0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan13 halaman

Modul Ajar IPA: Getaran, Gelombang, Cahaya

Modul ajar ini membahas tentang getaran, gelombang, dan cahaya dalam konteks ilmu pengetahuan alam untuk siswa kelas VIII. Materi mencakup pemahaman konsep dasar, karakteristik, serta penerapan dalam kehidupan sehari-hari melalui eksperimen dan proyek. Pembelajaran dirancang untuk mengembangkan keterampilan kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian siswa.

Diunggah oleh

Gandhi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan13 halaman

Modul Ajar IPA: Getaran, Gelombang, Cahaya

Modul ajar ini membahas tentang getaran, gelombang, dan cahaya dalam konteks ilmu pengetahuan alam untuk siswa kelas VIII. Materi mencakup pemahaman konsep dasar, karakteristik, serta penerapan dalam kehidupan sehari-hari melalui eksperimen dan proyek. Pembelajaran dirancang untuk mengembangkan keterampilan kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian siswa.

Diunggah oleh

Gandhi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)


BAB 4: GETARAN, GELOMBANG, DAN CAHAYA

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMP Negeri 7 Salatiga
Nama Penyusun : Purnomowati, S. Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Fase / Kelas /Semester : D / VIII / Genap
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (2 jam pelajaran)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik kelas VIII umumnya telah memiliki pengetahuan dasar tentang konsep
energi dan gerak dari jenjang sebelumnya. Beberapa mungkin pernah secara intuitif
merasakan fenomena getaran (misalnya ponsel bergetar), gelombang (misalnya riak air),
atau cahaya (misalnya melihat pelangi). Namun, pemahaman ilmiah tentang definisi,
karakteristik, dan perhitungan terkait getaran, gelombang, dan cahaya masih sangat
terbatas. Keterampilan dasar mengamati dan mencatat data mungkin sudah dimiliki,
tetapi menganalisis data dan menarik kesimpulan dari percobaan masih perlu bimbingan.
Kesulitan yang mungkin muncul adalah pemahaman konsep abstrak seperti frekuensi,
panjang gelombang, atau indeks bias, serta kesulitan dalam menerapkan rumus
matematika. Pemahaman yang sudah dimiliki mungkin sebatas pada pengalaman sehari-
hari tanpa penjelasan ilmiah mendalam.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi getaran, gelombang, dan cahaya termasuk dalam jenis pengetahuan konseptual,
prosedural, dan sedikit faktual. Peserta didik akan memahami konsep-konsep fisika
(konseptual), melakukan percobaan untuk membuktikan teori (prosedural), dan
mengingat beberapa fakta penting (faktual). Relevansinya dengan kehidupan nyata sangat
tinggi karena fenomena ini ada di sekitar kita (suara, cahaya, komunikasi nirkabel, gempa
bumi). Tingkat kesulitan materi ini sedang hingga tinggi, terutama pada bagian
perhitungan dan pemahaman sifat-sifat gelombang dan cahaya yang kompleks. Struktur
materi diawali dari getaran sebagai dasar, dilanjutkan ke gelombang sebagai perambatan
energi dari getaran, dan diakhiri dengan cahaya sebagai jenis gelombang elektromagnetik
khusus. Integrasi nilai dan karakter dapat dilakukan melalui pengembangan sikap ilmiah
(jujur, teliti, objektif), rasa ingin tahu, menghargai keteraturan alam sebagai ciptaan
Tuhan, serta kesadaran akan manfaat dan bahaya teknologi terkait gelombang dan
cahaya.
D. DIMENSI LULUSAN PEMBELAJARAN
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan: Peserta didik akan mengagumi
keteraturan alam semesta dan hukum fisika yang berlaku sebagai tanda kebesaran
Tuhan.
● Penalaran Kritis: Peserta didik akan menganalisis data percobaan, memecahkan
masalah terkait perhitungan, dan mengevaluasi fenomena fisika.
● Kreativitas: Peserta didik akan merancang percobaan sederhana, menemukan solusi
untuk masalah, atau membuat model sederhana dari fenomena fisika.
● Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan
eksperimen, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil.
● Kemandirian: Peserta didik akan bertanggung jawab dalam melakukan pengamatan,
mencatat data, dan menarik kesimpulan secara mandiri.

