0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

Analisis Tren GDR dan NDR RSUD Sragen

Diunggah oleh

destrianasari12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

Analisis Tren GDR dan NDR RSUD Sragen

Diunggah oleh

destrianasari12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

IJMS – Indonesian Journal on Medical Science – Volume 12 No.

1 – Januari 2025

Analisis Trend Statistik Kematian Indikator Gross Death Rate (GDR)


Dan Net Death Rate (NDR) Di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
PERIODE 2019 – 2023

Trend Analysis of Death Statistics Indicators of Gross Death Rate (GDR) dan
Net Death Rate (NDR) at RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen 2019 – 2023
Widya Kurnianingsih1, Irma Nuur Rochmah2, Erna Zakiyah3, Yuliana Rikma Widyanti4
1,2,3,4
Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
widyakurnianingsih09@gmail.com1, [Link]@gmail.com2, ernazakiyah02@gmail.com3,
rikmawidyanti79@gmail.com4

DOI: [Link]

Abstract; RSUD DR. Soehadi Prijonegoro Sragen is a regional class B general hospital. GDR is the
death rate for all inpatients who died within a certain period, while NDR is the death rate for inpatients
whose treatment was >48 hours. Mortality rates are very important in evaluating the quality of service in
hospitals. Based on preliminary studies, the hospital calculates the Gross Death Rate dan Net Death
Rate. This research aims to analyze trend s dan forecast Gross Death Rate dan Net Death Rate for
2019-2023. This research method is observation. This type of research is descriptive with a retrospective
approach. The research sample is the number of deaths per year 2019-2023 using a saturated sampling
technique. The results showed that the GDR trend value had increased by 4.45 0/00 in 2019-2023. The
NDR trend has increased by 1.54 00/00 every year in 2019-2023. Forecasting in 2024 GDR will be 99.54
0
/00 dan NDR 71.19 0/00. Trend Analysis GDR dan NDR increased, this was due to the positive b value
so it increased, it was a referral hospital, the type diagnosis suffered by patients, patients died with an
average age of more than 45 years, dan the highest number of patients who died came from the ICU
ward. Forecasting Analysis GDR dan NDR increase due to the positive b value so that it increases, the
GDR dan NDR values still exceed the national stdanard.
Keywords: forecasting, Gross Death Rate, Net Death Rate, trend , least square

Abstrak: RSUD DR. Soehadi Prijonegoro Sragen rumah sakit umum kelas B milik daerah. Angka
kematian semua pasien rawat inap yang meninggal dalam kurun waktu tertentu disebut dengan istilah
GDR, sedangkan NDR merupakan angka kematian pasien yang rawat inap yang perawatannya >48
jam. Tingkat kematian sangat penting dalam menilai kualitas layanan di rumah sakit .
Berdasarkan studi pendahuluan rumah sakit melakukan perhitungan GDR dan NDR. Penelitian
bertujuan untuk menganalisis trend dan forecasting GDR dan NDR tahun 2019-2023. Metode penelitian
ini observasi. Jenis dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan retrospekstif. Sampel
penelitian ini jumlah kematian pertahun 2019-2023 dengan teknik sampel [Link] penelitian
diperoleh nilai trend GDR mengalami peningkatan sebesar 4,45 0/00 pada tahun 2019-2023. Trend NDR
mengalami peningkatan sebesar 1,54 0/00 setiap tahunnya pada tahun 2019-2023. Forecasting tahun
2024 GDR menjadi 99,54 0/00dan NDR 71,19 0/00. Analisis Trend GDR dan NDR meningkat, hal tersebut
disebabkan nilai b positif sehingga mengalami peningkatan, merupakan rumah sakit rujukan, jenis
diagnosis yang diderita pasien, pasien meninggal dengan rata-rata umur lebih 45 tahun, dan pasien
meninggal tertinggi berasal dari bangsal ICU. Analisis Forecasting GDR dan NDR meningkat
disebabkan nilai b positif sehingga mengalami peningkatan maka nilai GDR dan NDR masih melebihi
stdanar nasional.
Kata Kunci: forecasting, Gross Death Rate, Net Death Rate, trend , least square

