0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan19 halaman

Modul Ajar Analisis Data dan Peluang

Modul ajar ini dirancang untuk siswa SMK dalam mata pelajaran Matematika, dengan fokus pada analisis data dan peluang. Materi mencakup distribusi peluang seperti seragam, binomial, dan normal, serta penerapannya dalam konteks nyata, bertujuan untuk mengembangkan penalaran kritis, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan komunikasi siswa. Pembelajaran dilakukan melalui metode interaktif dan kolaboratif, termasuk proyek mini, diskusi kelompok, dan penggunaan alat digital.

Diunggah oleh

Tika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan19 halaman

Modul Ajar Analisis Data dan Peluang

Modul ajar ini dirancang untuk siswa SMK dalam mata pelajaran Matematika, dengan fokus pada analisis data dan peluang. Materi mencakup distribusi peluang seperti seragam, binomial, dan normal, serta penerapannya dalam konteks nyata, bertujuan untuk mengembangkan penalaran kritis, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan komunikasi siswa. Pembelajaran dilakukan melalui metode interaktif dan kolaboratif, termasuk proyek mini, diskusi kelompok, dan penggunaan alat digital.

Diunggah oleh

Tika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Takengon
Nama Penyusun : Rachmatika Al-Qadar, [Link]
Tahun Pelajaran : 2025/2026
Jenjang Sekolah : SMK
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/ Semester/ Fase : XI (Sebelas) / I (Ganjil) / F
Topik : Analisis Data dan Peluang
Alokasi Waktu : 3 JP x 4 Pertemuan (12 JP)
B. IDENTIFIKASI
1. Peserta didik

Peserta didik diharapkan telah memiliki pemahaman dasar mengenai konsep-konsep


peluang, statistik deskriptif (rata-rata, median, modus, sebaran data), notasi faktorial
dan kombinasi, serta mampu melakukan perhitungan aljabar dasar. Mereka juga
diharapkan memiliki kemampuan dalam menginterpretasi grafik dan tabel data
sederhana. Kesiapan ini akan menjadi landasan untuk memahami konsep distribusi
peluang yang lebih kompleks dan menerapkannya dalam konteks nyata.

2. Materi Pelajaran

Materi "Analisis Data dan Peluang" ini berfokus pada pemahaman dan penerapan
berbagai jenis distribusi peluang (Seragam, Binomial, Normal) untuk menganalisis
data dan membuat inferensi. Jenis pengetahuan yang akan dicapai meliputi
pengetahuan konseptual (memahami karakteristik dan asumsi setiap distribusi),
prosedural (mampu menghitung peluang menggunakan formula dan tabel), dan
metakognitif (mampu memilih distribusi yang tepat untuk masalah tertentu dan
merefleksikan validitas asumsi). Relevansi materi sangat tinggi dengan kehidupan
nyata karena distribusi peluang digunakan luas dalam berbagai bidang seperti
ekonomi, sains, teknik, bahkan ilmu sosial untuk memodelkan fenomena acak. Tingkat
kesulitan materi moderat, memerlukan pemahaman konsep yang kuat dan ketelitian
dalam perhitungan. Struktur materi akan diawali dengan pengenalan distribusi seragam
yang paling sederhana, dilanjutkan dengan distribusi binomial untuk fenomena diskrit,
dan diakhiri dengan distribusi normal yang fundamental untuk data kontinu. Materi ini
akan mengintegrasikan nilai-nilai dan karakter seperti ketelitian, berpikir logis,
penalaran kritis, dan kemandirian.

3. Dimensi Profil Lulusan

Dalam pembelajaran ini, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:

1. Penalaran Kritis: Peserta didik akan dilatih untuk menganalisis masalah, memilih
distribusi peluang yang tepat, dan menginterpretasi hasil perhitungan secara logis.
2. Kreativitas: Peserta didik didorong untuk menemukan berbagai skenario di
kehidupan nyata yang dapat dimodelkan dengan distribusi peluang.
3. Kemandirian: Peserta didik akan belajar untuk memahami konsep dan
menyelesaikan soal-soal secara mandiri, serta bertanggung jawab atas proses
belajarnya.
4. Komunikasi: Peserta didik akan menyajikan hasil analisis data dan peluang
mereka secara jelas dan ringkas.

