LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM
MODUL 4 MEKANIKA KP 2
(GERAK LURUS BERATURAN ATAU GLB DAN
GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN ATAU
GLBB)
SOPIATI SOLIHAT
857510049
UT DAERAH (BANDUNG)
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKA
N UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2025
LEMBAR DATA
DATA MAHASISWA
Nama : Sopiati Solihat
NIM : 857510049
Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
Nama Sekolah : SDN 2 Sindangprabu
DATA TUTOR (PGSD)/INSTRUKTUR (PGSM)
Nama(Gelar) : Yeti Rusmiati, [Link]., [Link]
Nip/Id Lainnya : 24002108
Instansi Asal : SMAN 25 Bandung
Nomor Hp : 081394679976
Alamat Email : Yetirusmiati66@[Link]
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Sopiati Solihat
NIM : 857510049
Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Dengan ini menyatakan bahwa Laporan Kegiatan Prakikum ini merupakan hasil karya saya s
endiri dan saya tidak melakukan plagiarisme atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak ses
uai dengan etika yang berlaku dalam keilmuan. Atas pernyataan ini saya siap menerima tinda
kan/sanksi yang diberikan kepada saya apabila dikemudian hari ditemukan pelanggaran akad
emik dalam karya saya ini atau ada kalim atas karya saya ini.
Garut, 2 November 2025
Yang membuat pernyataan
Sopiati Solihat
A. PERCOBAAN PRAKTIKUM GERAK LURUS BERATURAN
B. Tujuan Percobaan
Mengetahui gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan.
C. Alat Dan Bahan
1) Katrol gantung tunggal.
2) Stop watch.
3) Penggaris.
4) Beban gantung 100gr (2 buah).
5) Statif dan klem.
6) Benang Kasur.
7) Plastisin.
8) Beban tambahan.
D. Landasan Teori
1. Pengertian Gerak
Perhatikan gambar dibawah ini:
Gerak merupakan perubahan posisi (kedudukan) suatu benda terhadap sebuah acuan
tertentu. Perubahan letak benda dilihat dengan membandingkan letak benda tersebut
terhadap suatu titik yang diangggap tidak bergerak (titik acuan), sehingga gerak
memiliki pengertian yang relative atau nisbi. Studi mengenai gerak benda, konsep-
konsep gaya, dan energi yang berhubungan, membentuk suatu bidang, yang disebut
mekanika. Mekanika dibagi menjadi dua bagian, yaitu kinematika dan dinamika.
Kinematika adalah ilmu yang mempelajari gerak benda tanpa meninjau gaya
penyebabnya. Pada bagian ini, Saudara mulai dengan membahas benda yang
bergerak tanpa berotasi (berputar). Gerak seperti ini disebut gerak translasi. Pada
bagian ini saudara juga akan membahas penjelasan mengenai benda yang bergerak
pada jalur yang lurus, yang merupakan gerak satu dimensi. Hal-hal yang akan
dipelajari pada unit ini adalah gerak satu dimensi untuk benda yang bergerak lurus
dengan kecepatan tetap dan bergerak lurus dengan percepatan tetap (Sarkin,
Tarsisius:2021:36).
2. Posis, Jarak, Perpindahan dan Kecepatan
Posisi merupakan letak benda terhadap titik acuan. Dan perlu diketahui bahwa ada
perbedaan jarak dan perpindahan dimana Jarak diartikan sebagai panjang lintasan
yang ditempuh oleh suatu benda dalam selang waktu tertentu, dan merupakan
besaran skalar. Perpindahan adalah perubahan posisi suatu benda dalam selang
waktu tertentu dan merupakan besaran vector. Posisi merupakan besaran vektor
yang menyatakan kedudukan suatu benda terhadap titik acuan. Kedudukan tersebut
dimyatakan dalam besar dan arah.
Pada gambar di atas. Jika titik A sebagai acuan maka Posisi C = - 6 meter dari A
Jika titik A sebagai acuan maka Posisi B = 4 meter dari A Sebuah benda dikatakan
bergerak jika posisinya telah berubah terhadap titik acuan.
