0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan17 halaman

Program Kerja Laboratorium IPA SMPN 1 Setu

Dokumen ini adalah Program Kerja Kepala Laboratorium IPA di SMP Negeri 1 Setu untuk tahun pelajaran 2025-2026, disusun oleh Gina Fikria. Program ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola laboratorium dan menambah alat/bahan, serta mendukung pembelajaran sains melalui praktikum. Penyusunan program ini melibatkan kerja sama berbagai pihak di sekolah dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pendidikan sains.

Diunggah oleh

gina fikria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan17 halaman

Program Kerja Laboratorium IPA SMPN 1 Setu

Dokumen ini adalah Program Kerja Kepala Laboratorium IPA di SMP Negeri 1 Setu untuk tahun pelajaran 2025-2026, disusun oleh Gina Fikria. Program ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola laboratorium dan menambah alat/bahan, serta mendukung pembelajaran sains melalui praktikum. Penyusunan program ini melibatkan kerja sama berbagai pihak di sekolah dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pendidikan sains.

Diunggah oleh

gina fikria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KERJA PETUGAS

PELAKSANA LAB IPA


SMP NEGERI 1 SETU

DISUSUSN OLEH
GINA FIKRIA

PEMERINTAH KABUPATEN BEKASI


DINAS PENDIDIKAN
TAHUN PELAJARAN

2025 – 2026

LEMBAR PENGESAHAN

III
Telah disahkan dan disetujui:

PROGRAM KERJA KEPALA LABORATORIUM IPA

Pada tanggal .............2026


di SMP Negeri 1 Setu
Bekasi

Oleh :

Kepala SMP Negeri 1 Setu

MOCH MARDYANA HUSNY, [Link].


NIP. 19700318 199512 1 002

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. karena berkat


rahmat dan izin-Nya jualah Penyusun dapat menyelesaikan Program Kerja
Kepala Laboratorium IPA yang dapat digunakan sebagai acuan dalam

III
melaksanakan kegiatan pembelajaran maupun praktikum di Laboratorium IPA
SMPN 1 Setu. Program kerja laboratorium tahun ini akan lebih diarahkan pada
peningkatan tata kelola dan penambahan alat/bahan di laboratorium guna
memberikan pelayanan kepada peserta didik dan pengguna laboratorium
lainnya. Dengan harapan hal ini dapat memberikan motivasi kepada peserta
didik untuk belajar dalam pembuktian teori melalui percobaan/ demonstrasi
untuk menjadi kenyataan.
Selanjutnya untuk lebih berkembangnya peran laboratorium, tentunya
tak lepas dari kerja sama dari berbagai pihak seperti peran kepala sekolah,
wakil sarana/prasana, dan guru-guru mata pelajaran yang terkait serta seluruh
komunitas sekolah.
Demikianlah yang dapat Penyusun paparkan dan oleh karena itu dalam
kesempatan ini penyusun menyampaikan rasa terimakasih kepada semua
pihak yang telah ikut andil dalam penyusunan program ini terutama kepada :
• Kepala SMP Negeri 1 Setu.
• Waka Urusan Kurikulum SMP Negeri 1 Setu.
• Waka Urusan Sarana/Prasarana SMP Negeri 1 Setu
• Bapak dan Ibu staff pengajar di SMPN 1 Setu, dan teman-teman sejawat
yang telah memberikan dorongan dan semangat sehingga terlaksananya
penyusunan program kerja ini.
Penyusun menyadari sepenuhnya walaupun telah berupaya semaksimal
mungkin, namun di dalam penyusunan program kerja ini pasti masih banyak
kekurangan dan kelemahan yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan
dan pengalaman yang Penyusun miliki. Oleh sebab itu kritik dan saran
sangatlah Penyusun harapkan, demi kesempurnaan penyusunan Program
Kerja Kepala Laboratorium IPA ini. Akhirnya harapan Penyusun, semoga
program kerja ini bermanfaat bagi pendidikan sains khususnya bagi rekan-
rekan guru jurusan IPA.

