0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan15 halaman

Rencana Pembelajaran Geografi Kelas X

Dokumen ini merupakan rencana pembelajaran IPS (Geografi) untuk kelas X/E yang mengintegrasikan kolaborasi dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat. Tujuan pembelajaran mencakup analisis konsep geografi dan penerapannya dalam kehidupan nyata, menggunakan metode EXO OLO Task untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi dan komunikasi siswa. Asesmen dilakukan melalui berbagai bentuk, termasuk asesmen awal, formatif, dan sumatif untuk mengukur pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dasar geografi.

Diunggah oleh

sawardifaldo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan15 halaman

Rencana Pembelajaran Geografi Kelas X

Dokumen ini merupakan rencana pembelajaran IPS (Geografi) untuk kelas X/E yang mengintegrasikan kolaborasi dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat. Tujuan pembelajaran mencakup analisis konsep geografi dan penerapannya dalam kehidupan nyata, menggunakan metode EXO OLO Task untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi dan komunikasi siswa. Asesmen dilakukan melalui berbagai bentuk, termasuk asesmen awal, formatif, dan sumatif untuk mengukur pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dasar geografi.

Diunggah oleh

sawardifaldo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

YANG MENGINTEGRASIKAN RUMAH PENDIDIKAN

Penyusun : Eva Yanti


Institusi : Universitas Negeri Padang
Mata Pelajaran : IPS (Geografi)
Kelas / Fase :X/E
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

Dimensi Profil Lulusan • Keimanan dan ketakwaan terhadap tuhan Yang Maha Esa
• Penalaran Kritis
Identifikasi
• Kolaborasi
• Komunikasi

Tujuan Pembelajaran Peserta didik diharapkan mampu untuk:


1. Menganalisis konsep-konsep esensial geografi, prinsip penyebaran, dan
kronologi serta contoh terapannya.
2. Dapat dilatih menerapkan konsep-konsep geografi untuk mengolah
informasi keberagaman wilayah fisik dan sosial, termasuk distribusi serta
persamaan dan perbedaan.
3. Pembelajaran tekanan kemampuan menganalisis fenomena geografi secara
Desain
spasial dalam kehidupan nyata.
Pembelajaran

Praktik Pedagogis Pembelajaran EXO OLO Task (berbasis eksplorasi, kolaborasi, dan refleksi).

Kemitraan Pembelajaran Kolaborasi dengan lingkungan sekolah: Guru mata pelajaran lain (sejarah,
sosiologi, biologi, TIK), perpustakaan.
Kolaborasi dengan lingkungan luar sekolah: dinas lingkungan hidup dan komunitas
lokal peduli lingkungan.

Kolaborasi dengan masyarakat: Orang tua, tokoh masyarakat yang memiliki


pengetahuan terkait geografi lokal.

Lingkungan Pembelajaran Kelas yang fleksibel (dapat diatur untuk diskusi kelompok, presentasi),
perpustakaan sekolah dengan koleksi buku geografi dan peta, laboratorium
komputer (untuk akses internet dan perangkat lunak SIG sederhana jika ada).

Lingkungan luar sekolah seperti halaman sekolah atau sekitar tempet tinggal siswa
untuk observasi langsung fenomena geosfer.

Pemanfaatan Digital • PowerPoint / Canva untuk menyajikan konsep geografi.


• Prezi untuk menyajikan sejarah geografi.
• Video edukatif atau animasi mengenai contoh 10 konsep geografi
(kelingkungan dan kewilayahan).

Kegiatan 1

Awal (Pendahuluan) a. Orientasi


1) Memberikan salam dan menyapa Murid.
2) Mengajak Murid untuk berdoa.
Pengalaman 3) Menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Belajar 4) Memeriksa kehadiran Murid.
5) Perhatikan kondisi dan kebersihan kelas supaya belajar berjalan dengan
nyaman
b. Apersepsi
1) Reflesi pembelajaran sebelumnya
2) Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik yang berkaitan dengan
materi yang ingin di sampaikan seperti “Apa itu konsep geografi?”
(Bermakna)

c. Motivasi
1) Guru memberikan penguatan motivasi untuk meningkatkan kesadaran
intrinsik untuk belajar. (Berkesadaran)
d. Pemberian acuan (Berkesadaran)
1) Guru menyampaikan gambaran materi yang akan dipelajari.
2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
3) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari.