Jarak dan perpindahan mempunyai pengertian yang berbeda. Misalkan Kira berjalan
ke barat sejauh 4 km dari rumahnya, kemudian 3 km ke timur. Berarti Kira sudah
berjalan menempuh jarak 7 km dari rumahnya, sedangkan perpindahannya sejauh 1
km.
Berbeda halnya dengan contoh berikut. Seorang siswa berlari mengelilingi lapangan
satu kali putaran. Berarti ia menempuh jarak sama dengan keliling lapangan, tetapi
tidak menempuh perpindahan karena ia kembali ke titik semula.
Contoh lain perhatikan gambar 3c, Rama bergerak ke utara sejauh 4 km, kemudian
berbelok ke timur sejauh 3 km, lalu berhenti (Josephine, Else, Neny:2020:10).
Kecepatan merupakan besaran yang mendeskripsikan keadaan gerak benda. Dengan
mencermati besaran kecepatan suatu benda pada suatu saat tertentu, dapat diketahui
apakah suatu benda bergerak atau tidak dan bergeraknya ke mana. Selain itu apabila
pencermatan terhadap kecepatan benda dilakukan dalam selang waktu tertentu maka
dapat diketahui apakah benda yang diamati bergerak makin cepat atau makin
lambat. Saat Anda mengendarai kendaraan, tentunya sesekali pandangan mata Anda
akan melihat ke spidometer kendaraan Anda.
Jarum spidometer akan menunjukkan pada angka tertentu Ketika kendaraan Anda
bergerak. Angka yang ditunjukkan oleh spidometer tersebut, misalnya 110 km/jam
adalah nilai kecepatan yang dimiliki kendaraan tersebut. Karena hanya
menunjukkan nilai saja, maka angka yang ditunjukkan oleh jarum spidometer
merupakan kelajuan. Secara matematis, kelajuan dapat dinyatakan dalam persamaan
berikut :
Jarak total ∑ x
V =¿
waktu total = ∑ t m/s (Sarkin, Tarsisius:2021:36).
Percepatan rata-rata (a ̅) didefinisikan sebagai perubahan kecepatan dibagi waktu
yang diperlukan untuk perubahan tersebut, maka:
∆ v V 2− V 1 m
a= =
∆t t 2 − t1 s
Dimana : V 1= Kecepatan awal
V 2= Kecepatan akhir
t 1= Waktu saat kecepatan awal
t 2= Waktu kecepatan akhir
Percepatan juga termasuk besaran vektor, tetapi untuk gerak satu dimensi kita hanya perlu
menggunakan tanda positif (+) atau negatif (-) untuk menunjukkan arah relatif terhadap
koordinatnya (Sarkin, Tarsisius:2021:36).
3. Pengertian Gerak Lurus
Kereta api mempunyai lintasan yang lurus berupa garis lurus sehingga kereta api
mengalami gerak lurus karena kereta api bergerak dengan lintasan yang lurus.
Benda yang bergerak dengan kecepatan tetap dikatakan melakukan gerak lurus
beraturan, jadi syarat benda bergerak lurus beraturan apabila gerak benda
menempuh lintasan lurus dan kelajuan benda tidak berubah.
a. Gerak Lurus Beraturan (GLB)
Gerak Lurus Beraturan adalah gerak suatu benda pada lintasan yang lurus di
mana pada setiap selang waktu yang sama, benda tersebut menempuh jarak yang
sama (gerak suatu benda pada lintasan yang lurus dengan kelajuan tetap). Pada
gerak lurus beraturan, benda menempuh jarak yang sama dalam selang waktu
yang sama pula. Sebagai contoh, mobil yang melaju menempuh jarak 2 meter
dalam waktu 1 detik, maka satu detik berikutnya menempuh jarak dua meter
lagi, begitu seterusnya. Dengan kata lain, perbandingan jarak dengan selang
waktu selalu konstan atau kecepatannya konstan perhatikan gambar 2. Berikut
ini.