C. DESAIN PEMBELAJARAN
1. Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan Melakukan proses penyelidikan
statistika untuk mengidentifikasi dan menjelaskan asosiasi antara dua variabel
kategorikal (kualitatif) dan antara dua variabel numerikal (kuantitatif);
memperkirakan model linear terbaik (best fit linear) pada data numerikal
(kuantitatif); membedakan hubungan asosiasi dan sebab-akibat; menjelaskan
peluang dan menentukan frekuensi harapan dari kejadian majemuk; menyelidiki
konsep dari kejadian saling bebas dan saling lepas, dan menentukan peluangnya;
serta memahami konsep peluang bersyarat dan kejadian yang saling bebas
menggunakan konsep permutasi dan kombinasi.

2. Lintas Disiplin Ilmu

Materi ini memiliki relevansi kuat dengan berbagai disiplin ilmu, antara lain:

 Ekonomi/Bisnis: Untuk analisis risiko, prediksi penjualan, atau evaluasi investasi.


 Biologi/Kesehatan: Untuk analisis data eksperimen, prevalensi penyakit, atau efek
obat.
 Fisika/Kimia: Untuk analisis data pengukuran atau hasil eksperimen yang bersifat
acak.
 Ilmu Sosial: Untuk survei opini publik, analisis demografi, atau studi perilaku.
 Teknik: Untuk kontrol kualitas produk, keandalan sistem, atau simulasi.

3. Tujuan Pembelajaran

Pertemuan 1: Distribusi Seragam

 Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri dan karakteristik distribusi seragam


baik diskrit maupun kontinu, dengan menunjukkan ketelitian dalam analisis.
 Peserta didik dapat menggunakan rumus distribusi seragam untuk menghitung
peluang pada berbagai skenario sederhana, dengan tingkat akurasi minimal 80%.
 Peserta didik dapat memberikan minimal 2 (dua) contoh kejadian nyata yang dapat
dimodelkan dengan distribusi seragam, menunjukkan pemahaman kontekstual.

Pertemuan 2: Distribusi Binomial


 Peserta didik dapat menjelaskan kondisi-kondisi yang harus dipenuhi agar suatu
percobaan dapat dikategorikan sebagai percobaan binomial, dengan menunjukkan
penalaran kritis.
 Peserta didik dapat menghitung peluang suatu kejadian menggunakan rumus
distribusi binomial atau tabel binomial, dengan tingkat akurasi minimal 75%.
 Peserta didik dapat menerapkan konsep distribusi binomial untuk memecahkan
masalah sederhana dalam konteks kehidupan sehari-hari, menunjukkan kemampuan
aplikasi.

Pertemuan 3: Distribusi Normal - Konsep dan Kurva

 Peserta didik dapat menjelaskan karakteristik kurva distribusi normal (simetri,


bentuk lonceng, titik infleksi), dengan menggunakan bahasa sendiri.
 Peserta didik dapat memahami konsep Z-score dan fungsinya dalam standardisasi
data, dengan contoh sederhana.
 Peserta didik dapat mengidentifikasi fenomena alam atau sosial yang cenderung
mengikuti distribusi normal, menunjukkan kemampuan berpikir kreatif.

Pertemuan 4: Distribusi Normal - Perhitungan Peluang

 Peserta didik dapat menggunakan tabel Z-score untuk menghitung peluang suatu
kejadian pada distribusi normal standar, dengan tingkat akurasi minimal 75%.
 Peserta didik dapat mengubah nilai data ke Z-score dan sebaliknya untuk distribusi
normal non-standar, dengan ketelitian.
 Peserta didik dapat menerapkan distribusi normal untuk menyelesaikan masalah
nyata yang melibatkan data kontinu, dan menginterpretasikan hasilnya secara
bermakna.

4. Topik Pembelajaran

Topik pembelajaran akan berpusat pada pemodelan fenomena acak di dunia nyata
menggunakan distribusi peluang. Contoh topik yang bisa diangkat:

 Distribusi Seragam: Peluang munculnya angka pada pelemparan dadu seimbang;


Waktu tunggu bus pada jadwal yang teratur.
 Distribusi Binomial: Peluang jumlah siswa yang berhasil lulus ujian; Peluang
jumlah produk cacat dari sejumlah sampel produksi; Peluang keberhasilan
tembakan bebas dalam basket.
 Distribusi Normal: Tinggi badan populasi siswa; Berat bayi lahir; Skor ujian
standar; Waktu respon server; Pengukuran kesalahan pada instrumen.

