0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan16 halaman

Informatika Kelas XI: Pembelajaran Jaringan dan AI

Dokumen ini adalah panduan pembelajaran untuk mata pelajaran Informatika kelas XI, yang mencakup capaian pembelajaran dalam berpikir komputasional, literasi digital, analisis data, serta algoritma dan pemrograman. Materi yang diajarkan meliputi topologi jaringan komputer, model jaringan, dan mekanisme transmisi data, dengan tujuan agar siswa dapat merancang dan menerapkan solusi teknologi yang efisien. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan langkah-langkah pembelajaran dan aktivitas yang harus dilakukan siswa untuk mencapai tujuan tersebut.

Diunggah oleh

Annul Lunna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan16 halaman

Informatika Kelas XI: Pembelajaran Jaringan dan AI

Dokumen ini adalah panduan pembelajaran untuk mata pelajaran Informatika kelas XI, yang mencakup capaian pembelajaran dalam berpikir komputasional, literasi digital, analisis data, serta algoritma dan pemrograman. Materi yang diajarkan meliputi topologi jaringan komputer, model jaringan, dan mekanisme transmisi data, dengan tujuan agar siswa dapat merancang dan menerapkan solusi teknologi yang efisien. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan langkah-langkah pembelajaran dan aktivitas yang harus dilakukan siswa untuk mencapai tujuan tersebut.

Diunggah oleh

Annul Lunna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Informatika

Kelas XI Semester Genap


11
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
TAHUN PELAJARAN 20 .../20 ...
2

Satuan Pendidikan : SMA/MA


Mata Pelajaran : Informatika
Kelas/Semester : XI/Genap

Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Berpikir Komputasional
Memahami alur proses pengembangan program atau produk teknologi digital; menganalisis persoalan yang bisa menghasilkan lebih dari satu solusi dengan pemahamannya
terhadap beberapa strategi algoritmik untuk menghasilkan beberapa alternatif solusi dari satu persoalan dengan memberikan justifikasi efisiensi, kelebihan, dan keterbatasan dari
setiap alternatif solusi; mampu memilih dan menerapkan solusi terbaik, paling efisien, dan optimal dengan merancang struktur data yang lebih kompleks dan abstrak; serta
mengenali berbagai model jaringan komputer serta mampu melakukan pengiriman data antarperangkat dalam jaringan komputer dan troubleshooting permasalahan jaringan
komputer.
Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn

2. Literasi Digital
Memahami penggunaan mesin pencari untuk melakukan riset; mengevaluasi kebenaran konten menggunakan verifikasi teks, gambar, dan video; menggunakan cara membaca
lateral untuk mengevaluasi informasi digital yang kompleks; merancang kebutuhan sistem komputer sesuai kebutuhan pengguna; memahami konsep dan penerapan serta
konfigurasi keamanan lanjut untuk konektivitas jaringan data lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel; mengkreasi konten digital dengan peralatan dan metode yang
bervariasi; memahami hukum dan perundang-undangan terkait isu digital di Indonesia; memahami pemanfaatan teknologi digital dalam demokrasi; menerapkan pengelolaan kata
sandi dengan manajer kata sandi dan autentikasi dua langkah dengan beragam moda; serta memahami pemanfaatan platform loka pasar, perbankan digital, dompet digital
beserta aspek keamanannya.
3. Analisis Data
Memanfaatkan sumber data yang terbuka, terpercaya, dan legal untuk mengolah data untuk pengambilan keputusan dan prediksi secara efektif, efisien, dan optimal tanpa atau
dengan komputer.
4. Algoritma dan Pemrograman
Memahami konsep strategi algoritmik; mengembangkan program komputer terstruktur dalam notasi algoritma atau notasi lain berdasarkan strategi algoritmik yang tepat;
mengembangkan, melakukan pemeliharaan, dan penyempurnaan algoritma standar ke dalam kode sumber program dengan memperhatikan kualitasnya; merancang dan
mengimplementasikan sebuah program yang menggunakan struktur data kompleks dan tepat menggunakan library atau perangkat yang tersedia.

Alokasi
Materi Dimensi Profil
Aktivitas Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Waktu Sumber Belajar
Pembelajaran Lulusan
(JP)

Jaringan  Menjelaskan berbagai jenis topologi jaringan  Menjelaskan berbagai  Topologi  Penalaran Kritis ... JP  Video pem-
Komputer dan komputer beserta karakteristiknya, serta topologi jaringan kom- Jaringan  Kreativitas belajaran.
Internet menentukan dan merancang topologi jaringan  Model Jaringan
puter serta menentukan  Kolaborasi  Artikel digital
yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks Komputer  Kemandirian
dan merancang topologi dan Buku teks
penggunaan.  Transmisi Data  Komunikasi Informatika
sesuai kebutuhan.
 Memahami dan menjelaskan model jaringan SMA/MA Kelas
komputer berdasarkan lapisan OSI beserta  Menjelaskan model ja-
XI Kurikulum
fungsi masing-masing lapisan. ringan komputer (lapisan
Merdeka.
 Menerapkan konsep model OSI untuk OSI) dan fungsinya.
 Lingkungan
menganalisis permasalahan dan melakukan  Menerapkan konsep
sekitar seko-
proses troubleshooting jaringan komputer model OSI dalam proses
lah.
secara sistematis. troubleshooting jaringan.
Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn Materi
Aktivitas Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Pokok Materi
Dimensi Profil
Alokasi
Waktu Sumber Belajar
Pembelajaran Lulusan
(JP)

 Menjelaskan mekanisme pengiriman data  Menjelaskan mekanisme


dalam jaringan komputer melalui metode pengiriman data melalui
packet switching. packet switching.
 Mengaplikasikan teknik pendeteksian dan  Mengaplikasikan proses
perbaikan kesalahan (error detection and pendeteksian dan per-
correction) dalam proses pengiriman data. baikan kesalahan dalam
pengiriman data.
 Memahami mekanisme transmisi data serta
melakukan proses encoding data sesuai  Menjelaskan mekanisme
dengan prinsip komunikasi data. transmisi data serta me-
lakukan encoding data.