Grafik v-t menunjukan hubungan antara kecepatan (v) dan waktu tempuh (t) suatu
benda yang bergerak lurus. Berdasarkan grafik tersebut coba saudara tentukan berapa
besar kecepatan benda pada saat t = 0 s, t = 1 s, t = 2 s?.
Kita dapat ketahui bahwa pada gambar 2 di atas kecepatan benda sama dari waktu ke
waktu yakni 5 m/s. Semua benda yang bergerak lurus beraturan akan memiliki grafik v-
t yang bentuknya seperti gambar 6 itu. Sekarang, dapatkah saudara menghitung berapa
jarak yang ditempuh oleh bend dalam waktu 5 s? Saudara dapat menghitung jarak yang
ditempuh oleh benda dengan cara menghitung luas daerah di bawah kurva bila diketahui
grafik (v-t).
Jarak yang ditempuh = luas daerah yang diarsir pada grafik v – t.
Cara menghitung jarak pada GLB, te ntu saja satua gerak satuan panjang, bukan
satuan luas, berdasarkan gambar 2.1 diatas, jarak yang ditempuh benda = 20 m.
Cara lain menghitung jarak tempuh adalah dengan menggunakan persamaan GLB,
telah anda ketahui bahwa kecepatan pada GLB dirumuskan :
Dimana hubungan jarak terhadap waktu adalah sebagai berikut :
Jarak = Kelajuan . Waktu
s = v. t..................................................... persamaan 1
Jika benda memiliki jarak tertentu terhadap acuan, maka:
s =s0 + v.t............................................... persamaan 2
dengan S0 = kedudukan benda pada t = 0 (kedudukan awal)
Dari gambar 2.1 dimana v = 5 m/s, sedangkan t = 4 s, sehingga jarak yang ditempuh
:
S = v.t
= 5 m/s . 4 s = 20 m
Persamaan GLB, berlaku bila gerak benda memenuhi grafik seperti pada gambar
2.1 pada grafik tersebut terlihat bahwa pada saat t = 0 s, maka v = 0. Artinya, pada
mulanya benda diam, baru kemudian bergerak dengan kecepatan 5 m/s. Padahal
dapat saja terjadi bahwa saat awal kita amati benda sudah dalam keadaan bergerak,
sehingga benda telah memiliki kecepatan awal S0. Untuk keadaan ini, maka GLB
sedikit mengalami perubahan.
Persamaan benda yang sudah bergerak sejak awal pengamatan. Dengan S0
menyatakan posisi awal benda dalam satuan meter. Selain grafik v-t di atas, pada
gerak lurus terdapat juga grafik s-t, yakni grafik yang menyatakan hubungan antara
jarak tempuh (s) dan waktu tempuh (t) (Josephine, Else, Neny:2020:13).
b. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak benda pada lintasan lurus
dengan kecepatannya berubah secara teratur tiap detik. Kamu tentunya masih
ingat bahwa perubahan kecepatan tiap detik adalah percepatan. Dengan
demikian, pada GLBB benda mengalami percepatan secara teratur atau tetap.
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah Gerak benda dalam lintasan
garis lurus dengan percepatan tetap. Jadi, ciri umum glbb adalah bahwa dari
waktu ke waktu kecepatan benda berubah, semakin lama semakin cepat, dengan
kata lain gerak benda dipercepat, namun demikian, GLBB juga berarti bahwa
dari waktu ke waktu kecepatan benda berubah, semakin lambat hingga akhirnya
berhenti. Dalam hal ini benda mengalami perlambatan tetap. Gerak perlambatan
sama dengan percepatan negatif. Hubungan antara besar kecepatan (v) dengan
waktu (t) pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB) ditunjukkan pada grafik di
bawah ini:
c. Besar percepatan benda :
∆ v V 2− V 1
a= =
∆t t 2 − t1
Dalam hal ini maka
𝑣1 = 𝑣0 ; 𝑣2 = 𝑣𝑡 ; 𝑡1 = 0 ; 𝑡2 = 𝑡
Akan didapatkan
𝑣𝑡 = 𝑎. 𝑡 + 𝑣0
Persamaan GLBB
Dimana :
𝑣𝑡 = kecepatan akhir (m/s)
𝑎 = percepatan (m/s2)
𝑣0 = kecepatan awal ( m/s)
t = selang waktu (s)
Atau
1 2
𝑠= 𝑣
0 . 𝑡 + 𝑎.
