak ulia, dan
teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

24
24
3) Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif
dan berwibawa.
4) Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga
menjadi guru, dan rasa percaya diri.
5) Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.
c. Kompetensi Sosial meliputi:
1) Bersikap inklusif, bertindak subjektif, serta tidak diskriminatif
karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar
belakang keluarga, dan status sosial ekonomi.
2) Berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan sesama
pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat.
3) Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik
Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya.
4) Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain
secara
d. Kompetensi profesional, meliputi:
1) Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang
mendukung mata pelajaran yang diampu.
2) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata
pelajaran yang diampu.
3) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.
4) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan
melakukan tindakan reflektif.
5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk
mengembangkan diri.

D. Kerangka Berpikir.
Berdasarkan kajian teori di atas dapat dirumuskan kerangka berfikir
sebagai berikut, di SLBC YPALB Karanganyar belum optimal dilaksanakan
pembinaan dan bimbingan dalam mengembangkan silabus dan menyusun RPP
sehingga pada umumnya guru belum menampakkan kompetensi/
kemampuannya dengan baik dalam penyusunan rencana pelaksanaan

25
25
pembelajaran. Dengan kondisi yang demikian maka perlu dilaksanakan
kegiatan pembinaan/supervisi secara berkesinambungan, dengan harapan
dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) menjadi lebih baik, dimana mereka mampu merubah
pola mengajarnya dengan merencanakan dan menyiapkan daya dukung yang
berupa: RPP, sumber belajar yang lengkap, pemilihan metode yang tepat,
menggunakan media yang sesuai, serta menerapkan model-model
pembelajaran yang inovatif sehingga akan memotivasi siswa aktif dalam
mengikuti pelajaran yang akhirnya hasil belajarnya akan meningkat. Adapun
Kerangka berpikir ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Kondisi awal siswa sebelum supervisi/pembinaan


Kemampuan menyusun RPP masih perlu pembinaan dan pendampingan

Melalui optimalisasi pembinaan dan bimbingan pada guru di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karang
Pelaksanaan tindakan

Kondisi akhir setelah tindakan Kemampuan Guru SLBC dalam menyusun RPP meningkat

E. Hipotesis Tindakan.
Berpijak dari kajian teori dan kerangka berpikir di atas, maka dapat di
rumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut: Bahwa Melalui Pembinaan dan
Pendampingan dapat meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SLBC YPALB Karanganyar
Kabupaten Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019.

26
26
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Setting Penelitian

1. Tempat Penelitian
Tempat penelitian ini di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten
Karanganyar. Adapun alasannya adalah (1). Sekolah tersebut adalah
sebagai Sekolah peneliti mengajar dan sebagai kepala sekolah sehingga
mempermudah peeneliti untuk memperoleh data secara valid. (2). Secara
umum kemampuan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran masih
dalam kondisi perlu pembinaan dan pendampingan (3). dilihat dari sisi
pendidikan semua guru tamatan S1/D IV yang relevan . (4). Kemampuan
mengajarnya masih perlu pembinaan dan pendampingan.
2. Waktu Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian, peneliti mengambil waktu selama
3 bulan, yaitu mulai bulan 5 Agustus sampai dengan bulan 31 Oktober
2018 dengan alasan waktu tersebut merupakan waktu belajar efektif
sehingga memudahkan untuk mengetahui peningkatan kompetensi
/kemampuan guru (hasil supervisi) dalam merencanakan dan
melaksanakan pembelajaran. Adapun rincian jadwal sebagai berikut :
Tabel 1. Jadwal Penelitian Tindakan Sekolah

No Jenis kegiatan Agts Sep Okt


1 Mengurus izin penelitian x
2 Menyusun Proposal penelitian x
3 Pelaksanaan penelitian
Siklus 1 x
Siklus 2 x
Siklus 3 x

27
27
4 Analisis data x
5 Penyusunan laporan hasil penelitian x

B. Metode Penelitian
1. Pengertian Metode Penelitian
Metode penelitian adalah “ilmu pengetahuan yang membicarakan
tentang cara dan tindakan akibat adanya hasrat ingin tahu dari manusia dalam
taraf keilmuan yang disalurkan dengan pemikiran yang tinggi disertai dengan
keyakinan bahwa ada sebab bagi akibat dan bahwa setiap gejala yang nampak
dapat dicari penjelasannya secara ilmiah” Koentjoroningrat (1993: 7).
Sedangkan yang dimaksud penelitian adalah sebagai suatu usaha atau kegiatan
yang bertujuan untuk memecahkan suatu masalah dengan menggunakan cara-
cara dan metode-metode yang bersifat ilmiah. Dari pengertian di atas maka
dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode penelitian adalah
“suatu ilmu yang mempelajari tentang cara-cara atau system system untuk
memecahkan suatu masalah yang dihadapi seseorang dalam mengadakan
suatu penelitian ilmiah”. Winarno Surahmad (1993: 96).
2. Macam-macam metode penelitian
Macam-macam metode penelitian ada 3 jenis yaitu :
a. Metode Deskripsi
Metode deskripsi adalah metode yang penyelidikannya tertuju pada
pemecahan masalah yang pada masa sekarang.
b. Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah metode penyelidikan dengan mengadakan
kegiatan percobaan untuk melihatsuatu hasil
c. Metode Histori.

Metode histori adalah metode penelitian yang mengklasifikasikan metode

pemecahan yang ilmiah dan prospektif histories suatu masalah (Winarno

surahmad,1993: 131).

3. Metode penelitian yang digunakan

28
28
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

deskriptif kwalitatif Penelitian yang menggunakan metode diskriptif

kwalitatif bertujuan agar dalam penelitian ini dapat tercapai hasil dengan

tepat dan memuaskan. Menurut H.J. Waluyo (1992: 24).

4. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini diambil sampel dari seluruh guru di SLBC
YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar Semester I tahun pelajaran
2018/2019 yang berjumlah 20 guru kelas dan mata pelajaran. Sedangkan
objek penelitian ini adalah rencana pelaksanaan pembelajaran.

C. Pendekatan dan Strategi Penelitian


1. Pendekatan Penelitian.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian
tindakan sekolah. Untuk melaksanakan kegiatan penelitian ini peneliti
menempuh cara dengan melaksanakan supervisi di SLBC YPALB
Karanganyar serta menampung aspirasi dan usulan dari para Guru dan
kepala sekolah terkait dengan kegiatan perencanaan dan pelaksanaan
pembelajaran yang selanjutnya mengumpulkan Guru dan
menindaklanjuti dengan kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada
guru di sekolah.
2. Strategi Penelitian.
Peneliti dalam melaksanakan penelitian tindakan sekolah diawali
dengan supervisi ke kelas untuk melihat kemampuan guru dalam
merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Hal ini peneliti lakukan
untuk mengetahui dari dekat kendala apa yang dihadapi oleh guru dalam
melaksanakan tugas sehari hari di depan kelas terutama dalam menyusun
perencanaan dan melaksanaan pembelajaran. Disamping itu untuk
mengetahui pula solusi yang dapat diberikan kepada para Guru dalam
memperbaiki kinerjanya dalam pembelajaran. Berpangkal dari
permasalahan yang ada, maka perlu dilakukan langkah-langkah yang

29
29
kongkrit untuk pemecahannya yaitu dengan sistem siklus. Adapun
langkah untuk masing-masing siklus adalah sebagai berikut:
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi dan refleksi.
Banyaknya siklus yang direncanakan ada tiga siklus dipandang cukup
untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Berikut ini adalah bagan
prosedur penelitian tindakan kelas sebagai berikut.

Rencana I Rencana II Rencana III

Refleksi Tindakan Refleksi Tindakan Refleksi Tindakan

Siklus I Siklus II Siklus III

Observasi Observasi Observasi

Gambar : Model penelitian Tindakan Sekolah Kemmis dan M.C Taggart


(Zaenal Aqib, 2006: 31)

D. Prosedur Penelitian.
Karena penelitian ini merupakan penelitian tindakan, maka
pelaksanaannya dengan cara siklus. Pelaksanaannya selama dua siklus. Siklus-
siklus itu merupakan rangkaian yang saling berkelanjutan. Maksudnya, siklus
kedua merupakan kelanjutan dari siklus pertama. Setiap siklusnya selalu ada
persiapan/perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan atau
observasi, dan refleksi. Gambaran penelitian tindakan itu sebagai berikut:
1. Perencanaan Tindakan.
Pada tahap ini supervisor yang sekaligus peneliti mengadakan
kesepakatan dengan guru di SLBC YPALB Karanganyar untuk
meningkatkan kompetensinya dalam menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP). Pada tahap in supervisor berusaha memulai
pembicaraan dalam suasana penuh keakraban, terbuka, bersahabat,
sehingga terbangun hubungan kerjasama yang baik dan harmonis. Ada

30
30
beberapa langkah penting yang perlu kita lakukan pada tahap ini antara
lain :
[Link] pertemuan antara guru, kepala sekolah dengan pembina
gugus untuk membahas langkah-langkah nyata guna memecahkan
masalah yang tengah dihadapi oleh guru dalam pembelajaran.
[Link] kajian ulang terhadap penyusunan rencana pembelajaran
yang telah dibuat oleh guru, dengan mencermati : (a) Tujuan
pembelajaran/kompetensi dasar/indikator hasil belajar, (b)
Bahan/materi belajar, (c) Strategi pembelajaran, (d) Waktu, metode,
media dan sumber belajar, (e) Penilaian.
[Link] dan mengembangkan instrumen observasi yang berupa Alat
Penilaian Kemampuan Guru (APKG) dalam penyusunan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) melalui diskusi dan pembahasan
yang mendalam. Adapun instrumen APKG 1 yang dikembangkan di
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Karanganyar
adalah terlampir (Lampiran 2) :
2. Pelaksanaan Tindakan
Diskripsi tindakan yang akan dilakukan, skenario kerja tindakan
perbaikan yang akan dikerjakan dan prosedur tindakan yang akan
diterapkan peneliti adalah sebagai berikut :
a) Dalam pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan melaksanakan
supervisi guru dalam pelaksanaan pembelajaran ke kelas-kelas untuk
memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang kinerja guru.
b) Pertemuan awal guna memberikan catatan tentang
kekurangan/kelemahan yang ditemukan dalam kegiatan supervisi di
kelas atau di luar kelas.
c) Melaksanakan sherring dan pembinaan guru serta kepala sekolah
untuk menyamakan persepsi dan menentukan langkah yang segera
untuk ditindak lanjuti dalam rangka mengatasi permasalahan yang
dihadapi guru.
d) Mengadakan sosialisasi kepada para guru SLBC YPALB
Karanganyar dalam penyusunan perencanaan pembelajaran.

31
31
d). Membimbing dan memberikan contoh dan pengarahan kepada guru
dalam mencoba menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran untuk
Semesster I.
e). Mengamati kinerja guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran
sesuai sistematika yang telah ditentukan.
f). Mengumpulkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah
dibuat oleh para guru untuk dinilai dengan format APKG 1.
g). Reviw hasil RPP yang telah disusun oleh guru, yang selanjutnya
setelah semua guru memahami dan mampu menyusun RPP, maka
dilanjutkan kegiatan menyusun RPP untuk satu Semesster I bagi
kelasnya masing-masing.
3. Pengamatan ( Observasi ) Tindakan
Tahap observasi ini dilaksanakan pada saat guru melaksanakan
kegiatan mencoba menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
untuk Semesster I. Kegiatan observasi ini diupayakan tidak mengganggu
aktivitas guru, berlangsung secara alamiah tidak terpengaruh oleh
kehadiran supervisor. Kehadiran supervisor diupayakan menimbulkan
rasa nyaman bagi guru atau tidak memberikan dampak buruk terhadap
suasana kerja para guru. Para Guru merasa tidak grogi atas kehadiran
supervisor, hal ini sungguh akan berdampak positif terhadap suasana
kerja.
Dalam tahapan ini, peneliti yang sekaligus pembina gugus
kenari melakukan kegiatan pengamatan secara langsung pada waktu guru
melaksanakan penuyusunan rencana pelaksanaan di sekolah, hal ini
dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kinerja serta kemampuan para
Guru dalam merencanakan pembelajaran dalam rangka mempersiapkan
pembelajaran yang baik bagi anak didiknya dalam meraih prestasi yang
optimal. Disamping itu hal ini peneliti lakukan guna memperoleh
gambaran dan bahan masukan yang akurat guna mencarikan solusi dan
menentukan langkah yang tepat untuk memperbaiki kemampuan Guru di
SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar dalam menyusun
perencanaan pembelajaran.

