0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan5 halaman

Panduan Lengkap Teks Eksposisi

Dokumen ini adalah panduan tentang teks eksposisi, yang merupakan jenis tulisan non-fiksi yang bertujuan untuk menginformasikan dan menjelaskan topik tertentu. Terdapat dua jenis utama teks eksposisi, yaitu analytical dan hortatory exposition, serta struktur yang terdiri dari thesis, arguments, dan reiteration. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan fitur bahasa yang harus digunakan dalam teks eksposisi dan memberikan contoh serta aktivitas untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Diunggah oleh

Neng Helen
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan5 halaman

Panduan Lengkap Teks Eksposisi

Dokumen ini adalah panduan tentang teks eksposisi, yang merupakan jenis tulisan non-fiksi yang bertujuan untuk menginformasikan dan menjelaskan topik tertentu. Terdapat dua jenis utama teks eksposisi, yaitu analytical dan hortatory exposition, serta struktur yang terdiri dari thesis, arguments, dan reiteration. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan fitur bahasa yang harus digunakan dalam teks eksposisi dan memberikan contoh serta aktivitas untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Diunggah oleh

Neng Helen
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Opening:

Good Evening, everyone! I’m happy to see you again. I hope everyone is doing well today.
Before we start today’s meeting, Let's refresh our memories.

I'd like to do a quick recap of what we discussed in our last session. Can anyone please
share what we discussed last meeting?

That's right, well done! Thank you for sharing. Now, let's dive deeper into today's topic. Are
you all ready?

Okay, everyone. Today, we'll be diving into the world of Exposition texts. But first, I want to
ask you guys, do you understand what Exposition text is all about?

Feel free to share your thoughts or any ideas you have.

"Great, your answers are all correct! it seems like some of you already have a good
understanding. Now, let's delve a little deeper and explore the key elements and structures
of Exposition text.

Definition:
Exposition text is a type of non-fiction writing that aims to inform, explain, and describe a
certain topic. It provides essential information and presents various viewpoints on a
particular issue. From this definition, we can say that Exposition is a text that elaborates the
writer's idea about the phenomenon surrounding.

To make it clear, Text Exposition biasanya berbentuk tulisan seperti berita atau
tulisan-tulisan lain yang mengandung banyak opini dari si penulis. And don’t forget,
teks eksposisi merupakan karya non-fiksi, karena memang isinya adalah informasi
berdasarkan fakta. Okay?

Informasi dalam teks ini umumnya disampaikan secara singkat, jelas, padat, tapi
tetap akurat. Nggak hanya itu, kalau membuat teks eksposisi, kamu juga harus
yakin bahwa kamu dapat mempertanggungjawabkan isi dari teks tersebut.

Purposes:
tujuan dari teks ini adalah untuk menjelaskan informasi atau ide-ide mengenai
berbagai aspek kehidupan (ekonomi, lingkungan, kesehatan, etc) dan
mempengaruhi pembaca agar merasa setuju dengan pendapat yang disampaikan
oleh penulis dalam menanggapi suatu isu.

Teks eksposisi (exposition text) dapat dengan mudah kita temukan di media massa,
lo, seperti koran, artikel ilmiah, majalah, blog pribadi, dan masih banyak lagi. Kamu
pernah baca exposition text di media apa, ?

mengandung banyak opini dari si penulis.


Oh ya, teks eksposisi merupakan karya non-fiksi, karena memang isinya adalah
informasi berdasarkan fakta. Okey, sekarang mari kita bahas lebih lanjut terkait teks
eksposisi mulai dari pengertian hingga contohnya!

Jenis-jenis Teks Eksposisi

kalau dalam bahasa Inggris, exposition text hanya memiliki dua jenis saja, guys. Apa
saja, sih? Yuk, langsung cek!

1. Analytical Exposition

Jenis yang pertama adalah analytical exposition. Jadi, analytical exposition adalah
teks eksposisi yang diawali dengan sebuah pernyataan dari sang penulis untuk
menunjukkan sikap dan posisi mereka dalam menanggapi sebuah isu atau tema
yang akan dibahas.

Selanjutnya, penulis akan mengemukakan banyak pendapat dan argumen sebagai


pendukung terhadap opini yang telah ditulis di awal, kemudian penulis menutup atau
mengakhiri tulisan dengan pernyataan ulang seperti opini di bagian awal sebagai
sebuah bentuk penegasan yang ingin disampaikan pada audiens.