Pengembangan  Menjelaskan perbedaan karakteristik, ke-  Menjelaskan perbedaan  Pengembangan  Penalaran Kritis ... JP  Video pem-
Aplikasi Mobile lebihan, dan keterbatasan aplikasi mobile, aplikasi mobile, desktop, Aplikasi Mobile  Kreativitas belajaran
dengan Library dan web. dengan App In-  Kolaborasi
desktop, dan web.  Artikel digital
Kecerdasan ventor
 Memahami dan menjelaskan fungsi berbagai  Memahami dan men-  Kemandirian dan Buku teks
Artifisial  Pengembangan  Komunikasi Informatika
jendela pada halaman Designer dan Blocks jelaskan berbagai jen- Aplikasi Kecer-
dela pada halaman SMA/MA Kelas
dalam lingkungan pengembangan aplikasi. dasan Artifisial
Designer dan halaman dengan App In- XI Kurikulum
 Mengembangkan aplikasi mobile yang Merdeka.
Blocks. ventor
menerapkan konsep kecerdasan artifisial
 Mengembangkan aplika-  Lingkungan
sesuai kebutuhan pengguna. sekitar se-
si berbasis mobile yang
 Menyusun dan mengembangkan rencana kolah.
menerapkan konsep ke-
pengujian untuk menilai fungsi, kinerja, dan
cerdasan buatan.
kualitas aplikasi yang dikembangkan.
 Mengembangkan renca-
 Mengomunikasikan produk aplikasi yang
na pengujian untuk me-
dihasilkan beserta manfaat dan dampaknya
nilai hasil pengembang-
bagi pengguna.
an aplikasi.
 Menerapkan proses pengembangan aplikasi
 Mengomunikasikan pro-
kecerdasan artifisial menggunakan platform duk aplikasi beserta
App Inventor secara sistematis dan ber- manfaatnya.
tanggung jawab.
 Menerapkan pengem-
bangan aplikasi kecer-
dasan artifisial meng-
3

gunakan App Inventor.


Alokasi
Materi Dimensi Profil
Aktivitas Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Waktu Sumber Belajar
Pembelajaran Lulusan
(JP)
4

Proyek Analisis  Berkolaborasi secara efektif dalam  Berkolaborasi dalam me-  Analisis Data  Penalaran Kritis ... JP  Video pembe-
Data menyelesaikan tugas bertema komputasi. nyelesaikan tugas bertema  Proyek dan Hasil  Kreativitas lajaran.
 Mengenali, menganalisis, dan merumuskan komputasi. Analisis Data  Kolaborasi  Artikel digital dan
masalah yang dapat diselesaikan dengan sistem  Mengenali dan merumus-  Kemandirian Buku teks Infor-
komputasi. kan masalah yang dapat
 Komunikasi matika SMA/MA
 Mengembangkan artefak komputasi melalui diselesaikan dengan Kelas XI Kuri-
proses analisis dan visualisasi data. sistem komputasi.
kulum Merdeka.
 Merancang serta mendokumentasikan tahapan  Mengembangkan artefak
 Lingkungan
analisis dan visualisasi data secara sistematis. komputasi melalui analisis
sekitar sekolah.
Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn

 Menyajikan hasil analisis data secara lisan dan dan visualisasi data.
tertulis dengan memperhatikan etika, keakuratan  Merancang dan men-
informasi, serta hak cipta. dokumentasikan proses
analisis serta visualisasi
data.
 Menyajikan hasil analisis
data secara lisan dan
tertulis dengan mem-
perhatikan etika dan hak
cipta.

Mengetahui, ..........., ..........................20...


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

_____________________ ______________________
NIP/NIK: ............................ NIP/NIK: .............................
MODUL AJAR
BAB I

Satuan Pendidikan : SMA/MA


Mata Pelajaran : Informatika
Kelas/Semester : XI/Genap
Topik : Jaringan Komputer dan Internet
Alokasi Waktu : … x 40 menit

A. Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Berpikir Komputasional
Memahami alur proses pengembangan program atau produk teknologi digital; menganalisis persoalan yang bisa
menghasilkan lebih dari satu solusi dengan pemahamannya terhadap beberapa strategi algoritmik untuk menghasilkan
beberapa alternatif solusi dari satu persoalan dengan memberikan justifikasi efisiensi, kelebihan, dan keterbatasan dari setiap
alternatif solusi; mampu memilih dan menerapkan solusi terbaik, paling efisien, dan optimal dengan merancang struktur data
yang lebih kompleks dan abstrak; serta mengenali berbagai model jaringan komputer serta mampu melakukan pengiriman
data antar perangkat dalam jaringan komputer dan troubleshooting permasalahan jaringan komputer.

B. Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran, peserta didik mampu:
1. menjelaskan berbagai topologi jaringan komputer serta menentukan dan merancang topologi sesuai kebutuhan;
2. menjelaskan model jaringan komputer (lapisan OSI) dan fungsinya;
3. menerapkan konsep model OSI dalam proses troubleshooting jaringan;
4. menjelaskan mekanisme pengiriman data melalui packet switching;
5. mengaplikasikan proses pendeteksian dan perbaikan kesalahan dalam pengiriman data;
6. menjelaskan mekanisme transmisi data serta melakukan encoding data.

C. Dimensi Profil Lulusan


 Iman dan Takwa  Penalaran Kritis Kolaborasi  Kesehatan
 Kewargaan  Kreativitas  Kemandirian  Komunikasi

D. Materi Pokok
1. Topologi Jaringan
2. Model Jaringan Komputer
3. Transmisi Data

E. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Pendahuluan (10 menit)
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan ice breaking singkat, misalnya:
“Jika kalian ingin membangun jaringan komputer di sekolah, apakah semua komputer dihubungkan dengan satu kabel
saja, atau masing-masing ke satu pusat?”
2. Pemantik: Guru menampilkan ilustrasi/cerita:
“Agar komputer dapat saling berkomunikasi, dibutuhkan cara penghubungan yang tepat. Cara menghubungkan
perangkat-perangkat dalam jaringan inilah yang disebut topologi jaringan. Pemilihan topologi yang tepat sangat
memengaruhi kinerja, biaya, dan keandalan jaringan.”
3. Tanya jawab:
a. Pernahkah kalian menggunakan WiFi di rumah atau sekolah?
b. Menurut kalian, bagaimana komputer atau ponsel bisa saling terhubung?
c. Apa yang terjadi jika satu kabel jaringan putus?
d. Mengapa cara menghubungkan perangkat jaringan perlu dirancang dengan baik?
Kegiatan Inti (60 menit)
1. Memahami (Berkesadaran, Bermakna)
a. Peserta didik mengamati gambar/ilustrasi berbagai topologi jaringan, seperti:
 Jaringan komputer di laboratorium sekolah.
 Jaringan WiFi di rumah.
 Jaringan komputer di perkantoran.
b. Guru membimbing peserta didik menyadari bahwa:
 Setiap jaringan komputer memiliki struktur penghubung yang berbeda.
 Pemilihan topologi memengaruhi efisiensi, kecepatan, biaya, dan keandalan jaringan.
 Tidak semua topologi cocok untuk semua kebutuhan.

Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn 5


c. Guru menjelaskan konsep utama:
 Topologi bus: semua perangkat terhubung pada satu kabel utama.
 Topologi star/bintang: semua perangkat terhubung ke satu pusat (hub/switch).
 Topologi ring/cincin: perangkat terhubung membentuk lingkaran.
 Topologi tree/pohon: gabungan beberapa topologi yang membentuk struktur hierarki.
 Topologi hybrid: kombinasi dua atau lebih topologi jaringan.
d. Peserta didik mengidentifikasi:
 Ciri utama masing-masing topologi.
 Kelebihan dan kekurangan setiap topologi.
 Contoh penggunaan topologi dalam kehidupan nyata.
2. Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
a. Peserta didik bekerja secara berkelompok mengerjakan LKPD berbasis studi kasus, misalnya:
 Menentukan topologi jaringan yang cocok untuk: laboratorium komputer sekolah, warnet kecil, jaringan kantor
bertingkat, jaringan rumah dengan WiFi.
 Membandingkan dua topologi yang mungkin digunakan.
b. Peserta didik mendiskusikan dan menyusun:
 Desain sederhana topologi jaringan (gambar/sketsa).
 Alasan pemilihan topologi tersebut.
 Kelebihan dan kekurangannya.
c. Guru membimbing dan menegaskan bahwa:
 Tidak ada topologi yang paling sempurna untuk semua kondisi.
 Pemilihan topologi harus mempertimbangkan kebutuhan, biaya, dan skalabilitas.
 Kerja sama dan diskusi sangat penting dalam perancangan jaringan.
d. Beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerja:
 Menjelaskan jenis topologi yang dipilih.
 Menyampaikan alasan pemilihan topologi.
 Menanggapi pertanyaan atau masukan dari kelompok lain.
3. Merefleksi (Berkesadaran)
a. Peserta didik menjawab pertanyaan reflektif:
 Topologi jaringan apa yang paling sederhana? Mengapa?
 Topologi mana yang paling cocok untuk jaringan skala besar?
 Apa risiko jika salah memilih topologi jaringan?
 Bagaimana topologi jaringan memengaruhi kinerja komunikasi data?
b. Beberapa peserta didik menyampaikan secara lisan:
 Pemahaman baru yang diperoleh tentang topologi jaringan.
 Kesulitan dalam menentukan topologi yang tepat.
 Manfaat mempelajari topologi jaringan dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup (10 menit)
1. Guru memberikan umpan balik terhadap:
a. Keaktifan peserta didik dalam diskusi kelompok.
b. Ketepatan pemilihan dan penjelasan topologi jaringan.
c. Kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi.
2. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran:
a. Pengertian topologi jaringan.
b. Jenis-jenis topologi jaringan (bus, star, ring, tree, hybrid).
c. Pentingnya memilih topologi jaringan sesuai kebutuhan.
3. Tugas lanjutan:
Peserta didik diminta merancang desain topologi jaringan untuk kasus berikut:
“Sebuah sekolah memiliki ruang guru, ruang TU, laboratorium komputer, dan kelas. Tentukan topologi jaringan yang
paling sesuai dan jelaskan alasannya.”

Pertemuan Kedua
Pendahuluan (10 menit)
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan ice breaking singkat, misalnya:
“Saat kalian mengirim pesan WhatsApp, apakah pesan itu langsung sampai ke HP teman, atau melalui beberapa proses
terlebih dahulu?”
2. Pemantik: Guru menampilkan ilustrasi atau cerita:
“Ketika data dikirim melalui jaringan, data tersebut tidak berjalan sembarangan. Ada aturan, tahapan, dan lapisan-lapisan
yang mengatur bagaimana data dikirim, diterima, dan dipahami. Inilah peran model jaringan komputer seperti OSI dan
TCP/IP.”

6 Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn


3. Tanya jawab:
a. Pernahkah kalian mengalami pesan gagal terkirim di internet?
b. Menurut kalian, di bagian mana masalah itu bisa terjadi?
c. Mengapa komunikasi data perlu diatur dalam beberapa lapisan?
d. Apa yang terjadi jika satu bagian dari proses komunikasi bermasalah?
Kegiatan Inti (60 menit)
1. Memahami (Berkesadaran, Bermakna)
a. Peserta didik mengamati ilustrasi atau video singkat tentang proses pengiriman data dari satu komputer ke komputer
lain melalui jaringan/internet.
b. Guru membimbing peserta didik menyadari bahwa:
 Pengiriman data dalam jaringan terjadi melalui tahapan-tahapan tertentu.
 Setiap tahapan memiliki fungsi yang berbeda.
 Pembagian lapisan memudahkan pemahaman, pengembangan, dan perbaikan jaringan.
c. Guru menjelaskan konsep utama:
 Model OSI (Open Systems Interconnection): Physical, Data Link, Network, Transport, Session, Presentation,
Application.
 Fungsi masing-masing lapisan OSI secara sederhana dan kontekstual.
 Model TCP/IP: Network Access, Internet, Transport, Application.
 Perbandingan OSI dan TCP/IP: jumlah lapisan, fungsi utama, penggunaan dalam jaringan nyata (internet).
d. Peserta didik mengidentifikasi:
 Peran setiap lapisan dalam proses pengiriman data.
 Contoh aktivitas jaringan pada masing-masing lapisan.
 Hubungan antara lapisan OSI dan TCP/IP.
2. Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
a. Peserta didik bekerja secara berkelompok mengerjakan LKPD berbasis studi kasus, misalnya:
 Mengirim email dari laptop ke smartphone.
 Mengakses website melalui browser.
 Mengirim file melalui jaringan lokal sekolah.
b. Setiap kelompok diminta untuk:
 Mengidentifikasi proses pengiriman data berdasarkan lapisan OSI.
 Mengelompokkan proses yang sama ke dalam lapisan TCP/IP.
 Menentukan kemungkinan gangguan jaringan dan lapisan yang terpengaruh.
c. Guru membimbing dan menegaskan bahwa:
 Model OSI membantu memahami masalah jaringan secara terstruktur.
 Model TCP/IP lebih sederhana dan digunakan secara nyata di internet.
 Gangguan jaringan dapat dianalisis berdasarkan lapisan yang bermasalah.
d. Presentasi kelompok:
 Menjelaskan alur pengiriman data berdasarkan lapisan.
 Menyebutkan fungsi tiap lapisan yang terlibat.
 Menyampaikan hasil analisis secara singkat dan logis.
3. Merefleksi (Berkesadaran)
a. Peserta didik menjawab pertanyaan reflektif:
 Mengapa model jaringan dibagi menjadi beberapa lapisan?
 Apa perbedaan utama antara OSI dan TCP/IP?
 Lapisan mana yang menurut kalian paling penting? Mengapa?
 Bagaimana model jaringan membantu proses troubleshooting?
b. Beberapa peserta didik menyampaikan secara lisan:
 Pemahaman baru yang diperoleh.
 Kesulitan dalam memahami lapisan jaringan.
 Manfaat mempelajari OSI dan TCP/IP dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup (10 menit)
1. Guru memberikan umpan balik terhadap:
a. Keaktifan peserta didik dalam diskusi kelompok.
b. Ketepatan pemetaan fungsi lapisan OSI dan TCP/IP.
c. Kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi.
2. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran:
a. Pengertian dan tujuan model jaringan komputer.
b. Fungsi dan lapisan pada OSI Model.
c. Struktur dan peran TCP/IP Model.
d. Peran model jaringan dalam komunikasi data dan troubleshooting.

Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn 7


3. Tugas lanjutan:
Peserta didik diminta membuat tabel perbandingan OSI dan TCP/IP atau diagram alur pengiriman data saat mengakses
sebuah website, disertai penjelasan lapisan yang terlibat.

Pertemuan Ketiga
Pendahuluan (10 menit)
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan ice breaking singkat, misalnya:
“Saat kalian mengirim pesan WhatsApp berupa teks, foto, atau suara, apakah pesan tersebut dikirim sekaligus atau
melalui beberapa bagian kecil?”
2. Pemantik: Guru menampilkan ilustrasi atau cerita:
“Data yang kita kirim melalui jaringan tidak berpindah secara utuh sekaligus. Data tersebut dipecah, dikirim melalui media
tertentu, dicek kesalahannya, lalu disusun kembali di tujuan. Proses inilah yang disebut transmisi data.”
3. Tanya jawab:
a. Bagaimana cara data berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain?
b. Mengapa data perlu dibagi menjadi bagian-bagian kecil?
c. Apa yang terjadi jika data rusak saat dikirim?
d. Mengapa jaringan membutuhkan aturan dalam pengiriman data?
Kegiatan Inti (60 menit)
1. Memahami (Berkesadaran, Bermakna)
a. Peserta didik mengamati contoh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:
 Mengirim pesan teks dan gambar melalui aplikasi pesan.
 Menonton video streaming.
 Melakukan video call.
 Mengunduh file dari internet.
b. Guru membimbing peserta didik menyadari bahwa:
 Data dikirim melalui jaringan dengan cara tertentu agar sampai dengan benar.
 Media transmisi memengaruhi kecepatan dan kualitas data.
 Kesalahan dalam transmisi dapat menyebabkan data rusak atau tidak terbaca.
c. Guru menjelaskan konsep utama:
 Transmisi data: proses pengiriman data dari pengirim ke penerima.
 Jenis transmisi data: serial dan paralel simplex, half-duplex, full-duplex.
 Media transmisi data: Kabel (UTP, koaksial, serat optik), nirkabel (gelombang radio, microwave, satelit), struktur
paket data: header, payload, dan trailer.
 Packet switching: metode pengiriman data dengan membagi data menjadi paket-paket kecil.
 Deteksi dan perbaikan kesalahan: parity bit, checksum, CRC.
 Transmisi digital dan analog: perbedaan karakteristik sinyal dan penggunaannya.
d. Peserta didik mengidentifikasi:
 Contoh penggunaan media transmisi di lingkungan sekitar.
 Perbedaan data digital dan analog.
 Alur sederhana pengiriman data berbasis packet switching.
2. Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
a. Peserta didik bekerja secara berkelompok mengerjakan LKPD berbasis studi kasus, misalnya:
 Menganalisis proses pengiriman pesan WhatsApp dari pengirim ke penerima.
 Menentukan media transmisi yang tepat untuk sekolah, rumah, dan jarak jauh.
 Mengurutkan proses packet switching dari pengiriman hingga penerimaan data.
 Mengidentifikasi kemungkinan kesalahan data dan cara memperbaikinya.
b. Peserta didik mendiskusikan dan menyusun:
 Alur transmisi data dari pengirim ke penerima.
 Peran media transmisi dalam kecepatan dan kualitas data.
 Contoh struktur paket data sederhana.
 Cara mendeteksi kesalahan data secara konsep.
c. Guru membimbing dan menegaskan bahwa:
 Data tidak dikirim secara acak, tetapi mengikuti aturan jaringan.
 Packet switching membuat pengiriman data lebih efisien dan andal.
 Proses deteksi kesalahan penting untuk menjaga keakuratan informasi.
d. Beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerja:
 Penjelasan alur transmisi data.
 Contoh penggunaan packet switching.
 Alasan pemilihan media transmisi tertentu.

8 Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn


3. Merefleksi (Berkesadaran)
a. Peserta didik menjawab pertanyaan reflektif:
 Mengapa data harus dibagi menjadi paket-paket kecil?
 Apa kelebihan packet switching dibandingkan pengiriman data sekaligus?
 Mengapa kesalahan data perlu dideteksi dan diperbaiki?
 Apa perbedaan utama transmisi digital dan analog?
b. Beberapa peserta didik menyampaikan secara lisan:
 Pemahaman baru tentang cara kerja jaringan.
 Kesulitan memahami materi transmisi data.
 Manfaat memahami transmisi data dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup (10 menit)
1. Guru memberikan umpan balik terhadap:
a. Keaktifan peserta didik dalam diskusi kelompok.
b. Ketepatan pemahaman konsep transmisi data.
c. Kemampuan bekerja sama dan menyampaikan pendapat.
2. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran:
a. Pengertian dan jenis transmisi data.
b. Peran media transmisi dan packet switching.
c. Pentingnya deteksi kesalahan dalam pengiriman data.
d. Perbedaan transmisi digital dan analog.
3. Tugas lanjutan:
Peserta didik diminta membuat diagram alur sederhana yang menjelaskan:
“Proses pengiriman data saat mengirim pesan teks dari ponsel ke ponsel lain melalui internet.”

