Analisis Tren GDR dan NDR RSUD Sragen
Analisis Tren GDR dan NDR RSUD Sragen
1 – Januari 2025
Trend Analysis of Death Statistics Indicators of Gross Death Rate (GDR) dan
Net Death Rate (NDR) at RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen 2019 – 2023
Widya Kurnianingsih1, Irma Nuur Rochmah2, Erna Zakiyah3, Yuliana Rikma Widyanti4
1,2,3,4
Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
widyakurnianingsih09@gmail.com1, [Link]@gmail.com2, ernazakiyah02@gmail.com3,
rikmawidyanti79@gmail.com4
DOI: [Link]
Abstract; RSUD DR. Soehadi Prijonegoro Sragen is a regional class B general hospital. GDR is the
death rate for all inpatients who died within a certain period, while NDR is the death rate for inpatients
whose treatment was >48 hours. Mortality rates are very important in evaluating the quality of service in
hospitals. Based on preliminary studies, the hospital calculates the Gross Death Rate dan Net Death
Rate. This research aims to analyze trend s dan forecast Gross Death Rate dan Net Death Rate for
2019-2023. This research method is observation. This type of research is descriptive with a retrospective
approach. The research sample is the number of deaths per year 2019-2023 using a saturated sampling
technique. The results showed that the GDR trend value had increased by 4.45 0/00 in 2019-2023. The
NDR trend has increased by 1.54 00/00 every year in 2019-2023. Forecasting in 2024 GDR will be 99.54
0
/00 dan NDR 71.19 0/00. Trend Analysis GDR dan NDR increased, this was due to the positive b value
so it increased, it was a referral hospital, the type diagnosis suffered by patients, patients died with an
average age of more than 45 years, dan the highest number of patients who died came from the ICU
ward. Forecasting Analysis GDR dan NDR increase due to the positive b value so that it increases, the
GDR dan NDR values still exceed the national stdanard.
Keywords: forecasting, Gross Death Rate, Net Death Rate, trend , least square
Abstrak: RSUD DR. Soehadi Prijonegoro Sragen rumah sakit umum kelas B milik daerah. Angka
kematian semua pasien rawat inap yang meninggal dalam kurun waktu tertentu disebut dengan istilah
GDR, sedangkan NDR merupakan angka kematian pasien yang rawat inap yang perawatannya >48
jam. Tingkat kematian sangat penting dalam menilai kualitas layanan di rumah sakit .
Berdasarkan studi pendahuluan rumah sakit melakukan perhitungan GDR dan NDR. Penelitian
bertujuan untuk menganalisis trend dan forecasting GDR dan NDR tahun 2019-2023. Metode penelitian
ini observasi. Jenis dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan retrospekstif. Sampel
penelitian ini jumlah kematian pertahun 2019-2023 dengan teknik sampel [Link] penelitian
diperoleh nilai trend GDR mengalami peningkatan sebesar 4,45 0/00 pada tahun 2019-2023. Trend NDR
mengalami peningkatan sebesar 1,54 0/00 setiap tahunnya pada tahun 2019-2023. Forecasting tahun
2024 GDR menjadi 99,54 0/00dan NDR 71,19 0/00. Analisis Trend GDR dan NDR meningkat, hal tersebut
disebabkan nilai b positif sehingga mengalami peningkatan, merupakan rumah sakit rujukan, jenis
diagnosis yang diderita pasien, pasien meninggal dengan rata-rata umur lebih 45 tahun, dan pasien
meninggal tertinggi berasal dari bangsal ICU. Analisis Forecasting GDR dan NDR meningkat
disebabkan nilai b positif sehingga mengalami peningkatan maka nilai GDR dan NDR masih melebihi
stdanar nasional.