5. Praktik Pedagogik
 Metode Pembelajaran Berbasis Proyek Sederhana (Mini-Project): Peserta didik
dalam kelompok kecil dapat memilih satu fenomena nyata yang dapat dimodelkan
dengan distribusi peluang dan membuat laporan singkat atau presentasi tentang
analisisnya.
 Diskusi Kelompok: Memfasilitasi pertukaran ide, pemecahan masalah bersama,
dan pembelajaran dari rekan sejawat terkait konsep dan aplikasi distribusi peluang.
 Eksplorasi Data: Menggunakan data riil (misalnya, data tinggi badan, berat badan,
skor ujian dari sumber terpercaya) untuk divisualisasikan dan dianalisis
menggunakan konsep distribusi.
 Wawancara (Opsional): Jika memungkinkan, peserta didik dapat mewawancarai
profesional di bidang terkait (misalnya, ahli statistik, ekonom) tentang bagaimana
mereka menggunakan peluang dalam pekerjaan mereka.
 Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan pemahaman mereka tentang
suatu distribusi atau hasil analisis proyek sederhana.

6. Kemitraan Pembelajaran
 Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (misalnya, guru Ekonomi, Biologi,
Kimia, Fisika) untuk memberikan contoh kasus aplikasi yang relevan.
 Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Akses ke data publik (misalnya, data
BPS, data kesehatan) atau, jika memungkinkan, praktisi yang menggunakan
statistik dan peluang dalam pekerjaan mereka.
7. Lingkungan Pembelajaran
 Ruang Fisik: Ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok, dilengkapi
dengan papan tulis/layar untuk visualisasi data dan kurva distribusi.
 Ruang Virtual: Platform simulasi distribusi online (misalnya, GeoGebra, Desmos),
spreadsheet (Google Sheets/Excel) untuk perhitungan dan visualisasi, dan sumber
belajar digital lainnya (video tutorial, artikel).
 Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang kolaboratif (saling mendukung
dalam memahami konsep sulit), partisipatif aktif (setiap siswa mencoba
mengerjakan soal dan berbagi pemikiran), dan menumbuhkan rasa ingin tahu
(bertanya "mengapa" dan "bagaimana" peluang itu bekerja di dunia nyata).

8. Pemanfaatan Digital
 Perpustakaan Digital: Untuk mencari referensi, buku elektronik, atau artikel
tentang aplikasi distribusi peluang.
 Forum Diskusi Daring: Sebagai tempat untuk bertanya, berbagi kendala dalam
perhitungan, dan mendapatkan umpan balik dari guru dan teman.
 Penilaian Daring: Menggunakan platform kuis interaktif (misalnya, Kahoot!,
Mentimeter) untuk asesmen diagnostik dan formatif.
 Google Classroom: Sebagai platform utama untuk berbagi materi, mengumpulkan
tugas, memberikan pengumuman, dan memfasilitasi komunikasi. Pemanfaatan
simulasi online untuk visualisasi kurva distribusi.
D. PENGALAMAN BELAJAR
KEGIATAN PENDAHULUAN

Pembukaan & Pemantik (Joyful Learning): Guru menyambut peserta didik


dengan antusias. Guru dapat memulai dengan pertanyaan "pemantik" yang
menarik dan relevan dengan peluang, misalnya "Mana yang lebih mungkin terjadi:
Anda memenangkan lotre, atau hujan besok?" atau "Bagaimana kita bisa
memprediksi hasil suatu pemilihan umum?". Bisa juga dengan menampilkan video
singkat fenomena acak di alam (misalnya, jatuhnya koin berulang kali).
Menggali Pengetahuan Awal (Mindful Learning): Guru melakukan kilas balik
singkat tentang konsep peluang dasar (ruang sampel, titik sampel) dan statistik
deskriptif. Guru dapat menggunakan kuis singkat interaktif (misalnya, via
Kahoot!) atau polling di Mentimeter untuk mengidentifikasi pemahaman awal
tentang probabilitas dan rata-rata.
Penyampaian Tujuan & Manfaat (Meaningful Learning): Guru menjelaskan
tujuan pembelajaran setiap pertemuan dan kaitannya dengan bab "Analisis Data
dan Peluang". Tekankan bagaimana pemahaman distribusi peluang sangat penting
dalam berbagai disiplin ilmu dan pengambilan keputusan di kehidupan nyata,
sehingga pembelajaran ini akan sangat bermakna.
KEGIATAN INTI