F. Media dan Sumber Belajar


1. Video pembelajaran.
2. Artikel digital dan buku Informatika.
3. Lingkungan sekitar sekolah.

G. Pemanfaatan Digital
1. Video edukasi.
2. Pencarian referensi daring.
3. Presentasi digital.

H. Praktik Pedagogis
1. Pembelajaran Berbasis Proyek.
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi.

I. Asesmen
1. Asesmen Awal: Tanya jawab pemahaman awal.
2. Asesmen Proses: Observasi diskusi, peta konsep.
3. Asesmen Akhir: Presentasi proyek, jurnal refleksi, tes tertulis, laporan, penilaian proyek, portofolio, dan lainnya.

Mengetahui, ..........., ..........................20 ....


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

________________________ ________________________
NIP/NIK: ................................ NIP/NIK: ................................

Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn 9


MODUL AJAR
BAB II

Satuan Pendidikan : SMA/MA


Mata Pelajaran : Informatika
Kelas/Semester : XI/Genap
Topik : Pengembangan Aplikasi Mobile dengan Library
Kecerdasan Artifisial
Alokasi Waktu : … × 40 menit

A. Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Algoritma dan Pemrograman
Memahami konsep strategi algoritmik; mengembangkan program komputer terstruktur dalam notasi algoritma atau notasi lain
berdasarkan strategi algoritmik yang tepat; mengembangkan, melakukan pemeliharaan, dan penyempurnaan algoritma
standar ke dalam kode sumber program dengan memperhatikan kualitasnya; merancang dan mengimplementasikan sebuah
program yang menggunakan struktur data kompleks dan tepat menggunakan library atau perangkat yang tersedia.
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran, peserta didik mampu:
1. menjelaskan perbedaan aplikasi mobile, desktop, dan web;
2. memahami dan menjelaskan berbagai jendela pada halaman Designer dan halaman Blocks;
3. mengembangkan aplikasi berbasis mobile yang menerapkan konsep kecerdasan buatan;
4. mengembangkan rencana pengujian untuk menilai hasil pengembangan aplikasi;
5. mengomunikasikan produk aplikasi beserta manfaatnya;
6. menerapkan pengembangan aplikasi kecerdasan artifisial menggunakan App Inventor.
C. Dimensi Profil Lulusan
 Iman dan Takwa  Penalaran Kritis Kolaborasi  Kesehatan
 Kewargaan  Kreativitas  Kemandirian  Komunikasi
D. Materi Pokok
1. Pengembangan Aplikasi Mobile dengan App Inventor
2. Pengembangan Aplikasi Kecerdasan Artifisial dengan App Inventor
E. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Pendahuluan (10 menit)
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan ice breaking singkat, misalnya:
“Kalian sering menggunakan WhatsApp, browser di laptop, dan aplikasi Microsoft Word. Menurut kalian, apakah semua
aplikasi tersebut dibuat dan dijalankan dengan cara yang sama?”
2. Pemantik: Guru menampilkan ilustrasi atau cerita:
“Saat kita menggunakan aplikasi di ponsel, laptop, atau browser, sebenarnya ada perbedaan cara kerja dan tujuan
pengembangannya. Untuk membuat aplikasi mobile secara mudah, kita dapat menggunakan App Inventor yang
menyediakan halaman Designer dan Blocks.”
3. Tanya jawab:
a. Aplikasi apa saja yang sering kalian gunakan di ponsel?
b. Apa perbedaan aplikasi yang dijalankan di ponsel dan di komputer?
c. Apakah aplikasi web perlu diinstal?
d. Menurut kalian, bagian apa yang paling penting saat membuat tampilan aplikasi?
Kegiatan Inti (60 menit)
1. Memahami (Berkesadaran, Bermakna)
a. Peserta didik mengamati contoh berbagai jenis aplikasi:
 Aplikasi mobile (WhatsApp, Google Maps)
 Aplikasi desktop (Microsoft Word, Paint)
 Aplikasi web (Google Classroom, YouTube Web)
b. Guru membimbing peserta didik menyadari bahwa:
 Aplikasi memiliki platform dan cara penggunaan yang berbeda.
 Aplikasi mobile dirancang khusus untuk perangkat bergerak.
 Aplikasi web dapat diakses melalui browser tanpa instalasi.
 App Inventor mempermudah pembuatan aplikasi mobile tanpa penulisan kode yang rumit.
c. Guru menjelaskan konsep utama:
 Aplikasi mobile: aplikasi yang berjalan di perangkat ponsel/tablet.
 Aplikasi desktop: aplikasi yang berjalan di komputer/laptop.
 Aplikasi web: aplikasi yang diakses melalui browser.
 App Inventor: platform pengembangan aplikasi mobile berbasis visual.
 Halaman Designer: untuk mengatur tampilan dan komponen aplikasi.
 Halaman Blocks: untuk menyusun logika dan perilaku aplikasi menggunakan blok.
d. Peserta didik mengidentifikasi:
 Perbedaan fungsi dan penggunaan ketiga jenis aplikasi.
 Letak dan fungsi utama halaman Designer dan Blocks.
 Contoh komponen pada Designer (Button, Label, Image).

