RKJM SD Negeri Negarajati 2022-2025
RKJM SD Negeri Negarajati 2022-2025
( RKJM )
SD NEGERI NEGARAJATI 03
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KABUPATEN CILACAP
2022
LEMBAR PENGESAHAN
Selanjutnya RKJM ini disahkan untuk dapat digunakan oleh SD Negeri Negarajati 03 tahun
2022 - 2025.
i
KATA PENGANTAR
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab IV pasal
10 menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan, membimbing, dan
mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.
Selain itu Pasal 11 ayat (1) menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan
layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga
negara tanpa diskriminasi. Departemen Pendidikan Nasional berwenang menetapkan Standart
Kompetensi, Standart Kompetensi Lulusan untuk setiap jenjang pendidikan maupun Kompetensi Dasar
bagi setiap mata pelajaran, Pengembangan perangkat pembelajaran, seperti Kalender Pendidikan,
Program Tahunan, Program Semester, Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran serta Sistem
Penilaian merupakan kewenangan Pemerintah Daerah serta Sekolah.
Dalam rangka untuk keterlaksanaan kegiatan di tingkat satuan pendidikan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kebijakan Pemerintah, maka kami susun Rencana
Kerja Jangka Menengah ( RKJM ) sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas sebagai Kepala
Sekolah.
Akhirnya kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena Rahmat, Taufik serta
Hidayah_Nya kami mampu menyelesaikan Rencana Kerja Jangka Menengah ( RKJM ) ini.
Atas kekurangan dalam penyusunan ini kami mohon masukan konstruktif guna perbaikan
dimasa yang akan datang.
ii
DAFTAR ISI
Halaman Judul.......................................................................................................................... i
Lembar Pengesahan .................................................................................................................
Kata Pengantar ......................................................................................................................... ii
Daftar Isi................................................................................................................................... iii
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki system yang kompleks dan dinamis. Dalam
kegiatannya sekolah bukan hanya sekedar tempat berkumpul guru dan murid melainkan berada
dalam satu tatanan system yang saling berkaitan, oleh karena itu sekolah dipandang sebagai suatu
organisasi yang membutuhkan pengelolaan.
Secara internal sekolah memiliki perangkat guru, murid, kurikulum dan sarana prasarana.
Secara eksternal sekolah memiliki hubungan dengan intansi lain dan masyarakat. Oleh karena itu
sekolah memerlukan managemen yang akurat agar dapat memberikan hasil yang optimal.
Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai
dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta pada gilirannya lulusan sekolah diharapkan dapat
memberikan kontribusi kepada pembangunan [Link] demikian salah satu upaya untuk
meningkatkan mutu pendidikan, sekolah harus melakukan perencanaan yang sesuai dengan
kebutuhan. Untuk kepentingan hal ini , maka sekolah menyusun serangkaian kegiatan yang akan
dicapai dalam jangka waktu tertentu.
Kondisi ideal yang diharapkan dalam sebuah lembaga pendidikan khususnya SDN
Negarajati 03 Kecamatan Cimanggu adalah terselenggaranya pelayanan pendidikan yang dapat
memenuhi ketentuan dari PP 19 tahun 2007 tentang Standar Nasional Pendidikan dengan
pemenuhan 8 standar nasional pendidikan yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan, standar
proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar, pengelolaan, standar sarana dan
prasarana, standar penilaian dan standar pembiayaan.
Aka tetapi kondisi yang ada yang dialami oleh SDN Negarajati 03 hingga saat ini belum
dapat memenuhi dari apa yang disyaratkan oleh ketetntua PP 19 tahun 2007. Dari kedelapan standar
belum semua memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Setiap standar masih ada bagian-bagian yang
masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan agar dapat mencapai standar nasional. Berangkat dari
kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang ada di sekolah kami maka kami susun program
kegiatan/kerja untuk dapat mencapai kondidi yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu yaitu
selama empat tahun. Program kerja 4 tahunan ini kami namakan dengan Rencana Kerja Jangka
Menengah
Rencana Kerja Jangka Menengah ini sebagai acuan Pendidikan di satuan pendidikan dan
sebagai dasar untuk melaksanakan proses pendidikan serta untuk meningkatkan mutu pendidikan
dalam usaha mencerdaskan anak bangsa di SD Negeri Negarajati 03 pada khususnya dan di Negara
Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya. Rencana Kerja Sekolah ini diharapkan dapat menjadi
pedoman dan tuntunan arah langkah bagi seluruh sumber daya manusia di Sekolah Dasar Negeri
Negarajati 03 dalam mengembangkan berbagai kegiatan pembelajaran yang lebih operasional serta
mampu mewujudkan keunggulan sekolah secara akademik maupun non akademik.
Rencana Kerja Jangka Menengah disusun untuk panduan pelaksanaan program selama 4
tahun ke depan. Penyusunan program ini dimaksudkan untuk mengembangkan 8 standar nasional
pendidikan yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan
tenaga kependidikan, standar, pengelolaan, standar sarana dan prasarana, standar penilaian dan
standar pembiayaan. Penyusunan program peningkatan mutu dilaksananakan dengan
1
mempertimbangkan
2
masukan dari pemangku kepentingan pendidikan yaitu semua dewan guru, komite sekolah dan
unsur dinas pendidikan . Penyususnan RPMS juga dilakukan melalui proses analisis lingkungan
baik internal maupun eksternal dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan yang ada.
Disamping itu juga mempertimbangkan hasil evaluasi diri sekolah serta analisis kebutuhan sekolah.