PENDAHULUAN darurat. Istitusi kesehatan memerlukan


Rumah sakit pada umumnya informasi yang akurat dan tepat dalam menilai,
menyediakan layanan kesehatan yang mewujudkan dan meningkatkan kualitas
mencakup pelayanan dasar, spesialistik, dan pelayanan utama, maka dari itu pelaksanaan
subspesialistik (Nisak, 2020). Menurut kesehatan pada unit rekam medis wajib
Permenkes No. 47 Tahun 2021 Dalam diselenggarakan oleh rumah sakit (Khasanah,
penyelenggaraan di bidang kesehatan, rumah Fadillah dan Sari, 2022)
sakit lembaga pelayanan kesehatan yang Rekam medis menyediakan informasi
menyelenggarakan layanan kesehatan yang diperlukan untuk melakukan analisis dan
menyeluruh bagi individu, dengan menyediakan penilaian untuk meningkatkan mutu layanan di
pelayanan rawat jalan, rawat inap dan gawat rumah sakit, perlu dilakukan perbaikan terhadap

ISSN 2623-0038 - [Link] 89


IJMS – Indonesian Journal on Medical Science – Volume 12 No. 1 – Januari 2025

kualitas pelayanan yang diberikan kepada meningkatkan pelayanan serta melakukan audit
pasien. Menurut Permenkes No. 24 Tahun 2022, medis agar nilai GDR dan NDR dapat memenuhi
bahwa Rekam Medis merupakan dokumen yang stdanar yang ditetapkan oleh Depkes
memuat informasi mengenai identitas pasien, Berdasarkan penelitian terdahulu yang
pemeriksaan, pengobatan, tindakan, serta dilakukan oleh Bangkit (2023) yang berjudul
layanan lain yang telah diterima pasien. Dalam “Trend Mortalitas dengan Indikator Gross Death
upaya peningkatan kualitas pelayanan rekam Rate dan Net Death Rate Per Tahun di Rumah
medis dapat dievaluasi dari statistik rumah sakit. Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta Tahun
Statistik RS merupakan sekelompok data 2017-2021” Diperoleh bahwa nilai GDR di
berupa angka yang menggambarkan informasi bawah batas stdanar yang ditetapkan nasional,
keadaan suatu rumah sakit yang dapat yaitu <4,5%, dan mengalami fluktuasi setiap
digunakan sebagai pengambilan keputusan dan tahunnya. Peningkatan nilai GDR disebabkan
berdasarkan data rekam medis (Nisak dan oleh angka rujukan yang tidak terkelola dengan
Cholifah, 2020). Data statistik rumah sakit baik. Rumah sakit rujukan biasanya melakukan
berasal dari instalansi rawat jalan, rawat inap, konfirmasi terlebih dahulu sebelum mengirimkan
dan gawat darurat. Pada indikator rawat inap pasien, namun ada juga beberapa rumah sakit
terdapat beberapa yaitu: rata – rata tempat tidur, yang langsung merujuk pasien tanpa konfirmasi,
Lama dirawat, jeda waktu tempat tidur tidak meskipun kondisi pasien sudah kritis dan dalam
terisi, rata – rata tempat tidur terisi oleh pasien, keadaan sekarat. Dalam menanggulangi
NDR, dan GDR. Dari statistik rawat inap tersebut meningkatnya nilai GDR di RS PKU
dapat dikategorikan menjadi statistik kematian Muhammadiyah Surakarta, perlu dilaksanakan
yang terdiri dari indikator GDR dan NDR. Dari upaya preventif, seperti peningkatkan layanan
indikator tersebut dapat menimbulkan kesan yang maksimal dan melakukan monev
terhadap masyarakat tentang layanan yang kematian, sehingga tidak melebihi batas stdanar