Fase 1: Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

Presentasi Konsep (Meaningful Learning): Guru menyajikan konsep setiap


distribusi (seragam, binomial, normal) secara bertahap, dimulai dengan contoh-
contoh konkret yang familiar bagi peserta didik. Penggunaan visualisasi kurva
(dengan bantuan software simulasi online seperti GeoGebra/Desmos) akan
membantu pemahaman. Guru menekankan "mengapa" distribusi ini penting dan
"kapan" digunakan.
Diskusi Kritis (Mindful Learning): Setelah penyampaian konsep, guru
memfasilitasi diskusi yang mendalam. Misalnya, untuk distribusi binomial, guru
dapat bertanya, "Mengapa setiap percobaan harus bersifat independen?" atau "Apa
perbedaan antara probabilitas sukses dan jumlah percobaan?". Untuk distribusi
normal, guru dapat meminta siswa untuk mengidentifikasi contoh lain di
kehidupan nyata yang mengikuti distribusi ini.
Penjelasan Kontekstual (Meaningful Learning): Setiap konsep distribusi
dijelaskan dengan mengaitkannya langsung dengan aplikasi di berbagai bidang
(ekonomi, biologi, sosial), sehingga peserta didik melihat relevansi dan makna dari
apa yang dipelajari.

Fase 2: Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)


Latihan Soal Bervariasi (Joyful & Meaningful Learning): Guru menyediakan
berbagai jenis soal, mulai dari yang sederhana hingga yang lebih kompleks, untuk
setiap jenis distribusi. Peserta didik dapat mengerjakan secara individu atau
kelompok. Guru juga dapat memberikan soal yang membutuhkan penggunaan
tabel (binomial/Z-score).
Studi Kasus Mini (Meaningful Learning): Berikan studi kasus sederhana yang
melibatkan data riil atau skenario hipotetis dari berbagai disiplin ilmu (misalnya,
data survei, hasil eksperimen). Peserta didik dalam kelompok kecil diminta untuk
menganalisis dan menerapkan distribusi yang sesuai untuk memecahkan masalah
tersebut.
Penggunaan Alat Digital (Joyful Learning): Ajak peserta didik menggunakan
kalkulator statistik online, fungsi spreadsheet (Excel/Google Sheets), atau aplikasi
simulasi untuk membantu perhitungan dan visualisasi. Ini dapat membuat proses
belajar lebih interaktif dan menyenangkan.
Problem-Solving Games (Joyful Learning): Sesekali selipkan permainan
berbasis soal atau tantangan kompetitif singkat (misalnya, di Kahoot! atau
Quizizz) yang menguji pemahaman dan kecepatan dalam mengaplikasikan rumus
distribusi.

Fase 3: Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

Refleksi Setelah Latihan (Mindful Learning): Setelah mengerjakan latihan atau


studi kasus, guru memfasilitasi refleksi. Pertanyaan seperti "Apa kesulitan yang
Anda alami saat memilih distribusi yang tepat?" atau "Bagaimana Anda
memastikan perhitungan Anda akurat?" dapat diajukan.
Jurnal Singkat (Meaningful Learning): Peserta didik membuat catatan singkat
atau jurnal pribadi tentang konsep kunci yang mereka pahami, rumus penting, dan
contoh aplikasi paling menarik yang mereka temukan untuk setiap distribusi.
Diskusi Kesalahan Umum (Mindful Learning): Guru membahas kesalahan-
kesalahan umum yang sering terjadi dalam perhitungan atau pemilihan distribusi,
dan mengajak peserta didik untuk memahami mengapa kesalahan itu terjadi dan
bagaimana menghindarinya.