B. Landasan Hukum
Rencana Kerja Jangka Menengah SDN Negarajati 03 ini dilandasi oleh kebijakan-kebijakan yang
dituangkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai berikut:
a. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
b. Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2013 tentang Perubahan atas UU RI
Nomor 19 tahun 2009 tentang Standar Nasional Pendidikan;
d. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar
dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah;
e. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Buku Teks
Pelajaran dan Buku Panduan Guru untuk Pendidikan Dasar dan Menengah;
f. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 69 Tahun 2013 tanggal 5 Desemeber 2013 Tentang
Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa Dan Sastra Daerah Pada Jenjang Satuan Pendidikan Dasar
dan Menengah;
g. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 57 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013
Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah;
h. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah;
i. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstra
Kurikuler pada Pendidikan Dasar dan Menengah;
j. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan
Kepramukaan sebagai Ekstra Kurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Menengah;
k. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran
pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
l. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan
dan Konseling;
m. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil
Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
n. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar
Kompetensi Lulusan;
o. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi;
p. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses;
q. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian;
r. Permendikbud Nomor 4 Tahun 2018 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan
dan Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah.
s. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 37 Tahun 2018 tentang KI dan KD
Kurikulum 2013
3
C. Maksud dan Tujuan
1. Maksud
Rencana Peningkatan Mutu Sekolah ini dibuat dengan maksud :
a. Sebagai acuan bagi sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran
b. Dapat digunakan sebagai panduan bagi sekolah dalam menentukan kebijakan sekolah
c. Sebagai sumber inspirasi bagi seluruh warga sekolah dalam memajukan pendidikan
d. Sebagai tolak ukur bagi keberhasilan pendidikan baik akademik maupun non akademik
2. Tujuan
a. Menjamin agar perubahan atau tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan
tingkat kepastian yang tinggi dan resiko kecil.
b. Tersedianya panduan bagi sekolah dalam memanfaatkan subsidi baik subsidi dari
pemerintah maupun dari nonpemerintah.
c. Pedoman untuk terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah,
antar sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten dan antar waktu
d. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan
berkelanjutan
e. Dapat dijadikan tolak ukur bagi keberhasilan implementasi berbagai program peningkatan
mutu pendidikan di sekolah
f. Membantu sekolah dalam menyusun anggaran secara bijaksana untuk meningkatkan kualitas
pendidikan
g. Untuk memberikan gambaran keadaan sekolah secara menyeluruh di masa empat tahun
mendatang
h. Sebagai pedoman dalam menemukan arah kebijakan sekolah dan landasan komitmen
bersama seluruh komponen sekolah.
i. Sebagai acuan dalam menentukan skala prioritas program sekolah.
j. Untuk memacu peningkatan prestasi sekolah dalam bentuk pengembangan fisik maupun non
fisik
k. Untuk membangkitkan partisipasi orang tua dan masyarakat dalam upaya berinteraksi secara
aktif dalam pengembangan program sekolah.
l. Untuk mendorong pemerintah dan instansi terkait lainnya agar memberikan pembinaan
maupun kerjasamanya dalam program pengembangan sekolah.
D. Metode Penyusunan
1. Pemahaman bersama pengetahuan Rencana Peningkatan Mutu Sekolah kepada semua warga
sekolah.
2. Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu Sekolah melalui diskusi dan musyawarah bersama
guru dan komite sekolah
3. Sosialisasi Rencana Peningkatan Mutu Sekolah kepada wali murid atau masyarakat pada
umumnya dan semua pihak ( stake holder ) yang berkepentingan terhadap sekolah.
4
E. Kerangka Pemikiran
1. Kesinambungan Antar Program
Penyelenggaraan pendidikan berjalan dengan efektif dan efisien serta terarah diperlukan
perencanaan yang baik. Program dan perencanaan disusun bertahab dan hirarkhis. Bertahab
dimaksudkan bahwa program disusun berdasarkan waktu pencapaian, dicapai dalam waktu satu
tahun ( Rencana Kerja Tahunan ), Program yang diselesaikan selama kurun waktu 4 (empat)
tahun disebut Rencana Kerja Jangka menengah ( RPMS ), sedangkan jika selesai mebutuhkan
waktu 8 (delapan) tahun atau lebih disebut Program jangka Panjang. Rencana Kerja Tahunan,
Rencana Peningkatan Mutu Sekolah saling kerkaitan dan berkelanjutan. Keberhasilan Rencana
Kerja Tahunan akan berpengaruh terhadap Rencana Peningkatan Mutu, dan keberhasilan
Rencana Peningkatan Mutu Sekolah akan memberikan dampak keberhasilan rencana Program
jangka Panjang.
Rencana Peningkatan Mutu Sekolah merupakan rencana yang disusun untuk kerja selama
4 (empat ) tahun. RPMS ini meliputi pelaksanaan 8 standar yaitu standat isi, SKL, proses,
sarana prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, pengelolaan, penilaian , pembiayaan.
Penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah sesuai amanat dari Peraturan Menteri
Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar
dan Menengah merupakan gambaran tujuan yang akan dicapai oleh satuan pendidikan dalam
kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan
perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan. RPMS sebagai salah satu
proses dan prosedur pengelolaan sekolah untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat,
melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan ketersediaan sumber daya. Selain dari pada
itu RPMS merupakan dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan untuk
mencapai tujuan dan sasaran sekolah yang telah ditetapkan.