𝑡 2
Persamaan Jarak GLB
B
Keterangan :
s = jarak yang ditempuh (m)
𝑣0 = kecepatan awal (m/s)
t = selang waktu (s)
α = percepatan (m/s2)
Bila dua persamaan GLBB diatas kita gabungkan, maka akan didapatkan
persamaan GLBB yang ketiga (Josephine, Else, Neny:2020:16).
Jadi:
E. Prosedur Percobaan
1) Gerak Lurus Beraturan (GLB)
a. Rakitlah alat dan bahan.
b. Usahakan agar beban tambahan m tertinggal di ring pembatas bila M1 turun
dan M2 naik.
c. Tandai ketinggian beban tambahan (m) mula-mula sama tinggi dengan titik
A.
d. Ukur panjang BC.
e. Biarkan sistem bergerak m + M1 turun dan M2 naik. Catat waktu yang
diperlukan M1 untuk bergerak dari B ke C
f. Ulangi percobaan sampai 5 kali dengan jarak BC yang berbeda-beda (tinggi
A tetap, B tetap, C berubah)
g. Catat datanya pada table modul.
2) Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
a. Menyusun alat.
b. Tentukan dan ukur jarak AB dan BC (usahakan AB > BC)
c. Biarkan sistem bergerak (M1 dan m) turun dan M2 naik, usahakan agar beban
tambahan m tertinggal di ring pembatas B.
d. Ukur waktu yang dibutuhkan (M1 + m) dari A ke B (tAB) dan M1 untuk
bergerak dari B ke C (tBC).
e. Lakukan percobaan sampai 5 x dengan jarak AB (titik A tetap, C tetap, B
berubah) dan catat datanya pada Tabel 1.2.
F. Hasil Pengamatan GLB DAN GLBB
G. PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan dari kelima percobaan dapat dilihat
bahwa kecepatan yang diperoleh memiliki nilai yang sama yaitu.... m/s. Hal tersebut
membuktikan bahwa gerak lurus beraturan merupakan gerak benda yang lintasannya
berupa garis lurus dan kecepatannya tetap (untuk setiap selang waktu yang sama benda
menempuh jarak yang sama). Selain itu terlihat bahwa semakin besar jaraknya, maka
semakin besar waktu yang diperlukan. Kemudian, dapat dilihat bahwa grafik hubungan
antara jarak sebagai fungsi waktu pada percobaan GLB merupakan grafik linier.
H. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda yang lintasannya berupa
garis lurus dengan kecepatan tetap.
2. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah gerak yang lintasannya berupa
garis lurus dan kecepatannya selalu berubah secara tetap (beraturan) serta
mempunyai percepatan tetap.
I. PERTANYAAN JAWABAN
Pertanyaan
Jawablah pertanyaan berikut dan satukan hasilnya/jawabannya dengan laporan
praktikum
yang Anda buat.
1. Buatlah grafik hubungan antara jarak (s) sebagai fungsi waktu (t) berdasarkan data
percobaan GLB (S sumbu vertikal dan t sumbu horizontal).
2. Hitunglah kecepatan benda berdasarkan grafik di atas!
3. Buatlah kesimpulannya?
4. Buatlah grafik hubungan antara jarak AB (S AB ) sebagai fungsi waktu (t AB ) pada
percobaan GLBB.
5. Hitunglah percepatan benda berdasarkan grafik di atas! 5.
6. Buatlah kesimpulannya
7. Jelaskan perbedaan grafik itu dengan grafik pada percobaan GLB (S fungsi t).
Jawaban
1. Grafik hubungan antar jarak (s) sebagai fungsi waktu (1) berdasarkan data
percobaan GLB (S sumbu vertikal dan sumbu horizontal).
