0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan17 halaman

RPP Matematika: Matriks Kelas XI

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini untuk mata pelajaran Matematika di SMA Negeri 1 Randublatung, kelas XI, dengan fokus pada konsep dan operasi matriks selama 9 pertemuan. Pembelajaran menggunakan metode Discovery Learning dan Problem Based Learning, bertujuan agar siswa dapat memahami dan menyelesaikan masalah kontekstual terkait matriks. Penilaian dilakukan melalui observasi sikap, tes tertulis untuk pengetahuan, dan unjuk kerja untuk keterampilan.

Diunggah oleh

asih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan17 halaman

RPP Matematika: Matriks Kelas XI

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini untuk mata pelajaran Matematika di SMA Negeri 1 Randublatung, kelas XI, dengan fokus pada konsep dan operasi matriks selama 9 pertemuan. Pembelajaran menggunakan metode Discovery Learning dan Problem Based Learning, bertujuan agar siswa dapat memahami dan menyelesaikan masalah kontekstual terkait matriks. Penilaian dilakukan melalui observasi sikap, tes tertulis untuk pengetahuan, dan unjuk kerja untuk keterampilan.

Diunggah oleh

asih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA NEGERI 1 RANDUBLATUNG


Mata Pelajaran : Matematika Wajib
Kelas/ Semester : XI / 1
Materi Pokok : Konsep Matriks dan Operasi Matriks
Alokasi Waktu : 9 x 45 menit (9 JP)

A. Kompetensi Inti/ KI
Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,
responsive, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.
KI 3: Kompetensi pengetahuan: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, proseduralberdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
penetahuan proseduran pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4: Kompetensi keterampilan: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajariya di sekolah secara
mandiri dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar/ KD dan Indikator Pencapaian Kompetensi/ IPK


Kompetensi Dasar Indikator pencapaian Kompetensi
3.3 Menjelaskan matriks dan 3.3.1 Menjelaskan kesamaan matriks
kesamaan matriks dengan 3.3.2 Menentukan hasil operasi penjumlahan
menggunakan masalah matriks
3.3.3 Menentukan hasil operasi pengurangan
kontekstual dan melakukan
matriks
operasi pada matriks yang 3.3.4 Menentukan hasil perkalian scalar dengan
meliputi penjumlahan, matriks
pengurangan, perkalian scalar, 3.3.5 Menentukan hasil perkalian matriks dengan
dan perkalian, serta transpose matriks
3.3.6 Menentukan transpose matriks
4.3 Menyelesaikan maalah 4.3.1 Menyelesaikan masalah kontekstual yang
kontekstual yang berkaitan berkaitan dengan matriks dan operasinya
dengan matriks dan operasinya