Kata Kunci: forecasting, Gross Death Rate, Net Death Rate, trend , least square
kualitas pelayanan yang diberikan kepada meningkatkan pelayanan serta melakukan audit
pasien. Menurut Permenkes No. 24 Tahun 2022, medis agar nilai GDR dan NDR dapat memenuhi
bahwa Rekam Medis merupakan dokumen yang stdanar yang ditetapkan oleh Depkes
memuat informasi mengenai identitas pasien, Berdasarkan penelitian terdahulu yang
pemeriksaan, pengobatan, tindakan, serta dilakukan oleh Bangkit (2023) yang berjudul
layanan lain yang telah diterima pasien. Dalam “Trend Mortalitas dengan Indikator Gross Death
upaya peningkatan kualitas pelayanan rekam Rate dan Net Death Rate Per Tahun di Rumah
medis dapat dievaluasi dari statistik rumah sakit. Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta Tahun
Statistik RS merupakan sekelompok data 2017-2021” Diperoleh bahwa nilai GDR di
berupa angka yang menggambarkan informasi bawah batas stdanar yang ditetapkan nasional,
keadaan suatu rumah sakit yang dapat yaitu <4,5%, dan mengalami fluktuasi setiap
digunakan sebagai pengambilan keputusan dan tahunnya. Peningkatan nilai GDR disebabkan
berdasarkan data rekam medis (Nisak dan oleh angka rujukan yang tidak terkelola dengan
Cholifah, 2020). Data statistik rumah sakit baik. Rumah sakit rujukan biasanya melakukan
berasal dari instalansi rawat jalan, rawat inap, konfirmasi terlebih dahulu sebelum mengirimkan
dan gawat darurat. Pada indikator rawat inap pasien, namun ada juga beberapa rumah sakit
terdapat beberapa yaitu: rata – rata tempat tidur, yang langsung merujuk pasien tanpa konfirmasi,
Lama dirawat, jeda waktu tempat tidur tidak meskipun kondisi pasien sudah kritis dan dalam
terisi, rata – rata tempat tidur terisi oleh pasien, keadaan sekarat. Dalam menanggulangi
NDR, dan GDR. Dari statistik rawat inap tersebut meningkatnya nilai GDR di RS PKU
dapat dikategorikan menjadi statistik kematian Muhammadiyah Surakarta, perlu dilaksanakan
yang terdiri dari indikator GDR dan NDR. Dari upaya preventif, seperti peningkatkan layanan
indikator tersebut dapat menimbulkan kesan yang maksimal dan melakukan monev
terhadap masyarakat tentang layanan yang kematian, sehingga tidak melebihi batas stdanar
tersedia di rumah sakit. maksimal nilai GDR.
Jumlah angka kematian yang terjadi, oleh Bahwa RSUD DR. Soehadi Prjonegoro
sebab itu menunjukan tinggi atau rendahnya Sragen salah satu rumah sakit milik pemerintah
mutu pelayanan di rumah sakit. Maka dari itu dengan tipe B, yang berfungsi sebagai tempat
tingkat kematian sangat penting dalam menilai rujukan bagi seluruh fasilitas pelayanan
kualitas pelayanan medis dan dapat menjadi kesehatan. Hal ini menyebabkan banyak pasien
acuan dalam merencanakan layanan kesehatan dirujuk dalam kondisi yang buruk atau kritis,
di masa depan. Angka kematian bisa dijadikan sehingga berkontribusi pada besarnya angka
indikator untuk mengukur mutu pelayanan pada kematian di RS. Setelah studi pendahuluan yang
rumah sakit yang untuk dapat dibdaningkan dilaksanakan penulis di RSUD DR. Soehadi
dengan stdanar nasional. Menurut Permenkes Prjonegoro Sragen pada tanggal 24 Februari
Republik Indonesia Nomor 2024 didapatkan data dari rekapitulasi indikator
1171/MENKES/PER/VI/2011 tentang sistem pelayanan rumah sakit nilai GDR dan NDR pada
informasi rumah sakit, stdanar ideal nilai GDR tahun 2019-2023 belum sesuai dengan stdanar
adalah ≤ 45 0/00 per tahun sedangkan NDR nasional yaitu dari nilai GDR adalah ≤ 45 0/00
adalah ≤ 25 0/00 per tahun. Semakin tinggi per tahun sedangkan NDR adalah ≤ 25 0/00 per
angka GDR dan NDR, menggambarkan bahwa tahun. Hasil perhitungan menunjukkan
kualitas layanan dapat dianggap belum peningkatan kasus kematian indikator GDR
memadai, sebaliknya semakin rendah angka pada tahun 2020 meningkat sebesar 26,00 0/00
tersebut maka kualitas pelayanan dinilai baik. dan 2021 meningkat sebesar 27,27 0/00, lalu
Berdasarkan penelitian terdahulu yang pada tahun 2022 dan 2023 mengalami
dilakukan oleh Khasanah, dkk. (2022) dengan penurunan sekitar 210/00 dan 11,79 0/00 .