2. Hortatory Exposition
Sebetulnya cukup mudah untuk membedakan antara analytical exposition dan
hortatory exposition. Jika analytical exposition diawali dengan pernyataan penulis,
maka hortatory exposition adalah jenis teks eksposisi yang diawali dengan
pernyataan berupa isu yang sedang hangat atau viral untuk diangkat menjadi
tema tulisan.

Jika sudah, penulis akan menyatakan berbagai argumen pendukung yang relevan
dengan tema tulisan untuk membuat pembaca lebih memahami bagaimana sudut
pandang penulis. Terakhir, teks akan ditutup dengan suggest dari penulis terkait apa
yang harus dilakukan oleh audiens dalam menanggapi isu yang sudah dibahas.
Struktur Teks Eksposisi (General Structure of Exposition Text)
Seperti layaknya membuat artikel, dalam teks eksposisi pun ada struktur yang harus
kamu pelajari. Struktur ini berfungsi sebagai pedoman penulis untuk membuat
kerangka tulisan atau naskah. Jadi, sebelum tulisannya dibuat secara utuh, kamu
dapat membuat draft-nya terlebih dahulu dengan mengacu pada tiga struktur di
bawah ini, yaitu:

1. Thesis
Secara umum, dalam bahasa Indonesia, bagian ini disebut juga sebagai pernyataan umum
yang berperan sebagai pembuka dalam teks eksposisi. Melalui thesis statement, penulis
biasanya akan mulai mengenalkan isu, topik, atau pandangan penulis terhadap suatu topik
yang akan dibahas dalam teks.
Supaya tema atau topik yang akan dibahas bisa membuat audiens lebih tertarik, jangan lupa
agar melakukan riset terlebih dahulu. Kamu bisa mencari banyak referensi bacaan dari berbagai
sumber yang kredibel sehingga pandanganmu terhadap topik tersebut semakin kuat. Oh ya,
kamu juga dapat memulai paragraf awal bagian thesis ini dengan menuliskan sebuah fenomena
yang mungkin belum diketahui banyak orang.
Contoh paragraf tesis:
A good and a right lifestyle is the main key for someone to control their weight. Besides
consuming healthy foods, there are many other factors that must be considered, such as taking
enough rest hours and doing regular exercise.
Artinya
Pola hidup yang baik dan benar adalah kunci utama seseorang untuk mengendalikan berat
badan. Selain mengkonsumsi makanan sehat, ada banyak faktor lain yang harus diperhatikan,
seperti jam istirahat yang cukup serta olahraga yang teratur.
2. Arguments
Setelah mengenalkan isu, tentu tahap selanjutnya adalah menyampaikan argumen atau
pendapat yang kamu miliki untuk mendukung isu atau topik tulisan.
Dalam hal ini, argumentasi dapat berupa pendapat pribadi, alasan logis, data-data relevan
dari sumber terpercaya, pernyataan para ahli, atau fakta lainnya yang mendukung. Jangan
lupa, argumen yang kamu kemukakan harus relate dengan tesis yang sudah dibuat ya!
Contoh paragraf argumen:
The number of individuals littering, especially in rivers, continues to increase from time to time.
This fact comes from the conclusion of many observers. Humans still haven’t given up on
throwing garbage in rivers that can cause flooding. The victims of the flood disaster itself are not
minor. Many people have been injured or died as a result of the floods. However, this is still not
enough to raise awareness for people still littering.

3. Reiteration
Struktur terakhir pada teks eksposisi adalah reiteration. Pada berbagai teks lainnya, kita tidak
asing dengan istilah conclusion. Nah, kalau dalam exposition text, namanya adalah reiteration,
bagian ini berisi penutup atau kesimpulan dari penulis terhadap keseluruhan topik yang
dibahas di awal.
Bedanya, dalam reiteration, penulis akan memberikan penegasan ulang atau rekomendasi dan
saran terkait tulisan yang mungkin bisa bermanfaat untuk audiens.

Contoh paragraf penegasan ulang:


So, this smog disaster will have a very negative impact on residents. In addition to disturbing
health, it can also disrupt the economic process of the community.

Features of Exposition Text:


(Language Features Exposition Text) dalam bahasa Inggris
Untuk membedakan teks eksposisi dengan jenis teks yang lain, maka ada beberapa kaidah
kebahasaan yang harus kamu pahami dan aplikasikan, nih. Apa saja ya? Mari, scroll down!

