0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Pilar Berpikir Komputasional dan Algoritme

Dokumen ini menjelaskan konsep berpikir komputasional yang meliputi empat pilar: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan berpikir algoritme, yang digunakan untuk menyelesaikan masalah kompleks dengan bantuan teknologi. Dekomposisi memecah masalah menjadi bagian kecil, pengenalan pola mengidentifikasi pola untuk solusi, abstraksi menyederhanakan data yang relevan, dan berpikir algoritme merencanakan langkah-langkah penyelesaian. Selain itu, dokumen juga membahas algoritme pengurutan dan pencarian yang umum digunakan dalam pemrograman.

Diunggah oleh

rw6knqfdvx
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Pilar Berpikir Komputasional dan Algoritme

Dokumen ini menjelaskan konsep berpikir komputasional yang meliputi empat pilar: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan berpikir algoritme, yang digunakan untuk menyelesaikan masalah kompleks dengan bantuan teknologi. Dekomposisi memecah masalah menjadi bagian kecil, pengenalan pola mengidentifikasi pola untuk solusi, abstraksi menyederhanakan data yang relevan, dan berpikir algoritme merencanakan langkah-langkah penyelesaian. Selain itu, dokumen juga membahas algoritme pengurutan dan pencarian yang umum digunakan dalam pemrograman.

Diunggah oleh

rw6knqfdvx
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Athaya Fauza Asshiddiqie

Kelas : X-E

A. Konsep Berpikir Komputasional

Berpikir komputasional (computational thinking) merupakan konsep berpikir yang dilakukan untuk
mengidentifikasi masalah yang ada di sekitar, memahaminya, kemudian mengembangkan suatu metode
pendekatan untuk menemukan solusi yang inovatif dengan bantuan perangkat teknologi komputer.
Berpikir komputasional memungkinkan masalah-masalah kompleks dan rumit dapat diselesaikan dengan
lebih mudah dengan solusi yang tepat
Agar dapat menangani permasalahan kompleks dan memberikan solusi yang inovatif, berpikir
komputasional mempunyai empat pilar (cornerstones) teknik kunci pendekatan, yaitu dekomposisi,
pengenalan pola, abstraksi, dan berpikir algoritme. Pada bagian ini, keempat pilar pendekatan tersebut
akan dijelaskan satu per satu.

1. Dekomposisi
Dekomposisi adalah metode menyelesaikan masalah yang dilakukan dengan cara memecah masalah
kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah diselesaikan. Dengan
memecahkan masalah menjadi potongan yang lebih kecil, masalah besar dan kompleks yang sulit
diselesaikan akan menjadi masalah yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dicarikan solusi

a. Penghitungan yang Kompleks


Dalam kehidupan sehari-hari, penghitungan- penghitungan yang kompleks merupakan hal yang sering
[Link] itu membutuhkan penghitungan yang rumit dan kompleks. Namun dengan menerapkan
metode dekomposisi masalah-masalah penghitungan yang kompleks dapat diselesaikan.

b. Membuat Produk Baru


Bayangkan jika Anda ingin membuat produk baru yang akan dipasarkan secara [Link] kita membuat
daftar pertanyaan tersebut, berarti kita sedang memecah dan merinci masalah yang perlu diselesaikan.
Ketika masalah-masalah tersebut diselesaikan atau terjawab satu per satu, maka masalah besar dan
kompleks yang ada telah ditemukan solusinya

c. Mengembangkan Perangkat Lunak


Membuat perangkat lunak sebenarnya kurang lebih sama seperti membuat produk baru, meskipun ada
beberapa hal yang membedakanDengan cara memecah masalah menjadi lebih kecil, seorang
programmer akan tahu harus memulai dari mana pekerjaan yang ingin dilakukan. Ketika semua
pertanyaan dekomposisi dijawab, maka masalah sudah selesai. Selanjutnya, aplikasi dapat dibangun
sesuai dengan jawaban-jawaban pertanyaan tersebut.

d. Melakukan Perbaikan
Melakukan perbaikan merupakan salah satu contoh paling baik dari kegunaan metode
[Link] komputer memiliki kemampuan melakukan penghitungan, menjalankan proses,
dan membuat keputusan dalam waktu singkat; solusi yang berbasis komputer dapat ditemukan jika kita
telah memetakan permasalahan dengan tepat dan akurat. Proses pemetaan masalah tersebut harus
dilakukan secara mendetail, tepat, dan akurat sehingga solusi yang diberikan merupakan solusi yang
terbaik
2. Pengenalan Pola
Kehidupan Anda sehari-hari membentuk pola. Apa yang Anda lakukan serta bagaimana Anda
berinteraksi, bereaksi, dan berperilaku merupakan suatu [Link] meningkatkan kemampuan
mengenali pola, perlu dipahami bahwa pola dapat dibangun dengan berbagai cara, seperti bentuk,
perilaku, bahan, suara, gerakan, kecepatan gerak, pertambahan, arah gerak, warna, dan lain
[Link] pola dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal untuk menyelesaikan
permasalahan, merekayasa sesuatu, memprediksi, dan sebagainya. Berikut beberapa contoh bagaimana
pengenalan pola dapat dimanfaatkan untuk mencari sebuah solusi.

a) Pola pergerakan arah angin digunakan untuk memprediksi akan datangnya badai atau angin topan
sehingga dapat memberikan peringatan bagi masyarakat yang mempunyai potensi terdampak.

b) Pola pergerakan harga di pasar bursa digunakan untuk memprediksi apakah harga saham perusahaan
tertentu akan naik atau turun. Hasil prediksi kemudian digunakan untuk melakukan jual-beli oleh para
pialang dan investor.