judul “Analisis Deskriptif (Gdr) Dan (Ndr) Di Kasus indikator NDR juga mengalami
Rumah Sakit X Pada Tahun 2016-2020”, dapat peningkatan pada tahun 2020 sekitar 18,98
cenderung menurunkan nilai GDR dan NDR di 0/00 dan 2021 sekitar 34,59 0/00, lalu juga
Rumah Sakit X. Meskipun nilai tersebut terus mengalami penurunan pada tahun 2022 sekitar
menurun, namun tetap berada di atas stdanar 31,19 0/00 dan 2023 sekitar 16,38 0/00.
yang telah ditetapkan oleh Depkes, Tingginya Dalam menghitung metode trend dan
nilai GDR dan NDR disebabkan oleh fakta forecasting terhadap statistik kematian,
bahwa Rumah Sakit X telah menjadi rumah sakit terutama indikator GDR dan NDR dapat
rujukan regional untuk wilayah Jawa Barat dimanfaatkan sarana pelayanan RS untuk
bagian timur, sehingga banyak pasien rujukan mengidentifikasi dan menganalisis perubahan,
yang diterima dalam kondisi yang cukup parah. baik meningkatkan maupun menurunkan GDR
Berdasarkan hasil penelitian yang dan NDR per tahun sebagai bahan penilaian
menggunakan analisis tren, disarankan agar guna untuk meningkatkan mutu layanan di
pihak rumah sakit tetap mempertahankan dan rumah sakit serta peningkatan pelayanan
Trend Gross Death Rate (GDR) Tahun 2019-2023 di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
Tabel 1. Hasil Data Nilai GDR
No Tahun GDR (0/00)
1 2019 72,65
2 2020 98,65
3 2021 155,67
4 2022 104,01
5 2023 92,22
Berdasarkan data tabel 1 menunjukan nilai GDR 2021, 2022, dan 2023 masih melebihi stdanar
terendah pada tahun 2019 dengan nilai 72,65 nasional yaitu <45 0/00. Berdasarkan data tabel
0/00 yang artinya 72 pasien yang keluar dalam 4.1, dapat dilakukan analisis trend Gross Death
keadaan meninggal dari 1000 pasien yang Rate (GDR) di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro
keluar, sedangkan nilai Gross Death Rate Sragen tahun 2019-2023 dengan menggunakan
tertinggi terdapat di tahun 2021 dengan nilai kuadrat terkecil (least squere) Y= a + bx yang
155,67 0/00 yang artinya 155 pasien keluar selanjutnya berdasarkan hasil perhitungan
dalam keadaan meninggal dari 1000 pasien tersebut dapat dibuat dua titik dalam membuat
yang keluar. Hasil tersebut menunjukan nilai grafik persebaran data (best fit).
