Perencanaan Pembelajaran Efektif di Sekolah
Perencanaan Pembelajaran Efektif di Sekolah
PENDAHULUAN
1
1
Dalam perencanaan pembelajaran harus disesuaikan dengan target
pendidikan yang telah ditentukan. Guru sebagai subyek dalam perencanaan
dituntut untuk mampu menyusun berbagai program pengajaran sebagai
pendekatan dan metode yang akan digunakan. Dalam buku “Perencanaan
Pembelajaran” yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga
Kependidikan tahun 2004 disebutkan bahwa : Perencanaan pembelajaran
(instruction design) adalah keseluruhan proses analisis kebutuhan dan tujuan
belajar serta pengembangan sistem penyampaiannya untuk memenuhi
kebutuhan dan mencapai tujuan belajar, termasuk di dalamnya pengembangan
paket pembelajaran dan kegiatan mengevaluasi program dan hasil belajar.
Dalam implementasinya silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan
pembelajaran, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-
masing guru. Selain itu silabus harus dikaji dan dikembangkan secara
berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi belajar, evaluasi
proses (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana pelaksanaan
pembelajaran. Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan
pembelajaran lebih lanjut, seperti pembuatan rencana pembelajaran,
pengelolaan kegiatan pembelajaran dan pengembangan sistem penilaian.
Pembelajaran dan pengembangannya sepenuhnya menjadi tugas dan
kreatifitas dari guru yang mengajar di kelas, karena itu guru dituntut memiliki
kompetensi dan kreativitas yang tinggi karena dengan menggunakan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sekolah diberi keleluasaan untuk
membuat strategi pembelajaran sendiri dalam menyampaikan mata pelajaran
sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan kepada siswa disesuaikan
dengan situasi dan kondisi di sekolah masing-masing. Untuk itu masing-
masing sekolah berusaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan
sebaik-baiknya tanpa mengurangi esensi dan substansi dari kurikulum yang
ada. Kegiatan pembelajaran di sekolah harus mengacu pada kurikulum yang
sudah ditentukan oleh Pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun
2
2
2006 tentang Standar Kompetensi. Kurikulum yang dilaksanakan sekarang
adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Di dalam pembelajaran ada 3 komponen yang harus dikembangkan
dan saling keterkaitan yaitu guru, siswa dan proses pembelajaran. Dari pihak
guru adalah guru harus terlebih dahulu membuat perencanaan pembelajaran
yang matang mulai dari membuat program tahunan, program semester, dan
program harian yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di samping
harus menguasai materi yang akan diajarkan, metode-metode mengajar dan
bisa menguasai kelas serta membuat alat evaluasi. Dari pihak siswa kesiapan
menerima pelajaran, kedisiplinan dan kesungguhan, sedang proses
pembelajaran adalah ada sinergi antara guru, murid, metode dan model
pembelajaran yang tepat dari materi kompetensi yang akan diajarkan.
Untuk mencapai hal tersebut guru harus menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran, karena setiap kali pertemuan harus sudah
disiapkan terlebih dahulu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, pembelajaran
harus dipersiapkan sedemikian rupa agar pembelajaran terarah dan terkontrol.
Dengan demikian kompetensi yang ingin dicapai dalam perencanaan bisa
tercapai dengan baik. Dengan adanya perubahan kurikulum buku paket yang
dibuat pemerintah dan sudah dikirim ke sekolah-sekolah kadang tidak urut
dengan kompetensi yang ada pada kurikulum, sehingga dibutuhkan
kecermatan dan ketrampilan guru untuk meramu materi kompetensi yang
ingin dicapai dari berbagai buku sumber atau sumber lain yang relevan.
Berdasarkan hasil pemantauan yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah yang
sekaligus peneliti di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar
masih ditemukan guru yang mengajar belum berpedoman pada silabus dan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tentang kompetensi yang akan diajarkan,
sehingga dalam pelaksanakan proses pembelajaran tidak terencana dengan
baik. Hal ini sangat dimungkinkan terjadi materi yang sama disampaikan
berulang-ulang, sedangkan kompetensi yang lain tidak tersampaikan secara
keseluruhan. Kejadian yang demikian akan terkesan bahwa guru mengajar
kurang menguasai materi dan cenderung kurang efektif dan efisien. Kinerja
guru yang belum memuaskan ini, apabila tidak ditanggulangi secara cepat
3
3
akan berdampak pada kesulitan yang berkelanjutan baik bagi sekolah, guru,
dan peserta didik.
Bagi sekolah apabila masalah ini dibiarkan tanpa adanya suatu
tindakan yang diambil oleh kepala sekolah selaku edukator akan
mempengaruhi hasil belajar yang berakibat pada kenaikan kelas dan tingginya
laju angka mengulang di kelas. Bagi guru tujuan pembelajaran akan tidak
tercapai karena tidak adanya perubahan perilaku yang positif dari peserta didik
setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, seperti perubahan kognitif, afektif
dan psikomotor. Dari beberapa penyebab rendahnya kinerja guru, peneliti
selaku Kepala Sekolah memprioritaskan masalah Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran. Sebab melalui RPP dapat diketahui kadar kemampuan dan
kinerja guru dalam menjalankan profesinya. Untuk itu, melalui supervisi
akademik simpatik merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan
kinerja guru dalam mengembangkan RPP. Ada sebagian guru memiliki silabus
dan rencana pelaksanaan pembelajaran lengkap, tetapi dengan cara
memfotokopi dari sekolah lain yang situasi dan kondisinya berbeda, baik guru,
siswa maupun sarana dan prasarananya, karena yang membuat orang lain
pemikiran dan ide-idenya juga bisa saja berbeda, sehingga perangkat
pembelajaran yang telah ada tidak bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Sebagai dampak dari belum disusunnya silabus dan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP), maka metode dan model pembelajaran aktif
yang akan digunakan pun tidak terencana dengan baik, akhirnya metode yang
dipilih dan paling mudah tanpa adanya persiapan khusus yaitu digunakan
metode ceramah, yang berakibat siswa menjadi pasif, kurang antusias,
mengantuk, ngobrol sendiri dan ada pula yang mengerjakan mata pelajaran
lain. Padahal dengan diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP), sekolah diberi otoritas penuh untuk melaksanakan kurikulum
disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah masing-masing, tanpa
merubah substansi dan esensi dari kurikulum yang telah disusun oleh Badan
Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pembinaan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah melalui teknik supervisi, teknik ini dipilih dengan
alasan dirasa paling tepat, karena adanya keinginan bersama antara guru dan
4
4
Kepala Sekolah untuk maju bersama, mempunyai kedaulatan yang seimbang,
dan masing-masing memiliki kewajiban. Kepala Sekolah sebagai pembina
memiliki kewajiban untuk melaksanakan pembinaan terhadap guru dalam hal
membina dalam mengembangkan silabus dan membuat rencana pelaksanaan
pembelajaran, sedangkan guru memiliki tanggung jawab untuk
mengembangkan silabus dan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran
dan melaksanakannya sebagai salah satu dari pemenuhan standar kompetensi
guru yaitu kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik. Berdasar
realita tersebut maka penulis berkeinginan untuk mengadakan penelitian
Tindakan Sekolah dengan judul: Melalui Pembinaan dan Pendampingan
dalam upaya meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten
Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019.
B. Perumusan Masalah.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas maka dalam
penelitian ini dapat dirumuskan masalah Sebagai berikut: Apakah Melalui
Pembinaan dan Pendampingan dapat meningkatkan Kemampuan Guru
dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SLBC YPALB
Karanganyar Kabupaten Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, maka tujuan penelitian ni
adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kemampuan guru SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten
Karanganyar dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran betul-betul dapat dijadikan
sebagai acuan.
2. Menerapkan pembinaan berkelanjuatan dan Supervisi akademik dalam
upaya meningkakan kemampuan guru di SLBC YPALB Karanganyar
Kabupaten Karanganyar untuk menyusun Rencana pelaksanaan
pembelajaran yang sesuai standar proses.
5
5
D. Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat penelitian ini mencakup secara teoretis dan praktis:
1. Manfaat Teoretis.
Dapat menambah kemampuan dan kompetensi guru dalam berbagai
pengetahuan baru sehingga dapat digunakan sebagai bahan rujukan untuk
peningkatkan mutu pendidikan dan penelitian selanjutnya
2. Manfaat Praktis.
a. Bagi Siswa:
1) Pembelajaran akan bermakna, karena tahapan pembelajaran telah
tersusun secara logis dan sistematis sesuai dengan perencanaan.
2) Meningkatkan aktivitas dan interaksi belajar mengajar.
3) Materi pembelajaran mudah difahami dan diterima oleh peserta
didik, sehingga kualitas pembelajaran meningkat.
b. Bagi Guru:
1) Memperbaiki dan meningkatkan kinerja guru dalam merencanakan
dan melaksanakan pembelajaran yang pakem.
2) Menambah wawasan baru sehingga akan dapat meningkatkan
profesionalisme guru.
c. Bagi Kepala Sekolah dan Pengawas.
1) Memberikan masukan akan arti dan pentingnya supervisi akademik
dan pembinaan bagi guru dalam menyusun, merencanakan dan
melaksanakan pembelajaran dan evaluasi..
2) Memberikan motivasi dan semangat kepada kepala sekolah dan
pengawas untuk melaksanakan supervisi dan pembinaan secara
terprogram dan berkesinambungan kepada guru..
6
6
BAB II
KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN
7
7
yang lebih baik (Depdibbud, 1975). Adams (1959) memberikan batasan
sebagai perencanaan program perbaikan pengajaran. Sementara itu Wiles
memberikan batasan Supervisi sebagai berikut :Supervision is service activity
that exists to help teachers do their job better (Wiles, 1955:3). Pandangan
Kolaborativ Pembinaan Guru
Menurut pendapat Ali Imron (2007,hal 74-75) menyatakan bahwa
pandangan Kolaborativ pembinaan guru mendasarkan asumsi-asumsi yang
digunakan dalam psikologi kognitif. Belajar siswa dalam pandangan
psikologi kognitif adalah merupakan konvergensi antara pandangan
behavioristik dan pandangan humanistik. Jika pandangan behavioristik lebih
menekankan kontrol instrumen lingkungan,maka pandangan humanistik
memandang belajar sebagai usaha penemuan sendiri atas sesuatu. Dengan
demikian, dalam pandangan psikologi kognitif, belajar sesungguhnya
merupakan konvergensi antara kontrol instrumental lingkungan dan usaha
penemuan oleh diri sendiri.