tersedia di rumah sakit. maksimal nilai GDR.
Jumlah angka kematian yang terjadi, oleh Bahwa RSUD DR. Soehadi Prjonegoro
sebab itu menunjukan tinggi atau rendahnya Sragen salah satu rumah sakit milik pemerintah
mutu pelayanan di rumah sakit. Maka dari itu dengan tipe B, yang berfungsi sebagai tempat
tingkat kematian sangat penting dalam menilai rujukan bagi seluruh fasilitas pelayanan
kualitas pelayanan medis dan dapat menjadi kesehatan. Hal ini menyebabkan banyak pasien
acuan dalam merencanakan layanan kesehatan dirujuk dalam kondisi yang buruk atau kritis,
di masa depan. Angka kematian bisa dijadikan sehingga berkontribusi pada besarnya angka
indikator untuk mengukur mutu pelayanan pada kematian di RS. Setelah studi pendahuluan yang
rumah sakit yang untuk dapat dibdaningkan dilaksanakan penulis di RSUD DR. Soehadi
dengan stdanar nasional. Menurut Permenkes Prjonegoro Sragen pada tanggal 24 Februari
Republik Indonesia Nomor 2024 didapatkan data dari rekapitulasi indikator
1171/MENKES/PER/VI/2011 tentang sistem pelayanan rumah sakit nilai GDR dan NDR pada
informasi rumah sakit, stdanar ideal nilai GDR tahun 2019-2023 belum sesuai dengan stdanar
adalah ≤ 45 0/00 per tahun sedangkan NDR nasional yaitu dari nilai GDR adalah ≤ 45 0/00
adalah ≤ 25 0/00 per tahun. Semakin tinggi per tahun sedangkan NDR adalah ≤ 25 0/00 per
angka GDR dan NDR, menggambarkan bahwa tahun. Hasil perhitungan menunjukkan
kualitas layanan dapat dianggap belum peningkatan kasus kematian indikator GDR
memadai, sebaliknya semakin rendah angka pada tahun 2020 meningkat sebesar 26,00 0/00
tersebut maka kualitas pelayanan dinilai baik. dan 2021 meningkat sebesar 27,27 0/00, lalu
Berdasarkan penelitian terdahulu yang pada tahun 2022 dan 2023 mengalami
dilakukan oleh Khasanah, dkk. (2022) dengan penurunan sekitar 210/00 dan 11,79 0/00 .
judul “Analisis Deskriptif (Gdr) Dan (Ndr) Di Kasus indikator NDR juga mengalami
Rumah Sakit X Pada Tahun 2016-2020”, dapat peningkatan pada tahun 2020 sekitar 18,98
cenderung menurunkan nilai GDR dan NDR di 0/00 dan 2021 sekitar 34,59 0/00, lalu juga
Rumah Sakit X. Meskipun nilai tersebut terus mengalami penurunan pada tahun 2022 sekitar
menurun, namun tetap berada di atas stdanar 31,19 0/00 dan 2023 sekitar 16,38 0/00.
yang telah ditetapkan oleh Depkes, Tingginya Dalam menghitung metode trend dan
nilai GDR dan NDR disebabkan oleh fakta forecasting terhadap statistik kematian,
bahwa Rumah Sakit X telah menjadi rumah sakit terutama indikator GDR dan NDR dapat
rujukan regional untuk wilayah Jawa Barat dimanfaatkan sarana pelayanan RS untuk
bagian timur, sehingga banyak pasien rujukan mengidentifikasi dan menganalisis perubahan,
yang diterima dalam kondisi yang cukup parah. baik meningkatkan maupun menurunkan GDR
Berdasarkan hasil penelitian yang dan NDR per tahun sebagai bahan penilaian
menggunakan analisis tren, disarankan agar guna untuk meningkatkan mutu layanan di
pihak rumah sakit tetap mempertahankan dan rumah sakit serta peningkatan pelayanan

