Dungeons & Dragons Campaign: Bayangan di Balik Tahta
🎭 Premis Utama
Sepuluh tahun setelah pemberontakan Dromad, Swarks—sang ksatria legendaris—tiba-tiba
menghilang dan menyatakan perang terhadap kerajaan yang dulu ia perjuangkan. Raja Chaveur,
pemimpin baru yang naik tahta pasca pemberontakan, mengutus para petualang untuk
menangkap Swarks dan pasukannya. Namun, di balik misi ini tersembunyi intrik cinta,
pengkhianatan, dan kekuatan gelap dari kultus Black Chrome.
Shafrina
Act II: “Pasar Bisik-Bisik”
Setting: Pasar rakyat di luar istana
Tujuan: Para petualang berbelanja perlengkapan dan mendengar rumor dari warga.
Highlight:
Seorang pedagang tua menyebut Swarks terlihat bersama Shafrina di malam hari.
Seorang pengemis menyebut “Black Chrome” sebagai bayangan yang mengintai jiwa
raja.
Beberapa orang terlihat lebih statis, dan hanya melakukan sesuatu dengan tenang,
seakan-akan semuanya baik-baik saja.
Pilihan Karakter:
💰 Berbelanja perlengkapan dan ramuan
🧠 Persuasion atau Deception untuk mendapatkan informasi dari warga
♂️Menyusup ke rumah warga yang menyimpan catatan tentang ritual malam raja
🎭 Act III: “Syair Gila Ruth Deft”
Setting: Kota tua di perbatasan kerajaan
Tujuan: Bertemu Ruth Deft, penyair gila yang tahu segalanya.
Highlight:
Ruth menyampaikan syair tentang cinta terlarang, eksekusi istri Swarks, dan portal
limbo.
Ia menyebut Helites sebagai “penjaga kebohongan”
Ruth menjelaskan tentang sihir yang membuat ketenangan, yang sebenarnya merupakan
rasa takut.
Pilihan Karakter:
📜 Mencatat dan menafsirkan syair
🧠 Arcana untuk memahami referensi limbo dan kultus
Insight untuk menilai apakah Ruth benar-benar gila atau berpura-pura
🧱 Act IV: “Basemen yang Terlupakan”
Setting: Ruang bawah tanah istana lama Dromad
Tujuan: Menyelidiki ruang rahasia yang ditemukan dari petunjuk Ruth
Highlight:
Para petualang menemukan pernak-pernik Black Chrome: jubah ritual, simbol terlarang,
dan buku mantra.
Ada altar kecil dengan potret Raja Chaveur yang terbakar sebagian.
Terdapat surat dari Hilates yang menyebut “pengorbanan jiwa demi kekuatan mutlak”.
Pilihan Karakter:
🧪 Menggunakan Detect Magic untuk mengidentifikasi artefak
📖 Membaca buku ritual untuk memahami tujuan kultus
🧠 Insight untuk menyimpulkan apakah Raja Chaveur telah dikorupsi atau digantikan
🧩 Act II: Bisikan dan Ketakutan
Scene:
Para petualang tiba di desa kecil di kaki pegunungan. Warga terlihat gelisah, dan beberapa dari
mereka mengucapkan kalimat yang sama berulang kali:
"Hati-hati... semuanya akan baik-baik saja..."
DM Prompt:
"Seorang wanita tua mendekat dengan tatapan kosong. Ia menggenggam tanganmu dan
berbisik, 'Hati-hati... semuanya akan baik-baik saja...' Lalu ia berlalu, meninggalkanmu dengan
rasa tak nyaman."
Skill Check:
Insight DC 14: Menyadari bahwa warga desa berada di bawah pengaruh sihir sugesti.
Arcana DC 16: Mengenali aura magis yang berasal dari pegunungan, kemungkinan
terkait portal Helites.
⚔️Act III: Persiapan Pemberontakan Baru
Scene:
Di balik layar, kelompok loyalis pro-kerajaan lama mulai bergerak. Mereka percaya bahwa
Helites adalah ancaman dan berencana untuk menghancurkan portal sebelum aktif.
DM Prompt:
"Di sebuah gua tersembunyi, kalian menemukan peta strategis, senjata yang disiapkan, dan
surat berisi rencana serangan ke puncak pegunungan. Kelompok ini menyebut diri mereka
'Pendekar Arvalis'."
Quest Hook:
Pilihan moral: Apakah para petualang akan membantu Helites menyelesaikan portal,
atau bergabung dengan Pendekar Arvalis untuk menghentikannya?