32
32
4. Refleksi Tindakan
Tahap refleksi ini dilakukan segera sesudah kegiatan praktek
penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) selesai.. Pertemuan
ini merupakan diskusi klarifikasi, analisis, dan balikan antara supervisor
dan Guru berkaitan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang
dilaksanakan serta kriteria dan rencana bagi tindakan siklus berikutnya.
Suasana pertemuan balikan ini diciptakan sebagaimana pertemuan awal,
yakni penuh keakraban, terbuka, bersahabat, sehingga terbangun
hubungan kerjasama yang harmonis. Supervisor menunjukkan catatan
dan bukti-bukti sedemikian rupa, sehingga Guru dapat mengetahui
kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan pada saat mencoba
menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
Refleksi juga merupakan kegiatan yang meliputi analisis, sintesis,
memaknai, menerangkan dan akhirnya membuat suatu kesimpulan
dengan mengkaji hasil informasi, pengamatan dan hasil supervisi/
pengamatan kinerja/ kemampuan Guru yang telah didapatkan dari
sekolah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui perubahan peningkatan
kemampuan Guru dalam menyusun prencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) guna mempersiapkan pembelajaran, dengan cara membandingkan
hasil supervisi/pembinaan sebelumnya dengan hasil setelah
dilaksanakan supervisi/pembinaan secara berkesinanbungan pada siklus
pertama. Hasil refleksi ini dimanfaatkan untuk perbaikan siklus
berikutnya. Guru dan kepala sekolah serta pengawas mendiskusikan
hasil yang diperoleh dari tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil
pengamatan yang difokuskan pada guru dalam penyusunan rencana
pembelajaran. Apabila ternyata hasilnya belum sesuai dengan indikator
yang diharapkan, maka dilaksanakanlah untuk siklus yang berikutnya
hingga diperoleh hasil yang sesuai dengan indikator/ kriteria yang telah
ditentukan sebelumnya.

D. Validitas Data.

33
33
Untuik menjamin dan menguji validitas data yang diperoleh, dan
dikumpulkan benar-benar dapat dipertanggung jawabkan kepada pembaca
maka peneliti melakukan pemeriksaan keabsahan data dengan tehnik :
1. Perpanjangan Keikutsertaan.
Dalam penelitian peneliti terlibat secara langsung ke lokasi
penelitian karena peneliti adalah kepala sekolah di SLBC YPALB
Karanganyar Kabupaten Karanganyar. Peneliti melakukan observasi
dan mencatat segala kejadian yang berkaitan dengan penelitian sebagai
bahan pelengkap analisis dan pengolahan data. Hasil pengolahan dan
analisis digunakan untuk menentukan tindakan selanjutnya yang
dikemas dalam pembinaan dan bimbingan.
2. Triangulasi.

Triangulasi data adalah tehnik pemeriksaan validitas (keabsahan)

data dengan memanfaatkan sarana di luar data itu untuk keperluan

pengecekan atau pembandingan data itu (Lexy.J Moleong, 1995: 178).

E. Analisis Data
Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan

menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan

untuk menjelaskan perubahan perilaku guru dalam pembelajaran dan

perilaku supervisor dalam melaksanakan supervisi guru. Adapun analisis

kuantitatif digunakan untuk mengetahui keberhasilan guru berdasarkan

standar yang telah ditetapkan adalah menggunakan APKG terlampir

dengan model analisis interaktif dapat ditunjukkan seperti gambar di bawah

ini.

34
34
Sumber: HB Sutopo (1996: 87)

F. Indikator Keberhasilan

Seluruh data yang telah terkumpul, selanjutnya dipergunakan sebagai

alat untuk menilai keberhasilan tindakan. Indikator keberhasilan yang

diharapkan adalah terjadinya peningkatan kompetensi atau kemampuan guru

dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) rata-rata nilai

yang dicapai oleh guru adalah 4,00.

35
35
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Diskripsi Kondisi awal.


Uraian mengenai hasil penelitian sebagai jawaban atas rumusan
masalah dari Bab I akan disajikan dalam Bab IV ini. Sebelum hasil penelitian
dipaparkan, pada bab ini diuraikan terlebih dahulu mengenai kondisi awal
kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran di
SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar yang belum optimal dan
perlu bimbingan dan pembinaan. Dengan demikian, pada bab ini akan
dikemukakan tentang: (1) kondisi awal kemampuan guru dalam menyusun
RPP, (2) Pelaksanaan tindakan dan hasil penelitian; dan (3) pembahasan hasil
penelitian. Dari hasil supervisi awal diperoleh kesimpulan rata-rata guru
sebagai berikut :
1. Guru dalam mengajar belum mengkaji silabus dan menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), karena pada saat observasi
dilaksanakan hanya ditemukan dua orang guru yang membawa silabus
dan RPP, meskipun punya itupun hanya sekedar untuk memenuhi
tuntutan administrasi, sehingga ketika mengajar tidak mengacu pada
indikator dan kompetensi dasar yang telah dirumuskan pada silabus.
2. Guru dalam melaksanakan pembelajaran cenderung teks book tanpa
daya dukung metode, media, sumber belajar yang memadahi serta
dengan pengelolaan kelas yang kurang baik, sehingga kurang terjadi

36
36
interaksi antara guru dengan siswa, siswa terkesan pasif.
Pembelajarannya cenderung satu arah yaitu hanya dari guru saja, guru
belum berfungsi sebagai fasilitator, belum menerapkan model –model
pembelajaran yang lain, termasuk belum melaksanakan kegiatan
pembelajaran di luar kelas pada mata pelajaran tertentu..
3. Guru dalam melakukan penilaian kurang terprogram tanpa ada penilaian
awal, proses maupun penilaian akhir Guru belum melaporkan hasil
evaluasi hasil belajar siswa kepada kepala sekolah.
4. Guru belum memaksimalkan dalam pemanfaatan media pembelajaran
sebagai alat bantu mengajar. Secara kuantitatif hasil pengamatan dan
penilaian kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar
yang telah dilakukan peneliti pada siklus pertama diperoleh data
sebagai termaktub dalam tabel 1
Tabel 1 Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Pra Siklus
Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 2,8 2,8 2,6 2,8 3,0 2,8 16.8 2,80
2 Nurul Hayati, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 16,0 2,66
3 Hesti Mugi R, [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
4. Johar Rochmawati, [Link] 2,5 3,0 2,5 3,0 3,0 3,0 17,0 2,83
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 17,0 2,83
6. Sri Handayani [Link] 3,0 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 17,0 2,83
7 Budi Mulyani, [Link] 2,8 2,8 2,6 2,8 3,0 2,8 16.8 2,80
8 Sutimin, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 16,0 2,66
9 Suparna , [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
10 Dra. Sutabahati 2,5 3,0 2,5 3,0 3,0 3,0 17,0 2,83
11 Pasono, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 17,0 2,83
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,0 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 17,0 2,83
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85

37
37
14 Girmono DK, [Link] 2,8 2,8 2,6 2,8 3,0 2,8 16.8 2,80
15 Theresia Widyastuti 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 16,0 2,66
16 Wagiyem, [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
17 Ari Yulianto, [Link] 2,5 3,0 2,5 3,0 3,0 3,0 17,0 2,83
18 Titik Murdati, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 17,0 2,83
19 Widya Purnama, [Link] 3,0 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 17,0 2,83
20 Chika Juiesa A, [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
Jumlah 56,0 58,2 53,6 56,6 56,6 57,6 338,6 16,93
Rata-rata 2,80 2,91 2,68 2,83 2,83 2,88 16,81 2,82

Berdasarkan telaah hasil kompetensi/kemampuan guru dalam


menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di atas,
menggambarkan masih banyak ditemukan beberapa hal penting yang
harus segera mendapatkan penanganan dan perhatian serius dari semua
pihak utamanya kepala sekolah dan pengawas/pembina. Untuk menangani
kelemahan dan hambatan yang dialami guru tersebut di atas agar supaya
tidak berlarut-larut dan merugikan beberapa pihak dan pemangku
kepentingan, maka pembinaan dalam rangka sosialisasi dan pemberian
contoh penyusunan RPP memang perlu dan segera dilakukan. Dilihat dari
masih banyaknya Guru utamanya yang dalam hal menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran masih mengalami kesulitan utamanya dalam
menentukan strategi pembelajaran yang harus menampilkan kegiatan
siswa di bidang eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi serta harus
mengintegrasikan nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam
pembelajaran serta dalam membuat rangkuman materi. Rata-rata Guru di
SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar kemampuannya
dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran masih dalam kategori
cukup, dengan nilai rata-rata 2,82, hal ini dikarenakan guru kurang
termotivasi dan kurang sosialisasi dalam menyusun RPP.

B. Diskripsi Siklus 1
Berdasarkan pemantauan selama persiapan, pelaksanaan, dan tindak
lanjut penelitian tindakan sekolah ini diperoleh berbagai data dari guru yang
sedang melaksanakan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran.
Gambaran yang merupakan hasil penelitian adalah sebagai berikut:

38
38
1. Perencanaan Siklus I

Kegiatan yang dilakukan tanggal, 23-8-2018 dan 30-8-2018


sebelum melaksanakan penelitian tindakan sekolah adalah melakukan
perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh guru dan peneliti yang
sekaligus sebagai kepala sekloah adalah sebagai berikut:
a. Supervisor melakukan koordinasi, yaitu dengan mengumpulkan guru di
SLBC YPALB Karanganyar untuk menyamakan persepsi dalam
mengambil langkah-langkah yang kongkrit dalam menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran.
b. Menyiapkan instrumen penilaian kinerja guru di SLBC YPALB
Karanganyar dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
yang berupa Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG).
c. Menyiapkan format silabus dan RPP dan petunjuk pengisiannya serta
peralatan yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan.
2. Pelaksanaan Siklus I
Siklus I dilaksanakan 2 x pertemuan yaitu Kamis tanggal, 23 dan
30 Agustus 2018. Pertemuan 1 dilaksanakan tanggal 23-8-2018 dengan
urutan kegiatan sebagai berikut:
a. Supervisor datang ke sekolah untuk melaksanakan pembinaan
penyusunan perencanaan pembelajaran yang berupa silabus dan RPP.
b. Guru memperhatikan penjelasan/sosialisasi tentang cara penyusunan
silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran yang disampaikan
oleh nara sumber/pembina.
c. Setelah sosialisasi dan pembinaan selesai dilanjutkan guru mencoba
menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran satu paket
sesuai dengan standar proses untuk mata pelajaran tertentu yang
berlaku di kelasnya masing-masing.
d. Setelah kegiatan pembinaan berakhir, maka hasil karya guru yang
berupa silabus dan RPP dikumpulkan untuk dinilai oleh peneliti, dan
sekaligus untuk dianalisa hasil kinerja/kompetensi Guru tersebu. Hal
ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan kompetensi
Guru dalam menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran

39
39
atau belum.
Pertemuan 2 dilaksanakan tanggal 30-8-2018 dengan urutan
kegiatan sebagai berikut:
a. Supervisor datang ke sekolah untuk melaksanakan pembinaan
penyusunan perencanaan pembelajaran yang berupa silabus dan RPP.
b. Guru memperhatikan penjelasan/sosialisasi tentang cara penyusunan
silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran yang disampaikan
oleh nara sumber/pembina.
c. Setelah sosialisasi dan pembinaan selesai dilanjutkan guru mencoba
menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran satu paket
sesuai dengan standar proses untuk mata pelajaran tertentu yang
berlaku di kelasnya masing-masing.
d. Setelah kegiatan pembinaan berakhir, maka hasil karya guru yang
berupa silabus dan RPP dikumpulkan untuk dinilai oleh peneliti, dan
sekaligus untuk dianalisa hasil kinerja/kompetensi Guru tersebu. Hal
ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan kompetensi
Guru dalam RPP atau belum.
3. Observasi Siklus I.
Selama peneliti melaksanakan pembinaan guru di SLBC YPALB
Karanganyar secara langsung sudah melaksanakan observasi terhadap
kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksaan pembelajaran
Setelah mengadakan penilaian hasil kerja para guru yang berupa RPP,
maka dilanjutkan dengan kegiatan berikutnya yaitu merekap nilai,
mengidentifikasi serta menganalisa temuan dan kesulian apa yang
dihadapi oleh para guru dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran. Dari hasil pengamatan yang dilakukan peneliti terhadap
gambaran hasil rata-rata sebagai berikut:
3.1. Guru sudah mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
walaupun belum begitu baik, dimana dalam merumuskan tujuan
belum sinkrun dengan indikatornya.
3.2. Dalam menuliskan materi kebanyakan masih pokok-pokoknya saja
dan belum merupakan rangkuman.