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Peserta didik mampu mendeskripsikan karakteristik getaran dan gelombang (termasuk
bunyi dan cahaya), serta menerapkan konsep tersebut dalam berbagai konteks kehidupan
sehari-hari, termasuk menjelaskan fenomena alam dan teknologi yang memanfaatkannya.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Matematika: Relevan dalam perhitungan frekuensi, periode, cepat rambat
gelombang, dan penggunaan rumus-rumus fisika.
● Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Relevan dalam mencari informasi,
menggunakan simulasi virtual, atau membuat presentasi digital.
● Seni Budaya: Relevan dalam memahami aspek bunyi (nada, harmoni) dalam musik
atau warna dalam seni.
● Bahasa Indonesia: Relevan dalam menyajikan laporan hasil percobaan atau
menjelaskan konsep secara lisan dan tertulis.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Mengenal Getaran (2 JP)
● Peserta didik dapat mendefinisikan getaran dan mengidentifikasi contoh-contoh
getaran dalam kehidupan sehari-hari setelah melakukan pengamatan sederhana.
● Peserta didik dapat mengidentifikasi besaran-besaran pada getaran (simpangan,
amplitudo, periode, frekuensi) melalui percobaan bandul sederhana.
● Peserta didik dapat menghitung periode dan frekuensi getaran dari data hasil
percobaan dengan tepat.
Pertemuan 2: Memahami Konsep Gelombang (2 JP)
● Peserta didik dapat menjelaskan pengertian gelombang sebagai perambatan energi
setelah mengamati simulasi atau demonstrasi gelombang pada tali/slinki.
● Peserta didik dapat mengklasifikasikan jenis gelombang berdasarkan medium
perambatannya (mekanik dan elektromagnetik) dan arah getarannya (transversal dan
longitudinal) dengan contoh yang tepat.
● Peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian gelombang transversal (puncak,
lembah, panjang gelombang) dan gelombang longitudinal (rapatan, renggangan,
panjang gelombang).
Pertemuan 3: Karakteristik Gelombang dan Gelombang Bunyi (2 JP)
● Peserta didik dapat menghitung cepat rambat gelombang, frekuensi, dan panjang
gelombang menggunakan rumus yang benar.
● Peserta didik dapat menjelaskan karakteristik bunyi (nada, intensitas, resonansi,
gaung, gema) dan fenomena terkait dalam kehidupan sehari-hari.
● Peserta didik dapat mengidentifikasi alat-alat yang memanfaatkan gelombang bunyi
dalam teknologi (sonar, USG).
Pertemuan 4: Sifat-sifat Cahaya (2 JP)
● Peserta didik dapat menjelaskan sifat-sifat cahaya (merambat lurus, dapat
dipantulkan, dapat dibiaskan) melalui percobaan sederhana.
● Peserta didik dapat membedakan pemantulan teratur dan pemantulan baur setelah
melakukan observasi.
● Peserta didik dapat menerapkan hukum pemantulan cahaya pada cermin datar dan
menghitung bayangan benda.
Pertemuan 5: Pembiasan dan Peristiwa Cahaya (2 JP)
● Peserta didik dapat menjelaskan peristiwa pembiasan cahaya dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya melalui percobaan.
● Peserta didik dapat menjelaskan fenomena dispersi cahaya (penguraian warna) dan
contohnya dalam kehidupan sehari-hari (pelangi).
● Peserta didik dapat mengidentifikasi penerapan sifat-sifat cahaya dalam alat optik
sederhana (kamera, lup, mikroskop).
Pertemuan 6: Pemanfaatan Cahaya dan Refleksi (2 JP)
● Peserta didik dapat mengidentifikasi pemanfaatan cahaya dalam teknologi sehari-hari
(serat optik, laser) dan dampaknya.
● Peserta didik dapat mempresentasikan hasil proyek/mini eksperimen terkait getaran,
gelombang, atau cahaya.
● Peserta didik dapat merefleksikan pemahaman mereka tentang getaran, gelombang,