Inti SINTAK MODEL PEMBELAJARAN EXO OLO TASK


A. Penguatan Konsep (berkesadaran) (memahami)
1. Guru menampilkan ppt dan video mengenai materi Menganalisis konsep dasar
geografi dan meminta siswa untuk menguasainya/memahami.
2. Guru menjelaskan pengertian mitigasi dan adaptasi bencana alam dalam konteks
kajian geografis, termasuk kata kunci yang menjadi acuan materi yang
memengaruhinya.
3. Secara bergantian siswa menjelaskan arti kata kunci. (penalaran kritis)
4. Siswa menuliskan beberapa konsep hasil dari penguatan guru.

B. EXO TASK (mengaplikasikan)


1. Siswa dibagi ke dalam pasangan (kolaborasi)
2. Siswa yang berpasangan diberikan soal dan mengerjakan soal yang diberikan
guru. (penalaran kritis)
3. Setiap pasangan diminta salah satu perwakilan untuk menyampaikan jawaban
hasil diskusi di depan kelas. (komunikasi)
4. Guru memberi penguatan konsep berdasarkan materi.
(soal pilihan ganda)
C. OLO TASK (mengaplikasikan)
1. Siswa dibagi ke dalam kelompok 4-5 orang. (kolaborasi)
2. Siswa menganalisis soal pilihan ganda yang diberikan guru yang berkaitan
dengan materi. (penalaran kritis)
3. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.(komunikasi)
4. Guru menilai hasil analisis dan presentasi.
(guru membahas soal secara mendalam)
D. REFLECTION
1. Guru meminta siswa menyampaikan hal positif apa yang di dapatkan selama
pembelajaran
2. siswa diminta untuk menuliskan pengalaman pembelajaran yang menarik di stick
notes

Penutup 1) Guru meminta salah satu peserta didik untuk menceritakan hal yang menarik
dari pembelajaran hari ini
2) Refleksi hasil
3) Guru bersama murid merefleksikan proses belajar pada pertemuan kali ini
melalui aplikasi Quizizz. (merefleksi)

Kegiatan 2

Awal (Pendahuluan)

Inti

Penutup

Dan seterusnya
1) Asesmen
a) Asesmen Awal
Guru menggunakan fitur “Asesmen” di Ruang GTK atau Google Form untuk mengukur kemampuan awal murid
tentang konsep-konsep dasar geografi. Aspek yang diukur dalam asesmen awal ini meliputi:
1. Pemahaman murid terhadap apa yang dimaksud dengan konsep dalam geografi.
2. Pengetahuan awal tentang apa saja konsep-konsep dasar geografi.
3. Pemahaman sederhana tentang manfaat utama mempelajari konsep geografi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain asesmen awal tersebut, guru juga dapat melakukan asesmen literasi geografi dengan memanfaatkan ruang
GTK pada menu AKM kelas pada asasmen.

b) Asesmen Formatif
Asesmen formatif dilakukan selama proses pembelajaran model EXO OLO Task untuk menilai pemahaman
konsep, keterampilan kolaborasi, dan sikap tanggung jawab murid.
Asesmen Bentuk dan Instrumen:
Pembelajaran
• Observasi aktivitas murid selama diskusi kelompok dan presentasi hasil EXO dan OLO Task.
• Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berisi soal pilihan ganda konsep-konsep dasar geografi.
• Kuis digital (Quizizz atau Kahoot) untuk mengukur penguasaan konsep-konsep dasar geografi.

c) Asesmen Sumatif
Asesmen sumatif dilakukan di akhir pembelajaran setelah kegiatan EXO dan OLO Task selesai.
Asesmen ini bersifat alternatif dan tidak hanya berupa tes tertulis, melainkan juga penilaian terhadap produk
hasil belajar murid.
Bentuk Asesmen:
1. Produk dan Presentasi Kelompok:
• Kelompok menyajikan hasil melalui presentasi menggunakan Google Slides atau Canva, dilengkapi
interpretasi Google Earth untuk visualisasi ruangan. Produk dinilai berdasarkan kesesuaian tema,
keindahan, komunikatif, dan penerapan konsep geografi yang tepat.
• Infografis digital yang menguraikan 10 konsep esensial geografi serta penerapannya dalam fenomena
geosfer lokal.