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran discovery learning dan problem based learning, siswa dapat
menjelaskan kesamaan matriks, operasi pada matriks dan menyelesaikan masalah kontekstual
yang berkaitan dengan matriks dan operasinya serta memiliki sikap aktif dan kerjasama.
D. Materi Pembelajaran
1. Fakta:
a. System persamaan linear
2. Konsep
a. Pengertian matriks
b. Ketaksamaan matriks
c. Operasi pada matriks
3. Prosedur
a. Penyelesaian dari operasi matriks meliputi masalah kontekstual berkaitan dengan
matriks dan model matematika dari permasalahan kontekstual terkait matriks.
E. Pendekatan/Model/Metode Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama Discovery Learning
2. Pertemuan Kedua Discovery Learning
3. Pertemuan Ketigaa Discovery Learning
4. Pertemuan Keempat Problem Based Learning
F. Media/ALat dan Bahan Pembelajaran
Media/ Alat dan bahan pembelajaran: Lembar Kerja, Penggaris, Papan Tulis/White Board,
LCD
G. Sumber Belajar
Kementerian dan Kebudayaan. 2017. Buku Matematika (Umum) Kelas XI. Jakarta:
Kementerian dan Kebudayan.
H. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama: (3 JP)
a. Kegiatan Pendahuluan
1) Memberi salam/menyapa siswa.
2) Meminta salah seorang siswa sesuai dengan gilirannya untuk memimpin doa.
3) Memperhatikan kesiapan psikis dan fisik siswa untuk mengikuti proses
pembelajaran dengan memperhatikan kebersihan, kerapian, ketertiban dan
kehadiran siswa.
4) Memberi motivasi untuk mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan
dan menyampaikan untuk bersikap disiplin dan bekerjasama selama pembelajaran.
5) Memberikan apersepsi dengan mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari
dan dikembangkan sebelumnya dan berkaitan dengan kompetensi yang akan
dipelajari dan dikembangkan, di antaranya tanya jawab tentang berbagai
persamaan linear dan system persamaan linear.
6) Menyampaikan tujuan pembelajaran/indicator pencapaian kompetensi dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan kesamaan matriks.
7) Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan.
8) Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.
b. Kegiatan Inti
1) Stimulation (memberi stimulasi)
 Guru menyajikan suatu permasalahan yang berkaitan dengan materi jenis
matriks dan kesamaan matriks.
 Siswa membaca dan mencermati permasalahan yang disajikan oleh guru.
2) Problem Statement (mengidentifikasi masalah)
 Siswa mengidentifikasi permasalahan yang diberikan oleh guru.
 Siswa secara kritis bertanya tentang permasalahan yang belum dipahami.
3) Data Collecting (mengumpulkan data)
 Siswa secara mencari informasi/data pendukung guna memperkuat rumusan
penyelesaian masalah yang telah dikembangkan dari berbagai sumber.
 Guru meminta siswa menggali kembali pemahamannya yang berkaitan dengan
langkah membuat model matematika dalam kaitannya dengan jenis matriks dan
kesamaan matriks.
4) Data Processing (mengolah data)
 Siswa menyelesaikan masalah yang disajikan oleh guru.
5) Verification (memverifikasi)
 Setelah selesai, beberapa siswa mengerjakan hasil pekerjaannya di papan tulis
dan mempresentasikannya.
6) Generalization (menyimpulkan)
 Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan yang berkaitan dengan
materi jenis matriks dan kesamaan matriks.
c. Kegiatan Penutup
1) Guru memfasilitasi siswa untuk menemukan kesimpulan tentang jenis matriks dan
kesamaan matriks.
2) Guru melakukan penilaian untuk mengetahui tingkat ketercapaian indikator.
3) Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang telah menunjukkan
peningkatan sikap aktif dan kerjasama.
4) Guru meminta beberapa siswa untuk mengungkapkan manfaat mengetahui jenis
matriks dan kesamaan matriks.
5) Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran berikutnya.
6) Guru menutup pembelajaran dengan memberi salam.

2. Pertemuan Kedua: (3 JP)


a. Kegiatan Pendahuluan
1) Memberi salam/menyapa siswa.
2) Meminta salah seorang siswa sesuai dengan gilirannya untuk memimpin doa.
3) Memperhatikan kesiapan psikis dan fisik siswa untuk mengikuti proses
pembelajaran dengan memperhatikan kebersihan, kerapian, ketertiban dan
kehadiran siswa.
4) Memberi motivasi untuk mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan
dan menyampaikan untuk tetap komitmen pada sikap aktif dan bekerjasama seperti
yang telah dibangun pada pertemuan pertama.
5) Memberikan apersepsi dengan mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari
dan dikembangkan sebelumnya dan berkaitan dengan kompetensi yang akan
dipelajari dan dikembangkan.
6) Menyampaikan tujuan pembelajaran/indikator pencapaian kompetensi tentang
permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan
matriks.
7) Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan.
8) Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.
b. Kegiatan Inti
1) Stimulation (memberi stimulasi)
 Guru menyajikan suatu permasalahan yang berkaitan dengan materi
menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan matriks.
 Siswa mencermati permasalahan yang disajikan oleh guru.
2) Problem Statement (mengidentifikasi masalah)
 Siswa mengidentifikasi permasalahan yang diberikan oleh guru.
3) Data Collecting (mengumpulkan data)
 Siswa secara aktif mencari informasi/data pendukung guna memperkuat
rumusan penyelesaian masalah yang telah dikembangkan dari berbagai sumber.
 Guru meminta siswa menggali kembali pemahamannya yang berkaitan dengan
materi menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan matriks.
4) Data Processing (mengolah data)
 Siswa menyelesaikan masalah yang disajikan oleh guru.
5) Verification (memverifikasi)
 Setelah selesai, beberapa siswa mengerjakan hasil pekerjaannya di papan tulis
dan mempresentasikannya.
6) Generalization (menyimpulkan)
 Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan yang berkaitan dengan
materi menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan matriks.
c. Kegiatan Penutup
1) Guru memfasilitasi siswa dalam menemukan kesimpulan tentang langkah
menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan matriks.
2) Guru melakukan penilaian untuk mengetahui tingkat ketercapaian indikator.
3) Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang telah menunjukkan
peningkatan sikap aktif dan kerjasama.
4) Guru meminta beberapa siswa untuk mengungkapkan manfaat mengetahui
penjumlahan dan pengurangan matriks.
5) Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran berikutnya.
6) Guru menutup pembelajaran dengan memberi salam.