dan cahaya serta keterkaitannya dalam kehidupan.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Getaran: Getaran pada senar gitar, ayunan bandul jam, getaran ponsel.
● Gelombang: Gelombang bunyi dari alat musik, gelombang air laut, gelombang radio
dari siaran radio, gelombang seismik saat gempa bumi, gelombang ultrasonik pada
kelelawar atau USG.
● Cahaya: Pembentukan bayangan di cermin, fenomena pelangi, pembiasan cahaya di
dalam air, penggunaan lensa pada kacamata atau kamera, serat optik dalam
komunikasi.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. Praktik Pedagogik:
● Pembelajaran Berbasis Proyek: Peserta didik akan membuat proyek sederhana
seperti membuat alat peraga gelombang, menghitung frekuensi getaran benda, atau
membuat poster/video tentang pemanfaatan cahaya.
● Diskusi Kelompok: Peserta didik aktif berdiskusi untuk menganalisis hasil
percobaan, memecahkan soal, dan berbagi pemahaman konsep.
● Eksplorasi Lapangan (Modifikasi): Kunjungan virtual atau pengamatan langsung
(jika memungkinkan) ke tempat yang menerapkan konsep getaran, gelombang, atau
cahaya (misalnya ruang kedap suara, taman bermain dengan ayunan, toko alat optik).
● Eksperimen/Demonstrasi: Melakukan berbagai percobaan sederhana (bandul, slinki,
cermin, lensa, prisma) untuk mengamati fenomena getaran, gelombang, dan cahaya.
● Presentasi: Peserta didik mempresentasikan hasil percobaan, proyek, atau penemuan
mereka.
2. Mitra Pembelajaran:
● Lingkungan Sekolah: Laboratorium IPA (jika tersedia), perpustakaan sekolah untuk
referensi, guru mata pelajaran lain (misalnya Matematika), dan sesama peserta didik.
● Lingkungan Luar Sekolah: Ahli fisika lokal (jika memungkinkan diundang sebagai
narasumber), praktisi yang menggunakan teknologi terkait (misalnya teknisi
telekomunikasi, optik), sumber daya alam (misalnya kolam air untuk pengamatan
gelombang air).
● Masyarakat: Mengaitkan fenomena yang dipelajari dengan kejadian sehari-hari di
masyarakat (gempa bumi, alat musik, lampu jalan).
3. Lingkungan Belajar:
● Ruang Fisik: Kelas yang dapat diatur untuk diskusi dan eksperimen kelompok,
laboratorium IPA, area terbuka untuk percobaan gelombang tali.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform simulasi fisika interaktif (PhET Interactive
Simulations, Walter Fendt), video pembelajaran di YouTube, situs web edukasi.
4. Pemanfaatan Digital:
● Perpustakaan Digital: Mengakses jurnal ilmiah sederhana, artikel sains, atau e-book
tentang fisika.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan Google Classroom atau grup chat untuk
berbagi temuan, bertanya, dan memberikan umpan balik pada tugas proyek.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms atau platform kuis online (Kahoot,
Quizizz) untuk asesmen diagnostik atau formatif.
● Kahoot/Mentimeter: Digunakan sebagai kuis interaktif atau media untuk
mendapatkan umpan balik cepat dan anonim.
● Google Classroom: Sebagai pusat untuk berbagi materi, penugasan, pengumpulan
laporan, dan komunikasi.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1:
MENGENAL GETARAN
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mindful Learning: Guru meminta peserta didik untuk menutup mata sejenak dan
mendengarkan suara-suara di sekitar, lalu menebak sumber suara tersebut. Guru
mengaitkan suara dengan getaran.
● Joyful Learning: Guru mendemonstrasikan getaran sederhana (misalnya pegas atau
ayunan bandul yang bergerak bolak-balik) dan meminta peserta didik
mendeskripsikan apa yang mereka lihat. Guru menanyakan "Menurut kalian,
mengapa benda ini bergerak seperti ini?"
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kaitannya dengan fenomena sehari-
hari.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)