🌀 Act IV: Gerbang yang Terbuka
Scene:
Jika Helites berhasil menyelesaikan portal, dunia akan berubah. Portal tersebut membuka akses
ke "Nexum", dimensi tempat waktu dan ruang tak berlaku.
DM Prompt (Finale):
"Kilatan cahaya menyambar langit. Portal terbuka. Dari dalamnya, suara bergema: 'Kalian telah
memilih... dunia akan berubah.'"
Ending Variatif:
Jika portal dibuka: Dunia mengalami distorsi, dan campaign berlanjut ke dimensi Nexum.
Jika portal dihancurkan: Helites menghilang, dan Pendekar Arvalis mengambil alih
pegunungan.
Tentu! Berikut adalah tambahan beberapa act untuk campaign DnD-mu, berfokus pada
elemen gelap dan mistis dari "The Hanging Tree" dan pasukan Ashen Being milik Helites:
🌑 Act V: The Hanging Tree
Setting:
Di jantung Pegunungan Helites, tersembunyi dalam kabut dan reruntuhan, berdiri sebuah
pohon raksasa yang tak berdaun. Namun bukan kayu biasa—pohon ini tersusun dari tulang
belulang raksasa yang saling menyatu, membentuk cabang-cabang bengkok. Dari setiap
cabangnya tergantung mayat-mayat yang tampak membusuk, namun tubuh mereka berkilau
hitam seperti logam cair: inilah Black Chrome.
DM Prompt:
"Kalian tiba di sebuah lembah sunyi. Di tengahnya berdiri pohon yang tak mungkin alami.
Cabang-cabangnya adalah tulang, dan dari sana tergantung puluhan tubuh yang berkilau
hitam. Saat kalian mendekat, tubuh-tubuh itu mulai bergerak…"
Encounter:
Ashen Beings (CR 4–6): Undead yang terbuat dari Black Chrome, memiliki aura dingin
dan suara berbisik.
Ability: "Chrome Rebirth" – jika tidak dibakar atau disucikan, mereka akan bangkit
kembali dalam 1d4 jam.
🧠 Act VI: Bisikan dari Chrome
Scene:
Setelah mengalahkan beberapa Ashen Beings, para petualang menemukan bahwa Black
Chrome bukan sekadar logam—ia adalah entitas parasit yang mengikat jiwa ke tubuh.
Mayat-mayat yang tergantung adalah jiwa-jiwa yang belum sepenuhnya mati.
Skill Check:
Arcana DC 18: Menyadari bahwa Black Chrome adalah bentuk sihir nekromantik yang
dikembangkan oleh Helites.
Religion DC 16: Mengenali bahwa jiwa-jiwa ini tidak bisa tenang kecuali sumber
kekuatan pohon dihancurkan.
Clue:
Di balik akar pohon, terdapat pintu batu yang tertutup simbol kuno. Di sinilah sumber
kekuatan pohon berada.
Act VII: Basement of Bone
Setting:
Basement di bawah The Hanging Tree adalah ruang ritual kuno. Dindingnya dipenuhi ukiran
tulang dan simbol sihir. Di tengah ruangan, terdapat altar yang memancarkan energi gelap.
DM Prompt:
"Kalian menuruni tangga sempit yang berputar, menuju ruang bawah tanah yang berbau
darah dan besi. Di tengahnya, altar tulang berdenyut seperti jantung. Di sekelilingnya,
bayangan bergerak meski tak ada cahaya."
Encounter:
Guardian of the Chrome (CR 7–8): Entitas yang menjaga altar, bisa berupa amalgamasi
tulang dan logam.
Puzzle: Untuk menghancurkan altar, pemain harus memecahkan urutan simbol
berdasarkan bisikan yang mereka dengar dari Ashen Beings yang dikalahkan.
🔥 Act VIII: Pemurnian atau Penguasaan
Scene:
Setelah mengalahkan Guardian dan memecahkan puzzle, para petualang dihadapkan pada
pilihan: menghancurkan altar dan membebaskan jiwa-jiwa yang tergantung, atau
menguasainya dan menjadi pemilik baru kekuatan Black Chrome.
DM Prompt (Finale):
"Altar bergetar. Jiwa-jiwa di pohon menjerit. Kalian tahu, satu keputusan akan menentukan
nasib Pegunungan Helites. Apakah kalian akan memurnikan tempat ini… atau menjadi
penguasa baru para Ashen?"