3. Pertemuan Ketiga: (3 JP)


a. Kegiatan Pendahuluan
1. Memberi salam/menyapa siswa.
2. Meminta salah seorang siswa sesuai dengan gilirannya untuk memimpin doa.
3. Memperhatikan kesiapan psikis dan fisik siswa untuk mengikuti proses
pembelajaran dengan memperhatikan kebersihan, kerapian, ketertiban dan
kehadiran siswa.
4. Memberi motivasi untuk mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan
dan menyampaikan untuk tetap komitmen pada sikap aktif dan bekerjasama seperti
yang telah dibangun pada pertemuan pertama.
5. Memberikan apersepsi dengan mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari
dan dikembangkan sebelumnya dan berkaitan dengan kompetensi yang akan
dipelajari dan dikembangkan.
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran/indikator pencapaian kompetensi tentang
permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan menyelesaikan masalah
kontekstual yang berkaitan dengan SPLTV.
7. Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan.
8. Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.
b. Kegiatan Inti
1) Stimulation (memberi stimulasi)
 Guru menyajikan suatu permasalahan yang berkaitan dengan materi
menentukan hasil perkalian dan transpose matriks.
 Siswa mencermati permasalahan yang disajikan oleh guru.
2) Problem Statement (mengidentifikasi masalah)
 Siswa mengidentifikasi permasalahan yang diberikan oleh guru.
3) Data Collecting (mengumpulkan data)
 Siswa secara aktif mencari informasi/data pendukung guna memperkuat
rumusan penyelesaian masalah yang telah dikembangkan dari berbagai sumber.
 Guru meminta siswa menggali kembali pemahamannya yang berkaitan dengan
materi menentukan hasil perkalian dan transpose matriks.
4) Data Processing (mengolah data)
 Siswa menyelesaikan masalah yang disajikan oleh guru.
5) Verification (memverifikasi)
 Setelah selesai, beberapa siswa mengerjakan hasil pekerjaannya di papan tulis
dan mempresentasikannya.
6) Generalization (menyimpulkan)
 Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan yang berkaitan dengan
materi menentukan hasil perkalian dan transpose matriks.

c. Kegiatan Penutup
1) Guru memfasilitasi siswa dalam menemukan kesimpulan tentang langkah
menyelesaikan perkalian dan transpose matriks.
2) Guru melakukan penilaian untuk mengetahui tingkat ketercapaian indikator.
3) Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang telah menunjukkan
peningkatan sikap aktif dan kerjasama.
4) Guru meminta beberapa siswa untuk mengungkapkan manfaat mengetahui
perkalian dan transpose matriks.
5) Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran berikutnya.
6) Guru menutup pembelajaran dengan memberi salam.

4. Pertemuan Keempat: (3 JP)


a. Kegiatan Pendahuluan
1) Memberi salam/menyapa siswa.
2) Meminta salah seorang siswa sesuai dengan gilirannya untuk memimpin doa.
3) Memperhatikan kesiapan psikis dan fisik siswa untuk mengikuti proses
pembelajaran dengan memperhatikan kebersihan, kerapian, ketertiban dan
kehadiran siswa.
4) Memberi motivasi untuk mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan.
5) Memberikan apersepsi dengan mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari
dan dikembangkan sebelumnya dan berkaitan dengan kompetensi yang akan
dipelajari dan dikembangkan.
6) Menyampaikan gambaran mengenai aturan ulangan harian.
7) Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.
b. Kegiatan Inti
1) Merumuskan Masalah/Mendefinisikan Masalah
 Memberikan waktu kepada siswa untuk mempelajari kembali materi matriks
dan operasi pada matriks selama 10 menit.
2) Mendiagnosis Masalah
 Siswa menelaah materi yang sudah dipelajari di pertemuan sebelumnya
mengenai matriks.
3) Merumuskan Alternatif Strategi
 Siswa mencoba mengerjakan ulangan harian menggunakan strategi-strategi
penyelesaian yang telah mereka pelajari.
4) Menentukan dan Menerapkan Strategi Pilihan
 Siswa akan mengaitkan pertanyaan dan jawaban yang tepat menurut
pemahamannya menggunakan strategi yang telah dipilih.
5) Melakukan Evaluasi
 Siswa memberikan jawaban dengan menulisnya di lembar jawab.
c. Kegiatan Penutup
1) Guru memfasilitasi siswa dalam mengumpulkan lembar jawab.
2) Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran berikutnya.
3) Guru menutup pembelajaran dengan memberi salam.

I. Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran


1. Teknik Penilaian:
a. Sikap : Observasi/ pengamatan/ jurnal
b. Pengetahuan : tes tertulis
c. Keterampilan : unjuk kerja/ portofolio
2. Bentuk Penilaian
a. Sikap : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Pengetahuan : uraian
c. Keterampilan : lembar unjuk kerja presentasi
3. Instrumen Penilaian (terlampir)
4. Remidial
a. Pembelajaran remidial dilakukan bagi siswa yang capaian KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remidial dilaksanakan melalui remedial teaching, atau tutor
sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes
5. Pengayaan
a. Bagi siswa yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran pengayaan
sebagai berikut:
1) Siswa yang mencapai nilai 𝑛 (𝑘𝑒𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠𝑎𝑛 < 𝑛 < 𝑛 (𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚) diberikan
materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan
tambahan.
2) Siswa yang mencapai nilai 𝑛 > 𝑛(𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚) diberikan materi melebihi
cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

Randublatung, Agustus 2017


Mengetahui
Kepala SMA Negeri 1 Randublatung Guru Mata Pelajaran

Drs. Sudarmanto Siti Azizatul Maghfiroh, [Link].


NIP. 19600721 1987031 005 NIP.
Lampiran RPP (1) Materi Pembelajaran
MATRIKS
A. Definisi Matriks dan Notasi Matriks
Matriks adalah susunan bilangan yang diatur menurt aturan baris dan kolom dalam suatu
jajaran berbentuk persegi atau persegi panjang. Susunan itu biasanya diletakkan dalam kurung
biasa ( ) atau kurung siku [ ].
Contoh:
21 17 18 21 17 18
( 5 10 6 ) atau [ 5 10 6 ]
16 11 7 16 11 7

Matriks dinyatakan dengan huruf besar dan elemen-elemennya dinyatakan dengan huruf
kecil. Jika A sebuah matriks, 𝑎𝑖𝑗 menyatakan elemen yang terdapat pada baris ke-I dan kolom
ke-j dari A dengan i= 1, 2, …, m, dan j= 1, 2, …, n. Matriks A dapat dinotasikan dengan 𝐴 =
(𝑎𝑖𝑗 ).
Jika suatu matriks A terdiri atas m baris dan n kolom, maka 𝑚 × 𝑛 menyatakan ukuran
atau ordo matriks A. matriks A berordo 𝑚 × 𝑛 ditulis denga 𝐴𝑚×𝑛 .

B. Jenis-jenis Matriks
a. Matriks berdasarkan banyak baris dan banyak kolom
1) Matriks baris adalah matriks yang hanya terdiri atas 1 baris. Ordo matriks yang terdiri
atas 1 baris dan n kolom adalah 1 × 𝑛.
Contoh: 𝐺 = (1 2 3)
2) Matriks kolom adalah matriks yang hanya terdiri atas 1 kolom. Ordo matriks yang
terdiri atas m baris dan 1 kolom adalah 𝑚 × 1.
3
Contoh: 𝑀 = (4)
5
3) Matriks persegi panjang adalah matriks yang banyak barisnya tidak sama dengan
banyak kolomnya. Matriks seperti ini dapa ditulis matriks berorde 𝑚 × 𝑛.
1 2 3
Contoh: 𝐻 = ( )
5 4 6
4) Matriks persegi adalah matriks yang banyak barisnya sam dengan banyak kolomnya.
Matriks persegi berordo 𝑛 × 𝑛 sering disebut matriks persegi berordo 𝑛.
2 4
Contoh: 𝐵 = ( )
0 1