Bekasi, 2026
Penyusun

Gina Fikria

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..........….......………………………………………………….. i

III
LEMBAR PENGESAHAN ….......………………………………………………….. ii
KATA PENGANTAR ...……………………………………………………………… iii
DAFTAR ISI ..………………………………………………………………………… iv
BAB I PENDAHULUAN ..…………………………………………………………… 1
BAB II RENCANA KEGIATAN LABORATORIUM IPA ..………………………… 2
A. Penataan Ruang Laboratorium …………………………………………….....… 2
B. Penataan Alat dan Bahan ............……………………………………………… 3
C. Pengadministrasian Alat dan Bahan ...………………………………………… 6
D. Pengadministrasian Ruangan .............………………………………………… 7
E. Pengadministrasian Fasilitas Umum ...………………………………………… 7
F. Pengadaan Alat dan Bahan ..........…………………………………………….. 8
G. Tata Tertib Laboratorium IPA ...………………………………………………… 9
H. Jadwal Penggunaan Laboratorium IPA ...……………………………………… 9
BAB III ORGANISASI LABORATORIUM IPA ………………………………….… 10
BAB IV PENUTUP ...………………………………………………………………… 13
A. Kesimpulan ………………..............................…………………………….....… 13
B. Saran ........………………………………………....................................……… 13

BAB I
PENDAHULUAN

• Latar Belakang

III
SMP Negeri 1 Setu adalah sebuah institusi pendidikan yang dalam
pencapaian tujuannya sangat didukung oleh berbagai komponen, salah
satunya adalah Laboratorium IPA. Lebih dari itu Laboratorium IPA adalah
komponen yang sangat mendasar dalam terlaksananya suatu proses
pendidikan untuk mencapai hasil pembelajaran yang lebih baik.
Laboratorium adalah tempat pembelajaran sains IPA dengan cara mencari
pengetahuan tentang alam secara sistematis melalui proses penemuan
(inquiry) yang menekankan pemberian pengalaman langsung dalam
penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah
peserta didik, yang bermuara pada pembelajaran Work-Based experimen
(belajar sambil bekerja). Keberadaan Laboratorium IPA juga perlu
didukung oleh sebuah program yang baik agar dapat mencapai tujuan
yang direncanakan dan mengacu kepada Visi dan Misi SMPN 1 Setu.
Penyusunan program yang baik dan terencana akan menciptakan suatu
pengembangan dan pemeliharaan Laboratorium IPA ke depan. Hal ini
akan mendukung tingkat keberhasilan program yang ingin dicapai
sekaligus memberikan tingkat ketercapaian Visi dan Misi SMP Negeri 1
Setu.

• Dasar Pemikiran
• Pasal 12 ayat (1) dan Pasal 30 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
• Visi dan Misi serta Program Kerja SMPN 1 Setu

• Tujuan
• Sebagai salah satu media untuk pencapaian Visi dan Misi Sekolah.
• Sebagai bahan acuan bagi Kepala Laboratorium IPA SMP Negeri 1
Setu dalam menjalankan tugasnya

BAB II
RENCANA KEGIATAN LABORATORIUM IPA

III
• Penataan Ruang Laboratorium

DENAH RUANG LABORATORIUM IPA

Keterangan:
A :Lemari Alat

B :Rak Alat
C :Meja Persiapan
W :Wastafel

• Penataan Alat dan Bahan

III
Penataan alat dan bahan praktik IPA sangat bergantung kepada
fasilitas yang ada di laboratorium dan kepentingan pemakai laboratorium.
Fasilitas yang dimaksud dalam hal ini adalah adanya ruang penyimpanan
khusus (gudang), ruang persiapan, dan tempat-tempat penyimpanan
seperti lemari, kabinet, dan rak-rak.
Untuk menata alat dan bahan praktik IPA ada beberapa hal yang
perlu dikerjakan terlebih dahulu, yaitu pekerjaan sebagai berikut:
• Membersihkan ruang laboratorium beserta tempat-tempat
penyimpanan alat dan bahan yang tersedia, misalnya lemari, laci, dan
rak.
• Mendata dan memeriksa alat dan bahan dalam hal
macamnya, jumlahnya, sifat fisiknya, harganya, dan sebagainya.
• Mengelompokkan alat dan bahan sesuai dengan kelompok
mata pelajaran (Fisika, Biologi, Kimia) atau sesuai dengan katalog
yang dirujuk.
Penataan alat adalah proses pengaturan alat di laboratorium agar
tertata dengan baik. Dalam menata alat tersebut berkaitan erat dengan
keteraturan dalam penyimpanan maupun kemudahan dalam pemeliharaan.
Keteraturan penyimpanan dan pemeliharaan alat itu, tentu memerlukan
cara tertentu agar petugas laboratorium dengan mudah dan cepat dalam
pengambilan alat untuk keperluan praktikum, juga ada kemudahan dalam
memelihara kualitas dan kuantitasnya. Dengan demikian penataan alat
laboratorium bertujuan agar alat-alat tersebut tersusun secara teratur,
indah dipandang, mudah dan aman dalam pengambilan dalam arti tidak
terhalangi atau mengganggu peralatan lain, terpelihara identitas dan presisi
alat, serta terkontrol jumlahnya dari kehilangan dan kerusakan.
Di laboratorium terdapat berbagai macam fasilitas umum lab.
maupun peralatan. Beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan di
dalam penataan alat terutama cara penyimpanannya, diantaranya adalah :
• Fungsi alat, apakah sebagai alat ukur ataukah hanya sebagai
penyimpan alat saja.
• Kualitas alat termasuk kecanggihan dan ketelitian
• Keperangkatan