PENUTUP

Presentasi Temuan (Konstruktif & Bermakna): Jika ada mini-proyek atau studi
kasus kelompok, setiap kelompok mempresentasikan temuan atau analisis mereka.
Guru dan teman-teman memberikan umpan balik yang berfokus pada penalaran,
ketepatan perhitungan, dan interpretasi hasil.
Refleksi Pembelajaran Menyeluruh (Menyimpulkan & Berkesadaran): Guru
memimpin diskusi kelas untuk menyimpulkan konsep-konsep kunci dari bab
"Analisis Data dan Peluang". Peserta didik diajak merefleksikan bagaimana
pemahaman tentang distribusi peluang telah memperkaya cara mereka melihat
fenomena acak di dunia nyata. Guru menanyakan, "Bagaimana bab ini membantu
Anda memahami lebih baik dunia di sekitar Anda?"
Umpan Balik & Perencanaan (Konstruktif & Partisipasi Aktif): Guru
memberikan umpan balik umum mengenai pencapaian tujuan pembelajaran dan
area yang masih memerlukan peningkatan. Guru juga dapat meminta masukan dari
peserta didik tentang metode pembelajaran yang efektif dan topik lanjutan yang
menarik minat mereka, untuk perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Apresiasi dan Motivasi (Joyful Learning): Guru memberikan apresiasi atas
partisipasi aktif dan kerja keras seluruh peserta didik. Ditutup dengan motivasi
untuk terus menggunakan pemahaman peluang dalam menganalisis informasi dan
membuat keputusan yang lebih baik di masa depan.

E. ASESMEN PEMBELAJARAN
Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik)

Observasi: Guru mengamati partisipasi dan interaksi peserta didik dalam diskusi
awal, serta respons mereka terhadap pertanyaan pemantik terkait peluang dan
statistik dasar.
Soal/Pertanyaan Observasi:
1. Apakah peserta didik menunjukkan minat dan rasa ingin tahu terhadap fenomena
acak?
2. Apakah peserta didik mampu memberikan contoh kejadian yang memiliki
peluang?
3. Apakah peserta didik berani mengemukakan ide atau pertanyaan terkait "prediksi"
suatu kejadian?
4. Seberapa aktif peserta didik dalam brainstorming konsep peluang dasar?
5. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman dasar tentang konsep rata-rata
atau sebaran data?

Kuesioner Diagnostik (Melalui Google Form/Mentimeter):


Soal Kuesioner:
1. Jelaskan dengan kata-kata Anda sendiri, apa itu "peluang"? Berikan satu contoh!
2. Jika Anda melempar sebuah koin 10 kali, berapa kemungkinan munculnya
"gambar" sebanyak 5 kali? Jelaskan alasannya!
3. Menurut Anda, dalam bidang apa saja konsep peluang ini sering digunakan?
Sebutkan minimal dua.
4. Seberapa nyaman Anda dengan perhitungan yang melibatkan faktorial atau
kombinasi? (Skala 1-5, 1=tidak nyaman, 5=sangat nyaman)
5. Apa yang Anda harapkan dapat pelajari dari bab Analisis Data dan Peluang ini?

Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif)

Tugas Harian (Penyelesaian Soal Latihan & Catatan Konsep): Peserta didik
mengerjakan latihan soal setelah setiap sub-bab dan membuat catatan singkat
tentang konsep kunci.
Soal/Panduan Tugas Harian:

1. Tentukan peluang munculnya angka genap jika sebuah dadu bersisi 6 dilempar
sekali. (Distribusi Seragam)
2. Dalam sebuah survei, 70% siswa menyukai pelajaran Matematika. Jika diambil
sampel acak 5 siswa, berapakah peluang tepat 3 siswa menyukai Matematika?
(Distribusi Binomial)
3. Jelaskan dua karakteristik utama dari kurva distribusi normal! (Distribusi
Normal)
4. Mengapa penting untuk mengubah data ke Z-score saat menggunakan tabel
distribusi normal standar?
5. Berikan satu contoh fenomena di sekitar Anda yang menurut Anda mengikuti
distribusi normal, dan jelaskan mengapa!

Diskusi Kelompok (Observasi Guru & Penilaian Sejawat): Guru mengamati


interaksi, partisipasi, dan kontribusi setiap anggota kelompok dalam diskusi dan
pemecahan studi kasus.
Soal/Pertanyaan Diskusi Kelompok (untuk Observasi Guru):

1. Apakah setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam memecahkan


soal/studi kasus?
2. Apakah kelompok mampu mengidentifikasi distribusi yang tepat untuk
masalah yang diberikan?
3. Apakah kelompok menunjukkan pemahaman tentang asumsi yang mendasari
penggunaan distribusi tertentu?
4. Bagaimana kelompok memverifikasi keakuratan perhitungan mereka?
5. Apakah kelompok mampu menjelaskan langkah-langkah pemecahan masalah
dengan logis?