Jika dalam pandangan psikologi kognitif, tanggung jawab guru dan
siswa sama-sama sedang dan seimbang, maka pandangan Kolaborativ
dalam Pembinaan guru juga ada kedaulatan yang seimbang antara Pengawas
dan guru. Tanggung jawab mereka masing-masing, yaitu sebagai guru dan
sebagai Pengawas, sama-sama sedang. Dalam pandangan Kolaborativ,
perilaku pokok Pengawas mencakup : mendengar, mempresentasikan,
memecahkan masalah dan negosiasi. Target Pembinaan guru dalam
pandangan Kolaborativ adalah terdapatnya kontrak antara Pengawas dan
guru. Kondisi guru yang dihadapi berbeda, sesuai dengan pendapat
Glickman (1981) yang dikutip Ali Imron (1990:77) mengemukakan
karakteristik guru berdasarkan atas tingkatan komitmen (level of
Commitment) dan tingkat abstraksi (level of abstraction)-nya. Tingkatan
komitmen menunjukkan kepada usaha dan penyediaan waktu dalam
melaksanakan tugasnya. Ia lebih dari sekedar concern. Sementara itu
tingkatan abstraksi menunjuk kepada kemampuan kognitif,pemikiran
abstrak dan simbolik yang dapat dilakukannya, dan bahkan kemampuan
8
8
[Link] pengertian tersebut, nyatalah bahwa Pembinaan
guru atau supervisi adalah sebagai berikut :
a. Serangkaian bantuan yang berwujud layanan profesional.
b. Layanan profesional tersebut diberikan oleh orang yang lebih ahli
(Kepala Sekolah, Pengawas , ahli lainnya) kepada guru
c. Maksud layanan profesional tersebut adalah agar dapat meningkatkan
kualitas proses dan hasil belajar, sehingga tujuan pendidikan yang
direncanakan dapat tercapai.
Supervisi atau Pembinaan guru yang dilakukan menginspeksi tersebut
ternyata tidak hanya ditemukan dalam kepustakaan Indonesia. Dalam
kepustakaan asing supervisi dengan pengertian inspeksi pun
ditemukan,seperti dikemukakan oleh Gwynn (1961) sebagai berikut :
Supervision originated as inspection of school and continued with that its
major emphasis to about 1920 (Gwynn, 196: 8).
Pembinaan guru atau supervisi dengan model lama (inspeksi) bisa
menjadikan penyebab guru menjadi takut,tidak bebas dalam melaksanakan
tugas dan merasa terancam keamanannya bila bertemu dengan
supervisor,tidak memberikan dorongan bagi kemajuan guru. Oleh karena itu,
semua kegiatan pembaharuan pendidikan,termasuk pembaharuan
kurikulumnya,yang dilakukan dengan pengerahan waktu,biaya dan tenaga
akan sia-sia. Conny Semiawan (1985) mengemukakan bahwa penghalang
bagi pembaharuan,termasuk dalam supervisi adalah sebagai
berikut :Pertama, sistem Pembinaan yang kurang memadai. Hal ini
disebabkan oleh
a. Pembinaan yang masih menekankan aspek administratif dan
mengabaikan aspek profesional,
b. Tatap muka antara Guru dan Kepala Sekolah dan guru sangat sedikit,
c. Kepala Sekolah yang sedikit mengajar,sehingga banyak dibutuhkan
bekal tambahan agar dapat mengikuti perkembangan baru,
d. Pada dasarnya masih menggunakan jalur searah,dari atas ke bawah,
e. Potensi guru sebagai Kepala Sekolah kurang dimanfaatkan.
9
9
Kedua,sikap mental yang kurang sehat dari Pengawas. Hal ini
disebabkan oleh:
a. Hubungan profesional yang kaku dan kurang akrab akibat sikap otoriter
Kepala Sekolah, sehingga guru takut kepada Kepala Sekolah
b. Banyak Kepala Sekolah dan guru sudah merasa berpengalaman,
sehingga tidak merasa perlu lagi belajar,
c. Pengawas dan guru merasa cepat puas dengan hasil belajar siswa.
2. Tujuan Pembinaan Guru
Tujuan Pembinaan guru adalah untuk meningkatkan kemampuan
profesional guru dalam meningkatkan proses dan hasil belajar melalui
pemberian bantuan yang terutama bercorak layanan profesional kepada
guru. Jika proses belajar meningkat, maka hasil belajar diharapkan juga
meningkat. Dengan demikian,rangkaian usaha Pembinaan profesional guru
akan memperlancar pencapaian tujuan kegiatan belajar mengajar
( Depdikbud, 1986). Secara umum, Pembinaan guru atau supervisi
bertujuan untuk memberikan bantuan dalam mengembangkan situasi
belajar mengajar yang lebih baik (Wiles, 1955) melalui usaha peningkatan
profesional mengajar (Depdikbud, 1975), menilai kemampuan guru
sebagai pendidik dan pengajar dalam bidang masing-masing guna
membantu mereka melakukan perbaikan dan bila mana diperlukan dengan
menunjukkan kekurangan-kekurangan untuk diperbaiki sendiri (Nawawi,
1983)
Joesoef Djajadisastra mengemukakan tujuan Pembinaan guru atau
supervisi, sebagai berikut :
a. Memperbaiki tujuan khusus mengajar guru dan belajar siswa
b. Memperbaiki materi (bahan) dan kegiatan belajar mengajar
c. Memperbaiki metode, cara mengorganisasi kegiatan belajar mengajar
d. Memperbaiki penilaian atas media
e. Memperbaiki proses belajar mengajar dan hasilnya
f. Memperbaiki pembimbingan siswa atas kesulitan belajarnya
g. Memperbaiki sikap guru atas tugasnya.
10
10
Berdasarkan tujuan-tujuan tersebut sangatlah jelas, bahwa supervisi
atau Pembinaan guru bertujuan sebagai berikut :
a. Memperbaiki proses belajar mengajar
b. Perbaikan tersebut dilaksanakan melalui Pembinaan profesional
c. Yang melakukan Pembinaan adalah Pengawas
d. Sasaran Pembinaan tersebut adalah guru, atau orang lain yang ada
kaitannya.
e. Secara jangka panjang, Pembinaan tersebut adalah memberikan
kontribusi bagi pencapaian tujuan pendidikan.
3. Fungsi Pembinaan Guru
Berdasarkan tujuan-tujuan tersebut, kemudian dapat diidentifikasi
fungsi-fungsi Pembinaan guru. Fungsi-fungsi tersebut
meliputi :memelihara program pengajaran sebaik-baiknya, menilai dan
memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi hal belajar, memperbaiki
situasi belajar anak-anak Supervisi juga berfungsi untuk mengkoordinasi,
menstimulasi dan mengarahkan pertumbuhan guru-guru,mengkoordinasi
semua usaha sekolah,memperlengkapi kepemimpinan sekolah,
memperluas pengalaman guru-guru,menstimulasi usaha-usaha yang
kreatif,memberi fasilitas dan penilaian yang terus menerus, menganalisis
situasi belajar mengajar, memberikan pengetahuan dan ketrampilan guru
serta staf, mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu
meningkatkan kemampuan guru. Bahwa fungsi Pembinaan guru adalah
menumbuhkan iklim bagi perbaikan proses dan hasil belajar melalui
serangkaian upaya Pembinaan terhadap guru-guru dalam wujud layanan
profesional.
4. Prinsip-prinsip Pembinaan Guru
Agar Pembinaan guru tersebut dapat dilakukan dengan baik,perlu
dipedomani prinsip-prinsip Pembinaan guru. Yang dimaksud dengan
prinsip adalah sesuatu yang harus dipedomani dalam suatu aktivitas. Para
pakar mengidentifikasi prinsip-prinsip Pembinaan guru sesuai dengan
sudut tinjau mereka. Depdikbud (1986) mengemukakan prinsip-prinsip
Pembinaan guru sebagai berikut :
11
11
a. Dilakukan sesuai dengan kebutuhan guru
b. Hubungan antara guru dengan Pengawas didasarkan atas kerabat kerja
c. Pengawas ditunjang sifat keteladanan dan terbuka
d. Dilakukan secara terus menerus
e. Dilakukan melalui berbagai wadah yang ada
f. Diperlancar melalui peningkatan koordinasi dan sinkronisasi horizontal
dan vertikal baik di tingkat pusat maupun daerah
Dalam penggolongan yang lebih rinci lagi, Djajadisastra (1976)
mengemukakan prinsip Pembinaan guru menjadi prinsip fundamental dan
prinsip praktis. Yang dimaksud dengan prinsip fundamental adalah
Pembinaan guru atau supervisi dipandang sebagai bagian dari keseluruhan
proses pendidikan yang tidak terlepas dari dasar-dasar pendidikan nasional
Indonesia, yakni Pancasila. Supervisi pendidikan haruslah menggunakan
prinsip-prinsip sila pertama sampai kelima Pancasila. Prinsip fundamental
ini haruslah menjiwai kegiatan supervisi. Yang dimaksud dengan prinsip
praktis adalah kaidah-kaidah yang harus dijadikan pedoman praktis dalam
pelaksanaan supervisi. Prinsip praktis oleh Djajadisastra dibagi lagi menjadi
prinsip positif dan negatif. Tahalele (1979) juga mengemukakan bahwa
prinsip praktis Pembinaan guru dapat digolongkan prinsip positif dan
negatif. Prinsip positif berisi anjuran untuk memedomani sesuatu yang baik
dalam pelaksanaan supervisi,sementara prinsip negatif berisi anjuran untuk
meninggalkan sesuatu yang tidak baik, yang berakibat terhalangnya
pencapainya tujuan pendidikan.
Adapun prinsip-prinsip positif tersebut meliputi hal-hal
(Djajadisastra, 1976; Tahalele,1979) sebagai berikut :
a. Ilmiah, yaitu dilaksanakan secara sistematis,obyektif dan menggunakan
instrumen. Sistematis maksudnya berurut dari masalah satu ke masalah
berikutnya secara runtut. Obyektif maksudnya apa adanya,tidak mencari-
cari atau mengarang-ngarang. Menggunakan instrumen maksudnya, dalam
melaksanakan pembinaan guru harus ada instrumen sebagai panduan.
b. Kooperatif, artinya terdapat kerjasama yang baik antara guru dengan
Pengawas.
12
12
c. Konstruktif, artinya dalam melaksanakan Pembinaan, hendaknya
mengarah kepada perbaikan, apapun perbaikannya dan seberapapun
perbaikannya.
d. Realistik, sesuai dengan keadaan,tidak terlalu idealistik.
e. Progresif, artinya dilaksanakan maju selangkah demi selangkah namun
tetap mantap.
f. Inovatif, yang berarti mengihtiarkan pembaharuan dan berusaha
menemukan hal-hal baru dalam Pembinaan.
g. Menimbulkan perasaan aman bagi guru-guru.
h. Memberi kesempatan kepada guru dan Pengawas untuk mengevaluasi diri
mereka sendiri, dan menemukan jalan pemecahan atas kekurangannya.