Gross Death Rate (GDR) tahun 2019, 2020,
Gambar 1. Trend GDR Tahun 2019-2023 di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
Trend Net Death Rate (NDR) tahun 2019-2023 di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
Tabel 3. Hasil Data NDR
No Tahun NDR (0/00)
1 2019 41,82
2 2020 60,8
3 2021 118,22
4 2022 64,2
5 2023 47,82
Berdasarkan data tabel 3 menunjukan Death Rate (NDR) tahun 2019, 2020, 2021,
nilai NDR terendah tahun 2019 dengan nilai 2022, dan 2023 masih melebihi stdanar ideal
41,82 0/00 yang artinya 41 pasien yang keluar yaitu <25 0/00. Dari data tabel 3, dapat dilakukan
dalam keadaan meninggal dari 1000 pasien analisis trend NDR di RSUD DR. Soehadi
keluar, sedangkan nilai Net Death Rate (NDR) Prijonegoro Sragen tahun 2019-2023 dengan
tertinggi terdapat pada tahun 2021 dengan nilai menggunakan kuadrat terkecil (least squere) Y=
118,22 0/00 yang artinya 118 pasien yang keluar a + bx dan selanjutnya berdasarkan hasil
dalam kondisi meninggal dari 1000 pasien perhitungan dapat dibuat dua titik dalam
keluar. Dari hasil tersebut menunjukan nilai Net membuat grafik persebaran data (best fit).
Gambar 2 Trend Net Death Rate (NDR) di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen NDR Tahun
2019-2023
Analisis Forecasting Gross Death Rate pasien meninggal > 48 jam mengalami
(GDR) Tahun 2024 di RSUD Dr. Soehadi peningkatan di bangsal tertinggi dengan
Prijonegoro Sragen kematian dengan penyakit yang diderita pasien.
Forecasting trend GDR tahun 2024 di Kondisi itu Menunjukkan bahwa pihak rumah
RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen sakit telah memiliki waktu yang memadai untuk
mengalami peningkatan. Peningkatan terjadi memberikan pertolongan kepada pasien
pada tahun 2024 menjadi 99,54 0/00 , dari hasil (Sudra,2010). Faktor yang harus diperhatikan
perhitungan trend 5 tahun ke belakang yang untuk penyebab pasien meninggal dalam
juga didapat nilai b yaitu 4,45 kemudian dikalikan bangsal yaitu diagnosa penyakit pasien
dengan X lanjutan dari tahun trend dengan nilai (Bangkit, 2020). Maka dari itu perlu dilakukan
3 hal ini menyebabkan nilai Y yang semakin perhitungan trend lima tahun sekali untuk dapat
meningkat. Perhitungan tersebut menggunakan mengetahui sejauh mana perkembangan mutu
metode least squeres sesuai dengan teori pelayanan serta sebagai bahan evaluasi mutu
Santoso (2019) nilai trend positif maka pelayanan di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro
mengalami peningkatan. Peningkatan trend Sragen.
GDR tahun 2024 di RSUD Dr. Soehadi Analisis Forecasting NDR Tahun 2024 di
Prijonegoro Sragen bisa terjadi juga disebabkan RSUD DR. Soehadi Prijonegoro Sragen
oleh pasien datang sudah dalam keadaan Forecasting NDR tahun 2024 di RSUD Dr.
meninggal atau dalam keadaaan kritis sesuai Soehadi Prijonegoro Sragen mengalami
dengan penelitian yang dilakukkan oleh peningkatan. Peningkatan terjadi pada tahun
Jessyca, dkk (2021) faktor yang dapat 2024 menjadi 99,54 0/00 , dari hasil perhitungan
mempengaruhi pada kematian seperti, tingkat trend 5 tahun kebelakang yang juga didapat nilai
kondisi keparahan suatu penyakit, dan b yaitu 4,45 kemudian dikalikan dengan X
peningkatan jumlah kunjungan. lanjutan dari tahun trend dengan nilai 3 hal ini
menyebabkan nilai Y yang semakin meningkat.