c) Kelainan pada pola DNA digunakan untuk mengidentifikasi penyakit kanker dan memberikan terapi
pengobatan yang tepat.

d) Menyelesaikan masalah dengan cara yang sama jika masalah yang datang memiliki pola kesamaan
dengan masalah sebelumnya

e) Mentiandingkan pola di suatu tempat dengan tempat yang lain. f) Pola yang berhubungan satu
dengan yang lain.

g) Dalam bidang teknik, kesamaan pola dari dua masalah membuat sebuah masalah dapat diselesaikan
dengan cara yang sama dengan masalah yang lain

3. Abstraksi
Dalam pemrograman, teknik abstraksi digunakan untuk menyembunyikan data atau informasi mengenai
sebuah objek dari akses objek yang lain. Dengan metode ini, data yang diakses oleh orang lain hanyalah
data yang relevan bagi orang tersebut. Hal ini dilakukan dengan dua alasan, yaitu kemudahan atau
penyederhanaan dan alasan keamanan. Dengan hanya mengakses data atau informasi yang relevan,
karakteristik objek menjadi tampak lebih sederhana dan lebih mudah untuk ditangani. Di lain pihak, data
lain yang disembunyikan tidak perlu diketahui karena tidak relevan dengan orang yang
[Link] umum abstraksi adalah tekniku ntuk menemukan informasi yang penting dan
informasi yang tidak relevan.
Dalam dunia nyata, metode abstraksi memungkinkan kita untuk fokus pada hal-hal yang relevan dengan
persoalan yang sedang dihadapi, sedangkan hal-hal lain tidak perlu diketahui atau dipertimbangkan
sehingga dapat diabaikan. Jadi, persoalan yang dihadapi menjadi lebih fokus dan terlihat lebih
sederhana.
Metode abstraksi dapat digunakan untuk semua bidang. Beberapa data dari sebuah karakteristik,
kejadian, dan fenomena dihilangkan atau diabaikan untuk fokus pada data yang tersisa, kemudian
berdasarkan hasil abstraksi tersebut, dapat dibangun pola
Pada beberapa kasus, abstraksi dilakukan untuk membangun pola, sedangkan data, karakteristik,
kejadian, atau fenomena ditambahkan untuk dipelajari sebagai anomali
4. Berpikir Algoritme
Salah satu pilar dari berpikir komputasional adalah berpikir algoritme. Algoritme adalah rencana atau
langkah-langkah Instruksi yang dijalankan untuk memecahkan masalah. Ketika komputer ingin digunakan
untuk menyelesaikan atau mengerjakan sesuatu, kita harus membuat algoritme proses yang harus
dijalankan oleh komputer, langkah demi langkah, agar pekerjaan atau masalah yang diberikan dapat
diselesaikan.
Ada dua cara untuk menuliskan algoritme, yaitu menggunakan pseudocode dan [Link]
adalah rangkaian instruksi yang menggambarkan langkah- langkah untuk menyelesaikan permasalahan.
Pseudocode bukanlah sintaks program dan tidak terikat pada bahasa pemrograman tertentu. Adapun
flowchart adalah diagram yang mewakili kumpulan dari instruksi-instruksi.

B. Berbagai Algoritme Standar


Pengurutan dan pencarian merupakan masalah sehari-hari yang sering kita temukan. Karenanya,
berbagai cara dilakukan untuk menyelesaikan kedua permasalahan tersebut. Dalam bidang
pemrograman, algoritme pengurutan dan pencarian sudah banyak dikembangkan. Anda dapat melihat
bahwa suatu masalah dapat diselesaikan dengan berbagai solusi. Prinsip tersebut dapat dikembangkan
juga dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ditemukan dalam kehidupan sehari- hari.

1. Algoritme Pengurutan
Pengurutan merupakan proses untuk menempatkan kumpulan elemen-elemen dalam aturan
[Link] TIK, mengurutkan dapat didefinisikan sebagai proses menyusun data-data dalam urutan
dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya dari yang terbesar ke yang [Link] banyak
algoritme perigurutan yang umum digunaka yaitu pengurutan pilihan, pengurutan penyisipan, perigurua
gelembung, pengurutan penggabungan, dan pengurutan cepat

a. Pengurutan Pilihan (Selection Sort)

b. Pengurutan Penyisipan (Insertion Sort)

c. Pengurutan Celembung (Bubble Sort)

d. Pengurutan Penggabungan (Merge Sort)

e. Pengurutan Cepat (Quick Sort)

2. Algoritme Pencarian
Pencarian merupakan proses membandingkan objek dengan suatu ciri yang telah diketahui. Proses
membandingkan ini dilakukan sampai ditemukan objek yang sesuai dengan kriteria dan ciri-ciri dari yang
telah [Link] pencarian adalah langkah-langkah atau proses logis yang digunakan oleh
program komputer untuk melakukan [Link] kasar, algoritme pencarian dapat dibedakan
menjadi tiga, yaitu:

a. Pencarian Linear
Pencarian linear adalah pencarian yang dilakukan dengan cara paling sederhana dan kuno.

b. Pencarian Biner
Algoritme biner adalah algoritme pencarian yang membagi elemen-elemen data menjadi dua bagian,
kemudian melakukan pencarian sampai menemukan data yang dicari
c. Pencarian Lompat
Algoritme pencarian lompat (jump search) merupakan algoritme yang relatif lebih baru dibandingkan
dengan dua algoritme sebelumnya.

Anda mungkin juga menyukai