10 Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn


2. Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
a. Peserta didik bekerja secara berkelompok menggunakan App Inventor dengan LKPD sederhana, misalnya:
 Membuat tampilan aplikasi “Salam Pembuka”.
 Menambahkan Label dan Button di halaman Designer.
 Mengatur warna, teks, dan ukuran komponen.
b. Peserta didik menyusun:
 Tata letak komponen pada halaman Designer.
 Logika sederhana pada halaman Blocks, misalnya: saat tombol ditekan  teks label berubah.
c. Guru membimbing dan menegaskan bahwa:
 Designer berfokus pada tampilan (UI).
 Blocks berfokus pada logika dan interaksi.
 Kesalahan saat menyusun blok adalah bagian dari proses belajar.
 Pembuatan aplikasi membutuhkan perencanaan yang sederhana dan jelas.
d. Beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerja:
 Menjelaskan fungsi komponen yang digunakan.
 Menunjukkan perbedaan peran Designer dan Blocks.
 Menjelaskan cara kerja aplikasi yang dibuat.
3. Merefleksi (Berkesadaran)
a. Peserta didik menjawab pertanyaan reflektif:
 Apa perbedaan aplikasi mobile, desktop, dan web?
 Mengapa App Inventor cocok untuk pemula?
 Apa fungsi halaman Designer dan halaman Blocks?
 Bagian mana yang paling menarik saat membuat aplikasi?
b. Beberapa peserta didik menyampaikan secara lisan:
 Pengalaman pertama menggunakan App Inventor.
 Kesulitan yang dialami saat menyusun tampilan atau blok.
 Manfaat pembelajaran aplikasi mobile dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup (10 menit)
1. Guru memberikan umpan balik terhadap:
a. Keaktifan peserta didik dalam diskusi kelompok.
b. Ketepatan penggunaan Designer dan Blocks.
c. Kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi.
2. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran:
a. Perbedaan aplikasi mobile, desktop, dan web.
b. Fungsi dan peran App Inventor.
c. Hubungan tampilan (Designer) dan logika (Blocks) dalam aplikasi.
3. Tugas lanjutan:
Peserta didik membuat rancangan sederhana aplikasi mobile di App Inventor, meliputi:
a. Sketsa tampilan aplikasi.
b. Daftar komponen yang digunakan di Designer.
c. Deskripsi logika sederhana yang akan dibuat di Blocks (contoh: aplikasi tombol ucapan selamat datang).

Pertemuan Kedua
Pendahuluan (10 menit)
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan ice breaking singkat, misalnya:
“Menurut kalian, bagaimana ponsel bisa mengenali wajah, tanaman, atau tulisan hanya dari sebuah foto?”
2. Pemantik: Guru menampilkan ilustrasi atau cerita:
“Kecerdasan artifisial memungkinkan komputer belajar dari data. Dengan machine learning, aplikasi mobile dapat
mengenali dan mengelompokkan gambar tanpa kita harus menuliskan semua aturannya satu per satu.”
3. Tanya jawab:
a. Pernahkah kalian menggunakan aplikasi yang bisa mengenali wajah atau objek?
b. Menurut kalian, bagaimana cara komputer ‘belajar’ mengenali gambar?
c. Mengapa klasifikasi gambar penting dalam kehidupan sehari-hari?
d. Apakah AI selalu benar dalam mengenali gambar?
Kegiatan Inti (60 menit)
1. Memahami (Berkesadaran, Bermakna)
a. Peserta didik mengamati contoh penerapan AI berbasis klasifikasi gambar, misalnya:
 Aplikasi pengenal wajah pada ponsel.
 Aplikasi pendeteksi jenis tanaman atau hewan.
 Aplikasi pemilah sampah berdasarkan gambar.
 Aplikasi pengenal tulisan tangan.
b. Guru membimbing peserta didik untuk menyadari bahwa:
 Kecerdasan artifisial bekerja berdasarkan data dan pola.
 Machine learning memungkinkan aplikasi belajar dari contoh gambar.
 Hasil klasifikasi dipengaruhi oleh kualitas dan jumlah data.
c. Guru menjelaskan konsep utama:
 Kecerdasan Artifisial (AI): kemampuan sistem komputer meniru kecerdasan manusia.
 Machine Learning: cabang AI yang memungkinkan sistem belajar dari data.
 Klasifikasi gambar: proses mengelompokkan gambar ke dalam kategori tertentu.
 App Inventor + AI: pemanfaatan komponen AI (misalnya Image Classifier) untuk membuat aplikasi mobile cerdas
tanpa penulisan kode kompleks.

Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn 11


d. Peserta didik mengidentifikasi:
 Alur kerja aplikasi klasifikasi gambar (input  proses  output).
 Peran data latih dalam machine learning.
 Komponen AI pada App Inventor yang digunakan untuk klasifikasi gambar.
2. Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
a. Peserta didik bekerja secara berkelompok mengerjakan LKPD berbasis proyek, misalnya:
 Aplikasi klasifikasi gambar buah (apel, pisang, jeruk).
 Aplikasi klasifikasi sampah (organik dan anorganik).
 Aplikasi klasifikasi hewan (kucing dan anjing).
b. Peserta didik mendiskusikan dan menyusun:
 Ide dan tujuan aplikasi AI yang akan dikembangkan.
 Alur kerja aplikasi klasifikasi gambar.
 Komponen yang digunakan pada halaman Designer.
 Logika program pada halaman Blocks untuk memproses gambar dan menampilkan hasil klasifikasi.
c. Guru membimbing dan menegaskan bahwa:
 AI tidak selalu menghasilkan prediksi yang benar.
 Kesalahan klasifikasi adalah bagian dari proses pembelajaran.
 Etika penggunaan AI dan data sangat penting.
d. Beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerja:
 Cara kerja aplikasi klasifikasi gambar.
 Demonstrasi penggunaan aplikasi.
 Penjelasan hasil klasifikasi dan keterbatasannya.
3. Merefleksi (Berkesadaran)
a. Peserta didik menjawab pertanyaan reflektif:
 Bagaimana cara aplikasi mengenali gambar?
 Mengapa data latih sangat memengaruhi hasil klasifikasi?
 Apa kelebihan dan keterbatasan AI dalam mengenali gambar?
 Bagaimana dampak penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari?
b. Beberapa peserta didik menyampaikan secara lisan:
 Pengalaman mengembangkan aplikasi AI.
 Kendala yang dihadapi saat menggunakan App Inventor.
 Manfaat pembelajaran AI bagi masa depan.
Penutup (10 menit)
1. Guru memberikan umpan balik terhadap:
a. Keaktifan dan kolaborasi kelompok.
b. Ketepatan alur logika aplikasi AI.
c. Kreativitas dan etika dalam penggunaan AI.
2. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran:
a. Pengertian AI dan machine learning.
b. Proses klasifikasi gambar.
c. Pemanfaatan App Inventor untuk membuat aplikasi AI sederhana.
3. Tugas lanjutan:
Peserta didik diminta merancang ide aplikasi mobile berbasis AI lainnya, misalnya:
“Aplikasi pengenal ekspresi wajah atau aplikasi pengenal jenis daun,” dilengkapi dengan deskripsi fungsi, alur kerja, dan
manfaatnya.
F. Media dan Sumber Belajar
1. Video pembelajaran.
2. Artikel digital dan buku Informatika.
3. Lingkungan sekitar sekolah.
G. Pemanfaatan Digital
1. Video edukasi.
2. Pencarian referensi daring.
3. Presentasi digital.
H. Praktik Pedagogis
1. Pembelajaran Berbasis Proyek
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi
I. Asesmen
1. Asesmen Awal: Tanya jawab pemahaman awal.
2. Asesmen Proses: Observasi diskusi, peta konsep.
3. Asesmen Akhir: Presentasi proyek, jurnal refleksi, tes tertulis, laporan, penilaian proyek, portofolio, dan lainnya.