40
40
3.3. Pengalokasian waktu sudah banyak yang tepat.
3.4. Dalam pemilihan metode, media maupun sumber bahan masih sangat
terbatas dan kuarng begitu sesuai..
3.2. Belum mencoba dengan model pembelajaran yang aktif, seperti
Jagsaw, Mind Maps, Trial By Jury dan sebagainya.
3.3. Dalam strategi dan prosedur pembelajaran belum begitu urut dan
sistematikanya masih berbeda-beda.
3.4. Dalam menentukan tehnik penilaian dan tindak lanjut belum sesuai.
Secara kuantitatif hasil pengamatan dan penilaian kemampuan
guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran di SLBC
YPALB Karanganyar yang telah dilakukan peneliti pada siklus pertama
diperoleh data sebagai termaktub dalam tabel 2
Tabel 2 Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus I
Mere Meran Meren Tamp Juml Rata2
Menge
ncan cang canaka ilan
Menen mbangk
akan pengel n doku
tukan an dan
sken olaan prosed men
bahan mengor
ario kelas ur, renca
pembe ganisasi
kegia jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran kan
tan dan pemb
dan materi,
pemb menyi elajar
merum media,
elajar apkan an
uskan dan
an.3 alat
tujuan sumber
penilai
belajar
an
1. Nur Hidayah, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
2 Nurul Hayati, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
3 Hesti Mugi R, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
4. Johar Rochmawati, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
6. Sri Handayani [Link] 3,0 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 18,5 3,08
7 Budi Mulyani, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
8 Sutimin, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
9 Suparna , [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
10 Dra. Sutabahati 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
11 Pasono, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,0 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 18,5 3,08
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
14 Girmono DK, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
15 Theresia Widyastuti 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
16 Wagiyem, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
17 Ari Yulianto, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33

41
41
18 Titik Murdati, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
19 Widya Purnama, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
20 Chika Juiesa A, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
Jumlah 60,0 61,0 62,0 60,6 61,4 66,6 371,6 18,58
Rata-rata 3,00 3,05 3,10 3,03 3,07 3,33 18,58 3,09

Dari tabel di atas diperoleh informasi dan gambaran, bahwa ada


kenaikan kemampuan Guru dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran dari 2,82 menjadi 3,09 dengan kategori baik, walaupun
kenaikannya belum begitu menggembirakan, namun sudah mulai ada
perubahan yang positif. Hal ini juga menunjukkan bahwa sudah ada
kemauan dan perubahan dari sisi kemampuan guru. Banyak kendala yang
masih dihadapi oleh guru dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran, hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, baik faktor
internal yang berasal dari dalam diri guru itu sendiri maupun eksternal
seperti lingkungan yang kurang mendukung. Namun demikian para guru di
SLBC YPALB Karanganyar tetap komitmen untuk meningkatkan
kemampuannya
4. Refleksi Tindakan Siklus I.
Refleksi merupakan uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil
penelitian dan refleksi berkaitan dengan proses dan dampak tindakan
perbaikan yang dilaksanakan serta kriteria dan rencana bagi tindakan
siklus berikutnya. Penelitian tindakan sekolah ini berhasil apabila :
a. Rata-rata guru di SLBC YPALB Karanganyar (60%) telah mampu
menyusun perencanaan pembelajaran dengan baik dan betul.
b. Pembinaan yang telah dilaksanakan pada siklus pertama belum
berhasil dengan maksimal, hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian
kemampuan guru (APKG) dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran. Hal ini dari sisi guru disebabkan ada beberapa kendala
antara lain terbatasnya waktu, tenaga, sarana prasarana dan biaya yang
ada, akibatnya peningkatannya terlihat belum banyak jika
dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, malah ada guru yang
perubahan kinerjanya masih terlihat minim sekali. Dengan kondisi

42
42
yang demikian maka peneliti yang sekaligus sebagai pembina gugus
dituntut untuk melaksanakan kegiatan refleksi dengan melaksanakan
tindakan yang sama dengan mereview kembali tentang komponen
kinerja guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran serta
menyiapkan sarana dan prasarana serta fasilitas yang lebih memadahi
pada siklus kedua.

C. Diskripsi Siklus II
Pada siklus kedua ini dilaksanakan tanggal, 6-9-2018, dan 13-9-
2018 berdasarkan temuan dari siklus pertama, bagian yang sudah baik
dipertahankan, sedangkan bagian persentase yang keberhasilannya masih
minim atau kecil perlu diperbaiki pada siklus kedua ini. Berdasarkan hasil
refleksi dan pelaksanaan tindak lanjut siklus pertama, gambaran hasil dan
temuan yang perlu segera ditindak lanjuti adalah meliputi hampir seluruh
aspek dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
1. Perencanaan Siklus II.
a. Supervisor melakukan koordinasi, yaitu dengan mengumpulkan Guru
beserta kepala sekolahnya di SLBC YPALB I Karanganyar
Karanganyar untuk menyamakan persepsi dalam mengambil langkah-
langkah yang kongkrit dalam rangka memperbaiki kemampuan guru
dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
d. Menyiapkan instrumen penilaian kinerja guru di SLBC YPALB
Karanganyar dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
yang berupa Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG).
e. Menyiapkan format silabus dan RPP dan petunjuk pengisiannya serta
peralatan yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan
2. Pelaksanaan Siklus II.
Siklus I dilaksanakan 2 x pertemuan yaitu Kamis tanggal, 6 dan 13
September 2018. Pertemuan 1 dilaksanakan tanggal 6-9-2018 dengan
urutan kegiatan sebagai berikut:
a. Supervisor hadir ke SLBC YPALB Karanganyar untuk melaksanakan
pembinaan/sosialisasi ulang tentang bagaimana menyusun rencana

43
43
pelaksanaan pembelajaran.
b. Guru memperhatikan pembinaan dari supervisor tentang cara
penyusunan silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran yang
disampaikan.
c. Setelah sosialisasi dan pembinaan selesai guru melanjutkan dengan
mencoba menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran
satu paket sesuai dengan standar proses untuk satu mata pelajaran
yang berlaku di kelasnya masing-masing.
d. Setelah kegiatan berakhir, maka hasil karya guru yang berupa satu
paket RPP untuk satu mata pelajaran dikumpulkan untuk dinilai oleh
peneliti, dan sekaligus untuk dianalisa hasil kinerja/kompetensi Guru
tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan
kompetensi Guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
atau belum.
Pertemuan 2 dilaksanakan tanggal 13-9-2018 dengan urutan
kegiatan sebagai berikut:
a. Supervisor datang ke sekolah untuk melaksanakan pembinaan
penyusunan perencanaan pembelajaran yang berupa silabus dan RPP.
b. Guru memperhatikan penjelasan/sosialisasi tentang cara penyusunan
silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran yang disampaikan
oleh nara sumber/pembina.
c. Setelah sosialisasi dan pembinaan selesai dilanjutkan guru mencoba
menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran satu paket
sesuai dengan standar proses untuk mata pelajaran tertentu yang
berlaku di kelasnya masing-masing.
d. Setelah kegiatan pembinaan berakhir, maka hasil karya guru yang
berupa silabus dan RPP dikumpulkan untuk dinilai oleh peneliti, dan
sekaligus untuk dianalisa hasil kinerja/kompetensi Guru tersebu. Hal
ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan kompetensi
Guru dalam menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran
atau belum.
3., Observasi Silus II.

44
44
Selama peneliti melaksanakan pembinan guru di SLBC
YPALB Karanganyar, peneliti secara langsung sudah melaksanakan
observasi terhadap kompetensi/kemampuan guru dalam menyusun
rencana pelaksaan pembelajaran (RPP) Setelah mengadakan penilaian
hasil kerja para guru yang berupa RPP, maka dilanjutkan dengan
kegiatan berikutnya yaitu merekap nilai, mengidentifikasi serta
menganalisa temuan dan kesulitan apa yang dihadapi oleh para guru
dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Dari hasil
pengamatan yang dilakukan oleh peneliti terhadap kompetensi guru
dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, maka diperoleh
gambaran hasil rata-rata sebagai berikut:
3.1. Guru sudah mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran

dan sudah baik, dimana dalam merumuskan tujuan sudah sinkron

dengan indikatornya.

3.2. Dalam menuliskan materi sudah merupakan rangkuman.

3.3. Pengalokasian waktu sudah yang tepat.

3.4. Dalam pemilihan metode, media maupun sumber bahan sudah sesuai.

3.2. sudah ada yang berani mencoba dengan model pembelajaran yang

aktif, seperti Jagsaw, Mind Maps, Trial By Jury dan sebagainya.

3.3. Dalam strategi dan prosedur pembelajaran sudah urut dan

sistematikanya sudah sama.

3.4. Dalam menentukan tehnik penilaian dan tindak lanjut sudah sesuai.

Degan kegiatan pengamatan ini peneliti sekaligus supervisor

akan mendapatkan informasi yang banyak tentang kekuatan dan

kelemahan serta tantangan dan hambatan yang ada. Dari hasil pengamatan

dan penilaian yang dilaksanakan selama dan sesudah kegiatan

berlangsung pada siklus kedua diperoleh hasil penilaian kemampuan guru

45
45
di SLBC YPALB Karanganyar dalam menyusun rencana pelaksanaan

pembelajaran (RPP) adalah sebagaimana tertera pada tabel 3

Tabel 3 Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus II


Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
No dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 3,5
3,5 3,5 3,5 3,5
3,0 4,0 21,0
2 Nurul Hayati, [Link] 3,56
3,3 3,7 3,7 3,3
3,7 3,7 21,4
3 Hesti Mugi R, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
4. Johar Rochmawati, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
6. Sri Handayani [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
7 Budi Mulyani, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
8 Sutimin, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
9 Suparna , [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
10 Dra. Sutabahati 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
11 Pasono, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
14 Girmono DK, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
15 Theresia Widyastuti 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
16 Wagiyem, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
17 Ari Yulianto, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
18 Titik Murdati, [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
19 Widya Purnama, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
20 Chika Juiesa A, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
Jumlah 69,4 72,0 74,2 71,2 72,6 76,6 436,0 21,8
Rata-rata 3,47 3,60 3,71 3,56 3,63 3,83 21,38 3,63

46
46
Dari data yang terdapat pada tabel di atas diperoleh gambaran
informasi bahwa, ada kenaikan hasil rata-rata nilai kemampuan guru dalam
menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dari 3,09 menjadi 3,63 ini
berarti ada kenaikannya hingga mencapai kategori baik belum mencapai
kriteria/indikator yang telah ditetapkan bersama antara guru dengan
supervisor. Dengan demikian berarti sudah ada perbaikan atau peningkatan
kemampuan guru SLBC YPALB Kabupaten Karanganyar Semesster I
tahun pelajaran 2018/2019 dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran ada kenaikan dan peningkatan.
d. Refleksi Siklus II.
Berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian kemampuan guru
dalam menyusunm rencana pelaksanaan pembelajaran pada guru di
SLBC YPALB Karanganyar yang peneliti lakukan, maka diperoleh
kesimpulan bahwa dalam pelaksanaan siklus kedua sudah ada peningkatan
kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
meskipun belum mencapai kriteria yang telah ditentukan, yaitu mencapai
angka 3,63 pada kriteria baik. Oleh karena itu maka kegiatan penelitian
perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya untuk mencapai indicator yang
ditentukan.
D. Diskripsi Siklus III
Siklus ketiga ini dilaksanakan Kamis tanggal, 20-9-2018 dan 27-9-
2018 berdasarkan temuan dari siklus kedua, bagian yang sudah baik
dipertahankan, sedangkan bagian persentase yang keberhasilannya masih
minim atau kecil perlu diperbaiki pada siklus ketiga ini. Berdasarkan hasil
refleksi dan pelaksanaan tindak lanjut siklus kedua, gambaran hasil dan
temuan yang perlu segera ditindak lanjuti adalah meliputi hampir seluruh
aspek dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
1. Perencanaan Siklus III
a. Supervisor melakukan koordinasi, yaitu dengan mengumpulkan guru
di SLBC YPALB Kabupaten Karanganyar untuk menyamakan
persepsi dalam mengambil langkah-langkah yang kongkrit dalam
rangka memperbaiki kemampuan guru dalam menyusun rencana

47
47
pelaksanaan pembelajaran (RPP).
b. Menyiapkan instrumen penilaian kinerja guru SLBC YPALB
Karanganyar dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) yang berupa Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG).
c. Menyiapkan format silabus dan RPP dan petunjuk pengisiannya serta
peralatan yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan
2. Pelaksanaan Siklus III
Siklus III dilaksanakan 2 x pertemuan yaitu Kamis tanggal, 20
dan 27 September 2018. Pertemuan 1 dilaksanakan tanggal 20-9-2018
dengan urutan kegiatan sebagai berikut:
a. Supervisor hadir di SLBC YPALB Karanganyar untuk melaksanakan
pembinaan/sosialisasi ulang tentang bagaimana menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran ( RPP).
b. Guru memperhatikan pembinaan dari supervisor tentang cara
penyusunan silabus dan rencana pembelajaran yang disampaikan.
c. Setelah sosialisasi dan pembinaan selesai guru melanjutkan dengan
mencoba menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran
satu paket sesuai dengan standar proses untuk satu mata pelajaran yang
berlaku di kelasnya masing-masing.
d. Setelah kegiatan berakhir, maka hasil karya guru yang berupa satu
paket RPP untuk satu mata pelajaran dikumpulkan untuk dinilai oleh
peneliti, dan sekaligus untuk dianalisa hasil kinerja/kompetensi Guru
tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan
kompetensi Guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
atau belum.
Pertemuan 2 dilaksanakan tanggal 27-9-2018 dengan urutan
kegiatan sebagai berikut:
a. Supervisor datang ke sekolah untuk melaksanakan pembinaan
penyusunan perencanaan pembelajaran yang berupa silabus dan RPP.
b. Guru memperhatikan penjelasan/sosialisasi tentang cara penyusunan
silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran yang disampaikan
oleh nara sumber/pembina.