"Exposition texts commonly include factual and descriptive language, use of formal
language, and a clear and logical structure. They often present facts, statistics, and expert
opinions to support the main idea."

1. Use simple present tense


Karena teks eksposisi adalah tulisan yang bersifat faktual alias non-fiksi, maka tenses yang
digunakan adalah simple present yang menyatakan tentang kondisi masa kini. Namun, kaidah ini
bukanlah aturan mutlak. Artinya, kamu bisa saja untuk menggunakan beberapa jenis tenses lain
yang disesuaikan dengan isi atau konteks kalimat.

2. Use conjunction
Secara umum, conjunction adalah kata hubung. Kamu masih ingat, kan? Dalam teks eksposisi,
terdapat struktur argumen penulis yang dihubungkan dengan pembahasan topik. Jadi, teks
eksposisi banyak memakai conjunction pada penulisan kalimatnya, misalnya saja seperti so,
therefore, the reason, etc.

3. Use a lot of cause and effect word


Sebetulnya, cause and effect word ini biasa disebut juga sebagai causal conjunction, yaitu
kata-kata atau frasa yang bisa kamu gunakan untuk menyampaikan alasan atau penjelasan dari
suatu aksi yang terjadi. Salah satu cause and effect word adalah “because of.”

4. Use connective words


“Hah, apa bedanya connective words dengan conjunction?”
Jadi, conjunction adalah bagian dari connective words, sedangkan connective belum tentu
masuk ke dalam jenis conjunction. Soalnya, connective words itu ada dua jenis, yaitu conjunction
dan connecting words.
Nah, jadi, dalam teks eksposisi, intinya kamu dapat menggunakan kedua jenis connective words
untuk menghubungkan kata dengan kata, kalimat dengan kalimat, atau menjadi penghubung
antar frasa. Contoh connecting words antara lain even though, although, however, nevertheless,
on the contrary, on the other hand, dan masih banyak lagi.

5. Use vocabularies to express writer’s expression


Teks eksposisi adalah jenis teks yang tidak luput dari argumen penulis. Oleh sebab itu, penulis
perlu memiliki keterampilan untuk mengekspresikan pendapat dan opini mereka menggunakan
berbagai vocabulary dalam bahasa Inggris. Secara sederhana, kosakata yang bisa digunakan
pada teks yang satu ini adalah think, must, try, need, important, and so on so forth.

6. Use vocabularies which will provoke audience emotion


Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, selain bersifat argumentative, teks eksposisi pun
memiliki tujuan untuk mempengaruhi pembaca, bukan? Maka dari itu, penulis harus mampu
untuk menyajikan pembahasan yang dikemas dengan berbagai kosakata bahasa Inggris untuk
membangkitkan emosi pembaca, misalnya concern, innocent, unreasonable, dan masih banyak
lagi.

Examples of Exposition Text:


"Examples of Exposition text can be found in newspaper articles, magazines, academic
essays, and research papers. These texts are commonly used to explain complex topics,
such as scientific discoveries, historical events, or social issues."

Discussion and Analysis:


"Now, let's analyze some examples of Exposition text. Pay close attention to the structure
and language used, and try to identify the main points and arguments presented."

Contoh Teks Eksposisi 1


Not without reason, breakfast does have many benefits for the body. According to several
research studies, breakfast can provide energy for a person to start activities in the morning and
improve performance and concentration. In addition, breakfast will positively influence the
cognitive skills of the brain, which can improve memory in producing high concentration.
With so many benefits of eating breakfast, it would be nice not to skip breakfast every day. By
eating a healthy breakfast every day, your days will feel better. When the body sleeps, you will
lose the body’s intake for a few hours. Therefore, the body needs to be replenished with
nutritious and healthy food intake.
If you skip breakfast, you can imagine that various diseases can attack an empty stomach.

Activity:
"For our activity today, I want each of you to write a short Exposition text on a topic of your
choice. Remember to include all the key elements we discussed earlier. Feel free to ask for
assistance if you need help."

Conclusion:
"Well done, everyone! I hope you now have a better understanding of Exposition text.
Remember to practice writing and analyzing these texts to improve your skills. Keep up the
great work!"

Closing:
"Thank you all for your active participation today. See you next time!"

---

Feel free to modify the script based on your teaching style and the needs of your students.

Anda mungkin juga menyukai