Adapun prinsip-prinsip negatif Pembinaan guru adalah sebagai berikut
a. Pembinaan guru tidak boleh dilaksanakan dengan otoriter
b. Pembinaan guru tidak boleh mencari-cari kesalahan guru.
c. Pembinaan guru tidak boleh dilaksanakan berdasarkan tingginya pangkat.
d. Pembinaan guru tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil.
e. Pembinaan guru tidak boleh dilepaskan dari tujuan pendidikan dan
pengajaran.
f. Pengawas tidak boleh merasa dirinya lebih tahu dibandingkan dengan
guru.
g. Pembinaan guru tidak boleh terlalu memperhatikan hal-hal yang terlalu
kecil dalam mengajar sehingga membelokkan maksud Pembinaan.
h. Pengawas tidak boleh lekas kecewa jika mengalami kegagalan.
13
13
ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada jalur formal,
baik pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester. Standar proses
meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran,
penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk
terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
a. Pengertian RPP.
Istilah perencanaan menurut pendapat (Willian G. Cuningham:
1982) yang dikutip oleh [Link] mengemukakan: Perencanaan
adalah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi
dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan
memvisualisasikan dan memformulasikan hasil yang diinginkan,
urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang
dapat diterima yang akan digunakan dalam penyelesaian. Definisi
kedua mengemukakan bahwa perencanaan adalah hubungan antara
yang ada sekarang (what is) dengan bagaimana seharusnya (what
should be) yang bertalian dengan kebutuhan,penentuan tujuan,
prioritas,program dan alokasi sumber. Bagaimana seharusnya adalah
mengacu pada masa yang akan datang. Perencanaan di sini
menekankan kepada usaha mengisi kesenjangan antara keadaan
sekarang dengan keadaan yang akan datang disesuaikan dengan apa
yang dicita-citakan yaitu menghilangkan jarak antara keadaan sekarang
dengan keadaan mendatang yang diinginkan.
Sementara definisi yang lain tentang perencanaan dirumuskan
sangat pendek, perencanaan adalah suatu cara untuk mengantisipasi
dan menyeimbangkan perubahan. Dalam definisi ini ada asumsi bahwa
perubahan selalu terjadi, dan perubahan ini selalu diantisipasi, dan
hasil antisipasi ini dipakai agar perubahan itu seimbang. Artinya
perubahan yang terjadi di luar organisasi pengajaran tidak jauh berbeda
dengan perubahan yang terjadi pada organisasi itu dengan harapan agar
organisasi tidak mengalami keguncangan. Jadi, makna perencanaan di
sini adalah usaha mengubah organisasi agar sejalan dengan perubahan
14
14
[Link] rumusan-rumusan di atas, dapat dibuat
rumusan baru tentang apa itu perencanaan. Perencanaan yaitu suatu
cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan
baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna
memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam pembelajaranpun perlu
perencanaan yang matang sebagai upaya untuk perbaikan
pembelajaran dengan asumsi sebagai berikut :
1). untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan
perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya
desain pembelajaran;
2). untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan
pendekatan sistem;
3). perencanaan desain pembelajaran diacukan pada bagaimana
seseorang belajar;
4). untuk merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada
siswa secara perorangan;
5). pembelajaran yang dilakukan akan bermuara pada ketercapaian
tujuan pembelajaran,dalam hal ini akan ada tujuan langsung
pembelajaran, dan tujuan pengiring dari pembelajaran;
6). sasaran akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah
mudahnya siswa untuk belajar;
7). perencanaan pembelajaran harus melibatkan semua variabel
pembelajaran;
8). inti dari desain pembelajaran yang dibuat adalah penetapan
metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
Dengan disusunnya rencana pembelajaran, guru yang mengajar
menjadi lebih siap dan lebih profesional. Menurut Oemar Hamalik
2001: 135 rencana pembelajaran memiliki fungsi sebagai berikut:
15
15
1) Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan
pendidikan sekolah dan hubungan dengan pembelajaran yang
dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu.
2) Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan
pembelajarannya terhadap tujuan pencapaian pendidikan.
3) Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pembelajaran yang
diberikan dan prosedur yang dipergunakan.
4) Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan
murid, minat-minat murid dan mendorong motivasi belajar.
5) Mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar
dengan adanya organisasi kurikuler yang lebih baik, metode yang
tepat dan menghemat waktu.
Dalam implementasinya, silabus dijabarkan dalam rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) , dilaksanakan, dievaluasi dan
ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Rencana pelaksanaan
pembelajaran adalah rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit
yang akan diterapkan guru dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan
RPP inilah seorang guru baik yang menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran ( RPP) itu sendiri maupun yang bukan) diharapkan bisa
menerapkan pembelajaran secara terprogram. Oleh karena itu RPP
harus mempunyai daya terap (aplicable) yang tinggi. Pada sisi lain,
melalui RPP pun dapat diketahui kadar kemampuan guru dalam
menjalankan profesinya. Dalam menyusun RPP ada beberapa
anggapan dasar yang harus diperhatikan ( Depdiknas : 2007)
1) Rencana pembelajaran harus diarahkan atau ditujukan untuk
membantu siswa belajar individual.
2) Rencana pembelajaran memiliki dua tahap yaitu tahap jangka
pendek yang merupakan tahap dimana rencana pembelajaran
segera dibuat karena segera akan dilaksanakan, dan tahap jangka
panjang merupakan rencana yang dibuat untuk satu
semesterataupun untuk satu program.
16
16
3) Rencana pembelajaran yang sistematis akan berpengaruh
besar terhadap pengembangan manusia secara individual. Alasan
yang paling mendasar adalah untuk meyakinkan bahwa
pendidikan tidak ada hal-hal yang merugikan dan setiap siswa
memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakatnya
secara individual sampai pada tingkat yang maksimum.
4) Rencana pembelajaran dibuat dengan menggunakan pendekatan
sistem yaitu melalui beberapa tahap dimulai dari analisis tujuan
dan diakhiri dengan evaluasi. Penetapan pada setiap tahap
didasarkan pada kenyataan yang bersifat empiris dan setiap tahap
akan masuk ke tahap berikutnya.
5) Rencana pembelajaran didasarkan pada pengetahuan bagaimana
manusia itu belajar. Anggapan tersebut dengan pengertian
bagaimana kemampuan individu itu dapat dikembangkan dan tidak
cukup dengan pernyataan “apa yang seharusnya bagi mereka”.
17
17
kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau
lingkungan peserta didik.
b. Standar kompetensi
18
18
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal
peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap,
dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau
semester pada suatu mata pelajaran.
c. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai
peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan
penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.
d. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang
diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
e. Materi ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan,
dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator
pencapaian kompetensi.
f. Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian
KD dan beban belajar.
g. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai
kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan.
Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan
kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan
kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.
Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas
1 sampai kelas 3 SD/MI.
h. Kegiatan pembelajaran
19
19
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan
pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan
memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif
dalam proses pembelajaran. Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a) menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk
mengikuti proses pembelajaran,
b) mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan
pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari,
c) menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang
akan dicapai,
d) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan
sesuai silabus.
2) Kagiatan Inti
20
20
a) melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan
dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan
menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari
aneka sumber,
b) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media
pembelajaran, dan sumber belajar lain,
c) memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara
peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar
lainnya,
d) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran,
e) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di
laboratorium, studio, atau lapangan.
21
21
g) memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja
individual maupun kelompok,
h) memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen,
festival, serta produk yang dihasilkan,
i) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang
menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
22
22
d) merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk
pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling
dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun
kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik,
e) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.
j. Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan
kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan
indikator pencapaian kompetensi
23
23
kelayakan dan kesetaraan bagi seseorang yang memiliki keahlian tanpa
ijazah dilakukan oleh perguruan tinggi yang diberi wewenang untuk
melaksanakannya.(Depdiknas; 2007). Standar kompetensi guru
dikembangan secara utuh dari 4 kompetensi utama, yaitu kompetensi
pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Keempat kompetensi
tersebut terintegrasi dalam kinerja guru, yang dikembangkan menjadi
kompetensi guru mata pelajaran. Untuk lebih jelasnya keempat standar
kompetensi tersebut akan diuraikan satu-persatu, yaitu:
a. Kompetensi Pedagogik:
1) Menguasai Karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral,
sosial, kultural, emosional dan intelektual.
2) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang
mendidik.
3) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang
pengembangan yang diampu.
4) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk
kepentingan pembe pembelajaran.
6) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
7) Berkomunikasi secara efektif,empatik dan santun dengan peserta
didik.
8) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
9) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan
pembelajaran.
10) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas
pembelajaran.
b. Kompetensi Kepribadian meliputi:
1) Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan
kebudayaan nasional Indonesia.
2) Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak ulia, dan
teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
24
24
3) Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif
dan berwibawa.
4) Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga
menjadi guru, dan rasa percaya diri.
5) Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.
c. Kompetensi Sosial meliputi:
1) Bersikap inklusif, bertindak subjektif, serta tidak diskriminatif
karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar
belakang keluarga, dan status sosial ekonomi.
2) Berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan sesama
pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat.
3) Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik
Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya.
4) Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain
secara
d. Kompetensi profesional, meliputi:
1) Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang
mendukung mata pelajaran yang diampu.
2) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata
pelajaran yang diampu.
3) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.
4) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan
melakukan tindakan reflektif.
5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk
mengembangkan diri.
D. Kerangka Berpikir.
Berdasarkan kajian teori di atas dapat dirumuskan kerangka berfikir
sebagai berikut, di SLBC YPALB Karanganyar belum optimal dilaksanakan
pembinaan dan bimbingan dalam mengembangkan silabus dan menyusun RPP
sehingga pada umumnya guru belum menampakkan kompetensi/
kemampuannya dengan baik dalam penyusunan rencana pelaksanaan
25
25
pembelajaran. Dengan kondisi yang demikian maka perlu dilaksanakan
kegiatan pembinaan/supervisi secara berkesinambungan, dengan harapan
dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) menjadi lebih baik, dimana mereka mampu merubah
pola mengajarnya dengan merencanakan dan menyiapkan daya dukung yang
berupa: RPP, sumber belajar yang lengkap, pemilihan metode yang tepat,
menggunakan media yang sesuai, serta menerapkan model-model
pembelajaran yang inovatif sehingga akan memotivasi siswa aktif dalam
mengikuti pelajaran yang akhirnya hasil belajarnya akan meningkat. Adapun
Kerangka berpikir ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Melalui optimalisasi pembinaan dan bimbingan pada guru di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karang
Pelaksanaan tindakan
Kondisi akhir setelah tindakan Kemampuan Guru SLBC dalam menyusun RPP meningkat
E. Hipotesis Tindakan.
Berpijak dari kajian teori dan kerangka berpikir di atas, maka dapat di
rumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut: Bahwa Melalui Pembinaan dan
Pendampingan dapat meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SLBC YPALB Karanganyar
Kabupaten Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019.