48
48
c. Setelah sosialisasi dan pembinaan selesai dilanjutkan guru mencoba
menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran satu paket
sesuai dengan standar proses untuk mata pelajaran tertentu yang
berlaku di kelasnya masing-masing.
d. Setelah kegiatan pembinaan berakhir, maka hasil karya guru yang
berupa silabus dan RPP dikumpulkan untuk dinilai oleh peneliti, dan
sekaligus untuk dianalisa hasil kinerja/kompetensi Guru tersebu. Hal
ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan kompetensi
Guru dalam menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran
atau belum.
3., Observasi Siklus III.
Selama peneliti melaksanakan pembinan guru di SLBC
YPALB Kabupaten Karanganyar, peneliti secara langsung sudah
melaksanakan observasi terhadap kompetensi/kemampuan guru dalam
menyusun rencana pelaksaan pembelajaran (RPP) Setelah mengadakan
penilaian hasil kerja para guru yang berupa RPP, maka dilanjutkan
dengan kegiatan berikutnya yaitu merekap nilai, mengidentifikasi serta
menganalisa temuan dan kesulian apa yang dihadapi oleh para guru
dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Dari hasil
pengamatan yang dilakukan oleh peneliti terhadap kompetensi guru
dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, maka diperoleh
gambaran hasil rata-rata sebagai berikut:
3.1. Guru sudah mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) dan sudah baik, dimana dalam merumuskan tujuan sudah
sinkron dengan indikatornya.
3.2. Dalam menuliskan materi sudah merupakan rangkuman.
3.3. Pengalokasian waktu sudah yang tepat.
3.4. Dalam pemilihan metode, media maupun sumber bahan sudah sesuai.
3.2. sudah ada yang berani mencoba dengan model pembelajaran yang
aktif, seperti Jagsaw, Mind Maps, Trial By Jury dan sebagainya.
3.3. Dalam strategi dan prosedur pembelajaran sudah urut dan
sistematikanya sudah sama.

49
49
3.4. Dalam menentukan tehnik penilaian dan tindak lanjut sudah sesuai.
Degan kegiatan pengamatan ini peneliti sekaligus supervisor
akan mendapatkan informasi yang banyak tentang kekuatan dan
kelemahan serta tantangan dan hambatan yang ada. Dari hasil pengamatan
dan penilaian yang dilaksanakan selama dan sesudah kegiatan
berlangsung pada siklus ketiga diperoleh hasil penilaian kemampuan guru
SLBC YPALB Karanganyar dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) adalah sebagaimana tertera pada tabel 4
Tabel 4 Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus 3
Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
Menge
canaka cang canaka ilan
Menen mbangk
n pengel n doku
tukan an dan
skenar olaan prosed men
bahan mengor
io kelas ur, renca
pembe ganisasi
kegiat jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran kan
an dan pemb
dan materi,
pembe menyi elajar
merum media,
lajaran apkan an
uskan dan
.3 alat
tujuan sumber
penilai
belajar
an
1. Nur Hidayah, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
2 Nurul Hayati, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
3 Hesti Mugi R, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
4. Johar Rochmawati, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
5. Drs. Suyatno, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
6. Sri Handayani [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
7 Budi Mulyani, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
8 Sutimin, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
9 Suparna , [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
10 Dra. Sutabahati 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
11 Pasono, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
12 Eny Murdiastuti, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
14 Girmono DK, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
15 Theresia Widyastuti 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
16 Wagiyem, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
17 Ari Yulianto, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
18 Titik Murdati, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
19 Widya Purnama, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
20 Chika Juiesa A, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
Jumlah 89,0 87,0 85,0 87,4 86,0 91,4 525,8 26,29
Rata-rata 4,45 4,35 4,25 4,37 4,3 4,57 26,29 4,38

50
50
Dari data yang terdapat pada tabel di atas diperoleh gambaran
informasi bahwa, ada kenaikan hasil rata-rata nilai kemampuan guru dalam
menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dari 3,63 menjadi 4,38 ini
berarti kenaikannya sangat menggembirakan hingga mencapai kategori
sangat baik dan telah melampaui kriteria/indikator yang telah ditetapkan
bersama antara guru dengan supervisor. Dengan demikian berarti sudah ada
perbaikan atau peningkatan kemampuan guru SLBC YPALB Kabupaten
Karanganyar Semester I tahun pelajaran 2018/2019 dalam menyusun
rencana pelaksanaan pembelajaran dengan maksimal
d. Refleksi Siklus III.
Berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian kemampuan guru
dalam menyusunm rencana pelaksanaan pembelajaran pada guru SLBC
YPALB Kabupaten Karanganyar yang peneliti lakukan, maka diperoleh
kesimpulan bahwa dalam pelaksanaan siklus kedua sudah ada peningkatan
kompetensi/kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran yang sangat menggembirakan dan sudah sesuai dengan
kriteria yang telah ditentukan, yaitu mencapai angka 4,38 pada kriteria
amat baik. Oleh karena itu maka kegiatan penelitian berarti sudah selesai
dan tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya.
E. Pembahasan Hasil Penelitian.
Untuk meningkatkan kemampuan guru SLBC YPALB Kabuipaten
Karanganyar dalam penyusunan perencanaan pembelajaran melalui
pembinaan berkesinambungan dilaksanakan dalam tiga tahap (siklus).
Adapun dalam pelaksanaannya dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Temuan sebelum dilaksanakan siklus.

a) Rata-rata guru di SLBC YPALB Karanganyar belum semuanya

menyususn dengan perencanaan yang baik dan benar.

b) Perencanaan yang ada masih tergolong produk lama, itupun hasil

membeli dari toko ataupun fotokopi dari daerah lain.

c) Guru masih dihantui perasaan takut dan tidak mampu untuk menyusun

51
51
rencana pelaksanaan pembelajaran sendiri sesuai standar proses.

d) Belum terlihat langkah yang nyata dari pembina untuk memberikan

bimbingan kepada guru dalam menyusun perencanaan sendiri

Tabel 5 Rekap Hasil Penilaian kinerja guru Pra Siklus


Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 2,8 2,8 2,6 2,8 3,0 2,8 16.8 2,80
2 Nurul Hayati, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 16,0 2,66
3 Hesti Mugi R, [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
4. Johar Rochmawati, [Link] 2,5 3,0 2,5 3,0 3,0 3,0 17,0 2,83
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 17,0 2,83
6. Sri Handayani [Link] 3,0 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 17,0 2,83
7 Budi Mulyani, [Link] 2,8 2,8 2,6 2,8 3,0 2,8 16.8 2,80
8 Sutimin, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 16,0 2,66
9 Suparna , [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
10 Dra. Sutabahati 2,5 3,0 2,5 3,0 3,0 3,0 17,0 2,83
11 Pasono, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 17,0 2,83
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,0 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 17,0 2,83
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
14 Girmono DK, [Link] 2,8 2,8 2,6 2,8 3,0 2,8 16.8 2,80
15 Theresia Widyastuti 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 16,0 2,66
16 Wagiyem, [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
17 Ari Yulianto, [Link] 2,5 3,0 2,5 3,0 3,0 3,0 17,0 2,83
18 Titik Murdati, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 17,0 2,83
19 Widya Purnama, [Link] 3,0 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 17,0 2,83
20 Chika Juiesa A, [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
Jumlah 56,0 58,2 53,6 56,6 56,6 57,6 338,6 16,93
Rata-rata 2,80 2,91 2,68 2,83 2,83 2,88 16,81 2,82
[Link] setelah dilaksanakan siklus 1.
a) Semua Guru dan supervisor telah membuat komitmen bersama untuk
meningkatkan kemampuannya dalam menyusun RPP.

52
52
b) Supervisor/pembina telah melaksanakan pembinaan di SLBC YPALB
Karanganyar Karanganyar secara optimal.
c) Supervisor bersama dengan guru menelaah hasil supervisi yang berupa
penilaian kemampuan guru dalam menyusun (RPP).
d) Dari hasil rekapitulasi dan analisis nilai siklus pertama dapat
disimpulkan bahwa, kompetensi/kemampuan guru SLBC YPALB
dalam menyusun pelaksanaan pembelajaran .
e) Perlu diadakan kegiatan tindak lanjut pada siklus berikutnya untuk
memperbaiki dan menyempurnakan kegiatan sebelumnya.
Tabel 6 Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus I
Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
2 Nurul Hayati, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
3 Hesti Mugi R, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
4. Johar Rochmawati, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
6. Sri Handayani [Link] 3,0 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 18,5 3,08
7 Budi Mulyani, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
8 Sutimin, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
9 Suparna , [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
10 Dra. Sutabahati 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
11 Pasono, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,0 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 18,5 3,08
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
14 Girmono DK, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
15 Theresia Widyastuti 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
16 Wagiyem, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
17 Ari Yulianto, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
18 Titik Murdati, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
19 Widya Purnama, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
20 Chika Juiesa A, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05

53
53
Jumlah 60,0 61,0 62,0 60,6 61,4 66,6 371,6 18,58
Rata-rata 3,00 3,05 3,10 3,03 3,07 3,33 18,58 3,09
3. Temuan-temuan pada siklus 2.
a. Guru telah berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi/
kemampuannya dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
b. Supervisor sekaligus sebagai peneliti berkomitmen meningkatkan dan
melaksanakan pembinaan secara berkesinambungan.
c. Dari hasil analisa penilaian kompetensi/kemampuan guru di SLBC
YPALB Karanganyar diperoleh informasi bahwa, secara keseluruhan
telah melaksanakan kegiatan peningkatan kemampuaannya dalam
menyusun RPP pada siklus kedua serta berjalan lebih baik.
d. Supervisor telah melaksanakan kegiatan pembinaan dengan baik.
e. Dengan peningkatan kemampuan guru di SLBC YPALB Karanganyar
dalam menyusun perencanaan pembelajaran serta pelaksanaan
supervisi/pembinaan secara berkesinambungan maka kriteria
keberhasilan kegiatan ini dapat tercapai dengan maksimal.
Berdasarkan tabel hasil observasi dan penilaian serta plus
minusnya dari pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan pada siklus
pertama dan kedua, ternyata dapat meningkatkan kompetensi guru SLBC
YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar dalam menyusun
perencanaan pembelajaran dengan efektif dan efisien.
Tabel 7 Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus II
Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
No dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 3,5
3,5 3,5 3,5 3,5
3,0 4,0 21,0
2 Nurul Hayati, [Link] 3,56
3,3 3,7 3,7 3,3
3,7 3,7 21,4

54
54
3 Hesti Mugi R, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
4. Johar Rochmawati, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
6. Sri Handayani [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
7 Budi Mulyani, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
8 Sutimin, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
9 Suparna , [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
10 Dra. Sutabahati 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
11 Pasono, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
14 Girmono DK, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
15 Theresia Widyastuti 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
16 Wagiyem, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
17 Ari Yulianto, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
18 Titik Murdati, [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
19 Widya Purnama, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
20 Chika Juiesa A, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
Jumlah 69,4 72,0 74,2 71,2 72,6 76,6 436,0 21,8
Rata-rata 3,47 3,60 3,71 3,56 3,63 3,83 21,38 3,63

4. Temuan-temuan pada siklus ketiga.


a. Guru telah berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi/
kemampuannya dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran .
b. Supervisor sekaligus sebagai peneliti berkomitmen meningkatkan dan
melaksanakan pembinaan secara berkesinambungan.
c. Dari hasil analisa penilaian kompetensi/kemampuan guru SLBC
YPALB Karanganyar diperoleh informasi bahwa, secara keseluruhan
telah melaksanakan kegiatan peningkatan kemampuaannya dalam
menyusun perencanaan pembelajaran pada siklus kedua serta berjalan
lebih baik.
d. Supervisor telah melaksanakan kegiatan pembinaan dengan baik.
e. Dengan peningkatan kemampuan guru di SLBC YPALB Karanganyar
dalam menyusun perencanaan pembelajaran serta pelaksanaan
supervisi/ pembinaan secara berkesinambungan maka kriteria
keberhasilan kegiatan ini dapat tercapai dengan maksimal.
Berdasarkan tabel hasil observasi dan penilaian dari

pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan pada siklus pertama, kedua dan

55
55
ketiga ternyata dapat meningkatkan kompetensi guru SLBC YPALB

Kabupaten Karanganyar dalam menyusun perencanaan pembelajaran

dengan efektif dan efisien.

Tabel 8 Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus 3


Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
2 Nurul Hayati, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
3 Hesti Mugi R, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
4. Johar Rochmawati, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
5. Drs. Suyatno, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
6. Sri Handayani [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
7 Budi Mulyani, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
8 Sutimin, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
9 Suparna , [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
10 Dra. Sutabahati 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
11 Pasono, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
12 Eny Murdiastuti, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
14 Girmono DK, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
15 Theresia Widyastuti 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
16 Wagiyem, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
17 Ari Yulianto, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
18 Titik Murdati, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
19 Widya Purnama, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
20 Chika Juiesa A, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
Jumlah 89,0 87,0 85,0 87,4 86,0 91,4 525,8 26,29
Rata-rata 4,45 4,35 4,25 4,37 4,3 4,57 26,29 4,38

Berdasarkan tabel hasil observasi dan penilaian dari pelaksanaan


kegiatan yang telah dilakukan pada siklus 1, 2 dan 3 melalui pembinaan dan
bimbingan ternyata dapat meningkatkan kompetensi guru SLBC YPALB

56
56
Kabupaten Karanganyar dalam menyusun perencanaan pembelajaran dengan
efektif dan efisien.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan.