Materi dasar penyusunan RPMS adalah hasil Evaluasi Diri Sekolah (RAPOR MUTU
SEKOLAH) berkaitan dengan 8 (delapan) standar pendidikan yang telah ditetapkan acuannya
dalam Peraturan Pemerintah RI No 19 Th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)
Pasal 2 ayat (1) yaitu meliputi: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar
pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar
pembiayaan serta standar penilaian. Dari delapan standar tersebut jika belum memenuhi angka
minimal maka sekolah harus memprioritaskan rencana kerja pada aspek-aspek yang belum
memenuhi SNP.
SD Negeri Negarajati 03 pada awal didirikan masih jauh dari standar yang diatur dalam
Standar Nasional Pendidikan (SNP) maupun Standar Pelayanan Minimal (SPM).
B. Kondisi Sekarang
Analisis kondisi saat ini menggambarkan tingkat ketercapaian pelaksanaan program dengan
segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Keberhasilan saat ini akan menjadi pedoman dan
petunjuk waktu yang akan datang , sedangkan kekurangan merupakan kesenjangan antara harapan
dan kenyatan yang ada sehingga perlu direfleksi aktor ketidak berhasilan dan menjadikan progran
bagi waktu/tahun berikutnya. Berikut secara lengkap digambarkan analisis kondisi saat ini yang
meliputi 8 standar nasional pendidikan .
Berdasarkan hasil Rapot Mutu Sekolah Tahun 2024 di SD Negeri Negarajati 03 Jika
dibandingkan dengan SNP maka kondisi saat ini dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Berdasarkan gambar 2.1 pemenuhan belum meliputi seluruh komponen standar Kompetensi
Lulusan masih ada yang belum memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 3,79 poin. Aspek-aspek
yang perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu pada indicator lulusan memiliki kompetensi
pada dimensi pengetahuan.
5
2. Standar Isi
2.2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan sesuai prosedur 5.38
Berdasarkan gambar 2.2 sebagian besar pemenuhan komponen standar isi belum memenuhi
SNP dengan nilai rata-rata 5,49 poin. Semua Indikator dalam standar isi perlu ditingkatkan untuk
memenuhi SNP. Adapun Indikator tersebut adalah Perangkat pembelajaran sesuai rumusan
kompetensi lulusan, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan sesuai prosedur,
Sekolah melaksanakan kurikulum sesuai ketentuan.
3. Standar Proses
3.3. Pengawasan dan penilaian otentik dilakukan dalam proses 6.6
Pembelajaran
Tabel 2.3. Analisis Standar Proses
Berdasarkan gambar 2.3 pemenuhan standar Proses sudah menuju SNP 4 dengan nilai rata-
rata 6,61 . Indikator yang perlu ditingkatkan adalah proses pembelajaran dilaksanakan dengan
tepat.
Berdasarkan gambar 2.4 Standar Penilaian pendidikan Sudah memenuhi SNP 4 dengan nilai
rat-rata 6,38 dengan kategori bintang 4 (SNP 4). Indikator yang perlu ditingkatkan adalah
Instrumen penilaian menyesuaikan aspek dan penilaian dilakukan
6
5.1. Ketersediaan dan kompetensi guru sesuai ketentuan 3.4
7
5.2. Ketersediaan dan kompetensi kepala sekolah sesuai ketentuan 6.56
Berdasarkan gambar 2.5 pemenuhan belum meliputi seluruh komponen rata-rata mendapat
bintang dua bahkan ada yang mendapat nilai 0. Hal ini dikarenakan sekolah belum memiliki
tenaka kependidikan yang standar seperti tenaga administrasi tidak sesuai dengan ketentuan dan
sekolah belum memiliki tenaga laboran sesuai dengan ketentuan.
6.2. Sekolah memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang lengkap 2.49
dan layak
6.3. Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendukung yang lengkap dan 2.49
Layak
Gambar 2.6. Analisisi Standar Sarana dan Sarana Pendidikan
Berdasarkan gambar 2.6 pemenuhan belum meliputi seluruh komponen standar sarana dan
prasarana masih ada yang belum memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 3,45 poin. Aspek-aspek
yang perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu adalah Kapasitas daya tamping sekolah, sarana
dan prasarana pembelajaran yang lengkap dan layak dan sarana pendukung yang lengkap dan
layak.
Kepemimpinan
7.4. Sekolah mengelola sistem informasi manajemen 7
Berdasarkan gambar 2.7 pemenuhan belum meliputi seluruh komponen Standar Pengelolaan
Pendidikan masih ada yang belum memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 6,36 poin. Aspek-aspek
yang perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu Kepala sekolah berkinerja baik dalam
melaksanakan tugas kepemimpinan.
8. Standar Pembiayaan
Nomor Standar/Indikator/SubIndikator Nilai Kategori
8 Standar Pembiayaan 6.2
8
8.1. Sekolah memberikan layanan subsidi silang 6.99
2. Standar Isi
Kurikulum SD Negarajati 03 seperti konselor dan narasumber. Orientasi kurikulum juga harus
mendukung mata pelajaran yang di UN-kan. Selain itu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah harus
dapat melibatkan seluruh siswa terlebih kelas 1 dan kelas 2.
2. Standar Proses
Tantangan yang ada pada muatan standar proses diantaranya:
a. Penyusunan RPP oleh guru dikembangkan dengan tidak hanya mengacu pada silabus saja
akan tetapi juga berorientasi pada kondisi sekolah dan peserta didik.
b. Optimalisasi pemanfaatan lingkungan sekolah dan perpustakaan sebagai sumber belajar oleh
segenap warga sekolah
c. Peningkatan pengelolaan kelas dengan baik, berkualitas dan menyenangkan sehingga anak
didik lebih bahagia dalam belajar dan mencapai ketuntasan minimal mulai dari kelas 1 sampai
dengan kelas 6.