Mengetahui, ..........., ..........................20 ....


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

________________________ ________________________
NIP/NIK: ................................ NIP/NIK: ................................

12 Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn


MODUL AJAR
BAB III

Satuan Pendidikan : SMA/MA


Mata Pelajaran : Informatika
Kelas/Semester : XI/Genap
Topik : Proyek Analisis Data
Alokasi Waktu : … × 40 menit

A. Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Analisis Data
Memanfaatkan sumber data yang terbuka, terpercaya, dan legal untuk mengolah data untuk pengambilan keputusan dan
prediksi secara efektif, efisien, dan optimal tanpa atau dengan komputer.

B. Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran, peserta didik mampu:
1. berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas bertema komputasi;
2. mengenali dan merumuskan masalah yang dapat diselesaikan dengan sistem komputasi;
3. mengembangkan artefak komputasi melalui analisis dan visualisasi data;
4. merancang dan mendokumentasikan proses analisis serta visualisasi data;
5. menyajikan hasil analisis data secara lisan dan tertulis dengan memperhatikan etika dan hak cipta.

C. Dimensi Profil Lulusan


 Iman dan Takwa  Penalaran Kritis Kolaborasi  Kesehatan
 Kewargaan  Kreativitas  Kemandirian  Komunikasi

D. Materi Pokok
1. Analisis Data
2. Proyek dan Hasil Analisis Data

E. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Pendahuluan (10 menit)
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan ice breaking singkat, misalnya:
“Jika kalian diminta mengetahui pendapat teman tentang kantin sekolah, apakah cukup menghitung jumlah peserta didik
saja, atau perlu membaca jawaban mereka?”
2. Pemantik: Guru menampilkan ilustrasi atau cerita:
“Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengumpulkan data. Namun, tidak semua data dianalisis dengan cara yang
sama. Ada data berupa angka, dan ada data berupa pendapat, kategori, atau deskripsi. Di sinilah pentingnya memahami
analisis data kualitatif dan kuantitatif.”
3. Tanya jawab:
a. Pernahkah kalian mengumpulkan data dari angket atau survei?
b. Data apa saja yang bisa berupa angka?
c. Data apa saja yang tidak bisa dihitung dengan angka?
d. Mengapa cara menganalisis data harus disesuaikan dengan jenis datanya?
Kegiatan Inti (60 menit)
1. Memahami (Berkesadaran, Bermakna)
a. Peserta didik mengamati contoh data sederhana yang disajikan guru, misalnya:
 Hasil survei kepuasan peserta didik terhadap kantin sekolah.
 Data jumlah pengunjung perpustakaan per hari.
 Pendapat peserta didik tentang pembelajaran daring.
 Nilai ulangan harian mata pelajaran Informatika.
b. Guru membimbing peserta didik menyadari bahwa:
 Tidak semua data berbentuk angka.
 Jenis data menentukan cara analisisnya.
 Analisis data membantu mengambil keputusan yang lebih tepat.
c. Guru menjelaskan konsep utama:
 Analisis data kualitatif: analisis data non-angka (pendapat, kategori, deskripsi, teks).
 Analisis data kuantitatif: analisis data berbentuk angka yang dapat dihitung dan diolah secara matematis.
 Contoh teknik analisis sederhana: kualitatif (pengelompokan kategori, penarikan kesimpulan dari pola jawaban),
kuantitatif (menghitung rata-rata, frekuensi, persentase).

Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn 13


d. Peserta didik mengidentifikasi:
 Perbedaan data kualitatif dan kuantitatif.
 Contoh data kualitatif dan kuantitatif dalam kehidupan sehari-hari.
 Tujuan melakukan analisis data.
2. Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
a. Peserta didik bekerja secara berkelompok mengerjakan LKPD berbasis studi kasus, misalnya:
 Survei pendapat peserta didik tentang kebersihan kelas.
 Data nilai ulangan peserta didik.
 Data jenis transportasi yang digunakan peserta didik ke sekolah.
 Jumlah peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler tertentu.
b. Setiap kelompok diminta untuk:
 Menentukan jenis data (kualitatif atau kuantitatif).
 Melakukan analisis sederhana sesuai jenis data.
 Menyajikan hasil analisis dalam bentuk: tabel sederhana, grafik (jika kuantitatif), ringkasan kesimpulan (jika
kualitatif).
c. Guru membimbing dan menegaskan bahwa:
 Analisis data tidak selalu menggunakan rumus.
 Interpretasi data harus jujur dan objektif.
 Data tidak boleh dimanipulasi.
 Analisis data membantu memahami masalah secara lebih mendalam.
d. Beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerja:
 Jenis data yang dianalisis.
 Cara analisis yang digunakan.
 Kesimpulan yang diperoleh dari data.
3. Merefleksi (Berkesadaran)
a. Peserta didik menjawab pertanyaan reflektif:
 Apa perbedaan utama analisis data kualitatif dan kuantitatif?
 Jenis analisis apa yang menurut kalian lebih mudah? Mengapa?
 Apa kesulitan yang kalian alami saat menganalisis data?
 Mengapa analisis data penting dalam pengambilan keputusan?
b. Beberapa peserta didik menyampaikan secara lisan:
 Pengalaman bekerja dalam kelompok.
 Manfaat memahami jenis data sebelum menganalisisnya.
 Contoh penggunaan analisis data dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup (10 menit)
1. Guru memberikan umpan balik terhadap:
a. Keaktifan peserta didik dalam diskusi.
b. Ketepatan menentukan jenis data.
c. Kemampuan menganalisis dan menyimpulkan data.
d. Kerja sama dan komunikasi kelompok.
2. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran:
a. Pengertian analisis data.
b. Perbedaan analisis data kualitatif dan kuantitatif.
c. Contoh penerapan analisis data dalam kehidupan sehari-hari dan informatika.
3. Tugas lanjutan:
Peserta didik diminta membuat laporan analisis data sederhana, misalnya:
“Lakukan survei kecil (minimal 10 responden) tentang kebiasaan penggunaan gawai. Tentukan jenis datanya, lakukan
analisis kualitatif dan/atau kuantitatif, lalu tuliskan kesimpulan secara singkat dengan memperhatikan etika dan kejujuran
data.”