III
• Nilai/ harga alat
• Kuantitas alat termasuk kelangkaannya
• Sifat alat termasuk kepekaan terhadap lingkungan
• Bahan dasar penyusun alat

• Bentuk dan ukuran alat


• Bobot / berat alat
Pada praktisnya untuk melakukan penataan / penyimpanan alat
tidak dapat digunakan secara mutlak menurut fungsinya saja atau menurut
kecanggihan dan sifatnya saja. Cara terbaik disarankan
mengkombinasikan di antara aspek-aspek tersebut. Ketidakmutlakan
dalam menerapkan aspek di atas dalam menentukan penataan alat sangat
nampak sekali dalam mata pelajaran sains lainnya seperti kimia dan
biologi. Dalam laboratorium IPA penataan alat selama ini seringkali
dikelompokkan atas dasar jenis bahannya seperti alat-alat terbuat dari
kaca, kayu, besi dan seterusnya. Dan penataan alat-alat kimia dan biologi
berdasarkan kegunaannya saja. Kembali pada sembilan aspek di atas,
suatu alat ada yang memiliki satu fungsi dan yang multi fungsi. Misalnya
buret, hanya dapat digunakan untuk mengukur volume zat cair saja,
sedangkan pH meter dapat digunakan untuk mengukur pH dan juga mV.
Tentu kalau penyimpanan alat mengacu atas dasar fungsi alat, maka akan
diperoleh jumlah kelompok alat yang relatif banyak sesuai konsep- konsep
kimia yang harus dipelajari. Oleh karena itu pengelompokan berdasarkan
fungsi alat cukup kita bagi menjadi alat yang berfungsi sebagai alat ukur
dan alat bukan alat ukur. Tentunya penyimpanan alat ukur harus
ditempatkan pada wadah/tempat khusus yang dapat menjaga keamanan
komponen alat yang memberi informasi kuantitas dan ketelitian
pengukuran.
Berkaitan dengan alat laboratorium IPA sekolah, neraca 3 lengan,
stetoskop, mikroskop, dan buret dapat dikategorikan sebagai alat yang
mahal harganya. Oleh karena itu alat seperti ini harus menjadi
pertimbangan pertama dalam penyimpanan dan penataannya
dibandingkan dengan perlatan lainnya.

III
Nilai atau harga alat laboratorium harus diketahui oleh petugas/
pengelola laboratorium, setidaknya dapat menilai mana alat yang mahal
dan mana alat yang lebih murah. Alat yang mahal harus disimpan pada
tempat yang lebih aman atau pada ruangan / lemari yang terkunci.
Sementara alat yang tidak begitu mahal dapat disimpan pada rak atau
tempat terbuka. Akan tetapi jika tempat atau lemari jumlahnya mencukupi,
maka semua alat laboratorium dapat tersimpan dengan rapi dan tidak
terkena debu dan kelembaban air sehingga tidak cepat rusak, karena alat
laboratorium yang sering terkena debu dan uap air akan cepat rusak.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan dan penataan
alat adalah kuantitasnya. Alat canggih tentu akan mahal harganya,
sehingga kuantitasnya rendah dan termasuk alat langka. Alat langka
diperlukan pengamanan yang lebih baik, misalnya disimpan dalam lemari
atau ruangan yang terkunci. Demikian alat yang jumlahnya cukup banyak
biasanya alat tersebut frekuensi penggunaannya cukup tinggi dan
melibatkan banyak pengguna. Oleh karena itu penyimpanan alat ini harus
ditempatkan pada lemari besar dan berada pada lokasi yang tidak banyak
rintangan yang mengganggu sirkulasi peminjaman atau pengembalian dari
pengguna. Cara lain, penyimpanan alat yang jumlahnya banyak dilakukan
dengan mendistribusikan pada lemari-lemari pengguna yang dilengkapi
kunci.
Alat yang peka terhadap kelembaban terutama di daerah dingin,
sekalipun alat tersebut disimpan dalam lemari secara tertutup, besar
kemungkinan alat tersebut akan ditumbuhi jamur. Lensa objektif dan okuler
pada mikroskop cepat berjamur di daerah lembab. Cara mencegah
pengaruh kelembaban ini adalah dengan memasang listrik pada lemari
penyimpanan. Mikroskop harus selalu disimpan di dalam petinya yang
dilengkapi absorber silika gel. Demikian pula neraca Ohouse atau neraca
sama lengan peka sekali terhadap adanya getaran. Keberadaan getaran
akan menyulitkan dalam pengukuran, dan akibatnya hasil pengukuran
menjadi tidak akurat. Oleh karena itu neraca Ohouse harus disimpan pada
meja permanen.
Dengan diketahuinya bahan dasar dari suatu alat kita dapat
menentukan atau mempertimbangkan cara penyimpanannya. Alat yang