9
b. Meningkatkan kualitas dan memvasilitasi seluruh guru kelas dalam mencapai kompetensi
yang dipatok oleh SNP
10
5. Standar Sarana dan Prasarana
Tantangan yang dihadapi yaitu memenuhi tersedianya sarana prasarana penunjang pembelajaran
sebagai berikut:
Tabel II.1
Sarana Prasarana yang Dibutuhkan
N Jenis Jumlah Ket
3Perpustakaan Fasilitas
5Mushala 1 Fasilitas
6. Standar Pengelolaan
a. Mengembangkan visi, misi serta tujuan sekolah dengan mekanisme yang akuntabel serta
sesuai dengan SNP kemudian mengimplementasikannya dalam seluruh kegiatan pendidikan
di sekolah
b. Melakukan kemitraan dengan pihak-pihak terkait yang dapat mendorong cepatnya proses
pendidikan yang berkualitas, seperti departemen-departemen, instansi pemerintah, penegak
hukum, lembaga sosial dan swadaya masyarakat, serta perusahaan- perusahaan yang
komitmen dengan pendidikan
c. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan bersahabat di tengah pemukiman
penduduk yang heterogen dan majemuk
d. Melaksanakan pelayanan mutu pendidikan serta evaluasi PTK minimal setahun sekali
7. Standar Pembiayaan
11
Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan standar pembiayaan diantaranya:
a. Efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran sekolah dengan memperhatikan skala prioritas
yang telah ditetapkan oleh aturan yang berlaku
b. Akuntabilitas dalam pelaporan sesuai mekanisme yang telah di atur dalam peraturan terkait
12
8. Standar Penilaian
a. Melaksanakan penilaian dengan menggunakan teknik penilaian yang berlaku dan diakui
tingkat akurasinya
b. Melakukan penilaian secara adil, sahih, menyeluruh dan transparan menyangkut mata
pelajaran yang disampaikan serta perilaku siswa terkait budi pekerti
Hasil evaluasi diri ecara detail dan rinci upaya dan rekomendasi yang diperoleh dari hasil RAPOR MUTU
SEKOLAH untuk masing-masing standar adalah sebagai berikut:
13
Perencanaan Proses Proses perencanaan pembelajaran perlu memperhatikan
pembelajaran karakteristik peserta didik
14
Tabel 2.4 Rekomendasi peningkatan mutu Standar PTK
15
Tabel 2.6 Rekomendasi peningkatan mutu Pengelolaan
16
Tabel 2.7 Rekomendasi peningkatan standar pembiayaan
17
18
BAB III
A. Visi
Terwujudnya Sumber Daya Manusia yang Berakhlaq Mulia, Kritis, Mandiri, Kreatif, Nasionalis dan
Berwawasan Gobal
B. Misi
1. Melaksanakan pembinaan dan pembimbingan siswa di bidang keagamaan.
2. Melaksanakan peringatan hari-hari besar nasional dan keagamaan.
3. Membudayakan kegiatan 5S (Senyum, salam, sapa, sopan dan santun).
4. Melaksanakan pembiasaan-pembiasaan untuk mendukung penguatan pendidikan karakter.
5. Melaksanakan KBM dengan pendekatan PAKEM dan CTL yang berorientasi kepada Broad
Base Education ( BBE ) untuk mengembangkan Life Skill.
6. Menumbuhkembangkan Penghayatan terhadap agama yang dianut dan budaya bangsa, adat
ketimuran, mempertebal rasa cinta tanah air dan semangat bela Bangsa dan Negara Indonesia.
7. Menumbuhkan semangat untuk meningkatkan kompetensi akademik dan non akademik.
8. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenal dan memahami potensi diri, sehingga
dapat dikembangkan secara maksimal.