2 ISSN 2623-0038 - [Link]


IJMS – Indonesian Journal on Medical Science – Volume 12 No. 1 – Januari 2025

perawatan yang maksimal dan melakukan audit HASIL PENELITIAN


kematian untuk memastikan bahwa kenaikan Berdasarkan hasil observasi yang
nilai GDR tidak melebihi batas stdanar yang dilaksanakan di RSUD DR. Soehadi Prijonegoro
ditetapkan. sehingga peneliti tertarik untuk Sragen pada bagian Analising dan Reporting
melihat dan menganalisis kecenderungan naik yaitu dari hasil rekapitulasi sensus harian rawat
dan turunnya nilai GDR dan NDR tahun 2019- inap untuk mendapatkan hasil berupa nilai GDR
2023 di RS Umum Daerah DR. Soehadi dan NDR ditahun 2019-2023. Bagian analising
Prijonegoro Sragen. Melihat latar belakang dan reporting memperoleh data dari sensus
maka peneliti tertarik dengan penilitian “Analisis harian rawat inap, dengan cara petugas
Trend Statistik Kematian Indikator Gross Death mendatangi setiap bangsal untuk mengambil
Rate (GDR) Dan Net Death Rate (NDR) Di dan mencatat sensus harian rawat inap yang
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soehadi dibuat oleh perawat bangsal, dari data sensus
Projonegoro Sragen Tahun 2019 – 2023”. dapat memperoleh hasil rekapitulasi data jumlah
pasien yang keluar hidup dan mati, jumlah
METODE PENELITIAN pasien yang mati keseluruhan, jumlah kematian
Metode penelitian ini observasi. Jenis > 48 jam, jumlah kematian < 48 jam dalam
penelitian ini adalah dengan deskriptif melalui periode waktu pertahun yang kemudian dapat
pendekatan retrospekstif. Sampel penelitian ini diolah menjadi nilai GDR dan NDR.
jumlah kematian pertahun 2019-2023 dengan
teknik sampel jenuh.