26
26
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1. Tempat Penelitian
Tempat penelitian ini di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten
Karanganyar. Adapun alasannya adalah (1). Sekolah tersebut adalah
sebagai Sekolah peneliti mengajar dan sebagai kepala sekolah sehingga
mempermudah peeneliti untuk memperoleh data secara valid. (2). Secara
umum kemampuan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran masih
dalam kondisi perlu pembinaan dan pendampingan (3). dilihat dari sisi
pendidikan semua guru tamatan S1/D IV yang relevan . (4). Kemampuan
mengajarnya masih perlu pembinaan dan pendampingan.
2. Waktu Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian, peneliti mengambil waktu selama
3 bulan, yaitu mulai bulan 5 Agustus sampai dengan bulan 31 Oktober
2018 dengan alasan waktu tersebut merupakan waktu belajar efektif
sehingga memudahkan untuk mengetahui peningkatan kompetensi
/kemampuan guru (hasil supervisi) dalam merencanakan dan
melaksanakan pembelajaran. Adapun rincian jadwal sebagai berikut :
Tabel 1. Jadwal Penelitian Tindakan Sekolah
27
27
4 Analisis data x
5 Penyusunan laporan hasil penelitian x
B. Metode Penelitian
1. Pengertian Metode Penelitian
Metode penelitian adalah “ilmu pengetahuan yang membicarakan
tentang cara dan tindakan akibat adanya hasrat ingin tahu dari manusia dalam
taraf keilmuan yang disalurkan dengan pemikiran yang tinggi disertai dengan
keyakinan bahwa ada sebab bagi akibat dan bahwa setiap gejala yang nampak
dapat dicari penjelasannya secara ilmiah” Koentjoroningrat (1993: 7).
Sedangkan yang dimaksud penelitian adalah sebagai suatu usaha atau kegiatan
yang bertujuan untuk memecahkan suatu masalah dengan menggunakan cara-
cara dan metode-metode yang bersifat ilmiah. Dari pengertian di atas maka
dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode penelitian adalah
“suatu ilmu yang mempelajari tentang cara-cara atau system system untuk
memecahkan suatu masalah yang dihadapi seseorang dalam mengadakan
suatu penelitian ilmiah”. Winarno Surahmad (1993: 96).
2. Macam-macam metode penelitian
Macam-macam metode penelitian ada 3 jenis yaitu :
a. Metode Deskripsi
Metode deskripsi adalah metode yang penyelidikannya tertuju pada
pemecahan masalah yang pada masa sekarang.
b. Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah metode penyelidikan dengan mengadakan
kegiatan percobaan untuk melihatsuatu hasil
c. Metode Histori.
surahmad,1993: 131).
28
28
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kwalitatif bertujuan agar dalam penelitian ini dapat tercapai hasil dengan
4. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini diambil sampel dari seluruh guru di SLBC
YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar Semester I tahun pelajaran
2018/2019 yang berjumlah 20 guru kelas dan mata pelajaran. Sedangkan
objek penelitian ini adalah rencana pelaksanaan pembelajaran.
29
29
kongkrit untuk pemecahannya yaitu dengan sistem siklus. Adapun
langkah untuk masing-masing siklus adalah sebagai berikut:
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi dan refleksi.
Banyaknya siklus yang direncanakan ada tiga siklus dipandang cukup
untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Berikut ini adalah bagan
prosedur penelitian tindakan kelas sebagai berikut.
D. Prosedur Penelitian.
Karena penelitian ini merupakan penelitian tindakan, maka
pelaksanaannya dengan cara siklus. Pelaksanaannya selama dua siklus. Siklus-
siklus itu merupakan rangkaian yang saling berkelanjutan. Maksudnya, siklus
kedua merupakan kelanjutan dari siklus pertama. Setiap siklusnya selalu ada
persiapan/perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan atau
observasi, dan refleksi. Gambaran penelitian tindakan itu sebagai berikut:
1. Perencanaan Tindakan.
Pada tahap ini supervisor yang sekaligus peneliti mengadakan
kesepakatan dengan guru di SLBC YPALB Karanganyar untuk
meningkatkan kompetensinya dalam menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP). Pada tahap in supervisor berusaha memulai
pembicaraan dalam suasana penuh keakraban, terbuka, bersahabat,
sehingga terbangun hubungan kerjasama yang baik dan harmonis. Ada
30
30
beberapa langkah penting yang perlu kita lakukan pada tahap ini antara
lain :
[Link] pertemuan antara guru, kepala sekolah dengan pembina
gugus untuk membahas langkah-langkah nyata guna memecahkan
masalah yang tengah dihadapi oleh guru dalam pembelajaran.
[Link] kajian ulang terhadap penyusunan rencana pembelajaran
yang telah dibuat oleh guru, dengan mencermati : (a) Tujuan
pembelajaran/kompetensi dasar/indikator hasil belajar, (b)
Bahan/materi belajar, (c) Strategi pembelajaran, (d) Waktu, metode,
media dan sumber belajar, (e) Penilaian.
[Link] dan mengembangkan instrumen observasi yang berupa Alat
Penilaian Kemampuan Guru (APKG) dalam penyusunan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) melalui diskusi dan pembahasan
yang mendalam. Adapun instrumen APKG 1 yang dikembangkan di
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Karanganyar
adalah terlampir (Lampiran 2) :
2. Pelaksanaan Tindakan
Diskripsi tindakan yang akan dilakukan, skenario kerja tindakan
perbaikan yang akan dikerjakan dan prosedur tindakan yang akan
diterapkan peneliti adalah sebagai berikut :
a) Dalam pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan melaksanakan
supervisi guru dalam pelaksanaan pembelajaran ke kelas-kelas untuk
memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang kinerja guru.
b) Pertemuan awal guna memberikan catatan tentang
kekurangan/kelemahan yang ditemukan dalam kegiatan supervisi di
kelas atau di luar kelas.
c) Melaksanakan sherring dan pembinaan guru serta kepala sekolah
untuk menyamakan persepsi dan menentukan langkah yang segera
untuk ditindak lanjuti dalam rangka mengatasi permasalahan yang
dihadapi guru.
d) Mengadakan sosialisasi kepada para guru SLBC YPALB
Karanganyar dalam penyusunan perencanaan pembelajaran.
31
31
d). Membimbing dan memberikan contoh dan pengarahan kepada guru
dalam mencoba menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran untuk
Semesster I.
e). Mengamati kinerja guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran
sesuai sistematika yang telah ditentukan.
f). Mengumpulkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah
dibuat oleh para guru untuk dinilai dengan format APKG 1.
g). Reviw hasil RPP yang telah disusun oleh guru, yang selanjutnya
setelah semua guru memahami dan mampu menyusun RPP, maka
dilanjutkan kegiatan menyusun RPP untuk satu Semesster I bagi
kelasnya masing-masing.
3. Pengamatan ( Observasi ) Tindakan
Tahap observasi ini dilaksanakan pada saat guru melaksanakan
kegiatan mencoba menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
untuk Semesster I. Kegiatan observasi ini diupayakan tidak mengganggu
aktivitas guru, berlangsung secara alamiah tidak terpengaruh oleh
kehadiran supervisor. Kehadiran supervisor diupayakan menimbulkan
rasa nyaman bagi guru atau tidak memberikan dampak buruk terhadap
suasana kerja para guru. Para Guru merasa tidak grogi atas kehadiran
supervisor, hal ini sungguh akan berdampak positif terhadap suasana
kerja.
Dalam tahapan ini, peneliti yang sekaligus pembina gugus
kenari melakukan kegiatan pengamatan secara langsung pada waktu guru
melaksanakan penuyusunan rencana pelaksanaan di sekolah, hal ini
dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kinerja serta kemampuan para
Guru dalam merencanakan pembelajaran dalam rangka mempersiapkan
pembelajaran yang baik bagi anak didiknya dalam meraih prestasi yang
optimal. Disamping itu hal ini peneliti lakukan guna memperoleh
gambaran dan bahan masukan yang akurat guna mencarikan solusi dan
menentukan langkah yang tepat untuk memperbaiki kemampuan Guru di
SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar dalam menyusun
perencanaan pembelajaran.
32
32
4. Refleksi Tindakan
Tahap refleksi ini dilakukan segera sesudah kegiatan praktek
penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) selesai.. Pertemuan
ini merupakan diskusi klarifikasi, analisis, dan balikan antara supervisor
dan Guru berkaitan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang
dilaksanakan serta kriteria dan rencana bagi tindakan siklus berikutnya.
Suasana pertemuan balikan ini diciptakan sebagaimana pertemuan awal,
yakni penuh keakraban, terbuka, bersahabat, sehingga terbangun
hubungan kerjasama yang harmonis. Supervisor menunjukkan catatan
dan bukti-bukti sedemikian rupa, sehingga Guru dapat mengetahui
kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan pada saat mencoba
menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
Refleksi juga merupakan kegiatan yang meliputi analisis, sintesis,
memaknai, menerangkan dan akhirnya membuat suatu kesimpulan
dengan mengkaji hasil informasi, pengamatan dan hasil supervisi/
pengamatan kinerja/ kemampuan Guru yang telah didapatkan dari
sekolah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui perubahan peningkatan
kemampuan Guru dalam menyusun prencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) guna mempersiapkan pembelajaran, dengan cara membandingkan
hasil supervisi/pembinaan sebelumnya dengan hasil setelah
dilaksanakan supervisi/pembinaan secara berkesinanbungan pada siklus
pertama. Hasil refleksi ini dimanfaatkan untuk perbaikan siklus
berikutnya. Guru dan kepala sekolah serta pengawas mendiskusikan
hasil yang diperoleh dari tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil
pengamatan yang difokuskan pada guru dalam penyusunan rencana
pembelajaran. Apabila ternyata hasilnya belum sesuai dengan indikator
yang diharapkan, maka dilaksanakanlah untuk siklus yang berikutnya
hingga diperoleh hasil yang sesuai dengan indikator/ kriteria yang telah
ditentukan sebelumnya.
D. Validitas Data.
33
33
Untuik menjamin dan menguji validitas data yang diperoleh, dan
dikumpulkan benar-benar dapat dipertanggung jawabkan kepada pembaca
maka peneliti melakukan pemeriksaan keabsahan data dengan tehnik :
1. Perpanjangan Keikutsertaan.
Dalam penelitian peneliti terlibat secara langsung ke lokasi
penelitian karena peneliti adalah kepala sekolah di SLBC YPALB
Karanganyar Kabupaten Karanganyar. Peneliti melakukan observasi
dan mencatat segala kejadian yang berkaitan dengan penelitian sebagai
bahan pelengkap analisis dan pengolahan data. Hasil pengolahan dan
analisis digunakan untuk menentukan tindakan selanjutnya yang
dikemas dalam pembinaan dan bimbingan.