Dari hasil analisis proses pembelajaran pada siklus I, II dan III serta

temuan yang diperoleh melalui supervise dan pembinaan dalam menyusun

rencana pelaksanaan pembelajaran pada Guru di SLBC YPALB Karanganyar

Kabupaten Karanganyar Semesster I tahun pelajaran 2018/2019. dapat

disimpulkan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan pembinaan dan bimbingan dapat meningkatkan kemampuan

guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran di SLBC

YPALB Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.

2. Ada perubahan pada guru dalam membuat perencanaan pembelajaran.

3. Guru mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara

sempurna, artinya guru mampu memenuhi hampir semua indikator-

indikator dalam Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG).

4. Guru mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan

standar proses (Permendiknas no. 41 tahun 2007).

5. Adapun rata-rata nilai kemampuan guru dalam menyusun rencana

pelaksanaan pembelajaran adalah sebelum sklus rata-rata 2,82, siklus I,

3,09, siklus II 3,63 dan siklus III 4,38 dan sudah mencapai indikator

keberhasilan yang ditentukan 4,00.

B. Saran- Saran

57
57
1. Bagi Guru.

a) Guru diharapkan lebih konsisten dan lebih banyak berlatih seta belajar

dalam menyusun perencanaan mengajar, sehingga dalam pelaksanaan

pembelajaran lebih efektif dan efisien yang pada akhirnya akan

memberikan manfaat pada peserta didiknya secara optimal.

b) Perlu penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan kemampuan guru

dalam menyusun perencanaan pembelajaran melalui kegiatan

supervise/ pembinaan pada guru yang lainnya.

c) Bagi Kepala Sekolah

1). Perlu banyak belajar agar dapat melakukan perubahan pembelajaran

yang lebih efektif, inovatif bagi guru, sehingga mereka mampu

menjadi agen pembaharuan/perubahan dalam menyusun rencana

pelaksanaan pembelajaran serta pelaksanakanya, agar mutu

pendidikan dapat terus maju selaras dengan tuntutan perkembangan

dunia pendidikan.

2). Hendaknya mau dan mampu melaksanakan supervisi dan pembinaan

ke sekolah-sekolah secara periodik dan berkesinambungan untuk

membantu guru dalam memperbaiki kinerjanya.

58
58
DAFTAR PUSTAKA

Abdullah Munir (2008). Menjadi Kepala Sekolah Efektif. Jogjakarta: Ar-Ruzz


media.

Depdikbud. (1995) Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Di Bidang


Pendidikan. Jakarta: Dirjen Dikdasmen, Direktorat Pendidikan Guru
dan Tenaga Teknis.

________(1998). Panduan manajemen Sekolah. Jakarta: Direktorat Jendral


Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah
Umun.

Depdiknas, (2006). Panduan Pengembangan Silabus, Jakarta: Departemen


Pendidikan Nasional.

__________ (2009). Bahan Diklat KTSP SMP Jakarta: Depdiknas. Dirjen


Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat .

Effendi,AR (1997). Manajemen Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan


Kebudayaan.

Herabudin (2009). Administrasi dan Supervisi PendidikanBandung: CV Pustaka


Setia.

Malayu S.P. Hasibuan (2001). Manajemen Sumber daya Manusia. Jakarta: Bumi
Aksara.

Martinus & Maisah (2010). Standarisasi Kinerja Guru. Jakarta: Gaung Persada.

Ngalim Purwanto (2008). Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung:


Rosdakarya.

Sarwiji Suwandi (2009). Penelitian Tindakan Kelas(PTK) dan Penulisan Karya


Ilmiah. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13.

Manajemen Mutu Terpadu Dalam Pendidikan. Jakarta: Gramedia Widiasarana


Indonesia.

Suharjono ( 1995). Karya Tulis Ilmiah Di Bidang Pendidikan. Jakarta


Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.

Zainal Aqib (2009). Penelitian Tindakan Sekolah. Bandung:Yrama Widya

59
59
Lampiran 1
ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU (APKG)
LEMBAR PENILAIAN KEMAMPUAN MERENCANAKAN
PEMBELAJARAN
1. SEKOLAH :
2. NAMA GURU :
3. MATA PELAJARAN :
4. KD :
5. KELAS/SEMESTER :
6. HARI/TANGGAL :
7. WAKTU :

PETUNJUK
Baca dengan cermat rencana pembelajaran yang akan digunakan oleh guru/mahasiswa
ketika mengajar. Kemudian, nilailah semua aspek yang terdapat dalam rencana tersebut
dengan menggunakan butir penilaian di bawah ini.

1. Menentukan bahan pembelajaran dan merumuskan tujuan


1 2 3 4
1.1 Menggunakan bahan pembelajaran yang sesuai
dengan KD dan kurikulum (KTSP),
1.2 Merumuskan tujuan khusus

Rata-rata butir 1= A

2. Mengembangkan dan mengorganisasikan materi, media (alat bantu pembelajaran),


dan
sumber belajar
2.1 Mengembangkan dan mengorganisasikan materi
Pembelajaran.
2.2 Menentukan dan mengembangkan alat bantu
Pembelajaran.
2.3 Memilih sumber belajar.

Rata-rata butir 2 =B

3. Merencanakan skenario kegiatan pembelajaran

3.1 Menentukan jenis kegiatan pembelajaran

3.2 Menyusun langkah-langkah pembelajaran

3.3 Menentukan alokasi waktu pembelajaran

3.4 Menentukan cara-cara memotivasi siswa

3.5 Mempersiapkan pertanyaan

60
60
Rata-rata butir 3 = C
4. Merancang pengelolaan kelas

4.1 Menentukan penataan ruang dan fasilitas belajar

4.2 Menentukan cara-cara pengorganisasian siswa agar


dapat berpartisipasi dalam pembelajaran.

Rata-rata butir 4 = D

5. Merencanakan prosedur, jenis, dan menyiapkan alat penilaian

5.1 Menentukan prosedur dan jenis penilaian


5.2 Membuat alat-alat penilaian dan kunci jawaban

Rata-rata butir 5 = E

6. Tampilan dokumen rencana pembelajaran


6.1. Kebersihan dan kerapihan
6.2 Penggunaan bahasa tulis

Rata-rata butir 6 = F

Niilai APKG 1 = R
Karanganyar : ..................... 2018
R = A+B+C+D+E+F = Supervisor
6
R = Rata-rata Butir

Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]


NIP 19640714199202 2 002

Keterangan

a. Nilai 5 = Amat baik (A) sangat berhasil

b. Nilai 4 = Baik (B) berhasil

c. Nilai 3 = Cukup (C) cukup berhasil

d. Nilai 2 = Sedang (D) belum berhasil

e. Nilai 1 = Kurang i (E) Tidak berhasil

61
61
Lampiran 2

A. Instrumen Kinerja Guru dalam Penyusunan Perencanaan Pembelajaran


( Skala Penilaian 1 – 4 )

No. Aspek yang Dinilai 1 2 3 4

1 Tujuan Pembelajaran/Kompetensi Dasar/Indikator


hasil Belajar :
( rumusan memperlihatkan perilaku/ hasil belajar
spesifik yang ingin dicapai )
2 Bahan / Materi Belajar
a) Bahan belajar mengacu pada indikator
b) Bahan belajar disusun secara sistemik
c) Sesuai dengan kurikulum
d) Memberi pengayaan
3 Strategi Pembelajaran
a. Pemilihan metode sesuai dengan indikator
b. Sistematika langkah-langkah KBM
c. Penataan alokasi waktu
d. Pengelolaan kelas berdasarkan pendekatan yang
digunakan
4 Media dan Sumber Belajar
a) Media disesuaikan dengan kurikulum
b) Media sesuai dengan karakteristik bahan ajar
c) Media sesuai dengan metode yang digunakan
d) Media disesuaikan dengan kondisi kelas
5 Penilaian
a) Mencantumkan bentuk penilaian
b) Mencantumkan jenis penilaian
c) Relevan dengan indikator
d) Kesesuaian dengan waktu

Jumlah Nilai Aspek


Nilai = Jumlah Nilai Aspek
5

Instrumen Kinerja Guru Dalam Pelaksanaan Pembelajaran (Skala 1 – 4)

No. Aspek yang Dinilai 1 2 3 4

1. Kemampuan Membuka Pelajaran


a. Menarik perhatian peserta didik
b. Memberikan motivasi
c. Memberikan acuan bahan belajar
d. Melakukan appersepsi
2. Sikap Praktikan Dalam Proses Pembelajaran
a. Kejelasan suara
b. Gerakan badan tidak mengganggu perhatian anak
c. Antusisme penampilan

62
62
d. Mobilitas posisi
3. Penguasaan Bahan Belajar
a. Bahan belajar sesuai dengan yang direncanakan
b. Kejelasan dalam menyampaikan materi
c. Kejelasan memberikan contoh
d. Mencerminkan wawasan yang luas
4. Proses Pembelajaran
a. Kesesuaian metode dengan bahasan
b. Penyajian bahan sesuai dengan indikator
c. Antusias dalam menanggapi respon
d. Cermat dalam pemanfaatan waktu
5. Menggunakan Media Dan Sumber Belajar
a. Menggunakan prinsip-prinsip penggunaan media
b. Ketepatan saat penggunaan
c. Terampil dalam mengoperasikan media
d. Membantu meningkatkan mutu pembelajaran
6. Penilaian
a. Menggunakan bentuk penilaian sesuai dengan
perencanaan
b. Alat penilaian yang digunakan bervariasi
c. Melaksanakan penilaian sesuai dengan indikator hasil
belajar yang direncanakan
d. Waktu yang disediakan sesuai dengan tingkat kesulitan .
7. Kemampuan Menutup Pelajaran
a. Menyimpulkan KBM
b. Memberikan kesempatan bertanya pada anak
c. Memberikan tugas pengayaan
d. Menginformasikan materi berikutnya
Jumlah Nilai Aspek
Nilai = Jumlah Nilai Aspek
7

Karanganyar , ....................2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti

Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002

63
63
Lampiran 3

Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Pra Siklus


Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 2,8 2,8 2,6 2,8 3,0 2,8 16.8 2,80
2 Nurul Hayati, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 16,0 2,66
3 Hesti Mugi R, [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
4. Johar Rochmawati, [Link] 2,5 3,0 2,5 3,0 3,0 3,0 17,0 2,83
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 17,0 2,83
6. Sri Handayani [Link] 3,0 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 17,0 2,83
7 Budi Mulyani, [Link] 2,8 2,8 2,6 2,8 3,0 2,8 16.8 2,80
8 Sutimin, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 16,0 2,66
9 Suparna , [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
10 Dra. Sutabahati 2,5 3,0 2,5 3,0 3,0 3,0 17,0 2,83
11 Pasono, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 17,0 2,83
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,0 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 17,0 2,83
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
14 Girmono DK, [Link] 2,8 2,8 2,6 2,8 3,0 2,8 16.8 2,80
15 Theresia Widyastuti 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 16,0 2,66
16 Wagiyem, [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
17 Ari Yulianto, [Link] 2,5 3,0 2,5 3,0 3,0 3,0 17,0 2,83
18 Titik Murdati, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 17,0 2,83
19 Widya Purnama, [Link] 3,0 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 17,0 2,83
20 Chika Juiesa A, [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
Jumlah 56,0 58,2 53,6 56,6 56,6 57,6 338,6 16,93
Rata-rata 2,80 2,91 2,68 2,83 2,83 2,88 16,81 2,82

Karanganyar , 23-8-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti

64
64
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002

Lampiran 4

DAFTAR HADIR GURU SIKLUS I PERTEMUAN 1

No Nama Tanda Tangan


1 Nur Hidayah, [Link] 1
2 Nurul Hayati, [Link] 2
3 Hesti Mugi R, [Link] 3
4 Johar Rochmawati, [Link] 4
5 Drs. Suyatno, [Link] 5
6 Sri Handayani [Link] 6
7 Budi Mulyani, [Link] 7
8 Sutimin, [Link] 8
9 Suparna , [Link] 9
10 Dra. Sutabahati 10
11 Pasono, [Link] 11
12 Eny Murdiastuti, [Link] 12
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 13
14 Girmono DK, [Link] 14
15 Theresia Widyastuti 15
16 Wagiyem, [Link] 16
17 Ari Yulianto, [Link] 17
18 Titik Murdati, [Link] 18
19 Widya Purnama, [Link] 19
20 Chika Juiesa A, [Link] 20

Karanganyar , 23-8-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti

Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]

65
65
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002

Lampiran 5

DAFTAR HADIR GURU SIKLUS I PERTEMUAN 2

No Nama Tanda Tangan


1 Nur Hidayah, [Link] 1
2 Nurul Hayati, [Link] 2
3 Hesti Mugi R, [Link] 3
4 Johar Rochmawati, [Link] 4
5 Drs. Suyatno, [Link] 5
6 Sri Handayani [Link] 6
7 Budi Mulyani, [Link] 7
8 Sutimin, [Link] 8
9 Suparna , [Link] 9
10 Dra. Sutabahati 10
11 Pasono, [Link] 11
12 Eny Murdiastuti, [Link] 12
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 13
14 Girmono DK, [Link] 14
15 Theresia Widyastuti 15
16 Wagiyem, [Link] 16
17 Ari Yulianto, [Link] 17
18 Titik Murdati, [Link] 18
19 Widya Purnama, [Link] 19
20 Chika Juiesa A, [Link] 20

Karanganyar , 30-8-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti

Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002

66
66
Lampiran 6.