2. Tes Sumatif Singkat:


• 5–10 soal pilihan ganda dan 1 soal uraian singkat untuk mengukur pemahaman konsep.

2) Pengayaan dan Remedial


a) Pengayaan
Murid yang telah mencapai ketuntasan diberi kesempatan untuk membuat esai tentang 10 konsep esensial
geografi dengan contoh interaksi manusia-lingkungan di Indonesia. Siswa membuat peta mental map dari
rumah ke sekolah sambil menerapkan konsep lokasi, pola, dan distribusi, lalu mengunggahnya ke Ruang GTK
atau media kelas.
b) Remedial
Bagi murid yang belum tuntas, guru memberikan bimbingan ulang melalui video pembelajaran singkat dan
diskusi tambahan menggunakan LKPD sederhana untuk memperkuat pemahaman dasar tentang konsep-
konsep dasar geografi.
Lampiran 1 Materi Pembelajaran

A. Pengertian Geografi
Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi dan segala fenomenanya,
termasuk interaksi antara manusia dan lingkungannya Kata "geograti" sendiri
berasal dari bahasa Yunanı, yaitu "geo" yang berarti bumi dan "graphein" yang
berarti tulisan atau gambaran. Jadı, secara hartiah, geografi adalah gambaran
tentang bumi.

Apa yang dipelajari dalam geografi?