2. Triangulasi.
E. Analisis Data
Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan
ini.
34
34
Sumber: HB Sutopo (1996: 87)
F. Indikator Keberhasilan
35
35
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
36
36
interaksi antara guru dengan siswa, siswa terkesan pasif.
Pembelajarannya cenderung satu arah yaitu hanya dari guru saja, guru
belum berfungsi sebagai fasilitator, belum menerapkan model –model
pembelajaran yang lain, termasuk belum melaksanakan kegiatan
pembelajaran di luar kelas pada mata pelajaran tertentu..
3. Guru dalam melakukan penilaian kurang terprogram tanpa ada penilaian
awal, proses maupun penilaian akhir Guru belum melaporkan hasil
evaluasi hasil belajar siswa kepada kepala sekolah.
4. Guru belum memaksimalkan dalam pemanfaatan media pembelajaran
sebagai alat bantu mengajar. Secara kuantitatif hasil pengamatan dan
penilaian kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar
yang telah dilakukan peneliti pada siklus pertama diperoleh data
sebagai termaktub dalam tabel 1
Tabel 1 Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Pra Siklus
Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 2,8 2,8 2,6 2,8 3,0 2,8 16.8 2,80
2 Nurul Hayati, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 16,0 2,66
3 Hesti Mugi R, [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
4. Johar Rochmawati, [Link] 2,5 3,0 2,5 3,0 3,0 3,0 17,0 2,83
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 17,0 2,83
6. Sri Handayani [Link] 3,0 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 17,0 2,83
7 Budi Mulyani, [Link] 2,8 2,8 2,6 2,8 3,0 2,8 16.8 2,80
8 Sutimin, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 16,0 2,66
9 Suparna , [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
10 Dra. Sutabahati 2,5 3,0 2,5 3,0 3,0 3,0 17,0 2,83
11 Pasono, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 17,0 2,83
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,0 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 17,0 2,83
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
37
37
14 Girmono DK, [Link] 2,8 2,8 2,6 2,8 3,0 2,8 16.8 2,80
15 Theresia Widyastuti 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 16,0 2,66
16 Wagiyem, [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
17 Ari Yulianto, [Link] 2,5 3,0 2,5 3,0 3,0 3,0 17,0 2,83
18 Titik Murdati, [Link] 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 3,0 17,0 2,83
19 Widya Purnama, [Link] 3,0 3,0 3,0 2,5 3,0 2,5 17,0 2,83
20 Chika Juiesa A, [Link] 2,7 2,7 3,0 2,7 3,0 3,0 17,1 2,85
Jumlah 56,0 58,2 53,6 56,6 56,6 57,6 338,6 16,93
Rata-rata 2,80 2,91 2,68 2,83 2,83 2,88 16,81 2,82
B. Diskripsi Siklus 1
Berdasarkan pemantauan selama persiapan, pelaksanaan, dan tindak
lanjut penelitian tindakan sekolah ini diperoleh berbagai data dari guru yang
sedang melaksanakan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran.
Gambaran yang merupakan hasil penelitian adalah sebagai berikut:
38
38
1. Perencanaan Siklus I
39
39
atau belum.
Pertemuan 2 dilaksanakan tanggal 30-8-2018 dengan urutan
kegiatan sebagai berikut:
a. Supervisor datang ke sekolah untuk melaksanakan pembinaan
penyusunan perencanaan pembelajaran yang berupa silabus dan RPP.
b. Guru memperhatikan penjelasan/sosialisasi tentang cara penyusunan
silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran yang disampaikan
oleh nara sumber/pembina.
c. Setelah sosialisasi dan pembinaan selesai dilanjutkan guru mencoba
menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran satu paket
sesuai dengan standar proses untuk mata pelajaran tertentu yang
berlaku di kelasnya masing-masing.
d. Setelah kegiatan pembinaan berakhir, maka hasil karya guru yang
berupa silabus dan RPP dikumpulkan untuk dinilai oleh peneliti, dan
sekaligus untuk dianalisa hasil kinerja/kompetensi Guru tersebu. Hal
ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan kompetensi
Guru dalam RPP atau belum.
3. Observasi Siklus I.
Selama peneliti melaksanakan pembinaan guru di SLBC YPALB
Karanganyar secara langsung sudah melaksanakan observasi terhadap
kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksaan pembelajaran
Setelah mengadakan penilaian hasil kerja para guru yang berupa RPP,
maka dilanjutkan dengan kegiatan berikutnya yaitu merekap nilai,
mengidentifikasi serta menganalisa temuan dan kesulian apa yang
dihadapi oleh para guru dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran. Dari hasil pengamatan yang dilakukan peneliti terhadap
gambaran hasil rata-rata sebagai berikut:
3.1. Guru sudah mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
walaupun belum begitu baik, dimana dalam merumuskan tujuan
belum sinkrun dengan indikatornya.
3.2. Dalam menuliskan materi kebanyakan masih pokok-pokoknya saja
dan belum merupakan rangkuman.
40
40
3.3. Pengalokasian waktu sudah banyak yang tepat.
3.4. Dalam pemilihan metode, media maupun sumber bahan masih sangat
terbatas dan kuarng begitu sesuai..
3.2. Belum mencoba dengan model pembelajaran yang aktif, seperti
Jagsaw, Mind Maps, Trial By Jury dan sebagainya.
3.3. Dalam strategi dan prosedur pembelajaran belum begitu urut dan
sistematikanya masih berbeda-beda.
3.4. Dalam menentukan tehnik penilaian dan tindak lanjut belum sesuai.
Secara kuantitatif hasil pengamatan dan penilaian kemampuan
guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran di SLBC
YPALB Karanganyar yang telah dilakukan peneliti pada siklus pertama
diperoleh data sebagai termaktub dalam tabel 2
Tabel 2 Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus I
Mere Meran Meren Tamp Juml Rata2
Menge
ncan cang canaka ilan
Menen mbangk
akan pengel n doku
tukan an dan
sken olaan prosed men
bahan mengor
ario kelas ur, renca
pembe ganisasi
kegia jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran kan
tan dan pemb
dan materi,
pemb menyi elajar
merum media,
elajar apkan an
uskan dan
an.3 alat
tujuan sumber
penilai
belajar
an
1. Nur Hidayah, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
2 Nurul Hayati, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
3 Hesti Mugi R, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
4. Johar Rochmawati, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
6. Sri Handayani [Link] 3,0 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 18,5 3,08
7 Budi Mulyani, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
8 Sutimin, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
9 Suparna , [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
10 Dra. Sutabahati 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
11 Pasono, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,0 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 18,5 3,08
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
14 Girmono DK, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
15 Theresia Widyastuti 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
16 Wagiyem, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
17 Ari Yulianto, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
41
41
18 Titik Murdati, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
19 Widya Purnama, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
20 Chika Juiesa A, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
Jumlah 60,0 61,0 62,0 60,6 61,4 66,6 371,6 18,58
Rata-rata 3,00 3,05 3,10 3,03 3,07 3,33 18,58 3,09
42
42
yang demikian maka peneliti yang sekaligus sebagai pembina gugus
dituntut untuk melaksanakan kegiatan refleksi dengan melaksanakan
tindakan yang sama dengan mereview kembali tentang komponen
kinerja guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran serta
menyiapkan sarana dan prasarana serta fasilitas yang lebih memadahi
pada siklus kedua.
C. Diskripsi Siklus II
Pada siklus kedua ini dilaksanakan tanggal, 6-9-2018, dan 13-9-
2018 berdasarkan temuan dari siklus pertama, bagian yang sudah baik
dipertahankan, sedangkan bagian persentase yang keberhasilannya masih
minim atau kecil perlu diperbaiki pada siklus kedua ini. Berdasarkan hasil
refleksi dan pelaksanaan tindak lanjut siklus pertama, gambaran hasil dan
temuan yang perlu segera ditindak lanjuti adalah meliputi hampir seluruh
aspek dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
1. Perencanaan Siklus II.
a. Supervisor melakukan koordinasi, yaitu dengan mengumpulkan Guru
beserta kepala sekolahnya di SLBC YPALB I Karanganyar
Karanganyar untuk menyamakan persepsi dalam mengambil langkah-
langkah yang kongkrit dalam rangka memperbaiki kemampuan guru
dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
d. Menyiapkan instrumen penilaian kinerja guru di SLBC YPALB
Karanganyar dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
yang berupa Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG).
e. Menyiapkan format silabus dan RPP dan petunjuk pengisiannya serta
peralatan yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan
2. Pelaksanaan Siklus II.
Siklus I dilaksanakan 2 x pertemuan yaitu Kamis tanggal, 6 dan 13
September 2018. Pertemuan 1 dilaksanakan tanggal 6-9-2018 dengan
urutan kegiatan sebagai berikut:
a. Supervisor hadir ke SLBC YPALB Karanganyar untuk melaksanakan
pembinaan/sosialisasi ulang tentang bagaimana menyusun rencana
43
43
pelaksanaan pembelajaran.
b. Guru memperhatikan pembinaan dari supervisor tentang cara
penyusunan silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran yang
disampaikan.
c. Setelah sosialisasi dan pembinaan selesai guru melanjutkan dengan
mencoba menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran
satu paket sesuai dengan standar proses untuk satu mata pelajaran
yang berlaku di kelasnya masing-masing.
d. Setelah kegiatan berakhir, maka hasil karya guru yang berupa satu
paket RPP untuk satu mata pelajaran dikumpulkan untuk dinilai oleh
peneliti, dan sekaligus untuk dianalisa hasil kinerja/kompetensi Guru
tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan
kompetensi Guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
atau belum.
Pertemuan 2 dilaksanakan tanggal 13-9-2018 dengan urutan
kegiatan sebagai berikut:
a. Supervisor datang ke sekolah untuk melaksanakan pembinaan
penyusunan perencanaan pembelajaran yang berupa silabus dan RPP.
b. Guru memperhatikan penjelasan/sosialisasi tentang cara penyusunan
silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran yang disampaikan
oleh nara sumber/pembina.
c. Setelah sosialisasi dan pembinaan selesai dilanjutkan guru mencoba
menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran satu paket
sesuai dengan standar proses untuk mata pelajaran tertentu yang
berlaku di kelasnya masing-masing.
d. Setelah kegiatan pembinaan berakhir, maka hasil karya guru yang
berupa silabus dan RPP dikumpulkan untuk dinilai oleh peneliti, dan
sekaligus untuk dianalisa hasil kinerja/kompetensi Guru tersebu. Hal
ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan kompetensi
Guru dalam menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran
atau belum.
3., Observasi Silus II.