2. Kecepatan benda berdasarkan grafik GLB adalah sebagai berikut:
Percobaan 1:
Diketahui:
Jarak (S) = 0,24 m
Waktu (t) = 0,41 s
S 0 , 24 m
V= = =¿
t 0 , 41 s
Percobaan 2:
Diketahui:
Jarak (S) = 0,22 m
Waktu (t) = 0,35 s
S 0 , 22m m
V= = =0 , 62
t 0 , 35 s s
Percobaan 3:
Diketahui:
Jarak (S) = 0,20 m
Waktu (t) = 0,30 s
S 0 , 20 m m
V= = =0 ,67
t 0 , 30 s s
Percobaan 4:
Diketahui:
Jarak (S) = 0,18 m
Waktu (t) = 0,28 s
S 0 , 18 m m
V= = =0 ,64
t 0 , 28 s s
Percobaan 5:
Diketahui:
Jarak (S) = 0,16 m
Waktu (t) = 0,21 s
S 0 , 16 m m
V= = =0 ,76
t 0 ,21 s s
3. Kesimpulan: Gerak lurus beraturan (GLB) adalah suatu gerak benda yang
lintasannya berupa garis lurus dan kecepatanya tetap (untuk setiap selang waktu
yang sama benda menempuh jarak yang sama)
4. Grafik hubungan antara jarak AB (SAn) sebagai fungsi waktu (tan) pada percobaan
GLBB.
5. Perhitungan percepatan benda berdasarkan grafik GLBB.
Percobaan 1:
Diketahui:
Jarak (s) = 0,15 m
Waktu (t) = 0,20 s
S m 0 ,15 m
V AB= = =0 ,75
t s 0 ,20 s
Jarak (s) = 0,24 m
Waktu (t) = 0,40 s
S m 0 , 24 m
V BC = = =0 , 6
t s 0 , 40 s
V 2 −V 1 V BC −V AB 0 , 6 −0 , 75 m
a= = = =− 0 ,75 2
t 2 − t1 t BC −t AB 0 , 40 −0 , 20 s
Percobaan 2:
Diketahui:
Jarak (s) = 0,17 m
Waktu (t) = 0,23 s
S m 0 ,17 m
V AB= = =0 , 74
t s 0 , 23 s
Jarak (s) = 0,22 m
Waktu (t) = 0,33 s
S m 0 , 22 m
V BC = = =0 , 67
t s 0 ,33 s
V 2 −V 1 V BC −V AB 0 , 67 −0 , 74 m
a= = = =− 0 , 7 2
t 2 − t1 t BC −t AB 0 , 33 −0 , 23 s
Percobaan 3:
Diketahui:
Jarak (s) = 0,19 m
Waktu (t) = 0,28 s
S m 0 ,19 m
V AB= = =0 , 68
t s 0 ,28 s
Jarak (s) = 0,20 m
Waktu (t) = 0,23 s
S m 0 ,20 m
V BC = = =0 , 87
t s 0 ,23 s
V 2 −V 1 V BC −V AB 0 , 68 −0 , 87 m
a= = = =− 3 ,8 2
t 2 − t1 t BC −t AB 0 , 28 −0 , 23 s
Percobaan 4:
Diketahui:
Jarak (s) = 0,21 m
Waktu (t) = 0,31 s
S m 0 ,21 m
V AB= = =0 ,68
t s 0 ,31 s
Jarak (s) = 0,18 m
Waktu (t) = 0,19 s
S m 0 ,18 m
V BC = = =0 , 95
t s 0 ,19 s
V 2 −V 1 V BC −V AB 0 , 95 −0 , 68 m
a= = = =− 2, 25 2
t 2 − t1 t BC −t AB 0 , 19 −0 , 31 s
Percobaan 5:
Diketahui:
Jarak (s) = 0,23 m
Waktu (t) = 0,39 s
S m 0 ,23 m
V AB= = =0 ,59
t s 0 ,39 s
Jarak (s) = 0,16 m
Waktu (t) = 0,17 s
S m 0 ,16 m
V BC = = =0 , 94
t s 0 ,17 s
V 2 −V 1 V BC −V AB 0 , 94 − 0 ,59 m
a= = = =− 1 ,60 2
t 2 − t1 t BC −t AB 0 , 17 −0 , 39 s
Kesimpulan : Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak lurus pada
arah mendatar dengan kecepatan yang berubah setiap saat, ini dikarenakan
adanya
percepatan yang tetap. Dengan kata lain benda yang melakukan gerak dari
keadaan diam atau mulai dengan kecepatan awal akan berubah kecepatannya
karena ada percepatan (a = +) atau perlambatan (a = -).