Hal ini mendanakan bahwa pihak RSUD Dr Perhitungan tersebut menggunakan metode
Soehadi Prijonegoro Sragen Tindakan segera least squeres sesuai dengan teori Santoso
perlu diambil untuk menurunkan angka GDR (2019) nilai trend positif maka mengalami
yang tinggi, karena hal tersebut berdampak peningkatan. Maka dari itu perlu melakukan
langsung pada kualitas rumah sakit. Pihak RS perhitungan trend pada lima tahun sekali untuk
wajib melakukan penilaian melalui monev mengetahui tingkat perkembangan kualitas
kematian dan analisis prediksi angka kematian pelayanan dan sebagai dasar untuk evaluasi
pasien pada tahun mendatang. Sesuai dengan mutu layanan di RSUD DR. Soehadi Prijonegoro
teori Sudra (2010) Statistik kematian sangat Sragen.
penting dalam menilai kualitas pelayanan medis
rumah sakit, serta memiliki peranan yang SIMPULAN
signifikan bagi pihak-pihak lain, seperti bidang Trend GDR di RSUD Dr. Soehadi
pelayanan kesehatan, ansuransi dan Prijonegoro Sragen pada tahun 2019-2023
sebagainya. Perhitungan forecasting GDR mengalami peningkatan setiap tahunnya sekitar
penting bagi rumah sakit untuk mengukur sejauh 4,45 0/00 sedangkan Trend Net Deat Rate NDR
apa perkembangan mutu pelayanan kesehatan di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen pada
yang terdapat di rumah sakit dan sebagai tahun 2019-2023 mengalami peningkatan setiap
pengetahuan mengenai kualitas pelayanan tahunnya sekitar 1,54 0/00 Maka nilai trend
rumah sakit tahun kedepan. tahun 2019 63,49 0/00 dan tahun 2023 69,65
0/00 . Peningkatan trend GDR NDR disebabkan
Analisis Trend NDR tahun 2019-2023 di RSUD nilai b positif, merupakan rumah sakit rujukan
DR. Soehadi Prijonegoro Sragen dengan tipe B, dipengaruhi dari diagnosis yang
Berdasarkan hasil NDR di RSUD Dr. diderita pasien dari segi umur lebih dari 45 tahun
Soehadi Prijonegoro Sragen pada tahun 2019- serta berasal dari bangsal ICU. Hasil
perhitungan forecasting di RSUD DR. Soehadi
2023 mengalami peningkatan, perubahan
peningkatan sebesar 1,54 0/00 setiap tahunnya. Prijonegoro Sragen menunjukkan adanya
Dari hasil perhitungan didapat nilai b yaitu 1,54 peningkatan nilai Gross Death Rate GDR untuk
satu tahun kedepan pada tahun 2024 menjadi
kemudian dikalikan dengan X setiap tahunnya
adalah -1, -2, 0, 1, 2 hal ini menyebabkan nilai Y 99,54 0/00 sedangkan hasil perhitungan
yang semakin meningkat. Perhitungan tersebut forecasting Net Deat Rate NDR di RSUD Dr.
menggunakan metode least squeres sesuai Soehadi Prijonegoro Sragen menunjukkan
dengan teori Santoso (2019) nilai trend positif adanya peningkatan nilai NDR untuk satu tahun
kedepan pada tahun 2024 menjadi 71,19 0/00.
maka mengalami peningkatan.
Peningkatan trend NDR di RSUD Dr. Nilai forecasting sesuai dengan persamaan
garis trend -nya dengan nilai b positif, sehingga
Soehadi Prijonegoro Sragen disebabkan jumlah
nilai GDR dan NDR masih berada diatas standar Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan
nasional. Bidang Perumahsakitan. Jakarta. Badan
Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
DAFTAR PUSTAKA Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2022).
David Kolibu dan Dety Mulyanti (2023) ‘Sistem Peraturan Menteri Kesehatan RI No 24
Informasi Rumah Sakit’, DIAGNOSA: Tahun 2022 Tentang Rekam Medis .
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan, [Link] Negara.