b. Matriks berdasarkan pola elemen-elemen


1) Matriks nol (O) adalah matriks yang semua elemennya bernilai 0 (nol).
0 0 0
Contoh: 𝑂 = ( )
0 0 0
2) Matriks diagonal (D) adalah suatu matriks persegi yang elemen pada diagonal utama
tidak semuanya bernilai nol tetapi semua elemen yang lain bernilai nol.
1 0 0
Contoh: 𝐷 = (0 2 0)
0 0 4
3) Matriks identitas (I) adalah sutau matriks persegi dengan elemen-elemen pada
diagonal utama sama dengan 1 (satu) dan elemen-elemen yang lain sama dengan nol.
1 0
Contoh: 𝐼 = ( )
0 1
4) Matriks segitiga adalah matriks persegi berordo 𝑛 × 𝑛 dengan elemen-elemen
matriks di bawah atau di atas diagonal utama semuanya nol. Matriks segitiga terdiri
atas matriks segitiga bawah (L) yaitu matriks persegi yang setiap elemen di atas
utama adalah nol (0) dan matriks segitiga atas (U) adalah matriks persegi yang setiap
elemen di bawah diagonal utama adalah nol (0).
Contoh:
1 0 0 4 5 6
𝐿 = (2 3 0) dan 𝑈 = (0 4 8)
5 4 7 0 0 1

C. Kesamaan Dua Matriks


Matriks 𝐴 = (𝑎𝑖𝑗 ) dikatakan sama dengan matriks 𝐵 = (𝑏𝑖𝑗 ) jika dan hanya jika:
a. Ordo matriks A sama dengan ordo matriks B
b. Setiap elemen yang seletak pada matriks A dan B mempunyai nilai yang sama
Matriks A sama dengan matriks B dilambangkan dengan 𝐴 = 𝐵.
Contoh:
4
2 0 9 0 32
2
Matriks 𝐴 = ( ) dan matriks 𝐵 = ( 9 )
−1 3 5 −1 3 √25
Semua elemen yang sleetak pada matriks A dan B mempunyai nilai yang sama, sehingga
matriks A=B.
D. Penjumlahan Matriks
Dua atau lebih matriks dapat dijumlahkan jika ordo matriks-matriks tersebut sama.
Pengurangan matriks dilakukan dengan cara mengurangkan elemen-elemen matriks yang
seletak. hasil penjumlahan matriks tersebut adalah matriks yang mempunyai ordo yang sama
dengan matriks-matriks sebelum dijumlahkan.
Contoh:
1 2 2 1
Misalkan 𝐴 = (4 3) dan 𝐵 = (3 4)
7 5 5 7
1 2 2 1 1+2 2+1 3 3
𝐴 + 𝐵 = (4 3) + (3 4) = (4 + 3 3 + 4) = ( 7 7 ).
7 5 5 7 7+5 5+5 12 12
Elemen-elemen pada matriks merupakan bilangan real, sehingga sifat penjumlahan pada
matriks mengikuti sifat penjumlahan pada bilangan real, yaitu bersifat komutatif dan asosiatif.