Jadi, ciri GLBB adalah dari waktu ke waktu kecepatan benda berubah, semakin
lama semakin cepat/lambat. Sehingga gerakan benda dari waktu ke waktu
mengalami percepatan/perlambatan. Untuk nilai percepatan positif (+) maka
dikatakan dengan gerakan mengalami percepatan.
6. Perbedaan grafik GLB dengan Grafik GLBB. Pada grafik GLB terlihat bahwa
semakin besar jarak maka waktu yang diperlukan akan semakin lama, tetapi
kecepaan konstan. Grafik GLB merupakan grafik linier. Sedangkan pada grafik
GLBB terlihat bahwa semakin besar jarak maka waktu yang diperlukan akan
semakin lama, tetapi kecepatan selalu berubah disetiap saat dan perubahan
kecepatan tersebut di setiap saat selalu sama, tetap atau konstan. Grafik GLBB yang
terbentuk merupakan kurva.
J. DAFTAR PUSTAKA
Burton, I. J. (2001). Biology. United Kingdom: Cambridge University Press.
Carola, R., et al. (1992). Human Anatomy & Physiology, 2nd Ed. New York: McGraw
Hill Inc.
Guyer, MY, & Charles. E.L. (1964). Animal Biology, 5th Ed. New York: Harper &
Row Publishing.
Idel, A. & A. Halim. Pintar Biologi Untuk SMP Kelas 1, 2, 3. Surabaya: Gitamedia
Press.
Ichsan, M. dkk. (2001). Ilmu Kesehatan dan Gizi. Jakarta: Universitas Terbuka.
Martin, J. (2002). Biology. London: Cambridge University Press.
Muchtadi, D. (2003). Pangan dan Gizi. Jakarta: Pusat Penerbit Universitas Terbuka,
Jakarta.
Rifai M.A. (2002). Kamus Biologi. Jakarta: Balai Pustaka, Jakarta.
Riyadi, H. (1999). Gizi dan Kesehatan Keluarga. Jakarta: Universitas Terbuka. Jakarta.
Wahyuningsih, T. (2002). Praktikum Biologi III. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas
Terbuka, Jakarta.
Ward, B.R. (1982). Makanan & Pencernaan. Semarang: Penerbit PT Mandira.
K. Kesulitan yang dialami : Saran dan Masukan
1. Kesulitan yang Dialami
a. Menyusun alat percobaan yang masih belum familiar.
b. Mengukur waktu yang dibutuhkan beban untuk bergerak.
2. Saran dan Masukan
a. Memahami cara menyusun alat dan mempelajari materi yang bersangkutan
sebelum percobaan dimulai.
b. Hati-hati ketika mengukur waktu yang dibutuhkan beban untuk bergerak agar
dapat memperkecil kesalahan pengukuran.
L. FOTO DAN VIDEO PRAKTIKUM
Gerak Lurus Beraturan (GLB)
No Foto Praktikum Deskripsi Foto
.
1. Merakit alat dan bahan pada
percobaan GLB.
2. Mengukur dan mencatat waktu yang
diperlukan beban untuk bergerak pada
percobaan GLB.
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
No Foto Praktikum Deskripsi Foto
.
1. Merakit alat dan bahan pada
percobaan GLBB.
2. Mengukur dan mencatat waktu yang
diperlukan beban untuk bergerak pada
percobaan GLBB.
No. Judul kegiatan praktikum Link Video
1. Praktikum GLB dan GLBB [Link]
si=boH9D39FA_FJWEf1