III
terbuat dari logam tentunya harus dipisahkan dari alat yang terbuat dari
gelas atau porselen. Jadi alat seperti kaki tiga harus dikelompokkan
dengan statif atau klem tiga jari karena ketiganya memiliki bahan dasar
yang sama yaitu logam.
Belumlah cukup hanya dengan memperhatikan bahan dasar dari
alat, namun penyimpanan alat yang memiliki bahan dasar yang sama
harus ditata kembali. Jika tempat penyimpanan kaki tiga dan klem tiga jari
adalah menggunakan lemari rak, maka tahapan rak untuk kaki tiga harus
berbeda dengan tahap rak klem tiga jari, akan tetapi kedua tahap rak harus
berdekatan.
Dengan memperhatikan bahan dasar alat pula, peralatan yang
terbuat dari logam umumnya memiliki bobot lebih tinggi dari peralatan yang
terbuat dari gelas atau plastik. Oleh karena itu dalam penyimpanan dan
penataan alat aspek bobot benda perlu juga diperhatikan.
Dari uraian yang telah dikemukakan, yang menjadi kunci dalam
melakukan penyimpanan dan penataan alat laboratorium dengan baik dan
lancar, adalah tempat atau ruang khusus (wadah/lemari) dan karakteristik
dari masing-masing alat. Karakteristik dari suatu alat dinamakan spesifikasi
alat.

Setiap alat laboratorium harus dibuatkan spesifikasinya, yaitu informasi-


informasi yang memberikan gambaran tentang suatu alat, sehingga dari ciri
tersebut secara spesifik alat itu terbedakan dari alat lain. Alat sederhana
tentunya memiliki spesifikasi lebih sederhana dari alat rumit. Spesifikasi
alat ini harus dimuat dalam kartu alat, dimana setiap alat harus memiliki
satu kartu.
Literatur alat laboratorium dikenal dengan nama katalog. Di dalam
katalog itu terhimpun secara lengkap tentang informasi tentang spesifikasi
alat hingga harganya.

• Pengadministrasian Alat dan Bahan

Untuk memudahkan pengecekan, penggunaan, pemeliharaan,


pengadaan, dan terutama pertanggungjawaban, semua fasilitas dan alat-

III
alat/bahan di laboratorium harus diadministrasikan. Pengertian
pengadministrasian disini adalah pencatatan nama alat/bahan, jumlahnya,
ukurannya, mereknya, nomor kodenya, dan tempat penyimpanannya.
Untuk keperluan pencatatan alat dan bahan laboratorium ini
diperlukan format atau buku perangkat administrasi yang meliputi:
• Buku inventaris
• Kartu stok
• Kartu permintaan/peminjaman alat/bahan
• Buku catatan harian
• Kartu alat/bahan yang rusak
• Kartu reparasi
• Format label
Buku lainnya yang dapat melengkapi perangkat administrasi di
atas antara lain:
• Daftar alat dan bahan sesuai dengan LKS
• Program semester kegiatan laboratorium
• Jadwal penggunaan laboratorium
• Jurnal penggunaan laboratorium

• Pengadministrasian Ruangan
• Ruangan-ruangan laboratoriumyang akan diadministrasikandi antaranya
adalah :
• Ruang praktikum
• Ruang persiapan

• Ruang penyimpanan / gudang alat

• Pengadministrasian Fasilitas Umum


Fasilitas umum laboratorium adalah barang-barang yang merupakan
perlengkapan laboratorium. Barang-barang yang termasuk ke dalam
kategori ini adalah :
• Papan tulis  Instalasi listrik
• Papan pengumuman  Instalasi air
• Meja guru  Komputer
• Meja peserta didik  LCD Proyektor
• Kursi/bangku  Alat pemadam kebakaran