Trend Gross Death Rate (GDR) Tahun 2019-2023 di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
Tabel 1. Hasil Data Nilai GDR
No Tahun GDR (0/00)
1 2019 72,65
2 2020 98,65
3 2021 155,67
4 2022 104,01
5 2023 92,22

Berdasarkan data tabel 1 menunjukan nilai GDR 2021, 2022, dan 2023 masih melebihi stdanar
terendah pada tahun 2019 dengan nilai 72,65 nasional yaitu <45 0/00. Berdasarkan data tabel
0/00 yang artinya 72 pasien yang keluar dalam 4.1, dapat dilakukan analisis trend Gross Death
keadaan meninggal dari 1000 pasien yang Rate (GDR) di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro
keluar, sedangkan nilai Gross Death Rate Sragen tahun 2019-2023 dengan menggunakan
tertinggi terdapat di tahun 2021 dengan nilai kuadrat terkecil (least squere) Y= a + bx yang
155,67 0/00 yang artinya 155 pasien keluar selanjutnya berdasarkan hasil perhitungan
dalam keadaan meninggal dari 1000 pasien tersebut dapat dibuat dua titik dalam membuat
yang keluar. Hasil tersebut menunjukan nilai grafik persebaran data (best fit).
Gross Death Rate (GDR) tahun 2019, 2020,

Tabel 2. Perhitungan Trend


Tahun Y X XY X2 Trend GDR
2019 72,65 -2 -145,3 4 77,29
2020 98,65 -1 -98,65 1 81,74
2021 155,67 0 0 0 86,19
2022 104,01 1 104,01 1 90,64
2023 92,22 2 184,44 4 95,09
TOTAL 430,98 0 44,5 10

Gambar 1. Trend GDR Tahun 2019-2023 di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen

ISSN 2623-0038 - [Link] 3


IJMS – Indonesian Journal on Medical Science – Volume 12 No. 1 – Januari 2025

Gambar 1 menunjukkan bahwa garis Berdasarkan perhitungan hasil trend


trend GDR dalam kurun waktu 5 tahun GDR di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
mengalami peningkatan trend sebesar 4,45 tahun 2019-2023 dengan metode kuadrat
0/00 setiap tahunnya. Hal tersebut disebabkan terkecil (least squere) dapat digunakan untuk
nilai b yaitu positif 4,45 sehingga hasil trend memprediksi (forecasting) Gross Death Rate
meningkat. Didapatkan beberapa faktor yang (GDR) di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
memengaruhi peningkatan nilai GDR yaitu tahun 2024 , dengan didapat nilai kostanta a =
RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen 86,19 dan b = 4,45 dengan persamaan garis
merupakan rumah sakit rujukan dengan tipe B trend Y = 86,19 + 4,45 x. Pada tahun terakir
dengan jumlah tempat tidur paling sedikit 200 perhitungan trend menggunakan tahun kode
buah, dari diagnosis yang diderita pasien tahun ganjil dengan kode angka terakir 2 sehingga
2019-2023 pasien meninggal tertinggi ditahun 2024 menggunakan kode tahun 3,
disebabkan oleh diagnosis intracerebral seperti berikut :
haemorhagge, coronovirus infection, cerebral maka x = 3, sehingga y = 86,19 + 4,45 x
infraction, unspecified , pasien rawat inap = 86,19 + 4,45 (3)
meninggal dengan rata – rata umur diatas 45 = 86,19 + (13,35)
tahun yang memungkinkan kondisi pasien yang = 99,54
sudah lemah, pasien berasal dari bangsal ICU Berdasarkan hasil perhitungan
pada bangsal ICU sering terjadi kekurangan forecasting diatas maka tahun 2024 mengalami
tempat tidur. Jumlah pasien yang meninggal dari peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar
5 diagnosis tertinggi terdapat 17 % pasien dari 4,45 0/00. Dengan nilai forecasting GDR tahun
total kunjungan rawat inap meninggal selama 5 2024 99,54 0/00. Hal tersebut disebabkan dari
tahun. nilai b yang positif menghasilkan peningkatan.
Forecasting Gross Death Rate (GDR) tahun Berarti menunjukkan nilai GDR pada tahun 2024
2024 di RSUD DR. Soehadi Prijonegoro masih diatas stdanar nasional yang ditetapkan.
Sragen