FOTO KEGIATAN SIKLUS I

Tanggal : 23-8-2018

67
67
Lampiran 7
Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus I
Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
2 Nurul Hayati, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
3 Hesti Mugi R, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
4. Johar Rochmawati, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
6. Sri Handayani [Link] 3,0 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 18,5 3,08
7 Budi Mulyani, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
8 Sutimin, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
9 Suparna , [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
10 Dra. Sutabahati 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
11 Pasono, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,0 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 18,5 3,08
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
14 Girmono DK, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
15 Theresia Widyastuti 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
16 Wagiyem, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
17 Ari Yulianto, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
18 Titik Murdati, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
19 Widya Purnama, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
20 Chika Juiesa A, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
Jumlah 60,0 61,0 62,0 60,6 61,4 66,6 371,6 18,58
Rata-rata 3,00 3,05 3,10 3,03 3,07 3,33 18,58 3,09

Karanganyar , 23-8-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti

68
68
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002

Lampiran 8

DAFTAR HADIR GURU SIKLUS II PERTEMUAN 1

No Nama Tanda Tangan


1 Nur Hidayah, [Link] 1
2 Nurul Hayati, [Link] 2
3 Hesti Mugi R, [Link] 3
4 Johar Rochmawati, [Link] 4
5 Drs. Suyatno, [Link] 5
6 Sri Handayani [Link] 6
7 Budi Mulyani, [Link] 7
8 Sutimin, [Link] 8
9 Suparna , [Link] 9
10 Dra. Sutabahati 10
11 Pasono, [Link] 11
12 Eny Murdiastuti, [Link] 12
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 13
14 Girmono DK, [Link] 14
15 Theresia Widyastuti 15
16 Wagiyem, [Link] 16
17 Ari Yulianto, [Link] 17
18 Titik Murdati, [Link] 18
19 Widya Purnama, [Link] 19
20 Chika Juiesa A, [Link] 20

Karanganyar , 6-9-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti

69
69
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002

Lampiran 9

DAFTAR HADIR GURU SIKLUS II PERTEMUAN 2

No Nama Tanda Tangan


1 Nur Hidayah, [Link] 1
2 Nurul Hayati, [Link] 2
3 Hesti Mugi R, [Link] 3
4 Johar Rochmawati, [Link] 4
5 Drs. Suyatno, [Link] 5
6 Sri Handayani [Link] 6
7 Budi Mulyani, [Link] 7
8 Sutimin, [Link] 8
9 Suparna , [Link] 9
10 Dra. Sutabahati 10
11 Pasono, [Link] 11
12 Eny Murdiastuti, [Link] 12
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 13
14 Girmono DK, [Link] 14
15 Theresia Widyastuti 15
16 Wagiyem, [Link] 16
17 Ari Yulianto, [Link] 17
18 Titik Murdati, [Link] 18
19 Widya Purnama, [Link] 19
20 Chika Juiesa A, [Link] 20

Karanganyar , 13-9-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti

70
70
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002

Lampiran 10.

FOTO KEGIATAN SIKLUS II

Tanggal : 6-9-2018

71
71
Lampiran 11
Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus II
Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
No dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 3,5
3,5 3,5 3,5 3,5
3,0 4,0 21,0
2 Nurul Hayati, [Link] 3,56
3,3 3,7 3,7 3,3
3,7 3,7 21,4
3 Hesti Mugi R, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
4. Johar Rochmawati, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
6. Sri Handayani [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
7 Budi Mulyani, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
8 Sutimin, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
9 Suparna , [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
10 Dra. Sutabahati 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
11 Pasono, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
14 Girmono DK, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
15 Theresia Widyastuti 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
16 Wagiyem, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
17 Ari Yulianto, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
18 Titik Murdati, [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
19 Widya Purnama, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
20 Chika Juiesa A, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
Jumlah 69,4 72,0 74,2 71,2 72,6 76,6 436,0 21,8
Rata-rata 3,47 3,60 3,71 3,56 3,63 3,83 21,38 3,63

Karanganyar, 13-9-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti

72
72
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002

Lampiran 12

DAFTAR HADIR GURU SIKLUS III PERTEMUAN 1

No Nama Tanda Tangan


1 Nur Hidayah, [Link] 1
2 Nurul Hayati, [Link] 2
3 Hesti Mugi R, [Link] 3
4 Johar Rochmawati, [Link] 4
5 Drs. Suyatno, [Link] 5
6 Sri Handayani [Link] 6
7 Budi Mulyani, [Link] 7
8 Sutimin, [Link] 8
9 Suparna , [Link] 9
10 Dra. Sutabahati 10
11 Pasono, [Link] 11
12 Eny Murdiastuti, [Link] 12
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 13
14 Girmono DK, [Link] 14
15 Theresia Widyastuti 15
16 Wagiyem, [Link] 16
17 Ari Yulianto, [Link] 17
18 Titik Murdati, [Link] 18
19 Widya Purnama, [Link] 19
20 Chika Juiesa A, [Link] 20

Karanganyar , 20-9-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti

73
73
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002

Lampiran 13

DAFTAR HADIR GURU SIKLUS III PERTEMUAN 2

No Nama Tanda Tangan


1 Nur Hidayah, [Link] 1
2 Nurul Hayati, [Link] 2
3 Hesti Mugi R, [Link] 3
4 Johar Rochmawati, [Link] 4
5 Drs. Suyatno, [Link] 5
6 Sri Handayani [Link] 6
7 Budi Mulyani, [Link] 7
8 Sutimin, [Link] 8
9 Suparna , [Link] 9
10 Dra. Sutabahati 10
11 Pasono, [Link] 11
12 Eny Murdiastuti, [Link] 12
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 13
14 Girmono DK, [Link] 14
15 Theresia Widyastuti 15
16 Wagiyem, [Link] 16
17 Ari Yulianto, [Link] 17
18 Titik Murdati, [Link] 18
19 Widya Purnama, [Link] 19
20 Chika Juiesa A, [Link] 20

Karanganyar, 27-9-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti

74
74
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002

Lampiran 14.

FOTO KEGIATAN SIKLUS III

Tanggal : 20-9-2018

75
75
Lampiran 15
Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus 3
Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
2 Nurul Hayati, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
3 Hesti Mugi R, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
4. Johar Rochmawati, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
5. Drs. Suyatno, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
6. Sri Handayani [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
7 Budi Mulyani, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
8 Sutimin, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
9 Suparna , [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
10 Dra. Sutabahati 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
11 Pasono, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
12 Eny Murdiastuti, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
14 Girmono DK, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
15 Theresia Widyastuti 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
16 Wagiyem, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
17 Ari Yulianto, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
18 Titik Murdati, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
19 Widya Purnama, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
20 Chika Juiesa A, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
Jumlah 89,0 87,0 85,0 87,4 86,0 91,4 525,8 26,29
Rata-rata 4,45 4,35 4,25 4,37 4,3 4,57 26,29 4,38

Karanganyar, 27-9-2018
Mengetahui

76
76
Kepala Sekolah Peneliti

Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002

MELALUI PEMBINAAN DAN PENDAMPINGAN DALAM UPAYA


MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SLBC YPALB
KARANGANYAR KABUPATEN KARANGANYAR
SEMESSTER I TAHUN 2018/2019

( Penelitian Tindakan Sekolah )

Oleh

AMBAR SETYOWATI SRI H, [Link], [Link]


NIP. 19640714199202 2 002

KEPALA SLBC YPALB KARANGANYAR

77
77
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KABUPATEN KARANGANYAR
TAHUN 2018

LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul Penelitian Melalui Pembinaan dan Pendampingan dalam


upaya meningkatkan Kemampuan Guru dalam
Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten
Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019
2. Identitas Peneliti
Nama Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP. 19640714199202 2 002
Pangkat/Gol ruang Pembina Tk I, IV/b
Jabatan Kepala Sekolah
Unit Kerja SLBC YPALB Karanganyar
Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah

3. Lama Penelitian 3 Bulan ( Agustus s/d Oktober 2018 )


4. Sumber Dana Swadaya

Karanganyar, 31 Oktober 2018

Koordinator Perpustakaan Peneliti

Nur Pujiastuti, [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]


NIP- NIP 19640714199202 2 002

Mengetahui
Kepala Sekolah

78
78
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002

ABSTRAK

Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link], Nip 19640714199202 2 002. Melalui


Pembinaan dan Pendampingan dalam upaya meningkatkan Kemampuan
Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SLBC YPALB
Karanganyar Kabupaten Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019
(Penelitian Tindakan Sekolah), 74 Halaman.

Masalah Pokok dalam Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah Apakah


Melalui Pembinaan dan Pendampingan dapat meningkatkan Kemampuan Guru
dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SLBC YPALB
Karanganyar Kabupaten Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019?
Penelitian Tindakan Sekolah ini bertujuan untuk Meningkatkan
Kemampuan Guru SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar dalam
Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) melalui Pembinaan dan
pendampingan.
Penelitian Tindakan Sekolah ini dengan menggunakan strategi atau
pendekatan siklus dengan langkah-langkah: perencanaan, pelaksanaan, observasi
(pengamatan) dan refleksi. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian tindakan
sekolah ini adalah bahwa, kegiatan Pembinaan dan pendampingan yang
dilaksanakan di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar dapat
meningkatkan kemampuan para guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) dengan baik dan benar. Penelitian ini dilaksanakan selama 3
bulan yaitu mulai 5 Agustus 2018 sampai 31 Oktober 2018, dengan subjek 20
guru.
Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, peningkatan kemampuan guru
cukup menggembirakan yaitu yang semula pada kondisi awal mendapat nilai rata-
rata 2,82, siklus I, 3,09, siklus II 3,63 dan siklus III menjadi 4,38 dengan kategori
sangat baik. Dengan demikian bahwa penelitian ini dapat diterima kebenarannya.

Kata Kunci: Pembinaan dan pendampingan, Kemampuan Guru, dan RPP.

79
79
KATA PENGANTAR

Assalamu ’alaikum [Link].


Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Alloh SWT. Yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya dan semoga shalawat dan salam selalu
dilimpahkan kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad SAW. Beserta
keluarganya, sahabat dan pengikutnya sampai akhir zaman, sehingga kami dapat
menyelesaikan karya tulis ilmiah dalam bentuk penelitian tindakan sekolah
dengan judul: Melalui Pembinaan dan Pendampingan dalam upaya
meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar Semester I
Tahun 2018/2019. Penulis menyadari tanpa bantuan dari berbagai pihak, karya
tulis ini belum dapat terselesaikan. Untuk itu dengan ketulusan penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Pengawas PLB Kabupaten Karanganyar yang telah banyak membantu
penulis dalam melaksanakan kegiatan penelitian tindakan sekolah ini.
2. Kepala SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar yang telah
mengijinkan dan membantu pelaksanaan penelitian tindakan sekolah ini.
3. Guru SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar yang telah
bersedia untuk dijadikan subjek penelitian tindakan sekolah ini.
4. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu persatu yang telah
membantu dalam penelitian dan penulisan karya ilmiah ini.
Semoga karya tulis ini dapat dimintakan nilai pengembangan profesi
untuk kenaikan pangkat jabatan guru melalui angka kredit.
Wassalamu’alaikum [Link].
Karanganyar, 31 Oktober 2018

80
80
Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................ i

HALAMAN PENGESAHAN.................................................................. ii

ABSTRAK………………………………………………………………. iii

KATA PENGANTAR……………………………………………………. iv

DAFTAR ISI……………………………………………………………… v

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………. 1

A. Latar Belakang Masalah……………………………………… 1

B. Perumusan Masalah .......................................……………… 5

C. Tujuan Penelitian…………………………………………….. 5

D. Manfaat Penelitian…………………………………………… 6

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN………… 7

A. Kajian Teori Tentang Pembinaan Guru……………..……… 7

B. Kajian teori Tentang Penyusunan Perencanaan Pembelajaran.. 13

C. Kajian Toeri Tentang Kemampuan Guru ….……………….. 23

D. Kerangka Berpikir…………………………………………. 25

E. Hipotesis Tindakan………………………………………… 26

BAB III METODOLOGI PENELITIAN……………………………. 27

A. Setting Penelitian…………………………………………… 27

B. Metode Penelitian ………………..……………………….. 28


81
81
C. Pendekatan dan Strategi Penelitian ………………………... 29

D. Prosedur Penelitian………………………………………… 30

E. Validitas Data……………………………………………… 33

F. Analisis Data………………………………………………. 34

G. Indikator Keberhasilan…………………………………….. 35

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEM BAHASAN…………….. 36

A. Diskripsi Kondisi Awal....................................................... 36

B. Diskripsi Pelaksanaan Siklus I............................................ 38

C. Diskripsi Pelaksanaan Siklus II.......................................... 43

D. Diskripsi Pelaksanaan Siklus III.......................................... 47

E. Pembahasan Hasil Penelitian ............................................... 51

BAB V SIMPULAN DAN SARAN…………………….................... 57

A. Simpulan.................................................................................. 57

B. Saran ....................................................................................... 57

DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 58

82
82
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SLB C YPALB KARANGANYAR
Alamat : Jl . Lawu No. 80 . B Karanganyar 57716 Telp.( 0271- 495 368

SURAT KETERANGAN
Nomor : 421.3/SLBC/2018

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SLBC YPALB Karanganyar


Kabupaten Karanganyar menerangkan dengan sesungguhnya bahwa:
Nama : Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP : 19640714199202 2 002
Pangkat /Gol Ruang : Pembina Tk I, IV/ b
Unit Kerja : SLBC YPALB Karanganyar, Kab. Karanganyar.