Memahami (Meaningful Learning):
● Guru menyajikan konsep dasar getaran, frekuensi, periode, dan amplitudo melalui
tayangan slide atau video animasi.
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (diferensiasi proses:
kelompok heterogen, atau berdasarkan minat untuk eksplorasi lebih lanjut).
● Setiap kelompok diberikan peralatan sederhana (tali, beban, statif) untuk melakukan
percobaan bandul sederhana.
● Guru memberikan lembar kerja panduan percobaan (diferensiasi konten: lembar kerja
dengan tingkat detail yang berbeda, atau video tutorial untuk kelompok yang
membutuhkan visual lebih).
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Peserta didik melakukan percobaan, mengamati, dan mencatat data jumlah getaran
dan waktu.
● Peserta didik menghitung periode dan frekuensi getaran dari data yang mereka
peroleh.
● Guru berkeliling, memberikan bimbingan individual dan memastikan setiap
kelompok memahami konsep dasar.
Merefleksi (Mindful Learning):
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil perhitungan dan penemuan mereka.
● Guru memimpin diskusi tentang hasil percobaan dan kaitannya dengan konsep
getaran. "Apa yang terjadi jika panjang tali diubah?", "Bagaimana pengaruh massa
beban terhadap getaran?"

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Guru mengajak peserta didik menyimpulkan definisi dan besaran-besaran pada
getaran.
● Guru memberikan umpan balik konstruktif atas kinerja kelompok dan pemahaman
konsep.
● Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh getaran lain dalam kehidupan sehari-
hari dan mendeskripsikannya.
PERTEMUAN 2:
MEMAHAMI KONSEP GELOMBANG
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mindful Learning: Guru meminta peserta didik memejamkan mata dan fokus pada
suara yang mereka dengar, kemudian membayangkan bagaimana suara itu merambat.
● Joyful Learning: Guru mendemonstrasikan gelombang pada slinki atau tali, meminta
peserta didik menggambarkan apa yang mereka lihat. Guru dapat menampilkan video
ombak laut atau gelombang di kolam.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)


Memahami (Meaningful Learning):
● Guru menjelaskan pengertian gelombang dan perbedaannya dengan getaran.
● Guru menjelaskan jenis-jenis gelombang (mekanik-elektromagnetik, transversal-
longitudinal) menggunakan ilustrasi atau video animasi yang jelas (diferensiasi
konten: beberapa jenis video/animasi untuk dipilih).
● Peserta didik dibagi dalam kelompok untuk melakukan eksperimen sederhana
menggunakan slinki untuk membedakan gelombang transversal dan longitudinal.
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Peserta didik menggambar bentuk gelombang transversal dan longitudinal, serta
menandai bagian-bagiannya (puncak, lembah, rapatan, renggangan, panjang
gelombang).
● Peserta didik diberikan kasus-kasus fenomena gelombang dan diminta
mengklasifikasikannya.
● Guru berkeliling memberikan bimbingan.
Merefleksi (Mindful Learning):
● Setiap kelompok menjelaskan perbedaan jenis gelombang dan bagian-bagiannya.
● Guru meminta peserta didik menuliskan satu kalimat yang menjelaskan perbedaan
utama antara gelombang dan getaran.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Guru menyimpulkan jenis-jenis gelombang dan karakteristiknya.
● Guru memberikan umpan balik atas pemahaman peserta didik.
● Tugas rumah: mencari contoh gelombang mekanik dan elektromagnetik di sekitar
mereka.
PERTEMUAN 3:
KARAKTERISTIK GELOMBANG DAN GELOMBANG BUNYI

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)


● Mindful Learning: Guru meminta peserta didik fokus pada suara musik yang diputar
pelan, lalu mencoba merasakan getaran yang dihasilkan oleh suara tersebut.
● Joyful Learning: Guru memutar beberapa suara berbeda (nada tinggi, rendah, keras,
pelan) dan meminta peserta didik menebak sumbernya, mengaitkannya dengan
karakteristik bunyi.
● Guru menghubungkan materi sebelumnya dengan cepat rambat gelombang.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)