Trend Net Death Rate (NDR) tahun 2019-2023 di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
Tabel 3. Hasil Data NDR
No Tahun NDR (0/00)
1 2019 41,82
2 2020 60,8
3 2021 118,22
4 2022 64,2
5 2023 47,82

Berdasarkan data tabel 3 menunjukan Death Rate (NDR) tahun 2019, 2020, 2021,
nilai NDR terendah tahun 2019 dengan nilai 2022, dan 2023 masih melebihi stdanar ideal
41,82 0/00 yang artinya 41 pasien yang keluar yaitu <25 0/00. Dari data tabel 3, dapat dilakukan
dalam keadaan meninggal dari 1000 pasien analisis trend NDR di RSUD DR. Soehadi
keluar, sedangkan nilai Net Death Rate (NDR) Prijonegoro Sragen tahun 2019-2023 dengan
tertinggi terdapat pada tahun 2021 dengan nilai menggunakan kuadrat terkecil (least squere) Y=
118,22 0/00 yang artinya 118 pasien yang keluar a + bx dan selanjutnya berdasarkan hasil
dalam kondisi meninggal dari 1000 pasien perhitungan dapat dibuat dua titik dalam
keluar. Dari hasil tersebut menunjukan nilai Net membuat grafik persebaran data (best fit).

Tabel 5. Perhitungan nilai NDR


Tahun Y X XY X2 Trend GDR
2019 41,82 -2 -83,64 4 63,49
2020 60,8 -1 -60,8 1 65,03
2021 118,22 0 0 0 66,57
2022 64,2 1 64,2 1 68,11
2023 47,82 2 95,64 4 69,65
Total 332,86 0 15,4 10

92 ISSN 2623-0038 - [Link]


IJMS – Indonesian Journal on Medical Science – Volume 12 No. 1 – Januari 2025

Gambar 2 Trend Net Death Rate (NDR) di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen NDR Tahun
2019-2023

Gambar 2 menunjukkan garis trend Net PEMBAHASAN


Death Rate (NDR) dalam periode waktu 5 tahun Analisis Trend Gross Death Rate (GDR)
mengalami kenaikan 1,54 0/00 setiap tahunnya. tahun 2019-2023 di RSUD DR. Soehadi
Hal tersebut disebabkan nilai b yaitu positif 1,54 Prijonegoro Sragen
0/00, sehingga hasil trend meningkat. Berdasarkan hasil trend GDR di RSUD
Peningkatan trend juga dipengaruhi beberapa Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen pada tahun
faktor, RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen 2019-2023 mengalami peningkatan, perubahan
merupakan rumah sakit rujukan dengan tipe B, peningkatan sebesar 4,45 0/00 setiap tahunnya.
penyakit yang diderita pasien, pasien dengan Dari hasil perhitungan didapat nilai b yaitu 4,45
rata – rata umur diatas 45 tahun, dan pasien kemudian dikalikan dengan X setiap tahunnya
meninggal tertinggi berasal dari bangsal ICU. adalah -1, -2, 0, 1, 2 hal ini menyebabkan nilai Y
Forecasting Net Death Rate (NDR) Tahun yang semakin meningkat. Perhitungan tersebut
2024 di Rumah Sakit Umum Dr. Soehadi menggunakan metode least squeres sesuai
Prijonegoro Sragen dengan teori Santoso (2019) nilai trend positif
Berdasarkan hasil perhitungan trend maka mengalami peningkatan.
NDR di RSUD DR. Soehadi Prijonegoro Sragen Nilai trend Gross Death Rate (GDR) di
tahun 2019-2023 dengan metode kuadrat RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen
terkecil (least squere) dapat digunakan untuk mengalami peningkatan sehingga mutu
memprediksi (forecasting) Net Death Rate pelayanan masih kurang baik namun hal
(NDR) di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. tersebut tidak mendasari akan mutu pelayanan,
Soehadi Prijonegoro Sragen tahun 2024, peningkatan Gross Death Rate (GDR) yang
didapat nilai kostanta a = 66,57 dan b = 3,08 disebabkan RSUD Dr Soehadi Prijonegoro
dengan persamaan garis trend Y = 66,57 + 1,54 Sragen merupakan rumah sakit rujukan
x. Pada tahun terakhir perhitungan trend sehingga pasien datang dalam keadaan kritis
menggunakan tahun kode ganjil dengan kode atau tidak baik, diagnosis yang diderita pasien
angka terakhir 2 sehingga untuk forecasting Net meninggal cukup berat. Hal ini sesuai dengan
Death Rate (NDR) pada tahun 2024 teori Rustiyanto (2010) Peningkatan jumlah
menggunakan tahun kode lanjutan dari 2023 pasien yang meninggal kurang dari < 48 jam
yaitu nilai kode 3, berikut: maka x = 3, sehingga tidak dapat digunakan sebagai pedoman dalam
y = 66,57 + 1,54 x menilai kualitas pelayanan rumah sakit, karena
= 66,57 + 1,54 (3) peningkatan jumlah pasien meninggal kurang
= 66,57 + (4,62) dari 48 jam diasumsikan bahwa pasien yang
= 71,19 datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi
Berdasarkan hasil perhitungan buruk atau menderita penyakit berat, sehingga
forecasting diatas maka tahun 2024 NDR di kematian pasien lebih disebabkan oleh kondisi
RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen kesehatannya yang sudah parah, bukan karena
mengalami peningkatan 1,54 0/00 . Dengan kualitas pelayanan medis.
forecasting NDR di RSUD Dr. Soehadi Untuk menghindari agar tidak terjadi
Prijonegoro Sragen tahun 2024 71,19 0/00. Hal kenaikan trend GDR dan menurunkan nilai trend
tersebut disebabkan dari nilai b yang positif 1,54 GDR maka pihak RSUD Dr Soehadi Prijonegoro
sehingga mengalami peningkatan. Bahwa dapat Sragen sebaiknya meningkatkan mutu
diartikan nilai NDR di RSUD Dr. Soehadi pelayanan yang baik dengan melakukan audit
Prijonegoro Sragen tahun 2024 masih diatas medis agar nilai tidak semakin naik, perlu
stdanar nasional yang telah ditetapkan. dilakukan analisis tren setiap lima tahun untuk
mengevaluasi sejauh mana perkembangan
kualitas pelayanan dalam lima tahun terakhir

