0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Jenis Sensor dan Prinsip Kerjanya

Dokumen ini menjelaskan berbagai jenis sensor yang digunakan dalam pengendalian industri, termasuk sensor proximity, sinar, Hall-effect, ultrasonik, tekanan, suhu, kecepatan, dan penyandi. Setiap sensor memiliki prinsip kerja dan aplikasi yang berbeda, seperti mendeteksi jarak, mengukur tekanan, atau mengubah gerakan menjadi sinyal digital. Selain itu, dokumen juga membahas pemindahan transduser dan pengukuran aliran berdasarkan efek Bernoulli.

Diunggah oleh

piko13450
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Jenis Sensor dan Prinsip Kerjanya

Dokumen ini menjelaskan berbagai jenis sensor yang digunakan dalam pengendalian industri, termasuk sensor proximity, sinar, Hall-effect, ultrasonik, tekanan, suhu, kecepatan, dan penyandi. Setiap sensor memiliki prinsip kerja dan aplikasi yang berbeda, seperti mendeteksi jarak, mengukur tekanan, atau mengubah gerakan menjadi sinyal digital. Selain itu, dokumen juga membahas pemindahan transduser dan pengukuran aliran berdasarkan efek Bernoulli.

Diunggah oleh

piko13450
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ALAT PENGENDALI INDUSTRI

ANALOG INPUT

SENSOR PROXIMITY

Sensor Proximity adalah alat pendeteksi yang bekerja berdasarkan jarak obyek terhadap
sensor. Karakteristik dari sensor ini adalah menditeksi obyek benda dengan jarak yang cukup
dekat, berkisar antara 1 mm sampai beberapa centi meter saja sesuai type sensor yang digunakan.
Sensor proximity dibedakan menjadi dua :

 Proximity Induktif
 Proximity Kapasitif

Proximity Induktif Berfungsi untuk mendeteksi obyek besi atau metal. Meskipun terhalang oleh
benda non-metal, sensor akan tetap dapat mendeteksi selama dalam jarak (nilai) normal
sensing atau jangkauannya. Proximity Kapasitif Sensor pembatas yang mendeteksi benda
isolator atau selain logam Missal: kertas atau plastic.

SENSOR SINAR

Sensor sinar dibagi menjadi tiga :

 Fotovoltaic

Merupakan Alat sensor sinar yang mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik,
dengan adanya penyinaran cahaya akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan
tegangan Berfungsi untuk mengubah sinar matahari menjadi arus listrik DC. Tegangan yang
dihasilkan sebanding dengan intensitas cahaya yang mengenai permukaan solar cell. Semakin
kuat sinar matahari tegangan dan arus listrik Dc yang dihasilkan semakin besar.

 Fotokonduktif

Merupakan Alat sensor sinar yang memberikan perubahan tahanan (resistansi) pada sel-selnya,
semakin tinggi intensitas cahaya yang diterima, maka akan semakin kecil pula nilai tahannya.

 Fotolistrik

Merupakan Alat sensor sinar yang berprinsip kerja berdasarkan pantulan karena perubahan
posisi/jarak suatu sumber sinar (inframerah atau laser) ataupun target pemantulnya, yang terdiri
dari pasangan sumber cahaya dan penerima. Contoh : fingerprint
Teknologi kode batang banyak digunakan di industri, karena penggunaan yang luas dan cepat.
Memasukan data jauh lebih cepat dibandingkan metode manual dan sangat akurat. Tersiri dari
tiga elemen utama : simbol kode batang, scanner, dan decoder. Simbol kode batang berisi 30
karakter yang disandikan dalam bentuk mesin yang dapat dibaca.