Geografi tidak hanya sekadar menghafal nama-nama ibu kota atau gunung. Ilmu
ini jauh lebih luas dan mendalam, mencoba memahami:
1. Pola Spasial: Mengapa suatu fenomena (misalnya, hujan, penduduk, atau
industri) tersebar seperti yang kita lihat di permukaan bumi. Ini mencakup
lokası, distribusı, dan hubungan antar lokası.
2. Karakteristik Tempat: Apa yang membuat suatu tempat unik, baik dari
segi fisik (ıklım, topografi, vegetası) maupun manusia (budaya, ekonomi,
politik).
3. Hubungan Manusia-Lingkungan: Bagaimana manusia. memengaruhi
dan dipengaruhi oleh Iingkungan alam, serta bagaimana mereka
berinteraksi satu sama lain dalam konteks ruang.
4. Proses Geomorfologi: Proses-proses alami yang membentuk permukaan
bumi, seperti erosi, pelapukan, vulkanisme, dan tektonisme.
5. Fenomena Sosial dan Budaya: Pola persebaran penduduk, migrası,
urbanisasi, penggunaan lahan, dan berbagai aspek budaya yang terkait
dengan ruang.
B. Konsep-konsep dasar geografi
Untuk memahami geografi, ada beberapa konsep yang penting kita pahami:
1. Konsep Lokasi
Konsep Lokasi, yaitu letak suatu fenomena dimuka bumi, lokasi dibagi
menjadi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relative. Lokasi absolut
menunjukan letak yang tetap terhadap simtem grid atau koordinat. Untuk
menentukan lokasi absolut digunakan sistem koordinat garis lintang dan
garis bujur yang biasa disebut letak geografis ekonomis. Letak absolut
bersifat tetap. Lokasi relative adalah lokasi yang menunjukan letak
terhadap sekitarnya. Lokasi relative dapat memberi arti yang sangat
menguntungkan dan merugikan.
Contoh:
1) Lokasi Absolute Indonesia terletak di antara 6ª LU-11°LS dan
antara 95° BT-141 BT.
2) Lokasi Relatif: Indonesia terletak diantara dua samudra dan dua
benua, serta dilalui oleh dua jalur pegunungan dunia.
2. Konsep jarak
Konsep Jarak Merupakan jarak antar suatu tempat. Ada jarak absolute
(yang bisa diukur dengan satuan ukuran) dan jarak relative (dikaitkan
dengan faktor waktu, ekonomi, dan psikologis.
Contoh:
1) Jarak Relatif: Jarak yang ditempuh antara Indonesia ke Cina adalah
8 Jam. Namun ada yang mengatakan bahwa jarak yang ditempuh
dari Indonesia ke Cina adalah 50 jam. 8 Jam ditempuh dengan
pesawat terbang dan 50 jam ditempuh dengan kapal laut. Jadi
konsep jarak ini dinamakan konsep jarak relative.
2) Jarak absolut Jarak antara Indonesia ke Cina adalah 3129 Mil.
Jarak ini telah memiliki standar mutlak dan tidak dapat
diumpamakan.
3. Konsep keterjangkauan
Keterjangkauan adalah konsep geografi yang terkait dengan mudah
tidaknya seseorang dalam mencapai suatu lokasi. Dengan kata lain,
keterjangkauan disebut juga akesesibilitas. Konsep ini sangat terkait
dengan kondisi alam, kemajuan ilmu pengetahuan, kemajuan ekonomi,
dan sarana transportasi, contohnya adalah daerah yang dilalui lintasan rel
kereta api cenderung memiliki keterjangkauan yang lebih baik
dibandingkan daerah yang tidak dilalui lintasan rel kereta api.
4. Konsep pola
Pola adalah konsep geografi yang berkaitan dengan bentuk persebaran
yang teratur pada fenomena geografi dalam ruang. Contohnya adalah pola
persebaran gungung berapi, pola pemukiman masyarakat di pesisir sungai,
dan lain sebagianya.
5. Konsep Morfologi
Morfologi adalah konsep geografi yang terkait dengan bentuk permukaan
bumi, konsep ini sangat dipengaruhi olch 2 tenaga yang berperan dalam
proses pembentukan. bumi, yaitu tenaga eksogen (seperti crosi,
sedimentasi, pelapukan) dan tenaga endogen (seperti pembentukan
gunung, lembah, sungai dan laut).
6. Konsep Aglomerasi
Aglomerasi adalah konsep esensial geografi yang memperhatikan
kecenderungan persebaran geografis yangg mengelompok di suatu
tempat. Contohnya, wilayah pedesaan yang mayoritas dihuni oleh
masyarakat petani (agraris) atau perumahan Polri yang warganya
merupakan kelompok orang-orang yang bekerja di kepolisian.
7. Konsep Nilai Kegunaan
Nilai kegunaan merupakan salah satu konsep esensial geografi yang
terkait dengan fungsi kegunaan fenomena dan sumberdaya. Contohnya
wilayah pegunungan mempunyai nilai kegunaan lebih tinggi bagi para
petani dibandingkan para nelayan, atau ombak tinggi menjadi nilai lebih
tinggi bagi para peselancar dibandingkan para nelayan.
8. Konsep Interaksi
Interaksi adalah konsep geografi yang berkaitan dengan ketergantungan
suatu objek geografi dengan objek lainnya. Contohnya cuaca dingin di
Eropa membuat masyarakatnya membutuhkan rempah-rempah untuk
menghangatkan tubuh, sementara masyarakat Indonesia yang hidup di
daerah tropis membutuhkan kulkas untuk menyimpan makanannya.
9. Konsep Diferensiasi Area
Differensiasi area adalah fenomena yang menyebabkan suatu wilayah
memiliki nilai yang berbeda dengan wilayah lainnya. Konsep esensial
geografi ini juga terkait dengan nilai ekonomi. Contohnya harga tanah di
pinggir jalan akan lebih mahal dibandingkan harga tanah yang berada agak
masuk atau jauh dari jalan.
10. Konsep Keterkaitan Ruang
Keterkaitan ruang merupakan konsep dasar geografi yang menyebabkan
keterkaitan antara gejala dan fenomena dalam suatu ruang. Contohnya,
orang yang tinggal di Rusia akan membutuhkan pakaian tebal karena
cuaca yang dingin. Sedangkan orang yang tinggal di Indonesia
membutuhkan pakaian yang tipis dan mudah menyerap keringat karena
cuacanya panas.
Lampiran 2
Tugas diskusi