E. Pengurangan Matriks
Dua atau lebih matriks dapat dikurangkan jika ordo matriks-matriks tersebut sama.
Pengurangan matriks dilakukan dengan cara mengurangkan elemen-elemen matriks yang
seletak. Hasil pengurangan matriks tersebut adalah matriks yang mempunyai ordo yang sama
dengan matriks-matriks sebelum dikurangkan.
Contoh:
1 2 0 1
Misalkan 𝐴 = (4 3) dan 𝐵 = (2 3)
7 5 2 1
1 2 0 1 1−0 2−1 1 1
𝐴 + 𝐵 = (4 3) − (2 3) = (4 − 1 3 − 3) = (3 0).
7 5 2 1 7−2 5−1 5 4
Elemen-elemen pada matriks merupakan bilangan real, sehingga sifat pengurangan pada
matriks mengikuti sifat pengurangan pada bilangan real, yaitu bersifat komutatif.
F. Perkalian Skalar Matriks
Jika A adalah sebuah matriks dan k adalah suatu bilangan real maka hasil perkalian scalar
dan matriks (𝑘𝐴) berupa matriks baru yang diperoleh dengan mengalikan setiap elemen
matriks A dengan k.
Contoh:
1 2
Misalkan 𝐴 = (4 3), dan 𝑘 = 2.
7 5
1 2 2 4
Maka 𝑘𝐴 = 2 (4 3) = ( 8 6 ).
7 5 14 10
Untuk matriks A dan B yang berordo sama dan 𝑘1 , 𝑘2 anggota bilangan real maka berlaku
sifat distributive dan asosiatif.
G. Perkalian Matriks
Perkalian matriks A dan B hasilnya adalah matriks AB. Perkalian matriks A dan B dapat
dilakukan jika dan hanya jika banyak kolom matriks A sama dengan banyak baris matriks B.
𝑏11 𝑏12
𝑎11 𝑎12 𝑎13
Misalkan matriks 𝐴 = (𝑎 ) dan 𝐵 = ( 𝑏21 𝑏22 )
21 𝑎22 𝑎23
𝑏31 𝑏32
Maka hasil kali matriks A dan B dapat dihitung dengan aturan berikut.
𝑏11 𝑏12
𝑎11 𝑎12 𝑎13
𝐴𝐵 = (𝑎 ) (𝑏21 𝑏22 )
21 𝑎22 𝑎23
𝑏31 𝑏32
𝑎 × 𝑏11 + 𝑎12 × 𝑏21 + 𝑎13 × 𝑏31 𝑎11 × 𝑏12 + 𝑎12 × 𝑏22 + 𝑎13 × 𝑏32
= ( 11 )
𝑎21 × 𝑏11 + 𝑎22 × 𝑏21 + 𝑎23 × 𝑏31 𝑎21 × 𝑏12 + 𝑎22 × 𝑏22 + 𝑎23 × 𝑏32
Sifat perkalian matriks:
Misalkan matriks A, B, C serta untuk 𝑘 ∈ 𝑅, maka
1) Sifat tidak komutatif: 𝐴𝐵 ≠ 𝐵𝐴
2) Sifat asosiatif: 𝐴(𝐵𝐶) = (𝐴𝐵)𝐶
3) Sifat distributive: 𝐴(𝐵 + 𝐶) = 𝐴𝐵 + 𝐴𝐶 dan 𝐴(𝐵 − 𝐶) = 𝐴𝐵 − 𝐴𝐶
H. Transpose Matriks
Transpose matriks adalah perubahan posisi elemen matriks. Transpose dari matriks A adalah
suatu matriks baru yang terbentuk dengan menuliskan elemen-elemen pada baris matriks A
menjadi elemen-elemen pada kolomnya. Transpose matriks A diyatakan dengan 𝐴𝑇 .
Contoh:
1 2
1 3 5
𝐴=( ), maka 𝐴𝑇 = (3 4)
2 4 6
5 6
Lampiran RPP (2) Lembar observasi sikap aktif dan bekerjasama
c. Lembar Observasi Sikap
No Nama Siswa Aktif Disiplin
1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
Pedoman Penskoran

No Indikator Kriteria Keterangan


1 Bekerjasama a. Mendapat bagian dalam 1. Jika 4 kriteria muncul
mencari informasi yang maka diberi sebutan
diperlukan selalu
b. Mendapat bagian dalam 2. Jika 3 kriteria muncul
diskusi atau presentasi maka diberi sebutan
c. Mendapat bagian dalam sering
menyusun model-model 3. Jika 2 kriteria muncul
matematika maka diberi sebutan
d. Mendapat bagian dalam kadang-kadang
menyelesaikan 4. Jika 1 kriteria muncul
permasalahan kontekstual maka diberi sebutan
menggunakan model jarang
matematika
2 Aktif a. Aktif dalam mencari
informasi yang diperlukan
b. Aktif dalam kegiatan
tanya jawab
c. Aktif dalam kegiatan
presentasi
d. Aktif dalam
menyelesaikan
permasalahan kontekstual

d. Jurnal
No Waktu Nama Kejadian/Perilaku Aspek Pos/Neg Tindak
sikap lanjut
Lampiran RPP (3) Instrumen Penilaian Pengetahuan
Kisi-kisi Tes Tulis
Sekolah : SMA Negeri 1 Randublatung
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : XI /Ganjil
Bentuk Soal : Uraian
Jumlah Soal :8
Alokasi Waktu : 50 menit
Kompetensi Dasar : Mengintepretasi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak dari bentuk
linear satu variabel dengan persamaan dan pertidaksamaan linear aljabar
lainnya

No IPK Indikator Butir Soal No Butir


1 1.3.1 Menjelaskan  Disajikan persamaan matriks, siswa dapat 3, 4
kesamaan matriks menentukan elemen-elemen dalam matriks.