SENSOR HALL-EFFECT

Hall effect sensor merupakan sensor yang digunakan untuk mendeteksi medan magnet. Hall
Effect sensor akan menghasilkan sebuah tegangan yang proporsional dengan
kekuatan medan magnet yang diterima oleh sensor tersebut. Sensor ini didesain untuk
mendeteksi keberadaan dari objek magnetik, biasanya magnet permanen. Biasanya digunakan
untuk mensinyalir posisi dari komponen, dan sensor ini memiliki tingkat ketelitian yang tinggi

SENSOR ULTRASONIK

Sensor ultrasonik adalah sensor yang bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara dan
digunakan untuk mendeteksi keberadaan suatu objek tertentu di depannya, frekuensi kerjanya
pada daerah diatas gelombang suara dari 40 KHz hingga 400 KHz. Sensor ini dioperasikan
dengan mengirimkan gelombang suara pada taget dan mengukur waktu yang dibutuhkan oleh
gelombang untuk memantulkan kembali. Waktu yang dibutuhkan oleh gema untuk kembali ke
sensor adalah proporsional terhadap jarak dan tinggi dari objek, karena sura memiliki kecepatan
yang tetap.

SENSOR TEKANAN

Sensor Tekanan adalah sensor untuk mengukur tekanan suatu zat. Tekanan (p) adalah satuan
fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A). Satuan tekanan sering digunakan untuk
mengukur kekuatan dari suatu cairan atau gas. Sensor tekanan dapat diaplikasikan pada:
 Motor bensin

— Pesawat terbang — Pengukur tekanan ban — ketinggian, pesawat terbang, roket, satelit,
balon udara dll

PEMINDAHAN TRANSDUSER

Pengertian William D.C, (1993), mengatakan transduser adalah sebuah alat yang bila digerakan
oleh suatu energi di dalam sebuah sistem transmisi, akan menyalurkan energi tersebut dalam
bentuk yang sama atau dalam bentuk yang berlainan ke sistem transmisi berikutnya” Transmisi
energi ini bisa berupa listrik, mekanik, kimia, optic (radiasi) atau thermal (panas). Pemindahan
Transduser yang sering digunakan di industri adalah transvormator diferensial variabel linear (
the Linear Variable Differential Transformer = LVDT) LVDT (Linear Variable Differential
Transformer) merupakan salah satu contoh sensor posisi, yang bekerja berdasarkan pada ada
tidaknya medan magnet yang terjadi. LVDT terdiri atas 2 bagian yaitu :

1. Kumparan (Tansformer)

salah satu komponen penyusun LVDT merupakan kumparan. terdapat 3 kumparan dalam
LVDT,yaitu 1 kumparan primer dan 2 kumparan sekunder. kenapa digunakan 2 buah kumparan
sekunder adalah agar perbedaan besar induksi yang diterima kedua kumparan sekunder dapat
digunakan untuk menentukan seberapa besar perubahan posisi batang inti (magnet).

2. CORE (batang inti magnet)

material core atau batang inti ini biasanya berbentuk silinder atau turbular dengan komponen
penyusun berupa nickel-iron alloy permalloy. dalam proses produksinya, setelah bentuk dan
ukuran dari batang inti ini di atur proses akan memasuki tahap annealing (atau penguatan dengan
proses memanasi). Selama proses annealing ini biasanya dilakukan reduksi aliran gas untuk
mencegah terjadinya oksidasi. gas yang biasanya digunakan dalam proses annealing ini biasanya
hydrogen ataupun gas yang mengandung hidrogen.

Prinsip Kerja LVDT Secara umum LVDT bekerja karena adanya perbedaan
medan magnet. Medan magnet ini muncul karena adanya gerakan inti magnet yang dimasukkan
ke dalam kumparan. Semakin dalam inti magnet dimasukkan ke dalam kumparan maka
nilai medan magnet yang di hasilkan akan semakin besar. LVDT bekerja pada frekuensi rendah
dan gerakannya linear terhadap masukan. Kelebihan dan Kekurangan LVDT Berikut ini adalah
kelebihan serta kekurangan LVDT : Kelebihan