Memahami (Meaningful Learning):
● Guru menjelaskan rumus cepat rambat gelombang dan contoh perhitungannya.
● Guru membahas karakteristik bunyi (nada, intensitas) dan fenomena resonansi,
gaung, gema.
● Guru menayangkan video singkat tentang aplikasi gelombang bunyi dalam teknologi
(sonar, USG).
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Peserta didik mengerjakan latihan soal perhitungan cepat rambat gelombang secara
berpasangan. (diferensiasi proses: soal dengan tingkat kesulitan bervariasi).
● Peserta didik melakukan percobaan sederhana resonansi dengan garpu tala dan gelas
air.
● Peserta didik berdiskusi tentang bagaimana teknologi sonar bekerja.
Merefleksi (Mindful Learning):
● Guru meminta peserta didik untuk menjelaskan kembali konsep resonansi dengan
kata-kata mereka sendiri.
● Peserta didik berbagi temuan mereka tentang aplikasi gelombang bunyi.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Guru menyimpulkan karakteristik dan perhitungan gelombang, serta aplikasi
gelombang bunyi.
● Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep.
● Tugas rumah: mencari berita atau artikel tentang bencana alam yang berkaitan dengan
gelombang seismik atau tsunami.
PERTEMUAN 4:
SIFAT-SIFAT CAHAYA

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)


● Mindful Learning: Guru meminta peserta didik memfokuskan pandangan pada
cahaya yang masuk dari jendela, mencoba merasakan bagaimana cahaya menerangi
ruangan.
● Joyful Learning: Guru melakukan demonstrasi sederhana dengan senter dan karton
berlubang untuk menunjukkan cahaya merambat lurus. Atau menggunakan cermin
untuk memantulkan cahaya.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)


Memahami (Meaningful Learning):
● Guru menjelaskan sifat-sifat cahaya: merambat lurus, dapat dipantulkan, dapat
dibiaskan.
● Guru menjelaskan hukum pemantulan cahaya dan jenis pemantulan (teratur, baur)
dengan ilustrasi.
● Peserta didik dibagi kelompok untuk melakukan percobaan pemantulan cahaya pada
cermin datar dan mengamati bayangan.
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Peserta didik menggambar proses pembentukan bayangan pada cermin datar.
● Peserta didik diberikan studi kasus tentang aplikasi cermin dalam kehidupan sehari-
hari (spion, periskop).
● Guru berkeliling memberikan bimbingan.
Merefleksi (Mindful Learning):
● Peserta didik berbagi hasil percobaan dan diskusi. "Apa perbedaan bayangan yang
dihasilkan cermin datar dengan cermin cekung/cembung (jika ada pengetahuan
awal)?"
● Peserta didik menuliskan satu pertanyaan tentang cahaya yang masih ingin mereka
ketahui.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Guru menyimpulkan sifat-sifat cahaya dan hukum pemantulan.
● Guru memberikan umpan balik.
● Tugas rumah: mencari contoh-contoh pemantulan cahaya dalam kehidupan sehari-
hari.
PERTEMUAN 5:
PEMBIASAN DAN PERISTIWA CAHAYA

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)


● Mindful Learning: Guru meminta peserta didik untuk mengamati pensil yang
dimasukkan ke dalam gelas berisi air dan menjelaskan apa yang mereka lihat (pensil
terlihat patah).
● Joyful Learning: Guru menayangkan video singkat tentang pelangi atau efek
fatamorgana untuk memicu rasa ingin tahu.
● Guru menghubungkan fenomena pembiasan dengan pengalaman sehari-hari.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)


Memahami (Meaningful Learning):
● Guru menjelaskan konsep pembiasan cahaya (perubahan arah rambat cahaya saat
melewati dua medium berbeda).
● Guru menjelaskan fenomena dispersi cahaya (penguraian cahaya putih menjadi warna
pelangi).
● Guru menjelaskan prinsip kerja alat optik sederhana (lup, mikroskop, kamera) yang
memanfaatkan pembiasan.
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Peserta didik melakukan percobaan pembiasan cahaya menggunakan gelas air dan
senter atau laser.
● Peserta didik menggambar skema pembiasan cahaya.
● Peserta didik secara individu atau berpasangan membuat poster sederhana atau
infografis tentang salah satu alat optik dan prinsip kerjanya. (diferensiasi produk:
pilihan format dan alat).
Merefleksi (Mindful Learning):
● Peserta didik mempresentasikan hasil percobaan atau poster mereka.
● Guru meminta peserta didik untuk menjelaskan mengapa pelangi bisa terjadi.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Guru menyimpulkan konsep pembiasan dan peristiwa cahaya, serta aplikasinya.
● Guru memberikan umpan balik.
● Tugas rumah: menyiapkan presentasi mini proyek/mini eksperimen untuk pertemuan
terakhir.
PERTEMUAN 6:
PEMANFAATAN CAHAYA DAN REFLEKSI