 Disajikan beberapa matriks ordo 2 x 2 atau 3 x 1


1.3.2 Menentukan hasil
2 3, siswa dapat menentukan hasil penjumlahan
operasi penjumlahan
matriks matriks.

3 1.3.3 Menentukan hasil  Disajikan beberapa matriks, siswa dapat 2


operasi pengurangan menentukan hasil pengurangan matriks.
matriks

4 1.3.4 Menentukan hasil  Disajikan beberapa matriks, siswa dapat 6


perkalian scalar menentukan hasil perkalian scalar dengan
dengan matriks matriks.

 Disajikan beberapa matriks, siswa dapat 5, 7


1.3.5 Menentukan hasil
5 perkalian matriks menentukan hasil perkalian matriks dengan
dengan matriks matriks.

6 1.3.6 Menentukan  Disajikan beberapa matriks ordo 2 x 2 atau 3 x 8


transpose matriks 3, siswa dapat menentukan transpose matriks
Penilaian Harian 3
Matriks
Sekolah : SMA Negeri 1 Randublatung
Mata Pelajaran : Matematika Wajib
Kelas/Semester : XI/Ganjil
Alokasi Waktu : 50 menit
Petunjuk:
1. Sebelum mengerjakan soal, tulislah terlebih dahulu nama, nomor urut, dan kelas pada lembar
jawab yang telah disediakan.
2. Periksa dan bacalah soal-soal dengan teliti sebelum Anda menjawab.
3. Awali dengan niat untuk bekerja dengan jujur dan bertanggungjawab kepada diri sendiri dan
Tuhan YME.

Jawablah pertanyaan berikut ini secara tepat dan lengkap!


2 −1 8 3
1. Jika 𝐴 = ( ), 𝐵 = ( ), dan matriks C = A+B, tentukan matriks C!
5 6 −6 7
5 6 1 2
2. Diketahui 𝐾 = ( ) dan 𝐿 = ( ). Jika 𝑀 = 𝐾 − 𝐿, tentukan matriks M!
1 3 5 3
3. Diketahui kesamaan matriks berikut.
2 1 −2 −5
(−𝑥 −2 2𝑦 − 𝑥 ) = ( )
−5 1 𝑧−3 −5 1 𝑥
Tentukan nilai 𝑥 + 𝑦 − 𝑧!
2 𝑥+𝑦 2 1
4. Diketahui 𝑃 = ( ) dan 𝑄 = ( ). Jika 𝑃 = 𝑄, tentukan nilai x dan y!
𝑥−𝑦 5 3 5
5. Tentukan nilai 𝑎 + 𝑏 + 𝑐 yang memenuhi persamaan matriks berikut ini.
1 2 𝑐 𝑎 8𝑎 4 𝑎 −6
( )( )=( )−( )
−2 3 3𝑐 2𝑎 16𝑏 9𝑐 2𝑏 5𝑐
6. Diketahui persamaan matriks
4 1 3𝑎 5 2 1 3 2
3( )+( )=( )( )
6 𝑏 1 4 5 4 1 4
Tentukan nilai 3𝑎 + 3𝑏!
4 −7
1 3 −1
7. Tentukan nilai 𝐵𝐶, jika diketahui 𝐵 = (3 3 ) dan 𝐶 = ( )!
4 5 6
5 1
4 𝑝+1 −1 1 2𝑝 + 1 1
8. Misalkan 𝐾 = ( ), 𝐿 = ( ), dan 𝑀 = ( ).
1 −1 𝑞 − 2 4 −1 𝑞 − 11
Jika 𝐾 − 𝐿𝑇 = 𝑀𝑇 , tentukan nilai 𝑝 + 𝑞!
Pedoman Penskoran
Sekolah : SMA Negeri 1 Randublatung
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : XI/Ganjil
Alokasi Waktu : 50 menit