1(1), pp. 34–37. Available at: Ningrum, A.W. dan Ningsih, S. (2022)
[Link] ‘Determinan Faktor Yang Mempengaruhi
[Link] juni 2024 Nilai Trend Net Death Rate (Ndr) Di Rsud
Hafiidha. (2021). Analisis Trend Dan Dr. Soedono Madiun’, Indonesian Journal
Forecasting Statistik Kematian Tahun on Medical Science, 9(2). Available at:
2016-2020 Di Rsud Pdanan Arang [Link]
Boyolali. Semarang. Prodi Diii Rekam Diakses Maret 2024
Medis Dan Informasi Kesehatan Nisak, U.K. (2020) Buku Ajar Statistik Di Fasilitas
Poltekkes Kemenkes Semarang. Pelayanan Kesehatan. Sidoarjo. USMIDA
[Link] Press.
[Link]?p=show_detail&id=24712&keywor Notoatmodjo, S. 2018. Metodologi Penelitian
ds=. Diakses Maret 2024. Kesehatan. Jakarta. PT Rineka Cipta.
Hozizah dan Maryati, Y. (2018). Sistem Pratama, B.A. (2023) ‘Trend Mortalitas dengan
Informasi Kesehatan II. Jakarta. Indikator Gross Death Rate dan Net
Kementrian Kesehatan Republik Death Rate Per Tahun di Rumah Sakit
Indonesia. PKU Muhammadiyah Surakarta Tahun
[Link]..[Link] 2017-2021’, Indonesian Journal on
[Link]/view/year/[Link]. Medical Science, 10(1), pp. 94–101.
Diakses Juni [Link] Rante [Link]
Lembang, Muh. Erwin Rosyadi S, H.K.N. Diakses Maret 2024.
(2021). Literature Review : Tinjauan Rahmatika, N. (2023). ‘Analisis Kebutuhan Rak
Angka Gross Death Rate (Gdr) Dan Net File Dokumen Rekam Medis di Rumah
Death Rate (Ndr). Makassar. Yayasan Sakit Sentra Medika Cibinong Analysis of
Perawat Sulawesi Selatan Stikes the Need for Medical Record Document
Panakkukang Prodi DIII Rekam Medis File Racks at Sentra Medika Cibinong
Dan Informasi Kesehatan. Hospital’.Jurnal Penelitian Dan
[Link] Pengabdian Masyarakat.2(10), pp. 2112–
[Link]/alumni. Diakses Juni 2024. 2124. Diakses juni 2024.
Khasanah, N., Fadillah, N. dan Sari, I. (2022) Rustiyanto, E. (2010). Statistik Rumah Sakit
‘Analisis Deskriptif Indikator Gross Death Untuk Pengambilan Keputusan.
Rate (Gdr) Dan Net Death Rate (Ndr) Di Yogyakarta. Graha Ilmu.
Rumah Sakit X Pada Tahun 2016-2020’, Rustiyanto, E. (2021). Sistem Pelaporan Rumah
Media Bina Ilmiah, 16(10), pp. 7639– Sakit. Yogyakarta. Gadjah Mada
7646. Available at: University Press.
[Link] Santoso .(2019). Statistik II (untuk ilmu sosial
view/10/[Link] april 2024 dan ekonomi). Surabaya. UWKS Press.
Marizka. (2022). Studi Deskriptif Indikator Gross Siswanto, Shinta Lestari . (2022). Analisis Trend
Death Rate (Gdr) Dan Net Death Rate Statistik Kematian di RSUD Ir. Soekarno
(Ndr) Di Rumah Sakit Muhammadiyah Sukoharjo Tahun 2019-2021. Universitas
Ponorogo Tahun 2017 – 2021. Madiun. Duta Bangsa. Surakarta.
Prodi D-III Perekam Dan Informasi [Link]
Kesehatan Stikes Bhakti Diakses Juni 2024.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Sudirman, Riski, Y. all . (2023). Manajemen
Peraturan Menteri Kesehatan RI No 1171 Mutu. Jakarta. Gunadarma University.
Tahun 2011 Tentang SIRS. Jakarta. Sudra, R. I. (2017). Rekam Medis. Tangerang
Kementrian Pertahanan Republik Selatan. Universitas Terbuka.
Indonesia.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2021).
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47