0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan4 halaman

Panduan Lengkap tentang Asma dan Penanganannya

Asma adalah gangguan pernapasan yang dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti alergen, iritan, dan infeksi virus, serta memiliki beberapa jenis seperti asma alergenik dan idiopatik. Gejala asma termasuk batuk, sesak napas, dan mengi, dengan potensi komplikasi serius seperti status asmatikus dan gagal jantung. Pencegahan dan pengobatan asma meliputi menjaga kebersihan lingkungan, penggunaan inhaler, dan penatalaksanaan medis yang tepat.

Diunggah oleh

Ani Duwila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan4 halaman

Panduan Lengkap tentang Asma dan Penanganannya

Asma adalah gangguan pernapasan yang dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti alergen, iritan, dan infeksi virus, serta memiliki beberapa jenis seperti asma alergenik dan idiopatik. Gejala asma termasuk batuk, sesak napas, dan mengi, dengan potensi komplikasi serius seperti status asmatikus dan gagal jantung. Pencegahan dan pengobatan asma meliputi menjaga kebersihan lingkungan, penggunaan inhaler, dan penatalaksanaan medis yang tepat.

Diunggah oleh

Ani Duwila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

B.

Pengertian Asma

Asma adalah gangguan pada bronkus dan trakea yang memiliki reaksi
berlebihan terhadap stimulus tertentu dan bersifat reversible (Padila,
2015).

C. Etiologi Asma

Penyebab awal inflamasi saluran pernapasan pada penderita asma


belum diketahui mekanismenya. Terdapat berbagai keadaan yang
memicu serangan asma, antara lain:

1. Kegiatan fisik (exercise)


2. Kontak dengan allergen dan iritan
1) alergen dapat berupa berbagai bahan yang ada di sekitar
penderita asma, seperti kulit rambut dan sayap hewan. Selain
debu rumah yang mengandung tungau juga dapat
meyebabkan alergi.
2) Iritan atau iritasi pada penderita asma dapat disebabkan oleh
berbagai hal, seperti asap rokok dan polusi udara. Faktor
lingkungan seperti udara dingin atau perubahan cuaca juga
dapat menyebabkan iritasi. Bau-bauan yang menyengat dari
cat atau masakan dapat menjadi penyebab iritasi.

3. infeksi virus

[Link] lainnya. Beberapa penyebab yang dapat memicu


terjadinya asma, yaitu:

a. obat-obatan (aspirin, betablocker) dan sulfite (buah kering wine).


b. Gastroesophageal reflux disease menyebabkan rasa terkabar
pada lambung yang memperberat gejala serangan asma,
terutama yang terjadi pada malam hari
c. Bahan kimia dan debu ditempat kerja
d. Infeksi.

D. Jenis asma

Ada tiga jenis asma antara lain:

1. Asma alergenik atau ektrinsik


Merupakan asma yang terjadi karena terpapar alergen, seperti
debu, bulu dan makanan. Asma jenis ini biasanya muncul sejak
anak-anak.
2. asma idiopatik atau non alergenik/intrinsik
Merupakan asma yang terjadi bukan karena terpapar alergi
pada asma alergenik.
3. asma campuran
Merupakan asma gabungan dari dua jenis asma yang telah
disebutkan dan asma ini paling umum terjadi.

E. Manifestassi Klinis

Batuk terutama pada malam hari atau dini hari, sesak nafas, mengi
yang menyebabkan suara siulan saat mengeluarkan napas dan pola
gejala pada setiap penderita asma dapat berbeda meskipun
demikian pola gejala yang paling umum yaitu:

a. Datang dan pergi seiring waktu atau dalam hari yang sama
b. Mulai atau memburuk dengan infeksi virus seperti pilek
c. Dipicu oleh olahraga, alergi, udara dingin atau hiperventilasi
karena tertawa atau menangi
d. Lebih buruk pada malam hari atau pagi hari.

F. Komplikasi

1. status asmatikus: suatu keadaan darurat medis berupa serangan


asma akut yang bersifat refraktori terhadap pengobatan yang lazim
dipakai

2. atelectasis: ketidakmampuan paru mengembang atau mengempis

3. hipoksemia

4. pneumothoraks

5. emfisema

6. deformitas thoraks

[Link] jantung.

G. Pencegahan

Menurut Sundaru dan Sukamto (2014), usaha pencegahan asma antara


lain: menjaga Kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari
factor pencetus serangan asma dan menggunakan obat antiasma.
H. Pengobatan

1. Inhaler
Salah satu cara mengobato asma yang kambuh adalah
menggunakan obat medis yang pertama, yaitu inhaler. Obat ini
adalah obat yang dihirup Ketika asma kambuh.
2. Spacer
Spacer Adalah wadah yang dibuat dari palastik atau logam.
Menggunakan spacer dapat menjadi cara mencegah radang
tenggorokan akibat pemakaian obat asma yang terlalu lama.
3. Steroid oral
Untuk mengatasi asma kronis kambuh lagi, penderita asma dapat
menggunakan obat ini selama dua minggu berturut-turut. Obat ini
berfungsi sebagai Pereda asma yang disebabkan oleh alergi.
4. Omalizumab
Obat ini berfungsi meredakan asma, jika dalam waktu 16 minggu
asma tidak dapat dikendalikan dengan menggunakan obat ini,
maka penggunaan obat ini harus dihentikan dan diganti dengan
obat lain.

I. Penatalaksanaan

1. menghilangkan obstruktur jalan napas

2. menghindari factor yang dapat menimbulkan serangan asma

3. menjelaskan kepada penderita dan keluarga mengenai asma dan


pengobatannya.

Penatalaksanaan asma dapat dibagi menjadi 2, yaitu:

1) Pengobatan dengan obat-obatan:


 Beta agonist (beta adrenergic agent)
 Kortikosteroid
 Methylxanthines (bronkodilator)
 Antikolinergik (bronkodilator)
 Mast cell inhibitor (inhalasi).
2) Tindakan spesifik
a. Pemberian oksigen
b. Pemberian agonis beta -2 (salbutamol 5 mg atau fenoterol
2,5 mg terbutaline 10 mg), inhalasi nebulizer dan
pemberiannya dapat diulang setiap 30-60 menit.
c. Aminofilin bolus IV 5-6 mg/kg BB
d. Kortikosteroid hidrokortison 100-200 mg, digunakan jika tidak
ada respon segera atau pasien sedang menggunakan steroid
oral atau dalam serangan yang sangat berat.

Anda mungkin juga menyukai