III
• Almari alat/bahan  Jam dinding
• Rak alat/zat  Perlengkapan P3K
• Bak cuci / wastafel  Lampu
• Meja praktikum  Kipas angin/AC
• Lemari asam  Sound sistem
• Termometer ruangan  Sapu/kemoceng
• Penuntun Praktikum  Keset
• Buku-buku materi  Tempat sampah

• Pengadaan Alat dan Bahan

Untuk melengkapi atau mengganti alat dan bahan yang rusak,


hilang, atau habis dipakai diperlukan pengadaan. Sebelum pengusulan
pengadaan alat dan bahan dipikirkan hal-hal berikut:
• Percobaan apa yang akan dilakukan
• Alat dan bahan apa yang akan dibeli (dengan spesifikasi jelas)
• Apakah dana tersedia
• Prosedur pembelian
• Pelaksanaan pembelian
Prosedur pengadaan alat dan bahan biasanya dimulai dengan
penyusunan daftar alat dan bahan yang akan dibeli. Daftar pengusulan
diperoleh dari usulan masing-masing guru IPA yang dikoordinasikan oleh
koordinator laboratorium. Daftar alat dan bahan yang akan dibeli dibuat
berdasarkan program semester/program kegiatan laboratorium atau
berdasarkan analisis LKS.
Daftar alat dan bahan yang dibeli harus dilengkapi dengan
spesifikasi alat dan bahan, kemudian alat dan bahan disusun berdasarkan
prioritas, artinya tentukan alat dan bahan yang terlebih dahulu yang akan
digunakan.

Daftar alat yang akan dibeli dipisahkan dari daftar bahan. Setelah
selesai penyusunan daftar alat/bahan, daftar ini diserahkan oleh
penanggung jawab laboratorium kepada kepala sekolah.

• Tata Tertib Laboratorium IPA

III
• Peserta didik tidak dibenarkan masuk ke dalam laboratorium tanpa izin
Guru Pembimbing.
• Peserta didik melaksanakan praktikum sesuai dengan jadwal.
• Peserta didik masuk laboratorium dengan tertib dan melepas alas kaki.
• Peserta didik tidak diperkenankan membawa makanan atau minuman
dalam bentuk apapun ke dalam laboratorium.
• Peserta didik wajib menjaga ketertiban dan kebersihan ruang
laboratorium.
• Peserta didik menempati tempat yang sudah ditentukan sesuai
kelompok kerja.
• Alat dan bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk praktikum.
• Jika ada alat-alat yang rusak peserta didik segera melaporkan kepada
guru pembimbing.
• Jika terjadi kecelakaan dalam praktikum segera melaporkan kepada
guru pembimbing.
• Setelah melakukan praktikum peserta didik harus
mengembalikan alat/bahan ke tempat semula dalam keadaan bersih.
• Kerusakan atau kehilangan alat yang terjadi akibat kelalaian peserta
didik, maka peserta didik atau kelompok kerjanya harus menggantinya.
• Ruangan laboratorium harus dalam keadaan bersih setelah selesai
kegiatan.
• Peserta didik yang tidak mengindahkan tata tertib dapat diberi sanksi
dikeluarkan dari laboratorium.