 Padat dan kuat, sehingga dapat digunakan pada peralatan yang berat.
 System operasi tanpa gesekan antara aramature dan transformer sehingga cocok untuk
pengujian material.
 Sensitif, sehingga dapat mendeteksi sedikit saja perubahan.
 Mampu menanganai input yang berlebih
 Dapat digunakan pada lingkungan yang bervariasi.
 Output mutlak

Kekurangan

 LVDT baru bekerja jika ada kontak antara armature dan transformer.
 Pengukuran dinamis dibatasi tidak lebih dari 1/10 dari LVDT resonansi frekuensi. Di
beberapa kasus, hasilnya lebih dari 2 kHz.

SENSOR SUHU Sensor Suhu adalah komponen yang biasanya digunakan untuk merubah panas
menjadi listrik untuk mempermudah dalam menganalisa besarannya. Ada 4 jenis utama sensor
suhu yang biasa digunakan :

1. Termokopel

Termokopel merupakan sensor suhu yang terdiri atas sepasang penghantar yang berbeda
disambung las atau dileburkan bersama pada satu sisi membentuk penghantar ”hot” atau
sambungan pengukuran yang ada ujung ujung bebasnya untuk menghubungkan dengan
penghantar ”cold” atau sambungan referensi.

2. RTD (Resistance Temperture Detector)

Alat ini fungsinya adalah untuk mengubah suhu menjadi hambatan listrik yang sebanding dengan
perubahan suhu. Semakin tinggi suhu, maka hambatan listriknya semakin besar. RTD adalah
sensor suhu yang terbuat dari kumparan kawat platinum pada papan pembentuk isolator.

3. Thermistor

Thermistor, atau bisa disebut juga dengan Thermal Resistor atau Thermal Sensitive Resistor.
Alat ini berfungsi untuk mengubah suhu menjadi hambatan listrik yang berbanding terbalik
dengan berubahnya suhu. Semakin tinggi suhu maka semakin kecil hambatan listriknya.
Thermistor biasanya terbuat dari bahan oksida logam campuran, kromium, kobalt, tembaga, besi,
atau nikel.

4. Sensor IC ( Sensor Suhu Rangkaian Terpadu)

fungsinya untuk mengubah suhu menjadi tegangan tertentu yang sesuai dengan perubahan suhu.
Alat ini biasanya digunakan pada sistem monitor rumah kaca atau sensor suhu ruang pada
laboratorium kimia.

SENSOR KECEPATAN (SENSOR RPM)

Tachometer umumnya menunjuk pada magnet permanen kecil dari generator dc. Ketika
generator diputar, generator menghasilkan tegangan dc berbanding lurus dengan kecepatan.
Tachometer yang dirangkai dengan motor, umumnya digunakan pada aplikasi pengendali
kecepatan motor untuk memberikan tegangan umpan-balik pada pengontrol yang sebanding
dengan kecepatan motor.
SENSOR PENYANDI (ENCODER SENSORE)

Sensor penyandi digunakan untuk mengubah gerakan linear atau putaran menjadi sinyal digital.
Penyandi putaran memonitor gerakan putar dari alat. Ada dua jenis :

 Penyandi tambahan, yang mentransmisikan jumlah tertentu dari pulsa untuk masing-
masing putaran alat.
 Penyandi absolut, yang memperlengkapi kode binary tertentu untuk masing-masing
posisi sudut alat.

PENGUKURAN ALIRAN

Prinsip kerja dari alat ukur aliran tekanan differensial disebut efek Bernauli : Apabila cairan
mengalir, tekanan P1 akan menjadi lebih besar disbanding dengan P2 dan perbedaan tekanan
berbanding lurus dengan tekanan. Balon memuai sebanding dengan alilran. Apabila P1 lebih
besar disbanding P2 inti pada LVDT akan bergerak kekanan. Apabla aliran terhenti tidak akan
ada efek bernauli dan inti akan menjadi ditengah.

Anda mungkin juga menyukai