2 ISSN 2623-0038 - [Link]


IJMS – Indonesian Journal on Medical Science – Volume 12 No. 1 – Januari 2025

Analisis Forecasting Gross Death Rate pasien meninggal > 48 jam mengalami
(GDR) Tahun 2024 di RSUD Dr. Soehadi peningkatan di bangsal tertinggi dengan
Prijonegoro Sragen kematian dengan penyakit yang diderita pasien.
Forecasting trend GDR tahun 2024 di Kondisi itu Menunjukkan bahwa pihak rumah
RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen sakit telah memiliki waktu yang memadai untuk
mengalami peningkatan. Peningkatan terjadi memberikan pertolongan kepada pasien
pada tahun 2024 menjadi 99,54 0/00 , dari hasil (Sudra,2010). Faktor yang harus diperhatikan
perhitungan trend 5 tahun ke belakang yang untuk penyebab pasien meninggal dalam
juga didapat nilai b yaitu 4,45 kemudian dikalikan bangsal yaitu diagnosa penyakit pasien
dengan X lanjutan dari tahun trend dengan nilai (Bangkit, 2020). Maka dari itu perlu dilakukan
3 hal ini menyebabkan nilai Y yang semakin perhitungan trend lima tahun sekali untuk dapat
meningkat. Perhitungan tersebut menggunakan mengetahui sejauh mana perkembangan mutu
metode least squeres sesuai dengan teori pelayanan serta sebagai bahan evaluasi mutu
Santoso (2019) nilai trend positif maka pelayanan di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro
mengalami peningkatan. Peningkatan trend Sragen.
GDR tahun 2024 di RSUD Dr. Soehadi Analisis Forecasting NDR Tahun 2024 di
Prijonegoro Sragen bisa terjadi juga disebabkan RSUD DR. Soehadi Prijonegoro Sragen
oleh pasien datang sudah dalam keadaan Forecasting NDR tahun 2024 di RSUD Dr.
meninggal atau dalam keadaaan kritis sesuai Soehadi Prijonegoro Sragen mengalami
dengan penelitian yang dilakukkan oleh peningkatan. Peningkatan terjadi pada tahun
Jessyca, dkk (2021) faktor yang dapat 2024 menjadi 99,54 0/00 , dari hasil perhitungan
mempengaruhi pada kematian seperti, tingkat trend 5 tahun kebelakang yang juga didapat nilai
kondisi keparahan suatu penyakit, dan b yaitu 4,45 kemudian dikalikan dengan X
peningkatan jumlah kunjungan. lanjutan dari tahun trend dengan nilai 3 hal ini
menyebabkan nilai Y yang semakin meningkat.
Hal ini mendanakan bahwa pihak RSUD Dr Perhitungan tersebut menggunakan metode
Soehadi Prijonegoro Sragen Tindakan segera least squeres sesuai dengan teori Santoso
perlu diambil untuk menurunkan angka GDR (2019) nilai trend positif maka mengalami
yang tinggi, karena hal tersebut berdampak peningkatan. Maka dari itu perlu melakukan
langsung pada kualitas rumah sakit. Pihak RS perhitungan trend pada lima tahun sekali untuk
wajib melakukan penilaian melalui monev mengetahui tingkat perkembangan kualitas
kematian dan analisis prediksi angka kematian pelayanan dan sebagai dasar untuk evaluasi
pasien pada tahun mendatang. Sesuai dengan mutu layanan di RSUD DR. Soehadi Prijonegoro
teori Sudra (2010) Statistik kematian sangat Sragen.
penting dalam menilai kualitas pelayanan medis
rumah sakit, serta memiliki peranan yang SIMPULAN
signifikan bagi pihak-pihak lain, seperti bidang Trend GDR di RSUD Dr. Soehadi
pelayanan kesehatan, ansuransi dan Prijonegoro Sragen pada tahun 2019-2023
sebagainya. Perhitungan forecasting GDR mengalami peningkatan setiap tahunnya sekitar
penting bagi rumah sakit untuk mengukur sejauh 4,45 0/00 sedangkan Trend Net Deat Rate NDR
apa perkembangan mutu pelayanan kesehatan di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen pada
yang terdapat di rumah sakit dan sebagai tahun 2019-2023 mengalami peningkatan setiap
pengetahuan mengenai kualitas pelayanan tahunnya sekitar 1,54 0/00 Maka nilai trend
rumah sakit tahun kedepan. tahun 2019 63,49 0/00 dan tahun 2023 69,65
0/00 . Peningkatan trend GDR NDR disebabkan
Analisis Trend NDR tahun 2019-2023 di RSUD nilai b positif, merupakan rumah sakit rujukan
DR. Soehadi Prijonegoro Sragen dengan tipe B, dipengaruhi dari diagnosis yang
Berdasarkan hasil NDR di RSUD Dr. diderita pasien dari segi umur lebih dari 45 tahun
Soehadi Prijonegoro Sragen pada tahun 2019- serta berasal dari bangsal ICU. Hasil
perhitungan forecasting di RSUD DR. Soehadi
2023 mengalami peningkatan, perubahan
peningkatan sebesar 1,54 0/00 setiap tahunnya. Prijonegoro Sragen menunjukkan adanya
Dari hasil perhitungan didapat nilai b yaitu 1,54 peningkatan nilai Gross Death Rate GDR untuk
satu tahun kedepan pada tahun 2024 menjadi
kemudian dikalikan dengan X setiap tahunnya
adalah -1, -2, 0, 1, 2 hal ini menyebabkan nilai Y 99,54 0/00 sedangkan hasil perhitungan
yang semakin meningkat. Perhitungan tersebut forecasting Net Deat Rate NDR di RSUD Dr.
menggunakan metode least squeres sesuai Soehadi Prijonegoro Sragen menunjukkan
dengan teori Santoso (2019) nilai trend positif adanya peningkatan nilai NDR untuk satu tahun
kedepan pada tahun 2024 menjadi 71,19 0/00.
maka mengalami peningkatan.
Peningkatan trend NDR di RSUD Dr. Nilai forecasting sesuai dengan persamaan
garis trend -nya dengan nilai b positif, sehingga
Soehadi Prijonegoro Sragen disebabkan jumlah