Pertemuan Kedua
Pendahuluan (10 menit)
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan ice breaking singkat, misalnya:
“Jika kalian diminta membuat laporan kondisi lingkungan sekolah, apakah bisa dikerjakan sendiri dengan cepat dan rapi?
Atau akan lebih efektif jika dibagi tugas?”
2. Pemantik: Guru menampilkan ilustrasi atau cerita:
“Dalam dunia nyata, analisis data jarang dilakukan oleh satu orang saja. Dibutuhkan kerja tim dengan peran yang jelas
agar data dapat dikumpulkan, dianalisis, dan disajikan secara efektif. Inilah yang akan kita lakukan dalam proyek analisis
data.”

14 Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn


3. Tanya jawab:
a. Pernahkah kalian bekerja dalam kelompok dengan pembagian tugas?
b. Apa yang terjadi jika semua anggota mengerjakan hal yang sama?
c. Mengapa analisis data membutuhkan peran yang berbeda-beda?
d. Menurut kalian, siapa yang bertanggung jawab memastikan proyek berjalan sesuai rencana?
Kegiatan Inti (60 menit)
1. Memahami (Berkesadaran, Bermakna)
a. Peserta didik mengamati contoh proyek analisis data sederhana, misalnya:
 Analisis kebersihan lingkungan sekolah.
 Analisis kebiasaan penggunaan gadget peserta didik.
 Analisis jenis sampah yang paling banyak ditemukan di sekolah.
b. Guru membimbing peserta didik untuk menyadari bahwa:
 Proyek analisis data membutuhkan perencanaan yang jelas.
 Setiap anggota tim memiliki peran dan tanggung jawab berbeda.
 Data yang baik harus dianalisis dan disajikan secara tepat
c. Guru menjelaskan konsep utama:
 Proyek analisis data: rangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan, pengolahan, analisis, hingga penyajian data.
 Alat bantu analisis data: spreadsheet (Excel/Google Sheets), grafik, tabel, dan diagram.
 Peran dalam kelompok proyek: project manager, pencari data, penganalisis data, perancang visual.
d. Peserta didik mengidentifikasi:
 Tugas masing-masing peran.
 Alat bantu yang sesuai untuk analisis dan visualisasi data.
 Pentingnya kerja sama dan komunikasi dalam tim.
2. Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
a. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil (4 – 5 orang) dan setiap anggota mendapatkan peran:
 Project manager.
 Pencari data.
 Penganalisis data.
 Perancang visual.
b. Setiap kelompok mengerjakan proyek mini analisis data berdasarkan studi kasus, misalnya:
 Data kebersihan kelas.
 Data kehadiran peserta didik.
 Data jenis sampah di sekolah.
c. Aktivitas kelompok:
 Menentukan tujuan analisis data.
 Mengumpulkan dan mencatat data sederhana.
 Mengolah data menggunakan tabel atau grafik.
 Menyusun visualisasi hasil analisis.
d. Guru membimbing dan menegaskan bahwa:
 Setiap peran sama pentingnya dalam keberhasilan proyek.
 Data harus dianalisis secara jujur dan bertanggung jawab.
 Visualisasi data membantu orang lain memahami informasi dengan lebih mudah.
e. Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek:
 Penjelasan proses kerja kelompok.
 Peran masing-masing anggota.
 Hasil analisis dan visualisasi data.
3. Merefleksi (Berkesadaran)
a. Peserta didik menjawab pertanyaan reflektif:
 Apa manfaat pembagian peran dalam proyek analisis data?
 Peran mana yang paling menantang dan mengapa?
 Bagaimana kerja tim membantu menyelesaikan proyek dengan lebih baik?
 Mengapa visualisasi data penting dalam menyampaikan informasi?
b. Beberapa peserta didik menyampaikan secara lisan:
 Pengalaman bekerja sesuai peran.
 Kendala yang dihadapi dalam kelompok.
 Pelajaran yang diperoleh dari proyek analisis data

Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn 15


Penutup (10 menit)
1. Guru memberikan umpan balik terhadap:
a. Kerja sama dan komunikasi dalam kelompok.
b. Ketepatan analisis data.
c. Kesesuaian visualisasi dengan data.
2. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran:
a. Pengertian proyek analisis data.
b. Peran penting tiap anggota dalam tim.
c. Manfaat alat bantu analisis dan visualisasi data.
3. Tugas lanjutan:
Peserta didik diminta menyusun rencana proyek analisis data sederhana secara individu atau kelompok kecil, mencakup:
a. Topik analisis.
b. Jenis data yang dikumpulkan.
c. Pembagian peran dalam tim.
d. Bentuk visualisasi hasil analisis

F. Media dan Sumber Belajar


1. Video pembelajaran.
2. Artikel digital dan buku Informatika.
3. Lingkungan sekitar sekolah.

G. Pemanfaatan Digital
1. Video edukasi.
2. Pencarian referensi daring.
3. Presentasi digital.

H. Praktik Pedagogis
1. Pembelajaran Berbasis Proyek
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi

I. Asesmen
1. Asesmen Awal: Tanya jawab pemahaman awal.
2. Asesmen Proses: Observasi diskusi, peta konsep.
3. Asesmen Akhir: Presentasi proyek, jurnal refleksi, tes tertulis, laporan, penilaian proyek, portofolio, dan lainnya.

Mengetahui, ..........., ..........................20 ....


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

________________________ ________________________
NIP/NIK: ................................ NIP/NIK: ................................

16 Pegangan Guru/Kurikulum Merdeka/SMA/Informatika Kelas XI/Smt – Gn

Anda mungkin juga menyukai