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)


● Mindful Learning: Guru meminta peserta didik untuk mengambil napas dalam-
dalam dan mengingat semua yang telah mereka pelajari tentang getaran, gelombang,
dan cahaya.
● Joyful Learning: Guru memulai dengan kuis interaktif singkat menggunakan Kahoot
atau Mentimeter tentang keseluruhan bab.
● Guru menjelaskan agenda presentasi dan refleksi hari ini.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)


Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Peserta didik mempresentasikan proyek/mini eksperimen mereka (misalnya membuat
periskop sederhana, demonstrasi suara menggunakan gelas berisi air, atau presentasi
infografis tentang serat optik). (diferensiasi proses: presentasi dalam kelompok kecil
atau individu, durasi disesuaikan).
● Peserta didik lain memberikan pertanyaan atau umpan balik positif.
Merefleksi (Mindful Learning):
● Setelah semua presentasi, guru memfasilitasi sesi refleksi umum: "Apa hal yang
paling menarik dari bab ini?", "Bagaimana konsep-konsep ini membantu kalian
memahami dunia di sekitar kita?", "Apa tantangan terbesar dan bagaimana kalian
mengatasinya?".
● Peserta didik menulis jurnal reflektif tentang seluruh proses pembelajaran di bab ini.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan partisipasi peserta didik.
● Guru mengajak peserta didik menyimpulkan keterkaitan antara getaran, gelombang,
dan cahaya dalam kehidupan dan teknologi.
● Peserta didik terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya: Guru dapat
menanyakan: "Setelah mempelajari getaran, gelombang, dan cahaya, topik IPA apa
lagi yang membuat kalian penasaran?", "Apakah ada fenomena alam lain yang ingin
kalian selidiki lebih lanjut?". Ini akan membantu guru merencanakan bab selanjutnya
sesuai minat peserta didik.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN

1. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (SEBELUM PERTEMUAN 1)


● Kuesioner: Untuk mengukur pengetahuan awal peserta didik.
● Soal:
1. Apa yang kamu rasakan atau lihat ketika ponselmu bergetar?
2. Menurutmu, bagaimana suara bisa sampai ke telinga kita?
3. Mengapa pensil yang dimasukkan ke dalam air terlihat seperti patah?
4. Sebutkan satu contoh benda yang bergerak bolak-balik secara teratur!
5. Apa yang kamu ketahui tentang pelangi? Bagaimana pelangi bisa terbentuk?
● Observasi: Mengamati partisipasi peserta didik dalam diskusi awal dan respons
mereka terhadap pertanyaan pemicu.

2. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (SELAMA PERTEMUAN 1-5)