C. Tujuan
Tujuan pendidikan pada SDN Negarajati 03 secara Makro yaitu meletakkan dasar-dasar kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan, sehinggga unggul dalam prestasi
akademik dan non akademik, luhur dalam budi pekerti dan memiliki kemampuan untuk mengikuti
pendidikan lebih lanjut. Diharapkan SDN Negarajati 03 memiliki nilai ketercapaian :
1. Dapat melaksanakan sholat lima waktu minimal untuk siswa kelas VI;
2. Dapat membaca Al Qur’an minimal untuk siswa kelas VI;
3. Dapat menamatkan siswa kelas VI dengan kelulusan 100% dengan nilai rata-rata minimal kelulusan 75,00;
4. Dapat mencapai predikat baik pada ANBK kelas V
5. Dapat menjuarai lomba OSN dan O2SN tingkat Kecamatan;
6. Dapat menjuarai lomba Atletik minimal juara 3 besar di tingkat Kabupaten
7. Dapat menjuarai lomba Bola Voly minimal juara 3 besar di tingkat Kecamatan;
8. Dapat menjuarai lomba Mapsi dan Pramuka minimal peringkat 3 besar di tingkat Kecamatan Cimanggu;
19
Tabel III.1
NO SASARAN FUNGSI-FUNGSI
1. Nilai rata-rata nilai US siswa pada tahun Pendidik, Peserta didik, Kurikulum, Sarana
2021 adalah meningkat Prasarana, Pembiayaan
2. Terwujudnya gedung Perpustakaan, dan Penyelenggara Sekolah, Pemerintah
fasilitas ruang lain dan laboratorium
3. Melengkapi fasilitas sarana ibadah Sarana prasarana
4. Terbentuk kelompok Olimpiade MIPA, dan Peserta didik, pendidik,
lomba keagamaan
5. Nilai akreditasi adalah A /nilai meningkat Pendidik, Tenaga kependidikan
6. Terbentuk tim pengembang kurikulum dan Kurikulum, pendidik, penyelenggara
tim pelaksana pendidikan
7. Peningkatan prosentase siswa lancar baca Al Kurikulum, Pendidik,
Quran, dan rutinitas shalat lima waktu
8. Pelatihan atau workshop riset sederhana dan Kurikulum, Pendidik
PTK serta lomba riset tingkat sekolah
E. Analisis SWOT
Setiap fungsi yang terdapat dalam setiap sasaran kemudian dianalisis lebih lanjut tingkat
kesiapannya dengan mengacu pada kriteria ideal yaitu Standar Nasional Pendidikan, naskah
akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan. selain itu dapat juga dilakukan justifikasi
sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum. Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan ”siap”
pada faktor internal (kondisi telah memenuhi kriteria ideal) berarti merupakan kekuatan, dan jika
”tidak siap” merupakan kelemahan. Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan ”siap” pada faktor
eksternal (kondisi telah memenuhi kriteria ideal) berarti merupakan peluang, dan jika ”tidak siap”
merupakan tantangan.
Berdasarkan fungsi pada sasaran yang telah ditentukan, maka dapat diperoleh analisis SWOT
sebagai berikut:
20
21
Tabel III.2
1.3. Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi Siswa semuanya lulus Diadakan Intensif latihan
keterampilan. tapi masih ada nilai yg bimbingan belajar
Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak rendah
kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif dan
komunikatif melalui pendekatan ilmiah
2. Standar Isi 2.1. Perangkat pembelajaran sesuai rumusan Perangkat Pembelajaran Melengkapi Pembinaan
kompetensi. belum semua lengkap perangkat pengisian
Memuat karakteristik kompetensi sikap, pembelajaran perangkat
pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan pembelajaran
ketentun
22
Standar Nasional Program Yang
Indikator Kondisi Saat Ini Alternatif Solusi
Pendidikan (SNP) akan dilaksanakan
Permendikbud No 21 Menyesuaikan tingkat kompetensi siswa dan
Tahun 2016 Tentang ruang lingkup materi pembelajaran
Standar Isi
2.2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kurikulum sudah - Mengoptimalkan
dikembangkan sesuai prosedur. dkembangkan sesuai tim pengembang
Melibatkan pemangku kepentingan dalam prosedur kurikulum
pengembangan kurikulum.
23
Standar Nasional Program Yang
Indikator Kondisi Saat Ini Alternatif Solusi
Pendidikan (SNP) akan dilaksanakan
3. Standar Proses 3.1. Sekolah merencanakan proses pembelajaran Proses KBM sudah Proses Kegiatan Proses Penggunaan
sesuai ketentuan. terencana pembelajaran media di tingkatkan
Mengacu pada silabus yang telah dikembangkan Mengarah pada berjalan lancer terutama bidang
Permendikbud No 22 pencapaian kompetensi dan sesuai dengan TIKnya
Tahun 2016 Tentang Mengarah pada pencapaian kompetensi
kompetensi yang
Standar Proses dituntut
Menyusun dokumen rencana dengan lengkap
dan sistematis
3.2. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan tepat Sudah melaksanakan Proses Kegiatan Proses Penggunaan
Mendorong siswa mencari tahu pembelajaran sesuai pembelajaran media di tingkatkan
karakteristik siswa berjalan lancer terutama bidang
Mengarahkan pada penggunaan pendekatan
Sudah menggunakan Meningkat kan TIKnya
ilmiah
sumber belajar dengan pembelajaran
Melakukan pembelajaran berbasis kompetensi baik berbasis IHT pembelajaran
kompetensi berbasis
Memberikan pembelajaran terpadu Peningkatan kompetensi dan
pelaksanaan karakteristik siswa
Melaksanakan pembelajaran dengan jawaban
pembelajaran
yang kebenarannya multi dimensi;
sesuai
Menerapkan metode pembelajaran sesuai karakteristik
karakteristik siswa siswa
24
Standar Nasional Program Yang
Indikator Kondisi Saat Ini Alternatif Solusi
Pendidikan (SNP) akan dilaksanakan
Memanfaatkan media pembelajaran dalam Penambahan
meningkatkan efisiensi dan efektivitas sumber belajar
pembelajaran
3.3. Pengawasan dan penilaian otentik dilakukan Pengawasan Pengawasan Pengawasan lebih
dalam proses pembelajaran pembelajaran sudah Kegiatan mengarah ke
Melakukan penilaian otentik secara terencana pembelajaran penilaian otentik
komprehensif dan memanfaatkan hasilnya. berjalan lancer secara
dan sesuai komperhensip dan
Melakukan pemantauan proses pembelajaran memanfaatkan
dan supervisi proses pembelajaran kepada guru. hasilnya
Mengevaluasi proses pembelajaran dan
menindaklanjuti hasil pengawasan.