44
44
Selama peneliti melaksanakan pembinan guru di SLBC
YPALB Karanganyar, peneliti secara langsung sudah melaksanakan
observasi terhadap kompetensi/kemampuan guru dalam menyusun
rencana pelaksaan pembelajaran (RPP) Setelah mengadakan penilaian
hasil kerja para guru yang berupa RPP, maka dilanjutkan dengan
kegiatan berikutnya yaitu merekap nilai, mengidentifikasi serta
menganalisa temuan dan kesulitan apa yang dihadapi oleh para guru
dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Dari hasil
pengamatan yang dilakukan oleh peneliti terhadap kompetensi guru
dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, maka diperoleh
gambaran hasil rata-rata sebagai berikut:
3.1. Guru sudah mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
dengan indikatornya.
3.4. Dalam pemilihan metode, media maupun sumber bahan sudah sesuai.
3.2. sudah ada yang berani mencoba dengan model pembelajaran yang
3.4. Dalam menentukan tehnik penilaian dan tindak lanjut sudah sesuai.
kelemahan serta tantangan dan hambatan yang ada. Dari hasil pengamatan
45
45
di SLBC YPALB Karanganyar dalam menyusun rencana pelaksanaan
46
46
Dari data yang terdapat pada tabel di atas diperoleh gambaran
informasi bahwa, ada kenaikan hasil rata-rata nilai kemampuan guru dalam
menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dari 3,09 menjadi 3,63 ini
berarti ada kenaikannya hingga mencapai kategori baik belum mencapai
kriteria/indikator yang telah ditetapkan bersama antara guru dengan
supervisor. Dengan demikian berarti sudah ada perbaikan atau peningkatan
kemampuan guru SLBC YPALB Kabupaten Karanganyar Semesster I
tahun pelajaran 2018/2019 dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran ada kenaikan dan peningkatan.
d. Refleksi Siklus II.
Berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian kemampuan guru
dalam menyusunm rencana pelaksanaan pembelajaran pada guru di
SLBC YPALB Karanganyar yang peneliti lakukan, maka diperoleh
kesimpulan bahwa dalam pelaksanaan siklus kedua sudah ada peningkatan
kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
meskipun belum mencapai kriteria yang telah ditentukan, yaitu mencapai
angka 3,63 pada kriteria baik. Oleh karena itu maka kegiatan penelitian
perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya untuk mencapai indicator yang
ditentukan.
D. Diskripsi Siklus III
Siklus ketiga ini dilaksanakan Kamis tanggal, 20-9-2018 dan 27-9-
2018 berdasarkan temuan dari siklus kedua, bagian yang sudah baik
dipertahankan, sedangkan bagian persentase yang keberhasilannya masih
minim atau kecil perlu diperbaiki pada siklus ketiga ini. Berdasarkan hasil
refleksi dan pelaksanaan tindak lanjut siklus kedua, gambaran hasil dan
temuan yang perlu segera ditindak lanjuti adalah meliputi hampir seluruh
aspek dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
1. Perencanaan Siklus III
a. Supervisor melakukan koordinasi, yaitu dengan mengumpulkan guru
di SLBC YPALB Kabupaten Karanganyar untuk menyamakan
persepsi dalam mengambil langkah-langkah yang kongkrit dalam
rangka memperbaiki kemampuan guru dalam menyusun rencana
47
47
pelaksanaan pembelajaran (RPP).
b. Menyiapkan instrumen penilaian kinerja guru SLBC YPALB
Karanganyar dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) yang berupa Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG).
c. Menyiapkan format silabus dan RPP dan petunjuk pengisiannya serta
peralatan yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan
2. Pelaksanaan Siklus III
Siklus III dilaksanakan 2 x pertemuan yaitu Kamis tanggal, 20
dan 27 September 2018. Pertemuan 1 dilaksanakan tanggal 20-9-2018
dengan urutan kegiatan sebagai berikut:
a. Supervisor hadir di SLBC YPALB Karanganyar untuk melaksanakan
pembinaan/sosialisasi ulang tentang bagaimana menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran ( RPP).
b. Guru memperhatikan pembinaan dari supervisor tentang cara
penyusunan silabus dan rencana pembelajaran yang disampaikan.
c. Setelah sosialisasi dan pembinaan selesai guru melanjutkan dengan
mencoba menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran
satu paket sesuai dengan standar proses untuk satu mata pelajaran yang
berlaku di kelasnya masing-masing.
d. Setelah kegiatan berakhir, maka hasil karya guru yang berupa satu
paket RPP untuk satu mata pelajaran dikumpulkan untuk dinilai oleh
peneliti, dan sekaligus untuk dianalisa hasil kinerja/kompetensi Guru
tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan
kompetensi Guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
atau belum.
Pertemuan 2 dilaksanakan tanggal 27-9-2018 dengan urutan
kegiatan sebagai berikut:
a. Supervisor datang ke sekolah untuk melaksanakan pembinaan
penyusunan perencanaan pembelajaran yang berupa silabus dan RPP.
b. Guru memperhatikan penjelasan/sosialisasi tentang cara penyusunan
silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran yang disampaikan
oleh nara sumber/pembina.
48
48
c. Setelah sosialisasi dan pembinaan selesai dilanjutkan guru mencoba
menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran satu paket
sesuai dengan standar proses untuk mata pelajaran tertentu yang
berlaku di kelasnya masing-masing.
d. Setelah kegiatan pembinaan berakhir, maka hasil karya guru yang
berupa silabus dan RPP dikumpulkan untuk dinilai oleh peneliti, dan
sekaligus untuk dianalisa hasil kinerja/kompetensi Guru tersebu. Hal
ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan kompetensi
Guru dalam menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran
atau belum.
3., Observasi Siklus III.
Selama peneliti melaksanakan pembinan guru di SLBC
YPALB Kabupaten Karanganyar, peneliti secara langsung sudah
melaksanakan observasi terhadap kompetensi/kemampuan guru dalam
menyusun rencana pelaksaan pembelajaran (RPP) Setelah mengadakan
penilaian hasil kerja para guru yang berupa RPP, maka dilanjutkan
dengan kegiatan berikutnya yaitu merekap nilai, mengidentifikasi serta
menganalisa temuan dan kesulian apa yang dihadapi oleh para guru
dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Dari hasil
pengamatan yang dilakukan oleh peneliti terhadap kompetensi guru
dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, maka diperoleh
gambaran hasil rata-rata sebagai berikut:
3.1. Guru sudah mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) dan sudah baik, dimana dalam merumuskan tujuan sudah
sinkron dengan indikatornya.
3.2. Dalam menuliskan materi sudah merupakan rangkuman.
3.3. Pengalokasian waktu sudah yang tepat.
3.4. Dalam pemilihan metode, media maupun sumber bahan sudah sesuai.
3.2. sudah ada yang berani mencoba dengan model pembelajaran yang
aktif, seperti Jagsaw, Mind Maps, Trial By Jury dan sebagainya.
3.3. Dalam strategi dan prosedur pembelajaran sudah urut dan
sistematikanya sudah sama.
49
49
3.4. Dalam menentukan tehnik penilaian dan tindak lanjut sudah sesuai.
Degan kegiatan pengamatan ini peneliti sekaligus supervisor
akan mendapatkan informasi yang banyak tentang kekuatan dan
kelemahan serta tantangan dan hambatan yang ada. Dari hasil pengamatan
dan penilaian yang dilaksanakan selama dan sesudah kegiatan
berlangsung pada siklus ketiga diperoleh hasil penilaian kemampuan guru
SLBC YPALB Karanganyar dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) adalah sebagaimana tertera pada tabel 4
Tabel 4 Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus 3
Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
Menge
canaka cang canaka ilan
Menen mbangk
n pengel n doku
tukan an dan
skenar olaan prosed men
bahan mengor
io kelas ur, renca
pembe ganisasi
kegiat jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran kan
an dan pemb
dan materi,
pembe menyi elajar
merum media,
lajaran apkan an
uskan dan
.3 alat
tujuan sumber
penilai
belajar
an
1. Nur Hidayah, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
2 Nurul Hayati, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
3 Hesti Mugi R, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
4. Johar Rochmawati, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
5. Drs. Suyatno, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
6. Sri Handayani [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
7 Budi Mulyani, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
8 Sutimin, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
9 Suparna , [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
10 Dra. Sutabahati 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
11 Pasono, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
12 Eny Murdiastuti, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
14 Girmono DK, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
15 Theresia Widyastuti 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
16 Wagiyem, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
17 Ari Yulianto, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
18 Titik Murdati, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
19 Widya Purnama, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
20 Chika Juiesa A, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
Jumlah 89,0 87,0 85,0 87,4 86,0 91,4 525,8 26,29
Rata-rata 4,45 4,35 4,25 4,37 4,3 4,57 26,29 4,38
50
50
Dari data yang terdapat pada tabel di atas diperoleh gambaran
informasi bahwa, ada kenaikan hasil rata-rata nilai kemampuan guru dalam
menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dari 3,63 menjadi 4,38 ini
berarti kenaikannya sangat menggembirakan hingga mencapai kategori
sangat baik dan telah melampaui kriteria/indikator yang telah ditetapkan
bersama antara guru dengan supervisor. Dengan demikian berarti sudah ada
perbaikan atau peningkatan kemampuan guru SLBC YPALB Kabupaten
Karanganyar Semester I tahun pelajaran 2018/2019 dalam menyusun
rencana pelaksanaan pembelajaran dengan maksimal
d. Refleksi Siklus III.
Berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian kemampuan guru
dalam menyusunm rencana pelaksanaan pembelajaran pada guru SLBC
YPALB Kabupaten Karanganyar yang peneliti lakukan, maka diperoleh
kesimpulan bahwa dalam pelaksanaan siklus kedua sudah ada peningkatan
kompetensi/kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran yang sangat menggembirakan dan sudah sesuai dengan
kriteria yang telah ditentukan, yaitu mencapai angka 4,38 pada kriteria
amat baik. Oleh karena itu maka kegiatan penelitian berarti sudah selesai
dan tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya.
E. Pembahasan Hasil Penelitian.
Untuk meningkatkan kemampuan guru SLBC YPALB Kabuipaten
Karanganyar dalam penyusunan perencanaan pembelajaran melalui
pembinaan berkesinambungan dilaksanakan dalam tiga tahap (siklus).
Adapun dalam pelaksanaannya dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Temuan sebelum dilaksanakan siklus.
c) Guru masih dihantui perasaan takut dan tidak mampu untuk menyusun
51
51
rencana pelaksanaan pembelajaran sendiri sesuai standar proses.
