WRITING INTERVIEW
Nama Lengkap: Muhammad Zeinal Arifin
1. Sebutkan keterampilan Teknis yang anda anggap paling penting
untuk posisi ini?
Jawaban:
Seorang Project Controller membutuhkan berbagai keterampilan
teknis (hard skills) yang berpusat pada pengendalian biaya,
jadwal, methodologi manajemen dan kinerja proyek.
Keterampilan ini penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai
rencana, anggaran, dan standar kualitas.
2. Bagaimana anda biasanya memecahkan masalah dalam pekerjaan
sehari-hari anda?
Jawaban:
Diawali dengan menganalisa masalah dari berbagai aspek,
merumuskan tahapan-tahapan dalam penyelesaian dan mengatur
skala prioritas dalam menyelesaikan nya.
3. Ceritakan sebuah proyek di mana Anda berkontribusi secara
signifikan. Apa peran Anda dan hasilnya?
Jawaban:
Pembangunan Menara Astra di Jakarta, Proyek Highrise Building
yang sangat komplek tantangannya. Saya sebagai Site Civil
Engineer yang bertanggung jawab terhadap persiapan gambar
kerja, pengawasan dan kontrol pelaksanaan pekerjaan struktur
utama gedung yang harus bisa bekerja sama dengan tenaga ahli
asing (expatriat) dari 5 negara (Jepang, China, Nepal, Korea Selatan
dan Philipina). Ada sebuah prestasi yang bagi diri saya menjadi
pengalaman yang berharga yaitu saat itu saya menyampaikan
tentang methode galian untuk basement sedalam enam lantai yang
tadinya menggunakan methode open cutting dianalisa ulang
menjadi methode climbing semi open. Dan methode itu digunakan
untuk pelaksanaan dan berhasil dengan efektivitas waktu dan biaya
yang lebih efesien.
4. Bagaimana Anda berkolaborasi dengan anggota tim dalam proyek
sebelumnya?
Jawaban:
Selalu membangun kolaborasi terbuka dengan ide-ide baru untuk
dianalisa bersama dengan tujuan menghasilkan hasil pekerjaan
yang lebih efesien.
5. Bagaimana Anda menanggapi situasi tekanan atau deadline yang
ketat?
Jawaban:
Menerapkan methode skala prioritas, dengan menganalisa dan
mengatur segala aspek untuk percepatan dengan tidak
mengabaikan aspek sasaran mutu dan kualitas yang sudah
ditetapkan.
6. Bagaimana Anda menyampaikan ide atau memberikan umpan balik
kepada rekan kerja?
Jawaban:
Umpan balik yang konstruktif sangat penting. Kuncinya adalah
fokus pada tindakan atau situasi, bukan pada pribadi rekan kerja.
Saya biasanya menggunakan pendekatan "SBI" (Situation-Behavior-
Impact) atau sering juga disebut "Metode Sandwich" .
7. Apakah Anda lebih suka bekerja sendiri atau dalam tim?
Jawaban:
Bagi pribadi saya ketika memasuki dunia kerja kita harus selalu siap
dengan berbagai situasi, baik bekerja secara sendiri maupun
dengan tim. Jadi dari kedua hal tersebut dua-duanya saya sukai.
Namun jika harus memilih saya lebih suka bekerja dalam tim, hal ini
penting bagi sebagai sebagai kontrol dan pengingat dalam setiap
hal yang dijalankan.
8. Bagaimana Anda menjaga diri Anda tetap relevan dengan
perkembangan teknologi dan industri?
Jawaban:
Menerapkan Komitmen pada Pembelajaran Seumur Hidup
(Lifelong Learning), Agar tetap up-to-date, secara aktif mencari
dan menyerap informasi baru, bukan menunggu informasi itu
datang.
Mengembangkan Keterampilan Kunci (Future-Proof Skills),
berfokus pada kombinasi keterampilan teknis (hard skills) dan
interpersonal (soft skills) yang dibutuhkan oleh Revolusi Industri
4.0 dan masa depan.
Fleksibilitas Karir dan Inovasi, Sikap mental terhadap pekerjaan
dan perubahan adalah penentu keberhasilan jangka panjang.
Refleksi dan Evaluasi Diri Secara berkala, evaluasi keterampilan
yang dimiliki saat ini terhadap kebutuhan pasar. "Apakah
keahlian saya akan relevan dalam 3-5 tahun ke depan?"