Benar benar telah mengadakan penelitian tindakan Sekolah di SLBC


YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar dalam rangka menyusun karya
ilmiah untuk pengajuan angka kredit yang berjudul: Melalui Pembinaan dan
Pendampingan dalam upaya meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten
Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019.
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sesungguhnya dan agar dapat
dipergunakan sebagimana mestinya.

Karanganyar , 31 Oktober 2018


Kepala Sekolah

Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]

83
83
NIP 19640714199202 2 002

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SLB C YPALB KARANGANYAR
Alamat : Jl . Lawu No. 80 . B Karanganyar 57716 Telp.( 0271- 495 368

SURAT KETERANGAN
Nomor : 421.3/Perpus/SLBC/2018

Yang bertanda tangan di bawah ini Petugas Perpustakaan SLBC YPALB


Karanganyar Kabupaten Karanganyar menerangkan dengan sesungguhnya bahwa:
Nama : Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP : 19640714199202 2 002
Pangkat /Gol Ruang : Pembina Tk I, IV/ b
Unit Kerja : SLBC YPALB Karanganyar, Kab. Karanganyar.

Bahwa saudara tersebut telah menyerahkan hasil karya ilmiah yang berupa
penelitian tindakan Sekolah yang berjudul: Melalui Pembinaan dan
Pendampingan dalam upaya meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten
Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019.
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sesungguhnya dan agar dapat
dipergunakan sebagimana mestinya.

Karanganyar , 31 Oktober 2018


Kepala Perpustakaan

Nur Pujiastuti, [Link]


NIP –

84
84
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SLB C YPALB KARANGANYAR
Alamat : Jl . Lawu No. 80 . B Karanganyar 57716 Telp.( 0271- 495 368

SURAT IJIN PENELITIAN


Nomor : 421.3/ SLBC/2018

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SLBC YPALB Karanganyar


Kabupaten Karanganyar memberi ijin kepada:
Nama : Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP : 19640714199202 2 002
Pangkat /Gol Ruang : Pembina Tk I, IV/ b
Unit Kerja : SLBC YPALB Karanganyar, Kab. Karanganyar.

Untuk mengadakan penelitian tindakan Sekolah di SLBC YPALB


Karanganyar Kabupaten Karanganyar dengan judul: Melalui Pembinaan dan
Pendampingan dalam upaya meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten
Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019.
Demikian surat ijin ini dibuat dengan sesungguhnya dan agar dapat
dipergunakan sebagimana mestinya.

Karanganyar , 5 Agustus 2018


Kepala Sekolah

Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]


NIP 19640714199202 2 002

85
85
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SLB C YPALB KARANGANYAR
Alamat : Jl . Lawu No. 80 . B Karanganyar 57716 Telp.( 0271- 495 368

Kepada
Yth: Kepala SLBC YPALB Karanganyar
Di Karanganyar .

Nama : Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]


NIP : 19640714199202 2 002
Pangkat /Gol Ruang : Pembina Tk I, IV/ b
Unit Kerja : SLBC YPALB Karanganyar, Kab. Karanganyar.

Mengajukan permohonan untuk mengadakan penelitian tindakan Sekolah di


SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar dengan judul: Melalui
Pembinaan dan Pendampingan dalam upaya meningkatkan Kemampuan Guru
dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SLBC YPALB
Karanganyar Kabupaten Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019.
Demikian surat permohonan ijin ini dibuat dengan sesungguhnya dan agar
dapat dipergunakan sebagimana mestinya.

Karanganyar , 4 Agustus 2018


Pemohon

Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]


NIP 19640714199202 2 002

86
86
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SLB C YPALB KARANGANYAR
Alamat : Jl . Lawu No. 80 . B Karanganyar 57716 Telp.( 0271- 495 368

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP : 19640714199202 2 002
Pangkat /Gol Ruang : Pembina Tk I, IV/ b
Unit Kerja : SLBC YPALB Karanganyar, Kab. Karanganyar.

Judul Penelitian : Melalui Pembinaan dan Pendampingan dalam upaya


meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran di SLBC YPALB Karanganyar
Kabupaten Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019.
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa karya tulis yang saya serahkan ini benar-
benar asli hasil karya saya sendiri, kecuali kutipan-kutipan dan ringkasan-
ringkasan yang semuanya telah saya jelaskan sumbernya. Apabila dikemudian
hari terbukti atau dapat dibuktikan karya tulis ini jiplakan, maka saya siap diambil
tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Karanganyar , 31 Oktober 2018


Yang menyatakan

Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]


NIP 19640714199202 2 002

87
87
LAMPIRAN :
Contoh Kata Kerja Operasional
Sesuai dengan Karakteristik Matapelajaran

Berhubungan dengan Prilaku Sosial


 Menerima (accept)  Berdansa (dance)
 Mengakui/menerima sesuatu (admit)  Menolak /menidaksetujui (disagree)
 Menyetujui (agree)  Mendiskusikan (discuss)
 Membantu (aid)  Memaafkan (excuse)
 Membolehkan/menyediakan/  Memaafkan (forgive)
memberikan (allow)  Menyambut/menyalami (greet)
 Menjawab (answer)  Menolong/membantu (help)
 Menjawab/mengemukakan pendapat  Berinteraksi/melakukan interaksi
dengan alasan-alasan (argue) (interact)
 Mengkomunikasikan (communicate)  Mengundang (invite)
 Memberi pujian/mengucapkan  Menggabung (joint)
selamat (compliment)  Menertawakan (laugh)
 Menyumbang (contribute)  Menemukan (meet)
 Bekerjasama (cooperate)  Berperanserta (participate)

88
88
 Mengizinkan/membolehkan (permit)  Berbicara (talk)
 Memuji-muji (praise)  Berterimakasih (thank)
 Bereaksi (react)  Berkunjung (visit)
 Menjawab/menyahut (reply)  Bersukarela (volunteer)
 Tersenyum (smile)

Berhubungan dengan Kompetensi Berpikir tingkat Tinggi


(complex, logical, judgmental behaviors)
 Menganalisis (analyze) menyebabkan (generate)
 Menghargai (appraise)  Membujuk/menyebabkan (induce)
 Menilai (assess)  Menduga/Mengemukan
 Mengkombinasikan (combine) pendapat/mengambil kesimpulan
 Membandingkan (compare) (infer)
 Menyimpulkan (conclude)  Merencanakan (plan)
 Mengkontraskan (contrast)  Menyusun (structure)
 Mengkritik (critize)  Menggantikan (substitute)
 Menarik kesimpulan (deduce)  Menyarankan (suggest)
 Membela/mempertahankan (defend)  Memilih (choose)
 Menunjukkan / menandakan  Mengumpulkan (collect)
(designate)  Mendefinisikan (define)
 Menentukan (determine)  Menjelaskan sesuatu (describe)
 Mencari /menjelajah (discover)  Mendeteksi (detect)
 Mengevaluasi (evaluate)  Membedakan antara 2 macam
 Merumuskan (formulate) (differentiate)
 Membangkitkan/menghasilkan/  Membedakan/Memilih-milih

89
89
(discriminate)  Meniadakan (omit)
 Membedakan sesuatu (distinguish)  Mengurutkan (order)
 Mengidentifikasi (identify)  Mengambil (pick)
 Mengindikasi (indicate)  Menempatkan (place)
 Mengisolasi (isolate)  Menunjuk (point)
 Mendaftarkan (list)  Memilih (select)
 Memadukan (match)  Memisahkan (separate)

Berhubungan dengan Kompetensi Musik (seni)


 Meniup (blow)  Membisu (mute)
 Menundukkan kepala (bow)  Memainkan (play)
 Bertepuk (clap)  Memetik (misal gitar) (pluck)
 Menggubah /menyusun (compose)  Mempraktikkan (practice)
 Menyentuh (finger)  Menyanyikan (sing)
 Memadankan/berpadanan  Memetik/mengetuk-ngetuk (strum)
(harmonize)  Mengetuk (tap)
 Menyanyi kecil/bersenandung (hum)  Bersiul (whistle)

Berhubungan dengan Kompetensi Berbahasa


 Menyingkat/memendekkan kata-kata dengan jelas (articulate)
(abbreviate)  Memanggil (call)
 Memberi tekanan pada sesuatu  Menulis dengan huruf besar
/menekankan (accent) (capitalize)
 Mengabjad/menyusun menurut abjad  Menyunting/mengedit (edit)
(alphabetize)  Menghubungkan dengan garis
 Mengartikulasikan/ mengucapkan penghubung (hyphenate)

90
90
 Memasukkan (beberapa spasi)  Menyimpulkan (summarize)
/melekukkan (indent)  Membagi atas suku-suku kata
 Menguraikan/memperlihatkan garis (syllabicate)
bentuk/ menggambar denah atau peta  Menceritakan (tell)
(outline)  Menerjemahkan (translate)
 Mencetak (print)  Mengungkapkan dengan kata-kata
 Membaca (read) (verbalize)
 Mendeklamasikan/membawakan/  Membisikkan (whisper)
mencerita-kan (recite)  Mengucapkan/melafalkan/
 Mengatakan (say) menyatakan (pronounce)
 Menandai (sign)  Memberi atau membubuhkan tanda
 Berbicara (speak) baca (punctuate)
 Mengeja (spell)  Menulis (write)
 Menyatakan (state)
Berhubungan dengan Kompetensi Drama
 Berakting/berperilaku (act)  Berpantomim/Meniru gerak tanpa
 Menjabat/mendekap/ menggengam suara (pantomime)
(clasp)  Menyampaikan/menyuguhkan/
 Menyeberang/melintasi/ berselisih mengulurkan/melewati (pass)
(cross)  Memainkan/melakukan (perform)
 Menunjukkan/mengatur/  Meneruskan/memulai/beralih
menyutradarai (direct) (proceed)
 Memajangkan (display)  Menanggapi/menjawab/ menyahut
 Memancarkan (emit) (respond)
 Memasukkan (enter)  Memperlihatkan/Menunjukkan
 Mengeluarkan (i (show)
 Mengekspresikan (express)  Mendudukkan (sit)
 Meniru (imitate)  Membalik/memutar/mengarahkan/
 Meninggalkan (leave) mengubah/ membelokkan (turn)
 Menggerakkan (move)

Berhubungan dengan Kompetensi Seni Lukis

91
91
 Memasang (assemble)  Menepuk (pat)
 Mencampur (blend)  Menggosok (polish)
 Menyisir/menyikat (brush)  Menuangkan (pour)
 Membangun (build)  Menekan (press)
 Mengukir (carve)  Menggulung (roll)
 Mewarnai (color)  Menggosok/ menyeka (rub)
 Mengkonstruk/  Menggergaji (saw)
membangun(construct)  Memahat (sculpt)
 Memotong (cut)  Menyampaikan/melempar (send)
 Mengoles (dab)  Mengocok (shake)
 Menerangkan (dot)  Membuat sketsa (sketch)
 Menggambar (draw)  Menghaluskan (smooth)
 Mengulang-ulang/melatih (drill)  Mengecap/menunjukkan (stamp)
 Melipat (fold)  Melengketkan (stick)
 Membentuk (form)  Mengaduk (stir)
 Menggetarkan/memasang (frame)  Meniru/menjiplak (trace)
 Memalu (hammer)  Menghias/memangkas (trim)
 Menangani (handle)  Merengas/memvernis (varnish)
 Menggambarkan (illustrate)  Melekatkan/menempelkan/
 Mencairkan (melt) merekatkan (paste)
 Mencampur (mix)  Menyeka/menghapuskan/
 Memaku (nail) membersihkan (wipe)
 Mengecat (paint)  Membungkus (wrap)

Berhubungan dengan Kompetensi Fisik (Jasmani)


 Melengkungkan (arch)  Memanjat (climb)
 Memukul (bat)  Menghadap (face)
 Menekuk/melipat/ membengkokkan  Mengapung (float)
(bend)  Merebut/menangkap/ mengambil
 Mengangkat/membawa (carry) (grab)
 Menangkap (catch)  Merenggut/memegang/
 Mengejar/memburu (chase) menyambar/merebut (grasp)