Presentasi Hasil Studi Kasus Mini (Jika Ada): Peserta didik mempresentasikan
analisis dari studi kasus sederhana.
Soal/Rubrik Presentasi Kemajuan:
1. Apakah presentasi jelas dan mudah dipahami dalam menjelaskan masalah dan
metode?
2. Apakah pemilihan distribusi peluang untuk studi kasus tersebut tepat?
3. Apakah perhitungan yang dilakukan akurat dan didukung data?
4. Bagaimana kelompok menginterpretasikan hasil analisis mereka?
5. Apakah kelompok mampu menjawab pertanyaan dengan baik dan
mempertahankan argumennya?

Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif)

Jurnal Reflektif (Individu): Peserta didik menulis refleksi akhir tentang


keseluruhan proses pembelajaran.
Soal Jurnal Reflektif:

1. Apa konsep yang paling menantang bagi Anda dalam bab Analisis Data dan
Peluang ini, dan bagaimana Anda mengatasinya?
2. Bagaimana pemahaman Anda tentang distribusi peluang mengubah cara Anda
memandang kejadian acak di kehidupan sehari-hari? Berikan satu contoh
konkret.
3. Menurut Anda, distribusi peluang mana yang paling relevan dengan minat atau
cita-cita karier Anda di masa depan? Jelaskan alasannya.
4. Jika Anda memiliki kesempatan untuk mengajarkan satu konsep dari bab ini
kepada teman Anda, konsep apa yang akan Anda pilih dan bagaimana cara
Anda mengajarkannya?
5. Bagaimana Anda akan menggunakan pengetahuan tentang peluang ini di luar
kelas?

Tes Tertulis: Soal-soal yang menguji pemahaman konsep dan kemampuan


perhitungan untuk ketiga jenis distribusi.
Soal Tes Tertulis:

1. Sebuah mesin memproduksi komponen elektronik, dan diketahui bahwa 5%


dari komponen yang diproduksi adalah cacat. Jika diambil sampel acak 10
komponen, berapakah peluang tepat 2 komponen cacat? (Distribusi Binomial)
2. Waktu tunggu rata-rata di sebuah bank adalah 10 menit dengan standar deviasi
3 menit. Jika waktu tunggu berdistribusi normal, berapakah peluang seorang
nasabah harus menunggu lebih dari 15 menit?
3. Jelaskan perbedaan mendasar antara distribusi seragam diskrit dan distribusi
seragam kontinu! Berikan masing-masing satu contoh kejadiannya.
4. Nilai ujian Matematika di suatu kelas berdistribusi normal dengan rata-rata 75
dan standar deviasi 5. Tentukan nilai Z-score untuk seorang siswa yang
mendapat nilai 82!
5. Seorang peneliti melakukan eksperimen yang hasilnya diharapkan memiliki
peluang sukses 0,6. Jika eksperimen diulang 8 kali secara independen,
hitunglah peluang bahwa eksperimen sukses kurang dari atau sama dengan 3
kali! (Distribusi Binomial)
Proyek (Opsional, Jika Waktu Memungkinkan): Proyek sederhana di mana
peserta didik menganalisis data riil menggunakan salah satu distribusi peluang.
Contoh Proyek:
Judul: Analisis Tinggi Badan Siswa Kelas XII (Menggunakan Distribusi Normal)
Tugas:

1. Kumpulkan data tinggi badan dari minimal 30 teman sekelas Anda.


2. Hitung rata-rata dan standar deviasi tinggi badan tersebut.
3. Asumsikan data tinggi badan berdistribusi normal. Gambarlah kurva distribusi
normalnya (sketsa atau menggunakan aplikasi).
4. Tentukan peluang seorang siswa yang dipilih secara acak memiliki tinggi
badan antara 160 cm dan 170 cm.
5. Interpretasikan hasil analisis Anda dan sajikan dalam bentuk laporan singkat
atau presentasi.

Takengon, 05 Januari 2026


Diperiksa Oleh, Guru Mata Pelajaran
Wakil Bidang Kurikulum Matematika

EMI ISMIATI, [Link] RACHMATIKA AL-QADAR, [Link]


NIP. 19760417 200212 2007 NIP. 19960101 202521 2 061

Mengetahui,
Kepala SMK Negeri 1 Takengon

HAJARUS SALAM, [Link]


NIP. 19700817 199702 1 001

Anda mungkin juga menyukai