DIARE
Pengertian Diare
Diare adalah peningkatan frekuensi BAB (buang air besar) lebih dari
3 (tiga) kali sehari disertai perubahan konsistensi feses yang bentuknya
menjadi lebih cair. Kondisi ini bisa disebabkan oleh perubahan pola
makan, infesi rotavirus, atau bakteri. Diare bisa berlangsung selama
beberapa hari hingga berminggu -minggu. Selain menyebabkan
perubahan frekuensi dan konsistensi BAB (buang air besar), diare juga
bisa mengakibatkan penderitanya mengalami kram perut, demam,
kembung, dan mual.
Etiologi Diare
Infeksi (Bakteri, protozoa, virus, dan parasit), alergi, malabsorpsi,
keracunan, obat, dan defisiensi imun adalah kategori besar penyebab
diare. Pada balita, penyebab diare terbanyak adalah infeksi virus,
terutama rotavirus sebagaian besar diare akut disebabkan oleh infeksi.
Secara klinis, penyebab diare dapat dikelompokkan dalam enam golongan
besar, yaitu infeksi (disebabkan oleh bakteri, virus) malabsorpsi, alergi,
keracunan, imunodefisiensi dan penyebab lain.
Gambar Mekanisme Diare
Klasifikasi Diare
Diare secara umum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Diare akut
Diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak dan
berlangsung kurang dari dua minggu. Gejalanya antara lain feses
cair, biasanya mendada, disertai lemah dan kadang demam atau
muntah. Biasanya berhenti atau berakhir dalam beberapa jam
hingga beberapa hari. Diare akut dapat terjadi akibat infeksi virus,
infeksi bakteri, akibat makanan.
2. Diare kronis
Diare kronis adalah diare yang melebihi jangka waktu 15 hari sejak
awal diare.
Manifestasi Klinis Diare
Pada usia dewasa, gejala kekurangan cairan yang dapat diamati pada
kondisi daire, yaitu:
1) Feses berwarna gelap yang mengindikasikan adanya darah pada
feses
2) Kurang tidur
3) Penurunan berat badan
4) Badan lemah
5) Feses lembek dan cair secara lebih dari tiga kali dalam 24 jam
6) Sakit perut dan kram perut
7) Mual dan muntah
8) Sakit kepala
9) Kehilangan nafsu makan
10) Demam
11) Dehidrasi
12) Darah pada feses.
Cara Penularan dan Faktor Resiko Diare
Cara penularan pada umumnya melalui cara fekal-oral, yaitu melalui
makanan atau minuman yang tercemar oleh enteropaogen atau kontak
langsung tangan dengan penderita atau barang yang tercemar feses
penderita.
Penatalaksaan Diare
Penatalaksanaan diare pada anak berbeda dengan orang dewasa. Prinsip
tatalaksana diare pada balita adalah dengan rehidrasi, tetapi bukan satu-
satunya terapi, melainkan untuk membantu memperbaiki kondisi usus
dan mempercepat penyembuhan/ menghentikan diare serta mencegah
anak dari kekurangan gizi akibat diare dan menjadi cara untuk mengobati
diare.
Prinsip tatalaksana diare, yaitu: lima Langkah tuntaskan diare meliputi
rehidrasi menggunakan oralit osmolaritas rendah, pemberian zinc selama
10 hari berturut-turut, teruskan pemberian ASI dan makanan
Penatalaksanaan diare akut pada orang dewasa, antara lain:
1. Rehidrasi sebagai prioritas utama pengobatan
Empath hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
a. Jenis cairan
Pada diare akut yang ringan, dapat diberikan oralit, cairan Ringer
Laktat. Jika tidak tersedia, dapat diberikan Nacl isotonic ditambah
satu ampul Na bikarbonat 7,5 % 50 ml.
b. Jumlah Cairan
Jumalah cairan yang diberikan idealnya sesuai dengan cairan
yang dikeluarkan
a. Jalan masuk
Rute pemberian cairan pada orang dewasa dapat dipilih melalui
oral atau IV
b. Jadwal pemberian cairan
Rehidrasi diharapkan terpenuhi lengkap pada akhir jam ke-3
setelah awal pemberian.
2. Terapi definitif
Edukasi pada masyarakat dalam upaya pencegahan, hygiene dan
sanitasi lingkungan. Peningkatan hygiene dan sanitasi karena dapat
menurunkan insiden diare. Jangan makan sembarangan, terlebih
makanan mentah, mengonsumsi air yang bersih dan direbus
terlebih dahulu, mencuci tangan setelah BAB atau setelah bekerja.
Usia 3 jam Pertama saat tidak merasa Selanjutnya setiap
(Tahu haus kali diare
n)
<1 11/2 gelas 11/2 gelas
1-5 3 gelas 1 gelas
>5 6 gelas 4 gelas
Tabel. Kebutuhan Oralit Per Kelompok Usia