BAB III
ORGANISASI LABORATORIUM IPA

Organisasi Laboratorium IPA adalah suatu sistem kerja sama dari


kelompok orang, barang, atau unit tertentu tentang laboratorium IPA untuk

III
mencapai tujuan. Mengorganisasikan laboratorium IPA berarti menyusun
sekelompok orang atau petugas dan sumberdaya yang lain untuk
melaksanakan suatu rencana atau program guna mencapai tujuan yang telah
ditetapkan dengan cara yang paling berdaya guna terhadap laboratorium IPA.
Orang-orang atau petugas yang terlibat langsung dalam organisasi
laboratorium IPA adalah sebagai berikut:
• Kepala Sekolah
Tugas Kepala Sekolah:
• Memberikan bimbingan, motivasi, pemantauan, dan evaluasi kepada
petugas-petugas laboratorium IPA.
• Memberikan motivasi kepada guru-guru IPA dalam hal
kegiatan laboratorium IPA.
• Menyediakan dana keperluan operasional laboratorium.
• Waka Urusan Kurikulum
Tugas Waka Urusan Kurikulum:
• Melakukan koordinasi dengan Kepala Laboratorium dalam pengaturan
jadwal kegiatan di laboratorium.
• Waka Urusan Humas Sarana & Prasarana Tugas Waka Urusan Humas
Sarana prasarana:
• Melakukan koordinasi dengan Kepala Laboratorium dalam
menyediakan sarana dan prasarana laboratorium.
• Kepala Laboratorium
Tugas Kepala Laboratorium:
• Bertanggung jawab atas kelengkapan administrasi laboratorium.
• Bertanggung jawab atas kelancaran kegiatan laboratorium.
• Mengusulkan kepada kepala sekolah tentang pengadaan alat/bahan
laboratorium.
• Bertanggung jawab tentang kebersihan, penyimpanan, perawatan, dan
perbaikan alat.
• Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium.
• Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium.
• Membuat jurnal penggunaan laboratorium.
• Koordinator laboratorium
Tugas koordinator laboratorium:

III
• Mengkoordinasikan guru mata pelajaran.
• Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium.
• Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium.
• Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium.
• Inventarisasi dan pengadministrasian peminjaman alat-alat laboratorium.
• Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium.
• Guru Mapel IPA
Tugas Guru Mapel IPA:
• Menyelenggarakan praktikum mulai perencanaan, persiapan
alat/bahan, persiapan praktikum, dan pelaksanaan praktikum.
• Menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan praktikum.
• Menjaga kebersihan ruangan dan peralatan yang digunakan setelah
selesai praktikum.
• Mengatur kembali penyimpanan alat-alat laboratorium yang telah
digunakan.
• Mengisi jurnal penggunaan laboratorium.
• Laboran
Tugas laboran adalah:
• Mengerjakan administrasi laboratorium.
• Mengatur penyimpanan dan pendataan alat dan bahan yang ada
dalam laboratorium.
• Menginventaris dan mengadministrasi peminjaman alat-alat laboratorium.
• Mempersiapkan dan menyiapkan alat/bahan yang digunakan dalam
praktikum.
• Bertanggungjawab atas kebersihan alat dan ruang laboratorium
beserta perlengkapannya.
• Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium.

STRUKTUR ORGANISASI LABORATORIUM

PENANGGUNG JAWAB :
KEPALA SEKOLAH
III
MOCH. MARDYANA HUSNY, MP.d
WKS. UR. KURIKULUM WKS. UR. SARPRAS

DEWI NURHAYATI, [Link]. EGGI AKHMAD SUDRAJAT,[Link]

KEPALA LABORATORIUM

SAIDAH FITRIAH WULAN DARI,S,Pd

KOORDINATOR LABORATORIUM IPA

GURU MAPEL IPA


LABORAN
1. NENDEN ROHAENI
GINA FIKRIA [Link] 2. SAIDAH FITRIAH W,[Link]
3. FAUZIAH,[Link]
4. ARIS GUNAWAN R,[Link]
5. GINA FIKRIA [Link]

PRAKTIKAN

PESERTA DIDIK

III
BAB IV
PENUTUP

• Kesimpulan
Pelaksanaan Program Kerja Laboratorium IPA di SMPN 1 Setu ini
diharapkan menjadi solusi dalam menyiasati besarnya tanggung jawab
yang diemban oleh mata pelajaran IPA di sekolah. Dengan adanya
pelaksanaan program kerja ini sebagai agenda rutin di SMPN 1 Setu,
diharapkan nilai-nilai sains yang telah dipelajari oleh peserta didik tidak
hanya sekedar menjadi pengetahuan atau hapalan tetapi hendaknya
menjadi suatu bekal di tengah- tengah kehidupan sehari-hari.

• Saran
Laboratorium IPA sebagai sarana sumber belajar yang nyata untuk
peserta didik belajar perlu dipelihara kebersihan dan kenyamanannya.
Untuk itu laboratorium IPA sebaiknya tidak hanya dikelola oleh Kepala
Laboratorium IPA saja tetapi juga diperlukan seorang Laboran yang siap
setiap saat membantu guru IPA dalam menyelenggarakan praktikum di
laboratorium.
Dengan keterbatasan tenaga dan waktu, laboratorium IPA juga
sangat memerlukan tenaga kebersihan yang rutin untuk membersihkan
ruang laboratorium, sehingga ruangan selalu dalam keadaan bersih dan
siap pakai.
Demikian kiranya saran yang dapat diberikan kepada pihak sekolah
semoga dapat ditindaklanjuti.

III

Anda mungkin juga menyukai