4. Standar Penilaian 4.1. Aspek penilaian sesuai ranah kompetensi. Pelaksanaan penilaian Mengadakan Peningkatan
Pendidik Mencakup ranah sikap, pengetahuan, dnan sudah sesuai standar pembinaan penilaian sesuai
keterampilan dan memiliki bentuk pelaporan pelaksanaan kompetensi
sesuai dengan ranah penilaian
Permendikbud No 23
Tahun 2016 Tentang 4.2. Teknik penilaian obyektif dan akuntabel. Penilaian sudah objektif Penilaian sudah IHT penilaian
Standar Penilaian Menggunakan jenis teknik penilaian yang dan akuntabel objektif dan pembelajaran
Pendidikan obyektif dan akuntabel dan memiliki perangkat akuntabel
teknik penilaian lengkap.
25
Standar Nasional Program Yang
Indikator Kondisi Saat Ini Alternatif Solusi
Pendidikan (SNP) akan dilaksanakan
4.3. Penilaian pendidikan ditindaklanjuti. Penilaian sudah di Penilaian sudah di IHT penilaian
Menindaklanjuti hasil pelaporan penilaian dan tindaklan juti dengan tindaklanjuti pembelajaran
melakukan pelaporan secara periodik. dengan
4.4. Instrumen penilaian menyesuaikan aspek. Penilaian meliputi aspek Peningkatan IHT Penilaian
Menggunakan instrumen penilaian aspek sikap, sikap, pengetahu an dan penilaian aspek pembelajaran
pengetahuan dan keterampilan. ketrampilan sikap, pengetahun
dan ketrampilan
4.5. Penilaian dilakukan mengikuti prosedur. Penilaian sesuai prosedur Peningkatan IHT Penilaian
Melakukan penilaian berdasarkan dan kelulusan sesuai Penilaian sesuai pembelajaran
penyelenggara dan ranah sesuai prosedur. kreteria prosedur dan
kelulusan sesuai
Menentukan kelulusan siswa berdasarkan kreteria
pertimbangan/kriteria yang sesuai.
5. Standar Pendidik dan 5.1. Ketersediaan dan kompetensi guru sesuai Masih ada guru yang Mengarahkan Mengarahkan guru
Tenaga Kependidikan ketentuan. belum sesuai standar guru untuk untuk melanjutkan
Berkualifikasi akademik minimal S1/D4, melanjutkan ke S- ke S-1
Permendiknas No. 13 tersedia untuk tiap mata pelajaran dan 1
Tahun 2007 Tentang bersertifikat pendidik.
Standar Kepala
Sekolah Berkompetensi paedagogik dan profesional
minimal baik.
5.2. Ketersediaan dan kompetensi kepala sekolah Sudah sesuai pendidikan Meningkatkan
Permendiknas No. 16 sesuai ketentuan. kompetensi
Tahun 2007 Tentang kewirausaha an
26
Standar Nasional Program Yang
Indikator Kondisi Saat Ini Alternatif Solusi
Pendidikan (SNP) akan dilaksanakan
Standar Kualifikasi Berkualifikasi minimal S1/D4. Berusia sesuai
Akademik Guru kriteria saat pengangkatan. Berpengalaman
mengajar selama yang ditetapkan.
5.3. Ketersediaan dan kompetensi tenaga Sudah sesuai dengan Meningkat kan Menyarankan
administrasi sesuai ketentuan. pendidikan pendidikan lebih untuk sekolah lebih
Permendiknas No. 25
Tersedia tenaga pelaksana urusan administrasi tinggi tinggi lagi
Tahun 2008 Tentang
dan berpendidikan sesuai ketentuan
Standar Tenaga
Perpustakaan S/M 5.4. Ketersediaan dan kompetensi laboran sesuai Sudah sesuai dengan Sudah sesuai Menyarankan
ketentuan kompetensi sebagai dengan Diklat untuk
Permendiknas No 26
Tersedia kepala, tenaga laboratorium dan teknisi laboran kompetensi mendapat sertifikat
Tahun 2008 Tentang
laboratorium yang berkualifikasi sesuai dengan sebagai laboran laboran
Standar Tenaga
ketentuan
Laboratorium S/M
5.5. Ketersediaan dan kompetensi pustakawan sesuai Sudah sesuai dengan Sudah sesuai Sudah sesuai
ketentuan. kompetensi sebagai dengan dengan kompetensi
Permendiknas No. Tersedia kepala dan tenaga perpustakaan yang pustakawan kompetensi sebagai
27_Tahun 2008 sesuai dengan kualifikasi yang sesuai. sebagai pustakawan
pustakawan
27
Standar Nasional Program Yang
Indikator Kondisi Saat Ini Alternatif Solusi
Pendidikan (SNP) akan dilaksanakan
Standar Kualifikasi
Akademik Konselor
6. Standar Sarana dan 6.1. Kapasitas dan daya tampung sekolah memadai. Kapasitas daya tamping Mengajukan Pengajuan RKB
Prasarana Pendidikan. Memiliki kapasitas rombongan belajar yang sekolah belum memadai penambahan RKB
sesuai dan memadai. Rasio luas lahan sesuai
dengan jumlah siswa. Kondisi lahan dan
Permendiknas No 24
bangunan sekolah memenuhi persyaratan.
Tahun 2007 Tentang Memiliki ragam prasarana sesuai ketentuan.