52
52
b) Supervisor/pembina telah melaksanakan pembinaan di SLBC YPALB
Karanganyar Karanganyar secara optimal.
c) Supervisor bersama dengan guru menelaah hasil supervisi yang berupa
penilaian kemampuan guru dalam menyusun (RPP).
d) Dari hasil rekapitulasi dan analisis nilai siklus pertama dapat
disimpulkan bahwa, kompetensi/kemampuan guru SLBC YPALB
dalam menyusun pelaksanaan pembelajaran .
e) Perlu diadakan kegiatan tindak lanjut pada siklus berikutnya untuk
memperbaiki dan menyempurnakan kegiatan sebelumnya.
Tabel 6 Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus I
Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
2 Nurul Hayati, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
3 Hesti Mugi R, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
4. Johar Rochmawati, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
6. Sri Handayani [Link] 3,0 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 18,5 3,08
7 Budi Mulyani, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
8 Sutimin, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
9 Suparna , [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
10 Dra. Sutabahati 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
11 Pasono, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,0 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 18,5 3,08
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
14 Girmono DK, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
15 Theresia Widyastuti 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
16 Wagiyem, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
17 Ari Yulianto, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
18 Titik Murdati, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
19 Widya Purnama, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
20 Chika Juiesa A, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
53
53
Jumlah 60,0 61,0 62,0 60,6 61,4 66,6 371,6 18,58
Rata-rata 3,00 3,05 3,10 3,03 3,07 3,33 18,58 3,09
3. Temuan-temuan pada siklus 2.
a. Guru telah berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi/
kemampuannya dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
b. Supervisor sekaligus sebagai peneliti berkomitmen meningkatkan dan
melaksanakan pembinaan secara berkesinambungan.
c. Dari hasil analisa penilaian kompetensi/kemampuan guru di SLBC
YPALB Karanganyar diperoleh informasi bahwa, secara keseluruhan
telah melaksanakan kegiatan peningkatan kemampuaannya dalam
menyusun RPP pada siklus kedua serta berjalan lebih baik.
d. Supervisor telah melaksanakan kegiatan pembinaan dengan baik.
e. Dengan peningkatan kemampuan guru di SLBC YPALB Karanganyar
dalam menyusun perencanaan pembelajaran serta pelaksanaan
supervisi/pembinaan secara berkesinambungan maka kriteria
keberhasilan kegiatan ini dapat tercapai dengan maksimal.
Berdasarkan tabel hasil observasi dan penilaian serta plus
minusnya dari pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan pada siklus
pertama dan kedua, ternyata dapat meningkatkan kompetensi guru SLBC
YPALB Karanganyar Kabupaten Karanganyar dalam menyusun
perencanaan pembelajaran dengan efektif dan efisien.
Tabel 7 Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus II
Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
No dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 3,5
3,5 3,5 3,5 3,5
3,0 4,0 21,0
2 Nurul Hayati, [Link] 3,56
3,3 3,7 3,7 3,3
3,7 3,7 21,4
54
54
3 Hesti Mugi R, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
4. Johar Rochmawati, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
6. Sri Handayani [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
7 Budi Mulyani, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
8 Sutimin, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
9 Suparna , [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
10 Dra. Sutabahati 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
11 Pasono, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
14 Girmono DK, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
15 Theresia Widyastuti 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
16 Wagiyem, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
17 Ari Yulianto, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
18 Titik Murdati, [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
19 Widya Purnama, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
20 Chika Juiesa A, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
Jumlah 69,4 72,0 74,2 71,2 72,6 76,6 436,0 21,8
Rata-rata 3,47 3,60 3,71 3,56 3,63 3,83 21,38 3,63
pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan pada siklus pertama, kedua dan
55
55
ketiga ternyata dapat meningkatkan kompetensi guru SLBC YPALB
56
56
Kabupaten Karanganyar dalam menyusun perencanaan pembelajaran dengan
efektif dan efisien.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan.
Dari hasil analisis proses pembelajaran pada siklus I, II dan III serta
3,09, siklus II 3,63 dan siklus III 4,38 dan sudah mencapai indikator
B. Saran- Saran
57
57
1. Bagi Guru.
a) Guru diharapkan lebih konsisten dan lebih banyak berlatih seta belajar
dunia pendidikan.
58
58
DAFTAR PUSTAKA
Malayu S.P. Hasibuan (2001). Manajemen Sumber daya Manusia. Jakarta: Bumi
Aksara.
Martinus & Maisah (2010). Standarisasi Kinerja Guru. Jakarta: Gaung Persada.
59
59
Lampiran 1
ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU (APKG)
LEMBAR PENILAIAN KEMAMPUAN MERENCANAKAN
PEMBELAJARAN
1. SEKOLAH :
2. NAMA GURU :
3. MATA PELAJARAN :
4. KD :
5. KELAS/SEMESTER :
6. HARI/TANGGAL :
7. WAKTU :
PETUNJUK
Baca dengan cermat rencana pembelajaran yang akan digunakan oleh guru/mahasiswa
ketika mengajar. Kemudian, nilailah semua aspek yang terdapat dalam rencana tersebut
dengan menggunakan butir penilaian di bawah ini.
Rata-rata butir 1= A
Rata-rata butir 2 =B
60
60
Rata-rata butir 3 = C
4. Merancang pengelolaan kelas
Rata-rata butir 4 = D
Rata-rata butir 5 = E
Rata-rata butir 6 = F
Niilai APKG 1 = R
Karanganyar : ..................... 2018
R = A+B+C+D+E+F = Supervisor
6
R = Rata-rata Butir
Keterangan
61
61
Lampiran 2
62
62
d. Mobilitas posisi
3. Penguasaan Bahan Belajar
a. Bahan belajar sesuai dengan yang direncanakan
b. Kejelasan dalam menyampaikan materi
c. Kejelasan memberikan contoh
d. Mencerminkan wawasan yang luas
4. Proses Pembelajaran
a. Kesesuaian metode dengan bahasan
b. Penyajian bahan sesuai dengan indikator
c. Antusias dalam menanggapi respon
d. Cermat dalam pemanfaatan waktu
5. Menggunakan Media Dan Sumber Belajar
a. Menggunakan prinsip-prinsip penggunaan media
b. Ketepatan saat penggunaan
c. Terampil dalam mengoperasikan media
d. Membantu meningkatkan mutu pembelajaran
6. Penilaian
a. Menggunakan bentuk penilaian sesuai dengan
perencanaan
b. Alat penilaian yang digunakan bervariasi
c. Melaksanakan penilaian sesuai dengan indikator hasil
belajar yang direncanakan
d. Waktu yang disediakan sesuai dengan tingkat kesulitan .
7. Kemampuan Menutup Pelajaran
a. Menyimpulkan KBM
b. Memberikan kesempatan bertanya pada anak
c. Memberikan tugas pengayaan
d. Menginformasikan materi berikutnya
Jumlah Nilai Aspek
Nilai = Jumlah Nilai Aspek
7
Karanganyar , ....................2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002
63
63
Lampiran 3
Karanganyar , 23-8-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti
64
64
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002
Lampiran 4
Karanganyar , 23-8-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
65
65
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002
Lampiran 5
Karanganyar , 30-8-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002
66
66
Lampiran 6.
Tanggal : 23-8-2018
67
67
Lampiran 7
Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus I
Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
2 Nurul Hayati, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
3 Hesti Mugi R, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
4. Johar Rochmawati, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
6. Sri Handayani [Link] 3,0 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 18,5 3,08
7 Budi Mulyani, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
8 Sutimin, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
9 Suparna , [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
10 Dra. Sutabahati 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
11 Pasono, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,0 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 18,5 3,08
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
14 Girmono DK, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
15 Theresia Widyastuti 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
16 Wagiyem, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
17 Ari Yulianto, [Link] 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 3,5 19,0 3,33
18 Titik Murdati, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,03
19 Widya Purnama, [Link] 3,0 3,0 3,0 3,5 3,0 3,5 19,0 3,33
20 Chika Juiesa A, [Link] 3,0 2,8 2,8 3,0 3,4 3,2 18,2 3,05
Jumlah 60,0 61,0 62,0 60,6 61,4 66,6 371,6 18,58
Rata-rata 3,00 3,05 3,10 3,03 3,07 3,33 18,58 3,09
Karanganyar , 23-8-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti
68
68
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002
Lampiran 8
Karanganyar , 6-9-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti
69
69
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002
Lampiran 9
Karanganyar , 13-9-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti
70
70
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002
Lampiran 10.
Tanggal : 6-9-2018
71
71
Lampiran 11
Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus II
Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
No dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 3,5
3,5 3,5 3,5 3,5
3,0 4,0 21,0
2 Nurul Hayati, [Link] 3,56
3,3 3,7 3,7 3,3
3,7 3,7 21,4
3 Hesti Mugi R, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
4. Johar Rochmawati, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
5. Drs. Suyatno, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
6. Sri Handayani [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
7 Budi Mulyani, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
8 Sutimin, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
9 Suparna , [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
10 Dra. Sutabahati 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
11 Pasono, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
12 Eny Murdiastuti, [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
14 Girmono DK, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
15 Theresia Widyastuti 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
16 Wagiyem, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
17 Ari Yulianto, [Link] 3,5 4,0 3,5 3,5 4,0 4,0 22,5 3,75
18 Titik Murdati, [Link] 3,5 3,5 4,0 3,5 4,0 3,5 21,5 3,58
19 Widya Purnama, [Link] 3,6 3,4 3,6 3,8 3,6 3,8 21,8 3,63
20 Chika Juiesa A, [Link] 3,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 22,5 3,75
Jumlah 69,4 72,0 74,2 71,2 72,6 76,6 436,0 21,8
Rata-rata 3,47 3,60 3,71 3,56 3,63 3,83 21,38 3,63
Karanganyar, 13-9-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti
72
72
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002
Lampiran 12
Karanganyar , 20-9-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti
73
73
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002
Lampiran 13
Karanganyar, 27-9-2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Peneliti
74
74
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002
Lampiran 14.