92
92
 Memegang erat-erat (grip)  Berlari (run)
 Memukul/menabrak (hit)  Mengocok (shake)
 Melompat/meloncat (hop)  Bermain ski (ski)
 Melompat (jump)  Meloncat (skip)
 Menendang (kick)  Berjungkirbalik (somersault)
 Mengetuk (knock)  Berdiri (stand)
 Mengangkat/mencabut i  Melangkah (step)
 Berbaris (march)  Melonggarkan/merentangkan
 Melempar/memasangkan/ (stretch)
memancangkan/menggantungkan  Berenang (swim)
(pitch)  Melempar (throw)
 Menarik (pull)  Melambungkan/melontarkan (toss)
 Mendorong (push)  Berjalan (walk)

Berhubungan dengan Perilaku Kreatif


 Mengubah (alter)  Mengelompokkan kembali (regroup)
 Menanyakan (ask)  Menamakan kembali (rename)
 Mengubah (change)  Menyusun kembali (reorder)
 Merancang (design)  Mengorganisasikan kembali
 Menggeneralisasikan (generalize) (reorganize)
 Memodifikasi (modify)  Mengungkapkan kembali (rephrase)
 Menguraikan dengan kata-kata  Menyatakan kembali (restate)
sendiri (paraphrase)  Menyusun kembali (restructure)
 Meramalkan (predict)  Menceritakan kembali (retell)
 Menanyakan (question)  Menuliskan kembali (rewrite)
 Menyusun kembali (rearrange)  Menyederhanakan (simplify)
 Mengkombinasikan kembali  Mengsintesis (synthesize)
(recombine)  Mengsistematiskan (systematize)
 Mengkonstruk kembali (reconstruct)

93
93
Berhubungan dengan Kompetensi Matematika
 Menambah (add)  Memadukan/mengintegrasikan
 Membagi dua (bisect) (integrate)
 Menghitung/mengkalkulasi  Menyisipkan/menambah (interpolate)
(calculate)  Mengukur (measure)
 Mencek/meneliti (check)  Mengalikan/memperbanyak
 Membatasi (circumscribe) (multiply)
 Menghitung/mengkomputasi  Menomorkan (number)
(compute)  Membuat peta (plot)
 Menghitung (count)  Membuktikan (prove)
 Memperbanyak (cumulate)  Mengurangi (reduce)
 Mengambil dari (derive)  Memecahkan (solve)
 Membagi (divide)  Mengkuadratkan(square)
 Memperkirakan (estimate)  Mengurangi (substract)
 Menyarikan/menyimpulkan (extract)  Menjumlahkan (sum)
 Memperhitungkan (extrapolate)  Mentabulasi (tabulate)
 Membuat grafik (graph)  Mentally (tally)
 Mengelompokkan (group)  Memverifikasi (verify)

Berhubungan dengan Kompetensi Sains


 Menjajarkan (align)  Memberi makan (feed)
 Menerapkan (apply)  Menumbuhkan (grow)
 Melampirkan (attach)  Menambahkan/meningkatkan
 Menyeimbangkan (balance) (increase)
 Mengkalibrasi (calibrate)  Memasukkan/menyelipkan (insert)
 Melaksanakan (conduct)  Menyimpan (keep)
 Menghubungkan (connect)  Memanjangkan (lenghthen)
 Mengganti (convert)  Membatasi (limit)
 Mengurangi (decrease)  Memanipulasi (manipulate)
 Mempertunjukkan/memperlihatkan  Mengoperasikan (operate)
(demonstrate)  Menanamkan (plant)
 Membedah (dissect)  Menyiapkan (prepare)

94
94
 Memindahkan(remove)  Menentukan/menetapkan (specify)
 Menempatkan kembali(replace)  Meluruskan (straighten)
 Melaporkan (report)  Mengukur waktu (time)
 Mengatur ulang (reset)  Mentransfer (transfer)
 Mengatur (set)  Membebani/memberati (weight)

Berhubungan dengan Kompetensi Umum, Kesehatan, dan Keamanan


 Mengancingi (button)  Mencuci (wash)
 Membersihkan (clean)  Memakai (wear)
 Menjelaskan (clear)  Menutup (zip)
 Menutup (close)
 Menyikat/menyisir(comb)
 Mencakup (cover)
 Mengenakan/menyarungi (dress)
 Minum (drink)
 Makan (eat)
 Menghapus (eliminate)
 Mengosongkan (empty)
 Mengetatkan/melekatkan (fasten)
 Mengisi/memenuhi/melayani
/membuat (fill)
 Melintas/berjalan (go)
 Mengikat tali/menyusuri (lace)
 Menumpuk/menimbun (stack)
 Menghentikan (stop)
 Merasakan (taste)
 Mengikat/membebat (tie)
 Tidak mengancingi (unbutton)
 Membuka/menanggalkan (uncover)
 Menyatukan (unite)
 Membuka (unzip)
 Menunggu (wait)

95
95
Contoh format silabus

SILABUS
Mata Pelajaran :................
Kelas/ Semester :................
Standar
Kompetensi :.......................................................................................................................................................
..............................
.......................................................................................................................................
...............................................

Kompetensi Sumber
Materi Kegiatan Alokasi
Dasar Indikator Penilaian PBKB
Pembelajaran Pembelajaran Waktu Belajar
Contoh format RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Mata Pelajaran : _____________ RPP No. ______
Kelas / Semester : ___________________________
Alokasi Waktu: __________________________

A. Standar Kompetensi

…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………

B. Kompetensi Dasar

…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……
C. Indikator Pencapaian Kompetensi memakai KKO
1.
………………………………………………………………………………………
2....……………………………………………………………………………………
3………………………………………………………………………………….....dst.
D. Tujuan Pembelajaran :
1. ……………………………………………………………………………………
2. ……………………………………………………………………………………
3. ……………………………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………………………… dst

E.. Materi Pembelajaran

…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………

F.. Sumber Belajar, Media dan Metode, model Pembelajaran


1. Sumber Belajar :

…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……
1. Media Pembelajaran :

…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
3. Metode Pembelajaran :
...
………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
F. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal ( … menit) :

…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………

2. Kegiatan Inti (... menit) :

…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
(eksplorasi)
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
(elaborasi)
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
(konfirmasi)
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
3. Kegiatan Penutup ( ... menit) :

…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
H. Penilaian
(Catatan : Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil
belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi
dan mengacu kepada Standar Penilaian)

Mengetahui
Kepala SD __________________ Guru / Guru Mapel

___________________________ ____________________________
NIP NIP
1 Silabus

a. Pengertian : Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat

identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi

pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian

kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus

dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan

Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta panduan penyusunan

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam

pelaksanaannya, pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru

secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau

beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran

(MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan.

Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi dinas

kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk

SD.

[Link]-prinsip Pengembangan Silabus

Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum

dan pembelajaran yang berisikan garis-garis besar materi pembelajaran.

Beberapa prinsip yang mendasari pengembangan silabus antara lain :

ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual dan kontekstual,

fleksibel dan menyeluruh.

Untuk lebih jelasnya prinsip-prinsip pengembangan silabus itu akan

dijelaskan satu per satu di bawah ini, yaitu :

1
1). Ilmiah/ / dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan:

Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus

harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Untuk

mencapai kebenaran ilmiah tersebut, dalam penyusunan silabus

selayaknya dilibatkan para pakar di bidang keilmuan masing-masing

mata pelajaran. Hal ini dimaksudkan agar materi pelajaran yang

disajikan dalam silabus sahih (valid).

2). Relevan /ada kesesuaian: Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran

dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai atau ada keterkaitan

dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan

spiritual peserta didik.

3). Sistematis: Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara

fungsional dalam mencapai kompetensi.

4). Konsisten artinya ajeg:Adanya hubungan yang konsisten (ajeg,taat

azas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman

belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.

5). Memadai :Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar,

sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang

pencapaian kompetensi dasar.

6). Aktual dan kontekstual /nyata dalam kehidupan:Cakupan indikator,

materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian

memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi dan seni mutakhir dalam

kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.


7). Fleksibel artinya luwes: Keseluruhan komponen silabus dapat

mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik serta dinamika

perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat,

8). Menyeluruh mencakup semua komponen:Komponen silabus

mencakup keseluruhan ranah komponen (kognitif,afektif dan

psikomotor).

c. Manfaat Silabus
Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan

pembelajaran lebih lanjut, seperti pembuatan rencana

pembelajaran ,pengelolaan kegiatan pembelajaran , dan pengembangan

sistem penilaian. Silabus merupakan sumber pokok dalam penyusunan

rencana pembelajaran, baik rencana pembelajaran untuk satu standar

kompetensi maupun untuk satu kompetensi dasar. Silabuspun

bermanfaat sebagai pedoman untuk merencanakan pengelolaan kegiatan

pembelajaran, misalnya kegiatan pembelajaran secara

klasikal,kelompok kecil atau pembelajaran secara individual. Bahkan

silabus sangat bermanfaat untuk mengembangkan sistem penilaian.

Dalam pembelajaran berbasis kompetensi, sebagai mana yang dianut

KTSP, sistem penilaian selalu mengacu pada standar kompetensi,

kompetensi dasar dan materi pokok yang terdapat dalam silabus.

d. Langkah-langkah Pengembangan Silabus.

Langkah-langkah pengembangan silabus secara teknis mengikuti tahap-

tahap sebagai berikut (Depdiknas :2006):

1). Mengisi Identitas Silabus


Identitas terdiri dari nama sekolah, kelas, mata pelajaran, dan semester.

Identitas silabus ditulis di atas matrik silabus.

2). Menuliskan Standar Kompetensi.

Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang

menggambarkan penguasaan pengetahuan sikap dan ketrampilan yang

diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar Kompetensi

diambil dari standar isi (Standar kompetensidan Kompetensi Dasar)

mata pelajaran.

Sebelum menuliskan Standar kompetensi, penyusun terlebih dahulu

mengkaji standar Isi mata pelajaran, dengan memperhatikan hal-hal

sebagai berikut :

a. Urutan berdasarkan hierarki konsep dasar ilmu dan/atau tingkat

kesulitan materi;

b. Keterkaitan antarstandar kompetensi dan kompetensi dasar dalam

mata pelajaran;

c. Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata

pelajaran.

3. Menuliskan Kompetensi Dasar.

Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus

dimiliki peserta didik dalam rangka menguasaiSKmata pelajaran tertentu.

Kompetensi Dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi.

Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar, penyusun terlebih

dahulu mengkaji standarkompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran


dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat

kesulitan Kompetensi Dasar.

b. Keterkaitan antar Standar kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam

mata pelajaran; dan

c. Keterkaitan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar anatar mata

pelajaran.

4. Mengidentifikasi Materi Pokok

Dalam mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang

pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar harus

mempertimbangkan :

a. relevansi materi pokok degan SK dan KD

b. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual

peserta didik;

c. kebermanfaatan bagi peserta didik;

d. struktur keilmuan;

e. kedalaman dan keluasan materi;

f. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan;

g. alokasi waktu.

5. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

Legiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar

yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta

didik, peserta didik dengan guru lingkungan, dan sumber belajar lainnya
dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Kegiatan pembelajaran yang

dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran

yang bervariasi dan berpusat pada pesrta ddik. Kegiatan pembelajaran

memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

5. Merumuskan indikator Keberhasilan Belajar.

Untuk mengembangkan instrumen penilaian, terlebih dahulu dperhatikan

indikator. Oleh karena itu, di dalam penentuan indikator diperlukan

kriteria sebagai berikut:

a. Sesuai tingkat perkembangan berpikir siswa

b. Berkaitan dengan Standar Kompetensi dan kompetensi Dasar

c. Memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari (life Skills)

d. Harus dapat menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa secara utuh

( kognitif, afektif, dan psikomotor).

e. Memperhatikan sumber-sumber belajar yang relevan.

f. Dapat diukur/dapat dikuantifikasikan/dapat diamati.

g. Menggunakan kata kerja operasional.

7. Penentuan Jenis Penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan

indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan nontes dalam

bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, sikap, penilaian hasil

karya berupa proyek atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

8. Menentukan Alokasi Waktu


Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada

jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dengan

mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat

kesulitan,dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi yang

dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu yang dibutuhkan

oleh peserta didik untuk menguasai kompetensi dasar.

9. Menentukan Sumber Belajar

Sumber belajar adalah rujukan, subjek dan/atau bahan yang digunakan

untuk kegiatan pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak

dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial dan

budaya.

Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan

kompetensi dasar serta materi pokok, kegiatan pembelajaran dan indikator

pencapaian kompetensi.

e. Komponen-komponen Silabus :

Berdasarkan langkah-langkah pengembangan silabus,format silabus

paling tidak memuat 9 komponen, yaitu :

(1). Komponen Identitas,

(2). Komponen Standar Kompetensi,

(3). Komponen Kompetensi Dasar

(4). Komponen Materi Pokok

(5). Komponen Pengalaman Mengajar,

(6). Komponen Indikator


(7). Komponen Jenis Penilaian

(8). Komponen Alokasi Waktu,

(9). Komponen Sumber Belajar

Anda mungkin juga menyukai