● Diskusi Kelompok: Penilaian keaktifan, kontribusi ide, dan kemampuan berargumen
dalam diskusi kelompok, serta kemampuan berkolaborasi dalam eksperimen.
● Soal (Contoh Rubrik Penilaian Diskusi/Eksperimen):
1. Bagaimana kelompok Anda memastikan data hasil percobaan getaran bandul
akurat?
2. Jelaskan peran setiap anggota kelompok Anda saat melakukan percobaan
gelombang slinki!
3. Apa saja tantangan yang dihadapi kelompok Anda saat memecahkan soal cepat
rambat gelombang dan bagaimana kalian menyelesaikannya?
4. Bagaimana kelompok Anda menjelaskan prinsip kerja USG kepada teman
sekelompok?
5. Identifikasilah dua kesimpulan penting dari percobaan sifat-sifat cahaya yang
kelompok Anda lakukan!
● Tugas Harian: Penilaian lembar kerja hasil percobaan (misal: perhitungan
periode/frekuensi getaran, identifikasi bagian gelombang), hasil klasifikasi
gelombang, atau skema pembiasan cahaya.
● Soal (Contoh untuk Laporan Mini Eksperimen):
1. Tuliskan tujuan dari percobaan yang Anda lakukan!
2. Sebutkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan Anda!
3. Deskripsikan langkah-langkah percobaan Anda secara berurutan!
4. Bagaimana data atau hasil pengamatan Anda mendukung kesimpulan yang Anda
buat?
5. Sebutkan satu hal yang menurut Anda bisa diperbaiki dari percobaan Anda
selanjutnya!
● Presentasi (Mini): Penilaian kemampuan menjelaskan hasil percobaan atau konsep
secara singkat di depan kelas (Pertemuan 1, 2, 3, 4, 5).
● Soal (Contoh untuk Presentasi Mini):
1. Apakah penjelasan Anda tentang konsep getaran/gelombang/cahaya sudah jelas
dan mudah dipahami?
2. Apakah Anda mampu menjawab pertanyaan dari teman atau guru dengan tepat?
3. Apakah Anda menggunakan alat bantu visual (jika ada) secara efektif?
4. Bagaimana cara Anda membuat presentasi ini menarik bagi audiens?
5. Sebutkan satu poin utama yang ingin Anda sampaikan dari presentasi ini!

3. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (PERTEMUAN 6)

● Proyek: Produk akhir berupa proyek sederhana terkait getaran, gelombang, atau
cahaya (misal: model periskop, infografis gelombang bunyi, video demonstrasi
sederhana).
● Soal (untuk evaluasi produk proyek):
1. Apakah proyek yang Anda buat menunjukkan pemahaman konsep
getaran/gelombang/cahaya secara mendalam?
2. Apakah proyek Anda berfungsi dengan baik atau menyampaikan informasi secara
jelas?
3. Apakah ada kreativitas atau inovasi dalam proyek yang Anda hasilkan?
4. Bagaimana proyek ini relevan dengan kehidupan sehari-hari?
5. Apa tantangan terbesar saat membuat proyek ini dan bagaimana Anda
mengatasinya?
● Tes Tertulis: Tes untuk menguji pemahaman konseptual dan kemampuan
perhitungan.
● Soal:
1. Sebuah bandul bergetar 30 kali dalam waktu 15 detik. Hitunglah periode dan
frekuensi getaran bandul tersebut!
2. Jelaskan perbedaan mendasar antara gelombang transversal dan gelombang
longitudinal, berikan masing-masing satu contoh!
3. Mengapa kita dapat melihat bayangan kita sendiri di cermin, tetapi tidak di
dinding? Jelaskan berdasarkan sifat cahaya!
4. Sebuah gelombang memiliki panjang gelombang 4 meter dan frekuensi 5 Hz.
Berapakah cepat rambat gelombang tersebut?
5. Jelaskan mengapa pelangi selalu muncul setelah hujan dan bagaimana proses
pembentukannya terkait dengan sifat cahaya!
● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis refleksi pribadi tentang proses belajar di
seluruh bab.
● Soal (untuk Jurnal Reflektif):
1. Apa konsep yang paling menarik bagi Anda dalam bab getaran, gelombang, dan
cahaya ini, dan mengapa?
2. Sebutkan satu kegiatan (percobaan/diskusi/proyek) yang paling membantu Anda
memahami materi ini, dan jelaskan alasannya!
3. Apa kesulitan terbesar yang Anda alami selama mempelajari bab ini, dan
bagaimana Anda mengatasinya?
4. Bagaimana pengetahuan tentang getaran, gelombang, dan cahaya mengubah cara
Anda memandang fenomena di sekitar Anda?
5. Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut atau tingkatkan dari materi ini di masa
mendatang?

Mengetahui, Salatiga , Januari 2026


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Zamroni Cholid, S. S., M. Pd. Purnomowati, S. Pd.


NIP. 197102062002121008 NIP. 196803151990032007

Anda mungkin juga menyukai