Standar Sarana dan
Prasarana 6.2. Sekolah memiliki sarana dan prasarana Belum memilik Mengunakan Pengajuan Ruang
pembelajaran yang lengkap. Laboratorium IPA ruang kelas untuk Laboratorium
Memiliki ruang kelas, laboratorium IPA, ruang melaksanakan
perpustakaan sesuai standar dan kondisinya praktik
layak pakai
6.3. Sekolah memiliki sarana dan prasarana Belum mempunyai ruang Menggunakan
pendukung yang lengkap. UKS secara Khusus ruang lain untuk
Memiliki ruang pimpinan, ruang guru, ruang UKS
UKS, tempat ibadah, jamban, gudang, ruang TU,
ruang konseling, ruang OSIS, sesuai standar dan
layak pakai.
28
Standar Nasional Program Yang
Indikator Kondisi Saat Ini Alternatif Solusi
Pendidikan (SNP) akan dilaksanakan
7. Standar Pengelolaan 7.1. Sekolah melakukan perencanaan pengelolaan Sudah sesuai dengan
Pendidikan Memiliki visi, misi tujuan yang jelas sesuai standar pengelolaan
ketentuan. Mengembangkan RKS pendidikan
29
Standar Nasional Program Yang
Indikator Kondisi Saat Ini Alternatif Solusi
Pendidikan (SNP) akan dilaksanakan
8. Standar Pembiayaan 8.1. Sekolah memberikan layanan subsidi silang Telah melaksana kan Meningkat kan -
Memiliki data daftar siswa dengan latar membebas kan bagi dan pelaksanaan
belakang ekonomi yang jelas. siswa tidak mampu pembebasan bagi
Peraturan Pemerintah siswa tidak
R.I. No 48 Tahun Membebaskan biaya bagi siswa yang tidak mampu
2008 Tentang mampu dan memberikan subsidi silang bagi
Pendanaan yang kurang mampu.
Pendidikan.
8.2. Beban operasional sekolah sesuai ketentuan. Sekolah mengeluarkan -
Memiliki biaya operasional non personil sesuai biaya operasional sesuai
ketentuan ketentuan
Permendikbud
Tentang petunjuk 8.3. Sekolah melakukan pengelolaan dana dengan Telah -
Teknis Bantuan baik. melaksanakapengelola
Operasional Sekolah Mengatur alokasi dana, memiliki laporan an dana sesusi peraturan
yang terbit setiap pengelolaan dana dan laporan dapat diakses
tahun. oleh pemangku kepentingan
30
F. Alternatif Langkah Pemecahan Persoalan
Berdasarkan sasaran yang telah di tentukan dan analisis SWOT maka dapat diambil langkah solusi
sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan KKG lebih ke arah sukses US dan dilakukan bedah kisi-kisi US baik di
tingkat sekolah maupun kecamatan
2. Mengadakan bimbingan belajar intensif untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia
dan IPA bagi kelas 5 dan 6
3. Memenuhi fasilitas sarana prasarana belajar di sekolah
4. Mengoptimalkan modal semangat belajar siswa dan peranserta orang tua siswa dalam program
sekolah melalui pertemuan setiap triwulan sekali
5. Pengembangan kurikulum sekolah dengan melibatkan lembaga atau pihak yang dipandang
professional dan legitimate dalam bidang pendidikan
6. Mengalokasikan biaya operasional sekolah (BOS) untuk peningkatan nilai kelulusan siswa
7. Mengajukan bantuan kepada pemerintah dalam pengadaan ruang kelas baru, laboratorium,
perpustakaan dan sarana ibadah dan kelengkapan sarana/fasilitas ruang
8. Menjalin kerjasama dengan penduduk sekitar atau lembaga untuk dapat menggunakan sarana
ibadahnya dalam tempo sementara
9. Membentuk tim olimpiade MIPA, OSN, PKP, kegiatan keagamaan beserta guru pembimbingnya
10. Berusaha untuk berpartisipasi dalam setiap perlombaan yang melibatkan peserta usia sekolah
dasar
11. Mengadakan pelatihan atau workshop sukses olimpiade MIPA
12. Mengoptimalkan kelengkapan administrasi tenaga pendidik dan kependidikan dalam
melaksanakan program kerja dan tugas pokok serta fungsinya
13. Mempertahankan, memfasilitasi dan mengupayakan tenaga pendidik dan kependidikan yang
memenuhi kualifikasi minimal
14. Mengadakan diklat yang mendukung kualifikasi guru baik dari Diknas maupun dari sekolah
sendiri serta mengajukan permohonan bimbingan persiapan akreditasi kepada dinas
15. Melakukan evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram kemudian ditindaklanjuti
16. Membentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dan mengonsultasikan
pelaksanaannya dengan lembaga atau pihak memiliki kompetensi di bidang pendidikan
17. Mendorong penyelenggara pendidikan agar ikut aktif dan berperan serta dalam pengembangan
kurikulum
18. Melakukan kerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan bertaraf internasional dalam
pengembangan kurikulum berbasis wawasan global
19. Mengembangkan budaya belajar Al Quran setiap pagi dengan menambah jumlah pengajar
sesuai dengan kriteria minimal 1:5 dan optimalisasi peran madrasah diniyah dalam menunjang
peningkatan siswa yang lancar membaca Al Quran, melakukan pemamntauan pelaksanaan
shalat lima waktu oleh orang tua dan guru
20. Mengadakan diklat atau workshop guru mengenai penelitian sederhana untuk siswa sekolah
dasar dengan cara bekerjasama dengan lembaga atau pihak yang berkompeten
21. Mendorong guru untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas serta menfasilitasi diklat
penelitian tindakan kelas bagi guru di lingkungan sekolah
31
G. Menyusun Program Peningkatan Mutu