Tanggal : 20-9-2018
75
75
Lampiran 15
Hasil Penilaian kinerja guru dalam menyusun RPP Siklus 3
Menge Meren Meran Meren Tamp Juml Rata2
mbang canaka cang canaka ilan
Menen kan n pengel n doku
tukan dan skenar olaan prosed men
bahan mengo io kelas ur, renca
pembe rganisa kegiat jenis, na
No Aspek yang dinilai lajaran sikan an dan pemb
dan materi, pembe menyi elajar
merum media, lajaran apkan an
uskan dan .3 alat
tujuan sumbe penilai
r an
belajar
1. Nur Hidayah, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
2 Nurul Hayati, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
3 Hesti Mugi R, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
4. Johar Rochmawati, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
5. Drs. Suyatno, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
6. Sri Handayani [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
7 Budi Mulyani, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
8 Sutimin, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
9 Suparna , [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
10 Dra. Sutabahati 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
11 Pasono, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
12 Eny Murdiastuti, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
13 Agus Sumadi, Sag [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
14 Girmono DK, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
15 Theresia Widyastuti 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
16 Wagiyem, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
17 Ari Yulianto, [Link] 4,4 4,4 4,2 4,2 4,6 4,6 26,4 4,4
18 Titik Murdati, [Link] 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,5 24,5 4, 08
19 Widya Purnama, [Link] 5,0 4,5 4,5 5,0 4,0 5,0 28,0 4,67
20 Chika Juiesa A, [Link] 4,5 4,0 4,5 4,0 4,0 4,0 25,0 4,17
Jumlah 89,0 87,0 85,0 87,4 86,0 91,4 525,8 26,29
Rata-rata 4,45 4,35 4,25 4,37 4,3 4,57 26,29 4,38
Karanganyar, 27-9-2018
Mengetahui
76
76
Kepala Sekolah Peneliti
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link] Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002 NIP 19640714199202 2 002
Oleh
77
77
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KABUPATEN KARANGANYAR
TAHUN 2018
LEMBAR PENGESAHAN
Mengetahui
Kepala Sekolah
78
78
Ambar Setyowati Sri H, [Link], [Link]
NIP 19640714199202 2 002
ABSTRAK
79
79
KATA PENGANTAR
80
80
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................. ii
ABSTRAK………………………………………………………………. iii
KATA PENGANTAR……………………………………………………. iv
DAFTAR ISI……………………………………………………………… v
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………. 1
C. Tujuan Penelitian…………………………………………….. 5
D. Manfaat Penelitian…………………………………………… 6
D. Kerangka Berpikir…………………………………………. 25
E. Hipotesis Tindakan………………………………………… 26
A. Setting Penelitian…………………………………………… 27
D. Prosedur Penelitian………………………………………… 30
E. Validitas Data……………………………………………… 33
F. Analisis Data………………………………………………. 34
G. Indikator Keberhasilan…………………………………….. 35
A. Simpulan.................................................................................. 57
B. Saran ....................................................................................... 57
DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 58
82
82
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SLB C YPALB KARANGANYAR
Alamat : Jl . Lawu No. 80 . B Karanganyar 57716 Telp.( 0271- 495 368
SURAT KETERANGAN
Nomor : 421.3/SLBC/2018
83
83
NIP 19640714199202 2 002
SURAT KETERANGAN
Nomor : 421.3/Perpus/SLBC/2018
Bahwa saudara tersebut telah menyerahkan hasil karya ilmiah yang berupa
penelitian tindakan Sekolah yang berjudul: Melalui Pembinaan dan
Pendampingan dalam upaya meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SLBC YPALB Karanganyar Kabupaten
Karanganyar Semester I Tahun 2018/2019.
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sesungguhnya dan agar dapat
dipergunakan sebagimana mestinya.
84
84
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SLB C YPALB KARANGANYAR
Alamat : Jl . Lawu No. 80 . B Karanganyar 57716 Telp.( 0271- 495 368
85
85
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SLB C YPALB KARANGANYAR
Alamat : Jl . Lawu No. 80 . B Karanganyar 57716 Telp.( 0271- 495 368
Kepada
Yth: Kepala SLBC YPALB Karanganyar
Di Karanganyar .
86
86
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SLB C YPALB KARANGANYAR
Alamat : Jl . Lawu No. 80 . B Karanganyar 57716 Telp.( 0271- 495 368
87
87
LAMPIRAN :
Contoh Kata Kerja Operasional
Sesuai dengan Karakteristik Matapelajaran
88
88
Mengizinkan/membolehkan (permit) Berbicara (talk)
Memuji-muji (praise) Berterimakasih (thank)
Bereaksi (react) Berkunjung (visit)
Menjawab/menyahut (reply) Bersukarela (volunteer)
Tersenyum (smile)
89
89
(discriminate) Meniadakan (omit)
Membedakan sesuatu (distinguish) Mengurutkan (order)
Mengidentifikasi (identify) Mengambil (pick)
Mengindikasi (indicate) Menempatkan (place)
Mengisolasi (isolate) Menunjuk (point)
Mendaftarkan (list) Memilih (select)
Memadukan (match) Memisahkan (separate)
90
90
Memasukkan (beberapa spasi) Menyimpulkan (summarize)
/melekukkan (indent) Membagi atas suku-suku kata
Menguraikan/memperlihatkan garis (syllabicate)
bentuk/ menggambar denah atau peta Menceritakan (tell)
(outline) Menerjemahkan (translate)
Mencetak (print) Mengungkapkan dengan kata-kata
Membaca (read) (verbalize)
Mendeklamasikan/membawakan/ Membisikkan (whisper)
mencerita-kan (recite) Mengucapkan/melafalkan/
Mengatakan (say) menyatakan (pronounce)
Menandai (sign) Memberi atau membubuhkan tanda
Berbicara (speak) baca (punctuate)
Mengeja (spell) Menulis (write)
Menyatakan (state)
Berhubungan dengan Kompetensi Drama
Berakting/berperilaku (act) Berpantomim/Meniru gerak tanpa
Menjabat/mendekap/ menggengam suara (pantomime)
(clasp) Menyampaikan/menyuguhkan/
Menyeberang/melintasi/ berselisih mengulurkan/melewati (pass)
(cross) Memainkan/melakukan (perform)
Menunjukkan/mengatur/ Meneruskan/memulai/beralih
menyutradarai (direct) (proceed)
Memajangkan (display) Menanggapi/menjawab/ menyahut
Memancarkan (emit) (respond)
Memasukkan (enter) Memperlihatkan/Menunjukkan
Mengeluarkan (i (show)
Mengekspresikan (express) Mendudukkan (sit)
Meniru (imitate) Membalik/memutar/mengarahkan/
Meninggalkan (leave) mengubah/ membelokkan (turn)
Menggerakkan (move)
91
91
Memasang (assemble) Menepuk (pat)
Mencampur (blend) Menggosok (polish)
Menyisir/menyikat (brush) Menuangkan (pour)
Membangun (build) Menekan (press)
Mengukir (carve) Menggulung (roll)
Mewarnai (color) Menggosok/ menyeka (rub)
Mengkonstruk/ Menggergaji (saw)
membangun(construct) Memahat (sculpt)
Memotong (cut) Menyampaikan/melempar (send)
Mengoles (dab) Mengocok (shake)
Menerangkan (dot) Membuat sketsa (sketch)
Menggambar (draw) Menghaluskan (smooth)
Mengulang-ulang/melatih (drill) Mengecap/menunjukkan (stamp)
Melipat (fold) Melengketkan (stick)
Membentuk (form) Mengaduk (stir)
Menggetarkan/memasang (frame) Meniru/menjiplak (trace)
Memalu (hammer) Menghias/memangkas (trim)
Menangani (handle) Merengas/memvernis (varnish)
Menggambarkan (illustrate) Melekatkan/menempelkan/
Mencairkan (melt) merekatkan (paste)
Mencampur (mix) Menyeka/menghapuskan/
Memaku (nail) membersihkan (wipe)
Mengecat (paint) Membungkus (wrap)
92
92
Memegang erat-erat (grip) Berlari (run)
Memukul/menabrak (hit) Mengocok (shake)
Melompat/meloncat (hop) Bermain ski (ski)
Melompat (jump) Meloncat (skip)
Menendang (kick) Berjungkirbalik (somersault)
Mengetuk (knock) Berdiri (stand)
Mengangkat/mencabut i Melangkah (step)
Berbaris (march) Melonggarkan/merentangkan
Melempar/memasangkan/ (stretch)
memancangkan/menggantungkan Berenang (swim)
(pitch) Melempar (throw)
Menarik (pull) Melambungkan/melontarkan (toss)
Mendorong (push) Berjalan (walk)
93
93
Berhubungan dengan Kompetensi Matematika
Menambah (add) Memadukan/mengintegrasikan
Membagi dua (bisect) (integrate)
Menghitung/mengkalkulasi Menyisipkan/menambah (interpolate)
(calculate) Mengukur (measure)
Mencek/meneliti (check) Mengalikan/memperbanyak
Membatasi (circumscribe) (multiply)
Menghitung/mengkomputasi Menomorkan (number)
(compute) Membuat peta (plot)
Menghitung (count) Membuktikan (prove)
Memperbanyak (cumulate) Mengurangi (reduce)
Mengambil dari (derive) Memecahkan (solve)
Membagi (divide) Mengkuadratkan(square)
Memperkirakan (estimate) Mengurangi (substract)
Menyarikan/menyimpulkan (extract) Menjumlahkan (sum)
Memperhitungkan (extrapolate) Mentabulasi (tabulate)
Membuat grafik (graph) Mentally (tally)
Mengelompokkan (group) Memverifikasi (verify)
94
94
Memindahkan(remove) Menentukan/menetapkan (specify)
Menempatkan kembali(replace) Meluruskan (straighten)
Melaporkan (report) Mengukur waktu (time)
Mengatur ulang (reset) Mentransfer (transfer)
Mengatur (set) Membebani/memberati (weight)
95
95
Contoh format silabus
SILABUS
Mata Pelajaran :................
Kelas/ Semester :................
Standar
Kompetensi :.......................................................................................................................................................
..............................
.......................................................................................................................................
...............................................
Kompetensi Sumber
Materi Kegiatan Alokasi
Dasar Indikator Penilaian PBKB
Pembelajaran Pembelajaran Waktu Belajar
Contoh format RPP
A. Standar Kompetensi
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
B. Kompetensi Dasar
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……
C. Indikator Pencapaian Kompetensi memakai KKO
1.
………………………………………………………………………………………
2....……………………………………………………………………………………
3………………………………………………………………………………….....dst.
D. Tujuan Pembelajaran :
1. ……………………………………………………………………………………
2. ……………………………………………………………………………………
3. ……………………………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………………………… dst
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……
1. Media Pembelajaran :
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
3. Metode Pembelajaran :
...
………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
F. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal ( … menit) :
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
(eksplorasi)
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
(elaborasi)
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
(konfirmasi)
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
3. Kegiatan Penutup ( ... menit) :
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
H. Penilaian
(Catatan : Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil
belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi
dan mengacu kepada Standar Penilaian)
Mengetahui
Kepala SD __________________ Guru / Guru Mapel
___________________________ ____________________________
NIP NIP
1 Silabus
SD.
1
1). Ilmiah/ / dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan:
dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai atau ada keterkaitan
psikomotor).
c. Manfaat Silabus
Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan
mata pelajaran.
sebagai berikut :
kesulitan materi;
mata pelajaran;
pelajaran.
pelajaran.
mempertimbangkan :
peserta didik;
d. struktur keilmuan;
g. alokasi waktu.
yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta
didik, peserta didik dengan guru lingkungan, dan sumber belajar lainnya
dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Kegiatan pembelajaran yang
karya berupa proyek atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dengan
budaya.
pencapaian kompetensi.
e. Komponen-komponen Silabus :