⚔️Act IX: Pertemuan di Puncak Portal
Narasi Lengkap:
Kabut tebal menyelimuti puncak Pegunungan Helites, bercampur dengan kilatan cahaya
merah yang memancar dari lingkaran batu kuno. Angin berputar kencang, membawa aroma
besi dan darah. Di tengah lingkaran itu, Helites berdiri tegak, jubahnya berkibar meski tak
ada angin yang nyata. Tongkatnya menancap ke tanah, memancarkan retakan energi yang
menjalar ke seluruh permukaan batu.
Saat kalian melangkah mendekat, tanah bergetar. Ashen Beings muncul dari bayangan, mata
mereka berkilau hitam, tubuh mereka berderak seperti logam yang retak. Helites menoleh,
matanya menyala bagai bara api. Suaranya bergema, seolah keluar dari dua dimensi
sekaligus:
"Kalian datang terlambat. Portal ini akan membuka jalan bagi dunia baru. Dunia yang tak
mengenal kelemahan, dunia yang tunduk pada kekuatan Chrome."
Langit di atas kalian berdenyut, seakan ada sesuatu yang mencoba menembus batas antara
dunia.
🌀 Act X: Pertarungan Portal
Narasi Lengkap:
Pertarungan dimulai di sekitar lingkaran batu. Pilar energi memancarkan cahaya yang
semakin terang setiap ronde, berputar seperti pusaran api dan bayangan. Setiap kali Helites
mengangkat tongkatnya, lingkaran itu bergetar, dan suara jeritan jiwa-jiwa yang tergantung
di The Hanging Tree terdengar samar, seolah ikut mendukung ritual.
Tanah di bawah kaki kalian retak, mengeluarkan semburan Black Chrome yang mencoba
meraih tubuh kalian. Ashen Beings melompat dari bayangan, melindungi sang penyihir.
Helites tertawa dingin, suaranya bercampur dengan bisikan ribuan jiwa:
"Kalian hanya pion. Portal ini adalah takdir."
Setiap ronde, cahaya portal semakin kuat. Kalian tahu, jika tidak menghentikan ritual dalam
waktu singkat, dunia akan berubah selamanya.
🌋 Act XI-A: Jika Portal Berhasil
Narasi Lengkap:
Cahaya memuncak. Lingkaran batu meledak dengan kilatan merah dan hitam. Langit
terbelah, memperlihatkan jurang api dan bayangan. Dari dalam portal, suara tawa bergema,
diikuti oleh makhluk-makhluk Rakdos yang berhamburan keluar: iblis bertanduk, penari api,
dan monster yang tubuhnya terbuat dari daging bercampur besi.
Pegunungan Helites runtuh, tanah berubah menjadi arena kekacauan. Material Plane dan
Realm Rakdos kini menyatu. Dunia yang kalian kenal hancur, digantikan oleh panggung abadi
untuk darah, api, dan pesta kehancuran.
"Selamat datang di dunia baru," suara Helites bergema, tubuhnya menyatu dengan cahaya
portal, menjadi bagian dari kekacauan itu sendiri.
💥 Act XI-B: Jika Portal Gagal (Versi Lengkap)
Narasi Lengkap:
Dengan usaha terakhir, kalian berhasil mengganggu ritual Helites. Pilar energi runtuh,
lingkaran batu bergetar, dan portal mulai hancur. Namun, energi yang terkumpul tidak hilang
begitu saja.
Di tengah kekacauan itu, salah satu rekan kalian—yang selama ini kalian anggap sebagai
bagian dari kelompok—berdiri tegak. Tubuhnya bergetar, wajahnya berubah, dan kebenaran
terungkap: ia bukanlah sosok yang kalian kenal, melainkan seorang priest yang jiwanya
tidak tenang, seorang doppelganger yang telah menyamar di antara kalian.
Dengan suara bergetar, ia berteriak:
"Portal ini harus dimurnikan! Demi Torm, sang Patron Keadilan, aku akan mengakhiri semua
ini!"
Ia menancapkan simbol suci ke tanah, dan cahaya putih menyembur, menelan energi portal.
Namun tindakan itu memicu ledakan dahsyat. Kekuatan yang tak terkendali menyerap
energi kalian, meruntuhkan tubuh dan jiwa. Kalian terlempar, pandangan menggelap, dan
dunia menghilang dalam cahaya putih.
Konsekuensi:
Semua karakter kehilangan kekuatan mereka, kembali ke Level 5.
Mereka unconscious, lalu terbangun 1400 tahun kemudian.
Dunia kini berbeda total: kerajaan lama telah runtuh, peradaban berganti, dan legenda
tentang "para pahlawan yang hilang" masih berbisik di antara generasi baru.