Menggunakan refleksi ini untuk merencanakan langkah
pembelajaran Anda selanjutnya.
9. Bagaimana Anda menghadapi perbedaan pendapat dalam tim?
Jawaban:
Dalam dunia kerja perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan
dapat menghasilkan sebuah inovasi baru jika dikelola perbedaan
tersebut dengan baik. Biasanya jika saya menyikapi perbedaan
pendapat dengan cara mendengarkan secara akktif terhadap
sebuah ide atau gagasan dari rekan kerja, mempertahankan
ketenangan dan profesionalisme, mengungkapkan pendapat pribadi
dengan dilengkapi data, mencari titik temu (Find Common Ground)
dan selalu melibatkan pengambil keputusan.
10. Apa yang membuat Anda tertarik untuk bergabung dengan
perusahaan ini?
Jawaban:
Pertama, saya sangat terinspirasi oleh misi perusahaan sebagai
perusahaan terbaik di Indonesia dibidang infrastruktur. Khususnya
yang memperhatikan sistem proyek yang berkelanjutan, hal ini
benar-benar sejalan dengan nilai-nilai saya tentang pentingnya
membangun ekosistem keberlanjutan dan inovasi cepat.
Kedua, peran Project Controller menawarkan kesempatan sempurna
untuk memanfaatkan pengalaman saya dalam analisis data dan
manajemen proyek. Saya yakin bahwa rekam jejak saya dari
pengalaman yang dimiliki akan memungkinkan saya untuk segera
memberikan dampak positif pada Perusahaan yang Bapak/Ibu
Pimpin.
Terakhir, saya melihat Perusahaan yang Bapak/Ibu Pimpin sebagai
tempat di mana saya dapat terus belajar dan berkembang bersama
sebuah tim yang berpikiran maju. Saya sangat antusias untuk
menjadi bagian dari Visi Perusahaan dan berharap untuk
berkontribusi aktif dalam mencapai pertumbuhan/keberhasilan di
masa depan.
11. Apa kekuatan utama yang Anda bawa ke tim atau organisasi
ini?
Jawaban:
Pengalaman mengelola proyek dan tim yang cukup bervariasi,
mulai dari proyek infrastruktur, proyek bangunan highrise, proyek
bangunan komersil maupun proyek bangunan hunian.
12. Dapatkah Anda berikan contoh konkret tentang situasi di
mana keahlian atau keunggulan Anda berkontribusi pada
keberhasilan proyek atau tim?
Jawaban:
Mengelola sebuah proyek tentunya memiliki kompleksitas dan
tantangan yang berbeda-beda. Hal ini tentunya memerlukan sebuah
kecermatan dalam mengelola sebuah masalah yang dihadapi. Pada
setiap proyek yang saya tangani saya selalu bisa mengatur ritme
dan kondisi lapangan dengan menerapkan berbagai pengalaman
menghadapi berbagai dinamika situasi yang terjadi.
13. Apa feedback terbaik yang pernah Anda terima dari rekan
kerja atau atasan?
Jawaban:
Feedback terbaik yang pernah saya dapatkan adalah ketika saya
memberikan sebuah ide methode galian basement pada proyek
menara astra dijakarta dengan memodifikasi methode open cutting
menjadi methode climbing semi open cutting. Pada saat itu saya
merasa analisa ilmu yang disampaikan bisa diterima dan
bermanfaat.
14. Bagaimana Anda mengatasi tantangan atau kelemahan Anda
dalam pekerjaan sehari-hari?
Jawaban:
Dengan terus berusaha menyadari bahwa sebuah kelemahan
adalah rambu-rambu untuk kehati-hatian dalam melangkah.
15. Apa kelemahan yang pernah diidentifikasi oleh rekan kerja
atau atasan Anda? Bagaimana Anda menanggapi itu?
Jawaban:
Sikap egois, menerima dengan hati terbuka dan berusaha
mengurangi ke egoisan yang ada.
16. Apa langkah konkret yang Anda ambil untuk mengatasi atau
mengembangkan kekurangan Anda?
Jawaban:
Dengan selalu berusaha mendengar dan menerima atas segala
masukan yang di terima selama itu konstruktif dan membangun.