No Kunci Jawaban Skor


1 𝐶 =𝐴+𝐵 10
2 −1 8 3 10 2
⇔( )+( )=( )
5 6 −6 7 −1 13
2 𝑀 =𝐾−𝐿 10
5 6 1 2 4 4
⇔( )−( )=( )
1 3 5 3 −4 0
2 1 −2 −5
(−𝑥 −2 2𝑦 − 𝑥 ) = (
3 10
)
−5 1 𝑧−3 −5 1 𝑥
Diperoleh:
−𝑥 = 1 ⇔ 𝑥 = −1.
2𝑦 − 𝑥 2 = −5 ⇔ 𝑦 = −2.
𝑧 − 3 = 𝑥 ⇔ 𝑧 = −1 + 3 = 2.
Jadi 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = −1 − 2 − 2 = −5.
4 𝑃=𝑄 20
2 𝑥+𝑦 2 1
⇔( )=( ).
𝑥−𝑦 5 3 5
Diperoleh:
𝑥 + 𝑦 = 1 … (1)
𝑥 − 𝑦 = 3 … (2)
Eliminasi y dari persamaan 1 dan 2, diperoleh 𝑥 = 2.
Substitusi 𝑥 = 2 ke persamaan 1, diperoleh 𝑦 = −1.
5 1 2 𝑐 𝑎 8𝑎 4 𝑎 −6 20
( )( )=( )−( )
−2 3 3𝑐 2𝑎 16𝑏 9𝑐 2𝑏 5𝑐
7𝑐 5𝑎 7𝑎 10
⇔( )=( )
7𝑐 4𝑎 14𝑏 4𝑐
Diperoleh:
5𝑎 = 10 ⇔ 𝑎 = 2.
7𝑐 = 7𝑎 ⇔ 𝑐 = 𝑎 ⇔ 𝑐 = 2.
7𝑐 = 14𝑏 ⇔ 14 = 14𝑏 ⇔ 𝑏 = 1.
Jadi 𝑎 + 𝑏 + 𝑐 = 2 + 1 + 2 = 5.
6 4 1 3𝑎 5 2 1 3 2 10
3( )+( )=( )( )
6 𝑏 1 4 5 4 1 4
12 3 3𝑎 5 7 8
⇔( )+( )=( )
18 3𝑏 1 4 19 26
12 + 3𝑎 8 7 8
⇔( )=( )
19 3𝑏 + 4 19 26
Diperoleh:
12 + 3𝑎 = 7 ⇔ 3𝑎 = −5.
3𝑏 + 4 = 26 ⇔ 3𝑏 = 22.
Jadi 3𝑎 + 3𝑏 = −5 + 22 = 17.
7 4 −7 9 −23 −60 10
1 3 −1
𝐵𝐶 = (3 3 ) ( ) = (15 24 21 )
4 5 6
5 1 9 20 3
8 𝐾 − 𝐿𝑇 = 𝑀𝑇 10
4 𝑝+1 −1 𝑞 − 2 2𝑝 + 1 −1
⇔( )−( )=( )
1 −1 1 4 1 𝑞 − 11
5 𝑝−𝑞+3 2𝑝 + 1 −1
⇔( )=( )
0 −5 1 𝑞 − 11
Diperoleh:
2𝑝 + 1 = 5 ⇔ 𝑝 = 2.
𝑞 − 11 = −5 ⇔ 𝑞 = 6.
Jadi 𝑝 + 𝑞 = 2 + 6 = 8
Jumlah 100

Nilai Akhir = Jumlah


Lampiran 3 Rubrik Presentasi

Rubrik Unjuk Kerja Presentasi

No Nama Siswa Kemampuan Kemampuan Memberi Nilai


Bertanya Menjawab Saran Keterampilan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
Pedoman Penskoran
No Aspek Pedoman Penskoran
1 Kemampuan bertanya Skor 4, apabila selalu bertanya
Skor 3, apabila sering bertanya
Skor 2, apabila kadang-kadang bertanya
Skor 1, apabila tidak pernah bertanya
2 Kemampuan Skor 4, apabila materi/ jawaban benar, rasional, dan jelas
menjawab/argumentasi Skor 3, apabila materi/ jawaban benar, rasional, dan tidak
jelas
Skor 2, apabila materi/ jawaban benar, tidak rasional, dan
tidak jelas
Akor 1, apabila materi/jawaban tidak benar, tidak
rasional, dan tidak jelas
3 Kemampuan memberi Skor 4, apabila selalu memberi masukan/saran
masukan Skor 3, apabila sering memberi masukan/saran
Skor 2, apabila kadang-kadang memberi masukan/saran
Skor 1, apabila tidak pernah memberi masukan/saran

Anda mungkin juga menyukai