2 ISSN 2623-0038 - [Link]


IJMS – Indonesian Journal on Medical Science – Volume 12 No. 1 – Januari 2025

nilai GDR dan NDR masih berada diatas standar Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan
nasional. Bidang Perumahsakitan. Jakarta. Badan
Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
DAFTAR PUSTAKA Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2022).
David Kolibu dan Dety Mulyanti (2023) ‘Sistem Peraturan Menteri Kesehatan RI No 24
Informasi Rumah Sakit’, DIAGNOSA: Tahun 2022 Tentang Rekam Medis .
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan, [Link] Negara.
1(1), pp. 34–37. Available at: Ningrum, A.W. dan Ningsih, S. (2022)
[Link] ‘Determinan Faktor Yang Mempengaruhi
[Link] juni 2024 Nilai Trend Net Death Rate (Ndr) Di Rsud
Hafiidha. (2021). Analisis Trend Dan Dr. Soedono Madiun’, Indonesian Journal
Forecasting Statistik Kematian Tahun on Medical Science, 9(2). Available at:
2016-2020 Di Rsud Pdanan Arang [Link]
Boyolali. Semarang. Prodi Diii Rekam Diakses Maret 2024
Medis Dan Informasi Kesehatan Nisak, U.K. (2020) Buku Ajar Statistik Di Fasilitas
Poltekkes Kemenkes Semarang. Pelayanan Kesehatan. Sidoarjo. USMIDA
[Link] Press.
[Link]?p=show_detail&id=24712&keywor Notoatmodjo, S. 2018. Metodologi Penelitian
ds=. Diakses Maret 2024. Kesehatan. Jakarta. PT Rineka Cipta.
Hozizah dan Maryati, Y. (2018). Sistem Pratama, B.A. (2023) ‘Trend Mortalitas dengan
Informasi Kesehatan II. Jakarta. Indikator Gross Death Rate dan Net
Kementrian Kesehatan Republik Death Rate Per Tahun di Rumah Sakit
Indonesia. PKU Muhammadiyah Surakarta Tahun
[Link]..[Link] 2017-2021’, Indonesian Journal on
[Link]/view/year/[Link]. Medical Science, 10(1), pp. 94–101.
Diakses Juni [Link] Rante [Link]
Lembang, Muh. Erwin Rosyadi S, H.K.N. Diakses Maret 2024.
(2021). Literature Review : Tinjauan Rahmatika, N. (2023). ‘Analisis Kebutuhan Rak
Angka Gross Death Rate (Gdr) Dan Net File Dokumen Rekam Medis di Rumah
Death Rate (Ndr). Makassar. Yayasan Sakit Sentra Medika Cibinong Analysis of
Perawat Sulawesi Selatan Stikes the Need for Medical Record Document
Panakkukang Prodi DIII Rekam Medis File Racks at Sentra Medika Cibinong
Dan Informasi Kesehatan. Hospital’.Jurnal Penelitian Dan
[Link] Pengabdian Masyarakat.2(10), pp. 2112–
[Link]/alumni. Diakses Juni 2024. 2124. Diakses juni 2024.
Khasanah, N., Fadillah, N. dan Sari, I. (2022) Rustiyanto, E. (2010). Statistik Rumah Sakit
‘Analisis Deskriptif Indikator Gross Death Untuk Pengambilan Keputusan.
Rate (Gdr) Dan Net Death Rate (Ndr) Di Yogyakarta. Graha Ilmu.
Rumah Sakit X Pada Tahun 2016-2020’, Rustiyanto, E. (2021). Sistem Pelaporan Rumah
Media Bina Ilmiah, 16(10), pp. 7639– Sakit. Yogyakarta. Gadjah Mada
7646. Available at: University Press.
[Link] Santoso .(2019). Statistik II (untuk ilmu sosial
view/10/[Link] april 2024 dan ekonomi). Surabaya. UWKS Press.
Marizka. (2022). Studi Deskriptif Indikator Gross Siswanto, Shinta Lestari . (2022). Analisis Trend
Death Rate (Gdr) Dan Net Death Rate Statistik Kematian di RSUD Ir. Soekarno
(Ndr) Di Rumah Sakit Muhammadiyah Sukoharjo Tahun 2019-2021. Universitas
Ponorogo Tahun 2017 – 2021. Madiun. Duta Bangsa. Surakarta.
Prodi D-III Perekam Dan Informasi [Link]
Kesehatan Stikes Bhakti Diakses Juni 2024.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Sudirman, Riski, Y. all . (2023). Manajemen
Peraturan Menteri Kesehatan RI No 1171 Mutu. Jakarta. Gunadarma University.
Tahun 2011 Tentang SIRS. Jakarta. Sudra, R. I. (2017). Rekam Medis. Tangerang
Kementrian Pertahanan Republik Selatan. Universitas Terbuka.
Indonesia.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2021).
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47

ISSN 2623-0038 - [Link] 3

Anda mungkin juga menyukai