1. Sasaran 1: Nilai rata-rata nilai US siswa pada tahun 2021 adalah 65 dan tambahan jam belajar
bagi siswa kelas 5
Rencana: Mengoptimalkan KKG lebih ke arah sukses US dan dilakukan bedah kisi-kisi US baik di
tingkat sekolah maupun kecamatan, bimbingan belajar yang intensif bagi siswa kelas 5 dan 6
serta memenuhi fasilitas pendukung belajar, mengalokasikan dana BOS untuk peningkatan
nilai kelulusan siswa
a. Program 1: Membentuk tim olimpiade MIPA, OSN, dan keagamaan beserta guru
pembimbingnya
b. Program 2: Berpartisipasi dalam setiap perlombaan yang melibatkan peserta usia sekolah dasar
32
5. Sasaran 5: Nilai akreditasi adalah A
Rencana : Mengoptimalkan kelengkapan administrasi tenaga pendidik dan kependidikan dalam
melaksanakan program kerja dan tugas pokok serta fungsinya; Mempertahankan, memfasilitasi
dan mengupayakan tenaga pendidik dan kependidikan yang memenuhi kualifikasi minimal;
Mengajukan bimbingan akreditasi kepada dinas;
6. Sasaran 6: Terbentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dialog empat bahasa
Rencana: Melakukan evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram kemudian ditindaklanjuti;
Membentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dan mengonsultasikan
pelaksanaannya dengan lembaga atau pihak memiliki kompetensi di bidang pendidikan;
Mendorong penyelenggara pendidikan agar ikut aktif dan berperan serta dalam pengembangan
kurikulum; Melakukan kerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan bertaraf
internasional dalam pengembangan kurikulum berbasis wawasan global
a. Program 1: Melakukan evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram kemudian ditindaklanjuti
b. Program 2: Membentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dialog 4 bahasa serta
mengonsultasikan pelaksanaannya dengan lembaga atau pihak memiliki kompetensi di
bidang pendidikan
c. Program 3: Mendorong penyelenggara pendidikan agar ikut aktif dan berperan serta dalam
pengembangan kurikulum
d. Program 4: Melakukan kerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan bertaraf
internasional dalam pengembangan kurikulum berbasis wawasan globa
8. Sasaran 8: Pelatihan atau workshop riset sederhana dan PTK serta lomba riset tingkat sekolah
Rencana: Mengadakan diklat atau workshop guru mengenai penelitian sederhana untuk siswa
sekolah dasar dengan cara bekerjasama dengan lembaga atau pihak yang berkompeten;
33
Mendorong guru untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas serta menfasilitasi diklat penelitian
tindakan kelas bagi guru di lingkungan sekolah
a. Program 1: Mengadakan diklat atau workshop guru mengenai penelitian sederhana untuk
siswa sekolah dasar dengan cara bekerjasama dengan lembaga atau pihak yang berkompeten
b. Program 2: Mendorong guru untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas serta menfasilitasi
diklat penelitian tindakan kelas bagi guru
H. Jadwal Kegiatan
34
H. Jadwal Kegiatan
Tabel III.10
Jadwal Kegiatan
35
2022/2023 2023/2024 2024/2024 2025/2026 PENANGGUNGJAWAB
NO NAMA PROGRAM KEGIATAN
Gj Gn Gj Gn Gj Gn Gj Gn KEGIATAN
3 Pengembangan a. Mengadakan pelatihan atau
Kepala Sekolah
Pembelajaran workshop sukses olimpiade MIPA
b. Optimalisasi peran madrasah
diniyah dalam menunjang
Kepala Sekolah
peningkatan siswa yang khatam Al
Quran
c. Mengadakan diklat atau workshop
guru mengenai penelitian
sederhana untuk siswa sekolah Kepala Sekolah
dasar dengan cara bekerjasama
dengan lembaga
atau pihak yang berkompeten
4 Pengembangan Sistem Meningkatkan teknik penilaian guru
Kepala Sekolah
Penilaian
5 Pengembangan Pendidik a. Mengoptimalkan kelengkapan
dan Tenaga Kependidikan administrasi tenaga pendidik dan
kependidikan dalam melaksanakan Kepala Sekolah
program kerja dan tugas pokok
serta
fungsinya
b. Mempertahankan, memfasilitasi
dan mengupayakan tenaga
Kepala Sekolah
pendidik dan kependidikan yang
memenuhi
kualifikasi minimal
36
c. Mengembangkan budaya belajar Al
Kepala Sekolah
Quran setiap hari Jumat
37
c. Mendorong penyelenggara
Kepala Sekolah
pendidikan agar ikut aktif dan
38
BAB IV
PENUTUP
Penyelenggaraan pendidikan yang beroirentasi pada mutu serta peningkatan kualitas SDM
peserta didik merupakan amanat dari Undang-undang yang wajib dilaksanakan oleh satuan
pendidikan. Implementasi pedidikan yang bermutu membutuhkan perencanaan yang matang dan
sistematis serta memiliki perspektif ”esok harus lebih baik dari pada saat ini”.
Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu Sekolah yang ideal berdasarkan pedoman dan
ketentuan yang diatur dalam permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan
pendidikan dan peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan
penyelenggaraan pendidikan menjadi harapan bagi semua pihak. Disadari bahwa setiap sekolah
masing-masing memiliki kelebihan di satu sisi dan memiliki kekurangan di sisi lainnya. Oleh
karenanya kami terbuka untuk menerima kritik dan saran baik dari pihak internal maupun ekternal
dalam rangka menuju standarisasi yang lebih baik.
36