Soal EXO TASK


1. Konsep geografi yang menjelaskan posisi suatu tempat relatif terhadap
titik acuan lain disebut...
A. Pola
B. Morfologi
C. Lokasi
D. Aglomerasi
E. Interaksi

2. Pengelompokan padat fenomena di wilayah tertentu seperti


pemukiman kota merupakan konsep...
A. Jarak
B. Keterjangkauan
C. Aglomerasi
D. Nilai kegunaan
E. Diferensiasi wilayah

3. Susunan atau penyebaran fenomena di permukaan bumi seperti


pemukiman yang memanjang mengikuti sungai menggambarkan
konsep...
A. Lokasi absolut
B. Pola keruangan
C. Morfologi fisik
D. Interelasi wilayah
E. Keterkaitan ruang

4. Bentuk fisik permukaan bumi akibat proses geologi seperti


pegunungan atau lembah termasuk dalam konsep...
A. Distribusi
B. Morfologi
C. Interaksi manusia-lingkungan
D. Nilai kegunaan
E. Deskripsi wilayah

5. Penduduk cenderung mengelompok di dataran rendah subur untuk


pertanian dan pemukiman. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui
konsep...
A. Lokasi dan pola
B. Morfologi dan jarak
C. Aglomerasi dan nilai kegunaan
D. Keterjangkauan dan diferensiasi
E. Interaksi dan distribusi

Kunci soal :
1. C
2. C
3. B
4. B
5. C
Soal OLO TASK

1. Pola pemukiman penduduk memanjang mengikuti sungai


disebabkan faktor morfologi datar dan akses air. Analisis konsep
geografi yang paling dominan dalam fenomena ini adalah...
A. Lokasi absolut dan jarak
B. Pola dan morfologi
C. Aglomerasi dan nilai kegunaan
D. Interaksi dan keterjangkauan
E. Diferensiasi dan distribusi
2. Pengelompokan industri di kawasan industri menunjukkan
aglomerasi karena efisiensi biaya. Komponen konsep yang
dianalisis dari fenomena ini adalah hubungan antara...
A. Lokasi dan pola
B. Morfologi dan interaksi
C. Aglomerasi dan nilai kegunaan
D. Jarak dan diferensiasi wilayah
E. Keterjangkauan dan keterkaitan
3. Strategi pembangunan jalan tol untuk mengurangi jarak efektif
antar kota dievaluasi paling efektif berdasarkan konsep...
A. Morfologi dan pola
B. Lokasi dan aglomerasi
C. Jarak dan keterjangkauan
D. Interaksi dan distribusi
E. Nilai kegunaan dan diferensiasi
4. FT 4. Pemukiman kumuh di pinggir kota dievaluasi sebagai akibat
buruk dari konsep aglomerasi tanpa perencanaan nilai kegunaan
yang tepat. Dampak negatif yang paling signifikan adalah...
A. Peningkatan pola keruangan
B. Penurunan morfologi wilayah
C. Degradasi lingkungan dan sosial
D. Perubahan lokasi absolut
E. Pengurangan interaksi wilayah
5. Rencana pengembangan desa wisata dengan mengintegrasikan
konsep lokasi strategis, pola pemukiman tradisional, dan interaksi
ekonomi lokal merupakan strategi penciptaan nilai kegunaan
melalui...
A. Aglomerasi dan morfologi
B. Diferensiasi wilayah dan jarak
C. Keterkaitan keruangan dan keterjangkauan
D. Pola dan distribusi fenomena
E. Integrasi 10 konsep dasar secara holistik

Kunci soal :
1. B
2. C
3. C
4. C
5. E

Anda mungkin juga menyukai